cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
JURNAL SIMETRIK
ISSN : 23029579     EISSN : 25812866     DOI : -
Jurnal SIMETRIK adalah jurnal yang mempublikasikan tentang bidang ilmu yang berkaitan dengan Teknik Sipil, Teknik Mesin, dan Teknik Elektro-Listrik, terbit secara berkala dua kali dalam setahun (Juni dan Desember). ISSN (Cetak) : 2302-9579 , ISSN (Online): 2581-2866.
Arjuna Subject : -
Articles 196 Documents
RANCANG BANGUN DAN DESAIN PROTOTYPE PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BAYU MODEL SAVONIOUS Muhammad Hasan Basri; Djaman .
JURNAL SIMETRIK Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.16 KB) | DOI: 10.31959/js.v9i2.411

Abstract

Angin adalah energy yang mudah ditemukan dalam keseharian dan juga merupakan energi yang tidak akan pernah habis. Pemanfaatan energy angin menjadi energy yang tepat guna salah satunya adalah dengan menggunakan turbin angin sebagai media untuk menghasilkan energy  Listrik. Dalam penelitian ini  type kincir yang digunakan adalah Type vertical Savinious Tujuan penelitian ini untuk mengetahui besarnya energi listrik yang dihasilkan oleh seperangkat pembangkit listrik tenaga angin dengan kincir tipe Vertikal Savoniuos. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode eksperimen.  Hasil penelitian menunjukkan kincir angin mampu menggerakan motor listrik sehingga dengan gerakan putaran ini dapat mengkonversi energy mekanik menjadi energy Listrik. Untuk itu dalam perancangan ini dikembangkan prototype dengan melakukan perancangan kincir angin savonious untuk membangkitkan tenaga listrik menggunakan generator DC yang menghasilkan energi listrik dengan memanfaatkan kecepatan angin yang relatif rendah.Perancangan ini menghasilkan  listrik dengan menggunakan kincir angin savonious 3 sirip. Dan hasil pengujian pada kecepatan 2.6 m/s di ambil rata-rata menghsilkan tegangan listrik sebesar 0,3004 V dengan arus sebesar 0,0198 mA dan daya sebesar 0,089 Watt, untuk kecepatan 3.3 m/s diambil rata-rata  menghasilkan tegangan listrik sebesar 0,370 V dan 0,024  mA dengan daya 0,137 Watt , dan pada kecepatan  3.7 m/s diperoleh rata-rata tegangan sebesar 0,421 V dan 0,022 mA dengan daya sebesar 0,140 Watt.
ANALISIS PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TERHADAP BIAYA PROYEK KONSTRUKSI BANGUNAN GEDUNG DI KOTA AMBON Fahmi Abbas; Imran Oppier; Christy Gery Buyang
JURNAL SIMETRIK Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.724 KB) | DOI: 10.31959/js.v9i2.367

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan hal yang penting bagi perusahaan, karena dampak kecelakaan dan penyakit kerja tidak hanya merugikan karyawan, tetapi juga perusahaan baik secara langsung maupun tidak langsung. K3 sering di sepelekan karena dianggap hanya membuang biaya, oleh karena itu perlu adanya analisis pengaruh penerapan K3 terhadap biaya proyek konstruksi bangunan gedung. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah penerapan K3 berpengaruh terhadap biaya proyek konstruksi bangunan gedung di kota Ambon. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini yaitu data primer dan sekunder kepada para kontraktor untuk memperoleh data mengenai penerapan K3 dan pembiayaan K3. Hasil survey kemudian diuji dengan uji validitas, reliabilitas, analisis deskriptif, uji regresi linear berganda dan analisis ranking skala likert untuk mengetahui pengaruh penerapan K3 terhadap biaya proyek konstruksi bangunan gedung yaitu biaya K3 di kota Ambon. Hasil menyatakan bahwa semua variabel penerapan K3 yaitu: sosialisasi dan promosi K3, alat pelindung kerja, alat pelindung diri, personil K3, fasilitas sarana kesehatan, rambu-rambu, lain-lain terkait pengendalian resiko K3 berpengaruh secara bersama-sama atau secara keseluruhan terhadap biaya proyek konstruksi bangunan gedung yaitu biaya K3 dan yang mempunyai pengaruh paling besar terhadap biaya adalah variabel alat pelindung diri dan personil K3, penerapan K3 tidak diterapkan sepenuhnya dengan baik seiring dengan pembiayaannya dimana alokasi penerapan dan pembiayaan yang paling baik terlihat dari perusahaan menyediakan topi pelindung (safety helmet), sepatu keselamatan (safety shoes), rompi keselamatan (safety vest), dan juga adanya ahli K3 dalam perusahaan dan apabila terjadi kecelakaan dan penyakit kerja maka pengaruh terhadap biaya akan jauh lebih besar lagi.
ANALISIS MOMEN TULANGAN SISTEM RANGKA TERHADAP KAPASITAS LENTUR BALOK BETON BERTULANG Pieter L Frans
JURNAL SIMETRIK Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.152 KB) | DOI: 10.31959/js.v9i2.412

Abstract

Tulangan yang digunakan untuk balok beton pada saat ini umumnya berupa tulangan geser atau sengkang dipasang secara tegak lurus terhadap sumbu balok. Gagasan yang melatari tajuk permasalahan ini timbul dari hasil pengamatan penulis terhadap penggunaan tulangan sistem rangka balok beton bertulang dengan mengubah konfigurasi tulangan geser vertikal menjadi tulangan miring yang kurang akan teori terkait penggunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapasitas momen lentur balok beton tulangan sistem rangka dan menghasilkan persamanaan teoritis momen lentur penahan tulangan sistem rangka. Penelitian ini merupakan penelitian ekeperimental laboratorium dengan rancangan benda uji sebanyak dua belas  benda uji yang terdiri dari tiga balok normal (BN) sebagai balok variabel kontrol dan sembilan balok tulangan sistem rangka (BTR) sebagai variabel bebas. Data dianalisis dengan menggunakan metode kekuatan (strength design method). Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan tulangan sistem rangka meningkatkan kekuatan balok pada saat mencapai beban ultimit terhadap kapasitas lentur dengan momen penahan rangka MPF pada balok BTR25 sebesar 10,23%, balok BTR50 sebesar 7,47% dan balok BTR75 sebesar 4,60%.
TINJAUAN PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PROYEK BANGUNAN PEMERINTAH TIDAK SEDERHANA DI KOTA AMBON Grace Lelapary; Imran Oppier; Christy Gery Buyang
JURNAL SIMETRIK Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.417 KB) | DOI: 10.31959/js.v9i2.368

Abstract

Kota Ambon merupakan salah satu kota yang pembangunannya sedang gencar dilakukan pemerintah, karena itu banyak bangunan pemerintah yang dilakukan di Kota Ambon. Banyak pekerja pada proyek melakukan pekerjaan berat yang sangat berpotensi mengalami bahaya, sehingga diperlukan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) yang baik untuk dapat mengurangi resiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pelaksanaan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) pada proyek bangunan pemerintah tidak sederhana (BPTS)  di Kota Ambon. Metode yang diguankan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan cara observasi dan wawancara, metode ini cenderung pada hasil deskriptif dengan menggunakan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 9 Tahun 2008 dan diolah menggunakan Skala Likert sebagai ukuran untuk menentukan presentasi penerapan SMK3 pada proyek yang diteliti. Hasil penelitian pada faktor pertama yaitu faktor peraturan dan standar keselamatan kerja yang menjadi penghambat paling mendasar adalah perusahaan memberikan sanksi dengan presntasi 56.67%, faktor peraturan dan operasional, pekerja menolak pekejaan yang membahayakan dengan presentasi 49.17 % pada faktor pekerja, perusahaan menyediakan pintu darurat dan pemadam kebakaran dengan presentasi sebesar 48.33 % pada faktor lingkungan proyek, pekerja mendapatkan sosialisasi dengan presentasi sebesar 55.83% pada faktor menajemen keselamatan dan kesehatan kerja, dan perusaah melakukan pemeriksaan berkala sebesar 27.50 % pada faktor pelaksanaan K3.
PENGEMBANGAN JOBSHEET TRAINER MIKROKONTROLLER ROBOT LENGAN BERBASIS ARDUINO UNO Ari Permana L; Hendrik K Tupan; Riana Hutagalung; Zuleiha Masahida
JURNAL SIMETRIK Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1340.076 KB) | DOI: 10.31959/js.v10i1.413

Abstract

Rendahnya  pemahaman  mahasiswa terhadap materi kuliah Mikrokontroler karena kurangnya peralatan dan modul praktek serta belum  memiliki pemahaman konsep yang komprehensif terhadap mikrokontroler. Kuliah  prasyarat  mikroprosesor yang  diambil  pada  semester  sebelumnya  belum dapat  dipahami  secara  utuh  dalam  kehidupan praktis. Metode yang digunakan dalam pengembangan produk trainer dan modul adalah metode Research and Development (R&D). Pengembangan dari job sheet pertama praktek kontrol motor servo ini menggunakan kontrol manual tanpa recoording posisi pergerakan lengan robot yakni dengan menggunakan 4 (empat) buah motor servo, tahanan (potensiometer) dengan mikrokontroller  arduino uno serta konstriksi lengan robot menggunakan bahan acrylic.Pengendalian robot lengan dengan kontrol motor servo dan miktokontroller arduino uno dapat dikendalikan berdasarkan variabel input perubahan dari nilai tahanan yang diberikan,setiap terjadi perubahan nilai tahan maka rotasi motor servo juga akan bergerak sesuai besar nilai tahan yang diberikan dan motor yang mampu bekerja dua arah (CW dan CCW). Arah  dan  sudut  pergerakan  rotor  motor  servo dapat  dikendalikan dengan memberikan variasi lebar pulsa (duty cycle) sinyal PWM pada bagian pin kontrolnya. Sudut kerja motor servo dikendalikan oleh sebuah pulsa selebar ± 20 ms, dimana lebar pulsa high antara 0.5 ms dan 2 ms. Ketika motor servo yang diberikan pulsa sebesar 1.5 ms mencapai gerakan 90°, maka apabila diberikan pulsa kurang dari 1.5 ms maka posisi mendekati 0°, dan apabila diberikan pulsa lebih dari 1.5 ms maka posisi mendekati 180°. Berdasarkan perhitungan torsi yang diangkat setiap lengan untuk bagian Pitch (Bagian Pergelangan) = 0,22 kg.cm, Elbow (Bagian Siku) = 0,48 kg.cm, Shoulder (Bagian Bahu) = 0,3 kg.cm. Komunikasi  interface  antara  aplikasi program  pengendali  dengan mikrokontroler  Arduino  Uno  terjadi proses  pengiriman  (Tx)  dan  penerima (Rx) data serial yang berupa data byte. Pengembangan program terdiri dari tiga bagian, yakni bagian pertama merupakan kode program standart dari modul MT-100 Arduino, Pengembangan program robot lengan tanpa recoording dan pengembangan program dengan recoording. Sehingga diharapkan dengan adanya modul ini dapat menarik minat mahasiswa dalam mempelajari mata kuliah mikrokontroller dan minat mahasiswa dalam bidang robotika.
PENERAPAN VALUE ENGINEERING PADA PEMBANGUNAN LAHAN PARKIR FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS PATTIMURA AMBON Florius Kormomolin; Felix Taihuttu; Meidy Kempa
JURNAL SIMETRIK Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1343.624 KB) | DOI: 10.31959/js.v10i1.370

Abstract

Value Engineering adalah suatu metode yang menganalisa suatu masalah pada proyek melalui pendekatan yang sistematis dan terorganisir dengan menghilangkan biaya-biaya yang tidak diperlukan tanpa mengurangi fungsi, penampilan, kualitas dan keandalan dari proyek tersebut. Analisa Value Engineering yang diterapkan pada perencanaan pembangunan parkiran di Fakultas Teknik Universitas Pattimura Ambon dilakukan dengan membuat perbandingan antara alternatif Paving Block, Keramik, Koral Sikat dan Aspal untuk menggantikan material awal yang direncanakan yaitu Rabat Beton. Dengan melihat kelebihan dan kekurangan dari tiap alternatif dan dihitung biaya dari masing-masing alternatif dengan menggunakan tools life circle cost, maka hasil yang didapat adalah alternatif material Paving Block adalah material yang paling efisien, yaitu memiliki penghematan paling besar terhadap seluruh total pekerjaan parkiran Fakultas Teknik Universitas Pattimura, yaitu sebesar 7,19% dari total pekerjaan.
OPTIMASI LAHAN REPLANTING KELAPA SAWIT DENGAN SISTEM TUMPANGSARI JAGUNG (Zea mays L) DAN KACANG TANAH (Arachis hypogaea L) Hidayati Fatchur Rochmah; Suwarto Suwarto; Ade Astri Muliasari
JURNAL SIMETRIK Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.443 KB) | DOI: 10.31959/js.v10i1.199

Abstract

Tanaman kelapa sawit harus direplanting jika sudah memasuki usia 25 tahun. Areal replanting tanaman kelapa sawit yang terbuka akan membuat tanah menjadi kering, padat dan akan mudah tercuci sehingga akan menjadi kurang subur. Oleh karena itu diperlukan upaya konservasi tanah. Pola tanam tumpangsari dapat dijadikan alternative untuk melakukan konservasi tanah pada areal replanting kelapa sawit. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Cikabayan, Institut Pertanian Bogor mulai bulan Februari 2018 sampai Mei 2018. Rancangan percobaan secara rancangan kelompok lengkap teracak dengan 3 kali ulangan. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu monokultur jagung, monokultur kacang tanah,  tumpangsari 1 baris jagung + 1 baris kacang tanah dan tumpangsari 1 baris jagung + 2 baris kacang tanah. Hasil pertumbuhan tanaman jagung menunjukkan bahwa perlakuan tumpangsari menghasilkan pertumbuhan tinggi tanaman, diameter batang dan jumlah daun yang lebih baik dibandingkan tanaman monokultur jagung. Hasil yang sama juga ditunjukkan pada tanaman kacang tanah dimana perlakuan tumpangsari menunjukkan pertumbuhan tanaman kacang yang lebih baik dibandingkan monokultur kacang tanah. Pada peubah hasil tanaman per ha menunjukkan bahwa perlakuan monokultur jagung menghasilkan hasil per ha yang lebih tinggi dibandingkan system tumpangsari. Perlakuan monokultur jagung dan kacang tanah menghasilkan hasil per ha lebih besar dibandingkan perlakuan tumpangsari. Akan tetapi nisbah kesetaraan lahan (NKL) perlakuan tumpangsari menunjukkan hasil >1. Nisbah kesetaraan lahan perlakuan tumpangsari 1 baris jagung + 1 baris kacang tanah yaitu 1.40 dan tumpangsari 1 baris jagung+ 2 baris kacang tanah yaitu 1.46.
Studi Eksperimen Kinerja Oven Pemanggang Kue Berbentuk Selinder Azmain Noor Hatuwe
JURNAL SIMETRIK Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3405.523 KB) | DOI: 10.31959/js.v10i1.316

Abstract

AbstrakPenghematan penggunaan bahan bakar pada Oven Tangkring, direncanakan dengan meminimalis ruang oven. Analisa teoritis menjelaskan bahwa permukaan dinding oven merupakan media, terjadinya proses perpindahan panas dari ruang bakar ke udara lingkungan atau disebut kehilangan energy (Heat lost). Bila volume ruang oven diperkecil, maka luas dinding ovenpun berkurang. Menggunakan tinggi api yang sama, diharapkan pengurangan luas dinding ini akan meningkatkan suhu ruang bakar. Sehingga untuk memanggang kue pada kondisi temperature ruang bakar yang sama dengan oven konvensional, maka perlu mengurangi tinggi api. Tindakan ini diharapkan berpengaruh pada penggunaan bahan bakar. Metode yang digunakan untuk mendapat informasi terhadap kemampuan oven selinder memanggang kue hingga matang, adalah metode true eksperimant. Data hasil penelitian diperoleh melalui perlakuan pengujian di laboratorium. Sedangkan data yang diperoleh, selanjutnya diolah dengan menggunakan metode regresi linear berganda.Pengolahan data hasil eksperimen, diperoleh informasi bahwa oven bentuk selinder memanggang 2 buah adonan roti dengan berat 750 gram/adonan, hingga matang menggunakan bahan bakar sebanyak 46 ml, memanggang 2 buah adonan kue Zebra dengan berat 1.000 gram/adonan hingga matang menggunakan bahan bakar sebanyak 113 ml, dan memanggang 2 buah adonan Tar Gula Merah dengan berat 1.000 gram/adonan hingga matang menggunakan bahan bakar sebanyak 72,6 ml, dan Memanggang 2 buah adonan kue Zebra dengan berat masing-masing 1.000 gram, oven bentuk selinder lebih hemat 53,8 ml, dibandingkan menggunakan oven bentuk kotak.
PENGARUH FREKUENSI SISTEM TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR PADA BEBAN PUNCAK MESIN RUSTON 16 RKC Asep Ruchiyat
JURNAL SIMETRIK Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (843.36 KB) | DOI: 10.31959/js.v10i1.376

Abstract

Permintaan daya listrik meningkat dengan seiring bertambahnya penduduk dan penggunaan alat-alat elektronik sebagai kebutuhan primer. Pemakaian daya bertambah karena penggunaan alat elektronik seperti penanak nasi, AC, kipas angin, dan pompa air yang membuat berlebihnya daya pada beban puncak. Hal ini juga mempengaruhi pemakaian bahan bakar yang kurang efisien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh frekuensi sistem terhadap penggunaan bahan bakar pada mesin Ruston 16 RKC pada saat beban puncak di PT. PLN (Persero) area di PL. Sukaharja Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat. Persentase kenaikan sfc pada tanggal 25 Agustus 2018 mencapai 0,011 %/kWh. Rata-rata penggunaan pada bulan Agustus dengan jam operasi 24 jam pada mesin ruston adalah 0,271 ℓ/kWh. Rata-rata persentase penggunaan bahan bakar pada rata-rata penggunaan sfc bulan Agustus 2018 sebesar 0,0106 %/kWh. Jumlah Sfc pada tanggal 17 Juli 2018 adalah 0,322222 ℓ/kWh. Operasi pada beban puncak mengalami kenaikan pemakaian bahan bakar sebesar 0,0126 %/kWh. Selisih pada 17 Juli 2018 dan 25 Agustus 2018 sebesar 0,038928 ℓ/kWh. Rata-rata persentase kenaikan penggunaan bahan bakar pada bulan Juni yaitu 0,0113 %/kWh. Rata-rata persentase kenaikan penggunaan bahan bakar pada bulan Juli yaitu 0,0112 %/kWh. Frekuensi normal yang telah ditetapkan oleh Unit Pengatur Beban (UPB) yaitu 50.00 Hz. Namun terkadang UPB menaikkan frekuensi sistem hingga 50.20 Hz yang mempengaruhi pengoperasian mesin semakin banyak dan pemakaian bahan bakar yang banyak akibat adanya beban kejut. Apabila frekuensi sistem terlalu rendah maka akan merusak peralatan rumah tangga yang digunakan konsumen. Kondisi yang terjadi di Kabupaten Ketapang ini lebih tinggi daya nyata yang dibangkitkan daripada daya nyata yang dikonsumsi, sehingga seharusnya mesin dapat dimatikan satu atau dua unit tapi tetap beroperasi. Sehingga hal ini menjadi faktor pemborosan penggunaan bahan bakar, mesin harus tetap beroperasi walaupun tanpa beban maksimal hanya untuk mempertahankan frekuensi sistem.
ANALISIS EFISIENSI BOILER TERHADAP POLA PENGOPERASIAN SOOTBLOWER DI PLTU SURALAYA Yudhi Chandra Dwiaji; Didik Margi Utama
JURNAL SIMETRIK Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.565 KB) | DOI: 10.31959/js.v10i1.359

Abstract

Perusahaan Listrik Negara (Persero) PT announced electricity consumption in the first half of 2018 was 112.46 TeraWatt hour (TWh) or grew 4.7 percent on an annual basis. With the continued increase in electricity demand, electricity providers are required to be able to provide reliable, stable and efficient electricity production to the public. High efficiency in an electricity production in a power plant can be seen from the performance or efficiency of the boiler, because the power of a boiler is the same as the power of a power plant. The boiler efficiency is obtained from calculating the ratio between the output energy and the boiler input energy. Boiler efficiency is influenced by the cleanliness of the boiler from coal ash deposits. Cleaning can be done by operating the sootblower. The sootblower operation method will affect the value of boiler efficiency which gives an idea of how much efficiency the boiler  when the boiler is operating. As based on the analysis of the calculations that have been made, the results of the boiler efficiency decrease when the sootblower is operating. The highest decrease in boiler efficiency during the sootblower process is 2.22%, the lowest decrease in boiler efficiency during the process is 1.08% and the average decrease during the sootblower process is 1.73%. While the impact of sootblower operation, boiler efficiency has decreased 11 times and has increased 8 times, indicating that the sootblower operating method in PLTU Suralaya is not effective.

Page 5 of 20 | Total Record : 196