cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
pharmacon@unsrat.ac.id
Editorial Address
Pharmacy Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Science, Sam Ratulangi University, Manado, North Sulawesi, Indonesia, 95115
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
PHARMACON
ISSN : 23022493     EISSN : 27214923     DOI : 10.35799
Core Subject : Health,
Pharmacon is the journal published by Pharmacy Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sam Ratulangi University, Indonesia (P-ISSN: 2302-2493 E-ISSN: 2721-4923). Pharmacon was established in 2012 and published four times a year. Pharmacon is an open access journal and has been indexed by main indexing Google Scholar, GARUDA, Crossref.
Arjuna Subject : -
Articles 1,131 Documents
Analisis Pelayanan Informasi Obat Kepada Pasien di Instalasi Farmasi RSUD Kotamobagu Admia Terkasih Mokoginta; Widya Astuty Lolo; Karlah L. R. Mansauda
PHARMACON Vol. 13 No. 1 (2024): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.13.2024.49326

Abstract

Pelayanan informasi obat sangat penting dalam upaya untuk menunjang pengelolaan dan penggunaan obat secara rasional. Pelayanan informasi obat sangat mempengaruhi tingkat pengetahuan pasien terhadap obat yang diterima. Suatu pelayanan dikatakan baik apabila sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesesuaian pelayanan informasi obat di instalasi farmasi rumah sakit umum daerah kotamobagu dengan mengacu pada Permenkes No. 72 Tahun 2016 tentang standar pelayanan kefarmasian di rumah sakit. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Metode yang digunakan adalah observasi dan wawancara terhadap apoteker rumah sakit umum daerah kotamobagu. Data yang terkumpul dalam penelitian ini dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan informasi obat di instalasi farmasi rumah sakit umum daerah kotamobagu belum sesuai dengan standar permenkes dimana kegiatan pelayanan informasi obat meliputi menjawab pertanyaan,menerbitkan buletin,leaflet dan poster, menyediakan informasi, serta melakukan kegiatan penyuluhan bagi pasien rawat jalan belum terlaksana sepenuhnya sehingga dapat disimpulkan bahwa pelayanan informasi obat belum sesuai dengan standar Permenkes No. 72 Tahun 2016. Kata kunci: Pelayanan kefarmasian, Pelayanan informasi obat (PIO), Instalasi Farmasi
Hubungan HOT (Human, Organization, Technology) terhadap Benefit pada Penggunaan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit X Kota Manado Rosa Inaayah Rivai; Gayatri Citraningtyas; Gerald Edward Rundengan
PHARMACON Vol. 13 No. 1 (2024): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.13.2024.49333

Abstract

Penerapan Sistem Informasi Manajemen di Instalasi Farmasi RS. X Kota Manado masih mengalami kendala dimana yang paling sering terjadi ialah perbedaan informasi data dalam sistem dengan kondisi yang sebenarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah Human, Organization dan Technology berpengaruh terhadap Benefit pada penggunaan SIMRS di Instalasi Farmasi. Penelitian dilakukan menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan cross sectional berdasarkan kerangka Human, Organization, Technology–Fit. Hasil penelitian ini menunjukkan uji T variabel human, organization dan technology tidak berpengaruh terhadap Benefit. Berdasarkan kategorisasi variabel, human, organization dan technology telah memberikan hasil yang baik ditunjukkan dengan nilai kategorisasi sebesar 80%, dimana benefit yang diperoleh memiliki nilai lebih rendah dengan nilai 69,37%, hal ini disebabkan karena implementasi sistem oleh pegawai masih kurang optimal sehingga kebermanfaatan sistem belum terasa maksimal oleh pengguna. Kesimpulan dari penelitian ini ialah tidak terdapat pengaruh antara human, organization dan technology terhadap benefit pada penggunaan sistem informasi manajemen Rumah Sakit X Kota Manado.
IDENTIFIKASI BAHAN KIMIA OBAT SILDENAFIL SITRAT PADA JAMU KUAT YANG BEREDAR DI KOTA MANADO Astrid Maulani Runtukahu; Fatimawali; Elly Juliana Suoth
PHARMACON Vol. 13 No. 1 (2024): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.13.2024.49343

Abstract

Penambahan bahan kimia obat dengan jamu sering dilakukan guna meningkatkan khasiat obat tradisional. Sildenafil sitrat adalah obat yang digunakan untuk mengatasi disfungsi ereksi pada pria sering ditambahkan dalam jamu kuat. Penggunaan tanpa pengawasan medis yang tepat dapat meningkatkan resiko efek samping yang serius. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya kandungan sildenafil sitrat dalam jamu kuat. Sampel jamu kuat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 5 macam merek jamu kuat yang dijual di sekitar Manado. Sampel diambil dengan secara purposive sampling. Metode penelitian dilakukan secara dekriptif dengan analisa kualitatif menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukan adanya jamu yang mengandung sildenafil sitrat yaitu sampel jamu C, D dan E mempunyai spektrum panjang gelombang yang hampir sama dengan baku sildenafil sitrat dengan λmax : 292 nm. Kata Kunci : Sildenafil Sitrat, Spektrofotometri UV-Vis, Jamu Kuat, Panjang Gelombang.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ALGA Halimeda opuntia DARI PERAIRAN DESA POOPOH KABUPATEN MINAHASA Bryan Andrew Tikonuwu; Defny Silvia Wewengkang; Erladys Rumondor
PHARMACON Vol. 13 No. 1 (2024): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.13.2024.49364

Abstract

Halimeda opuntia is a genus of seaweed from the Chlorophyta division that contains bioactive compounds that can be utilized in various fields, especially in medicine. This study was conducted with the aim of determining the antibacterial activity of Halimeda opuntia algae extracts obtained from coastal waters of Poopoh Village, Tombariri District, Minahasa Regency against Pseudomonas aeruginosa and Staphylococcus aureus bacteria. Samples were extracted by maceration method using 95% ethanol solvent. Antibacterial activity testing was conducted using the Kirby and Bauer Disc Diffusion method. The results showed that the average diameter of the inhibition zone against Pseudomonas aeruginosa test bacteria was 6.83 mm and for Staphylococcus aureus test bacteria was 8.58 mm, the inhibition zone that arose against these two bacteria was included in the medium inhibition category. Through this study, it can be concluded that ethanol extract has antibacterial activity against test bacteria, especially on Staphylococcus aureus bacteria. Keywords: Algae, Halimeda opuntia, antibacterial activity, Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus aureus
EVALUASI PENGELOLAAN OBAT RUSAK ATAU KEDALUWARSA SEBELUM DAN SELAMA PANDEMI COVID-19 DI RUMAH SAKIT X PROVINSI SULAWESI UTARA Marhaeni Chintami Andries; Gayatri Citraningtyas; Gerald Rundengan
PHARMACON Vol. 13 No. 1 (2024): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.13.2024.49376

Abstract

Pandemi Covid-19 menyebabkan banyak rumah sakit mengalami penurunan kunjungan pasien secara drastis yang mengakibatkan obat tidak terdistribusi dengan optimal sehingga meningkatkan risiko obat rusak atau kedaluwarsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian pengelolaan obat rusak atau kedaluwarsa di Rumah Sakit X Provinsi Sulawesi Utara dengan pedoman Kementerian Kesehatan tahun 2021 dan untuk mengetahui perbandingan nilai kerugian akibat obat rusak atau kedaluwarsa sebelum pandemi pada tahun 2019 dan selama pandemi pada tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian observasional kualitatif. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar observasi, lembar wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan obat rusak atau kedaluwarsa di Rumah Sakit X Provinsi Sulawesi Utara dikategorikan sangat baik dengan skor kesesuaian 90%. Nilai kerugian akibat obat rusak atau kedaluwarsa tahun 2019 senilai Rp50.953.540,00 sedangkan pada tahun 2022 senilai Rp45.044.935,50. Tidak terdapat pengaruh yang signifikan pada nilai kerugian akibat obat rusak atau kedaluwarsa sebelum dan selama Pandemi Covid-19 di Rumah Sakit X Provinsi Sulawesi Utara Kata kunci: Pengelolaan obat, obat rusak, obat kedaluwarsa, kerugian, Pandemi Covid-19
Evaluasi Pelaksanaan Manajemen Risiko di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X Manado Marchella Sofi Van Woesik; Widya Astuty Lolo; Gerald Edward Rundengan
PHARMACON Vol. 13 No. 1 (2024): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.13.2024.49438

Abstract

Manajemen Risiko merupakan suatu cara dalam mengorganisir suatu risiko yang akan dihadapi dengan cara mengurangi risiko. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan manajemen risiko yang diterapkan di Instalasi Farmasi RS X Manado berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 58 Tahun 2014 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian terkait manajemen risiko yang meliputi menentukan konteks, mengidentifikasi, menganalisa, mengevaluasi, serta mengatasi risiko. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Manajemen Risiko di RS X belum berjalan dengan efektif. Terdapat 8 risiko yang teridentifikasi 2 diantaranya didapatkan dari laporan insiden dan 6 lainnya berdasarkan wawancara dan observasi, hal ini menunjukkan bahwa risiko belum dapat teridentifikasi secara menyeluruh. Instalasi Farmasi juga belum bisa menentukan tingkat dari keparahan risiko serta penanganan risiko yang hanya dilakukan saat risiko terjadi. Hal ini dikarenakan masih terdapat beberapa kendala diantaranya, tidak adanya monitoring, beban kerja tinggi serta tidak adanya pelatihan yang dilakukan. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu pelaksanaan manajemen risiko di RS X Manado belum efektif secara keseluruhan.
Evaluasi Manajemen Pengelolaan Obat di Puskesmas Teling Atas Kota Manado Jonathan Tumiwa; Gayatri Citraningtyas; Imam Jayanto
PHARMACON Vol. 13 No. 1 (2024): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.13.2024.49454

Abstract

Pengelolaan sediaan farmasi di puskesmas adalah kegiatan yang dilakukan oleh apoteker penanggung jawab di puskesmas yang berkaitan dengan sediaan farmasi dalam rangka meningkatkan kesehatan pasien. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Teling Atas Manado karena belum ada penelitian sebelumnya mengenai pengelolaan obat di puskesmas. Evaluasi suplai harus dilakukan karena bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan puskesmas, Evaluasi dilakukan dengan menggunakan Permenkes No. 74 tahun 2016 sebagai standar dalam pengelolaan sediaan farmasi dan BMHP di Puskesmas, agar kegiatan dapat berjalan sesuai dengan standar yang ada. Penelitian dilakukan pada Februari sampai Maret 2023. Hasil penelitian menunjukan bahwa Puskesmas Teling Atas kota Manado telah mengikuti standar Permenkes No 74 tahun 2016 dengan baik secara keseluruhan
FORMULASI DAN EVALUASI KRIM KOMBINASI EKSTRAK KULIT SEMANGKA (Citrullus lanatus) DAN EKSTRAK KULIT PEPAYA (Carica papaya L.) SEBAGAI PELEMBAP Dita Wulan Cahyani Susanto; Paulina V. Y. Yamlean; Karlah L. R. Mansauda
PHARMACON Vol. 13 No. 1 (2024): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.13.2024.49564

Abstract

Kulit semangka dan kulit pepaya mengandung senyawa aktif flavonoid yang bermanfaat untuk melembapkan kulit. Tujuan penelitian ialah mengevaluasi fisik dan menguji efektivitas kelembapan menggunakan metode Sorption-Desorption Test (SDT). Penelitian ini dilakukan uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, uji stabilitas fisik mekanik, dan efektivitas kelembapan. Hasil variasi konsentrasi ekstrak kulit semangka dan ekstrak kulit pepaya, yaitu 0,5:2% (F1); 1:1,5% (F2); dan 1,5:1% (F3) memiliki hasil uji organoleptik berwarna coklat muda. Hasil homogenitas menunjukkan homogen. Hasil uji pH, yaitu 7,4 (F0); 5,8 (F1); 6,0 (F2); 5,9 (F3). Hasil uji daya sebar 6,0 (F0); 5,1 (F1); 5,1 (F2); 5,1 (F3). Hasil uji daya lekat, yaitu 2,49 (F0); 1,62 (F1); 1,36 (F2); 1,24 (F3). Hasil uji stabilitas fisik mekanik menunjukkan tidak terjadi pemisahan fase. Hasil efektivitas kelembapan, yaitu 396,5087 (F1); 397,0430 (F2); 397,0429 (F3); 396,8912 (kontrol negatif); 396,9653 (kontrol positif). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sediaan krim memiliki evaluasi fisik yang baik dan efektivitas kelembapan terbaik pada F2 karena memiliki nilai AUC yang paling besar.
PENGARUH VARIASI TRIETANOLAMIN DAN ASAM STEARAT TERHADAP STABILITAS FISIK SEDIAAN KRIM EKSTRAK ETANOL DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) Asticha Opod; Paulina V. Y. Yamlean; Karlah L. R. Mansauda
PHARMACON Vol. 13 No. 1 (2024): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.13.2024.49566

Abstract

Kestabilan suatu sediaan emulsi dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu emulgator, suhu serta waktu. Pembuatan krim membutuhkan penambahan emulsifier atau massa pengemulsi, karena dapat mempengaruhi kualitas dan stabilitas produk krim, misalnya triethanolamine dan asam stearat digunakan sebagai emulsifier. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melihat efek dari variasi trietanolamin dan asam stearat terhadap stabilitas fisik dari formula sediaan krim ekstrak etanol daun sirsak yang mempunyai perbandingan trietanolamin dan asam stearat 2%: 16%, 2,5%:15,5%, 3%:15%, dan 3,5%:14,5%. Daun sirsak diekstrak dengan pelarut etanol 96% kemudian dibuat krim M/A. Dilakukan pengujian stabilitas sediaan krim dengan cara menyimpan sediaan krim pada suhu kamar (25º±2C) selama 4 minggu. Pengujian fisik seperti uji daya lekat, uji daya sebar, uji pH, uji homogenitas dan uji organoleptik dilaksanakan tiap minggunya. Hasilnya, variasi konsentrasi trietanolamin dan asam stearat tidak memiliki dampak pada pengujian homogenitas, tetapi variasi konsentrasi trietanolamin dan asam stearat memiliki dampak pada pengujian daya lekat, pengujian daya sebar, pengujian pH, dan pengujian organoleptic darri sediaan krim ekstrak etanol daun sirsak. Kesimpulannya F1 (asam stearat 16% : trietanolamin 2%) merupakan formulasi yang paling stabil secara fisik. Kata Kunci: Krim, Trietanolamin, Asam Stearat, Emulgator, Stabilitas Fisik
FORMULASI DAN EVALUASI KRIM EKSTRAK KULIT JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) SEBAGAI TABIR SURYA Amanda Putri Pratikto; Paulina Veronika Yolanda Yamlean; Jainer Pasca Siampa
PHARMACON Vol. 13 No. 1 (2024): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.13.2024.49582

Abstract

Krim merupakan salah satu sediaan yang baik sebagai tabir surya. Kandungan flavonoid pada kulit jeruk nipis memiliki potensi sebagai zat aktif dalam krim tabir surya. Penelitian ini bertujuan untuk membuat dan mengevaluasi krim ekstrak kulit jeruk nipis (Citrus aurantiofolia) sebagai tabir surya. Ekstrak kulit jeruk nipis diformulasi dalam bentuk krim dengan konsentrasi ekstrak 2%, 4% dan 6%. Evaluasi sediaan krim terdiri dari uji organoleptis, uji homogenitas, uji daya sebar, uji pH, uji daya lekat, dan uji stabilitas mekanik. Hasil dari evaluasi sifat fisik krim menunjukkan bahwa semua krim memenuhi persyaratan fisik yang baik kecuali pada evaluasi uji daya lekat. Pada penentuan nilai SPF secara in vitro menunjukkan bahwa krim ekstrak kulit jeruk nipis 2%, 4% dan 6% memiliki rerata nilai SPF berturut-turut yaitu 20,28 ± 1,03; 32,86 ± 1,80; 38,03 ± 0,88 dengan kategori proteksi ultra. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa krim ekstrak kulit jeruk nipis dapat berpotensi sebagai produk tabir surya.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): PHARMACON Vol. 13 No. 3 (2024): PHARMACON Vol. 13 No. 2 (2024): PHARMACON Vol. 13 No. 1 (2024): PHARMACON Vol. 12 No. 3 (2023): PHARMACON Vol. 12 No. 2 (2023): PHARMACON Vol. 12 No. 1 (2023): PHARMACON Vol. 11 No. 4 (2022): PHARMACON Vol. 11 No. 3 (2022): PHARMACON Vol. 11 No. 2 (2022): PHARMACON Vol. 11 No. 1 (2022): PHARMACON Vol. 10 No. 4 (2021): PHARMACON Vol 10, No 3 (2021): PHARMACON Vol 10, No 2 (2021): PHARMACON Vol 10, No 1 (2021): PHARMACON Vol 9, No 4 (2020): PHARMACON Vol 9, No 3 (2020): PHARMACON Vol 9, No 2 (2020): PHARMACON Vol 9, No 1 (2020) Vol 9, No 1 (2020): PHARMACON Vol 8, No 4 (2019) Vol 8, No 4 (2019): PHARMACON Vol 8, No 3 (2019): PHARMACON Vol 8, No 3 (2019) Vol 8, No 2 (2019): PHARMACON Vol 8, No 2 (2019) Vol 8, No 1 (2019): Pharmacon Vol 7, No 4 (2018): Pharmacon Vol 7, No 3 (2018): Pharmacon Vol 7, No 2 (2018): Pharmacon Vol 7, No 1 (2018): Pharmacon Vol 6, No 4 (2017): Pharmacon Vol 6, No 3 (2017): Pharmacon Vol 6, No 2 (2017): Pharmacon Vol 6, No 1 (2017): Pharmacon Vol 5, No 4 (2016): Pharmacon Vol 5, No 3 (2016): Pharmacon Vol 5, No 2 (2016): Pharmacon Vol 5, No 1 (2016): Pharmacon Vol 4, No 4 (2015): Pharmacon Vol 4, No 3 (2015): Pharmacon Vol 4, No 1 (2015): pharmacon Vol 3, No 4 (2014): pharmacon Vol 3, No 3 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol 2, No 4 (2013) Vol 2, No 3 (2013): pharmacon Vol 2, No 2 (2013): pharmacon Vol 2, No 1 (2013): pharmacon Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) More Issue