cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
TEKNO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 931 Documents
Peran Fungsional Auditor Terkait Pengawasan Keteknikan Lexi Edwin Tambuwun
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran Auditor Internal dalam meningkatkan kualitas laporan keuangan didalam pengawasan keteknikan meliputi pekerjaan konstruksi jalan dan bangunan untuk meningkatkan manajemen Inspektorat Daerah Provinsi Sulawesi Utara yang mampu memberdayakan kompetensi sumber daya manusia dalam melaksanakan perannya sebagai penjamin mutu (quality assurance) dan pemberi masukan (consulting assurance) dalam setiap proyek pekerjaan keteknikan. Auditor memiliki tugas untuk mengevaluasi kegiatan pekerjaan konstruksi lembaga pemerintahan dan menentukan apakah Lembaga tersebut patuh terhadap undang-undang perpajakan atau tidak. Auditor wajib memastikan bahwa pendapatan yang diterima dan dibelanjakan lembaga pemerintahan sudah sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku. Kata kunci – peran auditor, pengawasan keteknikan, konstruksi
Perlemahan Konstruksi Jalan Akibat Sistem Drainase Yang Buruk Fergita Tomigolung
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perlemahan konstruksi jalan seringkali terjadi karena sistem drainase yang buruk, baik drainase perkotaan maupun drainase luar kota. Aliran permukaan (Surface Run off) yang tidak lancar berdampak badan jalan lebih lama tergenang air hujan. Lambat laun konstruksi jalan mengalami kerusakan berupa retak, lubang, lendutan dan bahkan longsoran. Sistem Drainase yang baik sudah harus disiapkan sedini mungkin sebagai antisipasi perubahan tata guna lahan sekitar area jalan. Untuk meminimalisasi kerusakan jalan akibat drainase harus dibuat suatu sistem jaringan drainase jalan terintegrasi dengan sistem jaringan drainase bangunan sekitar dan membangun bangunan air sebagai penangkap air hujan. Kata kunci – perlemahan konstruksi jalan, aliran permukaan, drainase yang buruk, tata guna lahan
Analisis Pengaruh Hambatan Samping Terhadap Kinerja Lalu Lintas Pada Jalan Satu Arah (Studi Kasus: Jl. Sam Ratulangi Kota Manado) Cici N. N. Tahir; Lucia I. R. Lefrandt; Semuel Y. R. Rompis
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya perkembangan kota Manado menyebabkan bertambahnya kebutuhan akan ruang lalu lintas yang ada di kota Manado. Kemacetan lalu-lintas ruas jalan Sam Ratulangi dapat diakibatkan oleh salah satu faktor yaitu Hambatan Samping. Hambatan samping memberikan dampak negatif terhadap kinerja lalu lintas dari aktivitas samping segmen jalan, seperti pejalan kaki/penyeberang jalan, kendaraan masuk dan keluar sisi jalan, dan kendaraan bergerak lambat. Untuk mengatasi hal tersebut perlu dilakukan evaluasi kinerja pada jalan Sam Ratulanngi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja lalu lintas pada ruas jalan Sam Ratulangi, menganalisis seberapa besar pengaruh hambatan samping terhadap kinerja arus lalu lintas di jalan Sam Ratulangi dan menganalisis kinerja ruas jalan pada keadaan kondisi eksisting dan skenario tanpa hambatan samping. Analisa data dilakukan dengan menggunakan metode PKJI 2014 dan menggunakan pemodelan Greenshields, Greenberg dan Underwood lalu disimulasi menggunakan aplikasi PTV Vissim. Penelitian ini dilakukan selama 3 hari yaitu pada hari Senin tanggal 5 September 2022, hari Selasa tanggal 5 September 2022, dan pada hari Sabtu tanggal 10 September 2022. Berdasarkan survei yang dilakukan didapat data volume lalu lintas, data hambatan samping, data kecepatan dan data geometrik. Hasil analisis kinerja ruas jalan ditinjau dari kapasitas dan derajat kejenuhan pada kondisi eksisting diperoleh kapasitas ruas jalan Sam Ratulangi di setiap segmen, untuk segmen 1 adalah 3397,7 skr/jam, pada segmen 2 adalah 2988.4 skr/jam dan pada segmen 3 yaitu 3422.6 skr/jam. Sedangkan untuk derajat kejenuhan sebesar 0.84. Kapasitas terhadap hambatan samping pada ruas jalan Sam Ratulangi adalah sebesar 68% yang artinya mengalami penurunan 32% dari kapasitas sebenarnya. Penurunan kinerja ini mengakibatkan kemacetan pada jalan Sam Ratulangi, terlebih pada saat jam arus lalu lintas tinggi. Kata kunci - jalan Sam Ratulangi, hambatan samping, PKJI 2014, PTV Vissim
Evaluasi Terhadap Sistem Plambing Air Bersih Dan Air Buangan Di Gedung Dekanat Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Yuri S. A. Dasinangon; Isri R. Mangangka; Roski R. I. Legrans
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Evaluasi sistem plambing di Gedung Dekanat Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi mengacu pada SNI 8153-2015 tentang Sistem Plambing Bangunan Gedung dan SNI 03-7065-2005 tentang Tata Cara Perencanaan Sistem Plambing. Evaluasi didahului dengan analisis kebutuhan air bersih dan dilanjutkan dengan analisis pipa plambing pada sistem plambing air bersih dan air buangan. Hasil analisis pada lokasi studi memberikan hasil yakni: i) pemakaian air rata-rata per hari, (Qd) = 20,1 m3/hari, ii) pemakaian air pada jam puncak, (Qh-max) = 4,80 m3/jam, iii) pemakaian pada menit puncak, (Qm-max) = 0,160 m3/menit, iv) volume Ground Reservoir = 11.706 liter, v) volume rooftank = 2800 liter. Kapasitas tangki atas dalam perencanaan adalah 2x3 m3 artinya kapasitas tersebut cukup untuk menampung volume pada kebutuhan air bersih dalam Gedung. Hasil analisis diameter pipa system plambing air bersih adalah untuk pipa dinas Lt 4 & 5 berukuran 2 inci, Pipa dinas Lt 1, 2 & 3 berukuran 2 inci, Pipa datar dari shaft ke tiap lantai berukuran 1 ½ inci, pipa tiap alat plambing untuk berukuran ½ inci. Ukuran ini sesuai dengan ketentuan dalam SNI 8153-2015. Hasil analisis terhadap system plambing air buangan air kotor menggunakan pipa shaft berukuran 4 inci dan pipa cabang berukuran 4 inci, yang sesuai dengan ketentuan dalam SNI 8153-2015. Pipa untuk air buangan air kotoran menggunakan pipa shaft berukuran 4 inci dan pipa cabang berukuran 4 inci, yang sesuai dengan SNI 8153-2015. Sistem vent pada air kotor menggunakan pipa berukuran 4 inci dan air kotoran menggunakan pipa berukuran 4 inci, sudah sesuai dengan SNI 8153-2015. Kata kunci – sistem plambing air bersih, sistem plambing air buangan, SNI 8153-2015
Analisis Adaptasi Dan Mitigasi Perubahan Iklim Provinsi Sulawesi Utara Muh. Alifian Al Anshari A; Hendra Riogilang; Herawaty Riogilang; O. B. A. Sompie; Tommy Jansen
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Provinsi Sulawesi Utara adalah salah satu daerah prioritas penanganan perubahan iklim oleh Bappenas (2021). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi iklim di Sulawesi Utara, dampak dan upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang dapat dilakukan. Hasil penelitian ini berupa analisis kondisi iklim serta dampak iklim dan rekomendasi solusinya di beberapa kabupaten/kota di Sulawesi Utara diantaranya Minahasa, Kepulauan Sangihe, Bolaang Mongondow, Manado, dan Siau Tagulandang Biaro. Pada Dasarian I Januari 2023, anomali Sea Surface Temperature SST di wilayah Nino3.4 (Pasifik Tengah dan Timur) menunjukkan kondisi La Nina Lemah sebesar -0,80 dan anomali SST di Samudra Hindia menunjukkan fase Indian Ocean Dipole (IOD) Positif sebesar +0,71. Permasalahan yang diangkat di Minahasa adalah dampak banjir, rekomendasi solusi berupa pengembangan saluran primer dan underground tunnelling. Permasalahan yang diangkat di Sangihe adalah potensi krisis air bersih, rekomendasi solusi berupa sea water reverse osmosis (SWRO). Permasalahan yang diangkat di Bolaang Mongondow adalah dampak kekeringan, rekomendasi solusi berupa pengembangan agroforestry. Permasalahan yang diangkat di Manado adalah emisi transportasi, rekomendasi solsui berupa pengembangan transit-oriented development. Permasalahan yang diangkat di Sitaro adalah krisis air bersih, solusi yang diusulkan adalah rainwater harvesting. Kata kunci – perubahan iklim, adaptasi dan mitigasi, Sulawesi Utara
Analisis Kebutuhan Material Pada Pelaksanaan Proyek Konstruksi Puskesmas Ratahan Dio Y. N. Tanauma; Ariestides K. T. Dundu; Pingkan A. K. Pratasis
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan pengadaan material pada dasarnya merupakan masalah yang sangat penting dalam pelaksanaan kegiatan proyek. Apabila terjadi kelebihan atau kekurangan persediaan bahan dapat mengganggu kelancaran proyek. Perencanaan pengadaan bahan (Material Requirement Planning) adalah suatu metode untuk menentukan kapan suatu material harus tersedia dan berapa banyak material yang dibutuhkan pada pelaksanaan proyek. Lot – Sizing. Teknik lot-sizing yang dipilih adalah Part Period Balancing. Penelitian ini bertujuan mempelajari sejauh mana metode ini dapat merencanakan pengadaan material pada pelaksanaan proyek konstruksi Puskesmas Ratahan, untuk mengembangkan model penerapan teknik part period balancing kedalam proyek yang dikendalikan dengan Master Schedule. Keluaran kebutuhan bahan tiap periode dari pendistribusian material tersebut merupakan kebutuhan kotor. Berdasarkan status persediaan proyek dapat diperoleh kebutuhan bersih yang akan digunakan dalam proses lot-sizing, untuk menentukan besarnya pesanan serta persediaan-persediaan bahan yang timbul pada tiap periode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Material Requirement Planning dengan teknik Part Period Balancing dapat dikendalikan dengan Master schedule, dan dapat mereduksi persediaan diproyek serta mengoptimalkan biaya persediaan. Kata kunci – material requirement planning, Microsoft Excel, analisis kebutuhan material
Analisis Kuat Geser Tanah Lempung Ekspansif Dengan Perkuatan Geomembrane Ficky C. Boway; Hendra Riogilang; Agnes T. Mandagi
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tanah sangat dibutuhkan untuk menjamin stabilitas konstruksi karena kekuatan struktur bangunan secara langsung akan mempengaruhi kemampuan tanah dasar atau fondasi dalam menerima dan meneruskan beban yang bekerja. Dalam penelitian ini untuk menstabilisasi tanah, dilakukan pengujian untuk menambah nilai kuat geser tanah lempung dengan perkuatan Geomembrane. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik tanah dalam hal ini parameter kohesi “Undrained” (Cu) dan sudut geser dalam (qu) terhadap nilai kuat geser tanah lempung ekspansif setelah perkuatan Geomembrane. Untuk mengetahui nilai kuat geser tanah lempung dapat dilakukan dengan beberapa pengujian di laboratorium seperti pengujian geser langsung (Direct Shear Test), pengujian triaxial (Triaxial Test). Parameter dari pengujian – pengujian di atas dapat digunakan untuk mengetahui perbandingan sebelum dan sesudah perkuatan Geomembrane terhadap nilai kuat geser tanah lempung ekspansif. Parameter tersebut antara lain, tegangan runtuh (qu) dan nilai kohesi (C). Kuat geser tanah lempung ekspansif adalah yang terkecil diantara variasi sampel yang lain yaitu sebesar 0,088 kg/cm2 karena tanah lempung ekspansif memiliki sedikit kohesi serta sudut geser yang kecil, dibandingkan dengan kuat geser variasi sampel perkuatan Geomembrane 2 lapis dan Geomembrane 4 lapis yaitu 0,273 kg/cm2 dan 0.362 kg/cm2 karena Geomembrane menambah kekuatan tegangan geser kearah vertikal. Kuat geser variasi sampel campuran belerang 30%, 40% dan 50% yang dihasilkan besar karena material belerang memiliki daya ikat yang kuat (kohesi tinggi) serta membantu memperbesar arah sudut geser maka nilai kuat geser meningkat yakni, 0,417 kg/cm2, 0.451 kg/cm2, dan 0,465 kg/cm2. Kata kunci – kuat geser, tanah lempung ekspansif, geomembrane
Analisis Penyebaran Air Lindi TPA Mobongo Minahasa Selatan Ragil Andika Putra Hartono; Hendra Riogilang; Isri R. Mangangka
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah persampahan menjadi masalah yang umun terjadi di masyarakat. TPA Mobongo merupakan TPA yang mencakup daerah Minahasa Selatan. Terdapat berbagai macam permasalahan di TPA ini, mulai dari timbunan sampah, sistem pengelolaan yang tidak diperhatikan, kurangnya fasilitas dalan TPA, serta kolam penampungan air lindi yang sudah tidak berfungsi. Pada musim hujan terjadi genangan – genangan air lindi di sekitar TPA dan air rembesan yang mengarah ke daerah permukiman warga. Dengan adanya hal – hal tersebut maka penulis membuat penelitian terkait status mutu, kualitas dan penyebaran kontaminan pada air tanah. Parameter yang digunakan Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), Total Suspended Solid (TSS), Dissolved Oxygen (DO), dan pH. Titik pengambilan sampel terdiri dari 4 titik yaitu titik TPA, titik Sumur Warga 1 (SW1), titik Sumur Warga 2 (SW2), dan titik Sumur Warga 3 (SW3). Sampel yang diambil dilakukan pengujian di laboratorium BTKLPP. Dari hasil yang didapat parameter BOD di 4 titik melewati baku mutu, sedangkan parameter COD, TSS, DO, dan pH hanya pada titik TPA yang melewati baku mutu dan untuk 3 titik di daerah sumur warga tidak melewati baku mutu. Standar baku mutu yang digunakan mengacu pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.82 Tahun 2001. Status mutu air dihitung menggunakan metode indeks pencemar dengan hasil 6,05 di titik TPA masuk kategori Cemar sedang, pada daerah permukiman menunjukan hasil 1,91, 1,77, 1,58 yang masuk kategori cemar ringan. Berdasarkan hasil pemodelan yang ada dapat dilihat penyebaran kontaminan ke arah tenggara dan menuju ke daerah permukiman. Jarak sebaran kontaminan sekitar 300 – 450 m dari titik TPA. Dengan luasan penyebaran yaitu sebesar 4,3 ha. Dengan cakupan daerah sekitar TPA seperti permukiman warga di Desa Kawangkoan Bawah Lingkungan 11. Kata kunci – TPA Mobongo, air lindi, pencemaran, BOD, COD, TSS, DO, pH
Pengaruh Gradasi dan Porositas Agregat Terhadap Karakteristik Campuran AC-BC yang Menggunakan Aspal dengan Substitusi Plastik High Density Polyethylene (HDPE) Theresia Melina Kojongian; Joice E. Waani; Steve Ch. N. Palenewen
TEKNO Vol. 21 No. 83 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gradasi dan porositas agregat terhadap karakteristik campuran AC-BC menggunakan aspal yang disubstitusi sebagian dengan plastik HDPE. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah rekayasa laboratorium mengacu pada Spesifikasi umum Bina Marga 2018 Revisi II dan menggunakan cara pencampuran basah (wet process). Persentase HDPE yang disubstitusikan terhadap aspal adalah sebesar 0,0%, 4,0%, 5,0% dan 6,0%. Agregat yang digunakan terdiri dari 2 komposisi campuran untuk membedakan besarnya pori dalam campuran yang diharapkan akan memengaruhi kinerja campuran yang diteliti. Hasil penelitian menunjukan bahwa perbedaan komposisi campuran tidak berpengaruh secara signifikan terhadap karakteristik Marshall karena adanya substitusi HDPE terhadap kedua campuran. Pada campuran I, semakin besar persentase substitusi HDPE terhadap aspal mengakibatkan penurunan stabilitas, flow dan VMA meningkat, VIM relatif meningkat dan VFB yang semakin menurun. Pada campuran II, semakin besar persentase substitusi HDPE terhadap aspal mengakibatkan stabilitas meningkat sedangkan flow berfluktuasi, VMA dan VIM juga meningkat, serta VFB menurun. Maka, untuk campuran I dengan kadar agregat halus yang besar membutuhkan aspal yang cukup besar dengan kadar HDPE yang disubstitusikan sebesar 2,75% saja terhadap berat aspal. Sedangkan untuk campuran II dengan kadar agregat kasar yang besar membutuhkan aspal yang relative sedikit sehingga jumlah HDPE yang dapat disubstitusikan sebesar 4,25% terhadap berat aspal. Keyword: High Density Polyethylene; gradasi; porositas; Laston (AC-BC)
Pemanfaatan Pasir Gunung Lobu Sebagai Agregat Halus dalam Campuran Hot Rolled Sheet-Wearing Course (HRS-WC) Cecile N. Sambur; Mecky R. E. Manoppo; Theo K. Sendow
TEKNO Vol. 21 No. 83 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasir gunung Lobu yang digunakan dalam penelitian ini merupakan pasir hasil erupsi dari gunung Soputan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan sifat fisik dari pasir gunung Lobu serta untuk mengetahui bagaimana pengaruh pasir ini terhadap karakteristik Marshall dalam campuran HRS-WC. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimental dengan variasi pasir gunung Lobu 0%, 10%, 15%, 20%, 25% dan 30% sebagai pengganti sebagian agregat halus dalam campuran HRS-WC. Benda uji yang dibuat pada penelitian ini ada 90 benda uji. Dari hasil penelitian, pasir gunung Lobu memiliki ukuran butir yang berkisar 0,075-2,36 mm. Berat jenis bulk 2,482%, berat jenis SSD 2,590% dan berat jenis semu 2,780%. Pasir gunung Lobu ini juga mempengaruhi nilai karakteristik marshall dalam campuran seperti nilai stabilitas, kelelehan (flow) dan kepadatan (density) yang cenderung menunrun sendangkan nilai rongga di dalam agregat (VMA), nilai rongga di agregat (VIM), nilai rongga yang terisi aspal (VFB), nilai Marshall Quotient (MQ) dan nilai kadar aspal efektif cenderung meningkat, dimana hal ini dipengaruhi oleh berat jenis yang rendah dan penyerapan yang tinggi dari pasir gunung Lobu, juga ukuran butiran dari pasir gunung Lobu yang lebih cenderung lebih besar dari agregat halus Lansot, Kema. Kata kunci: pasir gunung Lobu; HRS-WC; uji Marshall