cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JLBG (Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi) (Journal of Environment and Geological Hazards)
ISSN : 20867794     EISSN : 25028804     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi (JLBG) merupakan terbitan berkala Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan, yang terbit triwulan (tiga nomor) dalam setahun sejak tahun 2010. Bulan terbit setiap tahunnya adalah bulan April, Agustus dan Desember. JLBG telah terakreditasi LIPI dengan nomor akreditasi 692/AU/P2MI-LIPI/07/2015.
Arjuna Subject : -
Articles 218 Documents
Analisis Pengaruh Sebaran Litologi Terhadap Hidrogeokimia pada Akuifer Bebas Cekungan Air Tanah (CAT) Jakarta Hartanto, Fandika Virgiawan; Putranto, Thomas Triadi; Setiawan, Taat
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 14, No 3 (2023)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34126/jlbg.v14i3.495

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Cekungan Air Tanah (CAT) Jakarta yang terletak di provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Air tanah bebas merupakan air tanah yang paling mudah dipengaruhi oleh proses-proses kimia baik berupa evaporasi, air hujan, pengaruh dari air laut, litologi, ataupun pengaruh antropogenik. Permasalahan yang sering terjadi adalah berupa ketidaktahuan mengenai perubahan fasies tersebut, terutama litologi. Geologi yang terdapat pada Cekungan Air tanah (CAT) Jakarta ini cukup banyak berupa Tuff Banten (QTvb), Kipas Alluvial (Qav), Endapan Pematang Pantai (Qbr), dan Endapan Alluvial (Qav) yang mampu mempengaruhi perubahan fasies air tanah tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan fasies dan pengkelasan air tanah serta kondisi kimiawi air tanah pada CAT Jakarta terhadap pengaruh kondisi litologi. Metode yang digunakan dalam penentuan klasifikasi fasies air tanah ini adalah data kimia air tanah sejumlah 66 sampel pada akuifer bebas Cekungan Air Tanah (CAT) Jakarta dan kemudian dilakukan analisis sifat fisik dan kimia air. Pada sifat kimia, sampel air memliki pH yang berkisar antara 5,8 hingga 9,5, nilai DHL berkisar antara 53-5.020 μS/cm, dan nilai TDS berkisar antara 56-3.363 mg/L. Berdasarkan hasil analisis fasies air tanah yang terklasifikasi pada diagram piper berupa fasies CaHCO3, NaHCO3, MgHCO3, dan NaCl. Perubahan fasies air tanah dipengaruhi oleh adanya proses interaksi pertukaran anion dan kation dengan litologi dan pencampuran ataupun pencucian air tanah oleh air hujan pada Cekungan Air Tanah Jakarta dimana hal tersebut menggambarkan proses kimia air tanah yang terbentuk cenderung ke arah evaporasi dan transportasi yang disebabkan oleh proses rock dominance.
The Multichannel Analysis of Surface Waves Method (MASW): Brief Theory and Application to Near Fault Zone Identification Handoyo, Handoyo
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34126/jlbg.v15i1.493

Abstract

The characterisation of near subsurface geological features such as sedimentary layer thickness distribution andnear-surface geological structures are interest and continues to be studied to understand the complete conditions in thesubsurface. One geophysical method that can be used for characterising shallow targets is the Multichannel Analysisof Surface Waves (MASW) method. The MASW method is a method that utilises the dispersive nature of surface wavesto model the shear wave velocity distribution in each layer vertically (Vs-depth model). The MASW method consists ofthree stages: acquisition, processing, and inversion. In this paper, we describe the general concept/theory of MASWand its application to characterise a shallow fault zone at a target depth of about 150 m in the active zone, IberianPeninsula, Spain. This study is supported by trenches data as a marker for the fault plane in the study area. Basedon the study and results obtained in this paper, it is hoped that it can provide a brief theory regarding the MASWmethod for the benefit of learning and advancing science and technology in Indonesia. Moreover, it is also hopedthat the application of the MASW method in Indonesia will continue to develop and can be used with wider interests.
Earthquake Date Prediction Based on The Fluctuation of Radon Gas Concentration Near Grundulu Fault Pratama, Thomas Oka; Sunarno, Sunarno; Waruwu, Memory Motivanisman; Wijaya, Rony
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 14, No 2 (2023)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34126/jlbg.v14i2.478

Abstract

There were 5 to 26 destructive earthquakes from 2020 to 2022 in Indonesia. Earthquake prediction is unsuccessful and has not provided a reliable forecasting mechanism. At the same time, it is necessary to have an earthquake early warning system to reduce the risk of an accident. In Indonesia, radon gas has been studied to determine its relationship with earthquake events, but earthquake predictions have low sensitivity and accuracy values. In this study, the prediction of earthquake time was carried based on radon gas concentration fluctuations in the active Grundulu fault, which is located in Pacitan, East Java, Indonesia. The method is to collect radon gas concentration measurement data from telemonitoring stations near active faults. The data is then sent to the web server and processed based on the daily average. The daily average of radon gas concentrations and earthquake occurrences is tabulated by day. The daily average data for the concentration of radon gas that is processed is when an earthquake occurs between the Eurasian and Indo-Australian plates with a magnitude of more than M4.5. After that, the daily average radon gas concentrations were statistically processed to find the earthquake time prediction algorithm. The study's findings show that earthquakes above M4.5 that occur between the Eurasian and Indo-Australian plates can be predicted using statistical data processing from radon gas concentration measurements near the Grundulu fault, Pacitan, 1-4 days before the earthquake. The earthquake date prediction algorithm developed has a sensitivity and precision of 78.79% and 70.27 %. This achievement is better than previous research that predicts the time of earthquakes near the Opak Fault, Yogyakarta.Kata kunci: Active Fault, Earthquake, Prediction, Radon, Telemonitoring
Analisis Geomorfologi Daerah Desa Ngoro-Oro dan Sekitarnya Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Amri, Muhammad Adimas; Lestari, Arini Dian; Y, Himmes Fitra; N, Suherman D; S, Yarra; Sulastri, Murni
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 14, No 3 (2023)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34126/jlbg.v14i3.498

Abstract

Daerah penelitian terletak di Desa Ngoro-Oro, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta luas daerah penelitian 20 km2. Secara astronomis daerah penelitian berada pada 110° 31' 0.9335" - 110° 33' 44.4815" BT dan - 7° 50' 31.8300" – 7° 52' 42.8123" LS. Tujuan untuk penelitian ini untuk mengetahui kondisi geomorfologi dari segi aspek morfografi, morfometri dan morfogenentik yang berpengaruh keadaan bentang alam yang dikontrol oleh struktur geologi dan litologi. Metode pengambilan data dilakukan melalui pemetaan geomorfologi secara terstruktur dengan mengamati bentuk topografi, relief, kemiringan lereng, bentuk morfologi di lapangan, jenis litologi penyusun, dan keberadaan struktur geologi. Secara geologi regional, daerah penelitian berada di Formasi Semilir, Formasi Nglanggran, dan Formasi Sambipitu dengan umur Miosen Awal-Miosen Tengah. Daerah penelitian terdapat tiga satuan yaitu Satuan Batupasir Karbonatan Selang-seling Batulempung Karbonatan, Satuan Breksi Monomik, Satuan Breksi Polemik, dan Satuan Autobreksia. Daerah penelitian berada di Zona Pegunungan Selatan, memiliki kemiringan lereng terjal – sangat terjal, dengan bentuk lahan bervariasi mulai dari perbukitan, pengunungan, dan dataran. Terdapat tiga pola pengaliran yaitu trelis, trelis terarah, dan angular. Geomorfologi daerah penelitian dibagi menjadi tiga yaitu Satuan Geomorfologi Perbukitan Sisa Gunungapi Nglaggran, Satuan Geomorfologi Punggungan Blok Sesar Batur, dan Satuan Geomorfologi Dataran Struktur Sesar Kali Bubung. Kondisi geomorfologi daerah penelitian dipengaruhi oleh tenaga endogen akibat aktivitas vulkanisme dan tektonik.
Groundwater Potential in the Serang - Tangerang Groundwater Basin Based on the Groundwater Balance Method Tirtomihardjo, Haryadi; Setiawan, Taat; Putra, Dendi Borneo; Aminuddin, Aminuddin
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34126/jlbg.v15i1.500

Abstract

Groundwater u in an area, region or groundwater basin (GB) needs to consider various aspects, especially technicalaspects related to the existence and potential availability of groundwater in that unit area. The existence of groundwaterdescribes where groundwater is stored and distributed in an aquifer system, including the dimensions of theaquifer system and its hydraulic properties; meanwhile, groundwater availability includes the quantity and qualityof groundwater in the aquifer system. For the use of groundwater to be carried out sustainably, the balance betweengroundwater availability and groundwater use needs to be maintained within a safe limit, meaning that the use ofgroundwater does not hurt either the condition or the environment of groundwater. The balance between the twowhich is known through the calculation of the groundwater balance provides an overall picture of the components ofgroundwater that enters and the component of groundwater that exits an aquifer system. The calculation results forthe Serang-Tangerang GB groundwater balance show that the discharge of free groundwater utilized in the 2020-2021 period is around 60% of the recharge discharge, so it is in the category between safe and critical. Meanwhile,the use of groundwater in confined aquifer systems during these two periods was greater than the flow rate so it wasincluded in the damaged category
Analisis Keruntuhan Lereng dengan Metode Structure from Motion (SfM) pada Lereng Tambang Batugamping di Tuban, Jawa Timur Susanto, Akbar; Najib, Najib; Hidayatillah, Ahmad Syauqi; Novianto, Hendi; Aryati, Farida; Palumpun, Valentinus Alan Wibisono
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 14, No 2 (2023)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34126/jlbg.v14i2.485

Abstract

Kegiatan penambangan pada tambang terbuka memiliki dinamika perubahan geometri lereng yang berbeda seiring dengan laju kegiatan penambangan. Dinamika lereng tersebut perlu dilakukan penyelidikan dalam geologi teknik seperti melalui analisis kinematika lereng berdasarkan kedudukan diskontinuitas hasil scanline dengan menggunakan kompas geologi. Akan tetapi, penyelidikan tersebut dapat diganti menggunakan metode seperti metode Structure from Motion (SfM). Metode SfM mempunyai kelebihan dalam melakukan penyelidikan secara efektif, menjangkau area yang tinggi dan berbahaya. Dalam metode SfM, bentukan lereng divisualisasikan menjadi model 3D sesuai dengan kondisi aktual sehingga dapat diekstraksi kedudukan diskontinuitas yang dimiliki suatu lereng. Data penyelidikan metode SfM diambil melalui foto udara menggunakan drone quadcopter DJI Phantom Pro V.2. Selanjutnya data tersebut diolah menjadi dense point cloud melalui Agisoft Metashape Pro agar dapat dilakukan ekstraksi bidang diskontinuitas. Ekstraksi bidang diskontinuitas dilakukan dengan aplikasi Cloud Compare dan Discontinuity Sets Extractor (DSE). Penggunaan aplikasi ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana perbandingan hasil analisis kinematika lerengnya. Berdasarkan hasil kinematika dari dua ekstraksi data diskontinuitas yang berbeda, pada kinematika lereng untuk ekstraksi data melalui Cloud Compare ditemukan hasil tipe keruntuhan guling dengan signifikansi 28,57 %, dan untuk hasil dari ekstraksi data melalui DSE didapatkan hasil bahwa lereng tidak memiliki kecenderungan untuk terjadinya keruntuhan. Hasil analisis kinematika yang diberikan pada pengolahan data dari hasil ekstraksi diskontinuitas pada aplikasi DSE menunjukkan hasil yang masih meragukan karena memiliki kecenderungan error pada saat dilakukan komputasi secara otomatis. Hal ini berbeda dengan hasil dari ekstraksi data pada aplikasi Cloud Compare karena ektraksi data diskontinuitas dilakukan dengan manual oleh pengamat. Pemanfaatan metode SfM memberikan kemudahan dan keefektifan dalam mengambilan data diskontinuitas untuk analisis data kestabilan lereng. 
Identification of Volcanic Breccia Formation Distribution in Relation to Groundwater Aquifer Potential Using 3D Resistivity Data Modelling Fatahillah, Hilmi El Hafidz; Ratna, Putri Natari; Septiawan, Fardy; Pratama, Ridho Nanda; Al Ghiffari, Muhammad Razzaaq; Wicaksono, Noviarso; Hidayat, Wahyu; Noor, Mochamad Rifat; Widiaputra, Taufiq; Aziz, Muhammad Luthfi; Ramadhan, Rachmat
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 14, No 3 (2023)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34126/jlbg.v14i3.484

Abstract

Electrical resistivity tomography (ERT) method has been widely used in environmental surveys including hydrogeology study to provide images of the subsurface resistivity distribution. In this study, ERT survey using Wenner - Schlumberger electrode configuration was conducted to investigate the distribution of groundwater aquifer potential in the area dominated by various weathered volcanic rocks that unconformably overlaid limestone formation. The resistivities were measured using ARES resistivity meter each with total of 48 electrodes. The resistivity data were then processed using the robust inversion method that is more optimal to characterize sharp lithological boundary transitions observed in the study area. The resistivity value of the inverted model is interpreted into three different lithologies, namely soil (1.82-5 Ωm), volcanic breccias (5-20 Ωm) and limestone (>20 Ωm). This lithological interpretation was confirmed by borehole cutting report from the nearby well, regional geological map, and direct geological observation. Further, the inverted ERT section along with geological observation indicated volcanic breccias as an aquifer potential in the study area. The 2D resistivity cross-section is then gridded to obtain a 3D model of the potential aquifer geometry. From the model, the volume of volcanic breccia which is suspected as an potential aquifer layer is estimated at 122,392,828 m3.
Penentuan Lokasi dan Jalur Evakuasi Tsunami Berdasarkan Historis Tsunami Gunung Api Anak Krakatau di Pesisir Desa Carita, Banten Mutaqin, Bachtiar W.; Hastiwi, Antika Heni; Pertiwi, Dian; Mardiatno, Djati
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 14, No 2 (2023)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34126/jlbg.v14i2.358

Abstract

Wilayah pesisir Desa Carita di Provinsi Banten merupakan lokasi pariwisata yang rawan akan bencana tsunami, baik yang disebabkan oleh aktivitas lempeng tektonik maupun erupsi gunung api. Pada Desember tahun 2018, wilayah pesisir Desa Carita dihantam tsunami yang dipicu oleh longsoran sebagian tubuh Gunung Api Anak Krakatau sehingga menimbulkan korban jiwa dan kerusakan material yang cukup signifikan. Berdasarkan historis tsunami di Selat Sunda, dilakukan kajian terhadap lokasi dan jalur evakuasi tsunami dengan memanfaatkan data penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis. Penentuan lokasi dan jalur evakuasi mengacu pada skenario inundasi dengan ketinggian tsunami 5 m dan diidentifikasi menggunakan Google Map. Terdapat tiga bangunan yang dianggap layak untuk dijadikan sebagai lokasi evakuasi yaitu Masjid Jami Al-Barokah, Puskesmas Carita, dan Kantor Kecamatan Carita. Waktu tempuh yang dibutuhkan masyarakat berjalan kaki dari pinggir pantai hingga lokasi evakuasi tsunami berkisar antara 9 hingga 16 menit.Kata kunci: Banten, Carita, evakuasi, inundasi, SIG, tsunami
Kajian Resiliensi Fisik Pasca Bencana Gerakan Tanah Sebagai Dasar Dalam Penentuan Kebijakan Relokasi, Studi Kasus Kabupaten Bogor, Jawa Barat Putra, Iqbal Eras
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 15, No 2 (2024)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34126/jlbg.v15i2.506

Abstract

Gerakan tanah sebagai salah satu bencana yang terkait dengan curah hujan mengalami peningkatan frekuensi kejadian seiring dengan perubahan iklim yang terjadi secara global. Indonesia sebagai negara tropis dengan curah hujan yang tinggi membuat potensi bencana gerakan tanah juga semakin meningkat. Upaya penanggulangannya saat ini lebih banyak bersifat reaktif, yaitu dilakukan pasca terjadi bencana, salah satunya ialah kebijakan relokasi untuk masyarakat terdampak. Namun, kebijakan relokasi tersebut tidak selalu berhasil membuat kehidupan masyarakat terdampak menjadi lebih baik. Perpindahan tempat tinggal membuat masyarakat harus beradaptasi, terkadang meliputi segenap aspek sehingga resiliensi masyarakat pasca relokasi lebih rendah dibanding lokasi asal. Segenap masalah yang dapat muncul tersebut membuat masyarakat cenderung memilih untuk tetap tinggal dengan anggapan gerakan tanah tidak akan terjadi setiap waktu dibanding tinggal di tempat baru yang kemungkinan lebih aman dari bencana. Oleh karena itu, kebijakan relokasi menjadi pilihan terakhir ketika rehabilitasi lahan dan rekayasa geoteknik tidak memungkinkan. Untuk itu, resiliensi daerah terdampak perlu dikaji terlebih dahulu dengan pertimbangan bahwa menetap di daerah asal lebih menjamin resiliensi sosial dan ekonomi masyarakat. Dengan demikian diperlukan kajian aspek fisik di daerah terdampak untuk menilai tingkat resiliensi fisik pasca terdampak gerakan tanah. Resiliensi fisik meliputi berbagai aspek yang menjadi penyebab gerakan tanah seperti kemiringan lereng, kondisi batuan, keairan, tata guna lahan, serta curah hujan. Hasil kajian menunjukkan bahwa hampir semua aspek mengalami perubahan pasca terjadi gerakan tanah. Kemiringan lereng yang berkaitan dengan gerakan tanah susulan memiliki resiliensi yang paling rendah. Aspek berikutnya yang perlu diperhatikan adalah kondisi geologi sedangkan aspek curah hujan yang menjadi pemicu justru mengalami penurunan dalam 3 tahun terakhir. Kata kunci: Gerakan Tanah, Pasca Bencana, Relokasi, Resiliensi.
Analysis of Seawater Intrusion Based on Groundwater Hydrogeochemistry in the Jakarta Groundwater Basin Al Farizi, Muhammad Salman
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 15, No 2 (2024)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34126/jlbg.v15i2.518

Abstract

Excessive groundwater extraction can result in the intrusion of seawater inland, contaminating the aquifer conditions in the Jakarta Groundwater Basin or commonly known as seawater intrusion, impacting the use of water for daily domestic and industrial needs. Therefore, an analysis is conducted to generate the seawater intrusion spread zones using a groundwater classification method on 54 samples from the confined aquifers of the Jakarta Groundwater Basin. Based on the analysis results of classified groundwater facies using the Piper diagram, facies such as CaHCO3, NaHCO3, MgHCO3, NaCl, and NaSO4 are identified, with CaHCO3 dominating from west to east and NaCl in the northern region of Jakarta, resulting in a groundwater salinity classification of 2, ranging from fresh to brackish water. A Na/Cl ratio <1 may be attributed to seawater mixing into the aquifer, possibly due to low rates of rainwater flushing through percolation. Conversely, a high Na/Cl ratio indicates interactions between groundwater and rocks through hydrolysis and acid-base reactions. Besides the Na/Cl ratio, a CL/HCO3 ratio <0.5 indicates no influence, 0.5 to 6.6 indicates slight to moderate influence, and >6.6 indicates high influence. Moreover, seawater intrusion classifications are divided into four categories: freshwater, slight seawater intrusion, moderate seawater intrusion, and relatively high seawater intrusion. This research is also expected to provide further evaluation, especially on an annual basis, particularly in the North Jakarta, East Jakarta, and Bekasi Regency areas.