cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Majalah Kesehatan FKUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
This journal uses Open Journal Systems 2.4.7.1, which is open source journal management and publishing software developed, supported, and freely distributed by the Public Knowledge Project under the GNU General Public License.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 2 (2025): Majalah Kesehatan" : 10 Documents clear
Laporan Kasus: ACUTE MYELOMONOCYTIC LEUKEMIA DENGAN SWEET’S SYNDROME PADA ANAK LAKI-LAKI USIA 7 TAHUN Amalia, Christina; Siska, Fran; Hanggara, Dian Sukma
Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.02.9

Abstract

Sweet’s syndrome merupakan kondisi inflamasi kulit yang sangat jarang terjadi ditandai oleh adanya demam, lesi kulit yang nyeri, leukositosis dengan neutrofilia, dengan hasil pemeriksaan histopatologis ditemukannya infiltrasi neutrofil pada dermis atau epidermis. Sekitar 25% kasus Sweet’s syndrome pada anak dikaitkan dengan keganasan hematologi yaitu acute myeloid leukemia (AML).Tujuan laporan kasus ini untuk membahas terjadinya Sweet’s syndrome yang jarang terjadi pada pasien anak-anak dengan AML-M4.  Dilaporkan seorang pasien anak laki-laki berusia 7 tahun dengan AML-M4 stadium relaps tampak keluhan adanya luka berbentuk lepuhan yang berair dan nyeri, demam, batuk, pilek. Pada pemeriksaan fisik didapatkan vesikel dan plak dengan bula berdinding tegang, berisi cairan jernih, multipel, bentuk ireguler, ukuran bervariasi, area sekitar nampak eritema, dan nyeri di belakang telinga kiri, wajah, dan tungkai bawah kanan. Pemeriksaan laboratorium menunjukan adanya anemia, leukositosis, dan peningkatan C-reactive protein (CRP). Pada pemeriksaan Tzank pada bula, tidak ditemukan multinucleated giant cell. Hasil pemeriksaan patologi anatomi dari jaringan luka didapatkan lesi vesikobulosa dengan infiltrasi neutrofil yang luas pada dermis dan epidermis.  Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang disimpulkan bahwa pasien menderita AML-M4 dengan Sweet’s syndrome, khususnya tipe malignancy - associated. Gejala yang ditampilkan oleh pasien Sweet’s syndrome mirip dengan infeksi kulit oleh bakteri maupun virus, tetapi terapi yang diperlukan berbeda, dimana pasien dengan Sweet’s syndrome merespons baik dengan pemberian kortikosteroid. Maka dari itu perlu dicurigai adanya Sweet’s syndrome pada pasien dengan lesi kulit yang nyeri, demam dan adanya leukositosis serta neutrofilia, terutama pada pasien dengan leukemia akut.
KARAKTERISTIK KLINIS DAN CAIRAN SEREBROSPINAL PASIEN MENINGITIS Streptococcus suis DI RSUP PROF. Dr. I.G.N.G. NGOERAH DENPASAR BALI Kusumajaya, I Gusti Bagus Ari Adi; Iswari, Ida Sri; Darwinata, Agus Eka; Hendrayana, Made Agus
Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.02.3

Abstract

Meningitis selalu menjadi perhatian khusus dalam dunia kesehatan. Meningitis Streptococcus suis (S. suis) yang termasuk meningitis bakteri mengalami peningkatan yang cukup signifikan di Bali dalam 5 tahun terakhir, yang dikaitkan dengan tingkat konsumsi produk babi yang berisiko tinggi, terutama yang diolah mentah atau setengah matang. Desain penelitian ini adalah observasional deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui karakteristik klinis dan cairan serebrospinal pada pasien meningitis dengan S. suis di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar pada tahun 2020-2022 dengan menggunakan data sekunder dari rekam medis. Pada penelitian ini didapatkan 53 pasien meningitis S. suis pada usia dewasa dan lansia dengan dominan laki-laki (83,0%), pekerjaan karyawan swasta (35,8%), dan domisili di Kota Denpasar (47,2%). Manifestasi klinis yang ditemukan pada pasien meningitis S. suis adalah demam (100%), penurunan kesadaran (92,5%), nyeri kepala (90,6%), kaku kuduk (84,9%), tuli (35,8%), dan kejang (5,7%). Pada analisis cairan serebrospinal ditemukan peningkatan leukosit dengan dominan polimorfonuklear (PMN) (79,2%), kadar glukosa rendah (77,3%), dan kadar protein tinggi (98,1%). Penggunaan antibiotik untuk tatalaksana meningitis S. suis dengan ceftriaxon intravena masih memiliki sensitivitas 100%.
Tinjauan Literatur: POTENSI TERAPI ANTIKANKER ANGGUR LAUT Caulerpa sp. (A SYSTEMATIC REVIEW) Tertiana, Nur Iedha; Permatasari, Happy Kurnia; Sulistomo, Hikmawan Wahyu
Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.02.10

Abstract

Kanker adalah penyakit kompleks yang membunuh jutaan orang setiap tahunnya. Menurut World Health Organization (WHO), kanker merupakan penyebab utama kedua kematian di dunia. Kegagalan kemoterapi dilaporkan menjadi masalah serius dan penyebab terjadinya resistensi obat antikanker. Produk alami hasil laut telah digunakan sebagai senyawa untuk penemuan obat. Senyawa polisakarida, polifenol, dan sterol terdapat di dalamnya dan memiliki sifat antioksidan, antiinflamasi, antidiabetes, antikoagulan, dan antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk membahas potensi Caulerpa sp. sebagai alternatif agen antikanker baru. Penelusuran pustaka menggunakan mesin pencarian yaitu pada database Pubmed, SpringerLink, dan ScienceDirect. Teknik yang digunakan adalah Boolean operator untuk menghubungkan kata kunci. Dari 14 literatur didapatkan potensi anggur laut Caulerpa sp. sebagai agen antikanker melalui berbagai mekanisme di antaranya adalah induksi apoptosis, aktivitas sitotoksik, dan antiproliferatif. Aktivitas antikanker Caulerpa sp. disebabkan kinerja berbagai kandungan metabolit sekunder pada Caulerpa sp. di antaranya alkaloid bisindole, terpenoid, seskuiterpenoid, diterpenoid, caulerpin, caulersin, racemosin, dan caulerpenyne. Anggur laut Caulerpa sp memiliki potensi yang baik sebagai agen antikanker melalui induksi apoptosis, aktivitas sitotoksik, serta mekanisme antiproliferasi  
MOTIVASI DIRI MEMPENGARUHI KEPATUHAN SENAM PADA LANJUT USIA Setyoadi; Saputro, Agus; Lukitasari, Mifetika; Ismial, Dina Dewi Sartika Lestari
Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.02.8

Abstract

Aktivitas fisik bermanfaat bagi lansia, tetapi kepatuhan terhadap program senam seringkali rendah. Motivasi diri berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan dengan mendorong lansia untuk lebih konsisten dan mengatasi hambatan. Lansia dengan motivasi tinggi cenderung lebih berkomitmen dalam menjalankan senam secara rutin, yang berdampak positif pada kesehatan dan kualitas hidup mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara motivasi diri dengan kepatuhan lansia dalam mengikuti senam. Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 104 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi kuesioner motivasi diri (self-motivation) dan lembar observasi kepatuhan kehadiran dalam mengikuti senam selama tiga bulan, dengan total 12 kali kegiatan senam. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan taraf signifikansi 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara motivasi diri dengan kepatuhan lansia dalam mengikuti senam, dengan nilai p-value = 0,001 yang berarti p-value < 0,05. Nilai Odds Ratio (OR) sebesar 6,561 menunjukkan bahwa lansia dengan motivasi diri yang tinggi dan sedang memiliki kemungkinan 6 kali lebih patuh dalam mengikuti senam dibandingkan dengan lansia yang memiliki motivasi rendah. Berdasarkan temuan ini, motivasi diri perlu terus dikembangkan dan didukung oleh lingkungan sekitar guna meningkatkan kepatuhan lansia dalam mengikuti senam, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas hidup mereka. Disarankan bagi ketua kelompok senam untuk meningkatkan komunikasi antar peserta senam agar motivasi yang sudah ada dapat dipertahankan, sehingga kebugaran dan kesehatan lansia tetap terjaga.
PENGGUNAAN TOCILIZUMAB PADA PASIEN CORONAVIRUS DISEASE-19 (COVID-19) DERAJAT SEDANG-BERAT: STUDI KOHORT RETROSPEKTIF Mellow, Prettysun Ang; Rista, Ulvi Nur; Setyowati, Nikke Dwi; Gunawan, Kevin Jonathan; Angkiriwang, Ade Putra; Angky, Vicky Sanrio; Hokman, Selvi
Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.02.2

Abstract

Inflamasi parenkim paru merupakan manifestasi klinis utama COVID-19, mulai dari gejala ringan hingga berat yang menyebabkan Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS), akibat dari inflamasi badai sitokin, yang ditandai dengan peningkatan Interleukin-6 (IL-6). Tosilizumab merupakan penghambat aktivitas IL-6 yang diharapkan dapat mencegah terjadinya perburukan akibat badai sitokin. Untuk mengevaluasi efektivitas dari penambahan tosilizumab pada terapi standar COVID-19, maka dilakukan sebuah studi kohort retrospektif pada pasien yang terkonfirmasi Covid-19 derajat sedang dan berat. Terdapat 90 pasien, di antaranya 24 pasien dengan terapi standar dan 66 pasien yang mendapatkan penambahan tosilizumab. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna terhadap perbaikan secara klinis, laboratorium, dan radiologis antara kelompok standar terapi dengan kelompok dengan penambahan tosilizumab dalam 14 hari dalam periode pengamatan (p > 0,05). Pada kelompok dengan penambahan tosilizumab, ditemukan lebih tinggi akan kebutuhan ventilator mekanik dan tingkat mortalitasnya (p < 0,05). Namun setelah dilakukan analisa multivariat, tidak ada perbedaan yang bermakna akan kebutuhan ventilator mekanik (adjusted OR(Odd Ratio) 6,31; 95%IK (Interval Kepercayaan) 0,78-50,93) dan tingkat mortalitas (adjusted OR 2,24; 95% IK 0,46-10,95) antar kedua kelompok. Dapat disimpulkan dari studi ini bahwa penambahan tosilizumab pada terapi standar pada pasien COVID-19 derajat sedang-berat tidak signifikan dalam menurunkan kebutuhan akan ventilator dan tingkat mortalitas.
HUBUNGAN ASUPAN ENERGI TERHADAP INFLAMASI PADA PASIEN ICU DI RSUD Dr. SAIFUL ANWAR MALANG YANG MENDAPATKAN ENTERAL FEEDING Harti, Leny Budhi; Guntyastutik, Enik; Aqsari, Rizti Medisa; Permatasari, Cintya Ayu; Islami, Ainun Lia Nur
Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.02.5

Abstract

Studi sistematik review terbaru menunjukkan bahwa prevalensi malnutrisi pada pasien Intensive Care Unit (ICU) sebesar 38-78%. Malnutrisi pada pasien kritis disebabkan oleh tingginya inflamasi. Salah satu marker inflamasi yang baru adalah rasio netrofil limfosit (NLR). Dukungan gizi dalam bentuk enteral dapat mempengaruhi NLR. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan asupan energi terhadap NLR sebagai marker inflamasi pada pasien ICU yang mendapatkan enteral feeding. Desain penelitian ini adalah cross-sectional, dengan jumlah sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 10 pasien ICU di RSUD dr. Saiful Anwar Malang. Seluruh sampel mendapatkan enteral feeding selama 5 hari. Pada hari ke-5 diamati NLR dan dilakukan perhitungan rata-rata asupan energi dari enteral feeding. Hubungan asupan energi terhadap NLR dianalisis menggunakan uji Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata asupan energi dan NLR sebesar 1.136±279 dan 8,4±4,96 (p=0,743; r= -119). Kesimpulan dari penelitian ini adalah secara statistik tidak terdapat hubungan antara asupan energi terhadap NLR pada pasien ICU dengan diagnosis medis yang beragam, namun demikian asupan energi yang adekuat tetap diperlukan untuk menurunkan respons inflamasi.
PENGARUH EDUKASI KESEHATAN TIDUR DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA KOMIK TERHADAP PENGETAHUAN DAN PRAKTIK REMAJA TENTANG SLEEP HYGIENE Nuraeni , Riska Wahyu; Hartini, Sri; Wati , Suis Galischa
Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.02.7

Abstract

Tidur penting untuk fungsi fisik, kognitif, dan sosial pada anak dan remaja. Pengetahuan yang tidak adekuat tentang sleep hygiene dan tidur berkontribusi terhadap perilaku tidur yang buruk dan menurunkan durasi tidur. Lebih dari 50% remaja memiliki pengetahuan dan praktik sleep hygiene yang rendah. Edukasi kesehatan menggunakan media komik terbukti meningkatkan pemahaman, retensi, dan minat remaja. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan tidur menggunakan media komik terhadap pengetahuan dan praktik remaja tentang sleep hygiene. Desain penelitian adalah quasy experiment dengan pre-post-test with control group. Pemilihan kelompok intervensi dan kontrol menggunakan teknik multistage random sampling dan penentuan sampel menggunakan teknik consecutive sampling didapatkan 78 remaja berusia 14-17 tahun dari populasi siswa SMA di Kabupaten Sleman. Kelompok intervensi (n = 39) mendapat edukasi tidur melalui komik, sementara kelompok kontrol (n = 39) mendapat edukasi rutin dari sekolah. Remaja dalam kelompok intervensi diminta membaca komik di rumah selama 3 hari dan mendapat tindak lanjut berupa panggilan telepon. Pengetahuan dan praktik sleep hygiene diukur menggunakan Sleep Hygiene Awareness and Practice Scale (SHAPS). Uji Mann-Whitney dan uji Cohen’s digunakan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan tidur menggunakan media komik terhadap pengetahuan dan praktik remaja tentang sleep hygiene. Hasil menunjukkan pengaruh edukasi kesehatan tidur menggunakan media komik terhadap pengetahuan remaja tentang sleep hygiene (kelompok intervensi: -2,00, kelompok kontrol: 0,00) dengan p = 0,021 dan d = 0,604. Sedangkan pengaruh terhadap praktik sleep hygiene (kelompok intervensi -2,00, kelompok kontrol: 0,00) dengan p = 0,040 dan d = 0,479. Edukasi kesehatan tidur menggunakan media komik memengarui pengetahuan dan praktik sleep hygiene remaja berusia 14-17 tahun. Komik sebagai media edukasi perlu dikembangkan lagi agar lebih bermanfaat khususnya bagi remaja.
PERBEDAAN EFEK ANTIBIOFILM ANTARA EKSTRAK METANOLIK DAUN SIRIH HIJAU DENGAN DAUN SIRIH MERAH TERHADAP Pseudomonas aeruginosa PADA ENDOTRACHEAL TUBE IN VITRO Kristi, Brenda; Martin, Amandus Michael; Ratridewi, Irene; Santosaningsih, Dewi
Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.02.1

Abstract

Ventilator Associated Pneumonia (VAP) merupakan infeksi terkait perawatan kesehatan tersering dunia dengan insiden sebesar 32%. Pseudomonas aeruginosa menempati posisi ketiga etiologi VAP di Asia Tenggara melalui pembentukan biofilm pada Endotracheal Tube (ETT). Diketahui daun sirih hijau dan daun sirih merah mengandung bahan aktif antibakteri berupa eugenol, flavonoid, dan fenol. Studi sebelumnya menyatakan kadar eugenol dan flavonoid dari ekstrak daun sirih merah lebih tinggi dibanding daun sirih hijau. Namun, belum terdapat studi mengenai efek antibiofilm daun sirih merah serta perbedaan efek antibiofilm daun sirih hijau dan sirih merah pada alat medis. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan perbedaan efek antibiofilm daun sirih hijau dengan daun sirih merah terhadap P. aeruginosa pada ETT. Penelitian ini dilakukan secara in vitro pada ETT menggunakan P. aeruginosa ATCC 9027 dan ekstrak metanol daun sirih hijau atau sirih merah dengan masing2 konsentrasi (0; 25; 50; 75; 100; 125; 150 mg/mL). Evaluasi biofilm menggunakan microplate-reader ELISA dengan panjang gelombang 570 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada konsentrasi yang sama yaitu 150 mg/mL, sirih hijau memiliki rerata absorbansi (2,73 ± 0,53) dan sirih merah (2,97 ± 1,04), menunjukkan rerata absorbansi terendah dibanding kelompok perlakuan konsentrasi lainnya. Analisis statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara kelompok sirih hijau dan sirih merah (p= 0,787). Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan efek antibiofilm antara daun sirih hijau dan daun sirih merah.
TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA DI PUSKESMAS SENTOSA BARU TENTANG PENGOBATAN DERMATITIS ATOPIK PADA ANAK Sinaga, Adinda Alleyda; Paramita, Deryne Anggia; Saragih, Restuti Hidayani; Wijaya, Hendri
Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.02.6

Abstract

Dermatitis atopik atau atopik eczema adalah penyakit kulit inflamasi kronis dapat menyebabkan perubahan warna dan ruam gatal. Biasanya dimulai pada usia kanak-kanak hingga dewasa dengan suatu kondisi yang menyebabkan kulit kering, lesi eksim, dan likenifikasi. Peran orang tua sangat berperan penting untuk pengobatan dermatitis atopik pada anak. Keberhasilan pengobatan dermatitis atopik pada anak tergantung pada orang tua dalam pengetahuan dan sikap mereka terhadap anak yang menderita dermatitis atopik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan orang tua tentang pengobatan dan efek samping obat, dan juga untuk mengetahui umur dan jenis kelamin serta prevalensi penyakit dermatitis atopik pada anak di Puskesmas Sentosa Baru. Jenis penelitian ini menggunakan desain cross-sectional deskriptif dengan sampel sebanyak 60 responden menggunakan rumus Slovin dan dilakukan di Puskesmas Sentosa Baru. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang terstruktur. Hasil penelitian di Puskesmas Sentosa Baru mayoritas berjenis kelamin perempuan sebanyak 31 orang (51,7%), Sedangkan untuk usia anak mayoritas pada usia anak balita yaitu dari 12 bulan sampai dengan 59 bulan sebanyak 49 orang (81,7%), Tingkat pengetahuan orangtua tentang obat-obatan yang digunakan pada anak yang terkena dermatitis atopik di Puskesmas Sentosa Baru berkategori baik yaitu sebesar (70,0%), kemudian Tingkat pengetahuan orangtua tentang efek samping dari obat-obatan yang digunakan pada anak yang terkena dermatitis atopik di Puskesmas Sentosa Baru berkategori baik yaitu sebanyak 31 orang (51,7%), dan tingkat pengetahuan orang tua mengenai obat-obatan pada anak yang terkena penyakit dermatitis atopik di Puskesmas Sentosa Baru ialah baik sebanyak (55,0%). Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan orang tua mengenai pengobatan dermatitis atopik pada anak adalah berkategori baik.
STATUS REFRAKSI DAN KELENGKUNGAN KORNEA PADA ANAK DENGAN SINDROMA DOWN DI POLI MATA RSUD Dr. SAIFUL ANWAR MALANG Anandita, Nanda Wahyu; Herdita, Zahra Naura; Cahya, Srestha Indra; Onassis, Marvel; Wulandari, Lely Retno
Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.02.4

Abstract

Anak dengan sindroma Down memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan refraksi dan kelainan anatomi okular lainnya. Deteksi dini sangat penting untuk mencegah gangguan penglihatan yang dapat memperburuk kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan status refraksi dan kelengkungan kornea pada anak dengan sindroma Down berdasarkan data dari kegiatan pengabdian masyarakat. Penelitian ini merupakan studi observasional dengan desain potong lintang. Data diperoleh dari kegiatan pengabdian masyarakat terhadap anak dengan sindroma Down di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang Status refraksi diukur menggunakan autorefraktometer (Canon RK-F2) dan retinoskopi streak (Keeler Inc), sedangkan kelengkungan kornea diukur dengan autorefraktometer. Dari 50 anak dengan sindroma Down yang mengikuti kegiatan, hanya 27 anak (54 mata) yang dapat diperiksa refraksi objektifnya, dan 20 anak (40 mata) yang dapat dilakukan pengukuran kelengkungan kornea. Ditemukan 33 mata dengan miopia (61,1%), 13 mata dengan hipermetropia (24,1%), dan 41 mata dengan astigmatisme (75,9%). Kelengkungan kornea terendah tercatat sebesar 44,00 D dan tertinggi 50,38 D, dengan rata-rata sebesar 45,95 D. Mayoritas anak dengan sindroma Down dalam studi ini mengalami kelainan refraksi. Pemeriksaan mata pada kelompok ini memang memiliki tantangan tersendiri,dengan pemeriksaan awal refraksi dapat digunakan sebagai deteksi dini gangguan refraksi.  

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2025 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 0 No. 00 (2026): Article in Press Vol. 12 No. 4 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 3 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 4 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 4 (2022): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2022): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2022): Majalah Kesehatan Vol 8, No 3 (2021): Majalah Kesehatan Vol 8, No 2 (2021): Majalah Kesehatan Vol 8, No 1 (2021): Majalah Kesehatan Vol 7, No 4 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 3 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 2 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 1 (2020): Majalah Kesehatan Vol. 6 No. 4 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 4 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 3 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 2 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 1 (2019): Majalah Kesehatan Vol 5, No 4 (2018): Majalah Kesehatan Vol 5, No 3 (2018): Majalah Kesehatan Vol 5, No 2 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran Vol 5, No 1 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran Vol 4, No 4 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 3 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 2 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 1 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 3, No 4 (2016): MAJALAH KESEHATAN Vol 3, No 3 (2016): MAJALAH KESEHATAN Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 4 (2015) Vol 2, No 3 (2015) Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 1, No 4 (2014) Vol 1, No 3 (2014) Vol 1, No 2 (2014) Vol 1, No 1 (2014) More Issue