cover
Contact Name
Ali Mashuri
Contact Email
mediapsi@ub.ac.id
Phone
+628976322223
Journal Mail Official
mediapsi@ub.ac.id
Editorial Address
Department of Psychology Building A, 4th Floor Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Brawijaya Jalan Veteran, Malang, 65145, East Java - Indonesia Phone: +628976322223 Email: mediapsi@ub.ac.id
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
MEDIAPSI
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 24776459     EISSN : 25492004     DOI : http://dx.doi.org/10.21776/ub.mps
MEDIAPSI accepts original research papers covering all areas of psychology including: general and experimental, industrial and organizational, social, developmental, educational, and clinical. Unfortunately, we currently do not accept review articles to be published in MEDIAPSI.
Articles 255 Documents
Pengantar editor-in-chief Mediapsi volume 7 nomor 1 tahun 2021 Mashuri, Ali
Mediapsi Vol 7, No 1 (2021): JUNE
Publisher : MEDIAPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2021.007.01.1

Abstract

Mediapsi published 7 empirical articles for its new edition, i.e., volume 7 issue 1, 2021, which cover multifarious topics and research methods. The first article is qualitative research aimed at investigating the self-adjustment of a postgraduate who works while studying. The second article focuses on undergraduate students’ academic burnout and explained quantitatively this phenomenon based on various forms of social support. The third article is meta-analysis research to synthesize the extent to which mindfulness-based interventions are effective in increasing resilience at the workplace. The fourth article applied a qualitative method that also touches upon the topic of resilience but within a different context, that is, community resilience amid the COVID-19 pandemic. The fifth article, the same as the third article, is meta-analysis research to examine to what extent music therapy has a significant effect as an intervention in improving sleep quality. The sixth article is an experimental research that tested the effect of virtual reality on the induction of negative emotions. The seventh, last article also examined the phenomenon of social support explained its role in explaining subjective well-being among a sample of ethnic Minang adolescents.Dalam volume 7 nomor 1 tahun 2021 ini, Mediapsi mempublikasikan tujuh artikel empiris dengan topik dan metode penelitian yang bervariasi. Artikel pertama menerapkan metode kualitatif untuk meneliti adaptasi atau penyesuaian-diri mahasiswa yang kuliah sambil bekerja. Artikel kedua mengangkat tema atau topik tentang academic burnout di kalangan mahasiswa yang dijelaskan secara kuantitatif atas dasar berbagai bentuk social support. Artikel ketiga merupakan studi meta-analisis untuk menguji sejauh mana intervensi berbasis mindfulness efektif untuk meningkatkan resiliensi di tempat kerja. Artikel keempat menerapkan metode kualitatif yang juga membahas topik tentang resiliensi tetapi dalam konteks yang berbeda, yaitu resiliensi komunitas di tengah pandemi COVID-19. Artikel kelima, seperti artikel ketiga, adalah studi meta-analisis yang bertujuan untuk menyimpulkan sejauh mana musik terapi berpengaruh signifikan sebagai intervensi dalam meningkatkan kualitas tidur. Artikel keenam merupakan riset eksperimen yang menguji sejauh mana virtual reality berpengaruh dalam menginduksi emosi-emosi negatif. Artikel ketujuh sekaligus terakhir juga meneliti dukungan sosial atau social support dan menguji perannya terhadap subjective well-being di kalangan remaja etnis Minang.
Model Suasana Kelas yang Mensejahterakan Siswa Tingkat Pendidikan Dasar Aziz, Rahmat; Sidik, Nur Ahmad Hardoyo; Trimansyah, Trimansyah; Khasanah, Nur; Yulia, Nurul Mahruzah
Mediapsi Vol 6, No 2 (2020): DECEMBER
Publisher : MEDIAPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2020.006.02.3

Abstract

The students’ well-being is an educational issue that has recently received great attention from various parties, be they academicians, politicians, and policymakers. This research aimed to test the role of classroom climate in enhancing students’ well-being. A correlational study in our work revealed that overall, among a sample of 300 grade V and grade VI students in elementary schools and madrasah ibtidaiyah in East Java, classroom climate positively and significantly predicted students’ well-being. The classroom climate promoted students’ well-being particularly when it took shape via task orientation and when it encouraged solidarity, cooperation, and involvement among students, as well as the perceived teacher justice. Aspects of classroom climate which were suboptimal in explaining students’ well-being included teacher support and learning inquiry.Kesejahteraan siswa baru-baru ini merupakan isu pendidikan yang mendapat perhatian serius dari berbagai pihak, baik akademisi, politisi, maupun pembuat kebijakan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji sejauh mana suasana kelas berperan dalam meningkatkan kesejahteraan siswa. Subjek penelitian adalah 300 siswa kelas V dan VI sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah yang ada di Jawa Timur. Studi korelasional dalam penelitian ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan, suasana kelas menjadi prediktor positif yang signifikan bagi tingkat kesejahteraan siswa. Suasana kelas yang secara signifikan berpengaruh terhadap kesejahteraan siswa adalah suasana kelas yang berorientasi pada tugas, yang bisa mendorong kekompakkan, kerjasama, dan keterlibatan antar siswa, serta yang meningkatkan persepsi bahwa guru telah memperlakukan siswa secara adil. Aspek suasana kelas yang tidak secara signifikan berpengaruh terhadap kesejahteraan siswa mencakup dukungan guru terhadap siswa dan proses penyelidikan dalam kelas. 
VIRTUAL REALITY SEBAGAI PENGINDUKSIAN EMOSI NEGATIF DI INDONESIA Ali, Fachry; Grasiaswaty, Novika; Triman, Arif
Mediapsi Vol 7, No 1 (2021): JUNE
Publisher : MEDIAPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2021.007.01.7

Abstract

Emotion is the driving motive of life for humans. The induction of emotions is necessary to understand the behavioural effects and neurobiological determinants of human emotions. The goal of the present work was to examine the effectiveness of virtual reality as a tool to induce negative emotions among a sample of Indonesian participants (N = 20, with the age ranging between 18 and 25 years old). Emotional manipulation in this research used the immersive video watching method to induce negative emotions, which was measured using the emotional baseline scale.  The finding revealed that among the five negative emotions tested, virtual reality significantly induced anger. What can be implied from this finding is that virtual reality can be of use as a reference for the immersive video database in emotion induction research.Emosi merupakan motif penggerak kehidupan bagi manusia. Penginduksian emosi diperlukan untuk memahami efek perilaku dan penentu neurobiologis emosi manusia. Penelitian ini bertujuan menguji keefektifan virtual reality sebagai alat menginduksi emosi negatif pada responden di Indonesia. Partisipan penelitian berjumlah 20 mahasiswa dengan  rentang usia 18-25 tahun. Manipulasi emosi dalam penelitian ini menggunakan metode menonton video immersive untuk menginduksi emosi negatif yang diukur dengan skala emotional baseline. Hasil penelitian menunjukkan bahwa virtual reality secara signikan mampu menginduksi emosi marah dari lima emosi negatif yang diuji. Implikasinya, virtual reality dapat dijadikan sebagai suatu rujukan database video immersive dalam penelitian penginduksian emosi.
Kontak Antarkelompok dan Demografi sebagai Prediktor Prasangka Etnis Sunda terhadap Etnis Tionghoa Sudiana, Gusvira Noerwendayah; Ihsan, Helli; Nurendah, Gemala
Mediapsi Vol 6, No 2 (2020): DECEMBER
Publisher : MEDIAPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2020.006.02.8

Abstract

In this research, we aimed to examine the role of intergroup contact and demographic factors, as well as that of the interaction between the two variables in explaining prejudice against Chinese among a sample of Sundanese in Bandung. Participants were 384 Sundanese currently living in Bandung. Designed as a correlational study, our work revealed that, first, intergroup contacts significantly and negatively predicted prejudice against Chinese. Second, age and gender significantly predicted prejudice. The final finding demonstrated that, not in line with the hypothesis specified, demographic factors did not significantly moderate the relationship between intergroup contacts and prejudice. We close by elaborating the theoretical and practical implications of those empirical findings in the discussion section, which also explains some limitations in this research and recommendations for follow-up studies to address the limitations.  Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran kontak antarkelompok dan faktor-faktor demografis serta interaksi antar keduanya dalam menjelaskan prasangka etnis Sunda terhadap etnis Tionghoa di Bandung. Subjek penelitian adalah 384 etnis Sunda yang tinggal di Bandung. Penelitian ini dirancang sebagai studi korelasional, yang hasilnya menunjukkan bahwa, pertama, kontak antarkelompok berperan signifikan dalam memprediksi ke arah negatif prasangka terhadap etnis Tionghoa. Hasil kedua menunjukkan bahwa usia dan jenis kelamin juga berperan signifikan dalam menjelaskan prasangka. Temuan terakhir menunjukkan bahwa, tidak mendukung hipotesis yang ditetapkan, faktor-faktor demografis tidak berperan signifikan dalam memoderasi hubungan antara kontak antarkelompok dan prasangka terhadap etnis Tionghoa. Implikasi teoritis dan praktis temuan-temuan empiris tersebut dielaborasi di bagian diskusi, yang juga menjelaskan sejumlah kekurangan dalam penelitian ini serta rekomendasi studi lanjutan untuk menutupi kekurangan tersebut. 
Peran bentuk social support terhadap academic burnout pada mahasiswa Psikologi di Universitas “X” Bandung Fun, Lie Fun; Kartikawati, Ida Ayu Nyoman; Imelia, Lisa; Silvia, Fransiska
Mediapsi Vol 7, No 1 (2021): JUNE
Publisher : MEDIAPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2021.007.01.3

Abstract

Psychology students may experience the symptoms of academic burnout, which can be reduced by good social supports that may manifest in multifarious forms, be they appraisal, belonging, and tangible. This study aimed to examine the role of social supports in explaining academic burnout among psychology undergraduate students. Participants were 327 psychology undergraduate students at X University who were recruited based on quota sampling. We analysed the data using multiple regression analysis to assess how much social supports contribute to academic burnout. The results revealed that belonging (15%) and appraisal (12%) significantly contributed, whereas tangible did not contribute to participants’ symptoms of academic burnout. These observations, overall, suggest the importance of conducting follow-up research using qualitative methods and involving other factors beyond social supports that arguably affect academic burnout among psychology students.Mahasiswa psikologi memiliki peluang yang besar untuk mengalami gejala academic burnout, yang bisa dikurangi melalui dukungan sosial berupa appraisal, belonging dan tangible. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang peran bentuk dukungan sosial terhadap burnout academic pada mahasiswa program studi sarjana psikologi. Sebanyak 327 mahasiswa psikologi di Universitas “X” dipilih menggunakan sampling kuota. Data dianalisis menggunakan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk dukungan sosial yang paling berkontribusi terhadap gejala burnout academic yang dialami partisipan adalah belonging (15%) dan appraisal (12%), sementara tangible support tidak berkontribusi secara signifikan. Temuan ini menekankan pentingnya dilakukan penelitian lanjutan dengan menggunakan metode kualitatif serta melibatkan faktor-faktor selain dukungan sosial yang secara logis mempengaruhi academic burnout pada mahasiswa psikologi.
Peran Konformitas Teman Sebaya dan Kecerdasan Emosi terhadap Adaptabilitas Karier pada Siswa Kelas XI dan XII SMA Negeri 7 Surakarta Habsari, Setiana Tyas; Yusuf, Munawir; Supratiwi, Mahardika
Mediapsi Vol 6, No 2 (2020): DECEMBER
Publisher : MEDIAPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2020.006.02.4

Abstract

Kontribusi Dukungan Sosial terhadap Subjective Well-Being pada Remaja dari Keluarga Etnis Minang Pramisya, Rizki; Hermaleni, Tesi
Mediapsi Vol 7, No 1 (2021): JUNE
Publisher : MEDIAPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2021.007.01.8

Abstract

Subjective well-being is a lynchpin for people’s quality of life, but cultural factors may determine its dynamics. We conducted the present work within the cultural context of Minang people in West Sumatera, aimed as an empirical test on the role of social support in explaining subjective well-being among members of the ethnic group. We recruited 323 Minang adolescents aged between 15 and 19 years in West Sumatera. We found as hypothesised that social support positively and significantly explained subjective well-being wherein more social support was related to more subjective well-being (r = .51, p < .001). Previous research zoomed in on the positive relationship between social support and subjective well-being particularly within the context of individualistic culture. What has been found in our work hence may serve as an alternative to the existing research in which we observed that even within the context of the collective culture of Minang people in West Sumatera, social support positively contributed to subjective well-being.Kesejahteraan hidup menentukan kualitas hidup individu, tetapi dinamikanya mungkin dipengaruhi oleh faktor kebudayaan. Penelitian ini dilakukan dalam konteks budaya etnis Minang di Sumatera Barat dengan tujuan menguji peran dukungan sosial dalam menjelaskan kesejahteraan subjektif. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari 323 remaja berusia antara 15 sampai 19 tahun di Sumatera Barat, yang direkrut atas dasar purposive sampling. Sesuai dengan hipotesis yang diajukan, hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial berperan signifikan dalam menjelaskan kesejahteraan hidup dimana semakin tinggi dukungan sosial maka semakin tinggi kesejahteraan hidup (r= .51, p < .001). Riset-riset sebelumnya menekankan bahwa hubungan positif antara dukungan sosial dan kesejahteraan hidup lebih umum ditemukan dalam budaya individualistik. Menjadi alternatif riset-riset sebelumnya, hasil penelitian ini mengimpilikasikan bahwa dalam budaya kolektif etnis Minang di Sumatera Barat, dukungan sosial berkontribusi positif dalam meningkatkan kesejahteraan hidup.
Front Matters Vol. 6 No. 2 Mediapsi, Mediapsi
Mediapsi Vol 6, No 2 (2020): DECEMBER
Publisher : MEDIAPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2020.006.02.9

Abstract

Front Matters Vol.6 No. 2
Efektivitas Intervensi Berbasis Mindfulness dalam Meningkatkan Resiliensi di Tempat Kerja: Studi Meta Analisis Anasta Putri, Ni Made Wulan Widyaswari; Yudiarso, Ananta
Mediapsi Vol 7, No 1 (2021): JUNE
Publisher : MEDIAPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2021.007.01.4

Abstract

Every individual should develop resilience to become adapted to the new work challenges that are more complex and competitive in the current era. Resilience is an individual's ability to recover from stress. Mindfulness has been found to increase resilience in the existing research. The goal of our research was to examine the effectiveness of mindfulness-based interventions to increase resilience among working individuals. We reviewed 14 research journals as a source of meta-analysis with 759 participants in total. Data processing was based on sample size (N), mean (M), and standard deviation (SD) using the random effect model through which we obtained the medium heterogeneity (I2) = 32% and Hedges'g standardized mean difference (SMD)= .62 (95% confidence interval [Cl] = .43 to .80). These findings imply that mindfulness is less effective in increasing the working individuals’ resilience.Untuk bisa adaptif menghadapi tantangan kerja baru yang semakin kompleks dan kompetitif di era saat ini, setiap indvidu memerlukan daya tahan atau relisiensi. Resiliensi merupakan kemampuan individu untuk pulih dari stres. Dalam riset-riset debelumnya, mindfullness telah ditemukan efektif meningkatkan resiliensi. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti efektivitas intervensi berbasis mindfulness untuk meningkatkan resiliensi pada individu yang bekerja. Kami mereview 14 jurnal penelitian sebagai sumber dari penelitian meta analisis dengan jumlah partisipan sebanyak 759. Data diolah atas dasar ukuran sampel (N), rata-rata (M), dan deviasi standar (SD) dengan menggunakan random effect model, yang menghasilkan nilai heterogenity (I2) = 32% dan Hedges’g (SMD) 0.62 (95% confidence interval [Cl] = 0.43 sampai dengan 0.80) yang berada dalam kategori sedang. Temuan-temuan tersebut mengimplikasikan bahwa mindfulness kurang efektif untuk meningkatkan resiliensi individu yang bekerja.
Pola Perilaku Hidup Sehat tidak hanya Berlaku bagi Pasien Melainkan juga Caregiver Arvia, Alexandra; Purnami, Ida Ayu Made Adhi
Mediapsi Vol 6, No 2 (2020): DECEMBER
Publisher : MEDIAPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2020.006.02.5

Abstract

In this work, we aimed to examine the effectiveness of a counselling program to improve cancer patient caregivers’ health behaviours at Yayasan Kanker Indonesia Jawa Timur (the Indonesian Cancer Foundation, East Java). Caregivers oftentimes experience pressures and demands that make it difficult for them to meet their personal physical and psychological needs. As a consequence, caregivers suffer from stress easily, resulting in their lack of ability to maintain a healthy lifestyle and, ultimately, their proneness to illness. The present research was designed as an experimental study involving 15 caregivers. Substantiating the hypothesis specified, the results showed that the health behaviours of caregivers of cancer patients were significantly improved after they took part in the counselling program.Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji efektivitas penyuluhan untuk meningkatkan perilaku hidup sehat pada para caregiver pasien kanker di Yayasan Kanker Indonesia Jawa Timur. Adanya tekanan dan tuntutan yang dialami oleh caregiver seringkali membuat diri mereka sulit untuk memenuhi kebutuhan fisik dan psikis pribadi. Caregiver menjadi rentan mengalami stres hingga berdampak pada kurangnya kemampuan mereka dalam menjaga pola perilaku hidup sehat, yang menyebabkan mereka mudah mengalami sakit. Penelitian ini didesain sebagai penelitian eksperimen yang melibatkan 15 caregiver.  Mendukung hipotesis yang diajukan, hasil eksperimen menunjukkan bahwa penyuluhan dalam penelitian ini efektif dalam meningkatkan pola hidup sehat pada caregiver pasien kanker. 

Page 9 of 26 | Total Record : 255