cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
AdBispreneur
ISSN : 25032700     EISSN : 25499912     DOI : -
Core Subject : Economy, Social,
Jurnal AdBispreneur adalah jurnal ilmiah di bidang administrasi bisnis dan kewirausahaan yang terbit tiga kali setahun. Diterbitkan oleh Departemen Ilmu Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran. Berisi tulisan hasil pemikiran dan penelitian di bidang administrasi bisnis dan kewirausahaan.
Arjuna Subject : -
Articles 256 Documents
REINVENSI KINERJA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) DI INDONESIA MENUJU AGENDA SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS 2030 Muftiadi, Anang; Rizal, Muhamad; Marselina, Mariana
Adbispreneur Vol 8, No 2 (2023): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/adbispreneur.v8i2.44848

Abstract

Achieving the target of drinking water access in SGDs 2030, Indonesia faces shortage of supply and development capacity, especially for PDAMs as service providers, so they need comprehensive strategies, considering the productivity, cost efficiency and sufficient profit level. Therefore, this study used measures the above three aspects, by using regression of 380 PDAMs data in Indonesia. Profit category consists of 1.3 percent of high profit PDAMs, 87.9 percent of profit, 9.5 percent of loss and 1.3 percent of huge loss. According to productivity, it shows that capital and number of employees has increasing return to scale. On the productivity categories, consist of 11.6 percent of high productivity,  42.65 percent of productive, 32.0 percent of less productive, and 13.8 percent of low productivity. According to the production cost category, all independent variables significantly affected the average cost. As many as 6.9 percent PDAM as high efficiency, 53.2 percent efficient, 25.4 percent less efficient, and 15.6 percent in-efficient. Then we have 32 PDAM categories of the three models with generic strategy option for individual PDAM strategies. Local governments as PDAM owners could use this model for development and performance increasement. In addition, sectoral ministries can utilize the 32 categories of PDAMs as basis for programs of facilitation, technical guidance, management and governance for achieving the SDGs 2030.Pencapaian target akses air minum pada SDGs 2030, Indonesia menghadapi keterbatasan pasokan dan kapasitas pengembangan, khususnya pada PDAM sebagai penyedia, sehingga membutuhkan strategi yang komprehensif, mempertimbangkan kategori produktivitas, efisiensi biaya hingga tingkat keuntungan yang mencukupi. Untuk itu, penelitian ini membahas ketiga aspek tersebut, menggunakan metode regresi dari data 380 PDAM di Indonesia.  Pada kategori Profit, sebanyak 1,3% tergolong profit tinggi, 87,9% memperoleh profit kecil, 9,5% rugi dan 1,3% rugi besar. Dari model produktivitas, bahwa kapital dan jumlah pegawai berpengaruh signifikan dan produksi bersifat increasing return to scale. PDAM Produktivitas tinggi sebanyak 11,6%, produktif 42,6%, kurang produktif 32,0% dan produktivitas rendah 13,8%. Dari model biaya produksi, seluruh variabel bebas signifikan mempengaruhi biaya rata-rata. PDAM efisiensi tinggi sebanyak 6,9%, efisien 53,2%, kurang efisien 25,4%, dan tidak efisien 14,6%. Dari ketiga bahasan, diperoleh 32 kategori PDAM dengan generic strategy masing-masing PDAM secara individual. Pemerintah daerah sebagai pemilik PDAM, dapat menggunakan model ini untuk arah pengembangan dan penyehatan. Selain itu kementerian teknis dapat memanfaatkan 32 kategori PDAM sebagai dasar kegiatan fasilitasi, pembinaan teknis, manajemen dan tata kelola agar dapat menjadi wahana pencapaian agenda SDGs 2030.
PENGARUH ENVIRONMENTAL CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY, GREEN ADVERTISING, DAN GREEN PACKAGING TERHADAP PURCHASE INTENTION DENGAN BRAND IMAGE SEBAGAI VARIABEL MEDIASI Kusuma, Diandra Tirta; Pasaribu, Lamhot Henry
Adbispreneur Vol 8, No 3 (2023): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/adbispreneur.v8i3.45725

Abstract

Increased public awareness of the surrounding environment affects people's lifestyles, as people become more interested in purchasing environmentally friendly products. This study aimed to determine the effect of ECSR, green advertising, and green packaging on the AQUA bottled drinking water brand in Indonesia, specifically on purchase intention through the mediation of the brand image variable. To conduct this study, a quantitative approach was employed, utilizing an online survey with 141 respondents. The data was processed using the SEM PLS (Structural Equation Modeling – Partial Least Square) method in Smart PLS version 3. The results indicated that ECSR and green packaging had a positive impact on brand image, and the dependent variable, purchase intention, positively influenced brand image. Peningkatan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan sekitar mempengaruhi gaya hidup masyarakat. Masyarakat cenderung semakin tertarik untuk membeli barang-barang yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ECSR, green advertising, green packaging pada brand air minum dalam kemasan di Indonesia terhadap niat beli/ purchase intention melalui mediasi variabel brand image. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei online yang dilakukan kepada 141 responden secara keseluruhan dan data tersebut diolah menggunakan metode structural equation modelling (SEM) dengan aplikasi SmartPLS versi 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ECSR, green packaging berpengaruh positif terhadap brand image, dan purchase intention sebagai variabel terikat mendapatkan pengaruh positif dari brand image. 
PROSES INOVASI SOSIAL DALAM MENCIPTAKAN INOVASI SOSIAL PADA BANK SAMPAH DI KABUPATEN BANDUNG BARAT PADA TAHUN 2021-2022 Rasmini, Mas; Sukoco, Iwan; Hermanto, Bambang; Sanusi, Nur Azura
Adbispreneur Vol 8, No 2 (2023): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/adbispreneur.v8i2.44495

Abstract

This study aims to find out how the process of social innovation at Trash Banks in West Bandung Regency (KBB) creates social innovation as a business development solution. This research is a case study research. The locus of research is the Trash Banks in West Bandung Regency as many as 10 Trash Banks. The informants consisted of 30 people who were representatives of the Trash Bank, village government and the KBB Environmental Service, communities, businesses and academics. Data collection techniques through participant observation, interviews, questionnaires, and documentation studies. The data analysis technique uses the concept of social innovation process which is then carried out by SWOT analysis to formulate business development strategies. The results of the study show that the Trash Bank in West Bandung Regency implements the Social Innovation Process by going through 5 stages. The first stage is identifying social problems and internal problems of the Trash Bank and identifying stakeholders through interviews and FGD activities with the Chairpersons of the Trash Bank. The second stage is to equalize perceptions and formulate strategies/solutions with stakeholders on the problems faced by the Trash Bank through FGD activities. The third stage is carrying out mapping of the capacity of the Trash Bank and all stakeholders as well as a feasibility study. The fourth stage is designing cooperation/collaboration with stakeholders. In the fifth stage, 13 forms of social innovation were obtained which are expected to encourage the KBB Trash Bank to become a sustainable Trash Bank.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses inovasi sosial pada Bank Sampah di Kabupaten Bandung Barat (KBB) dalam menciptakan inovasi sosial sebagai solusi pengembangan usaha. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus. Lokus penelitian yaitu Bank Sampah di Kabupaten Bandung Barat sebanyak 10 Bank Sampah. Informan terdiri dari 30 orang yang merupakan perwakilan dari Bank Sampah, pemrintah desa dan Dinas Lingkungan Hidup KBB, komunitas, bisnis, dan akademisi. Teknik pengumpulan data melalui observasi partisipan, wawancara, kuesioner, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data dengan menggunakan konsep proses inovasi sosial yang selanjutnya dilakukan analisis SWOT untuk merumuskan strategi-strategi pengembangan usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bank Sampah di Kabupaten Bandung Barat melaksanakan Proses Inovasi Sosial dengan melalui 5 tahapan. Tahap pertama mengidentifikasi permasalahan sosial dan masalah internal Bank Sampah serta mengidentifikasi stakeholders melalui kegiatan wawancara dan FGD dengan para Ketua Bank Sampah. Tahap kedua melakukan penyamaan persepsi dan perumusan strategi/solusi dengan para stakeholders terhadap permasalahan yang dihadapi Bank Sampah melalui kegiatan FGD. Tahap ketiga melaksanakan mapping terhadap kapasitas Bank Sampah dan semua stakeholders serta studi kelayakan. Tahap keempat merancang kerja sama/kolaborasi dengan para stakeholders. Tahap kelima diperoleh 13 bentuk inovasi sosial yang diharapkan dapat mendorong Bank Sampah KBB menjadi Bank Sampah yang berkelanjutan.
PENGARUH ENTREPRENEURIAL MARKETING TERHADAP PERFORMANCE MELALUI PRODUCT INNOVATION SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA USAHA BATIK TRUSMI CIREBON TAHUN 2020-2022 Prihadini, Diana; Maulina, Anita; Rahmawati, Nur Fitri
Adbispreneur Vol 8, No 3 (2023): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/adbispreneur.v8i3.49873

Abstract

TINJAUAN DIGITAL COLLABORATION NETWORK PADA START-UP DIGITAL DI PROVINSI JAWA BARAT: SEBUAH PENDEKATAN TRIPLE HELIX Sukmadewi, Rani; Purbasari, Ratih; Kostini, Nenden
Adbispreneur Vol 8, No 2 (2023): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/adbispreneur.v8i2.45629

Abstract

The digital era has triggered a new technological revolution, affect significant structural changes in the industry, and ushered in the era of start-up businesses. Start-ups encounter a number of challenges, including the demand for greater digital capabilities, a weak supporting ecosystem, and difficulty accessing funding. This study aims to use a start-up relationship pattern approach with universities and the government to get an overview of the current situation and digital collaboration models for start-ups in West Java. Based on the co-inform dimension, digital start-ups in West Java have formed partnerships with other industry players and government. Only a few start-ups have undergone education and training efforts in co-learn settings. According to the co-market dimension, collaborative efforts between digital start-ups and other players in the digital innovation ecosystem have been made to promote goods or services at start-ups in West Java. Co-operation, co-produce, and co-build have yet to run optimally. The government, academics, and start-up actors have collaborated through digital collaboration networks at Digital Start-ups in West Java. However, this effort unsuccessful yet. Because each program's sustainability process could be improved, planning is necessary to create an organised, integrated, directed, and sustainable activity programme.Era digital telah memicu revolusi teknologi baru, menyebabkan perubahan struktural yang signifikan dalam industri, dan mengantarkan era start-up. Start-up memiliki berbagai kesulitan, termasuk kebutuhan akan keterampilan digital yang lebih banyak, ekosistem pendukung yang lemah, dan kesulitan mengakses pendanaan. Penelitian ini bertujuan untuk menggunakan pendekatan pola hubungan start-up dengan perguruan tinggi dan pemerintah untuk mendapatkan gambaran tentang keadaan saat ini dan model kolaborasi digital untuk start-up di Jawa Barat. Berdasarkan dimensi co-inform, start-up digital di Jawa Barat telah menjalin kemitraan dengan pelaku industri lainnya dan dengan lembaga resmi seperti organisasi pemerintah. Hanya beberapa start-up yang telah mengikuti upaya pendidikan dan pelatihan dalam pengaturan co-learn. Menurut dimensi co-market, upaya kolaborasi antara start-up digital dan pemain lain dalam ekosistem inovasi digital sudah dilakukan untuk mempromosikan barang atau jasa pada start-up di Jawa Barat. Co-operation, co-produce, dan co-build belum berjalan optimal. Pemerintah, akademisi, dan pelaku start-up telah berkolaborasi melalui digital collaboration network pada Digital Start-ups di Jawa Barat. Namun, upaya ini masih belum berhasil. Perencanaan diperlukan untuk menyusun program kegiatan yang terorganisir, terpadu, terarah, dan berkelanjutan karena proses keberlanjutan setiap program masih perlu ditingkatkan. 
PENGARUH MODAL PSIKOLOGIS DAN IKLIM LAYANAN TERHADAP NIAT TURNOVER: APAKAH KETERLIBATAN KARYAWAN DAN HIERARKI ORGANISASI BERPERAN? Prayodya, Muhammad Bagas Wahid; Istiqomah, Suryandari
Adbispreneur Vol 8, No 3 (2023): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/adbispreneur.v8i3.45847

Abstract

Using the JD-R Theory approach, this study aims to examine the effect of psychological capital and service climate on the intention to leave BTN KC Solo employees with employee engagement as a mediator and organizational hierarchy as a moderator. The research was carried out with a quantitative approach that is cross-sectional in nature by collecting data through survey techniques. Respondents in this study were BTN KC Solo employees in the city of Surakarta with a total of 130 people and were collected through an online questionnaire using a purposive sampling technique. The analytical method in this study is Hierarchical Multiple Regression Analysis, and the data is processed using Smart PLS 3.0 software. The results of the study show that psychological capital and service climate have a positive effect on employee engagement. In addition, it was also found that employee engagement has a negative effect on intention to leave. Work engagement also mediates the effect of service climate and psychological capital on intention to leave. In addition, this study also shows that there is a difference between the level of employees at the manager and frontline level in each of the direct effects described in this study. These results indicate that managers have greater work engagement and have less intention to leave than employees at the staff level.Dengan menggunakan pendekatan Teori JD-R, penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh modal psikologis dan iklim layanan terhadap niat keluar karyawan BTN KC Solo dengan keterikatan karyawan sebagai mediator dan hirarki organisasi sebagai moderator. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif yang bersifat cross-sectional dengan pengumpulan data melalui teknik survei. Responden dalam penelitian ini adalah pegawai BTN KC Solo di kota Surakarta dengan jumlah 130 orang dan dikumpulkan melalui kuesioner online dengan menggunakan teknik purposive sampling. Metode analisis dalam penelitian ini adalah Hierarchical Multiple Regression Analysis, dan data diolah melalui software Smart PLS 3.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal psikologis dan iklim layanan berpengaruh positif terhadap keterikatan karyawan. Selain itu, ditemukan juga bahwa keterikatan karyawan berpengaruh negatif terhadap keinginan keluar. Keterikatan kerja juga memediasi pengaruh iklim pelayanan dan modal psikologis terhadap keinginan keluar. Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan adanya perbedaan antara level karyawan pada level manager dan frontline pada masing-masing efek langsung yang dijelaskan pada penelitian ini. Hasil ini menunjukkan bahwa manajer memiliki keterikatan kerja lebih besar dan memiliki niat untuk berpindah semakin kecil dibandingkan dengan karyawan pada level staff.
PENDEKATAN MODAL SOSIAL-KEWIRAUSAHAAN UNTUK MENDUKUNG KEBERLANJUTAN USAHA OLAHAN PANGAN LOKAL Fitriani, Fitriani; Yuniarti, Evi; Sutarni, Sutarni; Trisnanto, Teguh Budi; Apriyani, Marlinda
Adbispreneur Vol 8, No 2 (2023): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/adbispreneur.v8i2.37218

Abstract

Local agri-food business actors require efforts to increase production scale, access to technology, capital, and market capacity in building their business sustainability. The sustainability of the agri-food business is related to the entrepreneurial intention and social capital of business actors. This study conducted to analyze the determinants of social capital and entrepreneurship in agri-food business sustainability. This study used a survey method in the central area of the local food processing industry in Central Lampung, Lampung Province. Respondents from MSMEs who are members of the Mulia Women Farmers Group Association (KWT) are 30 business actors. Data were analyzed using a path analysis regression model with entrepreneurship, environmental dimensions, economic dimensions, and social capital variables. The results show that entrepreneurial characteristics are built through the antecedent conditions of social capital within the framework of strong economic dimensions. The interaction of social capital and entrepreneurship works effectively in increasing the economic productivity of food industry business actors. The economic and environmental dimensions are determinants of social capital and entrepreneurship as key factors for the sustainability of food processing businesses. Pelaku usaha olahan pangan lokal memerlukan upaya peningkatan skala produksi, akses teknologi, modal, dan kapasitas pasar dalam membangun keberlanjutan usahanya.  Keberlanjutan usaha olahan pangan terkait dengan intensi kewirausahaan dan modal sosial pelaku usaha.  Tujuan studi ini adalah menelusuri hubungan determinan modal sosial dan kewirausahaan sebagai kunci keberlanjutan usaha olahan pangan.  Penelitian menggunakan metode survei pada kawasan sentra industri olahan pangan lokal Lampung Tengah, Propinsi Lampung dengan responden 30 pelaku UMKM yang tergabung dalam Asosiasi Kelompok Wanita Tani (KWT) Mulia.  Data dianalisis dengan menggunakan model regresi path analysis.   Pemodelan path analysis berlandaskan teori modal sosial dan kewirausahaan yang menghubungkan variabel karakter kewirausahaan, dimensi ekonomi dan lingkungan, dan social capital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik kewirausahaan dibangun melalui kondisi antesenden modal sosial dalam kerangka dimensi ekonomi yang kuat. Interaksi modal sosial dan kewirausahaan bekerja secara efektif meningkatkan produktivitas ekonomi pelaku usaha industri pangan.  Dimensi ekonomi dan lingkungan merupakan determinan modal sosial dan kewirausahaan sebagai faktor kunci keberlanjutan usaha olahan pangan.  Aspek internal dan eksternal yang mengancam usaha olahan pangan perdesaan meliputi ketidakpastian mutu dan harga bahan baku, persaingan usaha, teknologi produksi padat modal/mahal, persyaratan pasar modern ketat, teknologi informasi dinamis dan mahal. 
PERAN KETERLIBATAN PELANGGAN TERHADAP RETENSI PELANGGAN PADA KONDISI PASCAPANDEMI: STUDI PADA PEMBELIAN ONLINE PRODUK MAKANAN SEHAT Elfa, Muhammad Okiba Jauhari; Utami, Hesty Nurul
Adbispreneur Vol 8, No 3 (2023): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/adbispreneur.v8i3.48671

Abstract

The situation after the pandemic that hit the world in the last three years has changed customer shopping behaviour by experiencing the new normal behaviour shown through the differentiation of customer retail shopping selection of going to physical stores or doing online shopping, including food preparation. Experiencing years of such a traumatic condition, customers started to learn how to live a healthier lifestyle by preparing and eating healthier food to keep the immune system, while food retail businesses are struggling to sustain business and retain customers by providing online platforms for customer convenience ordering food. The aims of this study are: (1) to analyse the characteristics of ready-to-cook and healthy catering e-commerce customers, (2) to analyse the influence of self-efficacy, perceived value, perceived product quality, and online content quality on customer engagement and the influence of customer engagement on customer retention. Data was collected from 300 ready to cook and healthy catering e-commerce customers and analysed with the Structural Equation Modeling (SEM). The results showed that the characteristics of customers who ordered ready-to-cook of healthy food catering were dominated by women, young adult groups with bachelor’s education who primarily work as private company employees, and income included in the upper middle class. There is an influence of online content quality and perceived value on customer engagement, and customer engagement significantly influences customer retention. The study provides theoretical and managerial implications.Situasi setelah terjadinya pandemi yang melanda dunia dalam tiga tahun terakhir telah mengubah perilaku belanja masyarakat di kondisi normal baru yang ditunjukkan melalui diferensiasi pelanggan dalam pemilihan belanja ke toko fisik atau secara online, termasuk pembelian makanan. Setelah mengalami kondisi tersebut masyarakat mulai belajar untuk menjalani gaya hidup yang lebih sehat dengan mengonsumsi makanan sehat untuk menjaga sistem kekebalan tubuh, sementara bisnis ritel makanan berjuang untuk menjaga bisnis dan mempertahankan pelanggan dengan menyediakan platform online untuk kenyamanan pelanggan dalam memesan makanan. Tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) menganalisis karakteristik pelanggan e-commerce bahan makanan siap masak dan katering sehat, (2) menganalisis pengaruh efikasi diri, nilai yang dirasakan, kualitas produk yang dirasakan, dan kualitas konten online terhadap keterlibatan pelanggan dan pengaruh keterlibatan pelanggan terhadap retensi pelanggan. Data dikumpulkan dari 300 pelanggan e-commerce bahan makanan siap masak dan katering sehat, dianalisis dengan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pelanggan yang memesan bahan makanan siap masak dan katering sehat didominasi oleh wanita, kelompok usia dewasa muda dengan pendidikan sarjana yang sebagian besar bekerja sebagai karyawan swasta, serta memiliki pendapatan kelas menengah ke atas. Terdapat pengaruh kualitas konten online dan nilai yang dirasakan terhadap keterlibatan pelanggan, dan keterlibatan pelanggan berpengaruh signifikan terhadap retensi pelanggan. Penelitian ini memberikan implikasi teoritis dan manajerial.
PENGARUH VARIABEL MAKROEKONOMI DAN COVID-19 TERHADAP VOLATILITAS RETURN SAHAM DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE MARET 2017 – APRIL 2023 Fordian, Dian; Alexandri, Mohammad Benny; Suryanto, Suryanto; Kusairi, Suhal
Adbispreneur Vol 9, No 1 (2024): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/adbispreneur.v9i1.50743

Abstract

Volatility in the form of fluctuations in the returns of a security or portfolio in a certain period predicts risk. Volatility prediction has an essential influence on investment decision-making. This study aims to determine and study the impact of macroeconomic variables and COVID-19 on the volatility of stock returns on the Indonesia Stock Exchange (IDX). This study used a quantitative approach. The data used is monthly data from January 2017 to April 2023. The data analysis method uses multiple linear regression. Macroeconomic variables, namely interest rates, exchange rates, inflation, and Covid-19, together affect the volatility of stock returns on the IDX. Partially, inflation and interest rates have a negative and significant effect on the volatility of stock returns on the IDX. Exchange rates have a positive and significant impact on stock return volatility. The COVID-19 coefficient has a negative and significant effect, meaning that, on average, there is a difference in stock return volatility before and after COVID-19, where stock return volatility after COVID-19 is lower than before.Volatilitas  berupa fluktuasi  dari  return– return  suatu sekuritas atau portofolio dalam suatu periode tertentu memprediksi risiko. Prediksi volatilitas memiliki pengaruh yang penting dalam pengambilan keputusan investasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh variabel makroekonomi dan COVID-19 terhadap volatilitas return saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan berupa data bulanan dari Januari 2017 hingga April 2023. Metode analisis data menggunakan regresi linier berganda. Variabel makro ekonomi yaitu tingkat bunga, nilai tukar, inflasi, Covid-19 secara bersama sama mempengaruhi volatilitas return saham di BEI. Secara parsial inflasi dan tingkat bunga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap volatilitas return saham di BEI. Nilai tukar berpengaruh positif dan signifikan terhadap volatilitas return saham. Koefisien Covid-19 berpengaruh negatif dan signifikan, berarti secara rerata terdapat perbedaan volatilitas return saham sebelum dan setelah Covid-19, di mana volatilitas return saham setelah Covid-19 lebih rendah dibandingkan sebelum.
KETERIKATAN KOMUNITAS DALAM SEBUAH BISNIS KOMUNITAS: STUDI KASUS MENGENAI KOMUNITAS PERTANIAN JATINANGOR URBAN FARMING DAN FORUM KOMUNIKASI GUNUNG GEULIS Muttaqin, Zaenal; Gunawan, Wahyu; Sukoco, Iwan; Kusairi, Suhal
Adbispreneur Vol 9, No 1 (2024): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/adbispreneur.v9i1.53092

Abstract

Why would someone join a community business? This article aims to explain the existence of community businesses in agriculture in Jatinangor and the attachment of farmers in Jatinangor to the agricultural community business. The concepts used are community business and sense of community. The method used is a qualitative case study. This article finds that Jatinangor Urban Farming (JUF) and Gunung Geulis Communication Forum (FKGG) are community businesses engaged in agriculture in Jatinangor. With distinctive characteristics, farmers who join JUF and FKGG have community attachments based on four things: membership bonds, influence from the community, unity, and fulfillment of common needs, and mutual emotional relationships.Mengapa seseorang bergabung dalam sebuah bisnis komunitas ? Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan eksistensi bisnis komunitas dalam bidang pertanian di Jatinangor dan keterikatan para petani di Jatinangor ke dalam bisnis komunitas pertanian tersebut. Konsep yang dipergunakan adalah bisnis komunitas dan keterikatan komunitas. Metode yang dipergunakan adalah kualitatif studi kasus. Artikel ini menemukan bahwa Jatinangor Urban Farming (JUF) dan Forum Komunikasi Gunung Geulis (FKGG) merupakan bisnis komunitas yang bergerak dalam bidang pertanian di Jatinangor. Dengan karakteristik yang khas, para petani yang bergabung dengan JUF dan FKGG memiliki keterikatan komunitas berdasarkan empat hal, yakni: ikatan keanggotaan, pengaruh dari komunitas, adanya penyatuan dan pemenuhan kebutuhan bersama, serta adanya hubungan emosional bersama.

Filter by Year

2016 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2024): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 8, No 3 (2023): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 8, No 2 (2023): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 8, No 1 (2023): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 7, No 3 (2022): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 7, No 2 (2022): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 7, No 1 (2022): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 6, No 3 (2021): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 6, No 2 (2021): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 6, No 1 (2021): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 5, No 3 (2020): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 5, No 2 (2020): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 5, No 1 (2020): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 4, No 3 (2019): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 4, No 2 (2019): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 4, No 1 (2019): Adbispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 3, No 3 (2018): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 3, No 2 (2018): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 3, No 1 (2018): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewiraus Vol 3, No 1 (2018): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 2, No 3 (2017): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 2, No 3 (2017): AdBispreneur Vol 2, No 2 (2017): AdBispreneur Vol 2, No 2 (2017): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 2, No 1 (2017): AdBispreneur Vol 2, No 1 (2017): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 1, No 3 (2016): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 1, No 3 (2016): Adbispreneur Vol 1, No 2 (2016): Adbispreneur Vol 1, No 2 (2016): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 1, No 1 (2016): Adbispreneur Vol 1, No 1 (2016): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa More Issue