cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JURNAL ILMIAH PLATAX
ISSN : 23023589     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Mencakup Penulisan yang berhubungan dengan pelaksanaan penelitian yang dilakukan secara mandiri, atau kelompok, dan berdasarkan Ruang Lingkup Pengelolaan Wilayah Pesisir, Konservasi, Ekowisata, dan Keanekaragaman Hayati Perairan.
Arjuna Subject : -
Articles 488 Documents
Application of probiotic bacteria isolated from catfish (Clarias batrachus) intestine to enhance growth performance and resistance of carp (Cyprinus carpio) against Aeromonas hydrophila Febi S.D. Saragih; Henky Manoppo; Suzanne L. Undap; Edwin L. A. Ngangi; Sammy N. J. Longdong; Diane J. Kusen
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 7 No. 2 (2019): ISSUE JULY - DECEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.7.2.2019.23724

Abstract

The objective of research was to isolate probiotic bacteria from catfish intestine and to examine its effects on the growth and resistance of carp against Aeromonas hydrophila.  The probiotic isolated from intestine was grown on MRS agar.  Fish used in this research was juvenile of carp with an average weight of 5.5 g obtained from Freshwater Aquaculture Board at Tatelu Village, North Sulawesi Province.  Before running the experiment, the juveniles were adapted for one weeks in 15 glass aquaria at a density of 15 individuals each.  After acclimatization, the fish were fed diet supplemented with probiotic at different concentrations namely 1x109 , 1x108 , 1x107,  1x106 cfu/mL for three weeks. The fish were fed two times a dayat 08.00 am and 17.00 pm with a dose of 5% of body weight per day. At the end of feeding, the fish were challenged with A. hydrophila.  Data collected included average growth rate, absolute growth, feed efficiency, and food conversion ratio.  Research results found that the addition of probiotic into feed was  able to increase growth and feed efficiency and reduce food conversion ratio as well (p<0.01). The best growth, feed efficiency and food conversion ratio were obtained in fish fed diet added with probiotic bacteria at 1x108 cfu/mL.  The highest survival rate was also observed in fish probiotic diet containing 1x108 cfu/mL.  As conclusion, probiotic bacteria isolated from catfish intestine was potential to improve growth, feed efficiency, reduce food conversion ratio and increase resistance of fish against bacterial pathogen.Keywords: probiotic, carp, Aeromonas hydrophila, feed efficiency, food conversion ratioABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengisolasi bakteri probiotik dari usus ikan lele dan menguji pengaruh pemberian probiotik dari usus ikan lele terhadap pertumbuhan dan resistensi ikan mas terhadap infeksi Aeromonas hydrophilla. Sumber probiotik diisolasi dari usus ikan lele menggunakan media MRS (de Man Rogosa Sharpe) dan bakteri Aeromonas hydrophilla ditumbuhkan pada media TSA (Tryptic Soy Agar). ikan uji diambil dari Balai Budidaya Air Tawar Tatelu , Provinsi Sulawesi Utara . ikan diaklimatisasi selama seminggu dalam 15 akuarium dengan kepadatan 15 ekor/akuarium dan berat awal rata-rata 5,5 g. Setelah diaklimatisasi ikan diberi pakan yang ditambahkan bakteri probiotik sebagai perlakuan dengan konsentrasi berbeda yaitu 1x109 , 1x108 , 1x107,  1x106 cfu/mL selama empat minggu sebanyak 5% /berat tubuh/hari dengan frekuensi pemberian pakan dua kali sehari yaitu jam 08.00 pagi dan jam 17.00 sore. Setelah diberi perlakuan maka diuji tantang dengan bakteri Aeromonas hydrophilla.  Data yang dikumpulkan terdiri dari laju pertumbuhan harian, pertumbuhan mutlak, efesiensi pakan, konversi pakan dan uji tantang terhadap bakteri patogen. Hasil penelitian mendapatkan bahwa penambahan bakteri probiotik dalam pakan mampu meningkatkan pertumbuhan, efesiensi pakan dan menurunkan konversi pakan (p<0.01). Pertumbuhan, efesiensi pakan dan konversi pakan yang terbaik dicapai pada ikan yang diberi pakan dengan penambahan bakteri probiotik 1x108 cfu/mL.  Kelangsungan hidup ikan mas yang diuji tantang dengan bakteri patogen yang paling tinggi dicapai pada ikan yang diberi pakan 1x108 cfu/mL. Sebagai kesimpulan bahwa bakteri probiotik yang diisolasi dari usus ikan lele berpotensi meningkatkan pertumbuhan, efesiensi pakan, menurunkan konversi pakan serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh pada ikan mas.Kata Kunci : Probiotik, Ikan Mas, Aeromonas hydrophilla, Pertumbuhan, Efesiensi Pakan, Konversi Pakan
KARAKTERISTIK MORFOMETRIK DAN FAKTOR KONDISI KERANG TOTOK (Polymesoda erosa) DI HUTAN MANGROVE DESA NUSAJAYA KECAMATAN WASLEI SELATAN KABUPATEN HALMAHERA TIMUR MALUKU UTARA Alfrina Rumbiak; Jan F.W.S. Tamanampo; Gaspar D. Manu
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 2 No. 3 (2014): EDISI SEPTEMBER-DESEMBER 2014
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.2.3.2014.9123

Abstract

Clam, Polymesoda erosa is species that live in sandy and muddy substrata of mangrove ecosystem. The aims of this study are to look at the relationship of the shell length and width,body thiekness, body weight and organ weight based on class size to determine the growth. The study also was designed to reveal the conditional factor based on the clam class size. The samples were collected during the day at lowest tide in January 2014. The total is 153 individuals of Polymesoda erosa clam were collected during the study. The result shows thare is a strong positive relationship between body lenght and body weight as shown within  the regression analysis with intercept (a) = 0,470779,  regression coefficient (b) = 0,69095 and correlation coefficient (r) = 0,406357. Based on the r value, it can be concluded that there is strong relationship regarding the length and weight increment as much as 40,63 %.   Keywords : Characteristics Morphometrics and Shellfish totok condition factor Nort Maluku ABSTRAK .         Kerang  totok (Polymesoda erosa) adalah salah satu jenis moluska dalam kelas bivalvia yang hidup di ekosistem mangrove pada daerah yang bersubstrat pasir dan berlumpur. Penelitian ini bertujuan. mengetahui kisaran ukuran panjang cangkang,,lebar cangakang, tubuh, berat tubuh, dan berat organ lunak, selanjutnya mengetahui pertambahan panjang, lebar cangkang, tebal tubuh, berat tubuh, dan berat organ lunak berdasarkan kelas ukuran, dan juga  mengetahui hubungan pertumbuhan panjang cangkang, dan berat cangkang, dan  mengetahui faktor kondisi kerang di setiap kelas ukuran.  Pengambilan sampel di lakukan pada siang hari saat surut terendah pada bulan januari 2014. Berdasarkan kegiatan penelitian di wilayah pesisir Desa Nusajaya Kecamatan Waslei Selatan Kabupaten Halmahera Timur Maluku Utara, dikumpulkani  153 individu kerang totok (Polymesoda erosa). Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa setiap pertambahan panjang cangkang akan diikuti dengan pertambahan berat secara proporsional mengikuti nilai Intercept (a) = 0.470779, dan koefisien regresi (b) = 0,690957. Niilai koefisien korelasi (r) = 0. 406357 menyatakan  adanya korelasi positif yang menerangkan terdapat keeratan hubungan  antara pertambahan panjang cangkang dengan pertambahan berat berat tubuh sebesar 40.63 %   Kata kunci :Karakteristik Morfometrik dan Faktor kondisi KerangTotok Maluku utara   1Bagian dari skripsi 2Mahasiswa Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan FPIK-UNSRAT 3Staf pengajar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi  
The use of Sponge Crude Extract to Increase Growth and Immune Response of Nile Tilapia Oreochromis niloticus Merlyn D. Manurung; Reiny A. Tumbol; Henneke D. Pangkey; Deiske A. Sumilat; Remy E. P. Mangindaan
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 7 No. 1 (2019): ISSUE JANUARY-JUNE 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.7.1.2019.23228

Abstract

This study aims to examine the effect of sponge crude extract addition to the fish feed on growth and non-specific immune response of nile tilapia (O. niloticus) and determine the most effective dose of the extract in raising the growth and the non-specific immune response of nile tilapia (O. niloticus). The sponge sample was macerated and then evaporated using a rotary vacuum evaporator until the sample became a paste and mixed with feed. The fish were fed for 14 days respectively as much as 5% of body weight per day with feeding frequency of two times a day. The results showed that addition of sponge crude extract to the fish feed gave good effect on the growth and the non-specific immune response of nile tilapia (O. niloticus) with best dose of  40 g / kg feed.Keywords: Sponge extract, fish immune response, fish growth, immune response, immunostimulant. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penambahan ekstrak kasar spons pada pakan ikan terhadap pertumbuhan dan respon imun  non spesifik ikan nila (Oreochromis niloticus) serta menentukan dosis ekstrak kasar spons yang paling efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan respon imun non spesifik ikan nila (Oreochromis niloticus). Sampel spons dimaserasi kemudian dievaporasi menggunakan rotary vacuum evaporator sehingga diperoleh ekstrak kasar berbentuk pasta yang kemudian dicampurkan pada pakan. Ikan uji diberi pakan perlakuan 5% dari bobot biomassa selama 14 hari dengan frekuensi pemberian pakan dua kali sehari. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan ekstrak kasar spons pada pakan ikan memberikan pengaruh yang baik terhadap pertumbuhan dan respon imun non spesifik ikan nila (Oreochromis niloticus), yang mana dosis yang terbaik adalah 40 gr / Kg pakan.Kata Kunci : Ekstrak spons, respon imun ikan, pertumbuhan ikan, respon imun, imunostimulan.
Phytoplankton Composition and Factors Of Physics – Chemical Water Depth On Water Lake Tondano Ade Primanur B. Wiyono; Jan F. W. S Tamanampo; Gaspar D. Manu
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 4 No. 2 (2016): EDISI JULI-DESEMBER 2016
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.4.2.2016.13876

Abstract

Research on phytoplankton composition and physico-chemical factors of the Central part of Tondano waters was done by taking water samples from the depths of 5 M, 10 M and 20 M, respectively. The purpose of the study was to identify the phytoplankton, determine the species density and diversity index, and the physico-chemical factors of water with depth. Results revealed that 8 species of phytoplantkon were found at 8 m depth dominated by Chlorophyceae (2 species with 228 cells/liter), and Bacillariophyceae (3 species with 168 cells / liter). Thirteen species were recorded at 10 m depth dominated by  Clorophyceae (7 species with 1728 cells / liter), and Bacillariophyceae (3 species with 984 cells / liter). Meanwhile, there were 8 species found at 20 m depth dominated by Bacilariophyceae (4 species with 3828 cells / liter) and Chlorophyceae (one species with 84 cells / liter). The results of the analysis of the ecological index at a water depth of 5 m to 20 meters earn variation of species diversity index (H ', H'miax, H'min) with a value of 1779-1039, 1832-1069, 1707-1008), the dominance index (D) with value of 0.204 - 0.4722, and harmony with the index value of 0.7406 - 0.3535.Based on t-test, species diversity index(H) of the phytoplankton at all 5 M depth was not different from that at  10 M), but the spesies diversity index was different between 5 M and 20 M depth and between 10 M and 20 M. The results of measurements of chemical physics parameters of water at a depth of 5 M to 20 M has a range of concentrations (TDS 149- 151 mg / L, DHL 232-234 mg / L, pH 7.2 - 6.79, Total Phosfat 0.0008 - 0.062 mg / L, dissolved Phosfat 0.0 mg / L, Total Nitrogen 0065-0027 mg / L, Ammonia 0031-0012 mg / L, and Nitrate 0.83 - 1.70 mg / L Keyword : Tondano Lake, Phytoplankton, Density   ABSTRAK Penelitian tentang komposisi fitoplankton dan faktor fisika-kimia dari bagian Tengah perairan Tondano dilakukan dengan mengambil sampel air dari kedalaman masing – masing  5 M, 10 M dan 20 M. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi dan kepadatan populasi phytoplankton, indeks-indeks ekologi, dan faktor lingkungan fisik kimia perairan berdasarkan kedalaman air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 8 spesies fitoplankton ditemukan pada kedalaman 8 m didominasi oleh Chlorophyceae (2 spesies dengan 228 sel / liter), dan Bacillariophyceae (3 spesies dengan 168 sel / liter). Tiga belas spesies tercatat di kedalaman 10 m didominasi oleh Clorophyceae (7 spesies dengan 1.728 sel / liter), dan Bacillariophyceae (3 spesies dengan 984 sel / liter). Sementara itu, ada 8 spesies yang ditemukan pada kedalaman 20 m didominasi oleh Bacilariophyceae (4 spesies dengan 3828 sel / liter) dan Chlorophyceae (satu spesies dengan 84 sel / liter). Hasil analisis indeks ekologi pada kedalaman air  5 m sampai 20 meter mendapatkan variasi  Indeks keanekaragaman spesies (H’, H’miax, H’min) dengan nilai 1.779 – 1.039, 1.832 – 1.069, 1.707 – 1.008), indeks dominasi (D) dengan nilai 0.204 – 0.4722, dan indeks keserasian dengan nilai 0.7406 – 0.3535. Berdasarkan t-tes, indeks keanekaragaman spesies (H) dari fitoplankton di semua kedalaman 5 M tidak berbeda dengan  10 M), tetapi indeks spesies keanekaragaman berbeda antara kedalaman 5 M dan 20 M dan antara 10 M dan 20 M. Hasil pengukuran parameter fisika kimia perairan pada kedalaman 5 M sampai 20 M mempunyai kisaran konsentrasi (TDS 149- 151 mg/L, DHL 232 – 234 mg/L, pH  7.2 – 6.79, Total Phosfat 0.0008 – 0.062 mg/L, Phosfat terlarut  0.0 mg/L, Total Nitrogen 0.065 – 0.027 mg/L, Amoniak  0.031 – 0.012 mg/L, dan Nitrat  0.83 – 1.70 mg/L Kata kunci : Danau Tondano, Fitoplankton, Kepadatan 1 Mahasiswa Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, FPIK Unsrat 2 Staf Pengajar Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, FPIK Unsrat
Demersal fish stock development as the sustainability of coral fish under artificial reef made of bamboo (BambooReef) in the coastal waters of Malalayang Dua, Manado Alex D. Kambey; Anneke V. Lohoo
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 5 No. 2 (2017): ISSUE JULY - DECEMBER 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.5.2.2017.17485

Abstract

Efforts to maintain and prepare the fish stock availability, coastal resources management in Malalayang Dua waters was carried out through coral reef rehabilitation in public fisheries zone, artificial reef “BambooReef” placement as an effort of innovation creation to prepare an alternative artificial reef model. In 1 -2 years, new habitat is expected to be present, could increase the fish biomass, and create the area to be able to supply reef fish stock in Malalayang Dua waters and its surroundings.The artificial reef “bambooReef” was laid around the natural coral reefs at the depth of 5 to 7 m. Data collected were presence and attraction of the coral fish (no. species and density).Results showed that there were 15 species found around the “BambooReef”, with the highest recorded as mayor species group (13 species), followed by indicator species, and 1 target species. Total number was 137 individuals and the density was 8.56 ind./m2 or 85.625 ind/ha.  The fifteen species of coral fish did not, in general, belong to optimum size for fishing.  Nevertheless, this study reflects that the artificial reef placement has created new habitat for the coral fish. Keywords: Artificial reef, bambooreef, bamboo, demersal.   AbstrakUpaya untuk menjaga, memelihara dan sekaligus mempersiapkan  penyediaan stok ikan di perairan, dibuatkan  pengelolaan sumberdaya wilayah pesisir di Kelurahan  Malalayang Dua dengan konsep pengelolaan melalui perbaikan  kondisi terumbu karang zona perikanan masyarakat, dengan konsep rehabilitasi tempat hidup dan berkembang ikan yaitu peletakan terumbu buatan dari bahan dasar bambu “BambuReef”, sebagai upaya menciptakan inovasi bahkan menciptakan model terumbu buatan alternatif (baru).  Diharapkan dalam waktu dalam waktu 1-2 Tahun akan tercipta habitat baru, meningkatkan biomassa ikan, menciptakan daerah yang dapat menyediakan stock ikan karang di perairan pantai Kelurahan Malalayang Dua dan sekitarnya.Terumbu buatan “bambooReef” diletakkan pada daerah sekitar  terumbu karang alami di perairan pesisir Malalayang Dua Kota Manado, pada kedalaman 5 s/d 7 meter. Data yang diperoleh dari peletakkan/penerapan terumbu buatan “BambooReef” adalah kehadiran dan ketertarikan jenis ikan karang (jumlah jenis dan kepadatannya),Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 15 spesies yang ditemukan di sekitar terumbu buatan “BambooReef” dimana tertinggi termasuk pada kelompok spesies mayor (13 jenis), kemudian diikuti spesies indikator berjumlah 1 jenis, dan spesies target 1 jenis, dengan jumlah 137 individu, serta kepadatan 8,56 indv/m2 atau sebesar  85.625 individu per hektar.   15 jenis ikan karang yang ditemukan umumnya belum dalam ukuran optimum untuk ditangkap.  Namun demikian hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penempatan  terumbu buatan telah memberikan habitat baru bagi ikan karang.Kata kunci: Terumbu buatan, bambooreef, bambu, demersal.  
Phytoplankton Density and Diversity in the Waters around the Reclamation Area in Manado Beach Yulianti E Liwutang; Fransine B. Manginsela; Jan FWS Tamanampo
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 1 No. 3 (2013): EDISI MEY - AGUSTUS 2013
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.1.3.2013.2568

Abstract

ABSTRACT Phytoplankton is one of the most important aquatic organisms and has a major role in the cycle of life in the waters. Phytoplankton is able to do the process of photosynthesis to produce the organic matter utilized by other organisms living in aquatic environments. Phytoplankton can also be used as one of the ecological parameters that can describe the ecological conditions of the body of water and can be used as bio-indicators of pollution in the water. The purpose of this study is to obtain the types of phytoplankton in the waters around the reclamation area in Manado Beach, to know the diversity and density of phytoplankton species, and to determine the types of phytoplankton which are dominant according to the water depth. The phytoplankton found in the research site belonged to 27 genera. Station 1, 27 species were found in 5m depth, 19 species in 15m depth and 12 species in 30m depth. Station 2, 24 species were found in 5m depth, 20 species in 15m depth and 13 species in 30m depth. For index density, station 1 and 2 at a depth of 5 m has the highest density of 11 individuals/l and 12.333 Individuals/l. Diversity indices for stations 1 and 2 showed at a depth of 5 m, 2.954 and 2.891, respectively. The dominance indices at station 1 and station 2 showed that were no species dominance. Keywords : phytoplankton, density, diversity, reclamation area   ABSTRAK Fitoplankton  merupakan salah satu organisme perairan yang sangat penting dan mempunyai peran utama dalam siklus kehidupan di  perairan. Fitoplankton mampu melakukan proses fotosintesis untuk menghasilkan senyawa organik yang merupakan sumber energi yang dimanfaatkan oleh organisme lain yang hidup di lingkungan perairan. Fitoplankton juga dapat digunakan sebagai salah satu parameter ekologi yang dapat menggambarkan bagaimana kondisi ekologi suatu perairan dan dapat digunakan sebagai bio-indikator pencemaran dalam suatu perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data jenis-jenis fitoplankton yang ada di perairan sekitar kawasan reklamasi Pantai Manado, mengetahui keanekaragaman dan kepadatan spesies fitoplankton dan mengetahui jenis-jenis fitoplankton yang dominan menurut kedalaman air. Jenis fitoplankton yang ditemukan di lokasi penelitian totalnya berjumlah 27 genus.   Stasiun 1, ditemukan 27 spesies di kedalaman 5m, 19 spesies di kedalaman 15m dan 12 spesies di kedalaman 30m. Stasiun 2, ditemukan 24 spesies di kedalaman 5m, 20 spesies di kedalaman 15m dan 13 spesies di kedalaman 30m.Untuk indeks kepadatan, stasiun 1 dan 2 di kedalaman 5 m memiliki kepadatan tertinggi yaitu 11 Ind/l dan 12,333 Ind/l. Indeks keanekaragaman untuk stasiun 1 dan 2 di kedalaman 5m yaitu 2,954 dan 2,891, indeks dominasi di stasiun 1 dan stasiun 2 menunjukkan tidak adanya dominasi spesies. Kata kunci : fitoplankton, kepadatan, keanekaragaman, kawasan reklamasi 1Bagian dari skripsi 2Mahasiswa Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan FPIK-UNSRAT 3Staf pengajar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi
Test of Larvacide Activity from Some Sponge Extracts to Aedes aegypti Larvae Efra D. L. Wantah; R. E. P. Mangindaan; Fitje Losung
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 6 No. 2 (2018): ISSUE JULY-DECEMBER 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.6.2.2018.20637

Abstract

Marine organisms have been known produce certain compounds those could lead for medicine purposes. Sponges are one and the most studied for this aim. oneof the important biological activities which expected from sponge are larvacide activity. The aims this research was to test the larvacide activity aagainst Aedes aegypti larvae from some of sponge extract. Sponge samples were taken from Malalayang Waters, (N 01 ° 27'37 "E 124 ° 47'30") on November 2014 with the depth varies from 2-15 m  with SCUBA. The extraction, preparation of the larvae and activity testing was performed on Biomolecular and Marine Pharmacy Laboratory Faculty Fisheries and Marine Science. The sponge samples were cutted and soaked in 95% Ethanol for over night with 3 repetitions to obtain ethanolic extracts. The extract were filtered and evaporated using freeze dryer then tested onto 10 instars 3 instars m larvae that had been previously maintained. the test was made in triplowith 24 hours observation. abate was used as positive control while negative control clean water was used.The test results showed that of 11 Sponge tested, 10 species showed larvacidal activity and marine sponge extract Tedania sp. has the highest activity compared to 9 extracts. As a suggestion of this research the further purification of Tedania sp. extract is needed to know the structure of active compound.Keywords: Aedes aegypti, Larvacide, Sponge extractABSTRAKOrganisme laut yang dapat dikembangkan menjadi bahan sediaan obat antara lain sponge, dan merupakan salah satu organisme laut yang banyak diteliti. Beberapa aktivitas biologis penting yang diharapkan dari ekstrak sponge salah satunya adalah aktivitas larvasida. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas larvasida nyamuk Aedes aegypti dari beberapa ekstrak Sponge. Sampel sponge diambil di perairan Malalayang, tepatnya di koordinat N 01°27’37” E 124°47’30” pada bulan November 2014 di kedalaman 2-15 m. Sedangkan untuk tahap ekstraksi, penyiapan larva uji dan pengujian aktivitas larvasida di lakukan di laboratorium Biomolekular dan Farmasitika Laut program studi Ilmu Kelautan, FPIK UNSRAT. Dalam penelitian yang dilakukan, sampel diambil di perairan menggunakan peralatan SCUBA. Setelah itu diekstrak dengan larutan etanol 95% dan direndam selama 24 jam dan dilakukan 3 kali pengulagan untuk mendapatkan ekstrak etanolik. Sampel dikeringkan dengan menggunakan alat freeze dryer kemudian diujikan ke 10 ekor larva nyamuk fase instar 3 yang telah dipelihara sebelumnya. Pengujian dilakukan sebanyak 3 kali pengulangan dengan lama pengamatan 24 jam pengamatan. Sebagai kontrol positif digunakan bubuk abate yang biasa dijual di pasaran sedangkan kontrol negative atau tanpa perlakuan digunakan air bersih. Data hasil pengamatan diolah menggunakan Microsoft excel.Hasil pengujian menunjukkan bahwa Dari 11 Sponge yang diuji, 10 jenis menunjukan aktivitas larvasida dengan persentase mortalitas yang bervariasi dan ekstrak sponge laut Tedania sp. memiliki aktivitas tertinggi dibandingkan dengan 10 jenis ekstrak sponge lain dalam pengujian. Sebagai saran dalam penelitian ini yaitu Perlu dilakukan pemurnian lanjut ekstrak lebih lanjut dari ekstrak sponge Tedania sp. yaitu ke tahap partisi dan Perlu adanya variasi konsentrasi dalam pengujian.Kata Kunci : Aedes aegypti, Larvasida, ekstrak Spong
Analysis of Heavy Metal Polution In River Mouths And Estuaries Tondano And Sario IN Manado City North Sulawesi Sandra Tilaar
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 2 No. 1 (2014): Edisi Januari - April 2014
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.2.1.2014.4406

Abstract

This study aims to determine the concentration of heavy metal Hg and Pb in estuary waters Tondano and Sario River in the Bay of Manado, and compare the state of the estuary waters Tondano with Sario estuary waters. Information obtained from this study is expected to be useful for the management of the marine environment, particularly coastal waters, so the environmental monitoring and utilization of coastal areas can be better implemented. The study was conducted for 4 months from September to December 2013. Analasis heavy metal analysis was performed according to the instructions better for Hg, Zn and Pb. The content of Hg and Zn in the water column in the estuary waters Tondano and Sario still within tolerable levels. The content of Pb in the water column in the estuary waters and estuary Tondano and Sario has passed the specified levels and has passed the tolerable levels. Human activity continues to grow around the Gulf waters of Manado so may result in appropriate changes that can lead to contamination, because it is necessary to monitor water quality regularly and continuously.   Keywords: pollution, heavy metals, water quality   A b s t r a k Penelitian ini bertujuan mengetahui konsentrasi logam berat Hg dan Pb pada Perairan Muara Sungai Tondano dan Sungai Sario di Teluk Manado, serta membandingkan keadaan Perairan Muara Sungai Tondano dengan Perairan Muara Sungai Sario. Informasi yang diperoleh dari penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pengelolaan lingkungan perairan, khususnya perairan pantai, sehingga pemantauan lingkungan dan pemanfaatan wilayah pesisir pantai dapat dilaksanakan lebih baik. Penelitian dilakukan selama 4 bulan sejak bulan September sampai dengan bulan Desember 2013. Analasis logam berat dilakukan menurut petunjuk analisis baik untuk Hg, Zn dan Pb. Kandungan Hg dan Zn pada kolom air pada perairan Muara Sungai Tondano dan Muara Sungai Sario masih dalam kadar yang ditoleransi. Kandungan Pb pada kolom air di perairan Muara Sungai Tondano dan Muara Sungai Sario telah melewati kadar yang ditetapkan dan telah melewati kadar yang ditoleransi. Adanya aktivitas manusia yang terus berkembang di sekitar Perairan Teluk Manado sehingga dapat mengakibatkan terjadinya perubahan-perubahan secara tepat yang dapat mengakibatkan pencemaran, karena itu perlu diadakan pemantauan kualitas air secara berkala dan berkesinambungan.   Kata kunci : pencemaran, logam berat, kualitas air
Survival Rate and Growth of Acropora sp. Transplanted on Artificial Substrate in Kampung Ambong, Likupang Timur Antou, Kevin J. P.; Rondonuwu, Ari B.; Moningkey, Ruddy D.
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 7 No. 1 (2019): ISSUE JANUARY-JUNE 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.7.1.2019.22652

Abstract

60 coral specimens transplanted on three artificial substrates, namely bamboo, iron and concrete showed that the average length of coral fragments on the bamboo substrate for four months ranged from (7.45 - 10.11 cm) the highest increase in the highest coral length occurred in the second month (1.05 cm). On the average iron substrate, the average coral fragment length ranged (9.41 - 11.68 cm), the absolute increase in coral length was highest in the fourth month (0.94 cm). Whereas on the concrete substrate (5.23 - 6.77 cm) on the concrete substrate the absolute increase was highest in the third month (0.73 cm). The results of data analysis showed the rate of increase in coral Acropora sp. ranged (0.50 - 0.78 cm / month, on the bamboo substrate the rate of increase showed a better value of the iron and concrete substrate which was equal to (0.78 cm / month). In this study the survival of corals had a percentage that could be said to be successful. iron survival rate of 90% and on the concrete substrate by 70%.Keywords: Acropora sp, TransplantationABSTRAK60 spesimen karang yang ditransplantasi pada tiga substrat buatan yaitu bambu, besi dan beton menunjukkan bahwa rataan panjang fragmen karang pada substrat bambu selama empat bulan diperoleh berkisar (7,45 - 10,11 cm) pertambahan mutlak panjang karang tertinggi terjadi pada bulan kedua yaitu (1,05 cm). Pada substrat besi rataan panjang fragmen karang rata – rata berkisar (9,41 – 11.68 cm) pertambahan mutlak panjang karang tertinggi pada bulan keempat yaitu (0.94 cm). Sedangkan pada substrat beton (5,23 – 6,77 cm) pada substrat beton pertambahan mutlak tertinggi pada bulan ketiga (0,73 cm). Hasil analisis data menunjukkan laju pertambahan karang Acropora sp. berkisar (0.50 – 0.78 cm/bulan, pada substrat bambu laju pertambahan menunjukkan nilai yang lebih baik dari substrat besi dan beton yaitu sebesar (0.78 cm/bln). Dalam penelitian ini keberhasilan hidup karang mempunyai persentase yang bisa dikatakan berhasil. Pada substrat bambu dan besi tingkat kelangsungan hidup sebesar 90% dan pada substrat beton sebesar 70%.Kata Kunci : Acropora sp, Transplantasi
Community Structure of Gastrpods in Mokupa Beach, Sub-district of Tobariri,Minahasa Regency, North Sulawesi Province Alinaung F. Firgonitha; Anneke V. Lohoo; Alex D. Kambey
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 3 No. 1 (2015): EDISI JANUARI-JUNI 2015
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.3.1.2015.13215

Abstract

Ecologically intertidal mollusk has important role in the food chains. As a filter feeder, mollusk is also known as a food source for other marine organisms. The intertidal zone is known as the smallest area in the ocean basin (Nybakken, 1992). This zone is a narrow edge cover only few square meters and position between low tide mark (LTM) and high tide mark (HTM). The study was conducted in Mokupa beach waters, Tombariri sub-district, Minahasa Regency. Coastal area of Mokupa village represent typical tropical ecosystem such as coral reef, seagrass bed and mangrove belt. As many as 45 species in 134 total individuals were recorded during the study. The density of gastropods collected is 4.4667 individual/m2 while density for gastropods species Littoraria scabra Linne was 0.4000 individual/m2 and in term of relative density is 9.834 % and thus considered the highest. Species diversity index of this species is H’ = 2.37594. Keywords: mollusk, diversity, dominance   A B S T R A K   Secara ekologis Moluska yang menempati daerah intertidal memiliki peranan yang besar kaitannya dengan rantai makanan. Karena di samping sebagai filter feeder, moluska juga merupakan makanan bagi biota lainnya. Zona intertidal (pasang-surut) merupakan daerah terkecil dari semua daerah yang terdapat di samudera dunia (Nybakken, 1992). Zona ini merupakan pinggiran yang sempit sekali, hanya beberapa meter luasnya, terletak di antara air pasang tinggi dan air surut rendah. Penelitian ini dilaksanakan di perairan pantai Mokupa Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa. Daerah pantai Desa Mokupa merupakan daerah yang lokasinya terdapat ekosistem yang khas di daerah tropis yaitu terumbu karang, padang lamun, dan hutan mangrove. Diperoleh sebanyak 45 spesies dan berjumlah 134 individu. Kepadatan rata-rata organisme Gastropoda diperoleh 4,4667 indv/m2 , dengan  kepadatan spesies tertinggi 0,4000 indv/m2 (Littoraria scabra Linne), dengan Kepadatan relative  adalah 9,834 %.Keanekaragaman spesies diperoleh nilai (H’= 2.37594)   Kata Kunci : Komunitas, keanekaragaman, dominasi 1Mahasiswa Program Studi MSP FPIK-UNSRAT 2Staf pengajar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi

Page 10 of 49 | Total Record : 488


Filter by Year

2012 2025