cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
pharmacon@unsrat.ac.id
Editorial Address
Pharmacy Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Science, Sam Ratulangi University, Manado, North Sulawesi, Indonesia, 95115
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
PHARMACON
ISSN : 23022493     EISSN : 27214923     DOI : 10.35799
Core Subject : Health,
Pharmacon is the journal published by Pharmacy Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sam Ratulangi University, Indonesia (P-ISSN: 2302-2493 E-ISSN: 2721-4923). Pharmacon was established in 2012 and published four times a year. Pharmacon is an open access journal and has been indexed by main indexing Google Scholar, GARUDA, Crossref.
Arjuna Subject : -
Articles 1,131 Documents
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAN FRAKSI DAUN TORBANGUN (Plectranthus amboinicus Lour) Gabriel Tikulembang; Herni E. I Simbala; Elly Suoth
PHARMACON Vol. 12 No. 3 (2023): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.12.2023.48866

Abstract

Plectranthus amboinicus Lour. atau yang biasa disebut dengan daun Torbangun adalah salah satu tanamandari famili Lamiaceae yang sering dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional karena potensinya sebagaiantioksidan. Antioksidan adalah suatu senyawa atau komponen kimia yang memiliki kemampuan untukmenghambat dan memperlambat kerusakan akibat proses oksidasi ketika berada dalam kadar atau jumlahtertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi dari ekstrak daun Torbangun (Plectranthusamboinicus Lour.) sebagai antioksidan. Penelitian ini merupakan eksperimental laboratorium dengan metodeekstraksi maserasi dan fraksinasi. Ekstrak etanol daun Torbangun (Plectranthus amboinicus Lour.), fraksimetanol, kloroform , dan n-heksan diuji memakai metode DPPH (1,1difenil-2-pikrilhidrazil) yang diukurdengan alat spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun Torbangun(Plectranthus amboinicus Lour.) memiliki aktivitas antioksidan yaitu pada ekstrak etanol 80,8%, fraksimetanol 43,4%, fraksi kloroform 85,7%, dan fraksi n-heksan 59,6%. Hasil penelitian terlihat bahwa fraksikloroform mempunyai aktivitas antioksidan paling tinggi dari pelarut yang lain.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAN FRAKSI ETANOL DARI BATANG TANAMAN GEDI (Abelmoschus manihot L.) Luy Parala; Herni I. E. Simbala; Erladys M. Rumondor
PHARMACON Vol. 12 No. 3 (2023): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.12.2023.48894

Abstract

Tanaman gedi (Abelmoschus manihot L.) adalah tanaman yang memiliki banyak potensi sebagai senyawa aktif. Tanaman gedi memilliki banyak sumber senyawa antioksidan yang terdapat pada daunnya. Penelitian pada batang gedi bertujuan agar mengetahui jika batang tanaman gedi memiliki jumlah antioksidan yang sama dengan daun gedi. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode eksperimental dengan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi untuk mengambil senyawa metabolit sekunder. Pengujian hasil ekstrak dan fraksi dilakukan dengan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 517 nm. Hasil pengujian diperoleh aktivitas ekstrak dari masing-masing fraksi yaitu: ekstrak etanol 82,08%, fraksi metanol 77,65 %,  fraksi kloroform 85,66%, n-heksan 78,26%.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK SPONS Lamellodysidea herbacea DARI PERAIRAN DESA POOPOH KABUPATEN MINAHASA Widya Fransiska Rompas; Defny Silvia Wewengkang; Deby Afriani Mpila
PHARMACON Vol. 12 No. 3 (2023): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.12.2023.48915

Abstract

Penyakit infeksi merupakan salah satu penyakit yang sampai saat ini menjadi masalah kesehatan di kalangan masyarakat. Seiring dengan peningkatan kasus infeksi maka semakin meningkat juga kasus resistensi terhadap antibiotik. Indonesia adalah negara yang dikenal memiliki keanekaragaman hayati yang berpotensi dapat dijadikan sebagai bahan antibakteri yang dapat dikembangkan menjadi kandidat antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari  spons Lamellodysidea herbacea yang diperoleh dari Perairan desa Poopoh Kabupaten Minahasa terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas  aeruginosa. Ekstraksi dilakukan dengan menggunakan pelarut etanol 95%. Pengujian antibakteri menggunakan metode difusi agar (Disc diffusion Kirby and Bauer). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol spons Lamellodysidea herbacea memiliki zona hambat yang paling besar pada bakteri Staphylococcus aureus konsentrasi 250 L/disc sebesar 7,5 mm dan bakteri Pseudomonas aeruginosa konsentrasi 250 L/disc sebesar 7,33 mm, kedua zona hambat tersebut masuk pada kategori sedang. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa zona hambat yang paling besar terdapat pada bakteri Staphylococcus aureus.  
EVALUASI PENERAPAN STANDAR PELAYANAN KEFARMASIAN DI RUMAH SAKIT TK II. R.W. MONGISIDI MANADO Sergio Christiano Mandagi JR; Widya Astuty Lolo; Gerald Edward Rundengan
PHARMACON Vol. 12 No. 3 (2023): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.12.2023.48958

Abstract

Pelayanan kefarmasian berfokus pada layanan yang penuh tanggung jawab pada pasien bertujuan menambah kualitas kehidupan pasien. Tujuan penelitian untuk melakukan evaluasi penerapan pelayanan kefarmasian dari pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai di rumah sakit TK II. R.W. Mongisidi Manado berdasarkan standar pelayanan kefarmasian Permenkes RI no 72 tahun 2016. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif menggunakan metode observasi (checklist) dilengkapi dengan wawancara, hasil diolah secara deskriptif, dianalisis dengan mengelompokkan tiap bagian dan diolah dalam bentuk skor persen. Hasil penelitian menunjukkan total rata-rata skor sebesar 82,18%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelayanan kefarmasian dari pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai di rumah sakit TK II. R.W. Mongisidi Manado sesuai dengan standar Permenkes RI no 72 tahun 2016.
PENENTUAN KADAR VITAMIN C EKSTRAK ETANOL KECAMBAH KACANG HIJAU (Phaseolus radiatus L.) MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Hayatul Rohimah; Rahmawaty Hasan
PHARMACON Vol. 12 No. 3 (2023): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.12.2023.48971

Abstract

Anemia defisiensi besi merupakan penyebab utama penurunan daya tahan aerob. Pemberian vitamin C dapat memberi pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan hemoglobin dan daya tahan aerob. Kacang hijau (Phaseolus radiatus) dapat memenuhi kebutuhan vitamin C dan memiliki aktivitas biologis sebagai sumber antioksidan. Tujuan penelitian ialah menentukan kadar vitamin C pada ekstrak etanol kecambah kacang hijau dengan larutan standar vitamin C sebagai kontrol positif. Metode terdiri dari ekstraksi, penentuan panjang gelombang maksimum, penetapan kurva standar, serta pengukuran kadar ekstrak etanol kecambah kacang hijau dan larutan standar vitamin C. Hasil penelitian menunjukkan Panjang gelombang maksimum dalam penentuan kadar vitamin C adalah 260 nm, serta ekstrak etanol kecambah kacang hijau memiliki kandungan vitamin C sebesar 0,200 ppm pada takaran 20 ppm. Kadar ini setara dengan kontrol positif, yaitu standar larutan vitamin C 10 ppm. Kesimpulan ialah 20 µg/mL ekstrak etanol kecambah kacang hijau mengandung vitamin C sebesar 0,200 µg/mL.
Uji Efektivitas Antibakteri Ekstrak Daun Eceng Gondok (Eichhornia Crassipes) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Porphyromonas gingivalis Juliantri; Ni Wayan Mariati; Jacklyn Rumondor
PHARMACON Vol. 12 No. 3 (2023): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.12.2023.48993

Abstract

Pengobatan penyakit periodontal dapat diberikan pengobatan berupa obat herbal. Tanaman eceng gondok terbukti mempunyai khasiat sebagai obat karena mempunyai kandungan antibakteri berupa flavanoid, tanin dan alkaloid. Tujuan penelitian untuk menguji efektivitas antibakteri ekstrak daun eceng gondok terhadap pertumbuhan bakteri Porphyromonas gingivalis. Jenis penelitian yang digunakan yaitu metode difusi cakram Sampel dibagi menjadi 4 kelompok masing-masing diberi konsentrasi 7,25%, 15%, 30%, 50%, kontrol positif (Chlorhexidine gluconate 0,2%), dan kontrol negatif (aquades). Hasil pengujian terdapat zona hambat pada konsentrasi 7,25%, 15%, 30%, 50% ekstrak daun eceng gondok dengan kategori zona hambat lemah sampai sedang. Uji One Way Anova menunjukkan p<0,05 yang artinya terdapat perbedaan dari setiap perlakuan. Kesimpulan daun eceng gondok (Eichhornia crassipes) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Porphyromonas gingivalis dengan kemampuan daya hambat paling besar terdapat pada konsentrasi 50% yaitu 6,2 mm yang termasuk kategori zona hambat sedang.  
UJI TOKSISITAS EKSTRAK SIRIH CINA (Peperomia pellucida) DENGAN MENGGUNAKAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST Angelica Togelang; Herni E.I Simbala; Surya Sumantri Abdullah
PHARMACON Vol. 12 No. 3 (2023): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.12.2023.48996

Abstract

Sirih Cina (Peperomia pellucida L. Kunth) adalah salah satu tumbuhan herbal yang berpotensi sebagai antikanker. Sirih cina adalah salah satu tumbuhan gulma yang tumbuh liar di lingkungan yang basah dan lembab namun jarang dibudidayakan. Penelitian pada tumbuhan sirih cina bertujuan untuk mengetahui senyawa metabolit yang terkandung di dalam tumbuhan, potensinya sebagai antikanker, dan nilai LC50. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimental dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi untuk mengambil senyawa metabolit sekunder. Melalui uji skrining diketahui bahwa sirih cina mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tannin, saponin, dan steroid. Pengujian dilakukan dengan larva Artemia saline L. pada konsentrasi 1000 μg/mL, 100 μg/mL, 10 μg/mL, 1 μg/mL dengan potensi yang didapatkan pada tingkat toksik dan nilai LC50, yaitu 40,947 µg/mL.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL ALGA (Halimeda opuntia) YANG DIPEROLEH DARI PERAIRAN DESA POOPOH KABUPATEN MINAHASA Mikhael Versen Onthoni; Adithya Yudistira; Deby Afriani Mpila
PHARMACON Vol. 12 No. 3 (2023): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.12.2023.49272

Abstract

Antioksidan adalah senyawa yang dapat melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Radikal bebas adalah molekul yang tidak stabil dan dapat merusak sel-sel tubuh serta menyebabkan stres oksidatif. Antioksidan bekerja dengan cara menetralkan radikal bebas sehingga melindungi sel-sel dari kerusakan dan membantu menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji potensi antioksidan dari ekstrak etanol alga Halimeda opuntia yang diambil dari pesisir pantai selatan Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Penurunan nilai absorbansi yang diamati secara langsung menggambarkan penurunan jumlah radikal DPPH yang tersisa setelah terjadi reaksi antara ekstrak dan DPPH. Hasil pengujian menunjukkan kadar antioksidan yang terjadi pada konsentrasi 25 ppm (52,925%), 50 ppm (61,659%), 75 ppm (65,304%), dan 100 ppm (70,112%). Hasil pengujian menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak etanol alga Halimeda opuntia, semakin kuat kemampuannya dalam menghambat radikal DPPH. Oleh karena itu dapat disimpulkan, bahwa kadar antioksidan yang paling besar terdapat pada konsentrasi 100 ppm dengan persen rata rata persen inhibisi 70,112%.
Evaluasi Rasionalitas Pengobatan Diabetes Mellitus Tipe 2 Pada Pasien Rawat Jalan Di Salah Satu Rumah Sakit Kabupaten Jember Wima Anggitasari; Iski Weni Pebriarti; Shinta Mayasari
PHARMACON Vol. 13 No. 1 (2024): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.13.2024.46287

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan salah satu gangguan metabolik yang terjadi karena defisiensi sekresi insulin, kerusakan sel β pankreas atau resistensi insulin yang secara progresif mampu menyebabkan komplikasi mikrovaskuler maupun makrovaskuler. Jumlah kasus DM yang terus meningkat menjadi hal yang harus diperhatikan. Keberhasilan terapi pada pasien DM berkaitan dengan rasionalitas pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan obat antidiabetes dan rasionalitas pengobatan terkait tepat indikasi, tepat obat dan tepat dosis pada pasien DM tipe 2 rawat jalan di salah satu rumah sakit swasta di Kabupaten Jember periode Oktober-Desember 2022. Penelitian ini merupakan jenis penelitian non ekperimental dengan mengambil data rekam medis yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan dari 45 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, terapi obat antidiabetes yang paling banyak digunakan pada pasien DM tipe 2 rawat jalan di salah satu Rumah Sakit di Kabupaten Jember periode Oktober-Desember 2022 adalah glimepiride sebanyak 15 orang (33.3%). Rasionalitas pengobatan terkait tepat indikasi adalah 100%, tepat obat adalah 97,8% dan tepat dosis adalah 91,1%. Kata kunci: Diabetes Mellitus, evaluasi, rasionalitas pengobatan
Formulasi dan Penentuan Nilai SPF Krim Tabir Surya Dari Ekstrak Daun Gedi (Abelmoschus manihot L.) Hana Katili; Hosea Jaya Edy; Jainer Pasca Siampa
PHARMACON Vol. 12 No. 3 (2023): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.12.2023.49022

Abstract

Tabir surya merupakan sediaan kosmetik yang secara fisik atau kimiawi dapat menghambat penetrasi sinar UV. Efektivitas sediaan krim tabir surya berdasarkan nilai nilai Sun Protectting Factor (SPF). Tujuan dari penelitian ini untuk memformulasikan dan menentukan nilai SPF krim tabir surya ekstrak daun gedi ( Abelmoschus manihot L.) dengan konsentrasi 2,5, 5 dan 7,5%. Penelitian dimulai dengan ekstraksi sampel menggunakan metode maserasi. Ekstrak yang diperoleh kemudian diformulasikan dalam sediaan krim dengan cara pencampuran basis dengan ekstrak daun gedi. Krim ekstrak daun gedi selanjutnya dilakukan evaluasi dan uji nilai SPF secara in vitromenggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak maka nilai sediaan SPF semakin tinggi dengan nilai yang diperoleh : 2,5% (11.922), 5% (23.172), 7,5% (33.384). Hasil evaluasi sediaan krim untuk organoleptis, homogenitas, pH, uji daya sebar memenuhi syarat sedangkan untuk uji daya lekat tidak memenuhi syarat.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): PHARMACON Vol. 13 No. 3 (2024): PHARMACON Vol. 13 No. 2 (2024): PHARMACON Vol. 13 No. 1 (2024): PHARMACON Vol. 12 No. 3 (2023): PHARMACON Vol. 12 No. 2 (2023): PHARMACON Vol. 12 No. 1 (2023): PHARMACON Vol. 11 No. 4 (2022): PHARMACON Vol. 11 No. 3 (2022): PHARMACON Vol. 11 No. 2 (2022): PHARMACON Vol. 11 No. 1 (2022): PHARMACON Vol. 10 No. 4 (2021): PHARMACON Vol 10, No 3 (2021): PHARMACON Vol 10, No 2 (2021): PHARMACON Vol 10, No 1 (2021): PHARMACON Vol 9, No 4 (2020): PHARMACON Vol 9, No 3 (2020): PHARMACON Vol 9, No 2 (2020): PHARMACON Vol 9, No 1 (2020) Vol 9, No 1 (2020): PHARMACON Vol 8, No 4 (2019) Vol 8, No 4 (2019): PHARMACON Vol 8, No 3 (2019): PHARMACON Vol 8, No 3 (2019) Vol 8, No 2 (2019): PHARMACON Vol 8, No 2 (2019) Vol 8, No 1 (2019): Pharmacon Vol 7, No 4 (2018): Pharmacon Vol 7, No 3 (2018): Pharmacon Vol 7, No 2 (2018): Pharmacon Vol 7, No 1 (2018): Pharmacon Vol 6, No 4 (2017): Pharmacon Vol 6, No 3 (2017): Pharmacon Vol 6, No 2 (2017): Pharmacon Vol 6, No 1 (2017): Pharmacon Vol 5, No 4 (2016): Pharmacon Vol 5, No 3 (2016): Pharmacon Vol 5, No 2 (2016): Pharmacon Vol 5, No 1 (2016): Pharmacon Vol 4, No 4 (2015): Pharmacon Vol 4, No 3 (2015): Pharmacon Vol 4, No 1 (2015): pharmacon Vol 3, No 4 (2014): pharmacon Vol 3, No 3 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol 2, No 4 (2013) Vol 2, No 3 (2013): pharmacon Vol 2, No 2 (2013): pharmacon Vol 2, No 1 (2013): pharmacon Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) More Issue