cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 35803786     EISSN : 25803786     DOI : -
Core Subject : Education,
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Hasanuddin. Jurnal ini berisi hasil-hasil penghiliran penelitian pada bidang agrokompleks, medikal, teknosains, dan sosbudkum dan diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 451 Documents
PENDAMPINGAN DESAIN ULANG SURAU SEBAGAI WADAH BERKUMPUL MASYARAKAT MUSLIM DARI 3 RUKUN TETANGGA (RT) Zairin Zain; Jawas Dwijo Putro; M. Nurhamsyah; Irwin; Uray Fery Andi
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Panrita Abdi - April 2022
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v6i2.14458

Abstract

Surau is an essential facility in the community that plays a significant role in the Islamic life of the people in an urban area. Surau features' capacity in a re-design plan is needed to enhance the strength of togetherness as a gathering facility to develop community bonds by utilizing computer technology to produce digital images. The Project Assists the Muslims Community in 3 RTs on Jalan Parit H. Husin Pontianak to re-design Surau Darur Risalah to meet the needs of community activities and provide a construction phasing plan to obtain a fitting costs target. The communication method for design assistance is through 2 times face-to-face meetings (Focus Discussion Group) and WhatsApp social media to assimilate some figures from the community for Surau design needs. The resulting product has become the basis for the Muslim community in 3 RT to commence the construction of the Darur Risalah. In addition, the community also has a base for utilizing social potential by mobilizing togetherness through scheduled community self-help (Gotong Royong) activities. --- Surau merupakan bangunan komunitas penting yang memberi peran besar dalam kehidupan keislaman masyarakat di suatu wilayah. Perencanaan re-desain Surau dibutuhkan dengan memanfaatkan teknologi komputer untuk menghasilkan gambar digital dengan aplikasi AutoCAD dan SketchUp dengan tujuan memudahkan masyarakat dalam memahami rencana re-desain ini. Pendampingan desain surau dengan khalayak sasaran komunitas Muslim di 3 RT di Jalan Parit H. Husin Pontianak dalam re-desain surau Darur Risalah untuk memenuhi kebutuhan aktivitas masyarakat serta memberikan rencana pendanaan yang sesuai dengan pentahapan konstruksi. Metode komunikasi pendampingan desain melalui 2 kali tatap muka (Focus Discussion Group) dan media sosial WhatsApp untuk menyerap masukan kebutuhan desain surau dari masyarakat. Produk yang dihasilkan telah menjadi dasar masyarakat Muslim di 3 RT memulai konstruksi surau Darur Risalah. Selain itu, masyarakat juga memiliki dasar untuk memanfaatkan potensi sosial dengan menggerakan kebersamaan melalui kegiatan gotong royong terjadwal.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK PRA PRODUKTIF SIMPLISIA HERBAL DI DESA CATUR KINTAMANI KABUPATEN BANGLI PROVINSI BALI I Putu Darmawijaya; Putu Chris Susanto; Dylla Hanggaeni Dyah Puspaningrum
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2022
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v6i3.14485

Abstract

In 2020, herbal plant seeds were distributed to 348 families in Catur Kintamani Village, totaling 2,489 herbal plant seeds. The fertile land in Catur Village causes the yield of these herbal plants to be higher than for daily needs. This causes the excess supply to be not utilized optimally. Seeing these problems, the PKM implementation team assists in manufacturing, packaging, and marketing herbal simplicia. The method used in this training activity is the participatory community method. The results of this activity are the production of several herbal simplicia products in the form of dry powder, for example, ginger powder simplicia, processed foods from herbal ingredients such as ginger cookies, and simplicia in the form of slices, for example, lemon simplicia. The products produced are then marketed around the village area as well as marketing using social media. The result of this activity is an increase in community income to improve the village community's family economy. --- Tahun 2020 telah dibagikan bibit tanaman herbal kepada 348 kepala keluarga di Desa Catur Kintamani dengan jumlah total bibit 2.489 tanaman herbal. Suburnya lahan di Desa catur menyebabkan hasil panen dari tamanan herbal tersebut lebih tinggi daripada untuk kebutuhan sehari-hari. Hal ini menyebabkan kelebihan panen (excess supply) tidak termanfaatkan secara optimal. Melihat permasalahan in tim pelaksana PKM memberikan pendampingan berupa proses pembuatan, pengemasan, dan pemasaran simplisia herbal. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah metode society participatory. Dari hasil kegiatan ini adalah dihasilkannya beberapa produk simplisia herbal dalam bentuk bubuk kering contohnya simplisi bubuk jahe,  olahan makanan dari bahan herbal contohnya adalah cookies jahe, dan simplisia dalam bentuk slice contohnya simplisia lemon. Dari produk yang dihasilkan kemudian dipasarkan ke sekitar wilayah desa serta pemasaran menggunakan media sosial. Hasil dari kegiatan ini adalah adanya penigkatan pendapatan masayarakat sehingga dapat meningkatkan perekonomian keluarga masyarakat desa.
PELATIHAN PEMANTAUAN TUMBUH KEMBANG BAYI BALITA DALAM RANGKA PENGUATAN PERAN KADER DI DESA PADDINGING KECAMATAN SANDROBONE KABUPATEN TAKALAR Nurlina Akbar; Suryanti S.
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2022
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v6i3.14498

Abstract

Monitoring the growth and development of children under five regularly is very important to detect deviations. There are various methods of stimulation and early detection of toddler growth and development that can be done, but not many parents know about them. Based on a survey conducted by interviews with Paddinging Midwives, it was found that during the Covid-19 pandemic, the number of children under five who came to visit Posyandu was reduced or lower than the target. In addition, based on the results of stimulation activities, detection of early growth and development intervention (SDIDTK) of the Sanrobone Health Center, it was noted that there were five children under five who were detected with growth problems. Hence, the role of a health care assistant in this area is very much needed in assisting the monitoring of the growth and development of toddlers by their parents. The service was carried out at the Paddinging Village Office Hall through the preparation, implementation, and evaluation stages. After counseling and training, the health care assistant's knowledge of the material for growth and development had increased. This is indicated by the results of the pre and post-test, which show that health care assistants with knowledge in the Good category increased from 12.5% to 42%, sufficient knowledge also experienced an increase from 16.7% to 54% and 70.8% in the poor category 4%. Health care assistant development is an essential means of increas-ing the knowledge and skills in early detection and monitoring of the development. Therefore, it is hoped that they can assist the mothers of toddlers in Paddinging. --- Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita secara teratur menjadi hal yang sangat penting dilakukan untuk mendeteksi penyimpangan selama tumbuh kembang. Terdapat berbagai metode stimulasi dan deteksi dini tumbuh kembang balita yang dapat dilakukan namun belum banyak diketahui oleh para orang tua balita. Berdasarkan survei yang dilakukan dengan melakukan wawancara terhadap Bidan Desa Paddinging diperoleh data bahwa Desa Paddinging memiliki 4 Posyandu dan memiliki 24 orang kader. Selama pandemi covid-19 jumlah anak balita yang datang berkunjung ke Posyandu berkurang atau lebih rendah dari target anak balita yang seharusnya berkunjung. Selain itu, berdasarkan hasil kegiatan stimulasi, deteksi intervensi dini tumbuh kembang (SDIDTK) UPT Puskesmas Sanrobone tercatat bahwa ada 5 orang anak balita yang terdeteksi mengalami gangguan pertumbuhan di Desa Paddinging sehingga peran kader di daerah tersebut sangat dibutuhkan dalam pendampingan pemantauan tumbuh kembang oleh orangtua balita. Pengabdian dilakukan di Balai Kantor Desa Paddinging dengan melalui tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Setelah penyuluhan dan  pelatihan  dilakukan, pengetahuan dan pemahaman para kader terhadap materi tumbuh kembang mengalami peningkatan. Hal ini ditunjukkan dengan hasil pre dan posttest yang menunjukkan bahwa kader yang memiliki pengatahuan kategori Baik meningkat dari 12,5% menjadi 42%, kader yang berpengetahuan Cukup juga mengalami peningkatan dari 16,7% menjadi 54% serta kategori kurang  70,8%  menjadi  4%.  Pembinaan  kader  merupakan  sarana  penting   dalam peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dalam melakukan deteksi dini dan pemantauan tumbuh kembang anak balita. Oleh karena itu, diharapkan kader dapat mendampingi ibu balita yang ada di lingkungan Desa Paddinging dalam melakukan pemantauan tumbuh kembang.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA NYAMUK, KECAMATAN KARIMUNJAWA MELALUI TEKNOLOGI PEMBUATAN GARAM MENGGUNAKAN BAKTERI HALOFILIK DAN TEKNIK ULIR FILTER (TUF) Wilis Ari Setyati; Diah Permata Wijayanti; Dwi Haryanti; Andri Cahyo Kumoro
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2022
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v6i3.14622

Abstract

Nyamuk Island is located in the west part of the Karimunjawa islands where most of the local people are fishers who depend on fisheries as their main livelihood. Due to limited knowledge and facilities, many fisheries commodities are not utilized optimally. One of the basic needs of the local community is salt. Salt is an essential food ingredient in life. Community service activities through a creative business development program on salt production are offered as a solution to overcome the problem of the lack of salt quality.  Ideally, salt would be produced using Thread Filter Technology (TUF) with the addition of halophilic bacteria to speed the crystallization process. The quality of seawater influences the success of making salt using halophilic bacteria. Old seawater (with a salt content of at least 20° Be) is an ideal material for manufacturing salt using halophilic bacteria. One method for obtaining old water is salt production through the Thread Filter Technology (TUF) method. The project results are the salt demplots that produce high-quality salt and the availability of alternative livelihoods for the locals in Nyamuk Village. In the long term, alternative livelihoods such as salt making and fisheries product diversification will reduce pressure on the environment and prevent fishing from being carried out extensively. The availability of good quality salt for fish processing can extend fish marketing distribution chain quality and create new job opportunities for homemakers/widows so that they are provided an opportunity to have an income. The project results concluded that the Community Leading Commodity Strengthening activity carried out in the Nyamuk Village was beneficial for the community's welfare and the environment. --- Pulau Nyamuk adalah salah satu pulau di kepulauan Karimunjawa dengan sebagian besar masyarakat menjadi nelayan dan memanfaatkan laut sebagai mata pencaharian utama. Namun karena keterbatasan pengetahuan dan fasilitas banyak hasil tangkap tidak dimanfaatkan secara optimal. Salah satu kebutuhan pokok makanan masyarakat setempat adalah garam. Garam merupakan bahan pokok makanan penting dalam kehidupan, untuk itu perlu upaya pemberdayaan masyarakat tentang pembuatan garam. Kegiatan pengabdian masyarakat melalui program pengembangan usaha kreatif berbasis pembuatan garam ditawarkan sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan ketiadaan garam berkualitas di Desa Nyamuk. Pembuatan  garam idealnya dilakukan dengan menggunakan penambahan bakteri halofilik yang bertujuan mempercepat proses kristalisasi garam. Keberhasilan pembuatan garam menggunakan bakteri halofilik dipengaruhi oleh kualitas air laut. Air laut tua (yang memiliki kadar garam minimal sama dengan 20° Be) merupakan bahan yang ideal untuk pembuatan garam dengan memanfaatkan bakteri halofilik. Salah satu metode untuk memperoleh air tua dalam pembuatan garam adalah melalui metode Teknologi Ulir Filter (TUF).  Hasil pengabdian ini merupakan alternatif tersedianya mata pencaharian bagi penduduk Desa Nyamuk. Hal tersebut merupakan upaya untuk mengurangi tekanan terhadap lingkungan jika terus-menerus dilakukan penangkapan ikan tanpa jeda buka tutup aktivitas penangkapan. Tersedianya garam berkualitas untuk pengolahan ikan diharapkan dapat memperpanjang kualitas ikan maupun rantai distribusi pemasaran ikan. Disamping itu juga tersedianya lapangan kerja baru bagi para ibu rumah tangga/janda sehingga memiliki peluang untuk memiliki penghasilan. Hasil pengabdian dapat disimpulkan bahwa kegiatan Penguatan Komoditi Unggulan Masyarakat (PKUM) yang dilaksanakan di Desa Nyamuk bermanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat dan lingkungan.       
SOSIALISASI DAN PELATIHAN MERENCANAKAN KEUANGAN KELUARGA PADA PERSATUAN WANITA PATRA PERTAMINA FUEL TERMINAL BADAS SUMBAWA Fahlia; Jayanti Mandasari; Agus Wahyudi; Ayu Levia Tryana
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2022
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v6i3.14731

Abstract

Household financial planning is one of the government programs listed as the Financial Literacy Strategy Plan from the Financial Services Authority (OJK). Activities in this service provide knowledge in managing family finances. The target audience is 15 people from the association of women's unions at Pertamina's badas fuel terminal consisting of various types of work, such as entrepreneurs, lecturers, and so on. The method of activity is to provide knowledge in managing family financial planning including budgeting expenditures and savings. Materials will be delivered using online socialization and training methods. The result of this activity which is the conclusion of this service is that mothers are able to prepare financial planning by setting the expenditure and savings budget. --- Perencanaan keuangan rumah tangga merupakan salah satu  program pemerintah yang tercantum sebagai Rencana Strategi Literasi Keuangan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tujuan pengabdian ini memberikan pengetahuan dalam mengatur keuangan keluarga. Khalayak sasaran adalah 15 orang dari perkumpulan ibu-ibu  persatuan wanita patra pertamina fuel terminal badas yang terdiri dari beragam jenis pekerjaan seperti, wirausahawan, dosen, dan lain sebagainya. Metode kegiatan adalah memberikan pengetahuan dalam mengatur perencanaan keuangan keluarga meliputi pengaturan anggaran pengeluaran dan tabungan. Materi akan disampaikan dengan metode sosialisasi dan pelatihan secara daring. Hasil kegiatan yang merupakan simpulan pengabdian ini adalah ibu-ibu mampu menyusun perencanaan keuangan dengan melakukan pengaturan anggaran pengeluaran dan tabungan.
PENGEMBANGAN BISNIS ANEKA CEMILAN UMKM DI DESA SUKANAGALIH Natasha Wijaya; Leonardo Julianco; Josephine Janto; Bryan Raffael Chandra; Fernando Montero; Ridha Aditya Nugraha; Martina Tiara Kasih; Gianni Tanoto
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2022
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v6i3.14755

Abstract

This activity aims to assist in business skills for the small enterprise Rupi-Rupi Cemilan Bu Siti, which produces various snacks, with the aim of business growth. The business owner struggles with limited and irregular sales due to strategic, operational, and marketing limitations. The activity is expected to bring the owner one step closer to achieving their desire to turn the business into a sustainable source of income through the presence of stable demand. The method consists of three stages: planning, intensive guidance through hands-on practice in Sukanagalih village, and follow-up guidance. This activity includes, among others, the increase in operational efficiency and consistency, brand and packaging development, new product varieties, and a simple financial recording system, along with increased revenue. --- Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bantuan dalam bentuk kemampuan berbisnis pada usaha kecil “Rupi-Rupi Cemilan Bu Siti” yang memproduksi berbagai jenis makanan ringan, sehingga usaha dapat berkembang. Pemilik usaha mengalami permasalahan penjualan yang terbatas dan irreguler, dikarenakan hambatan dalam bidang strategis, operasional, dan pemasaran. Diharapkan kegiatan ini dapat memungkinkan mitra satu langkah lebih dekat dalam mencapai keinginannya untuk menjadikan usaha tersebut sebagai kesehariannya dengan adanya permintaan produk yang stabil. Metode yang digunakan terdapat tiga tahap yaitu perencanaan, pendampingan intensif yang merupakan praktek langsung di Desa Sukanagalih, dan pendampingan lanjutan. Hasil kegiatan ini adalah efisiensi dan konsistensi operasional, pengembangan merek dan kemasan, varian produk baru, dan sistem pencatatan keuangan sederhana, serta peningkatan omzet.  
TEKNIK BUDIDAYA, PERBANYAKAN BIBIT, PEMANFAATAN PUPUK ORGANIK DAN PENERAPAN PHT PADA TANAMAN KENTANG DI DISTRIK ILAGA KABUPATEN PUNCAK PROVINSI PAPUA Saraswati Prabawardani Prabawardani; Irnanda Aiko Fifi Djuuna; Sutiharni; Yacob Bodang
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Panrita Abdi - April 2022
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v6i2.14795

Abstract

Low potato production in Ilaga District, Puncak Regency, Papua Province is caused by various factors, namely extreme environmental conditions, less optimal cultivation techniques, low seed quality, and poor soil fertility, so efforts to improve cultivation need to be made. This activity aimed to provide technical guidance and pilot demonstrations on cultivation, how to make organic fertilizers, seed propagation techniques, the introduction of pests, diseases, and their control. The technical guidance was carried out in Kago village, Ilaga District, on November       22-26, 2017. The location is located at an altitude of 2400 m above sea level. Farmers were given instructions on how to cultivate potatoes properly, how to get quality potato seeds on their land, how potato cultivation can be done in sacks when the climate is extreme, especially during the condition of frost and hail, fertilization techniques, and making organic fertilizers and recognizing pests and diseases in the field and their control with organic pesticides. Thirty-one potato farmers followed this activity. The participants showed enthusiasm for increasing potato production through appropriate cultivation. Monitoring of follow-up activities was carried out by extension workers of the local Agriculture Service. The result of the monitoring indicated that there had been improvements in cultivation techniques, organic fertilizer production, and quality potato seeds. Farmers have also recognized several types of pests and diseases and their biological control efforts. Based on the technical guidance, potato productivity increased to 3 tons /ha at the end of 2020. --- Rendahnya produksi kentang di Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua disebabkan karena berbagai faktor, diantaranya kondisi lingkungan yang ekstrim (curah hujan  tinggi, hujan dan embun es yang terjadi secara periodik, lama penyinaran matahari pendek pada bulan tertentu), teknik budidaya kurang optimal, kualitas bibit rendah, kesuburan tanah kurang, sehingga perbaikan teknik budidaya perlu dilakukan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bimbingan teknis (bimtek) dan demonstrasi plot (demplot) terkait dengan teknik budidaya, pembuatan pupuk organik, teknik perbanyakan benih, pengenalan hama dan penyakit serta teknik pengendaliannya. Kegiatan bimtek dan demplot dilaksanakan di kampung Kago, Distrik Ilaga pada tanggal 22-26 November 2017. Lokasi kegiatan terletak pada ketinggian 2400 m dari permukaan laut. Petani diberikan arahan tentang bagaimana membudidaya kentang dengan benar, bagaimana mendapatkan bibit kentang yang berkualitas di lahan mereka, bagaimana budidaya kentang dapat dilakukan di karung apabila iklim sangat ekstrim terutama ketika musim dingin yang menyebabkan terjadinya frost dan hail, teknik pemupukan dan pembuatan pupuk organik serta pengenalan hama-hama dan penyakit di lapang dan pengendaliannya dengan pestisida nabati. Hasil kegiatan diikuti oleh seluruh petani kentang yang berjumlah 31 orang. Para peserta menunjukkan antusias mereka untuk bagaimana meningkatkan produksi kentang melalui teknik budidaya yang sesuai. Monitoring kegiatan lanjutan budidaya dilaksanakan oleh penyuluh Dinas Pertanian setempat. Hasil dari monitoring ini menunjukkan adanya perbaikan teknik budidya, kemampuan petani dalam membuat pupuk organik, menghasilkan bibit kentang lebih berkualitas dan kemampuan petani mengenali beberapa jenis hama dan penyakit serta pengendaliannya secara alami, yang terindikasi dari meningkatnya produktiftas kentang menjadi 3 ton/ha pada akhir tahun 2020.
COMMUNITY DIAGNOSIS PERMASALAHAN KESEHATAN LINGKUNGAN PADA WARGA DI KELURAHAN WAY DADI KOTA BANDAR LAMPUNG Musfirah; Dini Anjar Setyani
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2022
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v6i3.14890

Abstract

Health problems continue due to a lack of community awareness and action from the authorities to handle them. The health problems that often happen around us can be in the form of poor waste management, an unhealthy lifestyle, and many more. Community diagnosis is a series of activities in digging and obtaining an overview of the health problem in a community. Community diagnosis is started by analyzing a situation, problem identification, problem cause determination, problem priority determination, and troubleshooting alternative. Community diagnosis aims to gradually identify a problem to know more about the main problem. The method used in this study is descriptive quantitative, data collection, and data retrieval, which have been done by deploying questionnaires and interviewing 50 KK in RT 03 LK II as the sample. Sample determination was done by simple random sampling. After conducting a series of community diagnosis activities, we obtained results that health problems that happen in RT 03 LK II are closed landfill ownership (90%), handling household waste (82%), smoking habit at home (28 %), and finally decide to health intervention. The result showed an increase in 65% of people's understanding of waste management and the dangers of smoking. Community diagnosis activities are expected to make the community and authorities pay more attention to the existing health problems to improve public health. --- Permasalahan kesehatan terus terjadi dikarenakan kurangnya kesadaran masyarakat dan tindakan dari pihak yang berwenang untuk menangani hal tersebut. Permasalahan kesehatan yang sering terjadi di sekitar kita dapat berupa pengelolaan sampah yang buruk, kebiasaan hidup yang tidak sehat, dan lain sebagainya. Diagnosis komunitas adalah serangkaian kegiatan dalam menggali dan memperoleh gambaran permasalahan kesehatan di suatu komunitas. Community diagnosis dimulai dengan analisis situasi, identifikasi masalah, menentukan penyebab masalah, menentukan prioritas masalah, hingga menentukan alternatif pemecahan masalah. Community diagnosis bertujuan untuk mengidentifikasi suatu permasalahan secara bertahap guna mengetahui lebih dalam permasalahan utama yang terjadi. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Pengumpulan data dan pengambilan data dilakukan dengan kuesioner dan wawancara kepada 50 warga di RT 03 LK II yang menjadi sampel. Penentuan sampel dilakukan dengan metode simple random sampling. Setelah melakukan serangkaian kegiatan community diagnosis, didapatkan hasil bahwa permasalahan kesehatan yang terjadi di RT 03 LK II adalah tentang kepemilikan tempat pembuangan sampah basah (organik) yang tertutup (90%), penanganan sampah rumah tangga (82%), dan kebiasaan merokok di dalam rumah (28%) dan melakukan intervensi kesehatan sesuai permasalahan yang ada. Hasil dari kegiatan ini adalah pemahaman warga mengenai pengelolaan sampah dan bahaya rokok meningkat menjadi  65%.  Kegiatan community diagnosis diharapkan dapat membuat masyarakat dan pihak berwenang lebih memperhatikan permasalahan kesehatan yang ada, sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
OPTIMALISASI PEMANFAATAN PANGAN LOKAL YANG AMAN DAN BERGIZI DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI DESA IBUL KABUPATEN BANGKA BARAT Sutyawan; Novidiyanto; Ambar Wicaksono
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2022
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v6i3.14922

Abstract

Stunting is a condition of chronic malnutrition in children under five, caused by limited access to food in the household, so its causes inadequate nutritional intake in indi-viduals. In addition to the healthy aspect, food safety is an indirect factor that causes stunting. The use of safe and nutritious local food can be an alternative in overcoming the limited access to food for families and individuals. Community service activities aim to increase the knowledge and skills of the Ibul Village community in utilizing safe and nutritious local food to prevent stunting. The method used in this program is knowledge transfer and direct practice in training sessions. Meanwhile, in the product creation competition session, the simulation method was applied. The indicator of success for training activities is the increase in scores between the pre-test and post-test. Meanwhile, the product creation competition can be seen from the average score of several indicators with a target score of at least 4 (good) to 5 (very good), which is assessed by the PKM team. The results of the training activities showed an increase in participants' knowledge about the nutritional potential of local food by 24.5%, food safety by 8.7%, and packaging labels by 9.2%. The results of the product creation competition showed that several indicators that achieved an average target score of at least 4 were the application of food safety (4.3), the overall level of preference (4.2), and the use of food packaging (4.3). --- Stunting merupakan kondisi kekurangan gizi kronis pada balita yang dapat terjadi karena terbatasnya akses pangan rumah tangga sehingga menyebabkan tidak terpenuhinya asupan gizi individu. Selain keterjaminan gizi, aspek keamanan pangan merupakan salah satu faktor tidak langsung penyebab terjadinya stunting. Pemanfaatan pangan lokal yang aman dan bergizi dapat menjadi sebuah alternatif dalam mengatasi terbatasnya akses pangan keluarga dan individu. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Ibul dalam memanfaatkan pangan lokal yang aman dan bergizi sebagai upaya pencegahan stunting. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah transfer knowledge dan praktik langsung pada sesi pelatihan. Sementara pada sesi perlombaan cipta produk menerapkan metode simulasi. Indikator keberhasilan untuk kegiatan pelatihan dilihat peningkatan skor antara pre test dan post test. Sementara pada kegiatan lomba cipta produk dilihat dari rata-rata skor dari beberapa indikator dengan target skor minimal 4 (baik) hingga 5 (sangat baik) yang dinilai oleh tim PKM. Hasil dari kegiatan pelatihan terlihat adanya peningkatan pengetahuan peserta tentang materi potensi gizi pada pangan lokal sebesar 24.5%, keamanan pangan 8.7%, dan label kemasan 9.2%. Hasil dari perlombaan cipta produk didapatkan bahwa beberapa indikator yang mencapai rata-rata skor target minimal 4 yaitu penerapan keamanan pangan (4.3), tingkat kesukaan keseluruhan (4.2), dan penggunaan kemasan pangan (4.3).
PENDAMPINGAN DESA LITERASI KREATIF DI DESA BERINGIN AGUNG, KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Rendy Wirawan; Rinnelya Agustien; Irsan Fikri
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2022
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v6i3.14939

Abstract

The poor literacy level in Indonesia eventually generates various social problems within society. Not only generate problems in the educational sector, the poor literacy level also affects other sectors such as economics, social even citizenship issue. Departing from this point, the government attempts to promote public awareness of literacy through 6 (six) basic literacy skills: language, numeracy, science, financial, digital, and culture. Those six basic literacy skills then manifested into a project called Creative Literacy Village, in which Beringin Agung village was selected as the pilot project for its implementation. This project is an initiative from Teman Kita Foundation working collaboratively with local government. It is fully suported by Pertamina Hulu Sanga for its implementation as a CSR variant that advocates sustainability and comprehensiveness. The development of this Creative Literacy Village aims to disseminate information and develop a literacy culture through the expansion of the community library, training for upgrading teachers’ competence, training on digital literacy for youth, and introduction to English for local kids. --- Rendahnya tingkat literasi di Indonesia pada muaranya menciptakan berbagai masalah dalam kehidupan. Tidak hanya menjadi masalah dalam sektor pendidikan, minimnya literasi juga berdampak pada sektor ekonomi, sosial, bahkan kewarganegaraan. Berangkat dari rendahnya tingkat literasi tersebut, pemerintah mencoba mendorong kesadaran dalam literasi di masyarakat melalui 6 (enam) pilar literasi dasar, yaitu: baca tulis, numerasi, sains, finansial, digital, dan budaya. Dari 6 literasi dasar tersebut kemudian diejawantahkan menjadi sebuah program yang disebut sebagai Desa Literasi Kreatif yang pada pelaksanaannya dipilih Desa Beringin Agung sebagai pilot project. Program ini merupakan inisiasi dari Yayasan Teman Kita bekerjasama dengan Pemerintah Desa dan didukung penuh peyelenggaraannya oleh PT. Pertamina Hulu Sanga Sanga sebagai model Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) yang bersifat berkesinambungan dan komprehensif. Program Pengembangan Desa Literasi Kreatif ini bertujuan untuk menyebarluaskan informasi dan menumbuh kembangkan budaya literasi melalui pembangunan fisik taman baca, pelatihan peningkatan kompetensi guru di desa, pelatihan literasi digital pada remaja dan pengenalan bahasa Inggris untuk anak.

Filter by Year

2017 2025