Filter By Year

1945 2024


Found 896 documents
Search Pengembangan Modul Ajar PTK

Pengembangan Modul Ajar Kurikulum Merdeka Berbasis Etnomatematika untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa UPTD SMP Negeri 5 Gunungsitoli Lase, Sadar Riang; Mendrofa, Ratna Natalia; Lase, Sadiana; Telaumbanua, Yakin Niat
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 4 (2025): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v5i4.2647

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menciptakan produk modul ajar berbasis etnomatematika yang valid, praktis dan efektif untuk Kurikulum Merdeka, yang akan meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini dilaksanakan di UPTD SMP Negeri 5 Gunungsitoli pada semester ganjil tahun ajaran 2024/2025, yang termasuk dalam jenis penelitian pengembangan dengan model 4D (Define, Design, Development, Dissemination). Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif dan data kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, validator modul ajar I (92,22%), validator modul ajar II (94,44%), dan validator modul ajar III (95,55%) menilai kualitas modul ajar kurikulum merdeka berbasis etnomatematika yang dibuat untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa memenuhi syarat sebagai sangat layak. Dengan rata-rata persentase kepraktisan sebesar 83,72% dan persentase efektivitas sebesar 90,62%, modul ajar ini juga terbukti sangat bermanfaat. Dengan demikian, telah dihasilkan sebuah modul ajar berbasis etnomatematika yang dapat mendukung peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa serta telah terbukti bermanfaat, praktis, dan berhasil digunakan secara optimal dalam proses pengajaran matematika.
Pengembangan Bahan Ajar Fisika Dasar 1 berbasis E-Modul Purnama, Umi
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol. 13 No. 2 (2025): JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpft.v13i2.4714

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan karena adanya keterbatasan penguasaan materi fisika dasar 1 yang menjadi acuan utama untuk memahami fenomena alam dan prinsip mekanika dalam dunia ketekniksipilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar Fisika Dasar 1 berbasis e-modul pada Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Andi Djemma. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D) dengan menggunakan metode 4D (define, design, development, disseminate). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa validasi ahli materi mendapatkan kategori sangat layak artinya sangat baik untuk digunakan dengan persentase nilai 88%, kemudian validasi ahli media juga mendapatkan kategori sangat layak artinya sangat baik untuk digunakan dengan persentase nilai 93%. Selain itu, hasil uji coba terbatas pada pengguna, dapat disimpulkan bahwa bahan ajar Fisika Dasar 1 berbasis e-modul dapat dinilai efektif dalam meningkatkan hasil belajar Mahasiswa. Hal ini ditunjukkan melalui peningkatan rata-rata nilai sebesar 28% yang telah dilakukan antara pre-test dan post-test. Di samping itu, hasil penilaian produk oleh pengguna memperoleh skor rata-rata sebesar 4,24 dari skala 5, yang termasuk dalam kategori sangat baik, sehingga menunjukkan bahwa e-modul tersebut diterima dengan baik oleh pengguna.dan dapat meningkatkan hasil belajar.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR P5 BERBASIS PEMANFAATAN LINGKUNGAN DI TK NEGERI PEMBINA BATULAPPA Musakkir, Hazrah; Natsir, Tri Ayu Lestari; Halifah, Syarifah; Asqia, Nurul
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i3.6711

Abstract

The purpose of this study was to develop a teaching module for the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) that utilizes the environment for early childhood education at the Pembina Batulappa State Kindergarten. The reason behind this study was the lack of creative and contextually appropriate teaching materials to support the implementation of P5 in schools. The method used in this research is Research and Development (R&D) with the Borg and Gall development model, which was carried out up to the product revision stage. Data was collected through observation, interviews, documentation, and validation questionnaires given to subject matter experts, language experts, and response questionnaires from teachers. The results of the validation process showed that the developed teaching module had a very good level of feasibility, with a feasibility percentage of 92% from subject matter experts and 95% from language experts. Teachers gave positive responses to the use of this module, with a feasibility level of 91.67%. The resulting module is able to provide an attractive and contextually appropriate project-based learning alternative through direct interaction with the surrounding environment, and is effective in instilling the values of the Pancasila Student Profile in young children. Therefore, this module is highly suitable for use as an innovative learning tool in early childhood education settings. ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat modul ajar Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang memanfaatkan lingkungan untuk anak usia dini di TK Negeri Pembina Batulappa. Alasan di balik penelitian ini adalah kurangnya bahan ajar yang kreatif dan sesuai konteks untuk mendukung pelaksanaan P5 di sekolah. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Borg dan Gall, yang dilakukan sampai tahap revisi produk. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket validasi yang diberikan kepada ahli materi, ahli bahasa, serta angket respon dari guru. Hasil dari proses validasi menunjukkan bahwa modul ajar yang dikembangkan memiliki tingkat kelayakan yang sangat baik, dengan persentase kelayakan dari ahli materi mencapai 92% dan dari ahli bahasa mencapai 95%. Guru-guru memberikan respon positif terhadap penggunaan modul ini, dengan tingkat kelayakan sebesar 91,67%. Modul yang dihasilkan mampu menghadirkan alternatif pembelajaran berbasis projek yang menarik dan sesuai konteks, melalui interaksi langsung dengan lingkungan sekitar, serta efektif dalam menanamkan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila kepada anak usia dini. Oleh karena itu, modul ini sangat layak digunakan sebagai alat pembelajaran inovatif di lingkungan PAUD.
Analisis Kebutuhan Pengembangan Modul Ajar PJOK Sekolah Dasar Berbasis Permainan Tradisional Khas Daerah Amri Firmansyah Depari
Jurnal Hasil Penelitian dan Pengembangan (JHPP) Vol. 3 No. 2 (2025): April
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jhpp.v3i2.594

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan mendesak dalam pengembangan modul ajar Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) yang terintegrasi dengan permainan tradisional khas daerah, khususnya di SD Negeri 014 Teluk Piyai Pesisir, Kabupaten Rokan Hilir. Latar belakang penelitian adalah minimnya variasi pembelajaran PJOK yang cenderung monoton dan belum optimalnya pemanfaatan kekayaan budaya lokal, khususnya permainan rakyat, sebagai sumber belajar yang kontekstual dan rekreatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode survei dan wawancara. Subjek penelitian meliputi 2 orang guru PJOK, 40 siswa kelas IV dan V, serta Kepala Sekolah. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, penyebaran angket kebutuhan guru dan siswa, serta wawancara mendalam. Hasil analisis menunjukkan bahwa 92,5% siswa menyatakan sangat bosan dengan materi PJOK yang itu-itu saja, sementara 100% guru mengakui kesulitan dalam merancang materi yang kontekstual dan membutuhkan panduan rinci untuk mengintegrasikan permainan tradisional seperti "Galah Panjang" atau "Cak Bur". Kesimpulannya, terdapat kesenjangan signifikan antara kebutuhan akan pembelajaran yang menarik dan ketersediaan sumber belajar yang inovatif. Analisis ini menegaskan urgensi untuk segera mengembangkan Modul Ajar PJOK Berbasis Permainan Tradisional Khas Daerah yang memuat langkah-langkah adaptasi permainan, indikator pencapaian kompetensi, dan instrumen penilaian autentik. Modul ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dan melestarikan budaya lokal melalui PJOK.
ANALISIS UNSUR INTRINSIK PADA CERPEN PILIHAN KOMPAS 2022: IHHWAL NAMA MAJID PUCUK KARYA T. AGUS KHAIDIR SEBAGAI PENGEMBANGAN MODUL AJAR DI SMK Nur Fauziah, Amalia; Suntoko, Suntoko; Ibnu Adham, M. Januar
Jurnal Education and Development Vol 13 No 3 (2025): Vol 13 No 3 September 2025
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v13i3.7442

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kumpulan cerpen kompas yang diterbitkan pada tahun 2022. Kumpulan cerpen kompas edisi 2022 menarik untuk diteliti dan dibatasi pada segi unsur intrinsik. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan aspek intrinsik dalam kumpulan cerpen kompas edisi 2022 “Ihwal Nama Majid Pucuk” karya T. Agus Khaidir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis unsur intrinsik dalam cerpen pilihan Kompas 2022 berjudul “Ihwal Nama Majid Pucuk” karya T. Agus Khaidir dan mengevaluasi potensinya sebagai materi pengembangan modul ajar sastra di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi terhadap unsur intrinsik, meliputi tema, tokoh dan penokohan, alur, latar, sudut pandang, dan amanat dengan melihat dari kutipan-kutipan yang ada pada cerpen pilihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerpen ini memiliki kekayaan unsur intrinsik yang kuat dan relevan dengan konteks pembelajaran sastra di SMK. Tema identitas dan pencarian jati diri dikemas dengan gaya bahasa khas, serta penyajian konflik yang dapat merangsang kemampuan berpikir kritis pembaca. Berdasarkan hasil analisis tersebut, cerpen ini layak dijadikan bahan ajar dalam pengembangan modul pembelajaran sastra yang menekankan pada pemahaman nilai-nilai kehidupan, penguatan literasi, serta keterampilan analisis teks sastra.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR PENATAAN SANGGUL SIMPOLONG TATTONG PADA KOMPETENSI DASAR MELAKUKAN PENATAAN SANGGUL DAERAH BAGI SISWA TATA KECANTIKAN RAMBUT DORA M D, SEPTIANA
Jurnal Tata Rias Vol. 4 No. 03 (2015): Vol.04 No.03 Edisi Yudisium Oktober 2015
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v4n03.12485

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan modul ajar penataan sanggul simpolong tattong pada kompetensi dasar penataan sanggul daerah yang dikembangkan, keterlaksanaan pembelajaran langsung menggunakan modul, hasil belajar siswa setelah menggunakan modul, dan respon siswa terhadap modul yang dikembangkan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model 4-D yang dikembangkan oleh Thiagarajan, dengan sasaran penelitian yaitu pengembangan modul dengan model pembelajaran langsung untuk SMK kelas XI semester 4, dan sasaran uji coba adalah siswa SMK Negeri 2, Magetan rumpun Tata Kecantikan sejumlah 20 siswa.Pengembangan modul ini divalidasi oleh 3 validator ahli yang terdiri dari 2 dosen tata rias dan 1 guru bidang studi tata kecantikan SMK. Instrumen yang digunakan adalah lembar validasi perangkat yang dikembangkan, modul ajar, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, tes hasil belajar dan angket respon siswa. Analisis data menggunakan perhitungan presentase dan kemudian diartikan dengan kriteria interpretasi secara kualitatif. Hasil penelitianmenunjukkanbahwa: 1) umtukvalidasi modul rata-rata mendapat skor (86,61%) dengan kategori sangat baikmeliputiaspekkarakteristik, isi, bahasa, ilustrasi, format, perwajahan atau cover, dan tata krama; 2) hasilketerlaksanaanmodulpadakompetensidasarmelakukanpenataanSanggulSimpolongTattongdenganmenggunakanmodul ajar yang dikembangkanmemperolehskor (97%);3)hasil belajar kognitif siswa sejumlah (100%) siswa tuntas dalam pembelajaran dengan nilai rata-rata97,45. Untuk hasil belajar psikomotor siswa sejumlah (100%) siswa tuntas dengan nilai rata-rata 86; 4) respon siswa terhadap modul ajar yang dikembangkan88,54% merespon positif terhadap modul yang telah dikembangkan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa modul ajar penataan sanggul simpolong tattong pada kompetensi dasar melakukan penataan sanggul daerah bagi siswa tata kecantikan rambutlayak untuk dikembangkan. Kata kunci : Pengembangan Modul Ajar, Penataan Sanggul Simpolong tattong, Model Pembelajaran Langsung, Model Pengembangan 4-D Abstract: The purpose of this study was to determine the feasibility of structuring bun simpolong teaching module on basic competence arrangement tattong bun developed area, keterlaksanaan direct instruction using the module, student learning outcomes after using the modules, and students' response to modules developed. This research is the development of the use of 4-D models developed by Thiagarajan, with the goal of research is the development of modules with direct instructional model for vocational classes XI 4th ??semester, and target testing are students of SMK Negeri 2, Magetan clumps Tata Beauty amount of 20 students , The development of this module is validated by 3 validator experts consisting of two lecturers cosmetology and first teachers of SMK beauty procedures. The instrument used was a device developed validation sheets, the module teaching, observation sheets keterlaksanaan learning, achievement test and student questionnaire responses. Data analysis using percentage calculation and then interpreted with qualitative interpretation criteria. The results showed that: 1) validation module umtuk average scored (86.61%) with a very good category include aspects of the characteristics, content, language, illustrations, format, typographical arrangement or cover, and manners; 2) results of feasibility modules on the basis of competence to the arrangement of the bun Simpolong Tattong by using a teaching module that was developed to obtain a score (97%); 3) the results of students' cognitive learning a number of (100%) students completed the study with an average value of 97.45. For some students psychomotor learning outcomes (100%) students completed with an average value of 86; 4) theresponse of students to the teaching modules developed by 88.54% responded positively to the modules that have been developed. It can be concluded that the teaching module arrangement simpolong tattong bun on the basis of competence to the arrangement of the area for students bun hairstyling to develop. Keywords: Development of The Teaching Module, Making Simpolong TattongofBun, DirectLearning Model, 4-D Model Development
PENGEMBANGAN MODUL AJAR BERBASIS HOTS PADA MATERI RIAS CIKATRI KELAS XI SMK NEGERI 2 JOMBANG Elvi Putri Gunawan; Nia Kusstianti; Sri Usodoningtyas; Dindy Sinta Megasari
Jurnal Tata Rias Vol. 13 No. 3 (2024): Jurnal Tata Rias Volume 13 Nomer 3 Tahun 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v13n3.64972

Abstract

The development of this HOTS-based teaching module is the development of a teaching module which aims to help students get used to thinking critically and creatively in learning activities with the help of HOTS (high level thinking) which is applied in the teaching module to help students get used to thinking critically and creatively in learning activities . Finding out how HOTS-based teaching modules were developed at SMKN 2 Jombang, their viability, student learning results, and student reactions to utilizing them with cikatri makeup material are the goals of the study. R&D (Research and Development) is the sort of research that is used. Overall media feasibility may be classified as "Very Feasible" based on study findings on the viability of learning modules. The average score for the structure of teaching modules is 92%, and the average score for the preparation of teaching modules is 88%. According to research findings, 86.7% of student learning outcomes in the cognitive area were deemed complete. Students might be classified as "Very Eligible" or 81-100% based on the evaluation results of their replies, which were 93.3%. According to these findings, the creation of teaching modules based on HOTS is highly appropriate for use as a learning tool to enhance cognitive learning outcomes and get excellent feedback from students.
PENGEMBANGAN E-MODUL AJAR PADA CAPAIAN PEMBELAJARAN PROFESI DAN KEWIRAUSAHAAN DIBIDANG INDUSTRI KECANTIKAN DAN SPA FASE E SMK NEGERI 1 LAMONGAN Irma Nur Fitriya; Novia Restu Windayani; Nia Kusstianti; Biyan Yesi Wilujeng
Jurnal Tata Rias Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Tata Rias Volume 14 Nomer 2 Tahun 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v14n2.66901

Abstract

This research aims to develop an E-module for Professional and Entrepreneurship learning in the Beauty and SPA Industry in the Basics of Beauty subject which is implemented at SMK Negeri 1 Lamongan. This research model uses the ADDIE method. This type of research uses "Pre-test post-test One Group Design". The data used is quantitative data obtained based on the suitability of Media Experts, Material Experts and knowledge tests (cognitive). The results of data analysis by media experts obtained an average score of 3.75 (decent). The results of data analysis by material experts obtained an average score of 4.00 (decent). The knowledge competency (cognitive) learning results show a significant difference between before and after being given the Professional and Entrepreneurship learning E-module in the Beauty and SPA Industry. This means that the E-module being developed can help improve learning outcomes.
Peningkatan Kompetensi Guru dalam Pengembangan Modul Ajar Kurikulum Merdeka Berbasis Project Based Learning Melalui Pemanfaatan Artificial Intelligence di SD Laboratorium UM Kota Malang Dewi, Radeni Sukma Indra; Kusumaningrum, Shirly Rizki; Mardhatillah, Mardhatillah; Faizah, Siti; Ekawati, Ratna; Fitriyah, Siti Ni’matul; Mufidah, Siti; Islami, Kaisra Alfikri; Effendi, Muhammad Idris
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 9 No 3 (2025): Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v9i3.27037

Abstract

The rapid advancement of the Fourth Industrial Revolution has introduced significant challenges in the educational sector, particularly in integrating Artificial Intelligence (AI) into teaching and learning processes. This community service program aimed to enhance the competencies of teachers at SD Laboratorium Universitas Negeri Malang (UM) in developing teaching modules based on Project-Based Learning (PjBL) integrated with AI tools, aligning with the principles of the Kurikulum Merdeka. The program encompassed a needs assessment, coordination with school leadership, preparation of training materials, and the implementation of direct training sessions focusing on the use of AI tools such as ChatGPT, Magic School, and Jenni AI in designing PjBL modules. Evaluation through questionnaires indicated a significant improvement in teachers' understanding and ability to integrate AI into their teaching modules. As a result, teachers successfully developed comprehensive PjBL-based teaching modules incorporating AI, which are expected to enhance the quality of education and foster 21st-century skills among students.
PENGEMBANGAN MODUL BAHAN AJAR BANGUNAN TEKNIK SIPIL UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI MAHASISWA TEKNIK SIPIL Gamaliel K Jarek
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 4 (2025): AGUSTUS - SEPTEMBER 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penguasaan pengetahuan dasar dalam struktur teknik sipil merupakan kompetensi esensial yang harus dimiliki mahasiswa teknik sipil sebelum terlibat dalam perencanaan dan implementasi proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran teknik sipil yang komprehensif dan sistematis yang selaras dengan persyaratan kurikulum pendidikan tinggi. Metode pengembangannya meliputi tinjauan pustaka, analisis Standar Nasional Indonesia (SNI), dan integrasi kebutuhan kompetensi abad ke-21. Modul ini mencakup pengantar teknik sipil, material konstruksi, mekanika struktur, keselamatan kerja, pondasi, struktur beton dan baja, konstruksi jalan dan jembatan, serta struktur air dan irigasi. Lebih lanjut, modul ini menekankan etika profesional, komunikasi tim, manajemen konflik, dan penggunaan perangkat lunak teknik sipil. Temuan menunjukkan bahwa modul ini secara signifikan memfasilitasi mahasiswa dalam menghubungkan pengetahuan teoretis dengan aplikasi praktis sekaligus memupuk integritas profesional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan modul pembelajaran berbasis kurikulum sangat penting tidak hanya untuk kompetensi teknis tetapi juga untuk menanamkan nilai-nilai keberlanjutan dan etika profesional.

Page 70 of 90 | Total Record : 896