Filter By Year

1945 2024


Found 896 documents
Search Pengembangan Modul Ajar PTK

Pengembangan Modul Ajar Berbasis Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Pada Mata Kuliah Perencanaan Pembelajaran Rahmadani, St.
Jurnal Pendidikan Jompa Indonesia Vol 3 No 3 (2024): JUPENJI: Jurnal Pendidikan Jompa Indonesia
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupenji.Vol3.Iss3.1166

Abstract

Dalam pelaksanaan pembelajaran mata kuliah perencanaan pembelajaran dilengkapi dengan media belajar modul untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih berkualitas bagi mahasiswa. Namun kualitas modul ajar yang masih belum memadai, menjadi kendala bagi pendidik dalam melakukan pembelajaran yang maksimal. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) mengembangkan modul ajar berbasis model pembelajaran inkuiri terbimbing pada mata kuliah perencanaan pembelajaran di Universitas Patompo; 2)mengetahui karakteristik dan kelayakan produk hasil pengembangan. Pengembangan produk dalam penelitian ini mengacu pada model pengembangan 4D (define, design, develop, dan disseminate). Penelitian dilakukan mulai dari tahap pendefinisian (tahap awal) sampai tahap ujicoba terbatas. Modul hasil pengembangan tersebut telah divalidasi oleh 3 (tiga) orang validator dengan rata-rata skor 3,77 yang berkategori “baik”. Uji coba terbatas dilakukan terhadap 10 (sepuluh) orang mahasiswa dengan kategori kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Hasil ujicoba terbatas tersebut menunjukkan persentase rata -rata yang diberikan berturut-turut 80%, 76% dan 70%. Dari hasil penelitian, modul ajar berbasis model pembelajaran inkuiri terbimbing hasil pengembangan dianggap layak untuk digunakan pada kalangan terbatas. Penelitian ini dapat dilanjutkan pada tahapan yang lebih luas melalui ujicoba lapangan.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR MATERI FLUIDA DINAMIS BERBASIS DISCOVERY LEARNING BERORIENTASI PEMAHAMAN PESERTA DIDIK SMA Nurhayati, Hanifah; Efendi, Ridwan; Sasmita, Dedi
Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpf.v13i1.57513

Abstract

Upaya membantu peserta didik memahami fluida dinamis, implementasi modul ajar berbasis discovery learning ialah solusi yang efisien. Penelitian memiliki tujuan untuk mengevaluasi kelayakan, kepraktisan, dan keefektifan modul ajar materi fluida dinamis dalam meningkatkan pemahaman peserta didik. Penelitian dikembangkan menggunakan metode Research and Development (R&D), yang memanfaatkan model pengembangan ADDIE dengan tahapan analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Penelitian melibatkan 67 peserta didik kelas XI MIPA SMA yang terdiri dari 31 peserta didik pada uji coba kelompok kecil dan 36 peserta didik pada uji coba kelompok besar. Instrumen pengumpulan data terdiri dari lembar validasi isi dan konstruk, pre-test dan post-test, serta angket respons peserta didik. Teknik analisis data yang dipakai untuk mengukur kelayakan, kepraktisan, dan keefektifan ialah persentase nilai validator, persentase respons peserta didik, dan N-gain. Berdasarkan data yang diperoleh, disimpulkan bahwa hasil uji validasi memperoleh nilai 83,33% untuk validasi isi dan 82,15% untuk validasi konstruk, yang mana keduanya memiliki kategori sangat layak. Respons peserta didik terhadap modul ajar memperoleh nilai 82,90% dengan kategori sangat praktis pada uji coba kelompok kecil dan memperoleh nilai 78,72% dengan kategori praktis pada uji coba kelompok besar. Selain itu, hasil N-Gain menunjukkan bahwa penggunaan modul ajar dikategorikan tinggi dengan nilai 0,79 dan efektif dalam mengembangkan pemahaman peserta didik. Penggunaan modul ajar memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan pemahamannya sekaligus berfungsi sebagai panduan bagi guru di kelas.
Pengembangan Modul Ajar Dengan Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbantu Geogebra Materi Persamaan Garis Lurus pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Bumijawa Sonia, Devi Rezha; Purwanto, Burhan Eko; Munadi, Munadi
Journal of Education Research Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i1.839

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah Mengetahui analisis pengembangan modul ajar dengan model pembelajaran Problem Based Learning berbantu Geogebra materi persamaan garis lurus,  Mengetahui desain modul ajar dengan model pembelajaran Problem Based Learning berbantu Geogebra materi persamaan garis lurus, Mengetahui validitas model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media Geogebra pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri dua Bumijawa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Research and Development . Langkah-langkah dalam penelitian ini mengikuti langkah-langkah penelitian model ADDIE yang dikembangkan oleh Dick and Carry. Karena keterbatasan waktu penelitian, maka alur penelitian dan pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini hanya pada tiga tahapan, yaitu Analysisatau analisis, Design atau desain, Development dan evaluasi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII di SMP Negeri dua Bumijawa yang jumlah seratus enam puluh empat siswa. Kesimpulan penelitian adalah Analisis dalam pengembangan modul ajar dengan model pembelajaran Problem Based Learning berbantu Geogebra terdiri dari lima tahapan antara lain: analisis Awal-Akhir, analisis siswa  atau Learner Analysis, analisis Konsep atau Concept Analysis, analisis Tugas atau Task Analysism dan Spesifikasi Tujuan Pembelajaran atau Specifying Instructional Objectives, Desain modul ajar dengan model pembelajaran Problem Based Learning berbantu Geogebra yaitu: pembuatan instrumen penilaian modul ajar berupa angket kelayakan produk dan perancangan melalui beberapa tahapan yakni: deskripsi modul ajar sebelum dikembangkan dan hasil pengembangan modul ajar untuk memperbaiki pembelajaran. Validitas dalam pengembangan model pembelajaran Problem Based Learning berbantu Geogebra  terdiri dari dua langkah yaitu Expert Jugdment atau penilaian ahli yang disertai revisi dan delopmental testing atau uji coba pengembangan menggunakan Validasi Ahli atau Expert Jugdment, Uji Validasi Isi Aiken, dan Permodelan Rasch untuk mengukur krakteristik butir pada uji coba angket respon siswa butir soal materi persamaan garis lurus. Berdasarkan rekapitulasi ketuntasan belajar diketahui bahwa dari enam kelas yaitu kelas VIII A, VIII B, VIII C, VIII D, VIII E, dan VIII F  yang berjumlah seratus enam puluh empat siswa, jumlah siswa yang tuntas sebanyak seratus empat puluh tiga atau, sedangkan siswa yang belum tuntas sebanyak dua puluh satu.  Jadi, dari data tersebut dapat disimpulkan terjadi peningkatan ketuntasan belajar siswa setelah pengembangan modul ajar dengan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media Geogebra
Pengaruh Metode Fokus Group Discussion dan Perilaku Inovatif Guru PAUD terhadap Pengembangan Modul Ajar Kurikulum Merdeka Alfiyah, Alfiyah; Kusrina, Tity; Nasukha, Muntoha
Journal of Education Research Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i3.1393

Abstract

Salah satu contoh perilaku inovatif guru dalam penyusunan modul ajar adalah desain kegiatan yang mendorong kolaborasi antar siswa, melatih keterampilan komunikasi dan kerja sama. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh metode Fokus Group Discussion  terhadap pengembangan modul ajar kurikulum merdeka, perilaku inovatif guru terhadap pengembangan modul ajar kurikulum merdeka, dan interaksi antara metode Fokus Group Discussion (FGD) dan perilaku inovatif guru terhadap pengembangan modul ajar kurikulum merdeka PAUD di Kecamatan Jatinegara Kabupaten Tegal. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif yang meneliti populasi atau sampel tertentu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Metode survei adalah proses yang mengambil sampel dari populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Berdasarkan pemaparan hasil penelitian dan pembahasan pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa: Metode Fokus Group Discussion berpengaruh terhadap pengembangan modul ajar kurikulum merdeka di Kecamatan Jatinegara Kabupaten Tegal. Dari enam puluh responden yang menjawab kuesioner Sangat Tidak Setuju sebesar dua orang. Tidak Setuju sebesar tiga orang atau sebesar. Netral sebesar delapan orang, dan Setuju sebesar empat puluh tujuh orang. Perilaku inovatif guru berpengaruh terhadap pengembangan modul ajar kurikulum merdeka di Kecamatan Jatinegara Kabupaten Tegal. Dari enam puluh tujuh responden yang menjawab Sangat Tidak Setuju sebanyak dua orang. Tidak Setuju sebanyak tiga orang. Netral sebanyak enam orang . Setuju sebanyak empat puluh dua orang. Sangat Setuju sebanyak tujuh orang. Total enam puluh orang. (3) Interaksi antara metode Fokus Group Discussion (FGD) dan perilaku inovatif guru terhadap pengembangan modul ajar kurikulum merdeka antara lain FGD memicu perilaku inovatif guru, mendukung implementasi perilaku inovatif guru, memfasilitasi kolaborasi dan kerjasama, dan FGD sebagai alat evaluasi dan pengembangan.
Pengembangan Modul Ajar IPAS dengan Model Pembelajaran Project Based Learning Berbantu AI Canva pada Siswa Sekolah Dasar Rahayu, Bangun Sri; Hartinah, Sitti; Suriswo, Suriswo
Journal of Education Research Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i3.1502

Abstract

Pendidikan di Indonesia menghadapi tantangan dalam meningkatkan kualitas dan relevansi dengan kebutuhan zaman. Konsep Merdeka Belajar, yang diimplementasikan melalui Kurikulum Merdeka, menekankan pada pengembangan modul ajar untuk meningkatkan keterampilan siswa. Penelitian ini mengembangkan modul ajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) berbasis Project Based Learning (PjBL) menggunakan AI Canva di Sekolah Dasar Negeri Kabupaten Pemalang. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE, meliputi analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep dan keterlibatan siswa. Validitas modul mencapai 100% dengan nilai Cronbach's Alpha 0,793. Siswa di kelas eksperimen menunjukkan peningkatan ketuntasan belajar dari 11,6% pada pre-test menjadi 85,71% pada post-test. Modul ajar berbantuan AI Canva dan PjBL terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa di sekolah dasar.
Pengembangan Modul Ajar Berdiferensiasi Berbantuan Canva dalam Meningkatkan Student Well Being di Sekolah Dasar Azizah, Muflichati Nurin; Maufur, Maufur; Basukiyatno, Basukiyatno
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.2067

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi pada saat ini, masih banyak guru yang belum menggunakan modul ajar berdiferensiasi dan mengintegrasikan teknologi dalam kegiatan pembelajaran. Salah satu aplikasi yang dapat dimanfaatkan oleh guru untuk membuat dan mendesain modul ajar adalah canva. Tujuan dari penelitian ini menghasilkan modul ajar berdiferensiasi yang valid dan efektif dalam meningkatkan student well being di sekolah dasar. Penelitian menggunakan jenis penelitian Research and Development (R&D) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari tahapan: analisis, desain, pengembangan, implementasi, evaluasi. Subjek penelitian terdiri dari 80 peserta didik kelas V SD Negeri di Gugus Jenderal Soedirman Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes. Instrumen penilaian yang digunakan oleh peneliti berupa lembar validasi ahli dan praktisi. Selanjutnya instrumen penilaian divalidasi oleh tiga validator yakni validator materi, validator media dan validator praktisi. Hasil validasi dilakukan oleh ahli materi diperoleh persentase sebesar 94,33% dikategorikan sangat valid sedangkan nilai validator dari ahli media memperoleh hasil 97,73% dikategorikan sangat valid, sementara hasil validasi dari praktisi diperoleh persentase sebesar 95,50% dikategorikan sangat valid. Selanjutnya hasil uji efektivitas menunjukkan modul ajar berdiferensiasi berbantuan canva efektif dalam meningkatakan student well being terlihat dari nilai rata-rata student well being pada kelas eksperimen lebih besar dari pada kelas kontrol. Dengan demikian hasil produk pengembangan modul ajar berdiferensiasi berbantuan canva sangat valid serta dapat digunakan guru sebagai perangkat ajar dalam pembelajaran. Penelitian R&D dengan ADDIE ini hanya sampai tahap Analysis, Desain, Development, sehingga peneliti berharap untuk penelitian berikutnya bisa mengembangkan sampai tahap Implementation dan Evaluation.
Pengembangan Modul Ajar Alur MERDEKA Berbasis Outdoor Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis pada Pembelajaran IPA Kelas V SD Wiharti, Wiharti; Apriani, Dewi; Suriswo, Suriswo
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.2073

Abstract

Kurang optimalnya kemampuan berpikir kritis peserta didik pada pembelajaran IPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menghasilkan modul ajar alur MERDEKA berbasis outdoor learning untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada pembelajaran IPA di kelas V SD. Tujuan ini dasarkan pada hasil analisis yang menunjukkan bahwa belum optimalnya kemampuan berpikir kritis peserta didik pada pembelajaran IPA. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) model ADDIE dengan tiga tahap yaitu Anaysis, Design, Development. Tahap analisis dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan siswa dan masalah yang dihadapi dalam pembelajaran IPA. Tahap desain melibatkan perencanaan modul pembelajaran yang mengintegrasikan aktivitas outdoor learning dengan alur MERDEKA. Pengembangan modul dilakukan dengan merancang materi dan aktivitas yang interaktif dan menarik. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa penggunaan modul ajar alur MERDEKA berbasis outdoor learning efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada pembelajaran IPA kelas V di SD Negeri Sekolah Binaan I Kecamatan Jatibarang Kabupaten Brebes. Hal ini terlihat dari pemerolehan N Gain  skor rata-rata yaitu 0,806498609 dengan kategori sangat efektif.
Sosialisasi Pengembangan Modul Ajar Kimia Berbasis Teknologi Augmanted Reality (AR) Pada Guru-Guru di Kabupaten Lombok Timur Firmansyah, Dodiy; Purwoko, Agus Abhi; Sofia, B. Fara Dwirani; Rahmawati; Listantia, Nora; Maulana, Erwin; Khaerani, Anisa Miladia
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2b (2025): Edisi khusus Dies Natalis Universitas Mataram
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/12tvxv53

Abstract

Capaian pembelajaran pada kurikulum merdeka menuntut guru untuk berinovasi dalam penyusunan modul ajar yang sesuai dengan karakteristik sekolah. Ketersedian media pembelajaran berbaisi teknologi yang kurang menjadi masalah pada jenjang SMA. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan guna menambah pengetahuan guru yang tergabung dalam MGMP Kimia tentang teknologi Augmanted Reality pada konsep ilmu kimia yang berkaitan dengan pengetahuan masyarakat sesuai karakteristik sekolah dalam modul ajar. Metode yang dilakukan mencakup empat tahapan yakni observasi awal, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan. Kegiatan sosialisasi modul ajar terintegrasi AR meliputi kemenarikan modul ajar kimia berbasis teknologi Augmanted Reality, isi atau materi yang dibahas dalam modul ajar, kemudahan mengakses teknologi AR, serta manfaat bagi guru- guru sebagai media pembelajaran kimia SMA yang menarik. Hasil kegiatan ini menunjukkan 61% responden tertarik dengan penggunaan AR dalam pembelajaran, 71% responden setuju dengan isi modul berbaisi etnokimia sasambo dan diintegrasikan dengan teknologi Augmanted Reality, kemudahan dalam menjalanjakan aplikasi yakni 55%, serta 65% responden menyetujui manfaat teknologi AR sebagai media pembelajaran di sekolah. Kegiatan pengabdian ini mengubah paradigma siswa tentang materi kimia yang sulit menjadi lebih menyenangkan sehingga mudah dipahami.
PENGEMBANGAN MODUL BAHAN AJAR TUMBUHAN SPERMATOPHYTA PADA MATA KULIAH ANATOMI FISIOLOGI TUMBUHAN DI TADRIS IPA UIMSYA BLOKAGUNG BANYUWANGI Ferdiana, Ferdiana; Idiawati, Riris; Wildatus, Anis
SAINTIFIK@: Jurnal Pendidikan MIPA Vol 9, No 2 (2024): SAINTIFIK@: Jurnal Pendidikan MIPA EDISI OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/saintifik.v9i2.9344

Abstract

Pendidikan merupakan upaya sistematis untuk menciptakan individu yang siap menghadapi tantangan masa depan melalui pengajaran, pelatihan, dan penelitian. Namun, kualitas pendidikan di Indonesia masih memerlukan perhatian, termasuk pengembangan bahan ajar yang efektif. Salah satu masalah utama dalam pembelajaran adalah kesulitan peserta didik memahami submateri kompleks, seperti struktur dan fungsi jaringan tumbuhan, yang bersifat mikroskopis dan memerlukan visualisasi yang jelas. Kendala ini diperburuk oleh metode pengajaran konvensional yang kurang memotivasi mahasiswa untuk belajar secara aktif. Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul ajar anatomi dan fisiologi tumbuhan pada tumbuhan spermatophyta yang dilengkapi visualisasi menarik, ringkas, dan relevan dengan kurikulum. Modul ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap struktur morfologi dan anatomi tumbuhan spermatophyta serta mendukung tercapainya kompetensi yang dituntut dalam perkuliahan. Hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa modul ajar berbasis visual dapat menjadi solusi efektif untuk mengatasi kesulitan belajar mahasiswa, terutama di lingkungan yang minim akses informasi seperti pondok pesantren. Dengan demikian, modul ini berpotensi meningkatkan motivasi belajar dan keterampilan proses mahasiswa dalam mempelajari biologi tumbuhan. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa modul bahan ajar di validasi oleh 3 ahli menyatakan bahwa rata-rata 85 % dapat diartikan dapat diterima, serta uji skala kecil pada mahasiswa tadris ipa nilai rata-rata sudah menunjukkan 85,  sehingga penerapan dalam skala kecil dapat diterima.
Pengembangan Modul Ajar Mata Pelajaran Sosiologi Kelas XI Berbasis Four-D Suyuti, Suyuti; Devi Septiandini; Ike Arriany; Meilien Mocharom; Putri Wantini
DIAJAR: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 4 (2025): Oktober 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/diajar.v4i4.5661

Abstract

This study aims to develop a sociology teaching module for eleventh-grade high school students using the Four-D model (Define, Design, Develop, Disseminate). The research employed a Research and Development (R&D) approach with the Four-D framework to address the challenges of teacher-centered learning and students’ lack of active engagement in sociology classes. The Define stage identified the need for innovative teaching resources due to the limitations of conventional methods. In the Design stage, a prototype module was created, integrating structured content, contextual examples, and student-centered activities. The Develop stage involved expert validation and limited trials, resulting in a module that achieved an average validity score of 4.2 (very valid) and practicality of 85% (very practical) according to student and teacher responses. The Disseminate stage demonstrated positive reception from teachers who confirmed the module’s usability in broader classroom contexts. Furthermore, effectiveness testing revealed a significant improvement in student learning outcomes, with an average pre-test score of 62.15 increasing to 82.35 in the post-test. The N-Gain score of 0.52 (moderate) and t-test results (p < 0.05) confirmed the module’s effectiveness. These findings suggest that the Four-D-based sociology teaching module is valid, practical, and effective, offering a relevant solution for enhancing critical thinking, independent learning, and contextual understanding of sociology concepts. This research contributes theoretically by expanding the application of the Four-D model in social science education and practically by providing a ready-to-use module for teachers and students in senior high schools.

Page 76 of 90 | Total Record : 896