cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 35803786     EISSN : 25803786     DOI : -
Core Subject : Education,
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Hasanuddin. Jurnal ini berisi hasil-hasil penghiliran penelitian pada bidang agrokompleks, medikal, teknosains, dan sosbudkum dan diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 451 Documents
PROGRAM STRATEGI PEMANFAATAN WILAYAH PESISIR DI DESA LAIKANG, KABUPATEN TAKALAR Farida Patittingi; Marwah; Amaliyah; Andi Kurniawati
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Panrita Abdi - April 2022
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v6i2.14985

Abstract

The community's lack of understanding about the rules of coastal boundaries and how to manage and use coastal areas has led to many conflicts between residents. Meanwhile, awareness of the strategic values of managing coastal areas in a sustainable, integrated and community-based manner is also very lacking.The purpose of this service activity is to increase public understanding regarding the management and utilization of coastal areas so as to minimize disputes that lead to conflicts between residents. The method used is the method of legal counseling by presenting direct sources from the Land Office of Takalar Regency and academics who are experts in Coastal Area Management. The level of success of the activity was measured by the existence of a questionnaire in the form of pre-test and post-test given to participants before and after the counseling was carried out. The result achieved in this activity is that the people of Laikang Village understand the rules in managing and utilizing coastal areas so that disputes that lead to conflict can be minimized. --- Ketidakpahaman masyarakat mengenai aturan batas pantai dan cara pengelolaan dan pemanfaatan wilayah pesisir banyak menimbulkan konflik antarwarga. Sementara itu, kesadaran nilai-nilai strategis dari pengelolaan wilayah pesisir secara berkelanjutan, terpadu dan berbasis masyarakat juga sangat kurang. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini ialah meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengaturan mengenai pengelolaan dan pemanfaatan wilayah pesisir sehingga dapat meminimalisir terjadinya sengketa yang berujung konflik antarwarga. Metode yang digunakan ialah metode penyuluhan hukum dengan menghadirkan langsung narasumber dari Kantor Pertanahan Kabupaten Takalar dan Akademisi yang merupakan pakar Pengelolaan Wilayah Pesisir. Tingkat keberhasilan kegiatan diukur dengan adanya kuesioner berupa  pre test dan post test yang diberikan kepada peserta sebelum dan sesudah penyuluhan dilakukan. Hasil yang dicapai dalam kegiatan ini ialah masyarakat Desa Laikang memahami aturan dalam mengelola dan memanfaatkan wilayah pesisir sehingga sengketa yang berujung konflik dapat diminimalisir.
PENCATATAN AKUNTANSI BERBASIS APLIKASI BAGI PELAKU UMKM DI KOTA JAYAPURA Dian Pertiwi; Fajar Rina Sejati; Sumartono; Mursalim Tonggiroh; Ros Lina; Siti Nurhayati
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2022
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v6i3.15034

Abstract

Micro, small and medium enterprises (MSMEs) have an important contribution to the Indonesian economy and thrive in Papua, including in Jayapura. Efforts to develop MSMEs continue to be carried out so that MSMEs can obtain capital assistance. However, in practice, MSMEs are often constrained by undocumented financial management. Therefore, this program aims to mobilize MSMEs to increase interest in compiling books related to their business transactions. This program was carried out using lecture and discussion methods. Ability regarding accounting knowledge and interest in compiling accounting records were also reviewed before and after the material was given. The introduction of application-based accounting records provides convenience for MSMEs in compiling books. The results of this program indicate that MSMEs have realized the importance of compiling accounting records in running a business, both manually and based on applications. In addition, the participants also wanted further activities in the form of training and assistance in compiling accounting records related to the business transactions they carried out using an accounting recording application. This shows that interest in compiling accounting records for MSMEs increased after participating in this program. --- Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) memiliki kontribusi penting dalam perekonomian Indonesia dan tumbuh subur di Tanah Papua termasuk di Kota Jayapura. Upaya pengembangan UMKM terus dilakukan agar pelaku usaha bisa memperoleh bantuan modal. Namun, dalam prakteknya, UMKM sering terkendala karena pengelolaan keuangan yang tidak terdokumentasi. Oleh karena itu, program pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan tujuan untuk menggerakkan pelaku usaha agar meningkatkan minat menyusun pembukuan terkait transaksi usaha yang dijalankan. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan menggunakan metode ceramah dan diskusi. Kemampuan mengenai pengetahuan akuntansi dan minat dalam menyusun pemncatatan akuntansi juga ditinjau sebelum dan setelah pemberian materi dilakukan. Pengenalan pencatatan akuntansi berbasis aplikasi digunakan untuk memberikan kemudahan bagi pelaku UMKM dalam menyusun pembukuan. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa pelaku UMKM telah menyadari pentingnya penyusunan pencatatan akuntansi dalam menjalankan bisnis, baik secara manual maupun berbasis aplikasi. Selain itu, peserta juga menginginkan adanya kegiatan lanjutan berupa pelatihan dan pendampingan dalam menyusun pencatatan akuntansi terkait transaksi bisnis yang mereka jalankan dengan menggunakan aplikasi pencatatan akuntansi. Hal ini menunjukkan bahwa minat menyusun pencatatan akuntansi pelaku UMKM meningkat setelah mengikuti program pengabdian kepada masyarakat ini.
PELATIHAN PEMASARAN ONLINE SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN BATIK GESEK GODHONG RW6 KELURAHAN TEGALSARI, SEMARANG Maria Yosephine Dwi Hayu Agustini; Agus Cahyo Nugroho; Lenny Setyowati; Bernard Febrianto Tjahjadi; Eko Putri Wahyu Puji Astuti
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2022
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v6i3.15165

Abstract

Batik gesek godhong is a new technique developed by a resident of RT 5 RW 6 Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Candisari Semarang. This local creation is expected to become an icon and unique gift of Semarang. Even though women in RW 6 had been taught the skill of making batik gesek godhong for this purpose, marketing the product has still been the problem. Online marketing is a media that relies on the technology of the internet and is considered effective in reaching broader areas and minimizing costs. Thus, this community service was dedicated to increasing the women's ability to do online marketing. The method applied for this community activity was training on marketing online through e-marketplace and art of selling online and mentoring the application of the training. Even though the number of women who have online shops has increased, they still encounter problems attracting consumers’ interest and building consumer loyalty or implementing the art of selling online. Thus, similar community service activity for them is still needed in the future. Generally, the evaluation of the participants in the training was satisfactory and highly satisfactory. --- Batik gesek godhong merupakan suatu teknik yang dikembangkan seorang warga RT 5 RW 6 Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Candisari Semarang. Karya lokal ini diharapkan bisa menjadi icon kota Semarang dan menjadi oleh-oleh khas Semarang. Walaupun ketrampilan membuat batik gesek godhong sudah ditularkan kepada ibu-ibu di wilayah RW 6 untuk maksud tersebut, namun pemasaran masih menjadi kendala. Pemasaran online merupakan satu media dengan teknologi internet yang dinilai efektf untuk menjangkau area pemasaran yang lebih luas dengan biaya lebih murah. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan pemasaran online bagi ibu-ibu. Metode yang diterapkan adalah pelatihan pemasaran online melalui e-marketplace dan seni berjualan online dan pendampingan dalam penerapan hasil pelatihan. Pelatihan yang diikuti perwakilan tiap RT telah berhasil membuat peserta memiliki toko online di suatu e-marketplace. Walaupun jumlah ibu yang memiliki toko online sudah bertambah, namun permasalahan untuk menarik minat dan loyalitas konsumen atau menerapkan seni berjualan online masih dirasa menjadi kendala. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat serupa masih dibutuhkan dikemudian hari. Namun demikian, secara umum penilaian peserta terhadap program pengabdian ini adalah memuaskan dan sangat memuaskan.
PENGEMBANGAN APLIKASI PENCATATAN KEUANGAN BUMDES PADA BUMDES SEMARAK BANTAENG DI DESA BONTO LOJONG KECAMATAN ULU ERE, KABUPATEN BANTAENG, MAKASSAR, SULAWESI SELATAN Karlina Ghazalah Rahman; Ali Murdhani Ngandoh
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2022
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v6i3.15270

Abstract

Financial Record, The village-owned enterprises are one of the business entity units owned by the village to provide welfare for the community. The economic activities managed by village-owned enterprises are very diverse, so the financial records must also be good and neat. The problem faced by village-owned enterprises is that no record must separate each of its economic activities according to the mandate of the Ministry. Therefore, the development of a simple recording tool using excel was finally carried out. The purpose of this program is to make the financial records of village-owned enterprises neater and easier to understand and meet the desired Ministry criteria. The method is to collaborate with IT design and accounting experts to create a village-owned enterprise recording application tool. This recording uses Microsoft Excel, so all the formulas come from Microsoft Excel. The recording of economic activity transactions managed by village-owned enterprises will be able to run well as expected with the application and format for each part/component of the recording. --- Pencatatan Keuangan, BUMDes adalah salah satu unit badan usaha yang dimiliki desa dengan tujuan untuk memberikan kesejahteraan bagi masyarakatnya. Kegiatan ekonomi yang dikelola BUMDes sangat beragam sehingga pencatatan keuangannya pun harus baik dan rapi. Permasalahan yang dihadapi BUMDes adalah belum adanya pencatatan yang harus memisahkan masing-masing kegiatan ekonominya sesuai amanat Kementerian. Maka dari itu, Pengembangan alat bantu pencatatan sederhana dengan menggunakan excel inipun akhirnya dilaksanakan. Tujuan Program ini adalah untuk membuat pencatatan keuangan BUMDes lebih rapi dan mudah dipahami serta dapat memenuhi kriteria Kementerian yang diinginkan  Metode digunakan adalah  bekerjasama dengan ahli perancang IT dan ahli akuntansi untuk membuat sebuah perangkat aplikasi pencatatan BUMDes. Pencatatan ini menggunakan Microsoft Excel sehingga semua rumus yang ada berasal dari Microsoft Excel. Pencatatan transaksi kegiatan ekonomi yang dikelola oleh BUMDes akan dapat berjalan dengan baik sesuai harapan dengan adanya aplikasi dan format untuk setiap bagian/ komponen pencatatannya. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis dekriptif dari laporan ini yang menyatakan bahwa ada dua aspek keberhasilan. Aspek pertama adalah tingkat kehadiran pada saat kegiatan sosialisasi dilaksanakan harus lebih dari 50% yang hadir dan aspek kedua adalah tingkat pemahaman pengelola BUMDES setelah sosialiasi yang sudah bisa mengaplikasikan pencatata keuangan minimal adalah pencatatan di bagian Jurnal Umum untuk semua jenis usaha yang dikelola. 
KELOMPOK PENGRAJIN LIMBAH PISANG DI DESA BONGKI LENGKESE KABUPATEN SINJAI Riskasari; Sitti Rahmawati Arfah; Ahmad Syarif; Indra Suhaeman
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2022
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v6i3.16431

Abstract

Banana frond craft is a creative industry that utilizes banana fronds to be processed into handicrafts such as bossara, tissue holders, pen holders, and baskets. The initial obstacle was passive group members, so limited human resources resulted in a limited number of productions, in addition to management with traditional systems, and the results of weaving were still plain and monotonous. Also, the location of product marketing is not yet clear, so production is still based on orders, not stock in large quantities. Through this PKM activity, training and mentoring will be carried out to increase the production of woven banana midrib in terms of quantity (amount), quality, and efforts to build a marketing network. This PKM aims to increase the community's economic income through the utilization of the local potential of the village. PKM implementation methods include; (1) Organizational management training to activate KUB members and build a product marketing network. (2) Socialization and training aim to increase public interest and knowledge in processing banana waste into economic value products. (3) Assistance in making Bossara aims to improve skills in making quality Bossara with unique and varied designs through weaving practices to finishing product manufacture. The result of the service is the formation of an official group with funds for developing the village's creative economy; the bossara design becomes more refined and varied. Product promotion on social media and online advertising succeeded in increasing product sales. --- Kerajinan pelepah pisang merupakan industri kreatif yang memanfaatkan pelepah pisang diolah menjadi kerajinan tangan seperti, bossara, tempat tissu, tempat pulpen dan bakul. Kendala awal berupa anggota kelompok yang pasif sehingga keterbatasan tenaga menyebabkan jumlah produksi terbatas, selain itu pengelolaan dengan sistem tradisional sehingga hasil anyaman masih polos dan terkesan monoton. Serta, lokasi pemasaran produk yang belum jelas sehingga produksi masih berbasis pesanan bukan persediaan stock dalam jumlah banyak. Melalui kegiatan PKM ini akan dilakukan pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan produksi anyaman pelepah pisang dari segi kuantitas (jumlah), kualitas serta upaya membangun jaringan pemasarannya. PKM ini bertujuan menambah penghasilan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal desa. Metode pelaksanaan PKM meliputi; (1) Pelatihan manajemen organisasi untuk mengaktifkan anggota KUB serta membangun jaringan pemasaran produk. (2) Sosialisasi dan pelatihan bertujuan meningkatkan minat dan pengetahuan masyarakat dalam mengolah limbah pisang menjadi produk yang bernilai ekonomis. (3) Pendampingan pembuatan Bossara bertujuan meningkatkan keterampilan membuat Bossara berkualitas dengan desain unik dan bervariasi melalui praktek menganyam hingga finishing pembuatan produk. Hasil pengabdian  berupa pembentukan kelompok resmi dengan dana pengembangan ekonomi kreatif desa, desain bossara menjadi lebih halus dan bervariasi. Promosi produk pada sosial media dan pemasangan iklan pada media online berhasil meningkatklan penjualan produk.
PENDAMPINGAN PEMETAAN POTENSI DESA DI DESA PADDINGING KECAMATAN SANROBONE KABUPATEN TAKALAR Muhammad Ridha Kasim; Muhammad Azhar Burhanuddin; Fadil Abdillah Arifin; Sitti Nurana; Nur Ilah Padhila; Andi Widya Mufila Gaffar; Syamsul Bakhri
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Panrita Abdi - April 2022
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v6i2.17507

Abstract

Paddinging Village has four hamlets, namely Hamlet Paddinging I, Hamlet Paddinging II, Hamlet Bonto Beru and Hamlet Bonto Panno, and has territorial boundaries, namely Tanrara Village in the north, Banyuanyara Village in the south, Jipang Village in the east and Tonasa Village in the west. The service activity was carried out in Paddinging Village, Sanrobone District, Takalar Regency. The service activity begins with a meeting with the Village Head and Community Leaders, and a survey to the village office. The problems faced are the absence of a Village Boundary Map, a Village Public and Social Facility Map, and the Target Audience not understanding the making of a Village Boundary Map, Village Public and Social Facility Map. The purpose of the Village Potential Mapping Program in Paddinging Village as a service activity in this village is so that the Target Audience can understand the Making of Village Boundary Maps and GIS-Based Village Public and Social Facilities Maps, and the Paddinging Village Office has a Village Boundary Map, a Village Public and Social Facility Map that the integration is described in the form of Photo Mapping. Implementation of the Making of Village Boundary Maps, Distribution Maps of Village Public and Social Facilities using the Assistance Method to the Target Audience. The results achieved from the implementation of this service activity are that the Target Audience has understood to make Village Boundary Maps, GIS-Based Village Public and Social Facilities Maps, and has been installed at the Paddinging Village Office, Sanrobone District, Takalar Regency. --- Desa Paddinging memiliki empat dusun, yaitu Dusun Paddinging I, Dusun Paddinging II, Dusun Bonto Beru dan Dusun Bonto Panno, serta memiliki batas wilayah, sebelah utara yaitu Desa Tanrara, sebelah selatan Desa Banyuanyara, sebelah timur Desa Jipang dan sebelah barat Desa Tonasa. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di Desa Paddinging Kecamatan Sanrobone Kabupaten Takalar. Kegiatan pengabdian diawali dengan pertemuan dengan Kepala Desa dan Tokoh Masyarakat, dan peninjaun (survey) ke kantor desa. Permasalahan yang dihadapi adalah Tidak Adanya Peta Batas Desa, Peta Fasilitas Umum dan Sosial Desa, serta Khalayak Sasaran tidak memahami pembuatan Peta Batas Desa, Peta Fasilitas Umum dan Sosial Desa. Tujuan Program Pemetaan Potensi Desa di Desa Paddinging sebagai kegiatan pengabdian di desa ini adalah agar Khalayak Sasaran dapat Memahami Pembuatan Peta Batas Desa dan Peta Fasilitas Umum dan Sosial Desa Berbasis SIG, serta Kantor Desa Paddinging memiliki Peta Batas Desa, Peta Fasilitas Umum dan Sosial Desa yang pengintegrasiannya digambarkan dalam bentuk Foto Mapping. Pelaksanaan Pembuatan Peta Batas Desa, Peta Sebaran Fasilitas Umum dan Sosial Desa mengguakan Metode Pendampingan kepada Khalayak Sasaran. Hasil yang dicapai dari pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah Khalayak Sasaran telah memahami membuat Peta Batas Desa, Peta Fasilitas Umum dan Sosial Desa Berbasis SIG, dan telah terpasang di Kantor Desa Paddinging Kecamatan Sanrobone Kabupaten Takalar. 
PENGENALAN JASA EKOSISTEM PESISIR DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 KABUPATEN BINTAN Khairul Hafsar; Khairunnisa; Aditya Hikmat Nugraha
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2022
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v6i3.17635

Abstract

The Riau Islands, with an area of 96% covering the ocean, has a coastal ecosystem consisting of mangrove ecosystems, seagrass ecosystems, and coral reef ecosystems that form a single unit producing ecosystem services. In general, the people of the Riau Islands Province have a fairly high dependence on direct benefits derived from the existence of coastal ecosystems without knowing other services/indirect benefits that can be provided by coastal ecosystems, resulting in over-exploitation that threatens environmental damage to these ecosystems. Conservation and counseling efforts need to be carried out so that the community can know and understand other services/benefits that can be provided by coastal ecosystems, namely by providing education related to coastal ecosystem services to high school students. High school students are generally the young generation of the nation's future successors who can be given an understanding of the roles and services of coastal ecosystems. Community service activities aim to increase public knowledge regarding coastal ecosystem services through lectures, videos, competitions, and pocketbooks to increase target insight. Community Service Activities provide material through lecture methods related to coastal ecosystem services supported by video screenings and poster competitions. Evaluation is done by comparing students' answers based on pre-test and post-test with the Quizizz application's help to increase correct answers > 50%. The results of the comparison of the Pre Test and Post Test showed an increase in the correct answers answered by students at SMAN 1 Bintan Timur. Community Service Activities have increased students' knowledge at SMAN 1 Bintan Timur, Bintan Regency. Power Point Media, Videos, Pocket Books, and Poster Contests effectively introduce coastal ecosystem services to students and high school students. --- Kepulauan Riau dengan wilayahnya yang 96% meliputi lautan memiliki ekosistem pesisir yang lengkap yang terdiri dari ekosistem mangrove, ekosistem lamun dan ekosistem terumbu karang yang membentuk satu kesatuan dalam menghasilkan jasa ekosistem. Umumnya masyarakat wilayah Kepulauan Riau memiliki ketergantungan yang cukup tinggi terhadap manfaat langsung yang berasal dari keberadaan ekosistem pesisir tanpa mengetahui jasa lain/manfaat tidak langsung yang dapat diberikan oleh ekosistem pesisir, sehingga terjadi over eksploitasi yang mengancam kerusakan lingkungan ekosistem tersebut. Upaya konservasi dan penyuluhan perlu dilakukan agar masyarakat dapat mengetahui serta memahami jasa-jasa/manfaat lain yang dapat diberikan oleh ekosistem pesisir yaitu dengan memberikan edukasi terkait jasa ekosistem pesisir terhadap siswa Sekolah Menengah Atas. Siswa sekolah menengah  atas  umumnya  adalah  para   generasi  muda  calon  penerus  bangsa  yang  dapat diberikan pemahaman terkait  peran dan jasa ekosistem pesisir. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait jasa ekosistem pesisir melalui ceramah, video, lomba, dan buku saku dengan harapan dapat menambah wawasan sasaran. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dilakukan dengan memberikan materi melalui metode ceramah terkait jasa ekosistem pesisir yang didukung dengan pemutaran video dan lomba poster. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan jawaban benar siswa berdasarkan pre test dan post test dengan bantuan aplikasi Quizizz dengan harapan adanya peningkatan jawaban benar > 50%. Hasil perbandingan Pre Test dan Post Test menunjukkan bahwa terjadi peningkatan jawaban benar yang dijawab oleh Siswa dan Siswi SMAN 1 Bintan Timur. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat telah meningkatkan pengetahuan Siswa dan Siswi SMAN 1 Bintan Timur Kabupaten Bintan. Media Power Point, Video dan Buku Saku serta Lomba Poster efektif untuk mengenalkan jasa ekosistem pesisir kepada Siswa dan Siswa Sekolah Menengah Atas.
PENERAPAN TEKNOLOGI MESIN PRESS BATU BATA LEGO SEBAGAI INOVASI DAN PROMOSI USAHA BATU BATA GUNA MENINGKATKAN EKONOMI MASYARAKAT DI DESA PAKISTAJI Zulis Erwanto; Nuraini Lusi; Devit Suwardiyanto
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2022
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v6i3.17760

Abstract

In Pakistaji Village, Banyuwangi Regency, some people produce bricks conventionally and are not yet familiar with lego brick innovation and the constraints of its applicating and marketing. Therefore, it is necessary to make the right technology in the form of lego brick molding tools with two molds. The purpose of devotion is to apply lego brick press technology as innovation and promote brick businesses to improve the economy of the community in Pakistaji Village. Methods of carrying out activities through socialization, molding tool operational training, lego brick production, promotional media creation, and trademarks' legality. The results of partner socialization activities promoted BALOX products through websites with pages of https://balox.co.id/. The results of operational training of lego brick molding tools, partners were able to make high-quality products with a production capacity of 200 pieces/day and the target selling price of BALOX with quality 1 per piece with a size of 25x12x7 cm for Rp. 1,800 or Rp. 102,857 per m2 with a total of 57 bricks per m2. Through the legality of balox product trademark No. DID2021052903, balox production can be developed and marketed to the general public, construction world, and developers. --- Di Desa Pakistaji Kabupaten Banyuwangi terdapat masyarakat yang memproduksi bata secara konvensional dan belum mengenal inovasi batu bata lego sekaligus kendala penerapan dan pemasarannya. Oleh karena itu perlu membuat teknologi yang tepat berupa alat cetakan lego bata dengan kapasitas 2 cetakan. Tujuan pengabdian untuk menerapkan teknologi mesin press batu bata lego sebagai inovasi dan promosi usaha batu bata guna meningkatkan ekonomi masyarakat di Desa Pakistaji. Metode pelaksanaan kegiatan melalui sosialisasi, pelatihan alat cetak, produksi bata lego, pembuatan media promosi dan legalitas merek dagang. Hasil kegiatan sosialisasi mitra mampu mempromosikan produk Balox melalui website dengan laman https://balox.co.id/. Hasil pelatihan operasional alat cetak bata lego, mitra mampu membuat produk bermutu tinggi dengan kapasitas produksi sebesar 200 buah/hari dan target harga jual Balox Kw 1 per biji dengan ukuran 25x12x7 cm seharga Rp. 1.800 atau Rp. 102.857 per m2 dengan jumlah 57 bata per m2. Melalui legalitas merek dagang produk Balox No. DID2021052903, maka produksi Balox dapat dikembangkan dan dipasarkan ke khalayak umum, dunia konstruksi dan pengembang.
PERMAINAN EDUKATIF BUSY BOARD: UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS SISWA TUNAGRAHITA DI SLB NEGERI 1 BONE Firdaus; Samintang; Andi Khaerun Nisa; Muhammad Fadlurrahman Imran; Muh. Ikhsan Rahmat; Shinta Dewi Sugiharti Tikson
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2022
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v6i3.17783

Abstract

The Busy Board is a fine motor stimulator board for intellectually disability students with three degrees of difficulty: easy, medium, and hard. This service was provided for three months at SLBN 1 Bone, with partners targeting ten students. The goal of this service is to provide a program by providing leisure-based games and fun games, as well as mentoring intellectual disability children using the Busy Board media, in order to train fine motor skills so that intellectually disability students can easily carry out daily activities without relying on others. The method of executing the Student Creativity Program in the sphere of Community Service, which was carried out at SLB Negeri 1 Bone, began with a review of the partner party to discuss the program's technical execution. The concept of the Busy Board educational game program, program objectives, types of activities, implementation duration, and expected outcomes are explained in the next step, socialization. The PKM-PM Busy Board team also researched the literature on educational games for children's fine motor abilities before continuing to develop a three-level Busy Board, namely Busy Board Easy, Busy Board Medium, and Busy Board Hard. The result of this community service activity is that intellectual disability students at SLBN 1 Bone develop fine motor skills and are able to carry out daily activities independently. --- Busy Board merupakan papan stimulator motorik halus siswa tunagrahita yang terbagi dalam tiga kategori yaitu level easy, medium, dan hard. Pengabdian ini dilakukan selama tiga bulan dengan mitra sasaran 10 siswa tunagrahita di SLBN 1 Bone. Tujuan pengabdian ini adalah untuk menghadirkan program dengan memberikan permainan berbasis leisure dan fun games serta pendampingan kepada anak tunagrahita dengan media Busy Board guna melatih motorik halus sehingga siswa tunagrahita dan mudah melakukan aktivitas sehari-hari tanpa selalu bergantung pada orang lain. Metode pelaksanaan Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan di SLB Negeri 1 Bone diawali dengan melakukan peninjauan kembali ke pihak mitra untuk membicarakan terkait teknis pelaksanaan program. Tahapan selanjutnya, sosialiasi dilakukan dengan pemaparan konsep program permainan edukatif Busy Board, tujuan program, bentuk kegiatan, waktu pelaksanaan, dan luaran yang diharapkan. Selanjutnya, tim PKM-PM Busy Board mengkaji literatur terkait permainan edukatif untuk motorik halus anak dan dilanjutkan dengan pembuatan Busy Board tiga level yaitu Busy Board Easy, Busy Board Medium, dan Busy Board Hard. Selanjutnya dilaksanakan kegiatan secara luring dengan bersama mitra yang dimulai dengan pengenalan permainan Busy Board dan mengenal potensi siswa untuk menilai perkembangan kemampuan motorik halus siswa tunagrahita melalui metode permainan edukatif Busy Board. Evaluasi program dilakukan dengan metode observasi dan wawancara. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah siswa tunagrahita di SLBN 1 Bone mengalami perkembangan kemampuan motorik halus dan mampu menjalankan aktivitas sehari-hari secara mandiri.
PENGENALAN PEMBUATAN VIRGIN COCONUT OIL MELALUI TEKNIK KOMBINASI FERMENTASI DAN ENZIMATIS BAGI MAYARAKAT JABUNG, LAMONGAN Sitti Nur Ilmiah; Yustika Aulia Rahma; Inayah Fitri; Fita Fitriatul Wahidah; Trisnani Alif; Indah Meiliyanah Sari
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2022
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v6i3.17868

Abstract

Jabung is one of the villages in the Laren district. The village has become a partner in community service (PkM) implementation because one of the home businesses developed in this village. That condition became one of the causes implemented that study in the place. The introduction of virgin oil (VCO) to partners aimed at developing home businesses and educating about VCO's advantage. The introduction of VCO products is a development of appropriate technology that can be applied to local communities. This activity can increase partner knowledge to make VCO with easy technique. One of the most significant advantages is health. This PkM introduced fermentation and enzymatic combination method for changing coconut milk to VCO products. The method developed in this PkM is giving materials, discussions, and pre and post-test. The pre and post-test results can provide understanding for that study. The study showed that 70% of this study is necessary, 55% that was ever listening about VCO, 70% had not utilized VCO, 80% were never known to make VCO, and 100% were interested. For post-test, 70% showed that the study was essential, 89,5% very needed for practice next time, 100% understood making VCO with combination method, 94,8% understood making VCO process, and 94,8% were planning for making and utilizing VCO.  ---  Jabung merupakan salah satu Desa yang berada di Kecamatan Laren. Desa tersebut menjadi mitra dalam pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) karena salah satu usaha yang dikembangkan di Desa tersebut adalah usaha rumahan. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan dilaksanakan kegiatan di tempat tersebut. Pengenalan minyak murni (VCO) kepada mitra bertujuan untuk mengembangkan usaha rumahan dan memberikan penjelasan tentang  manfaat VCO. Pengenalan produk VCO menjadi salah satu pengembangan teknologi tepat guna yang dapat diaplikasikan kepada masyarakat sekitar. Melalui kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan mitra untuk memahami pembuatan VCO melalui teknik yang mudah dipahami. Salah satu manfaat yang penting dari pemanfaatan VCO adalah kegunaannya bagi kesehatan. Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan metode kombinasi pembuatan VCO dalam menghasilkan rendemen yang tinggi melalui fermentasi dan enzimatis. Mitra diperkenalkan dan dijelaskan metode kombinasi agar menjadi keahlian bagi masyarakat sekitar. Metode kombinasi ini melalui teknik fermentasi dan enzimatis untuk mengubah santan kelapa menjadi produk VCO. Metode yang dikembangkan dalam kegiatan PkM ini adalah penyampaian materi, diskusi, dan pemberian pre dan post test. Hasil pre dan post test dapat memberikan pemahaman terhadap kegiatan yang berlangsung. Hasil menunjukkan bahwa 70% kegiatan ini sangat perlu dilakukan, 55% menyatakan bahwa sudah pernah mendengar mengenai VCO, 70% belum memanfaatkan VCO, 80% belum pernah mengetahui cara pembuatan VCO, dan 100% menyatakan tertarik. Untuk post-test dihasilkan 70% menyatakan kegiatan yang dilakukan sangat bermanfaat, 89,5% sangat perlu untuk dilakukan praktik selanjutnya, 100% memahami pembuatan VCO dengan teknik kombinasi, 94,8% sangat memahami proses pembuatan VCO, dan 94,8% berencana untuk membuat dan memanfaatkan VCO.     

Filter by Year

2017 2025