cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal ORTOPEDAGOGIA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 273 Documents
Analisis Penyediaan Akomodasi yang Layak bagi Penyandang Disabilitas di Sekolah Inklusif Kabupaten Jember Mais, Asrorul; Komalia, Vivin; Budiyanto, Budiyanto; Sartinah, Endang Pudjiastuti
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 1 (2025): July
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i12025p22-26

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan akomodasi yang layak bagi penyandang disabilitas yang dibutuhkan dan tantangan dalam memenuhi akomodasi yang layak bagi penyandang disabilitas di sekolah inklusif Kabupaten Jember. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitataif studi kasus. Terdapat 10 sekolah inklusif yang terdiri dari kepala sekolah, guru, anggota kelompok kerja pendidikan inklusif, organisasi penyandang disabilitas dan orang tua siswa penyandang disabiltas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyediaan akomodasi yang layak bagi penyandang disabilitas di sekolah inklusif Kabupaten Jember masih menghadapi berbagai tantangan. Meskipun terdapat beberapa upaya untuk meningkatkan aksesibilitas, banyak aspek yang perlu diperbaiki, mulai dari pemahaman tentang kebutuhan penyandang disabilitas hingga penyediaan fasilitas fisik yang memadai berupa penyediaan fasilitas fisik, dukungan psikologis, pelatihan bagi guru, serta penerapan kurikulum berdeferensiasi. Tantangan yang dihadapi berupa minimnya anggaran, perlunya regulasi dan evualuasi terhadap iplementasi penyelenggaraan pendidikan inklusi.
Pengembangan Media Teks ke Suara (TESA) untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Family Tree bagi Siswa Slow Learners Sulasih, Sulasih; Sartinah, Endang Pudjiastuti; Wagino, Wagino
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 1 (2025): July
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i12025p51-56

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran inovatif berbasis teknologi, yakni TESA (Teks ke Suara), yang dirancang secara khusus untuk meningkatkan kemampuan membaca struktur family tree dalam Bahasa Inggris pada siswa slow learners atau siswa dengan kebutuhan belajar khusus. Media ini memanfaatkan teknologi konversi teks ke suara untuk membantu pemahaman informasi visual dan verbal secara simultan. Proses pengembangan mengacu pada model ADDIE yang terdiri atas lima tahap sistematis: Analysis (analisis kebutuhan dan karakteristik siswa), Design (perancangan media dan konten pembelajaran), Development (pengembangan produk TESA), Implementation (penerapan di kelas), serta Evaluation (penilaian efektivitas dan kualitas media). Hasil penelitian menunjukkan bahwa media TESA memiliki tingkat validitas yang sangat tinggi baik dari segi isi materi, visualisasi, maupun tampilan antarmuka. Dari aspek kepraktisan, guru dan siswa memberikan penilaian sangat positif, menunjukkan bahwa media ini mudah digunakan, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan belajar siswa. Pengujian efektivitas menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada hasil tes membaca siswa setelah menggunakan media TESA, yang mengindikasikan bahwa media ini mampu memberikan dampak positif terhadap pemahaman siswa terhadap pengucapan atau pelafalan terkait family tree dalam Bahasa Inggris. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media TESA merupakan solusi pembelajaran yang efektif, layak digunakan, dan memiliki potensi sebagai media pembelajaran yang inklusif, adaptif, serta mampu mendukung peningkatan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris bagi siswa dengan hambatan belajar (slow learners).
Metode Membaca Permulaan bagi Siswa dengan Hambatan Intelektual Bahrudin, Bahrudin; Taboer, Mohammad Arif; Jaya, Indra; Hakim, Isra Al; Rosa, Vita Amalia
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 1 (2025): July
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i12025p1-6

Abstract

Membaca permulaan merupakan bagian dari rangkaian perkembangan kemampuan komunikasi seseorang. Tahapan ini merupakan tahapan tertinggi dalam rangkaian perkembangan komunikasi sebelum kemampuan menulis. Pada sisi lain siswa dengan hambatan intelektual merupakan individu yang mengalami kondisi keterlambatan global sehingga terjadi pelambatan secara menyeluruh dan berdampak pada terjadinya kesenjangan antara usia kronologis dengan usia mental. Kondisi ini yang kemudian berdampak pada stigma pencapaian kemampuan bagi hambatan intelektual, salah satunya adalah membaca permulaan. seringkali keterampilan membaca permulaan menjadi tolok ukur persoalan hambatan intekektual. Namun demikian dalam kenyataannya ditemukan siswa dengan hambatan intelektual dapat mengembangkan keterampilan membaca permulaan. hal ini menjadi kondisi berbanding terbalik. Studi ini dikembangkan dalam rangka menemukan cara guru mengajarkan siswa membaca permulaan. Guna kepentingan pengumpulan data dilakukan wawancara mendalam kepada dua orang guru yang telah berhasil mengembangkan keterampilan membaca permulaan pada siswa dengan hambatan intelektual. Hasil studi menunjukan bahwa guru mengajarkan siswa dengan metode membaca permulaan dengan menggunakan metode suku kata. Temuan lebih mendalam mengenai bagaimana guru mengajarkan membaca permulaan dengan menggunakan metode suku kata dapat dilihat dalam artikel ini.
Kompetensi Guru dalam Penggunaan Alat Bantu Teknologi Asistif untuk Meningkatkan Kemandirian Anak Cerebral Palsy Setyorini, Titis; Junaidi, Ahsan Romadlon; Novianti, Ranti; Ediyanto, Ediyanto
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 1 (2025): July
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i12025p27-33

Abstract

Penelitian kualitatif ini mengeksplorasi pentingnya alat bantu teknologi asistif dalam konteks pendidikan sekolah luar biasa, khususnya untuk siswa dengan kebutuhan khusus seperti Cerebral Palsy. Fokus utama penelitian adalah pada kompetensi guru yang sebagaian besar belum memiliki pengetahuan tentang alat bantu teknologi asistif mendalam. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurangnya pengetahuan guru terhadap teknologi asistif dapat menjadi hambatan signifikan dalam memberikan dukungan yang efektif kepada siswa dengan kebutuhan khusus. Namun demikian, temuan penelitian juga menyoroti potensi besar yang dimiliki guru untuk memperluas pengetahuan dan keterampilan mereka dalam menghadapi pengembangan kompetensi tentang alat bantu teknologi asistif. Implikasi dari penelitian ini menekankan perlunya pelatihan yang intensif dan berkelanjutan bagi guru-guru agar dapat memahami, mengintegrasikan, dan mengoptimalkan penggunaan alat bantu teknologi asistif dalam lingkungan pendidikan sekolah luar biasa. Dengan demikian, artikel ini menyediakan kontribusi penting dalam memperkuat pemahaman tentang peran krusial kompetensi guru dalam memfasilitasi aksesibilitas dan kesetaraan dalam pendidikan anak Cerebral Palsy.
Meningkatkan Kemampuan Decoding dan Memahami Makna Kata pada Anak Tunarungu Melalui Metode Struktural Analitik Sintetik Berbasis Multimodalitas Nini, Klemensia; Junaidi, Ahsan Romadlon
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 1 (2025): July
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i12025p%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan decoding dan pemahaman kata anak tunarungu melalui pengajaran pemahaman tulisan dan pengolahan kosa kata. Penelitian dilakukan pada tiga subyek tunarungu di SLB Bhakti Luhur Malang dengan desain eksperimen kuantitatif A-B-A-B. Penelitian dilakukan selama 21 sesi, termasuk fase baseline dan intervensi. Data dikumpulkan melalui tes dan observasi, kemudian dianalisis dengan analisis kondisi dan antar kondisi serta pendekatan multiple baseline cross variables. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode SAS berbasis multimodalitas secara konsisten meningkatkan kemampuan decoding dan pemahaman makna kata pada ketiga subyek tunarungu. Selanjutnya analisis multiple baseline cross variables mengungkapkan bahwa meskipun kedua kemampuan tersebut meningkat selama intervensi, hubungan antara peningkatan kemampuan decoding dan pemahaman makna kata tidak selalu linear pada setiap subyek dan fase. Ini menandakan bahwa kemajuan dalam decoding belum tentu diikuti oleh kemajuan yang proporsional dalam pemahaman makna kata, dan sebaliknya. Oleh karena itu, intervensi perlu mempertimbangkan dinamika kedua variabel secara terpisah sekaligus untuk mencapai hasil yang optimal.
Analisis Kebutuhan Pengembangan Buku Panduan Kejuruan Housekeeping untuk Kesiapan Kerja Siswa Penyandang Disabilitas Intelektual Ringan Huda, Miftahul; Hastuti, Wiwik Dwi; Susilawati, Sinta Yuni; Ediyanto, Ediyanto
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 1 (2025): July
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i12025p7-12

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas program vokasional tata graha dalam meningkatkan kesiapan kerja bagi siswa disabilitas intelektual ringan. Menggunakan metode kualitatif, studi ini mendalami persepsi, pengalaman, dan perubahan yang dialami oleh siswa disabilitas intelektual ringan yang terlibat dalam program vokasional tersebut. Melalui observasi partisipatif, angket yang mendalam dengan siswa, guru, dan orang tua, serta analisis dokumen program dan dokumentasi. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana program vokasional tata graha dirancang dan diimplementasikan untuk memenuhi kebutuhan spesifik siswa disabilitas intelektual ringan serta dampaknya terhadap kesiapan mereka memasuki dunia kerja. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa program vokasional tata graha secara signifikan berkontribusi terhadap peningkatan kemandirian, kepercayaan diri, dan keterampilan kerja siswa disabilitas intelektual ringan. Keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran praktis dan simulasi lingkungan kerja nyata memperkuat pemahaman mereka tentang dunia kerja dan ekspektasi yang akan mereka hadapi. Selain itu, dukungan sosial dari guru, teman sebaya, dan keluarga terbukti memainkan peran kunci dalam meningkatkan motivasi dan keberhasilan siswa dalam program ini. Temuan penelitian ini menyarankan bahwa program vokasional tata graha merupakan pendekatan yang berharga dalam pendidikan luar biasa, memberikan siswa disabilitas intelektual ringan alat dan keterampilan yang dibutuhkan untuk transisi yang lebih lancar ke dunia kerja. Penelitian ini juga menekankan pentingnya pembelajaran berbasis kompetensi dan pendekatan individualisasi dalam pendidikan vokasional untuk menyesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan unik setiap siswa. Implikasi lebih lanjut dari temuan ini bagi praktik pendidikan, kebijakan, dan penelitian masa depan dalam konteks pendidikan vokasional untuk siswa dengan kebutuhan khusus juga dibahas.
Identifikasi Kemampuan Toilet Training pada Peserta Didik Tunagrahita Rahayu, Puji; Suprihatin, Suprihatin; Taboer, Mohammad Arif
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 1 (2025): July
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i12025p34-38

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keterampilan toiletry pada peserta didik dengan hambatan intelektual dan mengidentifikasi tingkat kesenjangan antara keterampilan toiletry mereka dengan sebayanya. Studi ini dilakukan pada empat orang peserta didik dengan hambatan intelektual sedang. Keempat peserta didik tersebut miliki kesenjangan kemampuan toiletry dibanding sebayanya sehingga secara sosial dianggap memiliki kemampuan fungsi adaptif yang rendah. Metode yang dikembangkan dalam studi ini adalah studi kasus. Guna kem=pentingan pengumpulan data, instrumen yang digunakan dalam mengidentifikasi kemampuan toiletry adalah instrument informal yang terlebih dahulu divalidasi oleh para ahli. Adapun tim ahli yang bersangkutan adalah 1). Ahli dalam hambatan intelektual 2). Ahli dalam Pendidikan khusus, dan 3) ahli dalam evaluasi. Berdasarkan hasil studi ditemukan 3 orang atau 75% anak memerlukan program khusus untuk meningkatkan kemampuan toileting sedangkan 1 orang anak atau 25% sudah baik dalam toileting. Tantangan yang banyak ditemui dan harus segera dilaksanakan intevensi adalah kemampuan buang air kecil. Masalah paling banyak dihadapi oleh peserta didik dalam keterampilan buang air kecil meliputi (1) peserta didik belum mampu menunjukkan tanda-tanda ketika ingin buang air kecil, (2) pergi ke toilet sendiri, (3) membuka celana, (4) membasuh kelamin dengan bersih dan (5) menyiram closet dengan baik dan benar. Beberapa hal tersebut diperlukan program khusus untuk meningkatkan kemampuan toileting. Pada penelitian selanjutnya, peneliti harus dapat menjawab tantangan mengenai metode dalam meningkatkan kemampuan toiletry khususnya dalam keterampilan buang air kecil.
Pengaruh Self Development Program dan Training Menggunakan Video Modeling Terhadap Keterampilan Berpakaian pada Anak dengan Hambatan Intelektual Bandono, Saelan Ami; Aprilia, Imas Diana
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 1 (2025): July
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i12025p64-67

Abstract

Anak hambatan intelektual adalah anak yang secara nyata mengalami hambatan dan keterbelakangan perkembangan mental intelektual jauh dibawah rata-rata sehingga mengalami kesulitan dalam tugas-tugas akademik, komunikasi, maupun keterampilan diri. Anak hambatan intelektual mengalami gangguan kognitif dan fungsi sehari-hari yang signifikan dan seumur hidup. Individu dengan hambatan intelektual ditandai dengan ketidakmampuan melakukan adaptasi perilaku baik kepada dirinya maupun kepada orang lain. Upaya dalam meningkatkan kemampuan diri atau bina diri pada anak dengan hambatan intelektual diperlukan pembelajaran bina diri salah satunya mengurus diri dengan tujuan sebagai suatu upaya memberikan pendidikan bagi anak agar terampil dan dapat hidup dengan mandiri, terutama yang menyangkut pada kehidupanya sehingga dapat beradaptasi dengan lingkunganya. Salah satu program pembelajaran bina diri pada anak hamabatn intelektua ialah memakai baju luar berkancing dengan menggunakan teknik video modeling. Penggunaan video modeling bertujuan untuk memunculkan tanggung jawab anak untuk mengurus diri dan memudahkanya memahami memakai pakaian berkancing sehingga anak mampu melakukan dengan mandiri.
Effective Learning Strategies for Slow Learners Student in Indonesia: A Systematic Literature Review Nabillah, Nadhea Aziizatun; Yoenanto, Nono Hery
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 1 (2025): July
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i12025p13-17

Abstract

Abstract: Slow learner students have several limitations in their learning process, so teachers need to have appropriate learning strategies to help and meet students' learning needs. This research aims to study appropriate and commonly used learning strategies for slow learner students in Indonesia. The research method used is systematic literature review by utilizing seven relevant articles. The results of the research show that there are several strategies that are considered effective, namely identifying student profiles and needs placing slow learner students in the front rows, reviewing material, modifying material and delivery techniques, conducting gradual teaching, small group learning, providing additional individual tutoring, using concrete learning media and technology, providing additional time, and implementing evaluation and assessment strategies for slow learner students' assignments (explaining examination procedures, reducing KKN grades, and extending daily assignment deadlines).
Asesmen Kemampuan Membaca Peserta Didik dengan Autisme Maryawi, Ratna; Jaya, Indra; Taboer, Mohammad Arif
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 1 (2025): July
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i12025p39-43

Abstract

Ketidakmampuan membaca pada anak autisme dapat menghambat kemampuan komunikasi dan partisipasi sosial mereka, karena literasi berperan penting dalam membangun kosa kata, memahami konteks sosial, dan mengurangi perilaku repetitif atau frustrasi, terutama melalui interaksi berbasis cerita atau teks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui level kemampuan membaca peserta didik autisme kelas II SLB Negeri 11 Jakarta. Studi ini dikembangkan dengan menggunakan pendekatan Studi kasus di SLB Negeri 11 Jakarta. Pengumpulan data dilakukan melalui studi observasi, tes, dan dokumentasi. Observasi dilakukan untuk memahami interaksi peserta didik autisme dengan materi bacaan. Tes berfungsi untuk mengukur dan membantu mendapatkan data kemampuan membaca peserta didik autisme, dan dokumentasi melibatkan pengumpulan data dari arsip atau catatan yang sudah ada guna memberikan konteks tambahan dan memperkuat hasil yang diperoleh melalui observasi dan tes. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan membaca tiga peserta didik kelas II Autisme di SLB Negeri 11 Jakarta berada pada level membaca permulaan dengan tahapan yang bervariasi. Peserta didik pertama berada pada level membaca suku kata, peserta didik kedua berada pada level membaca kata dan peserta didik ketiga berada pada level membaca kalimat. Variasi ini menunjukkan kebutuhan intervensi yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik.