cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal ORTOPEDAGOGIA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 273 Documents
Peningkatkan Ketrampilan Motorik Kasar Siswa Down Syndrome melalui Senam Ceria Tulus Sukma Al Wafi; Sihkabuden Sihkabuden
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 4, No 1 (2018): July
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.292 KB) | DOI: 10.17977/um031v4i12018p043

Abstract

Kurangnya ketrampilan motorik merupakan salah satu hambatan yang dimiliki oleh siswa down syndrome. Untuk meningkatkan ketrampilan motorik dapat dilakukan dengan senam ceria. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan video senam ceria terhadap ketrampilan motorik kasar siswa down syndrome. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan yang diadaptasi dari model pengembangan Arief S. Sadiman (2010). Terdapat 3 subjek validasi yaitu, (1) validasi ahli media yang menunjukkan presentase 94%, (2) validasi ahli pembelajaran ABK yang memperoleh presentase 92%, dan (3) ahli materi yang memperoleh presensate 87%. Subjek uji coba dilakukan kepada 4 siswa down syndrome dengan diperoleh rata-rata ketuntasan adalah 100%. Artinya adalah video senam ceria sangat layak dan sangat efektif sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan ketrampilan motorik kasar siswa down syndrome. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi referensi baru dalam pengembangan media pembelajaran dan peningkatan ketrampilan motorik kasar.The lack of motor skills is one of the student’s obstacles with Down syndrome. To improve motor skills can be with “Senam Ceria”. To know utilization of “Senam Ceria” video about gross motor skills of students with Down syndrome is the purpose of this research and development using Arief S. Sadiman (2010) development model. There are 3 validation subjects are, (1) media expert showed the precentage of 94%, (2) ABK learning expert was obtaine of 92% and (3) a percentage of 87% was obtained from material expert. Subject trials conducted to 4 students with Down syndrome was obtaine an average achievement of 100%. It means “Senam Ceria” video is very valid and effective as a learning media to improve gross motor skills of students with Down syndrome. It is expected that the results of this study can be a new reference in the development of learning media and improvement of crude motor skills.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA TEKA-TEKI SILANG BERGAMBAR TERHADAP PENGUASAAN KOSAKATA PESERTA DIDIK TUNARUNGU KELAS IV Ovi Gumelar Setyawan
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 1, No 4 (2015): Jurnal ORTOPEDAGOGIA
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.793 KB) | DOI: 10.17977/um031v1i42015p289-295

Abstract

ABSTRACT: A hearing impairment student is someone who has hearing barriers as the result she has the minimum of vocabulary.The purposes of this research areto describe the mastery vocabulary student with hearing impairment grade IV before and after intervention condition and to analysis the effect of picture crossword puzzle media toward the mastery vocabulary student with hearing impairment in grade IV.The research used was Single Subject Research (SSR) with A-B-A design.Data collection techniques were an oral test and a written test.The results showedthe effect of picture crossword puzzle media was applied toward the mastery vocabulary of student with hearing impairment in grade IV.ABSTRAK: Tunarungu adalah peserta didik yang mengalami hambatan dalam pendengaran sehingga mengakibatkan minimnya perbendaharaan kata. Tujuan penelitian ini adalah untukmendeskripsikan pengusaan kosakata peserta didik tunarungu kelas IV sebelum dan sesudah kondisi intervensiserta menganalisis pengaruh media teka-teki silang bergambar terhadap pengusaan kosakata peserta didik tunarungu kelas IV.Metode yang digunakan yaitu eksperimen berbentukSingle Subject Reseach (SSR) desain A-B-A.Teknik pengumpulan data menggunakan tes lisan dan tes tulis.Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh penggunaan media teka-teki silang bergambar terhadap penguasaan kosakata peserta didik tunarungu kelas IV.
PENGGUNAAN METODE TEAM GAME TOURNAMENT UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERCERITA PADA ANAK AUTIS Agus Puji Astutik
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 1, No 3 (2014): Jurnal ORTOPEDAGOGIA
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.928 KB) | DOI: 10.17977/um031v1i32014p245-250

Abstract

The main purpose of this research is to analyze the impact of TGT learning method (Team Game Tournament) to improve the story telling skill of students with autism of class II- A in SDN kebonsari 2. This research was designed with Classroom Action Research, with research procedure consisted of two cycles. This research result showed that 1 the implementation of TGT the students skill in story telling with class average score in cycle I of first meeting was 62,5 and on cycle 2 of second meeting in the average score obtained was 68. In cycle II of first meeting the new average score obtained was 72 and student classiccal achievement has reached 100%. The research conclusion was the implementation of TGT could improve the story telling skill of autism students class II- a in SDN Kebonsari 2 Malang city. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh penggunaan pembelajaran TGT (teams games tournament) untuk meningkatkan kemampuan bercerita pada anak autis kelas II-A di SDN Kebonsari  2. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan penelitian tindakan kelas, dengan prosedur penelitian terdiri dari dua siklus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) penggunaan metode TGT membuat kemampuan siswa dalam bercerita dari siklus I pertemuan 1 diperoleh dengan rata-rata kelas sebesar 62,5 dan pada siklus I pertemuan 2 diperoleh rata-rata nilai 68. Pada siklus II pertemuan 1, diperoleh rata-rata baru berkisar 72 dan ketuntasan klasikal siswa sudah mencapai 100%. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu penggunaan TGT dapat meningkatkan keterampilan bercerita pada siswa autis kelas II-A SDN Kebonsari 2 Kota Malang
PENGEMBANGAN MEDIA PETA TIMBUL KENAMPAKAN ALAM IPS BAGI SISWA TUNANETRA KELAS VI SDLB Faiz Muzakki; Endro Wahyuno
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 1, No 3 (2014): Jurnal ORTOPEDAGOGIA
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.826 KB) | DOI: 10.17977/um031v1i32014p188-190

Abstract

The Development of Embossed Map Media Subject for Students with visual impairment 6th Grade in Elementary School of Special Needs Education. This study used Research and Development which adapted from Sugiyono’s model that been modified to be 8 steps. The score of Validation result from material expert was of 90%, from material media was of 81%, and from practitional was of 80%. With 90% can be expressed very decent, 81% was very decent stated, and 80% stated very decent. Effectiveness result of media based on student learning outcome obtained very effective criteria for 100%.Key Word: Development, Embossed Map Learning Media, Social Science, Visual Impairment Pengembangan Media Peta Timbul Kenampakan Alam IPS bagi siswa tunanetra Kelas VI di SDLB.Tujuan peneitian ini untuk menghasilkan media pembelajaran peta timbul untuk siswa tunanetra. Jenis Research and Development dengan mengadaptasi model dari Sugiyono yang telah dimodifikasi menjadi 8 langkah. Hasil validasi ahli materi, media, dan praktisi mendapatkan kriteria dengan skor 90%, 81%, dan 80%. Dengan 90% bisa dinyatakan sangat layak, 81 % dinyatakan sangat layak, dan 80 % dinyatakan sangat layak. Hasil keefektifan media berdasarkan hasil belajar siswa mendapatkan skor 100% bisa dinyatakan sangat layak.
HUBUNGAN BIMBINGAN BELAJAR DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA TUNAGRAHITA SMALB Ratna Wijayanti; Mohammad Efendi; Usep Kustiawan
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 1, No 2 (2014): Jurnal ORTOPEDAGOGIA
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.891 KB) | DOI: 10.17977/um031v1i22014p128-134

Abstract

This research aimed at describing the relationship between learning guidance and learning motivation and mentally retarded students. This study applied descriptive correlation researcher model. The results show that there is a correlation between variables tutoring and student achievement, with a value of R = 0773 and the correlation between the variable of learning motivation and the variable of the learning achievement, with a value R = 0767. Based on the results, this study concluded that there is a relationship learning guidance and learning motivation and mentally retarded student achievement, with a value of R = 0.891 and the value of R Square (R2) = 0.794, meaning that 79.4% of the variation in achievement is explained by a tutoring learning and motivation to learn, the rest 20.6% influenced by other factors. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan hubungan antara belajar bimbingan dan motivasi belajar terhadap prestasi siswa tunagrahita. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korelasi antara variabel bimbingan belajar terhadap prestasi belajar siswa, dengan nilai R = 0,773 dan korelasi antara motivasi belajar dan prestasi variabel yang diteliti, dengan nilai R = 0,767. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara bimbingan belajar dan motivasi belajar dengan prestasi siswa retardasi mental, dengan nilai R = 0,891 dan nilai R Square (R2) = 0,794, yang berarti bahwa 79,4% dari variasi dalam pencapaian dijelaskan oleh belajar les dan motivasi belajar, sisanya 20,6% dipengaruhi oleh faktor lain
Pelaksanaan Jawi, Al-Quran, Bahasa Arab, Fardu Ain ( j-QAF) dalam Program Pendidikan Khas Integrasi Safarina Ujang; Norshidah Mohamad Salleh
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 4, No 1 (2018): July
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.402 KB) | DOI: 10.17977/um031v4i12018p059

Abstract

Artikel ini adalah satu meta analisis berkaitan program j-QAF yang dilaksanakan di Malaysia dalam program Pendidikan Khas Integrasi (PKKI). Oleh sebab kebanyakan Guru Pendidikan Islam yang melaksanakan j-QAF dalam Program Pendidikan Khas Integrasi adalah tidak berlatarkan belakangkan pengkhususan dalam bidang Pendidikan Khas maka terdapat permasalahan yang dihadapi oleh guru sebagai pelaksananya. Objektif artikel ini ialah untuk mengenal pasti  pengetahuan Guru Pendidikan Islam (GPI) melaksanakan j-QAF dalam program Pendidikan Khas. Selain itu tujuannya adalah untuk mengetahui tahap kesediaan Guru Pendidikan Islam (GPI) dalam Program Pendidikan Khas Integrasi. 34 artikel telah dianalisis berkaitan dengan kata kunci yang berkaitan dengan program j-QAF . Artikel yang dirujuk bagi reka bentuk kajian meta analisis ini didapati daripada Jurnal Pendidikan Islam, Jurnal Pendidikan  dan prosiding yang dicapai menggunakan pangkalan data EBSCOHOST . Dapatan daripada analisis artikel ini menunjukkan bahawa pengetahuan Guru Pendidikan Islam berkaitan pelaksanaan  j-QAF dalam Program Pendidikan Khas masih berada pada tahap sangat rendah. Manakala tahap kesediaan Guru Pendidikan Islam melaksanakan j-QAF dalam Program Pendidikan Khas Integrasi adalah sederhana dan perlu kepada pengukuhan pedagogi pengajaran Murid Berkeperluan Khas. Hasil  daripada penulisan artikel ini akan  dapat menambah pengetahuan dan memperbaiki amalan pengajaran serta memantapkan pelaksanaan  j-QAF dalam Program Pendidikan Khas Integrasi.
PENGARUH MEDIA BATANG CUISENAIRE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN OPERASI HITUNG PENJUMLAHAN SISWA TUNAGRAHITA KELAS IV SDLB Ria Sekarani; Wiwik Dwi Hastuti
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 1, No 4 (2015): Jurnal ORTOPEDAGOGIA
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.924 KB) | DOI: 10.17977/um031v1i42015p317-324

Abstract

ABSTRACT: Aims of this research are to describe: (1) capability of summation calculating operation for student with intellectual disability in the Grade IV of SDLB in baseline condition without using Cuisenaire batang media, (2) capability of summation calculating operation for student with intellectual disability in the Grade IV of SDLB in intervension condition using Cuisenaire batang media and (3) the influence of Cuisenaire batang media towards capability of summation calculating operation for student with intellectual disability in the Grade IV of SDLB. The result of the research showed that capability of summation calculating operation for student with intellectual disability is low before being given intervention and increasing after being intervention. The influence of Cuisenaire batang media as a form of intervention can be stated in calculation of overlap percentage between baseline phase 1 to intervention phase which is 0%.ABSTRAK: Tujuan penelitian adalah untuk mendiskripsikan: (1) kemampuan operasi hitung penjumlahan siswa tunagrahita kelas IV SDLB saat kondisi baseline tanpa menggunakan media batang Cuisenaire, (2) kemampuan operasi hitung penjumlahan siswa tunagrahita kelas IV SDLB saat kondisi intervensi menggunakan media batang Cuisenaire dan (3) pengaruh penggunaan media batang Cuisenaire terhadap kemampuan operasi hitung penjumlahan siswa tunagrahita kelas IV SDLB. Hasil penelitian menunjukkan, kemampuan operasi hitung penjumlahan siswa tunagrahita rendah sebelum diberikan intervensi dan meningkat saat diberikan intervensi. Adanya pengaruh penggunaan media batang Cuisenaire sebagai bentuk intervensi dapat dinyatakan dalam perhitungan persentase overlap antar fase baseline 1 ke fase intervensi sebesar 0%.
Senam Pagi untuk Membangun Motivasi Belajar Siswa Tunagrahita Azizah Rahmawati; Abdul Huda
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 4, No 1 (2018): July
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.066 KB) | DOI: 10.17977/um031v4i12018p026

Abstract

Kemampuan intlektual yang bisa berpengaruh terhadap kemampuan sosialnya, seperti interaksi yang tidak terarah, sehingga penanganan khusus ataupun upaya penyesuaian didalam menentukan strategi dan perencanan mengajarnya sangat diperlukan. Tujuan penelitian (1) Mendeskripsikan pelaksanaan senam pagi. (2) Mendeskripsikan hambatan implementasi senam pagi, (3) Mendeskripsikan solusi mengatasi hambatan implementasi senam pagi. (4) Mendeskripsikan dampak senam pagi terhadap motivasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Dari hasil teknik pengumpulan data, analisis data dan pengecekan keabsahan temuan yang dilakukan peneliti, menunjukan bahwasannya dalam implementasi kegiatan senam pagi di sekolah didapati (1) Program: penyampiaan tujuan, penentuan sasaran, penanggung jawaban kegiatan, pemilihan bentuk kegiatan senam, pelaksanan dan pengadaan evaluasi. (2) Pelaksanaan: persiapan kegiatan senam, pelaksanaan kegiatan senam, hasil senam pagi dalam pembelajaran dan evaluasi. (3) Hambatan: kondisi siswa dan sarpras. (4) Solusi mengatasi hambatan berupa: pendekatan afeksi dan cara alternatif. (5) Dampak: ketertarikan, kebugaran, kemampuan motorik dan prestasi.Intellectual capabilities that can affect their social capabilities, such as non-directional interaction, so that special handling or adjustment efforts in determining the strategy and planning of teaching is needed. The purpose of research (1) Describe the implementation of morning gymnastics. (2) Describe the obstacles of implementation of morning gymnastic, (3) Describe solution to overcome obstacle of morning gymnastics implementation to build student’s learning motivation. (4) Describe the impact of morning gymnastics on student learning motivation. From data results collection techniques, data analysis and checking the validity of findings conducted by researchers, showed that in the implementation of morning gymnastic activities at school founded (1) program: goals delivery, targeting, responsibility for activities, Gymnastics activities, implementation and evaluation procurement. (2) implementation: preparation of gymnastics activities, the implementation of gymnastics activities, the results of morning exercises in learning and evaluation. (3) Barriers: students’ condition and infrastructure. (4) Solutions: Approach affection and alternative ways (5) Impact: Interest, fitness, motor skills and achievement.
PENGARUH PENGGUNAAN METODE MATERNAL REFLEKTIF TERHADAP KETERAMPILAN MEMBACA PERMULAAN SISWA TUNARUNGU KELAS III SDLB Puput Novita Prasetya Sari; Henry Praherdhiono
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 1, No 3 (2014): Jurnal ORTOPEDAGOGIA
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.5 KB) | DOI: 10.17977/um031v1i32014p217-224

Abstract

The student with hearing impairment have limitation in communicating with people around them because their word interpretation ability is only based on the limited language exposures. The purpose of this research was to describe the influence of method maternal reflective usage toward the initial reading skill for students with hearing impairment in the third grade of SDLB Kepanjen-Malang. This study is a Single Subject Research (SSR) using A-B design. The design was used to measure the change of the target student’s behaviour from baseline phase (A) to intervention phase (B) within the use of Method Maternal Reflective. Anak tunarungu memiliki keterbatasan berkomunikasi dengan orang-orang disekitarnya karena kemampuan menginterpretasi kata dan kalimat hanya berdasarkan pada pengalaman bahasanya yang terbatas. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pengaruh penggunaan metode maternal reflektif terhadap keterampilan membaca permulaan pada siswa Tunarungu kelas III SDLB Kepajen Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Single Subject Research (SSR) dengan desain A-B, desain ini digunakan untuk mengukur perubahan yang terjadi pada target behavior dari fase baseline (A) ke Intervensi (B) dengan tidak dapat melepaskan penggunaan metode maternal reflektif
MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBELANJA SISWA TUNAGRAHITA DENGAN MEDIA GAMBAR Rifqi Syahrul Azizah; Imanuel Hitipeuw; Abdul Huda
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 1, No 2 (2014): Jurnal ORTOPEDAGOGIA
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.039 KB) | DOI: 10.17977/um031v1i22014p160-165

Abstract

The purposes of this research was to increase the shopping skills of a student with intellectual disability in SLB Kemala Bhayangkari Trenggalek by using pictures media evaluated based on three aspects: (1) the ability of shoping in minimarket, (2) the ability of items purchasing and (3) the ability of expensive and cheap concepts. The research method was Single Subject Research (SSR) appoarch, reversal design ABAB. The subject was a sixth grade student with intellectual disaility in SLB Kemala Bhayangkari Trenggalek. The student classified into a mild or intermitten intellectual disability. Data collecting of both shopping ability and the ability of items purchasing was done through observation, and the ability of expensive and cheap concepts was collected by the results of a written test. The analysis of this research was by visual analysis graph. The results of the shopping skill analysis were based on three aspects: (1) the ability of shopping in minimarket, (2) the ability of items purchasing and (3) the ability of expensive and cheap concepts were increasing after being given the intervention. From the results of the graph showing the mean, level and trend were increasing from baseline to intervention. Latency analysis also showed that the changes in behavior occured was less likely to take long time over the intervention. Total Mean of over all aspects in baseline 1 (A1) phase was 22,3, then the mean increasing in intervention 1 (B1) phase was 58,3, the mean total of baseline 2 (A2) phase was 39,5 and the intervention 2 (B2) was 63,5. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan belanja dari siswa dengan cacat intelektual di SLB Kemala Bhayangkari Trenggalek dengan menggunakan media gambar dievaluasi berdasarkan tiga aspek: (1) kemampuan belanja di minimarket, (2) kemampuan item pembelian dan (3) kemampuan konsep mahal dan murah. Penelitian ini merupakan Subjek Tunggal Desain (SSD). Untuk mendapatkan data, peneliti menggunakan tiga instrumen: pengamatan dan hasil test.The tertulis dari analisis keterampilan belanja didasarkan pada tiga aspek: (1) kemampuan belanja di minimarket, (2) kemampuan item pembelian dan (3 ) kemampuan konsep mahal dan murah yang meningkat setelah diberi intervensi. Dari hasil grafik yang menunjukkan rata-rata, tingkat dan tren yang meningkat dari awal sampai intervensi. Analisis Latency juga menunjukkan bahwa perubahan perilaku terjadi kurang mungkin untuk mengambil waktu yang lama selama intervensi. Total rata-rata lebih dari semua aspek di awal 1 (A1) fase adalah 22,3, maka berarti meningkatnya intervensi 1 (B1) fase adalah 58,3, total rata-rata dasar 2 (A2) fase adalah 39,5 dan intervensi 2 (B2) adalah 63,5.

Page 4 of 28 | Total Record : 273