cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
TEKNO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 931 Documents
Analisis Varians Pada Pembangunan Gedung Rehabilitasi Narkoba Di Kota Tomohon Grasheila B. Tambayong; Grace Y. Malingkas; Deane R. O. Walangitan
TEKNO Vol. 21 No. 83 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya selisih yang terjadi pada pembangunan gedung rehabilitasi di kota Tomohon. Metode analisis varians merupakan metode yang dapat membantu dalam sistem pengendalian biaya yang ada, dengan membandingkan antara biaya standar dan biaya aktual lapangan. Dalam kasus yang di angkat dalam penelitian ini, biaya standar yang digunakan adalah rencana anggaran biaya berdasarkan analisa harga satuan SNI dan sebagai biaya aktual adalah biaya borongan yang dilakukan dalam pelaksanaan di lapangan, serta mengetahui apakah varians yang terjadi termasuk kedalam selisih yang Cost underrun atau Cost overrun. Pada penelitian ini hanya meninjau biaya upah tenaga kerja, dimana variable pembandingnya diambil dari harga satuan pekerjaan SNI 2022, harga borongan dan observasi langsung di lapangan untuk mencari koefisien sebagai pembanding harga SNI. Sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan, biaya berdasarkan analisa borongan di lapangan lebih kecil dibandingkan analisa harga satuan berdasarkan SNI. Hal ini menunjukan bahwa pelaksanaan pengendalian yang dilakukan oleh pihak pelaksana berjalan sesuai rencana. Dengan digunakannya analisis varian dalam pengendalian dapat mempermudah mengevaluasi anggaran biaya tenaga kerja secara detail dan terperinci sesuai item-item pekerjaan yang dilakukan hingga mendapatkan penggunaan biaya sesuai kejadian dalam pelaksanaan proyek. Kata kunci: analisis varians, biaya standar, biaya aktual
Analisis Probabilitas Dalam Menentukan Strategi Penawaran pada Proyek Jalan Di Kabupaten Minahasa Vania Y. Moningkey; Grace Y. Malingkas; Pingkan A. K. Pratasis
TEKNO Vol. 21 No. 83 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada proses pelelangan, tahap yang paling penting adalah tahap penawaran. Dalam tahap ini, kontraktor harus beradu strategi dan bersaing untuk mendapatkan atau memenangkan suatu proyek. Model friedman adalah salah satu metode pendekatan yang digunakan oleh kontraktor dalam menentukan strategi penawaran. Pendekatan ini merupakan perkiraan sebagai dasar untuk menentukan besarnya harga penawaran. Penerapan model ini memerlukan pengumpulan data penawaran yang diambil dari website LPSE Kabupaten Minahasa tahun 2020 sampai tahun 2022 pada proyek-proyek jalan di Kabupaten Minahasa. Dari hasil pembahasan terdapat 89 penawaran yang diikuti oleh 76 penawar. Jumlah pesaing yang ada dan juga penentuan nilai mark-up sangat berpengaruh untuk memenangkan suatu penawaran, jika jumlah pesaing semakin banyak maka peluang memenangkan penawaran semakin kecil dan keuntungan yang diperoleh juga makin kecil, semakin besar suatu mark-up maka peluang untuk menang semakin kecil. Kata kunci: peluang, expected profit, mark-up, model Friedman
Analisis Pemanfaatan Manajemen Lalu Lintas Sistem Dua Arah Dan Satu Arah Terhadap Efektifitas Kinerja Ruas Jalan (Studi Kasus: Jalan Bethesda, Kec. Sario, Kota Manado) Gerwin Wa' Bone; Audie L. E. Rumayar; Sisca V. Pandey
TEKNO Vol. 21 No. 83 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemacetan adalah keadaan dimana arus lalu lintas terhenti yang disebabkan oleh banyaknya jumlah kendaraan melebihi kapasitas jalan. Manajemen lalu lintas dengan sistem satu arah maupun dua arah adalah salah satu cara untuk mengatasi kemacetan di jalan. Di Kota Manado salah satu jalan yang menerapkan manajemen lalu lintas satu arah dan dua arah adalah Jalan Bethesda. Dengan kondisi tersebut maka perlu dianalisis kinerja ruas pada masing – masing jalan Bethesda satu arah dan dua arah untuk mengetahui pemanfaatan manajemen lalu lintas terhadap kinerja ruas jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja ruas jalan pada sistem satu arah dan dua arah di jalan Bethesda, kemudian membandingkan ruas jalan mana yang efektif antara sistem satu arah dan dua arah berdasarkan tingkat pelayanan jalan dari hasil perhitungan kinerja ruas jalan. Data – data yang diperoleh dari survey lapangan yang dilakukan selama 3 hari diambil volume paling tinggi yaitu pada hari Kamis 15 September 2022 jam 12.00-13.00 WITA, kemudian diolah, lalu dianalisis menggunakan pemodelan simulasi PTV Vissim untuk mendapatkan hasil output. Penyesuaian data output dan eksisting dilakukan dengan mengkalibrasi dan validasi data. Data hasil validasi kemudian dianalisis menggunakan MKJI 1997 untuk mendapatkan kinerja ruas jalan. Berdasarkan hasil perhitungan dari analisis kinerja ruas jalan pada masing – masing jalan Bethesda satu arah dan dua arah dapat diketahui bahwa pada ruas jalan Bethesda dua arah, tingkat pelayanan jalan dikategorikan C sedangkan ruas jalan Bethesda satu arah, tingkat pelayanan jalan dikategorikan D sehingga dapat diambil kesimpulan kinerja ruas jalan Bethesda dua arah lebih baik dibandingkan dengan kinerja ruas jalan Bethesda satu arah. Kata kunci: kinerja ruas jalan, MKJI 1997, PTV Vissim, dua arah, satu arah
Analisis Pengaruh Hambatan Samping Di Simpang Empat Tak Bersinyal (Studi Kasus: Zero Point Kota Manado) Fatimah Az-zahra Bahansubu; Meike M. Kumaat; Sisca V. Pandey
TEKNO Vol. 21 No. 83 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan di Kota Manado meningkat pesat sehingga mengakibatkan perkembangan transportasi Kota Manado mengalami permasalahan yang serius yaitu sering terjadi kemacetan. Kemacetan lalu lintas di Zero Point Kota Manado diakibatkan oleh Hambatan Samping. Lokasi ini merupakan titik kumpul orang-orang karena di sekitaran lokasi ini terdapat Bank, Apotik, Pusat perbelanjaan, Pedagang kaki lima, dan juga merupakan titik transfer penumpang berpindah dari satu angkutan umum ke angkutan umum yang lain sehingga menimbulkan banyaknya hambatan samping yang terjadi di simpang tersebut. Untuk mengatasi hal tersebut maka perlu dilakukan evaluasi kinerja lalu lintas di Zero Point Kota Manado. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik lalu lintas di simpang empat tak bersinyal Zero Point kota Manado. Mengalisis juga kinerja lalu lintas di simpang empat tak bersinyal Zero Point Kota Manado. Serta penelitian ini juga menganalisis pengaruh hambatan samping yang terjadi di simpang empat tak bersinyal Zero Point Kota Manado. Analisa data dilakukan menggunakan metode PKJI 2014 dan menggunakan pemodelan dari aplikasi PTV Vissim untuk proses simulasi. Penelitian ini dilakukan selama 2 hari yaitu satu hari kerja (Senin,17 Oktober 2022) dan satu hari libur (sabtu, 22 Oktober 2022). Survei yang dilakukan untuk mendapatkan data volume lalu lintas, data hambatan samping, data geometrik dan data kecepatan. Data yang digunakan yaitu data pada hari Senin, 17 Oktober 2022 pada jam puncak 17.00 – 18.00 WITA.Hasil Analisa kinerja simpang pada hari Senin, 17 Oktober 2022 didapatkan hasil volume lalu lintas total (Q) sebesar 6966,2 skr/jam, nilai kapasitas (C) sebesar 3614,2 skr/jam, nilai derajat kejenuhan (DJ) sebesar 2,44 yang menunjukkan tingkat pelayanan F dan hambatan samping sebesar 1364/jam. Dari hasil data yang diperoleh maka dilakukan alternatif peningkatan kinerja simpang dan didapatkan alternatif terbaik yaitu alternatif pelebaran geometrik jalan dan penambahan jalur sendiri untuk angkutan umum. Kata kunci: zero point kota Manado, hambatan samping, PKJI 2014
Analisis Rencana Anggaran Biaya dan Anggaran Pelaksanaan Pada Proyek Pembangunan Puskesmas Remboken Rawat Inap Vanesha M. J. Koilam; Tisano Tj. Arsjad; Pingkan A. K. Pratasis
TEKNO Vol. 21 No. 83 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam suatu proyek, biaya menjadi faktor utama berlangsungnya kegiatan proyek, dimana kontraktor akan mengestimasi biaya yang dibutuhkan untuk menjalankan proyek sehingga kontraktor dapat memberikan penawaran yang optimal untuk memenangkan tender. Dalam perhitungan biaya proyek dikenal istilah Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang merupakan perhitungan atau perkiraan biaya-biaya yang diperlukan untuk pelaksanaan suatu proyek konstruksi. Adapun Anggaran Pelaksanaan yaitu perhitungan berapa biaya sesungguhnya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu kontrak kerja proyek konstruksi. Secara garis besar Anggaran Pelaksanaan merupakan biaya nyata yang dikeluarkan dalam suatu proyek konstruksi, sedangkan Rencana Anggaran Biaya adalah anggaran rencana proyek konstruksi yang dibuat oleh konsultan perencana sebagai dasar untuk melakukan kontrak kerja konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa selisish antara Rencana Anggaran Biaya (RAB) dengan Anggaran Pelaksanaan atau biaya nyata pada Proyek Pembangunan Puskesmas Remboken Rawat Inap. Dari hasil wawancara, survey, dan perhitungan yang dilakukan, terdapat selisih biaya antara RAB dan Anggaran Pelaksanaan, dimana Anggaran Pelaksanaan lebih kecil daripada Rencana Anggaran Biaya (RAB) dengan selisih harga sebesar Rp. 131.403.000,-. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kontraktor memperoleh keuntungan sebesar 15 % dari total nilai RAB. Kata Kunci: RAB, anggaran pelaksanaan, biaya nyata
Pengaruh Percepatan Durasi Terhadap Biaya Dan Waktu Pada Pembangunan Gedung Rehabilitasi Narkoba Di Kota Tomohon Kevin Imanuel Kambey; Grace Y. Malingkas; Febrina P. Y. Sumanti
TEKNO Vol. 21 No. 83 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk pelaksanaan suatu proyek konstruksi di dalamnya pasti memerlukan suatu perencanaan, penjadwalan dan pengendalian yang baik. Penjadwalan proyek sendiri menjadi salah satu konflik utama yang sering dihadapi dalam sebuah proyek konstruksi. Dalam mewujudkan pelaksanaan suatu proyek dapat berhasil, pengunaan sumber daya secara efektif dan efisien sangat diperlukan. Dengan demikian, tindakan harus diambil agar proyek tersebut dapat berjalan sesuai dengan apa yang direncanakan. Tindakan yang dapat diambil adalah dengan mengoptimalkan cara bagaimana kita melakukan percepatan durasi pelaksanaan suatu proyek dengan mempertimbangkan pentingnya biaya yang akan timbul dan dapat memilih durasi dan biaya yang paling efisien. Dalam Penelitian ini akan menganalisis percepatan durasi pada proyek pembangunan Gedung Rehabilitasi Narkoba di Kota Tomohon, dengan alternatif penambahan jumlah tenaga kerja. Untuk melakukan penelitian ini digunakan Analisis Durasi dengan menggunakan Critical Path Method, dan Analisis durasi-biaya menggunakan metode Crashing untuk menghitung cost slope. Dari perhitungan percepatan waktu dan biaya proyek dapat dilihat bahwa percepatan waktu yang paling optimal dan efisien adalah pada waktu percepatan sebesar 207 hari. Dilihat dari hubungan durasi-biaya untuk biaya total proyek didapat durasi dan biaya yang paling efisien terjadi pada durasi 207 hari dengan biaya total proyek sebesar Rp. 8.837.174.850,62. Kata kunci: percepatan, durasi, Crashing, Critical Path Method, efisien
Studi Dinamika Gelombang Pantai Di Tanjung Assa Kecamatan Likupang Timur Jibreel Tumimomor; M. Ihsan Jasin; Tommy Jansen; Nicolaas J. Tangkudung
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai Tanjung Assa terletak di Kecamatan Likupang timur, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara dan pada posisi 1°40'38.6" N - 125°04'33.0" E. Daerah pantai ini merupakan salah tempat mata pencaraian bagi masyarakat sekitar dan juga terdapat fasilitas di pantai tersebut. Berdasarkan hasil pengamatan di lokasi, pada saat tertentu terjadinya erosi sehingga mengakibatkan mundurnya garis pantai yang berdampak pada lokasi tempat masyarakat setempat beraktifias keseharian. Maka dalam penataan serta pengembangan didaerah tersebut maka diperlukan penelitian mengenai perencanaan bengunan pengaman pantai. Dalam penelitian ini dilakukan studi pergerakan dinamika gelombang meliputi karakteristik dan pasang surut yang terjadi di pantai tanjung assa. Peramalan gelombang dengan metode hindcasting gelombang menggunakan data dari BMKG Bitung selama 5 tahun dan data pasang surut diambil dari LANTAMAL selama 15 hari. Dari hasil perhitungan dinamika gelombang di Pantai Tanjung Assa di dominasi oleh gelombang arah Timur dengan gelombang maksimum terjadi pada bulan September dengan H = 0,862 m dan T = 3,992 det. Kata kunci - pantai Tanjung Assa, dinamika gelombang, pasang surut
Pemanfaatan Pasir Alam Sungai Dumoga Sebagai Bahan Tambah Pada Agregat Halus Seisy W. Polii; Mecky R. E. Manoppo; Theo K. Sendow
TEKNO Vol. 21 No. 83 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan Pasir Alam pada agregat halus dengan menggunakan campuran AC-WC terhadap nilai karakteristik Marshall dan apakah memenuhi syarat spesifikasi teknik 2018. Hasil dari keseluruhan perhitungan bahwa penambahan Pasir Alam dalam abu batu untuk material Tateli pada kadar aspal optimum 7%, 6,7%, 6,6% , dan 6,5%. Untuk material Lolan diperoleh kadar aspal optimum 7,1%, 6,9%, 6,7%, dan 6,6% merupakan campuran AC-WC yang memenuhi pesyaratan karakteristik Marshall sesuai Spesifikasi teknik 2018. Dari hasil perhitungan dengan kadar aspal optimum diperoleh penambahan kadar pasir dengan berbagai variasi yaitu pada material Tateli diperoleh 0% dengan nilai stabilitas 2809,93 kg, Flow 3,85 mm, VIM 3,95%, VMA 16,14%, VFB 75,95%, Density 2,13 gr/cc. Untuk panambahan 10% dengan nilai stabilitas 2406,45 kg, Flow 3,74 mm, VIM 4%, VMA 15,41%, VFB 74,72%, Density 2,15 gr/cc. Penambahan 15% dengan nilai stabilitas 2114 kg, Flow 2,92 mm, VIM 4,10%, VMA 15,25%, VFB 73,50%, Density 2,16 gr/cc. Penambahan 20% dengan nilai stabilitas 1869,51 kg, Flow 2,67 mm, VIM 4,11 %, VMA 15,03%, VFB 69,90%, Density 2,17 gr/cc. Pada material Lolan deperoleh penambahan 0% dengan nilai stabilitas 2879,40 kg, Flow 3,90 mm, VIM 3,70%, VMA 16,85%, VFB 78,14%, Density 2,3 gr/cc. Pada penambahan 10% diperoleh nilai stabilitas 2708,73 kg, Flow 3,28 mm, VIM 3,85%, VMA 16,36%, VFB 76,64%, Density 2,30 gr/cc. Untuk penambahan 15% diperoleh nilai stabilitas 2459,10 kg, Flow 2,92 mm, VIM 3,90%, VMA 15,83%, VFB 75,76%, Density 2,31 gr/cc. Dan untuk penambahan 20% diperoleh nilai stabilitas 2192,01 kg, Flow 2,68 mm, VIM 3,95%, VMA 15,61%, VFB 74,71%, Density 2,32 gr/cc. Hasil pengujian di atas menjelaskan bahwa penambahan kadar Pasir Alam 10-20% umtuk campuran AC-WC memenuhi syarat ketetapan dalam kriteria marshall pada spesifikasi Bina Marga Tahun 2018 dengan rentang kadar aspal yang dapat digunakan berkisar pada 7% - 8%. Kata kunci: pasir alam, campuran AC-WC, uji Marshall
Analisis Faktor – Faktor Penyebab Keterlambatan Proyek Konstruksi Pada Pembangunan Christian Center Tahap II Elvina Anjellia Mamesah; Deane R. O. Walangitan; Tisano Tj. Arsjad
TEKNO Vol. 21 No. 83 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada dasarnya, pelaksanaan sebuah proyek pasti memiliki perencanaan dan jadwal pelaksanaan. Walaupun setiap kegiatan sudah direncanakan, pasti tidak akan terlepas dari risiko. Risiko yang dimaksud adalah keterlambatan. Keterlambatan dapat diartikan sebagai perbedaan antara progres rencana dan progres aktual, hal ini tentunya disebabkan oleh berbagai faktor yang berakibat dapat merugikan baik pengguna jasa maupun penyedia jasa. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang paling mempengaruhi penyebab keterlambatan penyelesaian proyek Pembangunan Christian Center Tahap II. Metode penelitian merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dan pengumpulan data dilakukan dengan observasi lapangan dan menyebarkan kuesioner kepada pihak - pihak yang terlibat langsung dalam Pembangunan Christian Center. Pengolahan data kuesioner menggunakan program SPSS yang meliputi uji validitas, uji reliabilitas, analisis nilai mean dan analisis ranking. Dari hasil penelitian ini didapatkan faktor-faktor yang mempengaruhi keterlambatan penyelesaian Pembangunan Christian Center tahap II yaitu : Kekurangan tenaga kerja, adanya permintaan perubahan atas pekerjaan yang telah selesai, terlambat menyetujui gambar kerja dan contoh material yang diajukan dan cuaca buruk (hujan) pada aktivitas konstruksi. Kata kunci: faktor–faktor keterlambatan, Christian Center, kuesioiner, SPSS
Analisis Risiko Menggunakan Pendektan Job Safety Analysis (JSA) Dengan Menggunakan Pendekatan Hazzard Identification, Risk Assessment, Risk Control (HIRARC) Pada Pembangunan Tahap Ii Christian Center, Manado Helen Farida Nababan; Deane R. O. Walangitan; Pingkan A. K. Pratasis
TEKNO Vol. 21 No. 83 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap pekerjaan tidak lepas dari resiko kecelakaan kerja. Menurut International Labour Organization (ILO) setiap tahun ada lebih dari 250 juta kecelakaan di tempat kerja , terlebih lagi ada 1,2 juta pekerja meninggal akibat kecelakaan dan sakit di tempat kerja. Pekerjaan pada bidang kontruksi memiliki potensi yang besar mengalami kecelakaan kerja, Hal ini disebabkan oleh adanya risiko kerja pada setiap bagian pekerjaan yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pekerjaan dengan tingkat risiko yang paling tinggi, hingga upaya mitigasi untuk meminimalisir kecelakaan kerja. Peneliti menggunakan metode Job Safety Analysis (JSA) dengan pendekatan Hazzard Identification, Risk Assessment, and Risk Controk (HIRARC) penelitian dilakukan pada Proyek Pembangunan Tahap II Christian Center, Manado. Penelitian berfokus pada pekerjaan fabrikasi, pekerjaan ring balok, pekerjaan rangka atap, dan pekerjaan penutup atap. Dari hasil penelitian diketahui bahwa berdapat berbagaimacam jenis bahaya yang pada Proyek Pembangunan Tahap II Christian Center, Manado, seperti bahaya fisis, bahaya mekanik, bahaya listrik, bahaya fisik, hingga bahaya kimia. Sementara pekerjaan dengan tingkat bahaya yang tertinggi adalah pekerjaan rangka atap curve dengan high risk sebanyak 12% , moderate risk sebanyak 50% dan low risk sebanyak 38 %. Kata kunci : K3, JSA, HIRARC, risiko, fabrikasi, ring balok, rangka atap, penutup atap