Filter By Year

1945 2024


Found 1,176 documents
Search l3 BIPA

PENYAJIAN UNSUR BUDAYA INDONESIA DALAM BAHAN AJAR BIPA TERBITAN KEMENDIKBUD Moh. Yusril Hermansya; Suyatno; Yuniseffendri
Jurnal Disastri (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 4 No 3 (2022): Jurnal Disastri: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/disastri.v4i3.3714

Abstract

Keragaman budaya Indonesia menjadi modal potensial yang dapat digunakan dalam pembelajaran BIPA. Penyusunan bahan ajar BIPA juga seyogyanya memertimbangkan unsur-unsur budaya Indonesia (pengetahuan budaya, sikap budaya, dan produk budaya). Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi unsur kebudayaan Indonesia dan cara penyajian unsur budaya Indonesia dalam buku Sahabatku Indonesia level A1 dan A2 terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia tahun 2016. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan jenis kajian teks. Data penelitian yaitu unsur kebudayaan dan cara penyajian unsur budaya Indonesia dan dianalisis dengan triangulasi. Berdasarkan analisis data, semua unsur-unsur budaya menurut Koentjaraningrat (1990) dapat ditemui pada dua objek penelitian ini. Unsur-unsur budaya tersebut yaitu bahasa, sistem teknologi, sistem ekonomi, organisasi sosial, sistem pengetahuan, religi, dan kesenin. Persentase unsur budaya bahasa pada buku A1 0%, A2 8%. Sistem teknologi A1 31%, A2 38%. Sistem ekonomi A1 32%, A2 15%. Organisasi sosial A1 22%, A2 11%. Sistem pengetahuan A1 2%, A2 13%. Religi A1 4%, A2 6%. Kesenian A1 8%, A2 9%. Semua unsur budaya tersebut disajikan secara langsung maupun tidak langsung, baik melalui teks, gambar, maupun tabel. Adanya kandungan unsur budaya dalam bahan ajar BIPA ini dapat membantu mengembangkan literasi budaya mahasiswa BIPA dalam mempelajari bahasa Indonesia. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengaji bahan ajar BIPA dari aspek lainnya atau mengembangkan bahan ajar suplemen berbasis literasi budaya.
Keterampilan Berbicara Mahasiswa BIPA melalui Pemanfaatan Media Papan Cerita Rakyat Harris Rizki, Harris Rizki; Sodiq, Syamsul; Inayatillah, Fafi
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v11i2.39432

Abstract

Pentingnya pemanfaatan media papan cerita rakyat dalam pengembangan keterampilan berbicara mahasiswa BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing). Penelitian ini menggabungkan konsep keterampilan berbicara dengan keberagaman budaya Indonesia yang tercermin dalam cerita rakyat. Metode penelitian kualitatif digunakan dengan fokus pada pengalaman belajar mahasiswa dan dampak penggunaan media papan cerita rakyat terhadap kemampuan berbicara mereka. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan media papan cerita rakyat dapat meningkatkan motivasi mahasiswa dalam belajar serta membantu mereka mengembangkan keterampilan berbicara bahasa Indonesia. Hal ini terjadi karena media tersebut memberikan konteks budaya yang nyata dan mendalam bagi mahasiswa untuk memahami dan mengaplikasikan bahasa Indonesia dalam konteks yang relevan. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya integrasi budaya lokal dalam pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing serta potensi media papan cerita rakyat sebagai alat pembelajaran yang efektif dalam pengembangan keterampilan berbicara mahasiswa BIPA.
Efforts to Improve BIPA Students' Reading Skills Through the Utilization of Concept Map-Based Teaching Materials Containing the Legend of Surabaya Sa'adah, Widadatus; Anas Ahmadi, Anas; Raharjo, Resdianto Permata
KREDO : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra Vol 8, No 1 (2024): Vol 8, No 1 (2024): JURNAL KREDO VOLUME 8 NO 1 TAHUN 2024
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/kredo.v8i1.14506

Abstract

AbstractTeaching materials are an important component to influence the motivation and interest of BIPA learners. This study aims to describe the use of teaching materials based on concept maps containing the legend of Surabaya based on the results of problem analysis and needs analysis. Data collection techniques were carried out through literature studies, observations, and interviews with teachers, students, and the head of BIPA, Surabaya State University. The data analysis technique used the Miles Huberman model. The results of the study showed that teachers agreed to the use of teaching materials based on concept maps. Concept maps are recognized as an effective graphic tool in language learning. Utilization of concept maps using Canva. BIPA students responded positively to the use of concept maps using Canva media. The legend of Surabaya was chosen as the content of teaching materials because the history of Surabaya is important to be used as a topic for developing teaching materials as a means of promoting the city of Surabaya and Surabaya State University itself. The use of teaching materials based on concept maps with the content of the Surabaya legend will be applied to level 3 reading classes at Surabaya State University. 
Analisis Tantangan Fonologi Bunyi dalam Pembelajaran BIPA bagi Penutur Bahasa Asing di Balai Bahasa Universitas Pendidikan Indonesia Eka Sukma, Novelin Ingrid; Al Firdausy, Aisyah Miftahusy Syahidah; Raihana, Rayya; Nurmala, Mia
Journal of Knowledge and Collaboration Vol. 2 No. 7 (2025): Journal of Knowledge and Collaboration
Publisher : Arbain Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/ypnrtw77

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis tantangan fonologis yang dihadapi oleh penutur bahasa asing dalam pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Balai Bahasa Universitas Pendidikan Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan dua narasumber utama yang berasal dari Myanmar dan Jepang-Pakistan yang telah mengikuti program BIPA selama delapan bulan. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur yang fokus pada kesulitan pelafalan bunyi vokal dan konsonan dalam bahasa Indonesia.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan fonologis utama yang dihadapi pemelajar BIPA meliputi kesulitan dalam melafalkan bunyi konsonan tertentu seperti /r/, /j/, /z/, /ng/, dan /ny/. Narasumber dari Myanmar mengalami kesulitan pada bunyi /j/, /z/, dan /r/, sementara narasumber dari Jepang-Pakistan menghadapi tantangan pada bunyi /r/, /ng/, dan /ny/. Kesalahan fonologis yang ditemukan berupa substitusi fonem, delesi fonem, adisi fonem, distorsi fonem, dan kesalahan suprasegmental.Penelitian ini mengungkap bahwa perbedaan sistem fonologi antara bahasa ibu (L1) dan bahasa Indonesia (L2) menjadi faktor utama penyebab kesulitan pelafalan. Interferensi fonologis dari bahasa ibu menyebabkan kesalahan pelafalan yang berulang dan mempengaruhi efektivitas komunikasi. Temuan menunjukkan bahwa pembelajar sering mengalami kesalahpahaman dalam komunikasi dengan penutur asli karena pelafalan yang tidak tepat.Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya pengembangan strategi pengajaran fonologi yang lebih efektif dalam program BIPA, termasuk penggunaan pendekatan fonetik artikulatoris, latihan intensif dengan feedback visual-auditif, dan integrasi praktik percakapan otentik. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kurikulum BIPA yang lebih memperhatikan kebutuhan fonetik pemelajar dari berbagai latar belakang bahasa.
Teaching Pedagogical Approaches to Teaching the Pa'gellu' Dance to International Students in the BIPA Program Reni Lolotandung; Trivena Trivena; Hakpantria Hakpantria; Tadius Tadius; Mersilina Luther Patintingan; Irnes Bulan Dari; Bhakti Sharma; Eliza Prall
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i3.5901

Abstract

The Indonesian Language for Foreign Speakers (BIPA) program at the Christian University of Indonesia Toraja (UKI Toraja) not only facilitates Indonesian language acquisition for international students but also introduces them to local culture. One key element of this cultural immersion is the Pa’gellu’ dance—a traditional performance of the Toraja people. This study employed a descriptive qualitative approach to examine the instructional strategies used in teaching the Pa’gellu’ dance to 17 international students from the University of Western Australia, Denpasar campus. Data were collected through structured observations, focusing on students’ engagement across seven instructional stages: Introduction and Theory, Basic Practice, Technique Refinement, Costume and Performance, Cultural Integration, Evaluation, and Staging. Findings reveal that international students successfully met the learning objectives. They demonstrated the ability to recognize, practice, and perform the Pa’gellu’ dance in a culminating presentation. Although the teaching structure mirrored that used for local students, the content was simplified for non-native participants. Instructional methods included lectures, demonstrations, guided practice, drills, simulations, and performance exercises. Despite linguistic and cultural barriers, students were able to grasp the core techniques of the Pa’gellu’ dance. The study suggests that immersive, performance-based pedagogy can effectively bridge cultural and linguistic gaps in arts education for foreign learners.
Pengajaran Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (BIPA) Guna Memperkuat Diplomasi Publik Hamburg di Jerman Hanggarini, Peni; Shienlia, Mega
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 4 No 07 (2025): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v4i07.2497

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana pengajaran Bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA) memperkuat diplomasi publik Indonesia, khususnya di Hamburg. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif, desain eksperimen dan survei untuk menguji dampak penggunaan metode pengajaran BIPA berbasis digital, peningkatan pengetahuan, minat, dan persepsi masyarakat Jerman terhadap Bahasa Indonesia serta budaya Indonesia secara keseluruhan. Partisipan penelitian terdiri dari 30 orang penutur asing yang mengikuti kursus BIPA di Hamburg, yang dibagi menjadi dua kelompok eksperimen, yaitu metode tradisional dan metode digital. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diisi oleh peserta setelah mengikuti kursus mengukur tingkat pemahaman, minat, dan persepsi terhadap Bahasa Indonesia. Teknik analisis data yang digunakan meliputi uji-t untuk membandingkan perbedaan kelompok eksperimen dan regresi linear untuk menganalisis pengaruh metode pengajaran terhadap diplomasi publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode pengajaran berbasis digital memiliki dampak positif signifikan meningkatkan pemahaman dan minat terhadap Bahasa Indonesia, serta memperkuat diplomasi publik Indonesia di Hamburg. Penelitian ini berkontribusi terhadap pengembangan metode pengajaran BIPA lebih adaptif dengan memanfaatkan teknologi digital, dan menyarankan strategi diplomasi yang lebih efektif memperkenalkan budaya Indonesia di luar negeri melalui platform digital.
Strengthening and Management of The Campus-Based Indonesian Language Institution for Foreign Speakers (BIPA) at The PBSI Study Program of UMN Al Washliyah With The Language Center of North Sumatra Province Hasibuan, Abdullah; Nirmawan, Nirmawan; Zulfitri, Zulfitri
West Science Interdisciplinary Studies Vol. 3 No. 07 (2025): West Science Interdisciplinary Studies
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsis.v3i07.2125

Abstract

The Indonesian language has experienced very rapid development in various parts of the world. This is also influenced by various factors, including Indonesia's state relations with other countries in various sectors, including economic, political, social, and cultural. Through these relations, the important role of the Indonesian language is believed to be a potential element related to the position of the Indonesian language in the international arena. In addition, in accordance with the mandate of Law Number 24 of 2009 concerning the Flag, Language, and National Emblem, namely making the Indonesian language an international language, various diplomatic methods are carried out gradually and systematically under the Ministry of Education and Culture. One of the linguistic diplomacy missions intensively carried out by the Indonesian government is to facilitate the Indonesian language teaching program for Foreign Speakers (BIPA) to many countries that already have bilateral and multilateral cooperation with Indonesia. Through language, a person can communicate with others, even though they have different cultural backgrounds. Likewise, with Indonesian language being studied by people who are not native speakers of the language. Therefore, the BIPA teaching program, which is one of the advantages of this diplomatic mission, continues to be intensified in various universities, agencies, or language institutions abroad.
STUDI TENTANG KONTEN TATA  BAHASA DALAM BUKU AJAR BAHASA INDONESIA UNTUK PENUTUR ASING(BIPA) DARI PERSPEKTIF PENGAJARAN BAHASA KOMUNIKATIF xiongrui, wei
Journal Of Education Vol 2 No 02 (2025): Journal of Education of Multidisipliner
Publisher : Journal of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65353/pawrfb81

Abstract

Penelitian ini mengambil objek studi dari proyek tata bahasa pada bagian “C. Tata Bahasa” dalam sepuluh unit buku teks BIPA Bahan Ajar Pendukung Tingkat Dasar, dan melakukan analisis sistematis dalam kerangka teori Pengajaran Bahasa Komunikatif (Communicative Language Teaching, CLT). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi apakah pemilihan dan penyajian bagian tata bahasa dalam buku teks tersebut sesuai dengan prinsip pengajaran komunikatif, serta bagaimana buku teks tersebut mengintegrasikan pengajaran tata bahasa dalam pengembangan keterampilan komunikatif mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Penelitian ini berfokus pada permasalahan berikut: (1) Gramatika apa yang dipilih dalam buku teks BIPA, dan bagaimana penyajiannya; (2) Bagaimana desain pengajaran gramatika terintegrasi dengan latihan keterampilan komunikatif; (3) Dari perspektif metode pengajaran komunikatif, apa kelebihan dan kelemahan bagian gramatika dalam buku teks ini. Melalui analisis, ditemukan bahwa pemilihan materi tata bahasa dalam buku teks BIPA mencakup proyek tata bahasa dasar pada tingkat pemula, seperti kata ganti orang, kata tanya, kata depan, ekspresi waktu, serta aturan pembentukan kata dasar untuk nomina, verba, dan adjektiva. Desain buku teks secara keseluruhan mengikuti urutan dari yang sederhana ke yang kompleks, dari yang mudah ke yang sulit, dan mengintegrasikan proyek tata bahasa dengan tema komunikasi sehari (seperti berbelanja, transportasi, perkenalan keluarga, dll.). Setiap unit dilengkapi dengan penjelasan tata bahasa yang jelas, contoh kalimat, dan latihan, serta menyediakan latihan bentuk yang cukup dan beberapa aktivitas komunikasi, seperti bermain peran dan simulasi situasional, yang menunjukkan bahwa buku teks ini dalam batas tertentu telah menggabungkan pengetahuan tata bahasa dengan praktik komunikasi. Kata kunci : CLT, BIPA(Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing), Tata Bahasa Indonesia
Analisis Kontrastif Struktur Kalimat Bahasa Indonesia Dan Bahasa Korea Serta Implikasinya Terhadap Bahan Ajar Bipa Maharani, Afrida; Rosidin, Odien; Firmansyah, Dodi
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 8.A (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji analisis kontrastif struktur kalimat bahasa Indonesia dan bahasa Korea dalam Kompas.com dan Naver.com. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan perbedaan struktur kalimat bahasa Indonesia dan bahasa Korea dalam Kompas.com dan Naver.com; (2) mendeskripsikan persamaan struktur kalimat bahasa Indonesia dan bahasa Korea dalam Kompas.com dan Naver.com; (3) menyusun bahan ajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) berdasarkan hasil analisis dan temuan peneliti. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik padan dengan teknik dasar Pilah Unsur Penentu (PUP) sebagai teknik dasar dan teknik lanjutan yang digunakan yaitu Hubung Banding Menyamakan (HBS) dan teknik Hubung Banding Membedakan (HBB). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan struktur antar kalimat bahasa Indonesia dan bahasa Korea menjadi cukup kontras. Adapun ditemukan kesamaan, yaitu jika sebuah kalimat hanya terdiri dari dua fungsi saja, yaitu subjek dan predikat maka urutannya sama. Baik bahasa Korea maupun bahasa Indonesia urutannya yaitu subjek dan diikuti oleh predikat. Hasil analisis dan temuan pada penelitian ini dimanfaatkan dalam penyusunan bahan ajar Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (BIPA).
Refleksi Internasionalisasi Bahasa Indonesia Melalui BIPA: Analisis Kohesi dan Koherensi Irianto, Deni Nugroho
Crises on Languages and Literature Vol. 2 No. 1 (2025): Quadrimestre 1
Publisher : Research Community for Critical Society and Environment

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65808/cill.27

Abstract

The issue of how grammatical cohesion and coherence can influence the clarity and fluency of communication in the seminar trigger the author to conduct this research. The purpose of this study is to investigate how linguistic elements play a role in creating coherent and cohesive discourse, especially in the context of language learning by foreign speakers. The research was conducted using descriptive analysis and a qualitative approach. Data were collected from seminar videos uploaded to the YouTube channel of the Faculty of Cultural Sciences, UGM. The videos were transcribed and analyzed using linguistic theory, specifically cohesion and coherence theory. Data were collected through free-listening observation, where the researcher observed and recorded language use without directly participating in the communication process. The results of the study show that grammatical cohesion in the seminar discourse was achieved through the use of conjunctions, references, substitutions, and ellipsis. Coherence was achieved through logical relationships between the ideas presented by the seminar participants, including additive and causal relationships. This analysis provides insights into the importance of cohesion and coherence in creating effective and well-understood communication among foreign language learners.

Page 96 of 118 | Total Record : 1176