cover
Contact Name
Hamzah
Contact Email
sainetin@unilak.ac.id
Phone
+6285274546000
Journal Mail Official
sainetin@unilak.ac.id
Editorial Address
Jl. Yos Sudarso km.8, Umban Sari, Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau 28265
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
SainETIn
ISSN : 25489445     EISSN : 25486888     DOI : 10.31849/sainetin.v4i1
Jurnal SainETIn is a scientific journal published by the Electrical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Lancang Kuning Pekanbaru, as a medium for the publication of scientific papers / research in the fields of Science, Energy, Technology and Industry
Articles 94 Documents
Sistem Pengasapan Ikan Otomatis Mengunakan Arduino AT MEGA 2560 Maharmi, Benriwati; Palaha, Fadhli; Prasetyo, Findo
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 6 No. 1 (2021): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v6i1.7872

Abstract

Ikan air tawar memiliki kandungan protein yang tinggi yang disukai oleh masyarakat banyak, selain harganya yang relative terjangkau dan banyak dibudidayakan. Ikan air tawar merupakan makanan yang cepat megalami pembusukan. Di Riau sendiri yang terkenal dengan ikan salai yang diproses dengan pengasapan supaya ikan lebih tahan lama dan menambah cita rasa pada ikan, pengasapan ikan secara tradisional dengan sistem terbuka dinilai kurang efektif karena panas dan asap yang dihasilkan akan banyak terbuang. Dalam penelitian ini dikembangkan sistem pengasapan otomatis dengan menggunakan elektrik dan tertutup, sehingga proses pengasapan lebih efektif. Alat pengasapan ikan otomatis berbasis mikrokontroler Arduino AT Mega 2560 dan sensor DHT 22 untuk mengontrol suhu dan kelembaban secara otomatis. Hasil penelitian diperoleh pengasapan secara konvensional membutuhkan waktu 12-13 jam, sedangkan pengasapan ikan otomatis membutuhkan waktu 7-8 jam. Nilai suhu yang digunakan pada alat pengasapan ikan yaitu mencapai 80˚C ketika nilai suhu melebihi 80˚C maka secara otomatis element (pemanas) akan mati. Kipas sebagai alat untuk mensirkulasi asap akan bekerja pada suhu 60 oC berhenti bekerja pada suhu 58 oC.
Analisa Stabilitas Sistem Kelistrikan Sumatera dengan Beroperasinya PLTGU Riau 275 MW menggunakan Simulasi Digsilent Yolnasdi, Yolnasdi; Waskito, Lilik Anggit; Setiawan, David
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 6 No. 1 (2021): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v6i1.8871

Abstract

Sumatra's electricity system is the second largest in Indonesia after the Java-Bali electricity system. According to the 2019-2028 RUPTL (General Plan for Electricity Concession) in the Sumatra system, in Riau province, the IPP PLTGU Riau 275 MW plant will operate in 2021. the inclusion of the Riau 275 MW PLTGU plant in the system, in addition to increasing the power supply, will also affect stability. Sumatra electricity. the analysis is needed to see the reliability of the system when a disturbance occurs. The observed stability is the stability of the voltage and frequency as a result of the trip generator disturbance. Several scenarios were carried out to see frequency stability by tripling several generating units until the system stability limit was exceeded. To overcome the frequency stability disturbance, a low-frequency load release scheme (UFLS) is carried out so that the system can maintain its stability. In this study, Digsilent 15 software was used to run the simulation. The simulation results show that when the Riau 275 MW PLTGU is already operating and there is a disturbance in the system, the frequency response of the system is better than when the unit is not yet operating. In the fault scenario of 4 generating units (411 MW) trip, the system stability limit is exceeded, so it is necessary to carry out a load shedding scheme (UFLS) to maintain its stability. The implementation of the UFLS scheme when the Riau 275 MW PLTGU was already operating provided a saving of 73.47 MW or the equivalent of Rp. 106,142,109.00 per hour
Studi Kuat Medan Listrik Tower 213-214 Section Duri-Bagan Batu Tarigan, Juanda; Situmeang, Usaha; Monice, Monice
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 6 No. 2 (2022): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v6i2.7142

Abstract

Pemakaian tegangan tinggi pada transmisi daya listrik selain dapat mengurangi rugi-rugi daya, juga menghasilkan kuat medan listrik yang tinggi di sekitar konduktor bertegangan. Kuat medan listrik dipengaruhi oleh jarak titik uji dari konduktor fasa. Semakin dekat jarak antara titik uji dengan konduktor fasa, maka kuat medan yang timbul juga semakin besar. Sebaliknya, semakin jauh titik uji dari konduktor fasa, maka medan listrik yang timbul akan berkurang. Dan hasil analisa manual dengan titik uji 1,7 meter berada dititik nol atau ditengah andongan antara tower 213-214 kuat medan listrik tertinggi dalam fungsi waktu Emax = 0,718 kV/m pada t = 0,020s dan kuat medan listrik total terendah dalam fungsi waktu Emin = 0,103 kV/m di t = 0,015s dengan kuat medan listrik efektif Eeff = 0,495 kV/m. Dari perhitungan Matlab diperoleh kuat medan listrik terendah di posisi titik uji 1 meter vertikal, 18 meter horizontal Emin = 0,386 kV/m dan kuat medan listrik tertinggi di posisi titik uji 13 meter vertikal, 4 meter horzontal Emax = 5,357 kV/m.Hal tersebut memperlihatkan bahwa ketinggian maksimum dari bangunan-bangunan yang berada di bawah saluran transmisi adalah 9 m, dan ruang bebas (clearance) saluran transmisi adalah 6 m.
Implementasi Automatic Voltage Regulator Pada Generator Sinkron 3 Fasa Dengan Mengatur Arus Eksitasi Mustang, Anita; Prasetia, Abdul Muis
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 6 No. 2 (2022): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v6i2.8021

Abstract

Seperti yang telah banyak orang ketahui bahwa generator adalah suatu pembangkit lisrik dengan tegangan penggerak. Tegangan Output yang dihasilkan generator sinkron 3 fasa bisa sangat berpengaruh pada penggerak mula. Apabila kecepatannya melewati batas maksimum maka tegangan akan menjadi berlebih, begitu pula sebaliknya, apabila kecepatannya kurang maka tegangan yang dihasilkan tidak mencapai batas tegangan fasa yang diharuskan yaitu sebesar 220 V. Adapun yang akan menyebabkan tegangan menjadi tidak stabil juga dapat dihasilkan dari beban yang tidak seimbang. Untuk mengatasi ketidak stabilan tegangan yang dihasilkan generator, maka yang perlu di atur adalah arus eksitasi yang terdapat pada rotor. Generator sinkron 3 fasa menghasilkan tegangan fasa sebesar 220 V. Dari pengijian yang dihasilkan tegangan dapat overvoltage hingga mencapai 252.2 V tegangan lebih maka sensor tegangan akan mengirimkan data terhadap tegangan Output menuju sistem, dengan kontrol driver tegangan yang telah diprogram dengan tegangan eksitasi sebesar 35 V dari teganggan awal sebesar 66 V eksitasi. Hal tersebut akan merespon arus eksitasi menjadi turun apabila mengalami tegangan berlebih. Adapun ketika tegangan mengalami penurunan sebesar196.2 V maka respon kendali akan memerintahkan arus eksitasi meningkat hingga 66 V, sehingga generator dapat menghasilkan tegangan yang menyesuaikan dan layak untuk digunakan konsumen melalui transmisi.
Analisis Kinerja Motor Induksi 3 Phasa Pada Screw Press Pabrik Kelapa Sawit Di PT. Guna Agung Semesta Digo, Maulana; Situmeang, Usaha; Zondra, Elvira
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 6 No. 2 (2022): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v6i2.9676

Abstract

Motor listrik merupakan peralatan listik vital di industri yang berfungsi sebagai penggerak untuk bermacam-macam keperluan. Luasnya penggunaan motor listrik diberbagai industri disebabkan kemampuan motor listrik yang sangat handal dalam menyediakan daya putar dengan berbagai pilihan daya disertai dengan efficiency yang cukup bagus. Produksi minyak kelapa sawit memerlukan proses pengepresan sebelum menjadi minyak dengan menggunakan screw press dengan penggerak motor tiga phasa. Pada screw press kapasitas 15 ton tersebut akan terjadi perubahan pembebanan tekanan pada saat pengepresan yang mengakibatkan kinerja dari elektromotor terganggu. Fungsi dari screw press adalah untuk memeras berondolan yang telah dicincang, dilumat dari digester untuk mendapatkan minyak kasar. Penelitian ini dilakukan pada motor induksi tiga phasa di PT. Guna Agung Semesta untuk mengetahui kinerja motor terhadap pengaruh tekanan screw press. Dari hasil tugas akhir ini diperoleh bahwa ketika tekanan paling rendah yaitu 30 Bar maka Daya Masuk adalah 696,849 Watt, Arus Stator 2,787 Amper, Arus Rotor 0,868 Amper, Putaran Motor 1473 Rpm, Slip 1,8, Torka Induksi, 3,319 N.m, Torka Beban 3,258 N.m dengan Efficiency 72,1 %. Sedangkan untuk tekanan yang paling tinggi yaitu 80 Bar maka Daya Masuk adalah 889,872 Watt, Arus Stator 2,857 Amper, Arus Rotor 1,190 Amper, Putaran Motor 1462 Rpm, Slip 2,5, Torka Induksi 4,491 N.m, Torka Beban 4,378 N.m dengan Efficiency 75,3 %.
Analisis Efisiensi Motor Induksi Tiga Phasa Sebagai Penggerak Vacuum Di PT. Pindo Deli Perawang Deka Novianto; Elvira Zondra; Hazra Yuvendius
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 6 No. 2 (2022): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v6i2.9734

Abstract

Motor induksi adalah mesin listrik yang banyak digunakan dalam berbagai penggerak contohnya pompa air, penggerak alat-alat perkakas, penggerak peralatan rumah tangga, hingga aplikasi di industri-industri besar. Pada dasarnya motor induksi tiga phasa membutuhkan suplai tegangan dalam proses kerjanya, ada beberapa permasalahan yang muncul dalam pengoperasian motor induksi tiga phasa, misalnya adalah beban yang berubah-ubah. Pada penelitian ini dilakukan perhitungan dan Analisis Efisiensi terhadap Motor Induksi Tiga Phasa Sebagai Penggerak Vacuum Di PT. Pindo Deli Perawang. Motor yang digunakan adalah motor induksi tiga phasa 315kW. Pada tugas akhir ini akan digunakan motor induksi tiga phasa yang ada pada PT. Pindo Deli Perawang dan software m. file matlab sebagai validasi. Dalam penelitian ini setelah dilakukan perhitungan dan validasi didapat total rugi-rugi daya motor induksi tiga phasa sebagai berikut: Rugi Angin dan Gesekan 3046,82 dan Rugi Stray 4.725. Kedua rugi-rugi ini bersifat konstan karena rugi-rugi ini tidak dipengaruhi oleh beban. Pada saat torsi beban puncak 100% nilai efisiensi yang didapat adalah 93,7268%, dan pada saat torsi beban paling rendah 25% nilai efisiensinya adalah 88,1024%, maka dapat disimpulkan bahwa beban dapat mempengaruhi efisiensi motor induksi, selain beban ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi efisiensi yaitu: frekuensi, tegangan, rugi-rugi daya.
Analisa Kualitas Daya Listrik Pembangkit Listrik Tenaga Surya Sistem Off Grid Pada Gedung Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning Syaputra Siregar, Julfadli; Eteruddin, Hamzah; Monice, Monice
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 6 No. 2 (2022): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v6i2.9624

Abstract

Energi matahari dapat dimanfaatkan dengan menggunakan alat yang mampu menerima dan mengkonversikannya menjadi energi listrik pada Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Sistem tenaga listrik dituntut menghasilkan daya listrik yang berkualitas, terutama untuk menyuplai suatu beban yang penting dan sensitif. Pada penelitian ini membahas mengenai kualitas daya berdasarkan gelombang harmonisa pada inverter. Dari hasil analisa di dapat Inverter satu phasa tegangan input 24 VDC, output 230 VAC frekuensi 50 Hz Yang menimbulkan harmonisa sebesar 44,58 % pada arus dan tegangan. Hasil perhitungan menggunakan filter LC dengan nilai R sebesar 98,44 Ω, L sebesar 0,154 H dan C sebesar 1,289 µF untuk merubah inverter gelombang persegi menjadi sinus menggunakan aplikasi MATLAB/Simulink. Total Harmonic Distorsion arus (THDi) sebelum menggunakan filter sebesar 42,60 %, Total Harmonic Distorsion arus (THDi) sebesar 41,92 %. Nilai total harmonic distorsion (THD) setelah menggunakan filter LC turun pada nilai total harmonic distorsion tegangan (THDv) 32,50 % dan THDi 32,59 %. dari hasil yang di dapat pada pemakaian baterai GS Maintenance 12 V 85 Ah tahan selama 90 menit.
Analisis Ketidakseimbangan Beban Jaringan Distribusi Tegangan Rendah menggunakan ETAP Rizky, Rizky Tambara Ginting; Zulfahri, Zulfahri; Arlenny, Arlenny
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 6 No. 2 (2022): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v6i2.9648

Abstract

In order to meet the demand for electrical energy, the load distribution was initially evenly distributed, but due to the unequal installation or usage time. This causes a load imbalance due to inconsistent installation time and usage of these loads, which has an impact on the supply of electrical energy. The load imbalance between each phase (R phase, S phase and T phase) causes current to flow in the neutral section of the transformer. PLN as a supplier of electricity for the community must be able to serve the electricity needs of the community with a good and good quality level. In order to get efficient and effective work results, high productivity is needed. From the load imbalance analysis at the ST 263 distribution substation, Jalan Kaharuddin Nasution, Pekanbaru, against the neutral current, there are 0.383 kW losses during the day and 0.662 kW at night, from simulations and calculations using stages the losses during the day are 0.344 kW and 0.583 kW at night. day. There is a difference of 0.023% during the day and 0.047% when calculating the measurements with the stages. Based on the load imbalance standard, the ST 263 200 kVA transformer still meets the IEEE std 446-1995 standard, which is 5% - 20%. The greater the IN neutral current flowing in the transformer neutral conductor, the greater the losses generated.
Studi Pengaruh Pembebanan Terhadap Umur Transformator Daya #1 150/20 KV Pada Gardu Induk Teluk Lembu PT. PLN (Persero) UPT Pekanbaru Saragih, Dwi Ramona Diningsih; Situmeang, Usaha; Zulfahri
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 7 No. 1 (2022): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v7i1.6223

Abstract

Transformator daya merupakan peralatan penting pada sistem tenaga listrik khususnya pada penyaluran energi listrik. Penyaluran energi listrik keberadaannya sangat berpengaruh terhadap kontinuitas pelayanan. Salah satu faktor yang mempengaruhi umur pemakaian transformator adalah pembebanan yang dilayani oleh transformator tersebut dan suhu sekitar. Suhu rendah terlihat pada beban 70% dengan standar IEC No. 60076 (20˚ C) keadaan siang sebesar 72,724 dan keadaan malam sebesar 71,032 dan suhu tinggi terlihat pada beban 100% dengan standar rata-rata suhu Indonesia (33˚ C) dalam keadaan siang sebesar 94,024. Suhu Indonesia cukup ekstrim harus diseimbangi dengan pembebanan yang rendah agar transformator dapat bertahan lebih lama atau memiliki umur yang lebih panjang. Pembebanan transformator berpengaruh terhadap temperatur minyaknya. Semakin besar bebannya maka semakin tinggi temperaturnya dan semakin rendah kecil bebannya makan semakin rendah temperaturnya. Pembebanan oleh transformator dan suhu sekitar berpengaruh terhadap temperatur, semakin besar beban dan suhu sekitar maka semakin tinggi temperatur pada ransformator tersebut. Perkiraan umur transformator paling lama pada beban 70 % dengan standar IEC No. 60076 (20˚ C) keadaan siang lama pemakaian 8,3 tahun dan keadaan malam 11,7 tahun. Apabila ternyata transformator tidak bisa bekerja dengan beban 70% maka dari itu bisa menerima beban 80% agar menjaga transformator memiliki umur yang lebih panjang. Berdasarkan validasi menggunakan metoda Fuzzy Logic Pada beban 70% prediksi umur 8,3 tahun sedangkan untuk prediksi umur paling buruk pada beban 100% sebesar 4,8 tahun. Kata Kunci : Beban, Life Time, temperatur, transformator, fuzzy logic.
Studi Evaluasi Eksitasi Generator Unit 23 Di PT. Indah Kiat Pulp And Paper Perawang -Riau Sinaga, Suripto; Zondra, Elvira; Yuvendius, Hazra
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 7 No. 1 (2022): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v7i1.9620

Abstract

Indah kiat pulp and Paper Perawang-Riau memiliki 25 unit turbin generator. Unit 23 memiliki kapasitas 150 MW tegangan yg dikeluarkan sang generator akan senantiasa berubah lantaran terdapat beban yg terus berfluksintasi, Pada tanggal 15 juli 2020, terjadinya short circuit dalam exciter sebagai akibatnya mengakibatkan generator unit 23 shut down & merugikan pihak perusahaan, buat itu penulisi ingin menganalisa penyebab terjadinya short circuit dalam exciter generator unit 23, Pada simulasi pemodelan penilaian eksitasi pengujian beban pada syarat beban sebanyak P = 75,2 MW, Q = 27 MVAr menggunakan sudut penyalaan 145,968º memperoleh arus eksitasi 822,2 Ampere & tegangan keluaran generator 15,46 kV dan dalam ketika pengujian beban P = 10,3 MW, Q = 0,9 MVAr menggunakan sudut penyalaan 158,015º memperoleh arus eksitasi sebanyak 497,7 Ampere & tegangan keluaran generator 13,81 kV tidak jauh menurut nilai nominal nya sebanyak 15,65 kV, ini mengambarkan bahwa sistem eksitasi bekerja menggunakan baik terlihat bahwa setiap naik beban maka arus eksitasi serta naik. Kenaikan beban daya reaktif,bisa mengakibatkan tegangan keluaran generator mengalami penurunan sebagai akibatnya arus eksitasi wajib diperbesar. Sedangkan kenaikan beban daya reaktif nya bisa mengakibatkan tegangan keluaran generator semakin tinggi sebagai akibatnya arus eksitasi perlu dikurangi, menurut output pengujian dalam Simulink matlab bahwa bisa ditinjau besar eksitasinya

Page 6 of 10 | Total Record : 94