Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi Tentang Pentingnya Ibadah Haji dan Umrah di SDN 01 Batang Palupuh Luffia Azzahra; Ariyun Anisah
Tanmiyah Impact: Islamic Economics & Business Service Journal Vol. 1 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan keagamaan sejak dini memiliki peran penting dalam membentuk pemahaman dan karakter religius peserta didik. Artikel ini membahas pelaksanaan kegiatan edukasi mengenai pentingnya ibadah haji dan umrah di SDN 01 Batang Palupuh, sebuah sekolah dasar di wilayah pedesaan yang memiliki keterbatasan pengetahuan keagamaan terkait ibadah haji dan umrah. Keterbatasan tersebut dipengaruhi oleh latar belakang keluarga siswa yang sebagian besar belum pernah melaksanakan kedua ibadah tersebut. Kegiatan edukasi ini dilaksanakan melalui metode penyampaian materi secara interaktif dan simulasi sederhana pelaksanaan ibadah haji untuk memberikan gambaran konkret kepada siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap pengertian, tata cara pelaksanaan, serta nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam ibadah haji dan umrah. Selain itu, kegiatan ini juga berdampak positif terhadap motivasi keagamaan siswa dan berkontribusi dalam pembentukan karakter religius sejak usia dini. Dengan demikian, edukasi dan simulasi ibadah haji dan umrah dapat menjadi metode pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan pemahaman keagamaan siswa sekolah dasar, khususnya di wilayah pedesaan. Religious education from an early age plays an important role in shaping students’ understanding and religious character. This article discusses the implementation of an educational activity on the importance of Hajj and Umrah at SDN 01 Batang Palupuh, an elementary school located in a rural area with limited religious knowledge related to Hajj and Umrah practices. This limitation is influenced by the family backgrounds of the students, most of whom have never performed either pilgrimage. The educational activity was conducted through interactive material delivery and simple simulations of Hajj rituals to provide students with a concrete and contextual understanding of the worship practices. The results of the activity indicate an improvement in students’ understanding of the meaning, procedures, and spiritual values embodied in Hajj and Umrah. In addition, the activity had a positive impact on students’ religious motivation and contributed to the formation of religious character from an early age. Therefore, educational activities combined with simulations of Hajj and Umrah rituals can serve as an effective learning method for enhancing religious understanding among elementary school students, particularly in rural areas
Sosialisasi Produk Perbankan Syariah bagi Ibu-Ibu PKK Jorong Sitingkai untuk Meningkatkan Literasi Keuangan Masyarakat Lokal Tasya Syahmulia; Ariyun Anisah
Tanmiyah Impact: Islamic Economics & Business Service Journal Vol. 1 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi dan edukasi mengenai prinsip-prinsip dasar serta produk-produk perbankan syariah kepada ibu-ibu PKK di Jorong Sitingkai, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam. Fokus utama kegiatan diarahkan pada pengenalan konsep perbankan syariah yang berlandaskan prinsip keadilan, transparansi, dan bebas riba, khususnya melalui akad-akad utama seperti mudharabah (bagi hasil), musyarakah (kerja sama modal), dan wadiah (titipan). Selain pemaparan konsep, kegiatan ini juga menekankan pada penerapan praktis produk perbankan syariah dalam aktivitas keuangan sederhana yang telah akrab dalam kehidupan masyarakat, seperti arisan dan simpan pinjam kelompok. Pendekatan ini bertujuan agar peserta dapat memahami bahwa prinsip-prinsip syariah tidak bersifat abstrak, melainkan dapat diimplementasikan secara nyata dalam pengelolaan keuangan rumah tangga dan komunitas. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif dan komunikatif dengan menyesuaikan kondisi sosial serta tingkat literasi peserta. Metode diskusi dan tanya jawab digunakan untuk mendorong partisipasi aktif ibu-ibu PKK, yang terlihat dari tingginya antusiasme serta keterlibatan peserta selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa materi mengenai produk perbankan syariah sangat relevan dengan praktik ekonomi berbasis komunitas di tingkat rumah tangga. This activity aimed to provide socialization and education on the basic principles and products of Islamic banking to members of the PKK women’s group in Jorong Sitingkai, Palupuh District, Agam Regency. The main focus of the activity was the introduction of Islamic banking concepts based on the principles of justice, transparency, and the prohibition of usury (riba), particularly through key contracts such as mudharabah (profit-sharing), musyarakah (capital partnership), and wadiah (safekeeping). In addition to conceptual explanations, the activity emphasized the practical application of Islamic banking products in simple financial activities commonly practiced in the community, such as rotating savings groups (arisan) and group savings and loans. This approach aimed to help participants understand that Islamic principles are not merely abstract concepts but can be concretely implemented in household and community financial management. The material was delivered in an interactive and communicative manner, adapted to the social conditions and literacy levels of the participants. Discussion and question-and-answer methods were employed to encourage active participation, which was reflected in the high level of enthusiasm and engagement among the PKK members throughout the activity. The results of the activity indicate that the material on Islamic banking products is highly relevant to community-based economic practices at the household level.
Dampak Penggunaan Wifi Bersama terhadap Konflik Sosial Antar Warga di Lingkungan Permukiman Hafizah; Devy, Tartila; Widianita, Rika; Ridhah, Habibatur; Anisah, Ariyun
IJOCE: Indonesia Journal of Civic Education Vol. 6 No. 2 (2026): IJOCE: Indonesia Journal of Civic Education
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/fbwrm253

Abstract

This study aims to analyze the impact of shared WiFi usage on social conflicts among residents in the Aur Kuning urban settlement, Bukittinggi City. This research employs a qualitative method with a descriptive approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving WiFi users, internet network owners, adolescents, and local community leaders. Data analysis follows the Miles and Huberman interactive model, consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings show that shared WiFi usage in Aur Kuning has triggered various social conflicts among residents, such as disputes over internet cost-sharing, late payment of contributions, excessive network usage, and reduced internet quality due to too many users. In addition, intensive internet use has decreased face-to-face social interaction, as residents tend to spend more time using mobile devices rather than engaging with their surroundings. Among adolescents, shared WiFi is predominantly used for online gaming and social media activities until late at night, which has caused disturbances to neighborhood comfort. This study concludes that shared WiFi usage not only provides benefits in supporting communication and information needs but also influences changes in urban community social relations. Therefore, supervision of internet use, effective communication among residents, and collective rules regarding WiFi usage are needed to minimize social conflicts in residential areas.ter   Keywords: Wifi Usage, Social Conflict and Residential Environment
Analisis Penanganan Kendala Perjalanan Ibadah Umrah di PT. Al-Azhar Mitra Utama Cabang Bukittinggi Ira Dinawati; Ariyun Anisah
MUSAFIR : Journal of Islamic Tourism and Pilgrimage Vol. 2 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : Program Studi Pariwisata Syariah - UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukttinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/musafir.v2i1.11172

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kendala yang dihadapi jamaah selama proses perjalanan ibadah umrah serta mengkaji upaya penanganan kendala tersebut berdasarkan perspektif manajemen risiko. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala perjalanan ibadah umrah terdiri atas kendala internal dan eksternal. Kendala internal meliputi pengurusan paspor, kerusakan koper, keterlambatan penerbangan (delay), dan masalah kesehatan. Sementara itu, kendala eksternal mencakup permasalahan akomodasi karena keterbatasan koordinasi dengan pihak layanan di Arab Saudi, tersesat, kehilangan paspor di Arab Saudi, serta faktor lingkungan dan situasi di luar kendali penyelenggara. Penanganan kendala dilakukan melalui tahapan manajemen risiko, yaitu identifikasi, analisis, evaluasi, dan pengendalian risiko. Meskipun upaya penanganan telah dilakukan, masih diperlukan peningkatan dalam perencanaan dan pengawasan agar risiko dapat diminimalkan secara efektif. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi penyelenggara perjalanan ibadah umrah dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan manajemen risiko. Abstract This study aims to analyze the obstacles faced by pilgrims during the Umrah pilgrimage and examine efforts to address these obstacles from a risk management perspective. The research method used was a qualitative descriptive approach, collecting data through observation, interviews, and documentation. The results indicate that obstacles during the Umrah pilgrimage consist of internal and external constraints. Internal obstacles include passport processing, damaged luggage, flight delays, and health issues. Meanwhile, external obstacles include accommodation issues due to limited coordination with service providers in Saudi Arabia, getting lost, losing passports in Saudi Arabia, and environmental factors and situations beyond the organizer's control. Obstacle management is carried out through the stages of risk management: identification, analysis, evaluation, and risk control. Although mitigation efforts have been implemented, improvements in planning and supervision are still needed to minimize risks effectively. This research is expected to contribute to improving the quality of service and risk management for Umrah pilgrimage organizers.
Pengaruh Eksistensi Kelompok Tani terhadap Pendapatan Anggota dalam Perspektif Ekonomi Islam (Studi Kasus: Kelompok Tani Aceh Saiyo, Nagari Batupalano) Mita, Riri Anjas; Anisah, Ariyun
ARZUSIN Vol 6 No 4 (2026): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/arzusin.v6i4.10126

Abstract

The existence of farmer groups plays an important role in supporting agricultural economic activities and increasing members’ income, especially when managed based on Islamic economic principles. Although the theme of farmer groups has been examined in various studies, research specifically discussing the effect of the existence of farmer groups on members’ income from the perspective of Islamic economics in Nagari Batupalano remains limited. This study aims to analyze the effect of the existence of farmer groups on increasing members’ income from the perspective of Islamic economics. This study used a quantitative approach with a survey design, involving members of farmer groups as respondents selected through purposive sampling. Data were collected through questionnaires, interviews, and observation, and were then analyzed using simple linear regression with the assistance of SPSS 26. The results showed that the existence of farmer groups had a positive and significant effect on members’ income, with a calculated t-value of 24.219, which was greater than the t-table value of 1.997, and a significance value of 0.000. The coefficient of determination (R²) value of 0.90 indicated that 90% of the variation in members’ income was explained by the existence of farmer groups. The conclusion of this study affirms that the activity and institutional function of farmer groups play an important role in increasing members’ income. These findings contribute to the development of studies on agricultural institutions and Islamic economics, particularly regarding the application of the values of justice, ta’awun, and amanah in community economic activities. The implications of this study indicate the importance of strengthening member participation, organizational governance, and government support in making farmer groups a means of community economic empowerment.
Analisis Implementasi Pembiayaan KPR BTN Subsidi pada Nasabah Berpenghasilan Rendah di BTN KCS Padang Umah, Sulistri Mufidah; Anisah, Ariyun
ARZUSIN Vol 6 No 4 (2026): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/arzusin.v6i4.10131

Abstract

The implementation of KPR BTN Subsidi financing for low-income customers has become an important issue in Islamic banking because it is related to access to home ownership, contract compliance, verification effectiveness, and financing risk management. Although the topic of subsidized mortgages has been examined in several studies, research specifically addressing the implementation of sharia-based financing at BTN Sharia Branch Office (KCS) Padang, particularly regarding financing procedures, the application of sharia contracts, the e-FLPP verification system, financing risk management, and customer education, remains limited. This study aims to analyze the implementation of KPR BTN Subsidi financing for low-income customers at BTN KCS Padang. This study used a qualitative approach with a case study design, involving the management of BTN KCS Padang and customers receiving KPR BTN Subsidi selected through purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, and were then analyzed using the interactive analysis model of Miles, Huberman, and Saldaña, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The results showed that the implementation of KPR BTN Subsidi financing at BTN KCS Padang was carried out systematically through the stages of financing application, data verification through the e-FLPP system, feasibility surveys, the implementation of murabahah and musyarakah mutanaqisah contracts, and the management of problematic financing risks. The murabahah contract was the most dominantly used contract because it provides certainty regarding the margin and installment amount for low-income customers. The conclusion of this study affirms that the successful implementation of sharia-based subsidized mortgages is strongly determined by contract transparency, the effectiveness of financing verification, risk management, and customer education. These findings contribute to the development of Islamic banking studies and provide practical implications for Islamic financial institutions in strengthening the governance of subsidized home financing that is transparent, accountable, and in accordance with sharia principles.
Analisis Pelaksanaan Program Istithaah Kesehatan Jemaah Haji Berdasarkan Permenkes Nomor 15 Tahun 2016 (Studi Kasus di Puskesmas Tigo Baleh Kota Bukittinggi) Shonia Ramayany; Ariyun Anisah
ARZUSIN Vol 6 No 5 (2026): ARZUSIN: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Dasar
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/arzusin.v6i5.11474

Abstract

Hajj is an obligation for Muslims who are able to perform it, including in terms of health or health istithaah. The government issued Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 Tahun 2016 tentang Istithaah Kesehatan Jemaah Haji as a guideline for examining, developing, and determining the health status of Hajj pilgrims. This study aimed to describe the implementation of the Hajj pilgrims’ health istithaah program based on Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 Tahun 2016 at the Tigo Baleh Community Health Center, Bukittinggi City. The study employed a qualitative approach with a descriptive method and a case study design. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving informants from the Bukittinggi City Health Office, the Tigo Baleh Community Health Center, and Hajj pilgrims. The results showed that the program’s implementation generally complied with the applicable provisions, including phased health examinations, health development, determination of istithaah status, recording and reporting, and the provision of human resources and supporting facilities and infrastructure. The program’s implementation was also adjusted to Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/2118/2023 by incorporating urine examinations for women of reproductive age and screening for dementia and cognitive function. This study concludes that the Hajj pilgrims’ health istithaah program at the Tigo Baleh Community Health Center has been implemented comprehensively and in an integrated manner. These findings provide practical implications regarding the need to strengthen continuous health development, improve personnel competence, optimize information systems, and enhance cross-sectoral coordination to improve the health preparedness of Hajj pilgrims.
Strategi Meningkatkan Literasi Keuangan Syariah Melalui Pengajaran Pendidikan Agama Islam Ariyun Anisah; Yudi Gucandra
Krigan: Journal of Management and Sharia Business Vol. 3 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/krigan.v3i2.10089

Abstract

Literasi keuangan syariah di Indonesia menghadapi paradoks signifikan antara potensi pasar Muslim terbesar di dunia dengan tingkat pemahaman dan aplikasi prinsip syariah yang masih rendah. Fenomena Knowledge to Action Gap menunjukkan masyarakat memiliki pengetahuan konseptual tentang larangan riba dan prinsip muamalah, namun belum mengkonversinya menjadi perilaku finansial nyata. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis strategi pengajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang efektif untuk meningkatkan literasi keuangan syariah. Menggunakan metode studi pustaka dengan analisis konten tematik, penelitian ini mengkaji literatur akademik terakreditasi yang membahas integrasi literasi keuangan syariah dalam pengajaran PAI. Hasil analisis mengidentifikasi tiga strategi utama: pertama, kurikulum terintegrasi yang menanamkan fiqh muamalah sebagai fondasi etis; kedua, pembelajaran kontekstual aplikatif melalui simulasi transaksi dan studi kasus untuk menjembatani teori dengan praktik; ketiga, strategi sistemik melalui kegiatan ekstrakurikuler dan kolaborasi dengan lembaga keuangan syariah. Temuan menunjukkan pendekatan aplikatif memiliki efektivitas tertinggi dalam transformasi pengetahuan menjadi perilaku, namun implementasinya terhambat keterbatasan kompetensi guru PAI dan minimnya bahan ajar standar. Penelitian ini mengusulkan Model Pembelajaran Aplikatif Terintegrasi yang mengintegrasikan dimensi normatif, pedagogis, dan sistemik. Rekomendasi utama adalah penguatan kapasitas guru PAI melalui pelatihan profesional berkelanjutan dan dukungan kebijakan nasional untuk menjamin keberlanjutan dan dampak luas integrasi literasi keuangan syariah dalam sistem pendidikan Islam.
PERSEPSI TOKOH MASYARAKAT TERHADAP PERBANKAN SYARIAH DI KECAMATAN SUNGAI PAGU KABUPATEN SOLOK SELATAN Ariyun Anisah
EKONOMIKA SYARIAH : Journal of Economic Studies Vol. 1 No. 2 (2017): Juli-Desember 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/es.v1i2.435

Abstract

Perbankan syariah di Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan hingga saat ini masih menunjukkan pertumbuhan yang kurang menggembirakan terutama dalam hal jaringan usahanya, di mana Unit Layanan Syariah Bank Nagari Muaralabuh merupakan satu-satunya institusi perbankan syariah yang beroperasi di daerah ini. Penelitian ini akan melihat persepsi tokoh masyarakat terhadap perbankan syariah, apa saja faktor-faktor yang membentuk persepsi tersebut, dan bagaimana peranan tokoh masyarakat tersebut dalam mensosialisasikan perbankan syariah di Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek atau sumber data primer adalah tokoh masyarakat yang terlibat dalam struktur kepengurusan BAMUS Nagari sebanyak 55 orang yang dipilih dengan teknik sampling purposive. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, kuesioner, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa persepsi responden terhadap perbankan syariah di Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan adalah baik dengan persentase skor 72,1%, namun tidak didukung dengan sikap yang baik dari responden di mana persentase skor untuk melihat sikap tersebut hanya berada pada angka 37,9% dengan kategori kurang baik. faktor situasi (lokasi dan kondisi) merupakan faktor dominan yang berpengaruh dalam pembentukan persepsi responde terhadap perbankan syariah. Sementara itu karena keterbatasan pengetahuan dan pemahaman, hanya 40% responden yang bisa mensosialisasikan perbankan syariah kepada masyarakat.
Analisis Faktor yang Menentukan Minat Melaksanakan Umrah pada Pengusaha Fotokopi Asal Nagari Atar M. Harits Fadillah; Ariyun Anisah
Jurnal Ilmiah Dan Karya Mahasiswa Vol. 4 No. 3 (2026): Juni : JURNAL ILMIAH DAN KARYA MAHASISWA (JIKMA)
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54066/jikma.v4i3.4866

Abstract

This study examines the factors that shape the interest of photocopy business owners from Nagari Atar, Padang Ganting Subdistrict, Tanah Datar Regency, in performing the Umrah pilgrimage. Nagari Atar is widely known as a photocopy village because many of its residents migrate and operate photocopy service businesses in different regions. Although some business owners have stable incomes, they do not share the same level of intention or readiness to perform Umrah. This study aims to understand the reasons, motivations, and barriers behind that interest. A descriptive qualitative approach was used. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The six informants were photocopy business owners from Nagari Atar who currently live in Padang, Bukittinggi, Payakumbuh, and Bandung. Data were analyzed through data reduction, data display, conclusion drawing, and verification. The findings show that Umrah interest is shaped by the interaction of internal and external factors. Internal factors include faith, religious awareness, understanding of the meaning and virtues of Umrah, personal motivation, and life orientation. External factors include economic conditions, business success, family support, social environment, the culture of migration, and access to reliable information and travel services. Economic capacity does not automatically lead to concrete action. Income functions mainly as a supporting condition, while spiritual awareness, understanding, and social support serve as the main drivers. The study recommends continuous religious education, disciplined Umrah savings, family encouragement, and transparent information from trusted travel providers so that business owners can turn their intention into realistic preparation for departure.