cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JLBG (Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi) (Journal of Environment and Geological Hazards)
ISSN : 20867794     EISSN : 25028804     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi (JLBG) merupakan terbitan berkala Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan, yang terbit triwulan (tiga nomor) dalam setahun sejak tahun 2010. Bulan terbit setiap tahunnya adalah bulan April, Agustus dan Desember. JLBG telah terakreditasi LIPI dengan nomor akreditasi 692/AU/P2MI-LIPI/07/2015.
Arjuna Subject : -
Articles 218 Documents
Pemanfaatan Data Satelit Sentinel-5P untuk Pemantauan SO2 Pasca Erupsi Gunung Anak Krakatau Putri, Fanny Aditya; Nugroho, Udhi Catur; Tjahjaningsih, Arum; Brahmantara, Randy Prima
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 14, No 1 (2023)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34126/jlbg.v14i1.351

Abstract

Salah  satu  gunung  api  yang  cukup diwaspadai  di  Indonesia  saat  ini adalah  Gunung  Anak  Krakatau  yang terletak  di  Selat  Sunda.  Aktivitas letusan  gunung ini  telah  terjadi secara  sporadis  dalam  beberapa dekade  terakhir. Berdasarkan data PVMBG, pada bulan April 2020 Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi. Gas SO2 yang diemisikan pada saat erupsi gunung api perlu dipantau persebarannya. Gas SO2 tersebut di udara dapat bereaksi dengan uap air membentuk senyawa sulfat yang dapat menyebabkan hujan asam. Selain dapat menyebabkan hujan asam dalam skala lokal, SO2 dari letusan gunungapi juga dapat mempengaruhi iklim secara global. Teknologi penginderaan jauh satelit telah banyak digunakan untuk memantau SO2 pasca erupsi gunung api. European Space Agency (ESA) meluncurkan satelit Sentinel-5 Precursor (Sentinel-5P) yang memiliki misi melakukan monitoring polusi udara dengan mengamati konsentrasi gas-gas yang ada di atmosfer. Salah satu sensor yang dibawa oleh satelit Sentinel-5P adalah The TROPOspheric Monitoring Instrument (TROPOMI). Pada penelitian ini, data Sentinel-5P digunakan untuk memantau konsentrasi gas SO2 pasca erupsi Gunung Anak Krakatau pada tanggal 10 April 2020. Berdasarkan hasil pengolahan data, diperoleh bahwa peningkatan konsentrasi SO2 teramati oleh Sentinel-5P pada tanggal 11 April dan mencapai konsentrasi puncak pada tanggal 12 April. Setelah tanggal 12 April, konsentrasi SO2 mulai menurun tetapi tetap menunjukkan nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan nilai di awal bulan April. Hal ini disebabkan oleh adanya beberapa erupsi yang terekam di seismograf, walaupun secara visual tidak teramati. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa satelit Sentinel-5P dapat digunakan untuk pemantauan peningkatan konsentrasi SO2 akibat erupsi gunung api.
Pemetaan Distribusi dan Keterpaparan Bangunan Terhadap Tsunami Pasca Restorasi Gumuk Pasir Parangtritis, Yogyakarta Iswari, Marindah Yulia
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 14, No 1 (2023)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34126/jlbg.v14i1.408

Abstract

Pesisir selatan Jawa memiliki potensi bahaya kepesisiran yang tinggi seperti ancaman tsunami. Pada tahun 2016, restorasi zona inti di Parangtritis dilakukan untuk mengembalikan fungsi dari gumuk pasir yang salah satu di antaranya sebagai tanggul penahan gelombang abrasi dan tsunami. Dampak langsung yang terjadi akibat restorasi ini adalah penertiban lahan terbangun yang berada di zona inti seperti bangunan dan tambak. Tujuan penelitian ini adalah melihat distribusi perubahan bangunan dan keterpaparannya terhadap tsunami setelah restorasi zona inti. Distribusi bangunan dianalisis pada dua periode yaitu sebelum dan setelah restorasi dengan memanfaatkan foto udara perekaman tahun 2015 dan 2019. Identifikasi bangunan pada foto udara memanfaatkan 9 kunci interpretasi dan identifikasi jenis atap bangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejumlah 18 bangunan yang difungsikan sebagai kandang ternak direlokasi dari zona inti ke zona terbatas. Selain itu sejumlah 28 bangunan yang teridentifikasi di bagian tengah zona inti dipindahkan dari Dusun Grogol IX ke Dusun Grogol X. Sebagian besar fungsi bangunan-bangunan tersebut adalah hunian dan warung. Bangunan di Dusun Grogol X bergerombol di pesisir pantai sehingga sejumlah 93,03% bangunannya tergenang pada skenario tsunami 30 meter.
Interpretation of Lineament and Shallow Structure in Gunung Batu - Lembang Area Based on 2D Resistivity Method Junursyah, G.M. Lucki; Rokhis, Tria Ainur; Praromadani, Zulimatul Safa'ah; Sugiarto, Bambang
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 14, No 1 (2023)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34126/jlbg.v14i1.425

Abstract

The movement of Lembang fault is interpreted as active until nowadays. The fault creates a unique and beautiful geomorphology and significantly explored and developed as natural tourism destination, one of the areas is located in Gunung Batu. The research location is in the west area of Gunung Batu as a part of the Lembang fault segment. For that reason, geophysics research with 2D and 4D resistivity method is required to interpret the subsurface geological indication that related with the potency of resource and disaster. The result of interpretation method to 71 meters depth shows five layers of rock with Andesite intrusion rocks as a basement. There is an indication of weakness zone that related to the formation of reverse and normal fault as a result of the development system of Lembang fault where the area is 358.6 m2 - 1257 m2 at 19.7 m–30 m depth. Additionally, indication of groundwater aquifer is located in fined-grained permeable layer at 15.6 m - 21.1 m depth.
Geodiversity Inventory and Scientific Value Evaluation of Southern Binongko Island in Wakatobi Regency Masri, Masri; Asruddin, La Ode; Ngkoimani, La Ode
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34126/jlbg.v15i1.466

Abstract

Binongko Island is one of the largest islands in Wakatobi Regency, Southeast Sulawesi, with unspoiled and exotic natural tourism. Several tourism objects are karstification products from the Ambeua Formation (Tmpa) and Quaternary (Qpl) limestone. To determine the potential of geodiversity on the island, an inventory and scientific value assessment were conducted. This paper presents the results of the inventory and evaluation of geological diversity as a potential geological heritage on Southern Binongko Island. The methods involve field geological mapping and laboratory analysis.. Field geological mapping include geological trajectory planning, lithology data collection, cave geometry descriptions, and preparation of geological diversity inventory matrices. Laboratory analysis includes observing the thin section using microscope polarization. The geomorphological units of the study area can be divided into karst hills and karst plains. Petrographic analysis of nine thin sections showed crystalline limestone units, grainstone, packstone, wackestone, and mudstone—geological structures in limestone terraces with different lithological variations. The geological diversity of the study area is divided into groups of endokarst cave, karst hills, beaches, and limestone terraces which are divided into 11 (eleven) geological sites, i.e., Topa Raja Cave, Topa Lemali Cave, Topa Lembuko Cave, Wa Ode Goa Cave, Yoro Beach, Koncu Patua Wali Hill, Mbara-mbara Beach, La Sikori Cave, Rock Park, La Handu Hill, and Wa Cimbaumba Beach. Geological sites in the study area have medium to high values.The comparison is based on the criteria of geological heritage (geoheritage); the research area is ranked nationally,with a low, medium, and high scientific value. The highest scientific value is in the Taman Batu geosite and KoncuPatua Wali Hills. Three geotracks are recommended: cave geotrack, rock garden hill geotrack, and beach geotrack.
Gambaran Pemanfaatan Air Tanah Berkelanjutan di Geopark Kebumen Utara Mareta, Nandian; Lubis, Rachmat Fajar
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 14, No 3 (2023)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34126/jlbg.v14i3.483

Abstract

Kebumen terletak di Provinsi Jawa Tengah yang telah ditetapkan sebagai Geopark Nasional pada tahun 2018. Geopark Kebumen, yang kemudian diajukan sebagai UNESCO Global Geopark pada tahun 2023, diharapkan akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dan peneliti ke kabupaten ini. Peningkatan ini memiliki konsekuensi penting dalam menjamin ketersediaan potensi air bersih yang memadai. Makalah ini menghitung ketersediaan potensi airtanah di Bagian Utara Geopark Kebumen dengan membandingkan Atlas Ketersediaan Airtanah yang telah dipublikasikan terhadap hasil penelitian neraca air di DAS Welaran, yang merupakan wilayah Geopark Kebumen Bagian Utara. Hasil penelitian menunjukkan atlas ketersediaan airtanah memiliki dua predikat, yaitu ketersediaan airtanah rendah di bagian Utara dan ketersediaan airtanah sedang di bagian Tengah dan Selatan. DAS Welaran, yang terletak di bagian Utara, sesuai dengan predikat rendah dalam atlas ketersediaan airtanah. Hasil ketersediaan airtanah menurut Atlas adalah sebesar 1.554.205,81 m3, sedangkan menurut Neraca Air DAS Welaran sebesar 1.555.318 m3. Rasio ketersediaan airtanah antara Atlas dan Neraca Air DAS Welaran adalah 0,999. Peluang pemanfaatan airtanah masih memungkinkan di bagian Selatan, sementara di bagian Utara lebih disarankan untuk memanfaatkan air permukaan dan airtanah bebas sebagai strategi pemanfaatan air baku.
Analysis of Baturagung Reservoir Leaking, Gedangrejo, Gunung Kidul Regency using Digital Outcrop Model Method Farisan, Ardhan; Bahagiarti, Sari; Nurwantari, Nanda Ajeng; Setyaningrum, Tuti; Rahatmawati, Istiana; Zakaria, Muhammad Faizal; Probowati, Dyah
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34126/jlbg.v15i1.482

Abstract

Water, serving as a vital resource, finds applications in diverse sectors such as agriculture (irrigation), drinking watersupply, flood control, and hydroelectric power generation. On a smaller scale, the construction of "Embung" or smallartificial reservoirs facilitates water storage during the rainy season for subsequent use in the dry season. Within thestudy area, a reservoir constructed in 2018 has never attained full capacity, a circumstance that piqued the author'sinterest. A combined approach utilizing aerial photogrammetry and ground observation is employed for comprehensiveanalysis. Aerial photogrammetry yields an extensive and accurately depicted geometric representation of geologicalstructures. The investigation focuses on the Semilir Formation, a volcanic formation. Findings reveal that the studyarea manifests a division into nine (9) segments discerned from distinct structural trends. These segments are delineatedby eight (8) faults, with the major fault identified as Fault F6. Fault F6 exhibits a prevailing NNE-SSW trend,consistent with the primary fault on the regional geological map. Notably, Fault F6 encompasses a substantial faultzone traversing the Baturagung Reservoir and stands accountable for the reservoir's leakage.  
Identifikasi dan Zonasi Salinitas Air Tanah Menggunakan Data Geokimia Air Tanah Pada Akuifer Tidak Tertekan di Wilayah Utara Cekungan Air Tanah Jakarta Anindyo, Muhammad Fachry; Prayogi, Tantowi Eko; Prahastomi, Mochammad; Abdillah, Faizal
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 14, No 2 (2023)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34126/jlbg.v14i2.426

Abstract

Kepadatan penduduk dan dinamika perkembangan DKI Jakarta yang begitu masif ini menyebabkan timbulnya berbagai macam permasalahan lingkungan, salah satu yang menjadi isu strategis pencemaran di wilayah pesisir pantai seperti DKI Jakarta adalah degradasi air tanah akibat pengaruh intrusi air asin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persebaran intrusi air asin yang terjadi pada akuifer tidak tertekan di wilayah utara Cekungan Air Tanah (CAT) Jakarta. Penelitian ini dilakukan pada akuifer tidak tertekan di Cekungan Air Tanah Jakarta bagian utara. Metode yang digunakan penelitian ini yaitu analisis terhadap hasil data geokimia air tanah dan data collar serta elevasi muka air tanah yang menghasilkan kontur muka air tanah dan pola alirannya, fasies kimia air tanah, dan tingkat keasinan air tanah. Data yang digunakan untuk pengolahan yaitu 56 data yang merupakan hasil dari pemantauan yang dilakukan oleh Balai Konservasi Air Tanah Jakarta (BKAT) tahun 2021 pada sumur pengamatan yang terdiri dari sumur gali dan sumur bor dangkal dengan kedalaman < 40 meter. Hasil analisis menunjukkan setidaknya terdapat 35 data sumur berupa fasies Sodium Chloride (NaCl) dan sejenisnya (fasies yang mengandung sodium dan chloride). Analisis kontur muka air tanah menunjukkan adanya anomali di beberapa tempat dengan ditandai kemunculan konus (conus drawdown) yang menunjukkan terdapat penurunan muka air tanah cukup signifikan pada wilayah penelitian. Zonasi tingkat keasinan air tanah menunjukkan terdapat 14 titik sumur yang masuk kedalam klasifikasi tawar-payau. Hasil analisis zonasi tingkat keasinan air tanah memiliki hasil yang berbanding lurus terhadap hasil analisis fasies kimia air tanahnya yang dominasi fasies sodium chloride.Kata kunci: cekungan air tanah Jakarta, fasies kimia air tanah, kontur muka air tanah, konus, salinitas
Analisis Tingkat Kerentanan terhadap Penurunan Tanah (Land Subsidence) berdasarkan Kondisi Hidrogeologi dan Mitigasinya di Daerah Pesisir Cekungan Air Tanah Jakarta Hakkina, Delano Ichsan; Putranto, Thomas Triadi; Setiawan, Taat
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 14, No 3 (2023)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34126/jlbg.v14i3.491

Abstract

Penurunan tanah telah menjadi bahaya yang signifikan bagi kota-kota besar di Indonesia, termasuk wilayah perkotaan besar di daerah pesisir cekungan air tanah (CAT) Jakarta. Kondisi geologi daerah pesisir cekungan air tanah Jakarta umumnya terdiri atas endapan aluvial dan formasi litologi berumur muda, sehingga menjadikan wilayah ini rentan terhadap penurunan tanah akibat kompaksi alami pada lapisan lempung (akuitar). Adanya pengambilan air tanah yang tinggi serta aktivitas pembangunan oleh manusia telah menjadikan resiko bahaya penerunan tanah di cekungan air tanah Jakarta meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab utama dan persebaran zona kerentanan penurunan tanah untuk menentukan strategi mitigasi di daerah pesisir cekungan air tanah Jakarta. Metode yang digunakan adalah skoring dan tumpang tindih dengan menggunakan parameter tebal lempung-lempung pasiran, kedalaman muka air tanah tertekan, dan jenis tata guna lahan yang telah diberikan bobot berdasarkan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil penggabungan ketiga parameter akan menghasilkan peta sebaran tingkat kerentanan penurunan tanah. Didapatkan bahwa wilayah barat laut dan tengah daerah penelitian termasuk ke dalam zona kerentanan rendah (3,9%), wilayah timur, selatan, dan barat laut masuk ke dalam zona kerentanan sedang (44,5%), serta wilayah utara, tengah, dan tenggara masuk ke dalam zona kerentanan tinggi (51,5%). Upaya mitigasi yang dapat direkomendasikan adalah dengan melakukan pemantauan kondisi air tanah dan penurunan muka tanah jangka panjang, investigasi dan pembaharuan data hidrogeologi dan geologi teknik bawah permukaan, melakukan penelitian yang lebih spesifik terkait penurunan tanah pada daerah yang rentan/terdampak penurunan tanah, serta penggunaan data penelitian sebagai pertimbangan dalam penentuan kebijakan administratif.
Structural Analysis of Subsurface Based on Shear Wave Velocity Ground Profile Using Ellipticity curve Method in Kendari City Area Arisona, Arisona
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34126/jlbg.v15i1.452

Abstract

The Research has been done on the analysis of subsurface structures based on ground profiles of shear wave velocity with the ellipticity curve method in the Kendari City area. This research aims to determine the value of shear wave velocity and subsurface structures based on ground profiles of shear wave velocity with the ellipticity curve method and the relationship between the potential levels of damage that occur in the Kendari City area. The microtremor measurement data used consisted of 30 points with a distance of ±1 km between points. The microtremor data were analyzed using Geopsy software with the HVSR method to get the amplification factor value and dominant frequency value at each measurement point. The data from the HVSR method is inverted using the Dinver subsoftware with the ellipticity curve method so that the modeling of ground profiles is obtained which states the value of the shear wave velocity (vs) which is used to determine the subsurface conditions. The results showed that the magnitude of the shear wave velocity (vs) in the Kendari City area varied between 150 m/s - 1300 m/s at a depth of 100 m. The subsurface structure based on ground profiles of shear wave velocity using the ellipticity curve method in the study area consisted of soft soil types at a depth ranging from 1-10 m, moderate soil types found at a depth of 1-20 m, hard soil types (soft rock) found at a depth of 20 – 90 m and rock types are found at depths above 90 m at almost every measurement point. It is suspected that the subsurface conditions in the study area have the potential for shocks and a high level of damage to buildings in the event of an earthquake because they are dominated by thick soft soil material. 
Analisa Potensi Kerentanan Tanah Daerah Padang Cermin Menggunakan Metode Horizontal to Vertical Spectral Ratio Meilinda, Alda; Adhani, Alika Tabriza; Nurfaidah, Hayu; Yogi, Ida Bagus Suananda; Wibowo, Rahmat Catur
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 14, No 2 (2023)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34126/jlbg.v14i2.468

Abstract

Padang Cermin merupakan sebuah Kecamatan di Jalan Way Ratai yang terletak di Kabupaten Pesawaran, Lampung Selatan. Topografi daerah ini bervariasi dari berbukit-bukit hingga bergunung-gunung yang memiliki potensi besar untuk terjadinya gerakan tanah atau longsor. Penelitian ini dilakukan sebagai salah satu upaya mitigasi bencana longsor yang sering terjadi pada musim hujan yang disebabkan oleh adanya pemangkasan lereng untuk dibangun pemukiman. Tujuan penelitian ini untuk menentukan tingkat kerentanan tanah wilayah Padang Cermin dan karakteristik dinamik tanah sebagai salah satu upaya mitigasi bencana longsor. Mikrotremor merupakan getaran tanah selain gempa bumi, bisa berupa getaran akibat aktivitas manusia maupun aktivitas alam sehingga untuk mengurangi resiko bencana longsor, perlu dilakukan pengukuran mikrotremor. Penelitian di lapangan menggunakan alat Amadu Seismometer LogicTM sebanyak 15 titik pengukuran, dan pengolahan data hasil akuisisi lapangan diolah menggunakan Software Seisgram2K, dan Geopsy. Aktivitas yang terekam dalam alat akan di konversikan kedalam sinyal-sinyal melalui software Seisgram2K, dan data lapangan yang telah dilakukan quality control akan diolah melalui software Geopsy. Hasil pengolahan dari penelitian ini memperoleh nilai frekuensi dominan dengan nilai 3 Hz - 23 Hz, distribusi nilai periode dominan dengan nilai 0,04 - 0,32 detik. Distribusi nilai faktor amplifikasi berkisar antara 1,30 - 4 detik. Distribusi nilai indeks kerentanan seismik berkisar antara 0,10 - 1 detik. Dengan hasil pengolahan yang diperoleh, maka dapat diidentifikasi kemungkinan daerah penelitian memiliki risiko kerawanan gempa yang minim dikarenakan nilai indeks kerentanan tanah semakin mengecil ketika memasuki daerah perbukitan yang memiliki kondisi struktur batuan yang lebih keras, sehingga tidak mengalami kerusakan yang cukup parah akibat gempa bumi.Kata kunci: amplifikasi, frekuensi dominan, HVSR, mitigasi, sedimen