cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
AdBispreneur
ISSN : 25032700     EISSN : 25499912     DOI : -
Core Subject : Economy, Social,
Jurnal AdBispreneur adalah jurnal ilmiah di bidang administrasi bisnis dan kewirausahaan yang terbit tiga kali setahun. Diterbitkan oleh Departemen Ilmu Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran. Berisi tulisan hasil pemikiran dan penelitian di bidang administrasi bisnis dan kewirausahaan.
Arjuna Subject : -
Articles 256 Documents
PERBANDINGAN USER EXPERIENCE TIKET TRANSPORTASI PADA APLIKASI AGEN PERJALANAN ONLINE Gardiany Marissa Rizqi; Arianis Chan; Tetty Herawaty
AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 7, No 3 (2022): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/adbispreneur.v7i3.36765

Abstract

This study examines the user experience of users of online travel agent A and online travel agent B. The population in this study are customers who use the second online travel agent, namely online travel agent A and online travel agent B, who have ordered transportation tickets at least twice. User experience is measured through the sub-variables happiness, engagement, adoption and retention, task success, page views, uptime, latency, seven days active users, earnings. The research was conducted by taking a sample of 100 online travel agent A and online travel agent B users with a population of up to. The method in this research is a comparative descriptive analysis with a quantitative approach. The object of surrogate research is user experience. The data analysis used is the Wilcoxon test, the analysis is used to see how the differences between online travel agent A and online travel agent B are through user experience. The results show that there are differences in the experience of transportation ticket users on mobile apps online travel agent A and online travel agent B, this is because respondents have a higher assessment of the experience of online travel agent A. So the conclusion that can be drawn in this is that there are differences in research on User Experience of transportation tickets on mobile apps users online travel agent A and online travel agent B.Penelitian ini mengkaji tentang user experience pengguna tiket transportasi pada mobile apps online travel agent A dan online travel agent B. Populasi pada penelitian ini adalah pelanggan yang menggunakan kedua online travel agent yaitu online travel agent A dan online travel agent B yang telah memesan tiket transportasi minimal dua kali. Pengalaman pengguna diukur melalui sub-variabel happiness, engagement, adoption and retention, task success, page views, uptime, latency, seven days active users, earnings. Penelitian dilakukan dengan mengambil 100 sampel pengguna online travel agent A dan online travel agent B dengan populasi tak hingga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif komparatif dengan pendekatan kuantitatif. Objek penelitian pengganti adalah pengalaman pengguna. Analisis data yang digunakan adalah uji Wilcoxon, analisis tersebut digunakan untuk melihat bagaimana perbedaan antara online travel agent A dan online travel agent B melalui user experience. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pengalaman pengguna tiket transportasi pada mobile apps online travel agent A dan online travel agent B, hal tersebut dikarenakan responden memiliki penilaian lebih tinggi terhadap user experience online travel agent A. Sehingga kesimpulan yang dapat diambil dalam penelitian ini adalah terdapat perbedaan user experience tiket transportasi pada pengguna mobile apps online travel agent A dan online travel agent B.
EKSPLANASI INTENSI MENJADI SOCIAL ENTREPRENEUR MELALUI PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN SOSIAL Yerik Afrianto Singgalen; Rosdiana Sijabat
AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 7, No 3 (2022): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/adbispreneur.v7i3.41149

Abstract

Social entrepreneurial intention towards social entrepreneurship education needs to be explained through research. This research discussed the social entrepreneurial intention of the Atma Jaya Catholic University of Indonesia students through social entrepreneurship education. This research uses a quantitative method with a survey approach. In addition, Smart of Partial Least Squares Structural Equation Modeling uses to process the data. These findings show the model's suit suitability standard. There is a positive and significant relationship between an individual's interest in social entrepreneurial intention and social entrepreneurship education. Moral obligation has a positive and significant influence on social entrepreneurial intention but negatively affects social entrepreneurship education. Religion, ideology, and cultural norms positively and significantly influence social entrepreneurship education but negatively affect social entrepreneurial intention. Self-efficacy also positively and significantly influences entrepreneurship education but negatively affects social entrepreneurial intention. Family and social support positively and significantly affect social entrepreneurship education but negatively affect social entrepreneurial intention. Meanwhile, there is no relationship between social entrepreneurship education and social entrepreneurial intention.Intensi menjadi wirausaha sosial melalui pendidikan kewirausahaan sosial perlu dijelaskan secara mendalam. Tujuan penelitian ini ialah eksplanasi intensi mahasiswa Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya menjadi social entrepreneur melalui pendidikan kewirausahaan sosial. Metode yang digunakan ialah kuantitatif dengan pendekatan survei. Pengolahan data penelitian ini menggunakan Smart of Partial Least Squeares Structureal Equation Modeling (Smart PLS-SEM). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model yang dikonstruksi sudah memenuhi standar kesesuaian model. Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara ketertarikan individu terhadap intensi menjadi wirausaha sosial dan pendidikan kewirausahaan. Disisi lain, obligasi moral memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap intensi menjadi wirausaha sosial tetapi berpengaruh negatif terhadap pendidikan kewirausahaan sosial. Demikian halnya agama, ideologi, serta norma budaya memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pendidikan kewirausahaan sosial tetapi berpengaruh negatif terhadap intensi menjadi wirausaha sosial. Efikasi diri juga memilik pengaruh positif dan signifikan terhadap pendidikan kewirausahaan sosial tetapi berpengaruh negatif terhadap intensi menjadi wirausaha sosial. Dukungan keluarga dan sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendidikan kewirausahaan sosial tetapi berpengaruh negatif terhadap intensi menjadi wirausaha sosial. Sementara itu, tidak ada pengaruh antara pendidikan kewirausahaan sosial dengan intensi menjadi wirausaha sosial.
PENGARUH INFLUENCER DAN CONSUMER REVIEW TERHADAP PURCHASE INTENTION DENGAN BRAND IMAGE SEBAGAI VARIABEL INTERVENING Iqbal Muhammad Alghiffari; Sari Listyorini; Widiartanto Widiartanto
AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 7, No 3 (2022): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/adbispreneur.v7i3.38910

Abstract

The era of digital technology gave rise to the phenomenon of product marketing using influencers and consumer reviews based on social media and e-commerce. Both are new determinants besides a brand image that affect purchase intention. This study aims to examine the influence of influencers and consumer reviews on purchase intention in relation to the brand image of the Compass brand of sneakers. The research approach is quantitative with an instrument in the form of a questionnaire distributed to 400 sample respondents via social media WhatsApp. The collected data were analyzed using the Partial Least Square (PLS) technique using the Structural Equation Model (SEM). The results showed that: influencers, consumer reviews, and brand image had a significant effect on purchase intention. Influencers and consumer reviews have a significant effect on brand image, and brand image is proven to act as an intervening variable that mediates the influence of influencers on purchase intention but is not proven as an intervening variable from consumer reviews. Era teknologi digital memunculkan fenomena pemasaran produk menggunakan influencer dan consumer review yang berbasis media sosial dan e-commerce. Keduanya menjadi faktor determinan baru selain brand image yang mempengaruhi purchase intention. Studi ini bertujuan mengkaji tentang pengaruh dari influencer dan consumer review terhadap purchase intention dalam kaitannya dengan brand image dari produk sepatu sneakers bermerek Compass. Pendekatan penelitian adalah kuantitatif dengan instrumen berupa kuesioner yang disebarkan kepada 400 responden sampel melalui media sosial Whatsapp. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik Partial Least Square (PLS) menggunakan Structural Equation Model (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: influencer, consumer review, dan brand image berpengaruh signifikan terhadap purchase intention. Influencer dan consumer review berpengaruh signifikan terhadap brand image, dan brand image terbukti berperan sebagai variabel intervening yang memediasi pengaruh dari influencer terhadap purchase intention tetapi tidak terbukti sebagai variabel intervening dari consumer review.
PENGARUH PELATIHAN DARING DAN KESIAPAN TEKNOLOGI TERHADAP MOTIVASI BERWIRAUSAHA UMKM DI INDONESIA (STUDI PADA UMKM DI 5 DESTINASI SUPER PRIORITAS DAN BALI)) Fetty Poerwita Sary; Dian Indiyati; Ganjar M. Disastra; Milleniartha Moslem
AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 7, No 3 (2022): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/adbispreneur.v7i3.37815

Abstract

This study aims to determine the extent of the influence of online training and technology readiness on entrepreneurial motivation, especially for MSMEs from 5 Super Priority Destinations and Bali who take part in online training organized by Telkom University in collaboration with the Ministry of Tourism and Creative Economy. To increase MSMEs' knowledge of digital business management, online training is currently trending. One of the challenges in conducting online training is the readiness and understanding of the technology of the participants. Based on the description above, it is necessary to know how much influence training and technology readiness have on SME entrepreneurship motivation in 5 Super Priority Destinations (Lake Toba, Borobudur, Mandalika, Likupang, and Labuan Bajo) and Bali. The population in this study were 300 SMEs spread across 5 Super Priority Destinations and Bali who participated in online training activities. Structured questionnaires were given to MSME actors to test hypotheses. Data processing will be analyzed using path analysis. Based on the results of the study it can be concluded that online training has an effect on technological readiness, and technology readiness on entrepreneurial motivation, the rest is still influenced by other variables.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh pelatihan online dan kesiapan teknologi terhadap motivasi berwirausaha khususnya bagi UMKM dari 5 Destinasi Super Prioritas dan Bali yang mengikuti pelatihan online yang diselenggarakan oleh Telkom University bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Untuk meningkatkan pengetahuan UMKM tentang manajemen bisnis digital, saat ini sedang tren pelatihan online. Salah satu tantangan dalam melakukan pelatihan online adalah kesiapan dan pemahaman teknologi peserta. Berdasarkan uraian di atas, perlu diketahui seberapa besar pengaruh pelatihan dan kesiapan teknologi terhadap motivasi berwirausaha UKM di 5 Destinasi Super Prioritas (Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Likupang, dan Labuan Bajo) dan Bali. Populasi dalam penelitian ini adalah 300 UKM yang tersebar di 5 Destinasi Super Prioritas dan Bali yang mengikuti kegiatan pelatihan secara online. Kuesioner terstruktur diberikan kepada para pelaku UMKM untuk menguji hipotesis. Pengolahan data akan dianalisis menggunakan analisis jalur. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pelatihan online berpengaruh terhadap kesiapan teknologi, dan kesiapan teknologi terhadap motivasi berwirausaha, sisanya masih dipengaruhi oleh variabel lain.
PENGARUH WORK FAMILY CONFLICT TERHADAP STRES KERJA DAN DAMPAKNYA PADA KINERJA KARYAWAN WANITA SAMARINDA DI MASA PANDEMI COVID-19 TAHUN 2021 Wira Bharata; Hadi Sumarsono; Premi Wahyu Widyaningrum; Eva Choirinnisa
AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 8, No 1 (2023): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/adbispreneur.v8i1.42093

Abstract

Work Family Conflict (WFC) has been discussed extensively in the literature on work and family relations in the last four decades. The social crisis during the Covid-19 pandemic is believed to have doubled the burden on women. The purpose of the study is the development of various previous studies on how WFC affects Work Stress and Employee Performance, especially for the female workforce. This research approach uses a quantitative paradigm with a survey method. The population in this study were all sales assistants, salespeople, and female shop employees who work at Big Mall Samarinda. The sampling technique uses non-probability sampling with the Lemeshow formula. Data collection was carried out using a questionnaire. The results of the study prove that WFC provides a great stimulus to female workers related to work stress which will ultimately determine employee performance.Work Family Conflict (WFC) telah dibahas secara ekstensif dalam literatur tentang hubungan kerja dan keluarga dalam empat dekade terakhir. Krisis sosial selama pandemi Covid-19 diyakini melipatgandakan beban wanita. Tujuan penelitian adalah pengembangan dari berbagai penelitian sebelumnya tentang bagaimana WFC mempengaruhi Stres Kerja dan Kinerja Karyawan, khususnya bagi tenaga kerja wanita. Pendekatan penelitian ini menggunakan paradigma kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pramuniaga, sales, dan karyawan toko wanita yang bekerja di Big Mall Samarinda. Teknik pengambilan sampel menggunakan non probability sampling dengan formula Lemeshow. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian membuktikan bahwa WFC  memberikan stimulus yang besar kepada tenaga kerja wanita terkait Stres Kerja yang pada akhirnya akan menentukan Kinerja Karyawan.
PERAN AGILE LEADERSHIP DAN STRATEGIC AGILITY PLANNING DALAM PENINGKATAN KINERJA UMKM PROVINSI PAPUA BARAT INDONESIA Arizqi Arizqi; Diah Ayu Kusumawati
AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 8, No 1 (2023): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/adbispreneur.v8i1.37169

Abstract

Micro, Small and Medium Enterprises (SMEs) have a strategic role in improving the National Economy. For this reason, it is necessary to contribute various parties in efforts to improve the performance of SMEs. This study aims to develop a model related to improving SME's performance through agile leadership and strategic agility planning. The sample of this study was 200 MSMEs in West Papua Province. Analysis of research data was carried out by testing structural equational modeling (SEM) and using a variance approach (partial least square). The results show that agile leadership is able to increase the readiness to change of SMEs in West Papua Province, but readiness to change itself has not been able to improve the performance of SMEs in West Papua Province. Agile leadership has not been able to improve or create workforce transformation for MSMEs in West Papua Province. The implementation of Strategic agility planning is able to increase readiness to change (readiness to change) and can also create workforce transformation (workforce transformation) in MSMEs in West Papua Province. Furthermore, workforce transformation is able to improve the performance of MSMEs in West Papua Province.Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peran yang strategis dalam meningkatkan Perekonomian Nasional. Untuk itu diperlukan kontribusi berbagai pihak dalam upaya peningkatan kinerja UKM. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sebuah model terkait peningkatan kinerja SME’s melalui agile leadership dan juga strategic agility planning. Sampel dari penelitian ini adalah 200 UMKM di Provinsi Papua Barat. Analisis data penelitian dilakukan dengan pengujian Structural Equational Modelling (SEM) dan menggunakan pendekatan varians (partial least square). Hasil menunjukkan bahwa agile leadership mampu meningkatkan readiness to change pada UMKM di Provinsi Papua Barat, akan tetapi readiness to change sendiri nyatanya belum mampu meningkatkan kinerja UMKM di Provinsi Papua Barat. Agile leadership belum mampu meningkatkan atau menciptakan workforce transformation pada UMKM di Provinsi Papua Barat. Penerapan strategic agility planning mampu meningkatkan kesiapan untuk berubah (readiness to change) dan juga dapat menciptakan transformasi tenaga kerja (workforce transformation) pada UMKM di Provinsi Papua Barat. Selanjutnya workforce transformation mampu meningkatkan kinerja UMKM di Provinsi Papua Barat.
PENGARUH ONLINE REVIEW, SUBJECTIVE NORM, PERCEIVED EASE OF USE DAN CUSTOMER ONLINE EXPERIENCE TERHADAP ONLINE BUYING INTENTION PADA E-COMMERCE DI INDONESIA DENGAN CONSUMER ATTITUDE DAN TRUST SEBAGAI MEDIASI Putu Rahayu Suandewi; Agus Fredy Maradona
AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 8, No 1 (2023): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/adbispreneur.v8i1.42739

Abstract

The development of e-commerce in Indonesia is growing rapidly along with the growth of internet users. This development is used by various platforms to sell various products. Buying intention from consumers is not necessarily easily obtained, due to various factors and global competition. This study aims to determine the determinants of buying intention in e-commerce with consumer attitude and trust as mediators. Data collection techniques through the distribution of questionnaires with google form. Respondents in this study amounted to 340 users of e-commerce. Data analysis was performed using SEM-PLS. The results of this study indicate that e-commerce consumers in Indonesia are more dominant in making purchases because it is caused by the attitudes and experiences they feel in the digital world. Online reviews and convenience are not even a consideration for them in making purchases, this can be information about consumer behavior that tends to prioritize the desire to try a product compared to reviews given by other people for the product. The results of this study can contribute to the development of digital marketing science, especially for online business people in an effort to attract maximum sales.Perkembangan e-commerce di Indonesia semakin pesat seiring dengan pertumbuhan pengguna internet. Perkembangan ini dimanfaatkan oleh berbagai platform untuk melakukan penjualan berbagai macam produk. Buying intention dari konsumen tidak serta merta mudah didapatkan, dikarenakan berbagai faktor dan persaingan global. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan buying intention pada e-commerce dengan consumer attitude dan trust sebagai pemediasi. Teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner dengan google form. Responden dalam penelitian ini berjumlah 340 orang pengguna e-commerce. Analisis data dilakukan dengan menggunakan SEM-PLS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsumen e-commerce di Indonesia lebih dominan melakukan pembelian karena disebabkan oleh sikap dan pengalaman yang mereka rasakan dalam dunia digital. Online review dan kemudahan bahkan tidak menjadi pertimbangan mereka dalam melakukan pembelian. Hal ini dapat menjadi informasi mengenai perilaku konsumen yang cenderung lebih mengedepankan keinginan untuk mencoba sebuah produk dibandingkan ulasan yang diberikan orang lain terhadap produk tersebut. Hasil penelitian ini dapat berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pemasaran digital khususnya pada pelaku bisnis online dalam upaya menarik penjualan secara maksimal.
KEWIRAUSAHAAN SOSIAL DAN AKSES MOBILITAS TERHADAP MODAL DALAM PERSPEKTIF PENGHIDUPAN BERKELANJUTAN Yerik Afrianto Singgalen
AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 8, No 1 (2023): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/adbispreneur.v8i1.37301

Abstract

Within the framework of sustainable livelihoods, mobility of access to capital is influenced by policy and institutional support to address the context of vulnerabilities that hinder sustainability. The Covid-19 pandemic disaster is one of the vulnerable contexts that need to be addressed in policies and institutions to maintain the sustainability of people's livelihoods. In the Indonesian context, few studies link the sustainable livelihood approach to social entrepreneurship. This study offers an idea to describe in-depth the contribution of the social company Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) in minimizing the context of vulnerability, namely the impact of the Covid-19 pandemic sustainability on people's livelihoods in Indonesia. The research method used is interpretive qualitative, through a case study approach at the Cinta Anak Bangsa Foundation (YCAB). The research data collection techniques used were in-depth interviews, observation, and document studies. Also, the triangulation technique was used to obtain valid and credible information. This study indicates that the social entrepreneurship approach effectively mobilizes access to human capital, financial capital, physical capital, natural capital, and social capital. It is embodied in the HELP, HOLD, and HOPE programs which are the pillars of YCAB's social enterprise to increase people's access to education, social welfare, and sustainability.Kerangka penghidupan berkelanjutan menunjukkan bahwa akses mobilitas terhadap modal dipengaruhi oleh dukungan kebijakan dan kelembagaan untuk mengatasi konteks kerentanan yang menghambat keberlanjutan. Bencana pandemic Covid-19 merupakan salah satu konteks kerentanan yang perlu diatasi secara kebijkan dan kelembagaan untuk mempertahankan keberlanjutan penghidupan masyarakat. Dalam konteks Indonesia, belum banyak penelitian yang menghubungkan pendekatan penghidupan berkelanjutan dengan konsep kewirausahaan sosial. Mempertimbangkan hal tersebut, penelitian ini menawarkan gagasan untuk menguraikan secara mendalam kontribusi perusahaan sosial Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) dalam meminimalisir konteks kerentanan yakni dampak pandemic Covid-19 bagi keberlanjutan penghidupan masyarakat di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif interpretatif, melalui pendekatan studi kasus pada Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB). Teknik pengambilan data penelitian yang digunakan ialah wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumen. Adapun, teknik trianggulasi diadopsi untuk memperoleh informasi yang valid dan kredibel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan kewirausahaan sosial sangat efektif dalam memobilisir kapabiltias akses terhadap modal manusia, modal finansial, modal fisik, modal alam, dan modal sosial. Hal tersebut terejawatahkan dalam program HELP, HOLD, dan HOPE yang menjadi pilar utama perusahaan sosial YCAB untuk meningkatkan kapabilitas akses masyarakat terhadap pendidikan, kesejahteraan sosial, dan berkelanjutan.
STRATEGI PENGEMBANGAN BISNIS PADA KELOMPOK KERAMBA IKAN (STUDI PADA KELOMPOK KERAMBA BAMBU IKAN DI KECAMATAN SUKAJADI KOTA BANDUNG) Fanji Wijaya; Asti Nur Aryanti; Erna Herlinawati
AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 8, No 1 (2023): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/adbispreneur.v8i1.41180

Abstract

The purpose of this study is to design a design-oriented innovation strategy for the Fish Cage Group by formulating a strategy to be able to assist in generating opportunities. The method used in this study is a qualitative method with a case study approach. The researcher conducted interviews with nine key informants who were considered most knowledgeable about the business situation in the Bamboo Fish Cages Group by distinguishing them as core administrators of the cage groups, still active in group management, who owned bamboo fish cages and were directly involved in the cultivation of fish bamboo cages. The design of the IFE Matrix, EFE Matrix, and QSPM Matrix is used to design a business strategy that identifies several factors of opportunities, threats, strengths and weaknesses as key factors in business development. Based on the results of the Internal and External (IE) Matrix assessment, the Cage Fish Group is in cell V position. The steps that must be taken are market penetration and product development with the aim of avoiding a decline in sales and loss of profits. Cages Group can expand markets, production facilities, and utilize technology to carry out marketing. The first step to developing a business is to understand the formulation of the right strategy.Tujuan penelitian ini merancang strategi inovasi berorientasi desain kepada Kelompok Keramba Ikan dengan merumuskan strategi untuk dapat membantu dalam menghasilkan peluang. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Peneliti melakukan wawancara kepada sembilan orang informan kunci yang dianggap paling mengetahui situasi bisnis pada Kelompok Keramba Bambu Ikan dengan kriteria merupakan pengurus inti kelompok keramba, masih aktif dalam kepengurusan kelompok, mempunyai keramba bambu ikan serta terlibat langsung dalam budidaya keramba bambu ikan. Perancangan Matriks IFE, matriks EFE, dan matriks QSPM digunakan untuk merancang strategi bisnis mengidentifikasi beberapa faktor peluang, ancaman, kekuatan dan kelemahan sebagai faktor kunci dalam mengembangan bisnis. Berdasarkan hasil penilaian Matriks Internal dan Eksternal (IE) Kelompok Ikan Keramba berada pada posisi sel V langkah yang harus dilakukan yaitu penetrasi pasar dan pengembangan produk dengan tujuan menghindari penurunan penjualan dan kehilangan profit. Kelompok Ikan Keramba dapat memperluas pasar, fasilitas produksi, dan memanfaatkan teknologi untuk melakukan pemasaran. Langkah awal untuk mengembangkan bisnis dengan memahami perumusan strategi yang tepat.
MODEL TERINTEGRASI KAPASITAS DESTINASI WISATA UNTUK BISNIS GOVERNANCE PARIWISATA MENGGUNAKAN FORMULA LITTLE’S LAW Anang Muftiadi; Ulyses Sitompul
AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 8, No 1 (2023): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/adbispreneur.v8i1.37458

Abstract

Rebuilding tourism business governance due to the Covid19 pandemic can be started by analyzing the constraints of tourist destinations capacity, including for Indonesia's priority tourist destinations, such as Makassar Raya and its surroundings. This study aims to analyze the capacity of tourist destinations, especially foreign tourists as a source of national foreign exchange. This research approach integrates the carrying capacity of tourism with the quantitative method of Little's Law of operations management. This method measures the flow of tourists within the capacity of tourist destinations, which consists of attractions, amenities and accessibility from the initial arrival of foreign tourists at the airport until they return to their countries.The results of this study indicate that from various aspects of attractions, amenities and accessibility to the capacity of tourist destinations in Makassar Raya and its surroundings, there are bottlenecks at the favorite tourist locations, check-in counters in airports, restaurants & cafes on the weekends. Therefore, in order to increase the capacity of foreign tourist visits, additional capacity is needed for the three kinds of bottleneck.Membangun kembali tata kelola bisnis pariwisata akibat pandemi Covid19 dapat dimulai dengan menganalisis hambatan kapasitas destinasi wisata, termasuk untuk destinasi wisata prioritas Indonesia, seperti Makassar Raya dan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis kapasitas destinasi wisata, khususnya terhadap turis mancanegara sebagai sumber devisa. Pendekatan penelitian ini mengintegrasikan daya dukung pariwisata dengan metode kuantitatif Aliran Little’s Law dalam lingkup manajemen operasi. Metode ini mengukur kelancaran aliran wisatawan dalam daya tampung kapasitas destinasi wisata, yang terdiri dari atraksi, amenitas dan aksesbilitas dari awal kedatangan wisatawan mancanegara di bandara hingga mereka kembali ke negaranya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari berbagai aspek atraksi, amenitas dan aksesbilitas pada kapasitas destinasi wisata di Makassar Raya dan sekitarnya,  terjadi bottleneck pada kapasitas pada lokasi wisata favorit,  bandara, restoran & kafe di akhir pekan. Karena itu untuk meningkatkan kapasitas kunjungan wisatawan mancanegara, maka pada ketiga bottleneck tersebut perlu adanya penambahan kapasitas.

Filter by Year

2016 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2024): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 8, No 3 (2023): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 8, No 2 (2023): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 8, No 1 (2023): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 7, No 3 (2022): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 7, No 2 (2022): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 7, No 1 (2022): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 6, No 3 (2021): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 6, No 2 (2021): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 6, No 1 (2021): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 5, No 3 (2020): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 5, No 2 (2020): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 5, No 1 (2020): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 4, No 3 (2019): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 4, No 2 (2019): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 4, No 1 (2019): Adbispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 3, No 3 (2018): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 3, No 2 (2018): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 3, No 1 (2018): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 3, No 1 (2018): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewiraus Vol 2, No 3 (2017): AdBispreneur Vol 2, No 3 (2017): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 2, No 2 (2017): AdBispreneur Vol 2, No 2 (2017): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 2, No 1 (2017): AdBispreneur Vol 2, No 1 (2017): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 1, No 3 (2016): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 1, No 3 (2016): Adbispreneur Vol 1, No 2 (2016): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa Vol 1, No 2 (2016): Adbispreneur Vol 1, No 1 (2016): Adbispreneur Vol 1, No 1 (2016): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa More Issue