Andi Baetal Mukaddas
Universitas Muhammadiyah Makassar, Indonesia

Published : 37 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

PEMANFAATAN LIMBAH ANORGANIK DALAM KARYA SENI KRIYA SISWA KELAS VIII SMPN 1 BARRU Tari Nur Fatimah Ry; Andi Baetal Mukaddas; Irsan Kadir
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 6 No 2 (2016): HARMONI
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/q90wq605

Abstract

Masalah penelitian ini adalah bagaimana proses pemanfaatan limbah anorganik menjadi karya seni kriya serta pelaksanaan pameran hasil karya siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Barru. Penelitian bertujuan mengetahui alat dan bahan yang digunakan, serta perencanaan, pelaksanaan, dan hasil pameran seni rupa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes praktik, lalu dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan proses berkarya meliputi pembagian kelompok, persiapan alat dan bahan, perancangan desain, hingga pembuatan karya. Kemampuan siswa dinilai berdasarkan gagasan/ide, penguasaan bahan, kerja sama, dan finishing.
PEMBELAJARAN SENI KRIYA DENGAN TEKNIK PAPER CUTTINGPADA SISWA KELAS XI SMA MUHAMMADIYAH DISAMAKAN MAKASSAR Fanis Nurul Fitrah; Andi Baetal Mukaddas; Benny Subiantoro
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 7 No 2 (2017): HARMONI
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/486bxp35

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui proses dan kualitas pembelajaran Seni Kriya dengan teknik paper cutting pada siswa kelas XI SMA Muhammadiyah Disamakan Makassar. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, tes praktik, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran paper cutting mampu meningkatkan semangat berkarya siswa serta menghasilkan karya dengan kualitas yang cukup memuaskan, meskipun pengetahuan awal siswa tentang teknik tersebut masih terbatas.
PROSES PEMBUATAN STRING ART DENGAN KONSEP KALIGRAFI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION) PADA SISWA KELAS VIIISMP PLUS DARUL HUSNA AMBALAWI BIMA Muslimah; Ali Ahmad Muhdy; Andi Baetal Mukaddas
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 7 No 2 (2017): HARMONI
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/92ctys96

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses pembuatan string art dengan konsep kaligrafi melalui model pembelajaran STAD pada siswa kelas VIII SMP Plus Darul Husna Ambalawi Bima. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek 35 siswa tahun ajaran 2017/2018. Data dikumpulkan melalui observasi, tes praktik, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian memberikan gambaran yang jelas mengenai proses pembuatan string art, tingkat kesulitan, serta nilai estetika karya siswa melalui penerapan model pembelajaran STAD
PROSES PEMBUATAN SENI KOLASE DENGAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG PADASISWA KELAS X SMA MUHAMMADIYAH DI SAMAKAN WILAYAH MAKASSAR Azamtun Nurvaizah; Andi Baetal Mukaddas; Makmum
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 7 No 2 (2017): HARMONI
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/0d6fsj57

Abstract

Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran proses pembuatan seni kolase dengan model pembelajaran langsung pada siswa kelas X Muhammadiyah Disamakan Wilayah Makassar. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, tes praktik, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan seni kolase mencakup prinsip keaslian dan kreativitas, kesesuaian kolase dengan teks, penggunaan alat dan bahan yang tepat, serta kejelasan makna karya. Media kertas mampu menunjukkan kreativitas siswa, namun sebagian siswa masih mengalami kesulitan dalam kesesuaian kolase dengan teks dan variasi karya. Oleh karena itu, pendidik disarankan lebih memperhatikan kelebihan dan kekurangan siswa dalam proses pembelajaran.
Eksistensi ‘‘Makassar Knight Clothing’’ Ditinjau dari Perkembangan Desain Grafis di Kota Makassar Wawan Indrawan Bahar DP; Andi Baetal Mukaddas; Makmum
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 8 No 2 (2018): HARMONI
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/w82m3s22

Abstract

Alhamdulillah dalam penelitian ini hampir tidak ada masalah atau kendala dalam proses melakukan penelitian. Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan dengan triangulasi (gabungan), analisis data bersifat kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi. Dapat disimpulkan dari pengertian tersebut bahwa penelitian melalui pendekatan kualitatif itu berlandaskan falsafah postpositivisme dan peneliti sebagai instrumen kunci dalam penelitian tersebut. Hasil karya dari Makassar Knight Clothing sangat tersebar di Kota Makassar bahkan karyanya sudah tersebar di Indonesia. Karya dari Makassar Knight Clothing sendiri sangat terbatas yang artinya suatu penjualan mempunyai batas setiap karya di brand Makassar Knight Clothing. Desain dari pemilik Makassar Knight Clothing sangat dipakai oleh kalangan masyarakat bahkan sering membawakan Workshop tentang desain dikampus-kampus dan bahkan juga memberikan materi dirumah produksi
IMPLEMENTASI DESAIN POSTER PADA SISWA SMPN 3 SUNGGUMINASA KABUPATEN GOWA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN STUDYSASTER Nashendra; Andi Baetal Mukaddas; Meisar Ashari
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 12 No 1 (2022): HARMONI: APRIL 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/h454kp91

Abstract

Permasalahan penelitian ini adalah: (1) Bagaimana kemampuan Siswa SMPN 3 Sungguminasa Kabupaten Gowa membuat desain poster dengan model pembelajaran studysaster. (2) Bagaimana hasil karya siswa SMPN 3 Sungguminasa Kabupaten Gowa dalam membuat desain poster dengan model pembelajaran studysaster. Menggunakan metode penelitian kuantitatif, subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN 3 Sungguminasa Kabupaten Gowa. Hasil penelitian dengan jumlah siswa 47 dari 2 kelas, pada aspek penilaian kemampuan dikatergorikan (mampu) dan pada hasil karya siswa cukup baik.
KAJIAN SENI RUPA PRASEJARAH PADA ARTEFAK MEGALITIKUM DI KECAMATAN RANTEPAO TORAJA UTARA Saktiraja Putra Sawerigading; Andi Baetal Mukaddas; Makmum
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 12 No 1 (2022): HARMONI: APRIL 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/bnhw2e08

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keunikan arsitektur megalitik di Indonesia yang tersusun dari batu-batu gunung yang ditancapkan dan disusun tidak beraturan sebagai artefak warisan budaya yang perlu dikaji nilai estetikanya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai dan fungsi estetika Artefak Megalitikum di Kalimbung Bori’, Toraja Utara, menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan data berupa kata-kata lisan dan tulisan. Secara visual, artefak megalitikum berbentuk batu memanjang dengan ujung lancip dan bertekstur kasar. Pembangunannya dilatarbelakangi oleh fungsi dan nilai personal yang kemudian berkembang menjadi lingkungan bersejarah di Kecamatan Rantepao. Kesimpulannya, nilai estetika artefak terlihat dari sejarah dan ritual pemasangan batu menhir, sedangkan fungsi estetiknya terletak pada unsur keindahan, dan perbedaan tinggi batu tidak memiliki makna khusus.
NILAI ESTETIS DAN SIMBOLIS ORNAMEN GONG NEKARA: STUDI KASUS WARISAN ZAMAN PERUNGGU KEPULAUAN SELAYAR Muhammad Iqbal; Meisar Ashari; Andi Baetal Mukaddas
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 11 No 2 (2021): HARMONI: OCTOBER 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/3ja8a598

Abstract

Nekara atau yang sering disebut gong perunggu, merupakan salah satu peninggalan dari hasil peninggalan kebudayaan don song, yang biasanya, pada masa itu digunakan sebagai alat upacara, simbol status sosial, alat musik dan benda pusaka dalam berbagai ritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk visual ornamen yang terdapat pada Gong Nekara di Kampung Matalalang, Kelurahan Bontobangun, Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar Provinsi Sulawesi Selatan. Gong Nekara merupakan artefak perunggu  peninggalan kebudayaan Don song yang memiliki nilai historis dan estetis tinggi, serta menjadi bagian dari warisan budaya masyarakat Kepulauan Selayar, provinsi Sulawesi selatan. Fokus utama penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisis elemen visual ornamen seperti garis, bentuk, pola, dan komposisi yang ada pada gong nekara selayar, serta menginterpretasikan maknanya melalui pendekatan formalisme dengan menggunakan teori Significant Form oleh Clive Bell. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Analisis data dilakukan dengan mengkaji struktur visual ornamen dan menghubungkannya dengan konteks estetika serta pengalaman visual yang ditimbulkannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ornamen pada Gong Nekara menampilkan pola- pola geometris, motif matahari, spiral, burung, dan figur antropomorfik yang disusun secara simetris dan ritmis. Bentuk-bentuk tersebut memiliki daya tarik visual yang kuat dan mampu membangkitkan emosi estetis, sebagaimana dijelaskan dalam teori Clive Bell. Selain itu, meskipun memiliki akar simbolik dalam budaya lokal, keindahan visualnya dapat dinikmati secara universal. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pelestarian seni tradisional serta menjadi referensi dalam studi visual dan estetika ornamen Nusantara, khususnya di kawasan maritim seperti Kepulauan Selayar.
Proses Berkarya Seni Ilustrasi Karya Darmawan Eka Hastari Hadijah N; Irsan Kadir; Andi Baetal Mukaddas
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 11 No 2 (2021): HARMONI: OCTOBER 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/694hd745

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menganalisis teknik dan gaya yang digunakan Darmawan Eka Hastari dalam berkarya seni ilustrasi, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam proses menggambar menggunakan media pensil warna. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes praktik, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses berkarya, Darmawan Eka Hastari menggunakan gaya kontemporer dengan penguasaan proporsi dan komposisi yang baik berdasarkan konsep yang telah dirancang sebelumnya. Kendala yang dihadapi lebih bersifat teknis, seperti keterbatasan atau kerusakan alat, namun tidak menghambat kemampuan dalam menentukan proporsi dan pengolahan visual karya.  
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SENI KRIYA GERABAH MELALUI MODEL STUDENT TEAMS ACHIVERMENT DIVISION (STAD) PADA SISWA KELAS VIII SMP 4 TANETE RIAJA KABUPATEN BARRU M. Rusli. S; Benny Subiantoro; Andi Baetal Mukaddas
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 4 No 1 (2014): HARMONI
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/rvfa9w35

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah secara umum untuk mengetahui proses berkreasi karya seni kriya gerabah dengan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Devision ( STAD ) pada Siswa Kelas VIII SMPN Tanete Riaja. Sedangkan secara khusus penelitian ini bertujuan untuk memperoleh hasil kemampuan berkreasi siswa dalam membuat seni kriya gerabah. Penelitian ini merupakan strategi belajar mengajar yang bertujuan untuk menumbuhkan semangat dan memotivasi belajar siswa dan mengembangkan kreativitas belajar siswa dalam berkarya seni kriya dan dapat mendorong siswa belajar secara sistmatis. Penelitian ini dilakukan di SMPN 4 Tanete Riaja Kelas VIII dalam proses pembuatan seni kriya gerabah menggunakan metode pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dokumentasi. Dengan menggunakan teknik analis data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa siswa berkreasi dalam pembuatan seni kriya gerabah dengan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Devision ( STAD ) pada siswa kelas VIII SMPN 4 Tanete Riaja dalam membuat seni kriya gerabah sudah lumayan baik dari 27 siswa terbagi menjadi 5 kelompok dan 4 kelompok mendapatkan kategori baik sedangkan 1 kelompok masuk dalam kategori sangat baik, mulai dari cara mendesain, pembentukan badan gerabah, pembakaran dan sampai pada proses penyelesaian. Dan itu menunjukkan bahwa mereka sangat termotifasi dalam membuat seni kriya gerabah.