cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Arsitektur DASENG
ISSN : 23018577     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur DASENG adalah media informasi pengembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni khususnya Artikel Ilmiah bidang Arsitektur berupa Hasil Penelitian, Hasil Perancangan, Studi Kepustakaan maupun Tulisan Ilmiah.
Arjuna Subject : -
Articles 882 Documents
SEKOLAH TINGGI ARSITEKTUR DI MANADO (GESTALT DALAM ARSITEKTUR) Sulistyanto, Imam; Betteng, Luther; Tilaaar, Sonny
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i1.8117

Abstract

ABSTRAK Dibutuhkan banyak arsitek lulusan S1 untuk  melayani sejumlah penduduk (dengan referensi rata-rata didunia dimana setiap arsitek melayani lebih dari 5000 penduduk). Dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 225 juta orang, dan berdasarkan angka rasio rata-rata dunia (1 arsitek untuk setiap sekitar 5000 penduduk) maka diperlukan sebanyak sekitar 47000 arsitek untuk kondisi aktual. Sementara itu sudah tersedia sekitar 12000 arsitek, jadi terdapat kekurangan di Indonesia sekitar 35000 arsitek. Sementara itu hanya sekitar 30% lulusan S1 Arsitektur yang menjadi arsitek professional (anggota ikatan profesi). Jadi untuk mencapai angka 35000 arsitek, diperlukan sekitar 100000 lulusan S1 arsitektur. Sekolah Tinggi Arsitektur hadir sebagai suatu fasilitas yang dapat mencetak lulusan arsitektur dan mewadahi berlangsungnya kegiatan yang bersifat edukatif dalam bidang ilmu arsitektur dengan tujuan untuk mencapai angka rasio rata-rata dunia. Proses Perancangan terdiri dari dua tahap. Tahap pertama adalah Pengembangan Wawasan Komprehensif yang menekankan pada kedalaman kompilasi, analisis dan sintesis tentang Sekolah Tinggi Arsitektur,  Sedangkan tahap kedua adalah Transformasi Desain dengan tiga siklus konteks penekanan yaitu Objek, Lokasi, dan Tema. Masing-masing siklus memiliki metode dan strategi khusus namun tetap berkesinambungan. Sekolah Tinggi Arsitektur merupakan wadah pendidikan dalam memperoleh pengetahuan, wawasan serta keterampilan dalam bidang arsitektur. Obyek rancangan ini dibuat dengan tema Gestalt dalam arsitektur. Teori persepsi yang paling banyak berpengaruh dalam bidang seni dan arsitektur adalah teori Gestalt, yang mengungkapkan berbagai fenomena visual. Persepsi merupakan konsep yang sangat penting dalam psikologi. persepsi merupakan sebuah proses yang aktif dari manusia dalam memilah, mengelompokkan, serta memberikan makna pada informasi yang diterimanya. Kata Kunci : Sekolah, Tinggi, Arsitektur, Gestalt.
PASAR 45 SQUARE DI MANADO (OPTIMALISASI KONSEP PLACE DALAM ARSITEKTUR) Lintang, Ridho A.; Tinangon, Alvin J.; Karongkong, Hendriek H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5 No.2 November 2016
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v5i2.14092

Abstract

Kawasan Pusat Kota Manado lebih khusus kawasan Kota Lama merupakan kawasan bersejarah dan cagar budaya yang berada di kawasan Pelabuhan Manado dan sekitarnya, Kawasan Kota Lama atau Kota Tua Manado yang kita kenal sekarang ini sebagai Pusat Kota atau kompleks Pasar 45. Areal Pasar 45 tersohor sejak tahun 1950-an, Areal Pasar 45 yang dulu menjadi pusat keramaian kota Manado, di tengahnya terdapat taman terbuka yang dikenal dengan sebutan Taman Kesatuan Bangsa (TKB) sebagai lokasi pementasan seni budaya. Sektor formal berupa jasa dan perdagangan yang begitu eksis kini trennya semakin menurun. Beberapa perbaikan dikompleks TKB dan jalur pejalan kaki di kompleks pertokoan pusat kota belum cukup mengangkat kembali aktivitas perdagangan di kawasan ini. Adapun maksud dari merencanakan Pasar 45 Square di Manado adalah merevitalisasi areal pertokoan Pasar 45 dengan merencanakan dan merancang pusat perbelanjaan dengan perpaduan indoor dan outdoor. Untuk mewujudkan fasilitas ini menjadi suatu rancangan yang Arsitektural maka dibutuhkan suatu pendekatan dalam proses perancangannya. Tema yang digunakan pada proses desain Pasar 45 Square ini yaitu Optimalisasi Konsep Place dalam Arsitektur. Teori Place memahami kota lebih kepada makna dari ruang kota tersebut. Yang dimaksud makna adalah nilai atau value yang berakar dari budaya setempat.
RUMAH KOMUNITAS SEPAKBOLA DI MANADO ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR Lumi, Christian F.; Gosal, Pierre H.; Tinangon, Alvin J.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i1.9175

Abstract

Olahraga sepakbola memiliki penikmat yang sangat banyak jika di bandingkan dengan jenis olahraga lainnya di dunia, baik dari kalangan anak kecil sampai orang dewasa. Tapi disayangkan tidak dihadirkannya sarana dan prasarana pendukung yang representatif untuk memperkenalkan serta mengembangkan olahraga sepakbola di kota Manado. Rumah Komunitas Sepakbola di Manado dihadirkan untuk menjawab pertanyaan tentang pengembangan pengetahuan tentang sepakbola. Didasarkan dengan latar belakang juga data dan fakta yang ada pada perkembangan budaya anak muda tentang dunia sepakbola saat ini maka sarana ini layak untuk di hadirkan. Dalam perkembangannya pola yang ditertapkan dalam mengenalkan, pelatihan dan permainan sepakbola diterapkan pola edukasi, kompetisi dan rekreasi. Demi terciptanya sarana yang mengapresiasikan suatu desain yang berkarakter terhadap objek rancangan maka dipilih tema yang sesuai dengan masalah desain, Arsitektur Neo-Verakular dipilih karna merupakan tema yang di anggap cocok karna memiliki nilai tambah dalam kualitas desain juga representative dalam mencirikan,  dan mengarahkan kesepadanan antara pengetahuan sepakbola, budaya dan kesepadanannya. Pada kesimpulannya dengan penerapan tema ini di peroleh hasil desain yang berkarakter, dan mampu mengeksplore para penikmat dunia sepakbola dalam setiap fasilitas, sarana dan prasarana penunjang pengenalan, pelatihan dan pengembangan pengetahuan sepakbola itu sendiri. Kata kunci :  Rumah, Komunitas Sepakbola, Arsitektur Neo-Vernakular.
PUSAT KONSERVASI EKSITU TAMAN NASIONAL WASUR DI MERAUKE (Simbiosisme Arsitektural) Liem, Adrianus; Sondakh, Julianus A. R.; Mononimbar, Windy; Moniaga, Ingerid L.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 3 No. 1 (2014): Volume 3 No.1 Mei 2014
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v3i1.5096

Abstract

ABSTRAK Daya tarik alam Papua secara umum dan Kabupaten Merauke secara lebih khusus merupakan anugerah dan warisan alam yang sangat menjanjikan dan sepatutnya harus dijaga untuk keberlangsungannya kedepan. Provinsi Papua  dan Papua Barat memiliki luas hutan terluas di Indonesia, Taman Nasional Wasur di Kabupaten Merauke sendiri memiliki luas mencapai 413.800. Taman nasional ini merupakan aset kabupaten merauke untuk menjamin kestabilan alam dari segala interaksi sosial masyarakat disekitarnya, Tetapi dalam kenyataannya keberadaan Taman Nasional Wasur ini sendiri mulai mendapat ancaman yang dapat mengganggu kehidupan ekosistem didalamnya, sehingga upaya pelestarian warisan alam ini tentu menjadi tidak mudah dengan permasalahan yang ada Dari berbagai latar belakang permasalahan yang ada maka perlu di hadirkan sebuah sarana yang dapat menjadi wadah arsitektural sebagai Pusat Konservasi Eksitu yang melindungi dan menjamin kelestarian ekosistem didalamnya, dan juga sebagai sarana informasi untuk masyarakat umum. Kata Kunci: Taman Nasional Wasur, Pusat Konservasi Eksitu.
GEDUNG KULIAH JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK UNSRAT (Ekspresi Struktur sebagai Optimalisasi Konsep Sekuen) Supit, Hendra C.; MT, Suryono; Mononimbar, Windy
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i2.10024

Abstract

Keadaan fasilitas gedung kuliah mahasiswa dan dosen Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Unsrat yang tidak memadai dimana hanya menempati gedung sementara karena gedung perkuliahan yang lama rusak akibat kebakaran, selain itu gedung perkuliahan sementara tidak nyaman untuk fasilitas perkuliahan karena gedung tersebut direncanakan penggunaannya sebagai laboratorium.Permasalahan lainnya adalah fasilitas penunjang kuliah arsitektur seperti laboratorium-laboratorium dan studio tugas akhir yang terpisah dari gedung perkuliahan, yang mana menjadi kendala dalam akses ke fasilitas tersebut.Dari permasalah-permasalahan tersebut sehingga dirasakan perlu adanya pembangunan kembali gedung perkuliahan Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Unsrat yang representatif dimana mampu menampung seluruh aktifitas perkuliahan dan mampu memberikan fasilitas perkuliahan yang nyaman serta terwadahi dalam satu lokasi.Dalam pendekatan perancangan gedung kuliah ini digunakan pendekatan tema Ekspresi Struktur sebagai Optimalisasi Konsep Sekuen, konsep sekuen merupakan penyajian secara beurutan sebagai pergantian pengalaman pengamat dalam pengamatannya terhadap suatu komposisi. Pada perancangan kali ini komposisi yang dimaksud adalah ekspresi struktur yaitu perwujudan raut wajah dari elemen struktur. Dari perancangan gedung kuliah ini ditemukan bahwa kebisingan yang muncul selain faktor background noise, adalah terlalu besarnya sirkulasi di luar ruangan kelas yang menjadi tempat berkumpulnya para mahasiswa untuk bercengkrama setelah kegiatan perkuliahan, sehingga pada perancangan sirkulasi di luar ruangan kelas diperkecil dan dibuat ruang-ruang sebagai tempat para mahasiswa untuk menjadi tempat bercengkrama. Pada perancangan ini juga fasilitas-fasilitas pendukung perkuliahan dirancang dalam satu lokasi dan untuk mempermudah akses antar fasilitas dirancang jembatan penghubung. Kata Kunci :Gedung kuliah, ekspresi struktur, konsep sekuen
ATMOSPHERES - PARAMETER DESAIN PETER ZUMTHOR DALAM ARSITEKTUR Langi, Jean S. P.; Tinangon, Alvin J.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 1 No. 1 (2012): EDISI PERDANA Volume 1 No.1 Mei 2012
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v1i1.363

Abstract

ABSTRAK Kehadiran karya tulis ini merupakan buah pikir dalam menanggapi pesatnya perkembangan Arsitektur serta fenomena-fenomena yang muncul di dunia Arsitektur; dengan tujuan untuk dapat membuka wawasan serta membawa pemahaman yang hakiki terhadap Arsitektur serta mengetahui bagaimana seharusnya kita ber-Arsitektur. Penulisan ini membahas tentang Sembilan Atmosfir Desain Arsitektur dari Peter Zumthor, yakni: The Body of Architecture, Material Compatibility, The Sound of a Space, The Temperature of Space, Surrounding Objects, Tension Between Interior and Exterior, Levels of Intimacy, dan Light on Things. Kesembilan aspek desain ini merupakan parameter yang digunakan Peter Zumthor dalam mendesain Ruang dan Bangunan Arsitektural. Metode yang digunakan dalam mengkaji penulisan ini adalah dengan mengambil tiga objek arsitektural karya Peter Zumthor, kemudian dianalisis keterkaitannya dengan kesembilan atmosfir desain. Hasil dari pembahasan kemudian dijabarkan dalam suatu Strategi Implementasi Tematik dimana kesembilan atmosfir desain tersebut diimplementasikan pada elemen–elemen yang ada pada Konsep Desain Arsitektur. Kata kunci: Peter Zumthor, Atmosfir Desain, Arsitektur
HOTEL RESORT DI MERAUKE ‘ORGANIK ARSITEKTUR’ Uguy, Fanti M.; Kumurur, Veronica
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v3i2.6020

Abstract

Merauke merupakan Kabupaten yang terletak pada bagian selatan dari Provinsi Papua dan paling timur dari wilayah Republik Indonesia. Kekayaan dan aset wisatanya yang merupakan gabungan dari pemandangan alam dan keunikan kebudayaan pun melimpah ruah. Di Kota Merauke juga terdapat beberapa tempat-tempat wisata bahari. Diantaranya adalah Pantai Buti dan Pantai Nasem. Pantai Buti adalah pantai yang terletak tidak jauh dari batas kota Merauke. Pantai ini yang karena letaknya pada bagian timur kota Merauke sehingga sangat indah jika melihat terbenamnya mentari jika hari mulai petang dan juga dapat dibuat sebagai tempat rekreasi yang sangat menyenangkan. Pantai Buti merupakan Lokasi terpilih dalam perancangan Objek Hotel Resort di Merauke. Dengan penerapan tema Organik Arsitektur, yang mana perencanaan dan perancangan dengan mengambil sumber dari alam yang berupa mahluk hidup atau yang berhubungan dengan mahluk hidup, sebagai pokok dari bentuk dan fungsi bangunan. Berdasarkan data dan informasi yang diperoleh dari pemerintah Kabupaten Merauke yang menetapkan daerah pengembangan dan kawasan pariwisata adalah daerah pesisir pantai, kawasan lindung taman nasional wasur yang menjadi objek wisata di Kabupaten Merauke. Kondisi Tapak pada lokasi tidak berkontur, terletak dipersisir pantai dan sangat luas cocok untuk penempatan objek Hotel Resort. Pantai Lampu satu juga bisa menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian dari pemeritah Kabupaten untuk dikembangkan dan ditetapkan sebagai lokasi perencanaan dan pengembangan wisata. Kata Kunci           : Hotel, Resort, Organik Arsitektur
STADION SEPAK BOLA DI MANADO” (IMPLEMENTASI BENTUK, GERAK, DAN STRUKTUR DARI SANTIAGO CALATRAVA) Pondaag, Indira A.; Rengkung, Joseph; Makarau, Vicky H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v5i1.12269

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman, dimana popularitas sepak bola menarik perhatian masyarakat dunia, khususnya masyarakat Manado. Dengan memperhatikan  minat masyarakat tersebut,  maka Olahraga Sepak Bola dipandang sangat penting untuk dikembangkan di Manado. Namun mencermati keadaan stadion yang ada di Manado (Stadion Klabat) terlihat bahwa belum  menunjukan adanya suatu pengelolaan yang baik dan belum lengkapnya fasilitas stadion yang memadai. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka perlu direncanakan  kembali Stadion Sepak Bola di lokasi yang representatif. Hal ini bertujuan untuk menciptakan sebuah stadion yang dapat memenuhi kebutuhan  tersebut, yaitu mampu memberikan kenyamanan pada penonton dengan kapasitas standar internasional dan dilengkapi fasilitas-fasilitas pendukung untuk menampung segala kegiatan penonton, pemain, ofisial dan pengurus stadion. Dalam perancangan ini mengambil tema Implementasi Bentuk, Gerak, dan Struktur dari Santiago Calatrava. Hasil karya Santiago Calatrava tidak lepas dari unsur-unsur estetika baik itu berupa bentuk, struktur serta konstruksi. Kata Kunci : Sepak Bola, Fasilitas Stadion, Santiago Calatrava.
RUMAH SAKIT PARU-PARU DI MANADO - Eco Friendly Design Pane, Kesha; MT, Ir. Suryono
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 2 No. 1 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.1 Mei 2013.
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v2i1.912

Abstract

Abstrak Indonesia merupakan negara tropis yang termasuk dalam 10 peringkat tertinggi angka kesakitan (morbiditas) penyakit paru di dunia. Tingginya morbiditas penyakit paru di Indonesia, khususnya Sulawesi Utara secara umum disebabkan oleh kualitas udara yang tidak sehat (debu, asap, kelembaban, suhu, dll), bertambahnya jumlah perokok, perubahan gaya hidup, penularan melalui virus, bakteri, tingkat pengetahuan yang rendah, tingginya angka kemiskinan dan sedikitnya jumlah fasilitas khusus kesehatan paru di tengah lingkungan urban kota. Karakteristik penyakit paru yang menular atau tidak menular dan mudah menyebabkan komplikasi pada organ tubuh lainnya, merupakan alasan kuat mengapa penyakit ini perlu ditangani secara khusus dan intensif. Selain itu proses penyembuhannya sangat dipengaruhi oleh lingkungan (alami maupun buatan) yang sehat, nyaman dan udara yang bersih dengan memaksimalkan penggunaan pencahayaan alami. Melihat kompleksnya permasalahan diatas dan semakin kuatnya isu global warming, maka perlu dipertimbangkan kehadiran rumah sakit paru-paru dengan pendekatan desain yang ramah lingkungan (eco friendly design) di Manado. Pendekatan “eco friendly design” pada rumah sakit paru merupakan strategi desain untuk menghadirkan rancangan rumah sakit yang ramah lingkungan dan untuk mempertahankan kondisi lingkungan yang hijau, natural dan selaras atau serasi dengan alam. Hal tersebut dimaksudkan untuk memberikan rasa nyaman dan aman bagi pasien rawat jalan dan rawat inap, sekaligus sebagai sarana relaksasi bagi seluruh pengunjung dan pegawai rumah sakit sendiri, sehingga secara tidak langsung mempercepat proses penyembuhan (Natural Healing). Kata Kunci: Tingginya Morbiditas Penyakit Paru, Global Warming, Eco Friendly Design
PUSAT REKREASI EDUKASI PROFESI UNTUK ANAK DI MANADO. Arsitektur Perilaku dengan Pendekatan Emotional Rachel F. Massie; Judy O. Waani; Herry Kapugu
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.30145

Abstract

Proses belajar semakin berkembang sejalan dengan perkembangan zaman. Proses belajar sudah tidak lagi terbatas pada rutinitas belajar formal di sekolah, tetapi juga melalui cara informal salah satunya adalah dengan bermain. Melalui bermain, anak-anak tidak hanya bisa belajar tanpa rasa tekanan dan paksaan, tetapi juga anak bisa mengekspresikan dirinya dan bersosialisasi dengan teman sebayanya. Salah satu penerapan metode belajar sambil bermain dapat ditemukan pada edukasi profesi untuk anak-anak. Edukasi profesi ditujukan untuk mengenalkan berbagai profesi yang ada kepada anak-anak. Sarana edukasi dengan menggunakan metode ini sudah ada di beberapa negara, sedangkan di Indonesia sendiri sarana ini hanya ada di Kota Jakarta dan dikenal dengan nama Kidzania. Kota Manado, sebagai ibukota provinsi Sulawesi Utara, merupakan salah satu kota di Indonesia yang sedang berkembang dan memiliki tingkat pertumbuhan penduduk yang cukup pesat. Namun peningkatan jumlah penduduk ini tidak sejalan dengan jumlah tempat rekreasi yang ada. Sehingga pemilihan objek Pusat Rekreasi Edukasi Profesi Untuk Anak, diharapkan dapat menjadi alternatif tempat untuk berekreasi yang edukatif, serta membuka peluang investasi di Kota Manado, mengingat tempat wisata dengan konsep serupa belum ditemui di Kota Manado. Penerapan tema Arsitektur Perilaku dalam perancangan diharapkan dapat memberikan wadah untuk berekreasi dan belajar yang disesuaikan dengan perilaku anak. Dalam hubungannya dengan pengembangan kecerdasan emosional, sebuah objek sebagai sarana edukasi yang berkualitas diharapkan dapat memberikan suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan. Dimana suasana belajar yang berkualitas dianggap mampu menstimulasi psikologis dan emosi anak untuk lebih semangat dalam proses edukasi melalui bentuk-bentuk dalam perancangan objek. Objek dan ruang di dalamnya harus bisa memberikan efek positif, baik dari bentuk, ukuran, sampai pada penataannya. Hal ini agar anak-anak menjadi termotivasi dan memberikan emosi positif yang dapat membantu proses pembelajaran. Kata kunci: Rekreasi Edukasi, Profesi, Arsitektur Perilaku, Kecerdasan Emosional

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 3, Agustus 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 1, Februari 2025 Vol. 13 No. 4 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 4, November 2024 Vol. 13 No. 3 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 3, Agustus 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 2, Mei 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): DASENG Volume 13 Nomor 1, Februari 2024 Vol. 12 No. 4 (2023): DASENG Volume 12 Nomor 4, Oktober 2023 Vol. 12 No. 3 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 3, Juli 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 1, Januari 2023 Vol. 11 No. 2 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 2, November 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022 Vol. 10 No. 2 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 2, November 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 1, Mei 2021 Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2, November 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 No. 1 Mei 2020 Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019 Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018 Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017 Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5 No.2 November 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016 Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015 Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Volume 3 No.1 Mei 2014 Vol. 2 No. 3 (2013): Volume 2 No.3 November 2013 Vol. 2 No. 2 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.2 Juli 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.1 Mei 2013. Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku II EKSPERIMENTAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku I KONTEKSTUAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 1 (2012): EDISI PERDANA Volume 1 No.1 Mei 2012 More Issue