Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

ISLAMIC HIGHER EDUCATION IN POST-CONFLICT ACEH: Generation Z Students, Religious Knowledge and Professional Interests Barus, Jumat; Husaini, Husaini; Ja'far, Ja'far; Noor, Umar Muhammad
MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol 48, No 1 (2024)
Publisher : State Islamic University North Sumatra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/miqot.v48i1.836

Abstract

Abstract: This study examines the recent development of Islamic universities in post-conflict Aceh. Government data shows that Indonesia will face a demographic bonus era in the future, where the productive age population will be greater than the non-productive age population. As much as 27.94% of Indonesia's population is Generation Z, born between 1997 and 2012. With a pragmatic and realistic character, those aged 12-27 are currently studying at the secondary to tertiary level. In this context, this study examines the professional interests of the Generation Z group in contemporary Aceh. As qualitative research, this study has shown that some Generation Z groups continue to choose Islamic universities as their first choice of university. In public Islamic universities, the main trend of their professional interests is education and economics, with less interest in other fields such as sharia, and ushuluddin and da'wah. Ease of employment has been their most important reason for choosing the disciplines of education and economics. In other cases, a group of Generation Z has kept Islamic disciplines as their professional interest, and their goal in this field is to become religious scholars or teachers. Although considered a pragmatic and realistic generation, many of them still prioritize an idealistic attitude in their academic career.Keywords: generation Z student, Islamic higher education, religious knowledge, professional interests  
MANAJEMEN KEPEMIMPINAN PADA LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM Husaini, Husaini; Fitria, Happy
JMKSP (Jurnal Manajemen, Kepemimpinan, dan Supervisi Pendidikan) Vol. 4 No. 1 (2019): JMKSP (Jurnal Manajemen, Kepemimpinan, dan Supervisi Pendidikan)
Publisher : Graduate Program Magister Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.954 KB) | DOI: 10.31851/jmksp.v4i1.2474

Abstract

Success a management cannot be separated from management principles which formed the basis and the value of the management itself. Principles in management should be resilient, it needs to be considered in accordance with the special conditions and situational change. The general notion of management is an activity to achieve the goals that have been determined (getting things done through the effort of other people). Effective leadership is based on those they lead (conditions and situations). The leadership in Islamic educational institutions will be very effective in accordance with the conditions and situations that arise at the time. There is no effective leadership style but with the situation and the growing conditions. In the management of Islamic educational institutions must have some component of the right to produce a proper and prudent performance include planning, organizing, actuating, dan controlling.
Strategi Sarak Opat dalam Mengelola Pengajian Masyarakat (Study Kasus Kampung Delung Tue Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah) rahman, abdul; Husaini; Marhamah
MATAAZIR: Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2023): Edisi Juli - Desember 2023
Publisher : STAIN Madina Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/jamp.v4i2.1463

Abstract

Pengembangan sumber daya manusia, melalui jalur pendidikan non formal, yang dilakukan di Kabupaten Bener Meriah adalah dengan kerjasama antara pemerintah daerah, dengan seluruh Sarak Opat yang ada pada setiap Kampung. Berdasarkan observasi awal penulis, ditemukan adanya pengajian masyarakat secara rutin, yaitu untuk Bapak-Bapaknya yang dikembangkan oleh lembaga Sarak Opat Kampung Delung Tue. Tujuan penelitian ini adalah 1)Untuk menganalisis bentuk strategi sarak opat dalam mengelola pengajian masyarakat (studi kasus Kampung Delung Tue Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah). 2)Untuk menganalisis implementasi strategi Sarak Opat dalam mengelola pengajian masyarakat (studi kasus Kampung Delung Tue Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah). 3)Untuk menganalisis factor pendukung dan penghambat strategi sarak opat dalam mengelola pengajian masyarakat (studi kasus Kampung Delung Tue Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan jenis penelitian studi kasus. Hasil penelitian adalah: 1) Bentuk strategi Sarak Opat Kampung Delung Tue, dalam mengelola pengajian masyarakat adalah: a. perencanaan terdiri dari penyusunan panitia pengajian dan menyusun rencana kegiatan. b. Pelaksanaan, terdiri dari mengajak melalui kunjungan ke rumah, pemberian pengumuman di Masjid dan Menasah, dan mengajak dengan memberikan penekanan pada saat rapat desa, mewajibkan aparatur Kampung untuk mengikuti pengajian Bapak-Bapak, memberikan motivasi kepada masyarakat, dengan menyediakan fasilitas yang menarik, motivasi melalui penjelasan tentang keuntungan mengikuti pengajian, motivasi melalui penyambutan jamaah di masjid dengan senyum, salam dan sapa. c. Mengevaluasi kegiatan. 2) Impleimentasi strategi yang digunakan Sarak Opat dalam mengelola pengajian Bapak-Bapak, di Kampung Delung Tue sudah baik dan sangat efektif. Hal ini dengan melihat keberhasilan pengajian masyarakat, dengan menentukan indikator keberhasilan pengelolaan pengajian masyarakat.3) Faktor pendukung strategi Sarak Opat dalam mengelola pengajian masyarakat adalah adanya tekad yang kuat dari Sarak Opat, adanyatempat yang memadai, fasilitas yang memadai, timbulnya motivasi dalam diri masyarakat, adanya himbauan oleh Reje Kampung Delung Tue, adanya himbauan dari Bupati Bener Meriah, untuk menggalakkan pengajian bakda Magrib, dan keterlibatan Sarak Opat sebagai panitia. Sedangkan factor penghambat strategi Sarak Opat dalam mengelola pengajian masyarakat adalah listrik yang padam beberapa saat, rasa malu mengikuti pengajian karena usia yang sudah tua, jamaah yang cemas akan pencurian panen kentangnya, dan adanya pengaruh dari masyarakat yang tidak ikut pengajian.
Konsep Pendidikan Islam Menurut Imam Nawawi Husaini, Husaini
Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Ikhtibar Nusantara
Publisher : STAI Nusantara Kota Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62901/j-ikhsan.v2i1.89

Abstract

Islamic education according to Imam Nawawi contains profound principles, including sincere intentions for the sake of Allah, good ethics, and avoiding spiritual diseases. A teacher must have pure intentions, teach without seeking worldly gains, and maintain integrity in teaching. This study aims to examine the concept of Islamic education according to Imam Nawawi. The research method employed is literature review. The study found that Imam Nawawi emphasizes the importance of integrity, sincere intentions, good ethics, and purity of heart for a teacher in carrying out their teaching duties. A teacher must have Sincere Teaching Intentions, Maintain Good Ethics, Avoid Spiritual Diseases, and Honor Knowledge and Prioritize Trust and Prayer. By adhering to these principles, a teacher can uphold the honor and quality of teaching, build healthy relationships with their students, and create a positive and conducive learning environment for the holistic development of students.
Strategi Dai untuk Meningkatkan Minat Belajar dan Pemahaman Pendidikan Agama Islam di Majelis Taklim Baiturrahman Kota Lhokseumawe Husaini, Muhammad; Musdar, Musdar; Syahrizal, Syahrizal; Husaini, Husaini
Ahdāf: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2024): Ahdāf: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : PAI Fakultas Tarbiyah & Ilmu Keguruan UIN SUNA Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/ahdf.v2i1.2074

Abstract

This research aims to explore the strategies employed by the preacher (Dai) to enhance interest and understanding in Islamic Religious Education within small groups, particularly at the Majelis Taklim Muslimat Baiturrahman in Lhokseumawe. The study encompasses efforts to comprehend the dynamics of small groups and seeks holistic and diverse approaches to religious education. Employing a qualitative case study approach, the research utilizes participatory observation techniques, semi-structured interviews, and document analysis. Data is collected from members of the study group and religious teachers to gain a profound understanding of the strategies employed. Data analysis employs an interactive qualitative approach to detail comprehensive findings. The research findings indicate that religious teachers actively employ three main strategies: 1) Interactive discussions create a collaborative environment that enhances active participation and enriches the learning experience. 2) Inspirational lectures elicit emotional stimulation by linking the subject matter to everyday life. 3) Question-and-answer approaches stimulate critical thinking and responsiveness to individual learning needs. The impacts of these strategies include increased interest in learning, the development of a deeper understanding, and the formation of a sense of unity among participants. Based on the research findings, it is recommended that religious teachers undergo training in implementing innovative strategies that can better adapt to the dynamics of small groups. Additionally, the results offer guidance for the development of instructional strategies focusing on participant engagement and the relevance of religious concepts in everyday life.
Kekerasan Terhadap Anak Dalam Pendidikan Islam Menurut Ibnu Khaldun Husaini, Husaini
Idarah (Jurnal Pendidikan dan Kependidikan) Vol. 1 No. 1 (2017): Idarah: Jurnal Pendidikan dan Kependidikan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedudukan anak dalam rumah tangga sebenarnya dalam posisi lebih lemah dibandingkan orang dewasa. Secara psikologis, anak masih bergantung pada orang-orang dewasa di sekitarnya.  Di dalam diri anak  sangat membutuhkan kasih sayang dan perlingdungan dari orang dewasa, baik dari lingkugan keluarga dan lingkungan pendidikannya.. Kekerasan yang terjadi terhadap anak dapat membahayakan Fisik dan Psikis anak.  Dalam  Pemikiran Ibnu Khaldun tentang kekerasan terhadap anak dalam pendidikan adalah. Ibnu Khaldun melarang kekerasan terhadap anak dalam pendidikan hal ini bisa membahayakan fisik dan psikis peserta didik. Ibnu khaldun menawarkan konsepnya ialah menekankan kepada pendidik agar mendidik dengan lemah lembut dan kasih sayang terhadap peserta didik. Secara keseluruhan Ibnu Khaldun menyimpulkan bahwa pembelajaran dengan kekerasan hendaknya dihapuskan didalam dunia pendidikan. Penghapusan kekerasan dalam dunia pendidikan hendaknya menjadi bagian dari keinginan untuk memajukan pendidikan, peningkatan akhlak dan moral anak didik.
Pendidikan Akhlak Dalam Islam Husaini, Husaini
Idarah (Jurnal Pendidikan dan Kependidikan) Vol. 2 No. 2 (2018): Idarah: Jurnal Pendidikan dan Kependidikan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/idarah.v2i2.70

Abstract

Al-Quran sebagai pedoman yang paling utama bagi umat Islam, yang mengajarkan kepada umat manusia agar senantiasa selalu berbuat baik, lebih dari itu isi kandungan Al-Quran tidak terlepas dari pendidikan, yaitu pendidikan manusia agar berakhlak mulia, terutama dalam pergaulan antara sesama muslim, baik sesama umat Islam maupun kepada umat non Islam, oleh karena itu Islam mengajarkan umat manusia senantiasa berlaku baik dalam segala hal. Dalam ajaran Islam, akhlak menempati kedudukan yang istimewa dan sangat penting. Di dalam Al-Quran saja ditemui lebih kurang 1500 ayat yang berbicara tentang akhlak, dua setengah kali lebih banyak daripada ayat-ayat tentang hukum baik yang teoritis mauapun yang praktis. Belum terhitung lagi hadits-hadits nabi, baik perkataan, perbuatan, yang memberikan pedoman akhlak yang mulia dalam seluruh aspek kehidupan Lebih jelasnya, penelitian ini memfokuskan pada apa tujuan pendidikan akhlak dalam Islam, Apa saja materi pendidikan akhlak dalam Islam, dan bagaimana metode pendidikan akhlak dalam Islam. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Dengan teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti adalah dengan memiliki terlebih beberapa buku yang berkaitan dengan Akhlak, Al-Qur,an dan Hadits dan dengan membaca, menterjemahkan perteks atau kumpulan teks-teksnya, menganalisis, menguraikan, dan menyimpulkan pemahaman yang telah dicari oleh peneliti. Dari paparan data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa; Pertama, bahwa tujuan pendidikan akhlak dalam Islam adalah: meningkatkan derajat manusia, menuntun kepada kebaikan, manifestasi kesempurnaan iman, kebutuhan pokok dalam keluarga, menuntun kepada kebaikan. Sedangkan materi pokok pendidikan akhlak dalam Islam adalah: berbuat adil, ihsan, akhlak kasih sayang, akhlak malu, akhlak menjaga kehormatan, akhlak jujur, akhlak amanah, akhlak santun, akhlak sabar, akhlak tawadhu, akhlak menahan amarah, akhlak pemaaf, akhlak memehuni janji.
Kajian Ayat-Ayat Manajemen: Isyarat Al-Qur’an Tentang Lingkungan Pendidikan Husaini, Husaini
Idarah (Jurnal Pendidikan dan Kependidikan) Vol. 5 No. 2 (2021): Idarah: Jurnal Pendidikan dan Kependidikan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.631 KB) | DOI: 10.47766/idarah.v5i2.98

Abstract

The educational environment or also known as Tri Centa Pendidikan as an Education Center consisting of family, school, and community is a place where formal and non-formal educational interactions take place. The family as the first place has the responsibility to provide the initial foundation in education that colors the daily life of a child's personal life towards adulthood for the rest of his life. Schools as formal educational institutions are entrusted with the responsibility to continue children's education in developing talents and interests so that they become self-directed. Both families, schools and communities play a very important role and are responsible for supervising, directing, and providing the education they have received from adults or the surrounding environment. These three educational environments will greatly determine the development of children, whether good or bad, the role of parents, teachers and the surrounding community will affect the child's development. imitating and playing an active role in maturation of children's personal development through social interactions in daily life without us realizing that children will grow and develop both physically and spiritually and continue to experience continuous changes throughout life.
Strategi Guru Agama Islam dalam Pembinaan Akhlakul Karimah Siswa SMA Negeri I Bukit Kabupaten Bener Meriah Husaini, Husaini; Muliara, Muliara
Idarah (Jurnal Pendidikan dan Kependidikan) Vol. 2 No. 1 (2018): Idarah: Jurnal Pendidikan dan Kependidikan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/idarah.v2i1.134

Abstract

Dewasa ini pendidikan agama menjadi sorotan tajam masyarakat. Perilaku menyimpang peserta didik dan remaja yang tidak sesuai dengan norma agama, mendorong berbagai pihak mempertanyakan efektivitas pelaksanaan pendidikan agama di sekolah. Penelitian ini membahas (1) peranan strategi guru pendidikan agama Islam dalam pembinaan akhlakul karimah; (2) bentuk pembinaan akhlakul karimah yang dilakukan guru pendidikan agama Islam; dan (3) faktor pendukung dan penghambat pembinaan akhlaqul karimah siswa di SMA Negeri I Bukit Kabupaten Bener Meriah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif diskriptif. Hasil penelitian yaitu (1) strategi guru pendidikan agama Islam dalam pembinaan akhlakul karimah dilakukan melalui pembiasaan, keteladanan, anjuran atau nasehat, larangan, pengawasan dan hukuman; (2) pembinaan akhlak di SMA Negeri I Bukit terbagi menjadi dua yaitu intrakurikuler yang difokuskan pada kajian keagamaan yang terdiri dari Aqidah/Tauhid, dan ekstrakurikuler, antara lain olah raga, darmawisata, dan kegiatan social; dan bentuk pembinaan akhlak dilakukan dengan membaca do’a membaca Al-Qur’an, shalat Zhuhur dan memperingati hari Besar Islam seperti Tahun baru dan Maulid Nabi; dan (3) faktor pendukung adanya kebiasaan atau tradisi yang berprilaku baik di sekolah dan Faktor penghambat, pergaulan lingkungan masyarakat yang negatif.
Manajemen Kurikulum Pendidikan Dayah Berbasis Kearifan Lokal Masyarakat Gayo di Pesantren Semayoen Nusantara Kabupaten Bener Husaini, Husaini; Hidayat, Hidayat
Idarah (Jurnal Pendidikan dan Kependidikan) Vol. 3 No. 1 (2019): Idarah: Jurnal Pendidikan dan Kependidikan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/idarah.v3i1.167

Abstract

Kearifan lokal masyarakat Gayo yang dilaksanakan di Pesantren Semayoen Nusantara adalah Didong sumang dan melengkan. Kegiatan tersebut bertujuan untuk melestarikan dan menanamkan nilai-nilai budaya lokal kepada siswa, agar tidak terpengaruh oleh budaya barat yang negatif dalam era globalisasi saat ini. Tapi disayangkan kegiatan berbasis kearifan lokal ini belum maksimal dilaksanakan, sehingga perlunya nilai-nilai kearifan lokal ini di integrasikan dalam manajemen kurikulum Dayah dan diintegrasikan dalam kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler. Dalam konteks masyarakat Gayo, kearifan lokalnya terangkum dalam konsep edet atau adat yang meliputi praktik, norma, dan tuntutan kehidupan sosialyang bersumber dari pengalaman yang telah melalui Islamisasi. Wujud kearifan lokal yang terdapat dalam masyarakat Gayo meliputi bahasa Gayo, sistem tata kelola pemerintahan (saraopat), norma bermasyarakat (sumang), ekspresi estetika (didong). Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk Untuk menjelaskan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi manajemen kurikulum pendidikan Dayah berbasis kearifan lokal masyarakat Gayo di Pesantren Semayoen Nusantara.. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. hasil penelitian menunjukan bahwa Perencanaan manajemen kurikulum pendidikan dayah ditinjau dari kearifan lokal masyarakat Gayo: (1) musyawrah dengan Ustadz/Ustazah; (2) mengadakan musyawarah dengan orang tua/wali santri; (3) memberi arahan kepada santri tentang kearifan lokal; (4) sebagai ekstrakulikuler; (5) membentuk tim dindong. Sebagai Pelaksanaan pada even-even tertentu seperti: (1) perlombaan; (2) milad pesantren Semayoen Nusantara; (3) haflah akhirussanah dan perpisahan. Evaluasi lebih menitik beratkan kepada keberhasilan setelah menerapkan kearifan lokal yang tidak lain adalah didong, sumang dan mlengkan. perilaku santri yang disesuiakan dengan nilai-nilai karakter yang ditetapkan dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari terutama memprioritaskan habluminallah dan habluminannas.