cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
TEKNO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 931 Documents
Analisis Produktivitas Tenaga Kerja Pada Pekerjaan Pelat Lantai Proyek Pembangunan Rumah Susun Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara Indah C. V. Kopalit; Febrina P. Y. Sumanti; Ariestides K. T Dundu
TEKNO Vol. 21 No. 83 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pekerjaan pemasangan pelat lantai ialah suatu pekerjaan yang perlu di perhatikan dalam suatu proyek konstruksi terutama di bagian produktivitasnya (Wignjosoebroto, 2003). Banyak hal yang mempengaruhi produktivitas tukang antara lain lingkungan, peralatan, dan manajemen. Pekerjaan pemasangan pelat lantai di proyek konstruksi sering kali terjadi banyak masalah dan umumnya terjadi pada para tukang dan pekerja yang tidak mengikuti standar prosedur pelaksanaan pekerjaan pemasangan pelat lantai. Pekerjaan pemasangan pelat lantai tidak dapat di kesampingkan karena memerlukan biaya yang tidak sedikit dan butuh ketelitian dalam mengerjakannya. Penelitian ini difokuskan pada analisis produktivitas tenaga kerja pada pekerjaan pembesian pelat lantai. Pada penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hasil rata-rata produktivitas yang ada di lapangan setelah di dapatkan hasil produktivitas lapangan dibandingkan dengan Permen PUPR No. 28 tahun 2016 khususnya pada pekerjaan pembesian pelat lantai. Dengan menggunakan teknik pengukuran produktivitas yaitu dengan pengamatan atau observasi langsung di lapangan pada proyek Pembangunan Rumah Susun Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, di dapatkan hasil penelitian selama 5 hari pada pekerjaan pembesian pelat lantai ialah 36,77 kg/orang/hari dan perhitungan hasil rata-rata menurut permen PUPR No. 28 tahun 2016 yaitu 0,8576 kali atau 85,76 %. Kata kunci - pembesian pelat lantai, produktivitas, tenaga kerja
Analisis Quantity Take Off Pekerjaan Plumbing Dengan Menggunakan Autodesk Revit Pada Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Sam Ratulangi Tondano Theresia M. Pongai; Jermias Tjakra; Ariestides K. T. Dundu
TEKNO Vol. 21 No. 83 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perhitungan quantity take off pada proyek konstruksi di Indonesia sebagian besar masih dilakukan secara manual dengan cara mengukur gambar kerja dari Autocad. Untuk mengefisienkan waktu, digunakan software berbasis Building Information Modelling (BIM). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan perhitungan quantity take off pekerjaan plumbing dengan Autodesk Revit pada pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Sam Ratulangi Manado. Penelitian ini dilakukan dengan cara pendekatan menggunakan data shop drawing yang didapatkan dari dokumen proyek, kemudian data tersebut di-input ke dalam software Autodesk Revit hingga mendapatkan quantity take off. Hasil penelitian menunjukkan quantity take off pekerjaan plumbing dengan menggunakan Autodesk Revit didapat, untuk instalasi air bekas menggunakan pipa diameter 3 inch sepanjang 971.329 m’, instalasi air kotor menggunakan pipa diameter 4 inch sepanjang 776.923 m’, serta instalasi pipa diameter 6 inch sepanjang 330.536 m’. Kata kunci – plumbing, BIM, Autodesk Revit, Quantity Take Off
Analisis Stabilitas Tanggul Timbunan Tanah (Studi Kasus: Tanggul Pengaman Danau Tondano) Bella Th. Tambing; Alva N. Sarajar; Jack H. Ticoh
TEKNO Vol. 21 No. 83 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengalihan fungsi lahan di sekitar Danau Tondano mempengaruhi meningkatnya debit air yang berpotensi banjir atau meluapnya air danau ke permukiman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stabilitas tanggul timbunan tanah yang digunakan sebagai tanggul pengaman Danau Tondano. Analisis stabilitas tanggul timbunan tanah yang digunakan yaitu; analisis terhadap tanah dasar yang akan menopang tanggul timbunan tanah tersebut. Kemudian perhitungan kestabilan lereng, sebagai perbandingan maka digunakan perhitungan manual dan menggunakan aplikasi Slide 6,0 dengan metode fellenius dan bishop pada kondisi drained dan undrained. Penelitian ini meninjau keruntuhan hidrauilik berdasarkan persyaratan pada SNI 8460-2017 yang dimana keruntuhan hidraulik yang berlaku pada penelitian ini yaitu keruntuhan akibat gaya uplift dan keruntuhan akibat boiling (piping). Data penelitian SPT yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh oleh instansi terkait. Hasil analisis daya dukung tanah dalam penelitian ini memenuhi faktor keamanan daya dukung 1,3 dengan nilai 9,3. Hasil analisis faktor keamanan kestabilan lereng pada metode Fellenius yaitu 15,48 (drained) dan 2,65 (undrained). Dan pada metode Bishop menghasilkan nilai 15,58 (kondisi drained pada trial pertama) dan 2,19 (kondisi undrained pada trial pertama). Sedangkan hasil perhitungan menggunakan aplikasi Slide 6,0 untuk metode Fellenius dan Bishop yaitu 14,7 (drained) dan 2,66 (undrained). Hasil analisis faktor keamanan terhadap keruntuhan akibat gaya Uplift adalah 11,8 dan faktor keamanan akibat Boiling (Piping) adalah 26,7. Jadi lereng dalam penelitian ini aman terhadap keruntuhan hidraulik. Kata kunci - tanggul timbunan, kestabilan lereng, keruntuhan hidraulik
Perencanaan Ulang Struktur Bangunan Gedung Asrama 5 Lantai Di Politeknik Pelayaran Sulawesi Utara Steward A. Fuzairi; Marthin D. J. Sumajouw; Ronny E. Pandaleke
TEKNO Vol. 21 No. 83 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu bangunan harus direncanakan dengan teliti untuk mendapatkan komponen elemen struktur yang tahan gempa sehingga tidak terjadi keruntuhan. Apalagi mengingat wilayah Indonesia yang berada dalam Pacific Ring of Fire yang rentan terjadi gempa. Perencanaan gedung dalam tugas akhir ini hanya untuk struktur atas. Gedung yang direncanakan adalah Gedung Asrama Politeknik Pelayaran Sulawesi Utara yang berlokasi di Desa Tenga, Minahasa Selatan, Sulawesi Utara. Berdasarkan hasil SPT (Standard Penetration Test), diketahui bahwa gedung akan dibangun diatas tanah dengan kondisi tanah sedang (Kelas Situs SD). Dan berdasarkan Kategori Desain Seismik, gedung termasuk dalam Kategori Desain Seismik D. Perhitungan struktur pada gedung ini akan direncanakan dengan metode Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Perhitungan pembebanan akan mengacu pada SNI 1727:2020. Perhitungan beban gempa akan dianalisis menggunakan metode analisis ragam respon spektrum yang mengacu pada SNI 1726:2019. Perencanaan komponen struktur akan mengacu pada SNI 2847:2019. Dan pemodelan serta analisis struktur akan menggunakan software ETABS V.18.1.1. Dari hasil analisis struktur dengan metode SRPMK, diperoleh dimensi kolom 50 x 70 cm, balok induk 1 40 x 60 cm, balok induk 2 35 x 50 cm, balok anak 30 x 45 cm, balok kantilever 40 x 60 cm, balok praktis 20 x 25 cm, dan tebal pelat lantai 12 cm. Berdasarkan hasil analisis, desain dan kontrol terhadap struktur bangunan sudah aman dan memenuhi persyaratan. Kata kunci - perencanaan struktur bangunan, ETABS, beton bertulang, SRPMK
Studi Pengaruh Sepeda Motor Terhadap Hubungan Kecepatan, Volume Dan Kepadatan Lalulintas Pada Jalan Tak Berbagi Kevin G. Lumeno; Semuel Y. R. Rompis; Audie L. E. Rumayar
TEKNO Vol. 21 No. 83 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arus lalu lintas (flow) adalah jumlah kendaraan yang melintasi suatu titik pada penggal jalan tertentu dalam suatu periode waktu tertentu yang dinyatakan dalam satuan kendaraan per satuan waktu tertentu. Kecepatan merupakan parameter utama kedua yang menjelaskan karakteristik arus lalu lintas pada suatu ruas jalan. Kecepatan didefinisikan sebagai jarak yang dapat ditempuh pada suatu ruas jalan atau lajur tertentu oleh sebuah kendaraan dalam suatu periode waktu tertentu. Kepadatan didefinisikan sebagai jumlah kendaraan yang menempati suatu panjang ruas jalan atau lajur tertentu. Kepadatan dinyatakan dalam satuan jumlah kendaraan per satuan jarak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik arus lalu lintas pada ruas jalan Santiago, Mahawu, Kec. Tuminting, Manado Sulawesi Utara dan menganalisa hubungan kecepatan, volume dan kepadatan pada berbagai proporsi volume kendaraan sepeda motor pada ruas jalan Santiago, Mahawu, Kec. Tuminting, Sulawesi Utara. Data diambil dengan cara perhitungan langsung di lapangan, dan menghasilkan dua kelas interval proporsi motorcycle yakni 64% - 69% dan 70% - 75% yang kemudian menghasilkan nilai kepadatan maksimum 66,45 kend/km pada interval yang pertama dan 64,06 kend/km pada interval kelas yang kedua serta menghasilkan volume maksimum senilai 588,66 smp/jam pada kelas interval yang pertama dan 538,18 smp/jam pada kelas interval yang kedua. Dan memperoleh nilai R2 dari greenshield sebesar 0,952 pada kelas interval yang pertama, 0,900 pada kelas interval kedua, nilai greenberg sebesar 0,969 pada kelas interval pertama, 0,953 pada kelas interval kedua dan nilai underwood sebesar 0,963 pada kelas interval pertama, 0,947 pada kelas interval kedua. Kata kunci - Greenshield, Greenberg, Underwood
Perencanaan Struktur Beton Bertulang Gedung Ibadah Berlantai 5 Exel Juan David; Ronny E. Pandaleke; Banu Dwi Handono
TEKNO Vol. 21 No. 83 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah Indonesia memiliki tingkat resiko kegempaan yang tinggi, hal ini membuat perencanaan suatu struktur gedung bertingkat yang tahan gempa sangatlah penting di Indonesia. Ketika bencana gempa bumi terjadi maka gaya gempa akan bekerja sebagai beban lateral pada struktur gedung bertingkat diatasnya. Struktur gedung bertingkat akan mengalami pergerakan secara vertikal maupun secara lateral. Pergerakan struktur secara vertikal relatif kecil pada umumnya, sedangkan pergerakan secara lateral sangat berisiko tinggi terhadap keruntuhan struktur gedung. Apalagi Struktur Bangunan yang dirasa unik karena memiliki daerah bukaan yang besar, bahkan lebih besar dari 50 persen dari luas daerah keseluruhan. Struktur gedung yang direncanakan adalah struktur beton bertulang yang merupakan bangunan bertingkat, terdiri dari 4 lantai kerja, dengan panjang bangunan 32,95 m, lebar 11,6 m, tinggi 14,00 m dan letaknya berada di Kota Manado, Sulawesi Utara. Pemodelan dan analisis struktur menggunakan Software ETABS Ultimate V.18.1.1. Berdasarkan hasil analisis, desain, dan kontrol terhadap struktur gedung beton bertulang yang mengalami ketidakberaturan struktur telah memenuhi persyaratan. Komponen struktur dengan penulangannya dapat menahan gaya lentur dan gaya geser yang bekerja pada penampang, dan telah mengikuti persyaratan pendetailan dalam SRPMK untuk mendapatkan struktur yang bersifat daktail. Sehingga untuk persyaratan perencanaan bangunan menggunakan sistem rangka pemikul momen khusus telah terpenuhi. Kata kunci - perencanaan struktur; beton bertulang, ketidakberaturan, SRPMK, ETABS
Perencanaan Ulang Struktur Bangunan Gedung Kelas 5 Lantai Di Politeknik Pelayaran Sulawesi Utara Juan B. A. Manoppo; Marthin D. J. Sumajouw; Banu D. Handono
TEKNO Vol. 21 No. 83 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah Indonesia mempunyai tingkatan efek kegempaan yang besar, perihal ini membuat perencanaan sesuatu struktur gedung bertingkat yang tahan gempa sangatlah berarti di Indonesia. Kala bencana gempa bumi terjalin hingga gaya gempa hendak bekerja selaku beban lateral pada struktur gedung bertingkat diatasnya. Struktur gedung bertingkat hendak hadapi pergerakan secara vertical ataupun secara lateral. Pergerakan struktur secara vertikal relatif kecil pada biasanya, sebaliknya pergerakan secara lateral sangat berisiko besar terhadap keruntuhan struktur gedung. Struktur gedung yang direncanakan merupakan struktur beton bertulang dengan denah bangunan berupa“ ” yang ialah bangunan bertingkat, terdiri dari 5 lantai kerja, dengan panjang bangunan 63, 00 meter, lebar 25,50 meter, dan mempunyai tinggi 23,00 m serta posisinya terletak di desa Tenga, Minahasa selatan, Sulawesi Utara, dengan nilai SDS serta SD1 di desa Tenga merupakan sebesar 1,2627 serta 0,5492. Tipe tanah yang dikategorikan bersumber pada hasil sondir tanah merupakan tipe Tanah sedang, dimana tercantum didalam jenis desain seisimik “D”, sehingga direncanakan komponen struktur memakai Sistem Rangka Pemikul Momen (SRPMK). Pemodelan dan analisis struktur memakai Aplikasi ETABS Ultimate V.18. Hasil analisis bangunan mempunyai gaya geser yang cukup besar di karenakan tidak menggunakan dinding geser dan termasuk kategori resiko 4 dan membutuhkan ukuran penampang balok yang lebih besar, pastinya perihal ini mempengaruhi pada jumlah tulangan yang direncanakan. Komponen struktur dengan penulangannya bisa menahan gaya lentur dan gaya geser yang bekerja pada penampang, serta sudah menjajaki persyaratan pendetailan dalam SRPMK buat memperoleh struktur yang bertabiat daktail. Sehingga buat persyaratan perencanaan bangunan memakai sistem rangka pemikul momen khusus sudah terpenuhi sesuai dengan persyaratan Standar Nasional Indonesia. Kata kunci - perencanaan struktur bangunan, ETABS, beton bertulang, SRPMK
Penerapan Metode PERT Dan CPM Dalam Pembangunan Christian Center Timothy E. J. Amu; Jermias Tjakra; Pingkan A. K. Pratasis
TEKNO Vol. 21 No. 83 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode PERT dan CPM adalah metode penjadwalan yang digunakan untuk perencanaan dalam manajemen proyek. Manajemen proyek merupakan penerapan pengetahuan, keterampilan, alat, dan teknik untuk kegiatan proyek agar memenuhi persyaratan proyek. Dalam manajemen proyek terdapat tiga ruang lingkup yaitu mutu, waktu dan biaya yang saling berkaitan. Dalam pembangunan Christian Center diperlukan perencanaan yang matang agar pekerjaan dapat berjalan sesuai waktu, biaya dan mutu yang disepakati sejak awal. Maka diperlukan metode PERT dan CPM dalam perencanaan untuk menguji apakah pekerjaan ini dapat selesai tepat waktu. Berdasarkan hasil wawancara pekerjaan Pembangunan Christian Center tidak menggunakan metode PERT dan CPM dalam perencanaan. Dalam mencapai tujuan penelitian ini, maka untuk menganalisis data digunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian didapati jalur kritis pekerjaan yang melewati pekerjaan A – C – D – F – I – J – K – L – N – O. Setelah dilakukan pengolahan data, didapatkan perbandingan durasi pelaksanaan proyek dengan metode PERT dan CPM dimana dengan menggunakan metode PERT didapatkan bahwa proyek dapat selesai dalam 155 hari sedangkan dengan metode CPM dapat selesai dalam 144 hari. Dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode CPM didapatkan hasil yang lebih lama dikarenakan menggunakan 2 tambahan perkiraan waktu. Berdasarkan hasil pengolahan data, peneliti mendapatkan probabilitas Proyek Pembangunan Christian Center dapat selesai tepat waktu yaitu 71,9% dengan menggunakan metode PERT. Kata kunci - manajemen proyek, PERT, CPM, kualitatif deskriptif
Analisis Stabilitas Lereng Dengan Perkuatan Soil Nailing Terhadap Lokasi Pembangunan RSUD Manado Agnes T. Mandagi; Alva N. Sarajar; Benoni B. A. Soebarkah
TEKNO Vol. 21 No. 83 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stabilitas tanah pada suatu lereng dapat terganggu akibat adanya pengaruh alam, iklim dan aktivitas manusia. Lereng dapat dianalisis melalui perhitungan Faktor Keamanan dengan melibatkan data sifat fisik tanah, mekanika tanah dan bentuk geometri lereng. Lereng yang tidak stabil sangat berbahaya terhadap lingkungan disekitarnya sehingga mengetahui nilai faktor aman dari lereng tersebut sangat penting. Nilai faktor aman dapat diketahui dengan menghitung besar geser kestabilan lereng dan kuat geser yang menyebabkan longsoran. Perhitungan analisis kestabilan lereng dilakukan dengan perhitungan software GeoStudio analisa Slope. Metode yang digunakan dalam analisis kestabilan lereng adalah Morgenstern - price dan Spencer. Dari hasil analisis stabilitas lereng di lokasi pembangunan RSUD Manado menggunakan software GeoStudio 2018, metode Bishop didapat nilai faktor keamanan 0.738 dan metode spencer didapat nilai faktor keamanan 0.739. Kedua metode yang dipakai faktor keamanannya kurang dari 1.50 yang berarti lereng dalam keadaan bahaya terhadap longsor namun dengan menggunakan perkuatan soil nailing dengan panjang nail 7 m, sudut inklinasi 15º, dan nail yang berjumlah 6 buah diperoleh FK sebesar 1,7. Kata kunci - stabilitas lereng, soil nailing, Geostudio Slope/w, Morgenstern-Price, Spencer
Analisis Penerapan SOP Sistem Manajemen Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Pada Pelaksanaan Proyek Rumah Susun Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara Fransiska Deysi Zeke; Deane R. O. Walangitan; Tisano Tj. Arsjad
TEKNO Vol. 21 No. 83 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan SOP Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada pelaksanaan proyek Pembangunan Rumah Susun Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara beserta apa saja kendala yang terjadi dalam penerapan SOP Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada pelaksanaan proyek Pembangunan Rumah Susun Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara. Pegumpulan data dilakukan pada pekerjaan atap dan pekerjaan pengecetan dinding luar pada proyek pembangunan rumah susun kejaksaan tinggi Sulawesi Utara. Pengolahan data dilakukan dengan cara observasi lapangan dan wawancara. Dengan metode wawancara tersebut dapat disimpulkan bahwa standart operasional prosedur sistem manajemen kesehtan dan keselamatan kerja telah terlaksana di proyek tersebut, penyediaan peralatan alat pelindung diri dan alat pelindung kerja tersebut telah disediakan sesuai dengan kebutuhan, kendala yang didapat dalam penelitian di proyek tersebut yaitu sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja terletak pada realita dilapangan yang kurang memiliki kesadaran akan keselamatan dan kesehatan pada dirinya dan orang-orang sekitar. Kata kunci - SOP, sistem manajemen K3, wawancara, APD, APK