cover
Contact Name
Debby Ratno Kustanto
Contact Email
koestanto88@gmail.com
Phone
+6281374563222
Journal Mail Official
jurnal.stikespn@gmail.com
Editorial Address
Jl. Khusuma Bhakti No 99 Kelurahan Gulai Bancah Kecamatan Mandiangin Koto Selayan Kota Bukittinggi
Location
Kota bukittinggi,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 20857098     EISSN : 26571366     DOI : -
Jurnal Kesehatan STIKes Prima Nusantara merupakan jurnal ilmiah berkala yang ditujukan untuk mempublikasikan karya ilmiah hasil penelitian, pengembangan, dan studi pustaka dibidang ilmu keperawatan, kebidanan, kesehatan masyarakat dan ilmu kesehatan pada umumnya.
Articles 453 Documents
FACTOR MORBIDITY OF NEGLECTED TROPICAL DISEASES Elda Suswita; Hamzah Hasyim; Depi Nopania Utami; Dewi Milandiah; Dinda Andini Putri; Dwi Novrianti Putri; Elda Yanti; Elita Sari
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12 (2021): Supplementary 2
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v12i0.624

Abstract

Neglected Tropical Diseases (NTDs) causes a decrease in patient activity and productivity and has an impact on the family and surrounding community. In the last few decades, NTDs have begun to receive attention from various countries because even though the fatality number is weak, the morbidity rate is very high. The aim of this research was to establish a literature review on Neglected Tropical Disease. The method used is literature review; uses the Pub med database as the basis for post search, the use of reviewed articles is journals or articles published in the last 10 years with a total of 30 articles. Partnerships linking key donor agencies, charities, NGOs, regulatory authorities, the pharmaceutical industry, and other essential needs managers are vital in fighting NTDs and it is possible to access the healing process for everyone in the world.The potential impacts are universal drawbacks published with the decadent changes in the air, namely in part: dispensation, most notably on vector-borne diseases.The results of data extraction it can be concluded thatNTDs is a neglected disease even though this disease can last a long time and interfere with personal, family and community activities and productivity.
THE MAIN CAUSE OF HIV/AIDS INFECTION DISEASE Aannisah Fauzaania; Hamzah Hasyim; Atik Wulandari; Deasy Sumarni; Aidil Fitrianto; Bayu Anggriani; ani meliyani; Ahmad Taher
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12 (2021): Supplementary 2
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v12i0.625

Abstract

 Background: The emergence of Human Immunodeficiency Virus (HIV) has delivered large fitness demanding situations to youngsters and young people round the sector manifesting as biological, psychological, and social problems. This then have become a worldwide project which isn't always simplest depending on the fitness quarter, however additionally the complete authorities quarter in widespread due to the effect of HIV sickness which has the capacity to assault all groups.Purpose: behavior a literature overview on HIV/AIDS. This literature overview will describe the primary reasons of HIV primarily based totally on a few dependable references.Method: the use of a literature overview with the database used is Pubmed, a literature seek method with the keywords "HIV", "AIDs", and "HIV/AIDs".Result: Our meta-evaluation discovered that the pooled occurrence estimate of AUD amongst PLWHA changed into determined to be 29.80% (95% CI; 24.10–35.76). Conclusion: Results discovered that the primary motive of HIV contamination among men changed into the injection of narcotics, and withinside the girls it changed into sexual sex with an inflamed individual. 
DETERMINAN FAKTOR LANGSUNG DAN TIDAK LANGSUNG PENYEBAB KEKURANGAN ENERGI KRONIK PADA IBU HAMIL BERESIKO Ocik Lestari; Zulkarnain Zulkarnain; Najmah Najmah; Nurlaili Nurlaili; Indah Yuliana
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12 (2021): Supplementary 2
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v12i0.629

Abstract

Latar Belakang: KEK pada ibu hamil adalah keadaan gizi kurang yang terjadi karena tubuh kekurangan salah satu atau beberapa zat gizi yang dibutuhkan saat kehamilan. Penyebab tubuh kekurangan zat gizi bisa dikarenakan oleh jumlah zat gizi yang dikonsumsi kurang, mutu zat gizi yang rendah, gagalnya penyerapan zat gizi dalam tubuh, dan kenaikan volume darah selama kehamilan yang akan meningkatkan suplay kebutuhan Fe atau zat Besi pada tubuh ibu hamilTujuan: Penelitian ini bertujuan secara umum untuk mengetahui hubungan determinan faktor langsung dan faktor tidak langsung dengan kejadian Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil berisiko.Metode: Desain penelitian adalah kuantitatf dengan pendekatan Crossectional atau potong lintang. Waktu dan tempat penelitian adalah Kabupaten Kepahiang dimulai dari bulan Oktober sampai dengan November 2021. Populasi sebanyak 141 orang ibu hamil dan sampel penelitian diambil dengan Teknik total sampling. Analisis data menggunakan analisis multivariat dengan uji Regresi binary logistic.Hasil: Diketahui hubungan faktor langsung; asupan nutrisi dan paritas (p value 0.005 dan 0.000), Diketahui hubungan faktor tidak langsung ; tingkat pendidikan dan pekerjaan, (p value 0.000 dan 0.022), Determinasi yang paling dominan adalah faktor pendidikan dari kelompok factor tidak langsung, dimana ibu hamil berpendidikan rendah berpeluang 8.4 kali, Model faktor risiko yang paling memiliki interaksi yang paling erat/kuat terhadap kejadian KEK adalah faktor pendidikan, dimana kejadian KEK pada kelompok ibu hamil yang berpendidikan rendahSimpulan: dari hasil penelitian didapatkan bahwa faktor yang paling dominan terhadap kekurangan energi kronik pada ibu hamil beresiko adalah faktor pengetahuan ibu.
HUBUNGAN INDEKS MASA TUBUH IBU HAMIL TRIMESTER I DENGAN KEJADIAN PREEKLAMPSIA Diah Wulandari Wulandari; Anisefa Tromina Herpi Putri
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 13 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v13i1.633

Abstract

Latar Belakang:Preeklampsia adalah gangguan progresif multisistem yang ditandai dengan onset baru hipertensi dan proteinuria atau onset baru hipertensi dan disfungsi organ dengan atau tanpa proteinuria pada pertengahan kehamilan atau postpartum. Preeklampsia di Indonesia 128.273 kasus/tahun (5,3%), merupakanpenyebabutamakematianibumelahirkan(15-20%), kematian perinatal, kelahiran prematur,Intra Uterine Growth Restriction (IUGR). Overweight dan obesitas merupakan salah satu faktor risiko terjadinya preeklampsia.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan IMT pada ibu hamil kehamilan trimester I dengan kejadian preeklampsia.Metode: Penelitian ini menggunakan desain case-control. Populasi terjangkau adalah seluruh ibu hamil dan bersalin yang dirawat di RSUD Wates Kulon Progo, Yogyakarta pada Januari-Desember 2016. Sampel memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 20 kelompok kasus dan 20 kelompok kontrol. Data penelitian merupakan data sekunder yang diperoleh dari rekam medis dengan teknik simple random samplingyang diambil pada bulan September-Desember 2017. Data dianalisis menggunakan uji chi-square (?=0,05), analisis regresi logistik ganda dan analisis stratifikasi uji Mantel-Haenszel.Hasil: Kejadian preeklampsia pada ibu primigravida dengan IMT overweight sebanyak 9 kasus, ibu primigravida dengan IMT overweight dan tidak preeklampsia sebanyak 0 kasus, kejadian preeklampsia lebih berisiko 5,6 kali pada ibu dengan riwayat IMT overweight pada trimester I dibandingkan dengan ibu yang memiliki riwayat IMT normal pada hamil trimester I (p-value= 0,01; OR: 5,6; 95% CI: 1,254 – 25,060). Hasil penelitian pada uji Mantel-Haenszel menunjukkan terdapat perbedaan signifikan IMT Ibu hamil trimester I pada kelompok kasus dan kelompok kontrol setelah dikontrol dengan paritas.Kesimpulan: Ibu dengan IMT ?25,0 kg/m2 memiliki risiko terjadinya preeklampsia 
PENGARUH PAPARAN PARTIKULAT TERHADAP PENYAKIT KULIT Nurrobikha Nurrobikha; Erika Pebriyanti; Yuanita Windusari; Misnaniarti Misnaniarti; Andries Lionardo; Ashar Kholik Afandi
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12 (2021): Supplementary 2
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v12i0.634

Abstract

Studi ini menyelidiki efek paparan partikulat (PM) pada penyakit kulit manusia dengan melakukan tinjauan sistematis literatur yang ada dan melakukan meta-analisis. Ini dianggap artikel melaporkan efek asli dari PM pada kulit manusia. Dari 13 artikel dimasukkan sebagai bahan pertimbangan lebih lanjut dengan terlebih dahulu dilakukan pemilahan artikel yang berisi data, artikel ulasan, editorial, dan juga pemilihan artikel yang menggunakan Bahasa Inggris. Systematic random dan uji plot digunakan untuk memperkirakan efek paparan partikulat terhadap kulit manusia. Menurut laporan tentang paparan dan efek negatif (seperti: dermatitis atopic, eksim dan penuaan kulit) karena polusi udara, dengan resiko relative sebesar 0,99 (95% CI). Sedangkan pada tingkat PM atau disebut dengan Partikulat yang lebih halus menunjukkan peningkatan resiko penyakit kulit pada manusia, terutama dermatitis atopic, yang beresiko terjadi pada bayi dan anak usia sekolah. Dengan ukurannya yang lebih kecil dan konsentrasi logam yang tinggi.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU DENGAN KOMPLIKASI PERSALINAN Wiwit Fetrisia; Tuti Oktriani; Kholilah Lubis
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 13 No 3 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v13i3.637

Abstract

Menurut laporan World Health Organization (WHO) tahun 2016 Angka Kematian Ibu (AKI) di dunia yaitu 289.000 jiwa. Resiko kematian ibu karena proses melahirkan di Indonesia adalah 1 : 65 kelahiran. Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator pembangunan kesehatan dalam RPJMN 2015-2019 dan SDGs. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui Hubungan Usia, Paritas, dan Jarak kehamilan ibu Dengan Komplikasi Persalinan Di Wilayah Kerja Puskesmas Kabupaten Dharmasraya Silago 2020. Metode penelitian ini menggunakan metode retrospectif, kemudian data diolah dengan menggunakan uji Chi-quare test. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 50 orang responden dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Hasil penelitian ini Hasil uji statistik diperoleh nilai p value = 0,000 (p<?) maka dapat disimpulkan adanya Hubungan Usia ibu Dengan Komplikasi Persalinan Di Wilayah Kerja Puskesmas Silago Kabupaten Dharmasraya Tahun 2020. Hasil uji statistik diperoleh nilai p value = 0,000 (p<?) maka dapat disimpulkan adanya Hubungan Paritas ibu Dengan Komplikasi Persalinan Di Wilayah Kerja Puskesmas Silago Kabupaten Dharmasraya Tahun 2020.Hasil uji statistik diperoleh nilai p value = 0,000 (p<?) maka dapat disimpulkan adanya Hubungan Jarak kehamilan ibu Dengan Komplikasi Persalinan Di Wilayah Kerja Puskesmas Silago Kabupaten Dharmasraya Tahun 2020. Disarankan pada ibu hamil dapat menambah informasi bagi ibu hamil tentang resiko pada kehamilan sehingga ibu dapat menghindari komplikasi pada saat persalinan.
HUBUNGAN POLA ASUH TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA Pagdya Haninda Nusantri Rusdi; Kartika Mariyona
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12 (2021): Supplementary 2
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v12i0.639

Abstract

Stunting merupakan salah satu permasalahan status gizi pada balita yang digambarkan sebagai bentuk kegagalan pertumbuhan akibat gizi buruk dan kesehatan selama periode prenatal dan postnatal. Stunting muncul sebagai akibat dari keadaan kekurangan gizi yang terakumulasi dalam waktu yang cukup lama sehingga akan lebih terlihat manifestnya secara fisik di usia 24 – 59 bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja puskesmas Suliki Kanagarian Tanjung Bungo Kabupaten Lima Puluh Kota. Desain penelitian ini adalah kuantitatif analitik observasional, dengan desain Penelitian cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu balita di Puskesmas Suliki Kanagarian Tanjung Bungo Kabupaten Lima Puluh Kota. Pengambilan sampel menggunakan teknik Consecutive Sampling sebanyak 100 orang. Hasil analisis bivariate diperoleh p-value = 0,001 yang menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan pemberian makan dengan kejadian stunting balita, p-value = 0,000 yang menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara rangsangan sosial dengan kejadian stunting balita, p-value = 0,001 yang menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara rangsangan sosial dengan kejadian stunting balita, p-value = 0,002 yang menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting balita dan p-value = 0,000 yang menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pemanfaatan pelayanan kesehatan dengan kejadian stunting balita. Kesimpulan penelitian ini adalah pola asuh dalam keluarga yang berupa pemberian makanan, rangsangan psikososial, kebersihan, sanitasi lingkungan dan pemanfaartan pelayanan kesehatan berhubungan dengan kejadian stunting pada balita.
HEPSIDIN SEBAGAI BIOMARKER ANEMIA PADA IBU HAMIL Putri Engla Pasalina; Afrah Diba Faisal
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 11 No 3 (2020): Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v11i3.641

Abstract

Latar Belakang :World Health Organization (WHO) memperkirakan 20% populasi di dunia mengalami anemia pada tahun 2011 dan 38% diantaranya adalah wanita hamil. Hormon hepsidin merupakan parameter baru yang dapat mengidentifikasi anemia berdasarkan penyebabnya.Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan kadar hepsidin antara kelompok non anemia, kelompok anemia defisiensi besi dan kelompok anemia non defisiensi besi pada ibu hamil.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan metode pendekatan cross sectional comparative. Jumlah sampel sebanyak 36 orang yang terdiri dari kelompok non anemia, anemia defisiensi besi dan anemia non defisiensi besi. Pemeriksaan kadar Hemoglobin dilakukan dengan alat hematologi analyzer, sedangkan kadar hepsidin dan feritin diukur dengan metode ELISA. Uji bivariat menggunakan uji Kruskal Wallis.Hasil :Hasil penelitian menemukan rerata kadar hepsidin pada kelompok anemia defisiensi besi (37,67 ± 3,91 ng/ml)  lebih rendah dibandingkan kelompok non anemia (51,89 ± 28,83 ng/ml) dan hampir sama dengan rerata kadar hepsidin pada kelompok anemia non defisiensi besi (37,51 ± 7,90 ng/ml). Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang bermakna kadar hepsidin di antara ketiga kelompok tersebut. (p=0,25).Kesimpulan : Kesimpulan dari penelitian ini tidak terdapat perbedaan yang bermakana pada kadar hepsidin di antara kelompok non anemia, anemia defisiensi besi dan anemia non defisiensi besi. Sebaiknya dilakukan pengembangan penelitian mengenai hubungan hepsidin dengan anemia dengan pemeriksaan yang lebih komplit serta menggunakan media urin.
PERILAKU GIZI-KESEHATAN IBU BALITA PADA MASYARAKAT ADAT SAMIN DI JAWA TENGAH Risti Kurnia Dewi; Ali Rosidi; Hadi Riyadi; Ani Margawati; Ali Khomsan
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 11 No 3 (2020): Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v11i3.642

Abstract

Latar Belakang: Budaya berpengaruh terhadap keputusan dan perilaku terkait gizi-kesehatan suatu masyarakat adat.  Seperti yang diketahui perilaku gizi-kesehatan yang salah dapat berdampak buruk seperti kurang gizi bahkan sampai mengakibatkan kematian ibu dan anak.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pendidikan dan perilaku gizi-kesehatan ibu balita pada masyarakat adat Samin di Jawa Tengah.Metode: Penelitian deskriptif dengan mixed method ini melibatkan 88 ibu balita masyarakat adat Samin di Kabupaten Kudus, Pati, dan Blora, Jawa Tengah. Tingkat pengetahuan, dan persepsi gizi-kesehatan diperoleh dari hasil persentase jawaban benar pada kuesioner yang kemudian di kategorikan ke dalam tiga tingkatan. Uji korelasi Spearman juga dilakukan untuk mengetahui hubungan antar variabel.Hasil: Hasil menunjukan 98% ibu balita pada kelompok Kudus-Pati tidak bersekolah sedang 68,4% ibu balita di Blora telah mengenyam pendidikan dasar. 50% ibu balita di Kudus-Pati memiliki tingkat pengetahuan yang rendah, namun 55,3% ibu balita di Blora memiliki tingkat pengetahuan sedang. 68% ibu balita di Kudus-Pati memiliki persepsi negatif, namun 73,7% ibu balita di Blora telah memiliki persepsi gizi-kesehatan yang positfi. Uji beda juga menunjukan perbedaan signifikan (p<0,05) pada kedua kelompok terkait dua variable tersebut. Uji korelasi juga menunjukan adanya hubungan antara tingkat pendidikan, pengetahuan, dan persepsi ibu balita (p<0,05).Simpulan: Simpulan yang dapat diambil dari hasil penelitian ialah terdapat perbedaan antara tingkat pendidikan, pengetahuan, dan persepsi ibu balita antar kedua kelompok di mana ibu balita di Blora lebih baik dibanding ibu balita di Kudus-Pati.
HUBUNGAN KUALITAS DIIT DAN KONTROL KADAR GLUKOSA DARAH PASIEN DM TIPE 2 PESERTA PROGRAM PROLANIS Risti Kurnia Dewi; Hafifatul Auliya Rahmy
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 13 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v13i2.646

Abstract

Latar Belakang: Kualitas diit yang baik diperlukan untuk kontrol kadar glukosa darah bagi seorang penderita diabetes mellitus tipe 2 (DMT2).Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kualitas diit penderita DMT2 dengan kadar glukosa darah pada peserta PROLANIS di Kota PadangMetode: Penelitian di laksanakan di Kota Padang dengan jumlah responden sebanyak 78 orang yang berasal dari Puskesmas Rawang, Sebarang Padang, dan Anak Air. Data kualitas diit responden diperoleh melalui wawancara menggunakan Semi Quantitative Food Frequency Questionaire. Data kemudian dianalisis menggunakan Alternate Healthy Eating Index yang diadaptasi sesuai Pedoman Gizi Seimbang Indonesia. Uji korelasi Spearman dilakukan untuk melihat hubungan antar variabel.Hasil: Hasil menunjukan bahwa 69,2% responden merupakan wanita dan 50% responden tergolong ke dalam usia dewasa madya (40-59 tahun). Tingkat pengetahun gizi 66,7% responden juga tergolong sedang. Status gizi 52,6% responden tergolong gizi lebih bahkan ada yang tergolong obes III. Kadar glukosa darah 51,3% responden pun juga tidak terkontrol (³180 mg/dL). Kualitas diit responden diketahui tidak ada yang tegolong tinggi dan 69,2% diantaranya masih membutuhkan perbaikan. Hasil uji Spearman antara kualitas diit dan kadar glukosa darah responden menunjukan nilai p-value sebesar 0,387.Simpulan: Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara kualitas diit responden dan kadar glukosa darahnya pada penelitian ini.

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Volume 16 Nomor 1 Tahun 2025 (on progress) Vol 15 No 3 (2024): Jurnal Kesehatan Volume 15 Nomor 3 Tahun 2024 Vol 15 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan Vol 15 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Vol 14 No 3 (2023): Jurnal Kesehatan Vol 14 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan Vol 14 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan Vol 13 No 3 (2022): Jurnal Kesehatan Vol 13 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan Vol 13 (2022): Supplementary 1 Vol 13 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Vol 12 No 3 (2021): JURNAL KESEHATAN Vol 12 No 2 (2021): JURNAL KESEHATAN Vol 12 (2021): Supplementary 2 Vol 12 (2021): Supplementary 1 Vol 12 No 1 (2021): JURNAL KESEHATAN Vol 11 (2020): JURNAL KESEHATAN - Special Issue Hari Kesehatan Nasional 2020 Vol 11 No 3 (2020): Jurnal Kesehatan Vol 11 No 2 (2020): JURNAL KESEHATAN Vol 11 No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Vol 11 (2020): JURNAL KESEHATAN-SPECIAL ISSUE KEBIDANAN Vol 10 No 3 (2019): JURNAL KESEHATAN Vol 10 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Vol 10 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan : STIKes Prima Nusantara Bukittinggi Vol 10 (2019): Special Issue HKN Vol 9 No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Prima Nusantara Bukittinggi Vol 9 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Prima Nusantara Bukittinggi Vol 8 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Prima Nusantara Bukittinggi Vol 8 No 1 (2017) Vol 7 No 2 (2016) Vol 7 No 1 (2016) Vol 6 No 2 (2015) Vol 6 No 1 (2015) Vol 5 No 2 (2014) Vol 5 No 1 (2014) Vol 4 No 2 (2013) Vol 4 No 1 (2013) Vol 3 No 2 (2012) Vol 3 No 1 (2012) Vol 2 No 2 (2010) More Issue