cover
Contact Name
Sujinah
Contact Email
linguafranca@um-surabaya.ac.id
Phone
+6281330714146
Journal Mail Official
sujinah@pps.um-surabaya.ac.id
Editorial Address
Jalan Sutorejo No. 59 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Lingua Franca: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
ISSN : 23025778     EISSN : 25803255     DOI : http://dx.doi.org/10.30651/lf.v6i1
Jurnal LINGUA FRANCA merupakan media informasi dan penyebarluasan artikel hasil penelitian maupun konseptual dengan bidang garapan yang berhubungan dengan bahasa, sastra, dan pengajarannya. Arjuna Subject : Seni dan Humaniora - Bahasa dan Linguistik
Articles 297 Documents
Wacana Islam Melalui Novel Surga yang Tak Dirindukan Analisis Wacana Kritis Ala Teun A. Van Dijk Isnah, Encik Savira
Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/lf.v3i2.3649

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan wacana islam melalui teks novel Surga Yang Tak Dirindukan karya Asma Nadia. Metode yang digunakan adalah analisis wacana kritis milik Teun A. Van Dijk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel tersebut merepresentasikan  Islam dengan tema pernikahan dan poligami, karakter tokoh, dan cara tokoh bertindak dalam alur cerita campur pada level teks menggambarkan Islam sebagai kesempurnaan yang penuh pengorbanan, di level kognisi sosial ditemukan hasil analisis latar penulis yang aktif dalam organisasi FLP dan PKS, yang menunjukkan latar penggambaran islam digunakan pada teks, pada level analisis sosial menunjukkan bahwa islam adalah komoditas masyarakat Indonesia saat ini.
Tokoh Perempuan dalam Kaba Sabai Nan Aluih Karya M. Rasyid Manggis dan Novel Senandung Sabai Karya Vera Yuana (Kajian Sastra Bandingan) Erawati, Yolani
Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/lf.v4i1.3712

Abstract

Kaba Sabai Nan Aluih karya M. Rasyid Manggis dan novel Senandung Sabai karya Vera Yuana merupakan dua buah karya sastra yang belatarkan Minangkabau dan menjadikan perempuan Minangkabau sebagai tokoh utamanya. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan dan membandingkan penggambaran tokoh perempuan dalam kaba Sabai Nan Aluih dan novel Senandung Sabai. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitain ini menggunakan pendekatan strukturalisme instrinsik dan kajian sastra bandingan. Sumber data adalah teks dalam kaba Sabai Nan Aluih dan novel Senandung Sabai. Teknik analisis data menggunakan analisis mengalir, yaitu tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1) Tokoh perempuan dalam kaba Sabai Nan Aluih  dan tokoh perempuan dalam novel Senandung Sabai sama-sama digambarkan sebagai sosok perempuan yang memiliki kecantikan baik dari segi fisik maupun batin. Kedua tokoh, yaitu Sabai Nan Aluih dan Reana Sabai memiliki paras yang cantik, sifat yang baik, dan pemberani. (2) Perbedaan penggambaran tokoh perempuan dalam kaba Sabai Nan Aluih  dan novel Senandung Sabai terletak pada zaman dari kedua karya sastra diciptakan yang digambarkan dari cara berpakaian dan pekerjaan masing-masing tokoh. Perbedaan lain juga terlihat dari permasalahan yang dihadapi tokoh Sabai dalam kaba Sabai Nan Aluih dan tokoh Reana dalam novel Senandung Sabai.
Aspek Sosial dalam Novel Hujan Karya Tere Liye Lestari, Anggraeni Khusnah
Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/lf.v4i1.3829

Abstract

memaparkan mengenai aspek-aspek sosial dan keterkaitan antar aspek sosial yang ada dalam novel Hujan karya Tere Liye
Karakteristik Tindak Tutur Direktif Tokoh protagonis dalam Novel Cantik Itu Luka Karya Eka Kurniawan Sidiq, Muhammad; Manaf, Ngusman Abdul
Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/lf.v4i1.3882

Abstract

 ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menjelaskan karakteristik  tindak tutur direktif tokoh protagonis. Tindak tutur direktif yang digunakan adalah tindak tutur memohon. Objek penelitian ini adalah novel Cantik Itu Luka  karya Eka Kurniawan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Tata cara pengumpulan data adalah membaca karya sastra dan mengerti adanya masalah yang ada dalam karya sastra itu sendiri, mengidentifikasi masalah, menentukan alat untuk mengupas fokus penelitian seperti menentukan pendapat ahli yang dianggap cocok untuk memecahkan masalah, inventarisasi, membuat simpulan. Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif untuk mendeskripsikan data yang menjadi objek kajian dan dikutip secara langsung. Hasil penelitian menyatakan terdapat tujuh tintak tutur direktif memohon yang dituturkan oleh beberapa tokoh seperti Dewi Ayu, Salim, dan Adinda  yang memiliki watak protagonis. Dari tuturan memohon watak tokoh protagonis tergambar sangat jelas. Dan dikaitkan dengan konteks mereka bertutur. Kata kunci : Protagonis, tindak tutur direktif. kesantunan berbahasa
Pemerolehan Bahasa Sunda Pada Muhammad Nathan Putra Syahrul Anak Usia 4 Tahun : Kajian Fonologi Irma Pratiwi Pratiwi, Irma Irma
Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/lf.v4i1.4015

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini menyaran pada analisis pemerolehan bahasa sunda pada anak berusia 4 tahun, dengan objek penelitian yang bernama Muhammad Nathan Putra Syahrul  dengan berfokus terkait kajian bunyi suara atau fonologi. Tujuannya untuk melihat seberapa jauh perkembangan dalam aspek fonologi pada anak Nathan dalam memperoleh bahasa sunda. Di usia 4 tahun merupakan fase anak memiliki kosa kata yang tentunya banyak dan bisa berbicara lancar layaknya orang dewasa, walaupun huruf yang disebutkan belum sepenuhnya sesuai. Pembendaharaan kata yang dihasilkan di usia 4 tahun yang di kemukakan oleh lenneberg, sebanyak kurang lebih 1520 kata. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis bahasa sunda Karawang dengan data berupa percakapan Nathan saat petang bersama keluarganya. Penelitian ini menggunakan media berupa rekaman video, yang berdurasi 10:49 dengan pembendaharaan kata yang diujarkan oleh anak berusia 4 tahun, berjenis kelamin laki-laki yang bernama Nathan. Dari hasil tersebut rumusan masalah yang akan diteliti yaitu apa saja bunyi vokal yang ia ujarkan pada saat itu? berapa banyak kosa kata sunda yang ia ketahui pada percakapan tersebut? Berapa banyak bunyi konsonan yang ia ujarkan pada saat itu? apakah terdapat diftong dan bunyi glotal? Dan aspek fonologisnya lain. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif analisis kualitatif dengan mendeskripsikan segala aspek fonologis lalu menguraikannya.
Wacana Ular pada Legenda Telaga Ngebel Analisis Wacana Kritis Ala Teun Van Dijk sujinah, sujinah
Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/lf.v3i2.4024

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat makna ular yang dihasilkan oleh legenda Telaga Ngebel menggunakan analisis wacana kritis. Metode yang digunakan adalah awk milik Teun Van Dijk, yang terdiri dari tiga analisis yaitu analisis teks, kognisi dan sosial. Hasil penelitian menunjukkan analisis teks yang mewacanakan ular sebagai akibat perbuatan melanggar adat, ular sebagai mahluk utusan dewa, dan ular sebagai bahan makanan. Pada analisis kognisi menghasilkan dugaan pengarang adalah suku Jawa, sebab legenda ini berada di Jawa Timur. Suku Jawa percaya bahwa ular merupakan bentuk renkasrnasi dari manusia yang telah mati, artinya ular mewarisi sifat dan sikap manusia. Terakhir analisis sosial menunjukkan bahwa wacana ular pada zaman dahulu sebagai hewan yang ditakuti, diburu dan dibunuh bergeser menjadi hewan yang layak disayangi dan hidup berdampingan dengan manusia.
PENGARUH BAHASA BAKU TERHADAP PEMEROLEHAN BAHASA ANAK USIA 7-8 TAHUN Khotimah, Khusnul
Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/lf.v5i2.4051

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis atau mengkaji bagaimana bahasa baku dapat berpengaruh terhadap pemerolehan bahasa anak usia 7-8 tahun. Berfokus pada analisis pemerolehan dalam bidang sintaksis. Penelitian dilakukan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan mendeskripsikan secara sistematis untuk menghasilkan data-data faktual berupa kata-kata atau tulisan. Hasil dalam penelitian ini ialah penggunaan bahasa baku pada Ramadhan Abdullah Syafi’i yang merupakan objek dalam penelitian ini, menunjukkan bahwa pandangan kaum behavioristik berlaku pada pengaruh penggunaan bahasa baku tehadap pemerolehan bahasanya. Pandangan tersebut menyebutkan bahwa keterampilan bahasa seseorang didapatkan melalui pengalamannya dengan cara melakukan peniruan. Dalam hal ini, Rafi melakukan peniruan terhadap bahasa baku yang digunakan oleh gurunya di sekolah serta film animasi kesukaannya yang telah di dabbing menjadi bahasa Indonesia. Sehingga dirinya sering menggunakan bahasa baku dalam berkomunikasi sehari-hari.
Leksikon Sebagai Sarana Pembuat Klasifikasi: Kajian AWK dalam Berita Pemilihan Presiden 2019 Kompas.com & Republika.co.id Huda, Miftahul
Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/lf.v4i2.4129

Abstract

Abstrak: Tulisan ini meneliti penggunaan leksikon sebagai alat kekuasaan untuk melakukan praktik marginalisasi terhadap kelompok lain.   Salah satu peran leksikon dalam bahasa berita adalah untuk membuat klasifikasi. Dengan klasifikasi, kita dapat melihat bentuk-bentuk leksikon yang menunjukkan perilaku pro dan kontra. Data dalam penelitian ini diambil dari media masa Online kompas.com dan republika.co.id. Yang digunakan sebagai sumber data dalam penelitian ini adalah berita dalam media masa online dari situs kompas.com dan republika.co.id selama bulan maret 2019.Tulisan ini memperlihatkan bahwa leksikon yang digunakan sebagai alat pembuat klasifikasi dapat menjadi berbeda peran sebagai pro dan kontra. Leksikon yang   menunjukkan   perilaku   kontra   digunakan   untuk   mendekomposisi   terhadap kelompok yang lain, sedangkan yang menunjukkan perilaku pro digunakan untuk memfasilitasi  maksud  dari  kelompok  yang  lain  dan  meletakkan  kelompok  mereka sendiri pada posisi tersudut. Beberapa merupakan leksikon yang digunakan untuk membuat klasifikasi dan beberapa yang lain digunakan untuk adu wacana. Kata kunci: analisis wacana kritis, kosakata, klasifikasi, online
Kesenian Gendang Belek Masyarakat Suku Sasak Sebagai Budaya Tradisional Fazalani, Runi
Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/lf.v4i2.4229

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan tentang: (1) perkembangan kesenian gendang beleq di suku Sasak sebagai budaya tradisional dan (2) fungsi kesenian gendang beleq pada masyarakat suku Sasak. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif yaitu membahas tentang musik gendang beleq sebagai musik tradisional pada budaya suku Sasak yang seiringnya berjalannya waktu dapat berubah dengan berkembangnya teknologi pada saat ini sesuai dengan penelitian studi kepustakaan yang digunakan dan sumber pustaka berasal dari berbagai sumber seperti, jurnal, artikel, buku-buku, internet, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah: (1) Awal munculnya kesenian gendang beleq masyarakat menggunakannya untuk mengiringi prajurit perang akan tetapi seiring berjalannya waktu yang semakin modern dan dengan teknologi yang semakin maju kesenian gendang beleq sekarang digunakan untuk mengiringi pengantin, khitanan, kurisan (memotong rambut bayi yang pertama kali) dan acara pestival dan (2) Fungsi kesenian musik gendang beleq untuk masyarakat Suku Sasak sebagai musik pengiring dalam upacara-upacara adat misalnya acara pernikahan (Merariq), khitanan (Sunatan), potong rambut bayi atau aqiqah (Ngurisan) dan upacara besar (Begawe beleq).
Analisis Wacana Al-Qur’an Suroh Al-A’raf Ayat 25 Sebuah Fenomena Kematian Chaer, Hasanuddin; Sirulhaq, Ahmad; Rasyad, Abdul
Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/lf.v4i2.4239

Abstract

Reinkarnasi adalah salah satu fenomena yang selalu menghasilkan kontroversi besar. Sementara beberapa orang berdasarkan pengalaman pribadi yakin akan kemungkinannya, beberapa yang lain langsung mengkritisi hal itu. Artikel ini menggunakan metode analisis deskriptif, informasi data dari struktur wacana ayat-ayat al-Qur’an yang terkait dengan objek kajian, data tersebut dianalisis, ditafsirkan dan kemudian kami simpulkan. Tujuan artikel ini untuk mengkontekstualisasikan fenomena kematian didalam wacana al-Qur’an suroh al-A’raf ayat 25 dalam kerangka Islam ortodok dan merekonsiliasi antara dua pandangan yang berbeda Hindu dan Islam tentang reinkarnasi.