cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Jurnal Bimbingan dan Konseling Terapan
Published by Universitas Pattimura
ISSN : 25494511     EISSN : 25499092     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Bimbingan dan Konseling Terapan ISSN: 2549-4511 (print), ISSN: 2549-9092 (online) has been published by Pattimura University, focused on: Guidance and counseling, Education and Psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 157 Documents
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS BUDAYA LOKAL DALAM MENINGKATKAN SIKAP POSITIF DISIPLIN SISWA SEKOLAH DASAR Johannes, Nathalia Yohanna; Ritiauw, Samuel Patra; Mahananingtyas, Elsinora; Nurhayati, Nurhayati
Jurnal Bimbingan dan Konseling Terapan Vol 3, No 2 (2019): Volume 3, Nomor 2, Tahun 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jbkt.v3i2.1054

Abstract

The aim of conducting this research is to know the implementation of cultural local based learning in enhancing positive attitude of discipline to fourth grade students of SD Negeri 85 Ambon. The result of preliminary observation showed that the students were less of positive attitude. The less of students' less positive attitude can be seen on time discipline, not neatly in wearing uniform,disobey school rules, and undisciploned in attitude. Based on these problems, the research was carried out to increase positive discipline of attitude toward the implementation of cultural local based learning.
Peran Konselor dalam Meningkatkan Perilaku Prososial Anak Dengan Media Permainan Bentengan Dwi Pratama, Beny
Jurnal Bimbingan dan Konseling Terapan Volume 3, Issue 2, July 2019
Publisher : Guidance and Counseling Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jbkt.v%vi%i.792

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dari temuan banyaknya anak yang memiliki perilaku prososial rendah. Perilaku prososial rendah ini, terlihat dari kurangnya kesadaran anak untuk mengembangkan kemampuan yang dimilikinya, kurangnya bekerja sama dengan orang lain (membina hubungan), kurang bisa saling menghargai dan menghormati, kesulitan dalam diri anak untuk berbagi dengan temannya dan kurangnya mengikuti aturan-aturan atau pelajaran yang diberikan oleh guru. Dari kasus tersebut, penelitian ini bisa menjadi dasar pengembangan pedoman bagi guru dalam membantu permasalahan anak yang memiliki perilaku prososial rendah kedepannya. Oleh Karena itu, dalam penelitian ini tim kami fokus untuk meningkatkan perilaku prososial anak di TK Perwanida Kepatihan Kabupaten Ponorogo. Strategi yang kami pakai dalam meningkatkan perilaku prososial tersebut melalui layanan bimbingan kelompok dengan media permainan bentengan.Penelitian ini menggunakan model analisis interaktif (Interactive Model of Analisys) yang memiliki tiga komponen yaitu : reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dari hasil teknik analisa data diatas terdapat peningkatan sebelum dilakukannya siklus dan setelah dilakukan siklus. Hal ini berarti bahwa gejala masalah perilaku prososial yang ditunjukkan oleh siswa di TK Perwanida Kepatihan Ponorogo setelah mendapatkan layanan bimbingan kelompok dengan menggunakan media permainan bentengan mengalami peningkatan. Dengan demikian, maka dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan kelompok dengan menggunakan media permainan bentengan dapat meningkatkan perilaku prososial anak.Kata Kunci: Prososial, Layanan Bimbingan Kelompok, Permainan Bentengan
Konseling Berbasis Kerafian Lokal Indonesia sebagai Upaya Penguatan Karakter Kebangsaan Edris Zamroni
Jurnal Bimbingan dan Konseling Terapan Vol 3, No 2 (2019): Volume 3, Nomor 2, Tahun 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jbkt.v3i2.388

Abstract

At 2045 Indonesia will have a bonus demography of human resources that will contribute greatly in the progress of NKRI. Is a big challenge for all parties, especially since starting January 2016 also enacted ASEAN Economic Community (ASEAN Economic Community) that allows the entry of various cultures from the ASEAN community. Needed human resources characterized so that along with the progress of civilization, the community retains its cultural character. The formation of karatker should start from education from an early age. Counseling and Counseling as an integral part of education has an important role in shaping the character of learners. For that it is necessary various strategies of guidance and counseling services, especially counseling specifically characterized the Indonesia-an taken from local wisdom and cultural values of Indonesia. Some examples of local wisdom that can be raised as the basic values of counseling are religious-spiritual values, kejawen values, sunda values, tri hita karana (bali), and are generally represented by the Indonesian education motto Ing Ngarso sung Tulodho, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani. The core value infusion of the philosophy of each local wisdom must be done so that the national character of Indonesia still exist in the midst of globalization and the progress of civilization. The main values of each culture will provide alternative references to problem solving, alteration and strengthening behavior that affirm the national identity of Indonesian society.
PENGEMBANGAN MODEL KONSELING TEMAN SEBAYA UNTUK MENGURANGI PERILAKU PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA FKIP UNIVERSITAS PATTIMURA Ellis, Rusnawati; Huliselan, Neleke; Tuasikal, Rahmat Fitrah
Jurnal Bimbingan dan Konseling Terapan Vol 3, No 2 (2019): Volume 3, Nomor 2, Tahun 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jbkt.v3i2.1052

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) gambaran kebutuhan pengembangan model konseling teman sebaya untuk mengurangi perilaku prokrastinasi akademik pada mahasiswa FKIP Universitas Pattimura, (2) Gambaran desain model konseling teman sebaya untuk mengurangi perilaku prokrastinasi akademik mahasiswa, (3) gambaran validitas dan kepraktisan model konseling teman sebaya untuk mengurangi perilaku prokrastinasi akademik. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dan kualitatif, dengan metode penelitian pengembangan (Research and Development). Prosedur penelitian dan pengembangan ini digunakan berdasarkan alasan bahwa penelitian ini dimaksudkan untuk menghasilkan produk yaitu  model konseling teman sebaya untuk mengurangi perilaku prokrastinasi mahasiswa berdasarkan kombinasi dari Borg & Gall (2003) dan Dick & Carey (1990). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) pengembangan model konseling teman sebaya sangat di butuhkan untuk membantu mengurangi perilaku prokrastinasi akademik mahasiswa di FKIP Universitas Pattimura, (2) menghasilkan suatu mode konseling teman sebaya yang valid dan praktis digunakan, (3) tingkat validitas dan kepraktisan model konseling teman sebaya telah dinyakan valid dan praktis di gunakan sebagai model konseling teman sebaya berdasarkan uji akseptabilitas yang meliputi: kegunaan, kelayakan, ketepatan, dan isi materi.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN TIPE STAD DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR BELAJAR SISWA PADA KOMPETENSI DASAR MENGANALISIS PERMASALAHAN KETENEGAKERJAAN DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI Papilaya, Josef
Jurnal Bimbingan dan Konseling Terapan Vol 3, No 2 (2019): Volume 3, Nomor 2, Tahun 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jbkt.v3i2.1059

Abstract

Pendidikan merupakan kebutuhan utama bagi setiap manusia, karena melalui pendidikan kita akan memiliki ilmu pengetahuan yang akan menjadikan generasi-generasi yang cerdas dan unggul. Pendidikan juga adalah pondasi kemajuan peradaban suatu bangsa, dimana jika mutu pendidikan suatu bangsa baik maka kualitas suatu bangsa itupun baik.Tujuan penelitian ini adalah :1) Memperbaiki dan meningkatkan kualitas isi, masukan, proses dan  hasil pembelajaran. 2) Menumbuh-kembangkan budaya meneliti para pendidik agar lebih proaktif mencari solusi terhadap permasalahan pembelajaran ;3) Menumbuhkan dan meningkatkan produktivitas meneliti para pendidik, khususnya dalam mencari solusi masalah-masalah pembelajaran. 4) Meningkatkan kolaborasi antar pendidik dalam memecahkan masalah pembelajaran Pada siklus 1 pembelajaran telah berjalan dengan baik walaupun dalam keterlaksanaan model pembelajaran tersebut masih sering didapati siswa yang belum mengerti dan melaksanakan langkah-langka pembelajaran dengan tepat. Walaupun demikian, prosentase pelaksanaan pembelajaran oleh guru pada siklus 1 mencapai  72,04 % dan keterlaksanan pembelajaran oleh siswa mencapai 87, 34 % dengan  kriteria sangat baik.Pada siklus II keterlaksanan pembelajaran oleh guru maupun siswa telah berjalan dengan baik dibandingkan pada siklul pertama  karena kekurangan yang ditemukan pada siklus pertama dijadikan bahan evaluasi untuk diperbaiki pada siklus II. Persentase keterlaksaan pembelajaran oleh guru pada siklus II meningkat menjadi 78,07% dan keterlaksaan pembelajaran oleh siswa, motivasi meningkat menjadi 94,98 %.  Dengan kriteria sangat baik.    
PENGEMBANGAN KOMPETENSI PROFESIONALISME GURU DI ERA DIGITAL (ABAD 21) Notanubun, Zainuddin
Jurnal Bimbingan dan Konseling Terapan Vol 3, No 2 (2019): Volume 3, Nomor 2, Tahun 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jbkt.v3i2.1058

Abstract

The development of information and communication technology (ICT) brings change in all lines of life. 21st century Learners live in a digital environment full of information flows. Many negaries reform the objectives and practice of education due to the influence of ICT development and various forms of educational innovation. The greatest hope of educational innovation is the support and integration of ICT in the learning process, thus enhancing the quality of student learning experience. The characteristics of 21st century students are very different from previous era students. In the 21st century one must have four skills (communication, colaboration, critical Thinking and problem Sorving and Creativity and Innovation). This skill has always been reflected in the learning that will be implemented by a professional teacher, by having the competence of pedagogic, professional, personality, and social competence.
Peningkatan Self Concept Siswa Sekolah Dasar Melalui Teknik Scaffolding Takaria, Johannis -
Jurnal Bimbingan dan Konseling Terapan Volume 3, Issue 2, July 2019
Publisher : Guidance and Counseling Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jbkt.v3i2.1024

Abstract

AbstractThe purpose of the study was to analyze the differences in the increase in self-concept of elementary school students through scaffolding techniques in Saparua District, Central Maluku Regency, Maluku Province. The method used was a quasi-experimental design with one group pretest-posttest and involved 30 elementary school students as research samples. The test uses paired sample t-test and it is identified that there are differences in students' self concepts before and after scaffolding techniques are applied. Self-concept enhancement was analyzed using N-gain, where each self-concept indicator achieved an increase in the medium category. The indicators of attitude and self-confidence increased by 31%, The indicators of View of ability and disability increased by 43%, and indicators of self-sensitivity increased by 52%, and the indicators of views of others towards themselves was 45%. These result are due to the effectiveness of scaffolding, because by scaffolding students can be helped to solve a problem.
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSI DAN KETERAMPILAN SOSIAL DENGAN PENYESUAIAN DIRI PADA REMAJA KARANG TARUNA BINA MUDA DUSUN PLOSO DESA NGRAWAN KEC.GETASAN KAB. SEMARANG Sari, Novita; Soesilo, Tritjahjo Danny; Setyorini, Setyorini
Jurnal Bimbingan dan Konseling Terapan Vol 4, No 2 (2020): Vol 4, No 2 (2020) : Volume 4, Nomor 2 Tahun 2020
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jbkt.v4i2.1124

Abstract

Selama manusia hidup mereka dapat mempertimbangkan dengan baik oleh individu atau kelompok, sebagai makhluk sosial manusia akan melalui tahap-tahap kehidupan yang saling mempengaruhi satu sama lain. Salah satunya adalah tahap remaja yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupannya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat signifikansi kecerdasan emosi dan keterampilan sosial diri pada remaja karang taruna Bina Muda Desa Ngrawan. Populasi pada penelitian ini mungkin 30 remaja. Teknik data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kecerdasan emosi, keterampilan angket sosial, dan keterampilan angket yang telah dikembangkan oleh peneliti. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik kendall-tau yang diolah dengan bantuan program SPSS.26. 0 untuk windows. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh r = 0,560 dan p = 0,000 <0,05 yang menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosi dan keterampilan sosial dengan diri sendiri pada remaja karang taruna Bina Muda Dusun Ploso Desa Ngrawan Kec.Getasan Kab. Semarang. Dari hasil penelitian tersebut dapat menunjukkan bahwa semakin tinggi kecerdasan emosi dan keterampilan sosial, maka akan semakin tinggi skor juga diri. Malah lebih rendah skor kecerdasan emosi dan keterampilan sosial, maka akan semakin rendah pula skor diri. 05 yang menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosi dan keterampilan sosial dengan diri sendiri pada remaja karang taruna Bina Muda Dusun Ploso Desa Ngrawan Kec.Getasan Kab. Semarang. Dari hasil penelitian tersebut dapat menunjukkan bahwa semakin tinggi skor kecerdasan emosi dan keterampilan sosial, maka akan semakin tinggi skor juga diri. Malah lebih rendah skor kecerdasan emosi dan keterampilan sosial, maka akan semakin rendah pula skor diri. 05 yang menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosi dan keterampilan sosial dengan diri sendiri pada remaja karang taruna Bina Muda Dusun Ploso Desa Ngrawan Kec. Getasan Kab. Semarang. Dari hasil penelitian tersebut dapat menunjukkan bahwa semakin tinggi skor kecerdasan emosi dan keterampilan sosial, maka akan semakin tinggi skor juga diri.Malah lebih rendah skor kecerdasan emosi dan keterampilan sosial, maka akan semakin rendah pula skor diri.Kata Kunci: Kecerdasan Emosi, Keterampilan Sosial, Penyesuaian Diri
PROSES PEMBELAJARAN YANG DEMOKRATIS DI SEKOLAH (STUDI DI SMA KOLESE DE BERITTO YOGYAKARTA) Lesilolo, Herly Janet
Jurnal Bimbingan dan Konseling Terapan Volume 4, Issue 1, January 2020
Publisher : Guidance and Counseling Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jbkt.v4i1.843

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mendalami proses pembelajaran yang demokratis di SMA Kolese De Britto Yogyakarta sebagai upaya menemukan cara demokratis dalam sistem pembelajarandi sekolah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif naturalistik guna menganalisis pembelajaran yang demokratis secara alamiah (natural setting). Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, staf admnistrasi, guru, dan siswa. Objek penelitian adalah keseluruhan gejala dan perilaku demokratis dalam orientasi kurikulum dan proses pembelajaran. Subjek dalam penelitian ini adalah adalah kepala sekolah, staf admnistrasi, guru, dan siswa.Hasil penelitian dapat dideskripsikan sebagai berikut: 1) Proses pembelajaran yang demokratis di sekolah dilakukan dengan membumikan lingkungan sekolah menjadi dunia sosial dengan mengedepankan proses pembelajaran bebas dan bertanggungjawab. Guru dan siswa menjadi pelaku-pelaku demokratis yang membebaskan diri dari pengaruh indoktrinasi dan otoritas, 2) Kurikulum yang demokratis mencirikan masyarakat kecil yang hidup dengan struktur dan perilaku sosial. Menjunjung hak-hak asasi manusia melalui mekanisme sistem pendidikan manusiawi. Aktivitas pembelajaran menekankan dialog yang proaktif melalui pemecahan masalah dan berpikir kritis, kelompok kerja dan pengembangan keterampilan sosial, dan 3)  Peran guru dan siswa, berelasi dan berinteraksi dengan perilaku saling mempengaruhi, saling ketergantungan, partisipasi dan kooperatif. Guru memberikan jalur bagi siswa mengeksplorasi nilai, makna, dan pilihan siswa sendiri melalui agar bekerja sama mengembangkan langkah-langkah pembelajaran. Kata Kunci: Pembelajaran, Demokrasi di Sekolah
STUDI LITERATUR: FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT DALAM PENYELENGGARAAN PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Amalianingsih, Restu; Herdi, Herdi
Jurnal Bimbingan dan Konseling Terapan Volume 5, Issue 1, January 2021
Publisher : Guidance and Counseling Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jbkt.v5i1.1071

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam penyelenggaraan program bimbingan dan konseling di Sekolah Menegah Kejuruan. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu dengan menggunakan kajian pustaka. Kajian pustaka adalah kegiatan yang meliputi mencari, membaca, dan menelaah laporan-laporan penelitian dan bahan pustaka yang memuat teori-teori yang relevan dengan penelitian yang akan dilakukan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa faktor pendukung dalam penyelenggaraan program layanan bimbingan dan konseling yaitu dukungan kepala sekolah, kompetensi konselor, sertifikat dan akreditas serta kredensial. Sedangkan indikator dari faktor penghambat antara lain, (1) Dasar penyusunan program dan isi program, (2) Sarana dan prasarana, (3) Kemampuan petugas (latar belakang pendidikan), (4) Petugas bimbingan dan konseling mempunyai peranan sesuai dengan sifat dan kemampuan fungsional disekolah (guru mata pelajaran, staf administrasi, wali kelas, kepala sekolah).

Page 6 of 16 | Total Record : 157