Filter By Year

1945 2024


Found 896 documents
Search Pengembangan Modul Ajar PTK

Pengembangan Modul Ajar Matematika dengan Metode Pembelajaran Kooperatif Berbasis Gamifikasi untuk Meningkatkan Minat Belajar Peserta Didik Wibowo, Azmi; Yulianto, Nanang; Arfinanti, Nurul
Polynom: Journal in Mathematics Education Vol. 3 No. 3 (2023): November 2023
Publisher : Pusat Studi Pengembangan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/polynom.2023.33.88-94

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul ajar dengan metode pembelajaran kooperatif berbasis gamfikasi untuk meningkatkan minat belajar siswa pada materi peluang kelas X MAN 1 Gunungkidul. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (RND) dengan model PPE (Planning, Production, dan Evaluation). Penelitian ini dilakukan di MAN 1 Gunungkidul kelas X mulai dari 11 September-16 Desember 2024. Langkah pertama penelitian ini adalah perencanaan dengan melakukan wawancara dan observasi dengan guru matematika kelas X MAN 1 Gunungkidul dan mengumpulkan informasi dengan angket karakteristik belajar peserta didik kelas X MAN 1 Gunungkidul. Langkah kedua dalam penelitian ini yaitu produksi yaitu penyusunan modul ajar beserta perangkat pembelajaran lainnya yang mendukung modul ajar, dan langkah terakhir yaitu evaluasi yaitu melakukan validasi ahli dengan hasil validitas modul ajar yang tinggi dengan nilai v= 0.85 yang dianalisis dengan indeks Aiken's V dan revisi akhir modul ajar.
Pelatihan Pelatihan Pengembangan Modul Ajar Berbasis Kurikulum Merdeka Bagi Guru SMK Produktif Kota Makassar: Indonesia Muhammad Yahya; Sidin, Udin Sidik; Wahyudi
TEKNOVOKASI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1: Issue 3 (September 2023)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/teknovokasi.v1i3.964

Abstract

The Independent Curriculum-based Teaching Module Development Training is an initiative directed at strengthening the pedagogical skills of Productive Vocational High School (SMK) teachers in Makassar City. The Merdeka Curriculum gives schools the freedom to develop teaching modules that are relevant to local and industry needs. This research aims to improve the quality of teaching and learning in Productive Vocational Schools through this training. The training method involves Productive SMK teachers in the process of developing teaching modules. The activity begins with an in-depth understanding of the essence of Merdeka Curriculum and the specific needs of students of Productive Vocational Schools in Makassar City. Furthermore, trainees are provided with guidance and skills in designing teaching modules that are responsive to the local context and incorporate applicable curriculum principles. Training results are measured through qualitative and quantitative assessments of the teaching modules produced. In addition, a participatory evaluation was conducted involving teachers, students, and industry as key stakeholders. It was found that this training was effective in increasing teachers' understanding of the Merdeka Curriculum and was able to produce teaching modules that were more contextual and relevant. The conclusion of this activity is that training in developing teaching modules based on the Merdeka Curriculum can be a strategic step in improving the quality of education in Productive Vocational Schools. By involving teachers in the module development process, they can better understand student needs and produce teaching materials that are more in line with the demands of the industrial world. The implications of this research can provide guidance for education policy at the regional level in supporting the implementation of the Merdeka Curriculum in Productive SMK schools.
Pengembangan Modul Ajar dengan Model Pembelajaran Discovery Learning Berbasis HOTS Berbantuan Video Animasi pada Materi Lingkaran Kelas XI SMA Wicaksono, Alim; Murdiyanto, Tri; Wijayanti, Dwi Antari
Jurnal Riset Pendidikan Matematika Jakarta Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Riset Pendidikan Matematika Jakarta Volume 6, Nomor 2, Tahun 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika jenjang Magister, FMIPA, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jrpmj.v6i2.47841

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengembangan, mengetahui kelayakan menurut ahli materi dan bahasa serta ahli media, dan mengetahui hasil respon peserta didik terhadap uji coba lapangan dari modul ajar dengan model pembelajaran discovery learning berbasis HOTS berbantuan video animasi pada materi lingkaran kelas XI SMA. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian penelitian pengembangan (Research and Development) menggunakan model pengembangan 4D dengan empat tahapan utama yang terdiri dari define, design, develop, dan disseminate. Subjek uji coba lapangan adalah guru dan peserta didik kelas XI SMA Negeri 30 Jakarta. Instrumen penilaian yang digunakan berupa instrumen validasi serta angket yang diberikan kepada ahli materi dan bahasa, ahli media, guru, dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul dengan model pembelajaran discovery learning berbasis HOTS berbantuan video animasi yang dikembangkan layak digunakan untuk peserta didik kelas XI SMA. Hal ini ditunjukkan oleh (1) hasil validasi ahli materi dan bahasa yang memperoleh rata-rata sebesar 90,82% dengan kriteria sangat layak; (2) hasil validasi ahli media yang menunjukkan rata-rata perolehan skor sebesar 83,65%; (3) respon guru dalam uji coba lapangan kelompok kecil menujukkan rata-rata perolehan skor sebesar 90,63% dengan kriteria sangat layak serta uji coba lapangan kelompok besar menunjukkan rata-rata perolehan skor sebesar 96,87% dengan kriteria sangat layak; (4) respon peserta didik dalam uji coba lapangan kelompok kecil menunjukkan rata-rata perolehan skor sebesar 89,53% dengan kriteria sangat layak serta uji coba lapangan kelompok besar menunjukkan rata-rata perolehan skor sebesar 90,47% dengan kriteria sangat layak.
Pengembangan Modul Ajar Berdiferensiasi dengan Model STAD pada Materi Bangun Ruang Kelas VII Sholihah, Nur baqiyatus; Nisa', Roisatun
Gammath : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 1 (2024): Gammath : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum merdeka memberikan keleluasaan kepada guru dalam menciptakan pembelajaran yang berkualitas, sehingga dalam implementasinya kurikulum merdeka dapat diwujudkan menjadi pembelajaran yang berdiferensiasi. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul terbuka berdiferensiasi dengan model Student Teams Achivement Division (STAD) yang valid dan praktis. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan dengan model ADDIE ( Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation). Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2023/2024 di MTs. Ma'arif NU Assa'adah II dengan subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII-A MTs. Ma'arif NU Assa'adah II. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah lembar analisis awal yakni angket respon peserta didik pada pembelajaran matematika dan pedoman wawancara, lembar validasi, angket respon gru dan angket respon siswa. Berdasrkan hasil penelitian, modul terbuka berdiferensiasi yang telah dikembangkan memperoleh skor rata-rata kevalidan 3,8 dengan kategori sangat valid. Nilai kepraktisan diperoleh dari angket respon guru dengan skor rata-rata 3,8 dan angket respon peserta didik dengan skor rata-rata 2,7 dengan kategori praktis. Hal ini menunjukkan bahwa modul ajar berdiferensiasi memenuhi kriteria valid dan praktis serta dapat digunkan dalam pembelajaran matematika.
Pengembangan Modul Ajar P5 Menggunakan Model Pembelajaran Discovery Learning Berbasis Media Pembelajaran IT di SD M, Irmawati; Ramadhani, Dita Mulyana; Baktiar , Muflihah; Adnan, Muhammad; Kafrawi, Kafrawi
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 10 No. 1 (2025): January 2025 Edition
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v10i1.1487

Abstract

The development of P5 teaching module in the curriculum independent is very important because it adapts to technological developments and the transition from the previous 2013 curriculum to the independent curriculum. The current problem in the school is that teachers are still having problems in compiling teaching modules and the lack of use the interactive learning models also the use of IT-based learning media so it takes an impact on achieving learning objectives namely low student learning outcomes. Developing a teaching module requires a model that can involve students in the learning process also the use of IT-based learning media that can adapt to technological developments and the needs of the times. So, the aim of this research is to determine the validity of modules, IT-based learning media with research instruments, also to determine the responses of teachers and students in using teaching modules. What will be measured in the development of this module are the validity of the module, learning media, research instruments also the student and teacher responses in using the module. This research is development research that using the 4-D model, namely define, design, develop and disseminate. The instruments used are validation sheets, student-teacher response sheets, and student learning result test sheets. According to the study results, it was found that the validity of teaching modules, IT-based learning media and research instruments is absolutely valid category so it can be applied in the learning process. Meanwhile, the response of the students and the teachers about using teaching module is get a very positive response.
Pengembangan Modul Ajar Bermuatan Coding Fase Fondasi Usia 5-6 Tahun Tema Alam Semesta dan Kendaraan Di Kabupaten Ngada Oka, Gde Putu Arya
IMEDTECH (Instructional Media Design and Technology) e-ISNN 2580-6033 Vol 7 No 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : STKIP CITRA BAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/imedtech.v7i1.291

Abstract

Telah dilaksanakan penelitian pengembangan dengan tujuan mengetahui tingkat kelayakan modul ajar bermuatan coding. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan design and development (DDR). Model pengembangannya mengadopsi model pengembangan produk Multimedia Pathways dari Cathie Sherwood. Model ini memiliki beberapa langkah: (1) fase awal, (2) fase spesifikasi produk, (3) fase desain produk, (4) fase produksi, (5) fase review dan evaluasi, dan (6) pengiriman dan implementasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam  pengembangan ini adalah kuesioner dan checklist untuk lima sekolah PAUD di Kabupaten Ngada  Nusa Tenggara Timur. Angket digunakan untuk mengumpulkan pendapat para ahli, dan daftar periksa digunakan untuk mengumpulkan data individu dan kelompok kecil. Sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis deskriptif kualitatif dan analisis statistik deskriptif kuantitatif. Teknik analisis deskriptif kualitatif digunakan untuk mengolah data  dari ahli konten, ahli desain, ahli media, guru, individu, dan nilai tes kelompok. Teknik analisis statistik deskriptif kuantitatif digunakan untuk mengolah data  dari kuesioner dan checklist dalam bentuk deskriptif persentase, adapun kualitas  produk yang dikembangkan adalah sebagai berikut: Ahli  Isi Sangat Valid (Nilai Rata-rata 87,6), Ahli Media  Valid (Nilai Rata-rata 82,1), Ahli Desain Pembelajaran  Valid (Rata-rata 83,1), Uji perseorangan (rata-rata 84,6) dan tanggapan dalam jumlah kecil tes kelompok dengan kualifikasi yang sangat valid (rata-rata 89,4). AbstractDevelopment research has been carried out with the aim of knowing the level of feasibility of teaching modules containing coding. The type of research used is design and development (DDR) research. The development model adopts the Multimedia Pathways product development model from Cathie Sherwood. This model has several steps: (1) the initial phase, (2) product specification phase; (3) the product design phase; (4) the production phase, (5) review and evaluation phase, and (6) delivery and implementation. The instruments used to collect data in this development were questionnaires and checklists for five PAUD schools in Ngada District, East Nusa Tenggara. Questionnaires were used to gather expert opinion, and checklists were used to collect individual and small group data. While the data analysis methods used are descriptive qualitative analysis method and quantitative descriptive statistical analysis. Qualitative descriptive analysis techniques were used to process data from content experts, design experts, media experts, teachers, individuals, and group test scores. Quantitative descriptive statistical analysis techniques were used to process data from questionnaires and checklists in the form of descriptive percentages, while the quality of the products developed was as follows: Content Expert is Very Valid (Average Score 87.6), Media Expert is Valid (Average Score is 82.1), Valid Learning Design Expert (mean 83.1), Individual Test (mean 84.6), and a small number of response group tests with highly valid qualifications (mean 89.4). Kata Kunci: Pengembangan, Modul Ajar Coding, PAUD,
PENGEMBANGAN MODUL AJAR MENULIS CERITA PANJI DENGAN STRATEGI METAKOGNITIF SMP KELAS VII Muarifin, Moch.; Waryanti, Endang; Puspitoningrum, Encil; Nur Azizah, Sherly; Ilma, Alfika Fatkhiyatul
INDONESIA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Volume 6 Number 1 February 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/indonesia.v6i1.69264

Abstract

This study aims to develop a teaching module for writing Panji stories based on metacognitive strategies for junior high school students in grade VII. This module is designed to improve students' creative writing skills while introducing local cultural values through Panji stories. The research used the Research and Development (R&D) method with four stages of development, namely define, design, develop and disseminate. The data collection technique in this study involved three steps, namely observation, interview, and validation questionnaire. While the data analysis technique in this research is quantitative descriptive. The results showed that the developed module was valid and relevant to the curriculum. Feedback from teachers and students indicated that the module helped students in understanding the story structure, developing characters, and conveying moral messages. The metacognitive strategy approach applied enabled students to plan, monitor, and evaluate the writing process. In addition, this module supports the development of 21st century skills, such as critical thinking, creativity, and collaboration, as well as utilizing information technology in learning.  
STUDI PENDAHULUAN PENGEMBANGAN E-MODUL AJAR GEOGRAFI PADA KURIKULUM MERDEKA PROGRAM SEKOLAH PENGGERAK KELAS X SMA DI KOTA PADANG Pangaribuan, Dewi Shinta; Ernawati, Ernawati
JURNAL BUANA Vol 9 No 1 (2025)
Publisher : DEPARTEMEN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/buana/vol9-iss1/3762

Abstract

The research aims to (1) obtain information about the use of class X geography teaching modules as a learning resource for students in the independent curriculum of the driving school program, (2) obtain information about educators' responses to the feasibility of e-modules for teaching geography class X school program driving the independent curriculum. This type of research is a preliminary study or Preliminary Research stage on the Plomp development model. Data collection was done by interviews, questionnaires and documentation. Research instruments in the form of questionnaires to educators and students, the processing of research questionnaire data is carried out with descriptive statistical data analysis techniques. The results showed that First, the use of geography teaching modules by educators with an average score of 59.47 was in the sufficient category, and the use of geography teaching modules by students with an average score of 58.21 with sufficient categories. Second, the educator's response to the eligibility of the class X geography teaching module with an average score of 77.7 is in the strong category. With the results of this preliminary study research, the research can be continued on e-module development research to produce development products in the form of class X geography teaching e-modules.
Pengembangan Modul Ajar Dengan Media Digital Materi Gaya Menggunakan Model PBL Untuk Kelas IV Sekolah Dasar Hartono, Andreas Brian Wisnu; Sumarah, Ignatia Esti
Jurnal Basicedu Vol. 9 No. 1 (2025): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v9i1.9675

Abstract

Minimnya pemanfaatan media yang menarik, menyenangkan, dan mudah dipahami oleh peserta didik menjadi tantangan guru di abad 21 dalam menyampaikan materi pembelajaran di kelas. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan kualitas modul ajar dengan media digital. Proses pengembangan modul menerapkan model ADDIE dengan langkah-langkah: 1) Analyze, menyebarkan kuesioner kepada guru kelas IV. 2) Design, menyusun kisi-kisi modul. 3) Develop, pembuatan modul, validasi produk oleh tiga validator, serta revisi modul. 4) Implement, menguji coba modul kepada peserta didik kelas IV SDK Sang Timur Yogyakarta. 5) Evaluate, mengevaluasi hasil posttest peserta didik yang dilakukan selama dua pertemuan. Penelitian ini mencakup pengumpulan data di sekolah dasar melalui kuesioner serta lembar validasi yang diperoleh dari dosen, guru kelas IV, serta ahli TIK sekaligus bahasa. Kualitas modul memperoleh skor: 3,72 dari dosen, 4,0 dari guru kelas IV, dan 3,1 dari ahli TIK sekaligus bahasa. Rata-rata skor modul adalah 3,6, yang termasuk dalam kategori "sangat baik" dan dinyatakan layak untuk diujicobakan setelah melalui proses revisi. Berdasarkan hasil posttest peserta didik, terjadi peningkatan nilai pada 8 peserta didik dan rerata tes dari 77,5% menjadi 95% dengan kenaikan rata-rata 17,5%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa modul ajar dengan media digital layak digunakan untuk meningkatkan kemampuan belajar peserta didik.
Pengembangan Modul Ajar Dengan Media Digital Materi Gaya Menggunakan Model PBL Untuk Kelas IV Sekolah Dasar Hartono, Andreas Brian Wisnu; Sumarah, Ignatia Esti
Jurnal Basicedu Vol. 9 No. 1 (2025): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v9i1.9675

Abstract

Minimnya pemanfaatan media yang menarik, menyenangkan, dan mudah dipahami oleh peserta didik menjadi tantangan guru di abad 21 dalam menyampaikan materi pembelajaran di kelas. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan kualitas modul ajar dengan media digital. Proses pengembangan modul menerapkan model ADDIE dengan langkah-langkah: 1) Analyze, menyebarkan kuesioner kepada guru kelas IV. 2) Design, menyusun kisi-kisi modul. 3) Develop, pembuatan modul, validasi produk oleh tiga validator, serta revisi modul. 4) Implement, menguji coba modul kepada peserta didik kelas IV SDK Sang Timur Yogyakarta. 5) Evaluate, mengevaluasi hasil posttest peserta didik yang dilakukan selama dua pertemuan. Penelitian ini mencakup pengumpulan data di sekolah dasar melalui kuesioner serta lembar validasi yang diperoleh dari dosen, guru kelas IV, serta ahli TIK sekaligus bahasa. Kualitas modul memperoleh skor: 3,72 dari dosen, 4,0 dari guru kelas IV, dan 3,1 dari ahli TIK sekaligus bahasa. Rata-rata skor modul adalah 3,6, yang termasuk dalam kategori "sangat baik" dan dinyatakan layak untuk diujicobakan setelah melalui proses revisi. Berdasarkan hasil posttest peserta didik, terjadi peningkatan nilai pada 8 peserta didik dan rerata tes dari 77,5% menjadi 95% dengan kenaikan rata-rata 17,5%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa modul ajar dengan media digital layak digunakan untuk meningkatkan kemampuan belajar peserta didik.

Page 54 of 90 | Total Record : 896