cover
Contact Name
Ahmad Madkur
Contact Email
madzkurahmad@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
elementaryjournal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
Elementary: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar
ISSN : 24771384     EISSN : 25799282     DOI : -
Core Subject : Education,
ournal published by the department of Madrasah Ibtidaiyah (Elementary School) Teacher Education, Faculty of Tarbiya and Teachers Training, State Islamic Institute Metro, Lampung. This is a biannually published journal. It is dedicated for experts, lecturers, teachers, practitioners and researchers to publish their academic works related to elementary education.
Arjuna Subject : -
Articles 171 Documents
Pengembangan Subject Specific Pedagogy (SSP) Berbasis HOTS Nurul Afifah; Sudirin Sudirin; Asep Yudianto; Arifin Dwi Saputra
Elementary : Jurnal Iilmiah Pendidikan Dasar Vol 8 No 1 (2022): Elementary: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar
Publisher : Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.209 KB) | DOI: 10.32332/elementary.v8i1.4575

Abstract

Fakta di lapangan, pendidikan di Indonesia masih belum sepenuhnya berjalan dengan baik. Dari hasil survey PISA dan TIMSS sejak keikutsertaan pertama kalinya di tahun 1999 hingga yang terbaru tahun 2015 Indonesia menempati peringkat sepuluh besar terbawah dari seluruh negara yang di suvey. Hal ini menunjukkan bahwa ada masalah besar dalam dunia pendidikan kita, bahwa pendidikan dasar di negara kita belum membekali keterampilan perfikir tingkat tinggi (HOTS) kepada siswa secara memadai, terutama untuk tingkat sekolah dasar. Keterampilan berfikir tingkat tinggi (HOTS) merupakan cara siswa menyelesaikan permasalahan yang komplek. Dengan memiliki keterampilan ini siswa akan siap bersaing di lapangan dengan segala permasalahnnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan perangkat pembelajaran berbasis hots. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Dengan hasil produk berupa subject specific pedagogy (SSP) Fiqh MI/SDIT yang mengacu pada hasil belajar hots. Atau perangkat pembelajaran fiqh yang terdiri atas silabus, RPP, LKPD dan lembar penilaian. Model penelitian pengembangan ini diadopsi teori Barg and Gall. Sedangkan data-data penelitian diperoleh dari angket kebutuhan, wawancara dan observasi. Selanjutnya data-data yang telah diperoleh dianalisa dengan kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini bahwa subject specific paedagogi (SSP) fiqh layak digunakan dengan perbaikan. Hal ini dibuktikan dengan hasil angket ahli materi pada aspek kelayakan isi, diperoleh skor rata-rata 3,7 (sangat baik). Aspek materi pendukung/ rujukan pakar atau ahli menilai kelayakannya rata-rata 3,6 (sangat baik). Aspek kelayakan rata-rata 3,5 (baik).Hasil angket ahli instrument silabus memperoleh skor 90 (sangat baik). Instrument RPP memperoleh skor 90 (sangat baik) dan instrument penilaian dengan skor 85 (sangat baik). Pada aspek kesesuaian pemakaian bahasa yang komunikatif, diperoleh skor rata-rata 3,5 (baik). Pada aspek kelayakan desain/ bentuk buku, diperoleh skor rata-rata 3,6 (sangat baik). Kata kunci: SSP, Fiqh, dan HOTS.
Implementasi Dongeng Sains dalam Pembelajaran untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Annisa Yulistia; Ulwan Syafrudin
Elementary : Jurnal Iilmiah Pendidikan Dasar Vol 8 No 1 (2022): Elementary: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar
Publisher : Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.203 KB) | DOI: 10.32332/elementary.v8i1.4610

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa dalammpembelajaran menggunakan sumber belajar dongeng sains. Penelitian ini dilaksanakan di kelas rendah (kelas 2) di salah satu sekolah negeri di Kabupaten Pringsewu. Jenis penelitian ini adalah action research atau penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan selama dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu; 1) perencanaan; 2) pelaksanaan; 3) pengamatan; dan 4) refleksi. Alat pengumpul data pada penelitian ini menggunakan lembar observasi penilaian kinerja guru dan lembar observasi penilaian keterampilan berpikir kritis siswa. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis datamkualitatif dan analisis data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan menggunakan dongeng sains dalam kegiatan belajar dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Hal ini dapat dilihar dari meningkatnya nilai rata-rata keterampilan berpikir kritis siswa pada Siklus I sebesar 65 dengan kategori “cukup” (C) meningkat pada Siklus II sebesar 79, 5 dengan kategori “baik” (B+). Kata kunci: Dongeng sains, keterampilan, dan berpikir kritis.
Penerapan Model Pendidikan Ramah Anak Dalam Mendukung Partisipasi Siswa Tusriyanto Tusriyanto; Anita Lisdiana; Atik Purwasih; Karsiwan Karsiwan; Sri Handayana; Muhammad Mujib Baidhowi; Apri Wahyudi; Srinatin Srinatin
Elementary : Jurnal Iilmiah Pendidikan Dasar Vol 8 No 1 (2022): Elementary: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar
Publisher : Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.506 KB) | DOI: 10.32332/elementary.v8i1.4614

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan penerapan model pendidikan ramah anak dalam mendukung partisipasi siswa di Madrasah Ibtidaiyah melalui kajian deskriptif kualitatif dengan mewancarai beberapa guru/kepala sekolah, melakukan kegiatan observasi serta mengkaji berbagi literatur yang relevan. Pendidikan ramah anak sebagai bentuk pengejewantahan dari Dasar Negara Indonesia memberikan perlindungan hidup, tumbuh kembang serta memberikan perlindungan terhadap anak dari kekerasan maupun diskriminasi. Hasil penelitian menunjukkan penerapan model pendidikan ramah anak di madrasah, sebanyak 56% mengunakan pendekatan, kreativitas, non-diskriminasi, kebebasan berpikir dan lainnya, sebanyak 21% melaksanakan pembelajaran aktif dan berdiferensiasi, sebanyak 14% mengembangkan media pembelajaran dan sebanyak 9% belum menerapakan model pembelajaran ramah anak. Selain itu, berdasarkan data yang diperoleh penerapan Pendidikan Ramah Anak yang dilaksakan di MI telah mendukung partisipasi siswa, meliputi penataan ruang, tempat duduk, majalah dinding, mengikutsertakan dalam lomba, memasukkan penilaian siswa sebagai alat evaluasi kinerja guru, kebebasan berpendapat, menyalurkan buah pikiran serta kreativitasnya. Pelaksanaan pendidikan ramah anak di sekolah/madrasah merupakan terobosan barus dalam dunia pendidikan sebagai upaya memfasilitasi peserta didik untuk mendapatkan hak-hak dasarnya, seperti hak hidup layaknya sebagai manusia, mendapatkan pendidikan, perlakukan yang tepat sesuai tingkat perkembanganya sehingga memiliki kemampuan menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapinya.Kata kunci: Model, Pendidikan Ramah Anak, dan Madrasah Ibtidaiyah
Model Perencanaan Sekolah Dasar Unggul di Kota Yogyakarta Chorun Nisa'
Elementary : Jurnal Iilmiah Pendidikan Dasar Vol 8 No 2 (2022): Elementary: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar
Publisher : Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.61 KB) | DOI: 10.32332/elementary.v8i2.5523

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menemukan : 1) model Perencanaan 3 SD, yaitu SD Muhammadiyah Sokonandi, SD Negeri Ungaran 1, dan SD Tumbuh 2, yang ada di Kota Yogyakarta; 2) keunggulan-keunggulan pada ketiga SD; Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan pendekatan fenomenologi. Tempat penelitian di Sekolah Dasar Unggul, SD Muhammadiyah Sokonandi, SD Negeri Ungaran, dan SD Tumbuh 2. Informan penelitian adalah kepala sekolah, guru, karyawan dan komite sekolah. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data kualitatif menggunakan model Miles dan Huberman. Pengujian keabsahan data dengan perpanjangan pengamatan dan triangulasi. Hasil penelitian menemukan bahwa: 1) ketiga SD menggunakan model perencanaan yang berbeda, SD Muhammadiyah Sokonandi dengan Ormas, SD Negeri Ungaran 1 dengan Pemerintah, dan SD Tumbuh 2 dengan yayasan edukasi anak nasional (YEAN) yang kerjasama dengan cambridge. 2) Disamping perbedaan Perencanaan sekolahnya, juga berbeda status sekolahnya (swasta dan negeri), yayasan sekolahnya, kerjasama sekolahnya. 3) Ketiga SD Unggul dengan akreditasi A, prestasi akademik dan kegiatan ekstrakurikulernya bagus. SD Muhammadiyah Sokonandi memiliki keunggulan sekolah, banyaknya siswa dan pendidikan akhlak siswa. SD Negeri Ungaran 1, memiliki keunggulan, sebagai Pembina sekolah, berhak melakukan pembinaan SD. Sedangkan SD Tumbuh 2 memiliki keunggulan program Museum Seni Budaya dan kerjasama dengan Cambridge Internationale Primary Program (CIPP), Inggris.
Power Point sebagai Media Penanaman Moral untuk Anak Usia Dini di Era Society 5.0 Rahimah Ulfah Harahap
Elementary : Jurnal Iilmiah Pendidikan Dasar Vol 8 No 2 (2022): Elementary: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar
Publisher : Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.295 KB) | DOI: 10.32332/elementary.v8i2.4852

Abstract

Abstrak Perkembangan zaman yang semakin hari semakin berbasis teknologi harus mampu disikapi dengan bijaksana. Tantangan terbesar dalam perkembangan zaman ini ditandai dengan adanya perubahan paradigma terhadap sesuatu hal, misalnya tentang moral. Salah satu sikap mendasar yang harus dimiliki seorang anak adalah dengan memiliki moral yang baik sebagai Hamba Allah SWT, anggota keluarga dan juga anggota masyarakat. Usia dini merupakan saat yang paling baik untuk menanamkan dasar-dasar moral. Maka seorang guru pendidikan anak usia dini harus mampu menghadirkan media pembelajaran untuk anak usia dini agar mereka tertarik untuk belajar, salah satunya yaitu menggunakan media power point. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan power point sebagai media pembelajaran penanaman moral untuk anak usia dini. Penelitian ini menggunakan model Robert Maribe Branch yaitu analysis, design, development, implementation dan evaluation. Hasil validasi oleh ahli media dan ahli materi diperoleh hasil rata-rata yaitu 94,05%. Sedangkan hasil uji coba pada anak di RA Al-Furqon Kabupaten Deli Serdang diperoleh hasil rata-rata 91,7%. Dapat disimpulkan bahwa power point ini ini dikatakan valid dan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran penanaman moral untuk anak usia dini. Kata kunci: power point; penanaman moral; anak usia dini
Blended Learning vs Hybrid Learning: Perspektif Guru tentang Pembelajaran di Sekolah Dasar Pasca-COVID-19 Elfia Sukma; Vivi Indriyani; Ari Suriani
Elementary : Jurnal Iilmiah Pendidikan Dasar Vol 8 No 2 (2022): Elementary: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar
Publisher : Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.73 KB) | DOI: 10.32332/elementary.v8i2.4821

Abstract

Abstrak Selain perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pandemi COVID-19 memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pendidikan. Proses pembelajaran secara cepat berubah dari pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh online sehingga guru dan siswa, siap atau tidak harus menggunakan perangkat teknologi dalam pembelajaran. Meskipun terlalu dini untuk menilai dampak jangka panjang COVID-19 dalam pendidikan, saat ini Pandemi sudah menunjukkan titik akhir. Para peneliti sudah mulai melihat dampak pandemi terhadap pendidikan di masa depan. Metode pembelajaran yang memungkin muncul untuk diprediksi dapat digunakan untuk pendidikan di masa depan, di antaranya adalah Online Learning, Blended Learning dan Hybrid Learning. Apakah metode tersebut siap digunakan oleh guru dan siswa? Apakah metode pembelajaran bisa saja kembali pada masa sebelum Pandemi? Berdasarkan hal itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapat guru mengenai pembelajaran pasca pandemi di tingkat sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan metode survei dengan menggunakan instrumen berupa angket. Jumlah responden yang mengisi angket adalah 83 orang responden. Responden merupakan guru Sekolah Dasar di Sumatera Barat. Data angket dianalisis dengan mendeskripsikan temuan-temuan yang diperoleh yang dideskripsikan melalui statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saat ini di tingkat sekolah dasar pembelajaran dilakukan secara tatap muka (67,5%). Berdasarkan pendapat guru, pandemi COVID-19 lebih cenderung menimbulkan efek negatif dibandingkan efek positif dan mayoritas guru berhadap pembelajaran setelah pandemi kembali dengan metode lama yaitu pembelajaran tatap muka tetapi masih memanfaatkan teknologi agar pembelajaran lebih menarik. Kata kunci: Blended Learning, Hybrid Learning, Pembelajaran di Sekolah Dasar
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap Minat Belajar Peserta didik pada Pembelajaran Tematik di Sekolah Dasar Irmawati M; Irfan Yusuf; Sri Wahyu Widyaningsih
Elementary : Jurnal Iilmiah Pendidikan Dasar Vol 8 No 2 (2022): Elementary: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar
Publisher : Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.576 KB) | DOI: 10.32332/elementary.v8i2.5201

Abstract

Abstrak Penggunakan model pembelajaran dalam proses pembelajaran sangat penting karena sangat menentukan kualitas pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah minat belajar siswa dipengaruhi oleh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini merupakan penelitian pre eksperimental dengan menggunakan desain one-group pretest-posstest. Sampel penelitian ini adalah 28 anak kelas 3 SD di Kabupaten Soppeng, Provinsi Sulawesi Selatan. Data hasil penelitian dikumpulkan dengan menggunakan angket minat belajar. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan minat belajar peserta didik pada saat prestest memperoleh nilai rata-rata adalah 47,10 dan minat belajar pada saat posstest adalah 56,25. Peningkatan minat belajar sebelum dan setelah penerapan model Problem Bassed Learning berdasarkan uji gain sebesar 0,4 berada dalam kategori sedang. Hasil uji Z (Wilcoxon) diperoleh signifikansi 0,05 sehingga dapat dinyatakan bahwa model Problem Bassed Learning berpengaruh terhadap minat belajar peserta didik pada pembelajaran tematik di sekolah dasar. Kata Kunci: Problem Based Learning, minat belajar
Analisis Upaya Guru Pendidikan Agama Islam dalam Menciptakan Lingkungan Belajar di SD Negeri 2 Sari Bakti Kec. Seputih Banyak Ahmad Bustomi; Shindia Ramadan; M. Ali; Amrullah Amrullah
Elementary : Jurnal Iilmiah Pendidikan Dasar Vol 8 No 2 (2022): Elementary: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar
Publisher : Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.6 KB) | DOI: 10.32332/elementary.v8i2.4563

Abstract

Abstrak Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menjelaskan upaya guru pendidikan agama Islam dalam menciptakan lingkungan belajar di SD Negeri 2 Sari Bakti Kec. Seputih Banyak. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif lapangan. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sumber data sekunder dengan beberapa objek diantaranya kepala sekolah, guru pendidikan agama Islam, dan siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan oleh guru pendidikan agama Islam dalam menciptakan lingkungan belajar di SD Negeri 2 Sari Bakti Kec. Seputih Banyak adalah merencanakan kegiatan pembelajaran dengan baik dan sungguh-sungguh yang tertulis maupun tidak tertulis, menata lingkungan fisik, dan menata lingkungan nonfisik. Kata kunci: Upaya Guru Pendidikan Agama Islam, Lingkungan Belajar, Perencanaan Pembelajaran, Sarana dan Prasarana
Implementasi Aplikasi Kahoot Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa pada Era Pandemi Covid-19 Di Sekolah Dasar Irfan Irfan; Andi Prastowo; Kharisma Romadhon
Elementary : Jurnal Iilmiah Pendidikan Dasar Vol 8 No 2 (2022): Elementary: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar
Publisher : Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.026 KB) | DOI: 10.32332/elementary.v8i2.4867

Abstract

Abstrak Pembelajaran daring dengan menggunakan media monoton setiap hari dapat mengakibatkan menurunnya tingkat pemahaman siswa karena mengalami kejenuhan. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana implementasi aplikasi kahoot dalam meningkatkan pemahaman siswa di era pandemi covid-19 di SD Islam Al-Fahd. Metode yang digunakan ialah kualitatif dan dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumen dengan teknik analisa melalui reduksi data, penyajian data dan verifikasi atau kesimpulan data. Hasil penelitian ketika diterapkan aplikasi berbasis kuis tersebut anak-anak semakin antusias baik didalam menyimak materinya ataupun didalam mengerjakan latihan. Dengan demikian bahwa ketercapaian tentang meningkatnya pemahaman siswa itu dapat tercapai dengan baik. Hal ini menunjang proses pembelajaran dengan hadirnya aplikasi tersebut dapat meningkatnya ketercapaian kompetensi-kompetensi yang hendak dicapai. Terjadi perbedaan yang signifikan dengan hadirnya aplikasi tersebut terhadap peningkatan pemahaman siswa dibandingkan dengan sebelum menggunakan aplikasi tersebut. Hal ini dapat terlihat pada nilai-nilai yang dihasilkan sebelum dan sesudah memakai aplikasi kahoot. Hal lain yang mempengaruhi semangat peserta didik tersebut adalah perolehan rangking nilai tertinggi jadi peserta didik berlomba-lomba untuk dapat memperoleh hasil/nilai yang memuaskan. Adapun kendala yang dihadapi oleh beberapa siswa ialah sinyal yang kurang stabil, PC yang meminta upgrade agar fungsi-fungsi dari PC tersebut berjalan dengan baik dan kurangnya pemahaman orang tua berkenaan dengan penggunaan aplikasi tersebut. Kata Kunci: Implementasi, Aplikasi Kahoot, Era Pandemi
Kesiapan Guru Sekolah Dasar Dalam Menghadapi Asesmen Nasional Hardhika Wahyu Dewani; Suryanti Suryanti; Wiryanto Wiryanto
Elementary : Jurnal Iilmiah Pendidikan Dasar Vol 8 No 2 (2022): Elementary: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar
Publisher : Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.138 KB) | DOI: 10.32332/elementary.v8i2.5074

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yakni mendeskripsikan kesiapan guru sekolah dasar di Kecamatan Sambikerep dalam menghadapi Asesmen Nasional yang ditinjau dari ranah kesiapan sikap dan emosi (emotive attitudeinal readiness), kesiapan kognitif (cognitive readiness), dan kesiapan perilaku (behavioral readiness). Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif melalui pendekatan deskriptif kualitatif. Desain penelitian ini menggunakan studi kasus. Subjek penelitian ini adalah guru kelas 5 SDN Made I/475 dan SDN Lontar 481. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Uji keabsahan data yang digunakan pada penelitian ini yakni teknik triangulasi metode dan triangulasi sumber. Berdasarkan hasil penelitian, kesiapan guru ditinjau dari aspek kesiapan sikap dan emosi (emotive attitudeinal readiness) dan aspek kesiapan perilaku (behavioral readiness) menyatakan bahwa guru “siap” melaksanakan Asesmen Nasional. Namun, pada aspek kesiapan kognitif (cognitive readiness) menyatakan bahwa guru “cukup siap” melaksanakan Asesmen Nasional. Kata kunci: kesiapan guru, asesmen nasional, sekolah dasar