cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
TEKNO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 931 Documents
Analisis Kinerja Simpang Tidak Bersinyal Pada Ruas Jl. Sam Ratulangi Dan Jl. Korengkeng Di Kota Manado Mark A. V. Sangian; Lucia I. R. Lefrandt; Sisca V. Pandey
TEKNO Vol. 21 No. 84 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Padatnya arus lalu lintas yang tidak diikuti dengan perkembangan prasarana akan menimbulkan masalah pada arus lalu lintas. khususnya pada simpang tak bersinyal Jl. Sam Ratulangi – Jl. Korengkeng yang terdapat pada Kawasan perdagangan dan jasa di pusat Kota Manado. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karateristik lalu lintas simpang Jl. Sam Ratulangi – Jl. Korengkeng. Menganalisis kinerja simpang tidak bersinyal di Jl. Sam Ratulangi – Jl. Korengkeng dengan metode PKJI 2014. Menganalisis kinerja putaran balik di simpang Jl. Sam Ratulangi – Jl. Korengkeng dengan metode PPPB 2005 dan di simulasikan dengan software PTV VISSIM. Analisis data dilakukan dengan menggunakan PKJI 2014 dan PPPB 2005 lalu disimulasikan pada software PTV VISSIM. Penelitian ini dilakukan selama 3 hari yaitu pada hari Sabtu 29 Oktober 2022, hari Senin 31 Oktober 2022, dan hari Rabu 2 November 2022. Data yang digunakan dalam analisis adalah data hari Rabu 2 November 2022 pada periode jam puncak 16.00 – 17.00 WITA. Data ini digunakan karena merupakan data volume tertinggi selama 3 hari penelitian. Hasil analisis karateristik lalu lintas pada simpang didapatkan tingkat kepadatan tertinggi sebesar 200.21 kend/km. hasil analisis kinerja u-turn didapat rasio antrian tertinggi yaitu 0.1 yang artinya tidak terjadi antrian kendaraan yang signifikan. hasil analisis kinerja simpang dengan PKJI 2014 didapat derajat kejenuhan 0.85 dengan tingkat pelayanan D. simulasi PTV VISSIM didapat tundaan simpang 10.48 det/kend dan dibuat 2 skenario dengan skenario terbaik yaitu pelebaran geometrik simpang dengan tundaan 6.88 det/kend. Kata kunci - simpang tak bersinyal, kinerja, u-turn.
Analisis Pengaruh Hambatan Samping Terhadap Lalu Lintas Pada Ruas Jalan Sam Ratulangi Kota Manado (Studi Kasus: STA 0+050 – STA 0+450) Renata A. Kuhu; Lucia I. R. Lefrandt; Sisca Pandey
TEKNO Vol. 21 No. 84 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan Sam Ratulangi termasuk dalam kawasan perdagangan dan jasa dengan banyak kegiatan masyarakat di dalamnya membuat volume kendaraan juga aktivitas tepi jalan tersebut banyak. Aktivitas tepi jalan adalah salah satu faktor yang turut memperburuk kondisi lalu lintas, dengan memperhatikan hal tersebut maka dilakukan penelitian pada Jalan Sam Ratulangi untuk mengetahui karakteristik lalu lintas, besar pengaruh hambatan samping terhadap lalu lintas dan kinerja dari jalan Sam Ratulangi. Hasil pemodelan hubungan matematis antar parameter karakteristik lalu lintas didapat model terbaik pada segmen 1 adalah Greenberg Senin, 31 Oktober 2022 dengan R2= 0.9156 dan pada segmen 2 adalah Greenberg Sabtu, 29 Oktober 2022 dengan R2= 0.9519. Hasil analisis regresi hambatan samping terhadap kecepatan kendaraan diperoleh model kontribusi hambatan samping terhadap kecepatan pada kondisi eksisting dengan nilai R2 tertinggi pada hari Rabu, 2 November 2022 untuk segmen 1 yaitu 0.7297, untuk segmen 2 yaitu 0.7536. Nilai signifikansi-F untuk keduanya 0.000<0.05, dapat disimpulkan salah satu penyebab kemacetan pada Jalan Sam Ratulangi diakibatkan oleh hambatan samping dan yang paling berpengaruh adalah kendaraan parkir dan berhenti. Berdasarkan hasil simulasi PTV Vissim dengan skenario hambatan samping rendah terjadi penurunan nilai tundaan. Kinerja jalan dianalisis pada kondisi volume puncak kedua segmen yaitu pada hari Rabu, 2 November 2022 dengan periode waktu pukul 07.00-08.00 WITA, diperoleh kapasitas segmen 1 adalah 3716.064 skr/jam dan segmen 2 adalah 4699.728 skr/jam. Nilai derajat kejenuhan pada segmen 1 didapat 0.634 dan segmen 2 didapat 0.493, tingkat pelayanan kedua segmen adalah C. Kata kunci - hambatan samping, kinerja ruas jalan, karakteristik lalu lintas
Analisis Embankment Pada Tanah Rawa Menggunakan Geotekstil Dengan Program PLAXIS 3D Jhonatan Y. Engka; Fabian J. Manoppo; Agnes T. Mandagi
TEKNO Vol. 21 No. 84 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu tanah timbunan dengan kondisi yang lunak dapat menyebabkan berbagai masalah seperti stabilitas, penurunan, pergerakan mendatar, keruntuhan lereng dan lain-lain. Penyebab dari permasalahan ini dikarenakan tanah lunak memiliki kompresibiltas besar serta kuat geser dan permeabilitas yang kecil. Permeabilitas yang kecil dapat membuat proses konsolidasi menjadi lebih lama. Dalam hal ini, jalan tol dengan aktivitas kendaraan yang cukup padat memerlukan Embankmen diatas tanah lunak yang dalam kondisi baik. Adapun lokasi yang akan dianalisis pada penelitian ini yaitu Jalan Toll Manado-Bitung STA 0+500 yang kemudian direncanakan Embankmen dengan kualitas baik dangan menggunakan Geotekstil guna menopang beban aktivitas jalan toll. Untuk mengetahui masalah stabilitas timbunan di atas tanah lunak ada beberapa metode yang dapat digunakan, dan salah satunya dapat menggunakan program yang bernama PLAXIS 3D. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, didapatkan deformasi embankmen pada tanah rawa tanpa menggunakan geotextil pada kondisi beban kosong didapat nilai sebesar 0,777 m dan faktor keamanan (FS) 1,146, sedangkan deformasi embankmen pada tanah rawa tanpa menggunakan geotextil pada kondisi diberi beban didapat nilai 0,612 m dan faktor keamanan (FS) 1,117. Sementara deformasi embankmen pada tanah rawa menggunakan geotextil pada kondisi beban kosong didapat nilai sebesar 0,350 m dan faktor keamanan (FS) 1,161, sedangkan deformasi embankmen pada tanah rawa menggunakan geotextil pada kondisi diberi beban didapat nilai 0,185 m dan faktor keamanan (FS) 1,130.Maka dapat disimpulkan bahwa nilai faktor keamanan yang didapatkan dengan menggunakan geotextile lebih tinggi dari pada nilai faktor keamanan embakmen tanpa geotextile. Dan deformasi yang menggunakan geotextile memiliki deformasi yang rendah dibandingkan tanpa menggunakan geotextile. Kata kunci – PLAXIS 3D, embankment, gotekstil, tanah rawa
Analisis Kinerja Simpang Tak Bersinyal Menggunakan Metode PKJI 2014 (Studi Kasus: Jl. Raya Nagha 1 dan Jl. Raya Pokol, Kecamatan Tamako, Kabupaten Kepulauan Sangihe) Andreas Ohotan; Meike M. Kumaat; Sisca V. Pandey
TEKNO Vol. 21 No. 84 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Simpang tak bersinyal di Jl.Raya Nagha 1 adalah simpang yang mempunyai tipe 322 dimana 3 lengan simpang, 2 lajur jalan minor, 2 lajur jalan. Tataguna lahan pada daerah simpangan adalah Pasar Tamako, kawasan pertokoan, sekolah, perkantoran dan tempat ibadah yang membuat simpang Jl.Raya Nagha 1 selalu mengalami kemacetan lalu lintas pada saat jam operasional pasar berlangsung. Simpang tak bersinyal di Jl.Raya Nagha 1 juga merupakan akses utama jalan untuk anak-anak kesekolah, serta aktivitas lain warga sekitar. Kemacetan di simpang tersebut bertambah parah akibat tidak disiplinnya kendaraan yang menaikan dan menurunkan penumpang yang akan ke pasar dan parkir kendaraan bermotor sembarangan. Uraian permasalahan di atas pentingnya untuk melakukan penelitian di simpang tersebut sebagai upaya untuk meningkatkan kinerja pada simpang di ruas Jl.Raya Nagha 1 dan Jl.Raya Pokol .Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja simpang tak bersinyal dengan menggunakan metode PKJI 2014 dan juga akan melakukan pemodelan simulasi dengan menggunakan perangkat lunak PTV Vissim guna untuk meningkatan kinerja dari simpang tak bersinyal tersebut. Survey pengambilan data dilakukan selama 3 hari pada hari Senin 31 Oktober, Kamis 3 November, dan Sabtu 5 November 2022 guna untuk mencari volume tertinggi atau jam puncak yang nantinya data tersebut akan di analisis dengan metode PKJI 2014 dan disimulasi dengan perangkat lunak PTV Vissim. Hasil yang didapatkan untuk volume lalu lintas tertinggi didapat pada hari Kamis 3 November 2022 pukul 07.00 - 08.00 dengan jumlah volume lalu lintas (Q) sebesar skr/jam, 1466,2 kapasitas (C) 2258 skr/jam, derajat kejenuhan (DJ) 0,65, Tundaan (T) 11.57 detik/skr, peluang antrian (PA) 17%-36%, dan tingkat pelayanan simpang (LOS) B. Hasil dari alternatif simulasi Vissim menunjukkan bahwa alternatif menghilangkan semua hambatan samping merupakan alternatif yang paling efektif dari ketiga alternatif yang dicoba. Kata kunci – simpang tak bersinyal, PKJI 2014, PTV Vissim
Perbandingan Anggaran Biaya Pada Proyek Pengecoran Jalan Dalam Kota Kobakma Kabupaten Mamberamo Tengah Provinsi Papua Terhadap Pelaksanaan Di Kota Manado Rebecca Glory Ropa; Deane R. O. Walangitan; Grace Y. Malingkas
TEKNO Vol. 21 No. 84 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan sebuah konstruksi memerlukan analisa biaya untuk memperkirakan kebutuhan biaya dan mendapatkan biaya paling efisien untuk sebuah konstruksi. Estimasi biaya memegang peranan penting dalam melaksanankan proyek konstruksi, kontraktor harus memiliki pedoman yang ekonomis dan berlaku di Indonesia. Analisis biaya sebagai dasar perhitungan untuk merencanakan anggaran proyek. Di Indonesia ada beberapa metode untuk merencanakan harga satuan biaya anggaran proyek yaitu SNI. Kontraktor biasanya menetapkan harga penawaran berdasarkan analisis yang tidak seluruhnya berpedoman pada analisa SNI. Kontraktor lebih cenderung menghitung harga satuan pekerjaan berdasarkan dengan analisisa mereka sendiri yang didasarkan atas pengalaman terdahulu dalam menyelesaikan pekerjaan konstruksi. Dalam melaksanakan konstruksi, kontraktor akann membuat rencana anggara biaya sebagai dasar memasukkan penawaran terhadap suatu pekerjaan. Penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) memerlukan koefisien atau angka indeks untuk memperoleh analisis harga satuan perkerjaan tersebut, angka indeks atau koefisien tersebut dapat diperoleh melalui Analisis Standar Nasional Indonesia (SNI) dan Analisis Harga Satuan Pekerjaan. Penelitian tentang analisis rencana anggaran ini mengambil perbandingan harga di Kota Kobakma dan di Kota Manado. Untuk di Kota Manado daftar harga satuan pokok mengacu pada BPJN Sulut 2022 dan dilakukan survey pada supplier. Dari hasil penelitian ini ada beberapa factor yang mempengaruhi perbandingan harga yaitu: harga bahan dan material, upah dan alat. Kata kunci: Perbandingan Rencana Anggaran Biaya, pengecoran jalan, SNI 2022
Analisis Pemilihan Rumah Di Beberapa Lokasi Perumahan Dengan Metode AHP (Analytical Hierarchy Process) Gracia Sekoh; Revo L. Inkiriwang; Jermias Tjakra
TEKNO Vol. 21 No. 84 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pemilihan rumah tinggal di beberapa perumahan, khususnya di kota Manado, maka diperlukan pertimbangan dan perlunya pengambilan keputusan yang tepat. Rumah tinggal yang dimaksud adalah rumah tinggal yang mampu memenuhi Kriteria yang diinginkan. Oleh karena itu diperlukan metode yang efektif agar memperoleh rumah tinggal yang cocok untuk dihuni. Metode yang diterapkan yaitu metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk memilih rumah tinggal di kota Manado. Dari hasil penelitian, telah dilakukan perhitungan bobot pemilihan rumah tinggal, dengan menerapkan metode AHP, maka nilai bobot yang tertinggi adalah nilai bobot Lokasi (0,52), kemudian bobot Konstruksi (0,24), bobot Sarana dan Prasarana (0,16), dan terakhir bobot Fasilitas Unum (0,09). Untuk nilai Alternatif diperoleh bobot tertinggi yaitu Perumahan Kawanua Emerald City (0,424), kemudian Perumahan Holland Village (0,336), dan Perumahan Grand Meredian (0,239). Kata kunci - AHP, perumahan, kriteria, alternatif
Analisis Konsep Cadangan Waktu Dengan Menggunakan Precedence Diagram Method (PDM) Pada Penjadwalan Proyek Pembangunan Baru Puskesmas Rawat Inap PKM Beteleme Wawan Afdianto; Tisano Arsjad; Pingkan A. K. Pratasis
TEKNO Vol. 21 No. 84 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dahulu manusia membangun sebuah kosntruksi sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan seperti tempat tinggal, jembatan dengan material batuan, kayu, dan lain sebagainya. Seiring berjalannya waktu manusia mulai memiliki pola pikir yang maju bahkan di dunia konstruksi, seperti munculnya ahli konstruksi dan munculnya berbagai teknologi konstruksi. Berkembangnya dunia jasa konstruksi di dunia khusunya di Indonesia yang sangat pesat membuka peluang bisnis dan sekaligus tantangan tersendiri bagi masyarakat dunia usaha, khususnya usaha jasa konstruksi. Yang menyebabkan adanya persaingan biaya, waktu, mutu dari suatu proyek. Oleh karena itu sangat diperlukan suatu kaidah atau pengaturan yang dapat memaksimalkan efisiensi dari proyek baik secara biaya, waktu, dan mutu berdasarkan sumber daya yang terbatas. Maka terciptalah manajemen proyek yang dapat menjadi solusi agar segala kendala dapat diselesaikan secara sistematis dan terukur. Pengumpulan data didapatkan dari analisis laporan perencanaan serta laporan perjanjian kontrak, agar diperoleh informasi yang teliti dalam penelitian. Metode penjadwalan menggunakan precedence diagram method (PDM) dengan konsep cadangan waktu dengan tahapan pengelompokan data proyek, pembuatan precedence diagram method (PDM), dan perhitungan cadangan waktu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan nilai cadangan waktu sebesar 13 hari CW memiliki nilai positif (+), sehingga proyek memiliki safety factor dalam aspek jadwal, artinya jika jadwal tidak berjalan sesuai rencana, maka ada toleransi 13 hari yang dapat dialokasikan untuk pengendalian jadwal proyek. Kata kunci : Precedence Diagram Method (PDM), penjadwalan, cadangan waktu (CW)
Analisis Karakteristik dan Tingkat Pelayanan Arus Pejalan Kaki (Studi Kasus: Jl. Suprapto – Jl. Lembong) Ivana T. S. Kaontole; Audie L. E. Rumayar; Meike M. Kumaat
TEKNO Vol. 21 No. 84 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan kota Manado terus meningkat sejalan dengan perkembangan jumlah dan aktivitas penduduk. Khususnya Jl. Suprapto- Jl. Lembong yang merupakan jalan dengan aktivitas yang padat karena terdapat pertokoan, hotel, dan pelabuhan sehingga banyak pejalan kaki yang melewati ruas jalan tersebut. Pada Jl. Suprapto- Jl. Lembong, jalur pedestrian tidak berfungsi secara maksimal yang diakibatkan oleh pedagang kaki lima yang berjualan di trotoar, kondisi trotoar yang berlubang, trotoar yang dijadikan tempat parkir kendaraan bermotor, dan barang-barang penumpang kapal yang diletakkan diatas trotoar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik pejalan kaki menggunakan metode linier Greenshield. Menganalisis tingkat pelayanan pejalan kaki menggunakan metode HCM 2000. Penelitian ini dilakukan selama 3 hari pada hari Jumat tanggal 25 November 2022, Sabtu tanggal 26 November 2022 dan Senin tanggal 28 November 2022. Hasil analisis dari karakteristik pejalan kaki menggunakan metode Greenshield diperoleh hubungan antara kecepatan dan kepadatan S=64.705-94.617 D dengan nilai R2 maksimum pada hari Senin, 28 November 2022 pada pos 2 yaitu 0.567 dapat disimpulkan pengaruh variabel kepadatan terhadap kecepatan sebesar 56.7%. Tingkat pelayanan berdasarkan arus pejalan kaki di peroleh tingkat pelayanan untuk pos 1 yaitu 16 ped/menit/m (LOS A), pos 2 yaitu 17 ped/menit/m (LOS B), dan pos 3 yaitu 17 ped/menit/m (LOS B). Kata kunci: pejalan kaki, trotoar, karakteristik, level of service
Analisis Kapasitas Dan Indeks Tingkat Pelayanan Jalan (Studi Kasus : Jl. W.R.Supratman Depan Minimarket – Masjid Raya Ahmad Yani) Maranatha D. Siburian; Meike M. Kumaat; Audie L. E. Rumayar
TEKNO Vol. 21 No. 84 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan perkembangan dan aktivitas manusia yang semakin tinggi belum diimbangi dengan ketersediaan ruang yang cukup untuk prasarana lalu lintas khsusunya di jalan W.R.Supratman yang dibatasi dari depan Minimarket sampai depan Masjid Raya Ahmad Yani.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapasitas dan indeks tingkat pelayanan dalam suatu ruas jalan. Analisa data pada penelitian ini untuk menghitung kapasitas dan indeks tingkat pelayanan jalan menggunakan metode PKJI 2014 dan pendekatan linear. Penelitian ini mengumpulkan data primer dan sekunder, untuk data primer yaitu volume, kecepatan, hambatan samping, dan geometrik jalan. Data sekunder yaitu jumlah penduduk dan denah lokasi penelitian. Penelitian ini dilakukan selama 3 hari yaitu di hari Senin, Jumat dan Sabtu. Arus lalu lintas tertinggi yang didapat terjadi pada pukul 06.30 – 07.30 WITA yaitu dari arah Minimarket sebesar 1110,2 smp/jam untuk kapasitas di jalan tersebut adalah 1311,765 smp/jam dan nilai indeks tingkat pelayanan terbaik dari arah Minimarket – Masjid Raya Ahmad Yani adalah 0,735752 dengan nilai R2 = 0,8318, sedangkan untuk arah Masjid Raya Ahmad Yani – Minimarket nilai ITP terbaik adalah 3,117359 dengan nilai R2 = 0,8224. Kata kunci: Indeks Tingkat Pelayanan, kapasitas kalan, pendekatan linear
Analisis Beban Emisi CO2 Di Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi Manado Dengan Metode Intergovernmental Panel on Climate Change Inri D. Pinatik; Hendra Riogilang; Isri R. Mangangka
TEKNO Vol. 21 No. 84 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dampak emisi karbon dioksida (CO2) dari bandara berpengaruh terhadap meningkatnya gas rumah kaca (GRK). Namun, emisi CO2 dari operasi bandara jarang diperkirakan dan didiskusikan. Penggunaan bahan bakar fosil di bandara Internasional Sam Ratulangi Manado merupakan hasil dari kegiatan penerbangan domestik, penerbangan internasional, Main Power Station (MPS), dan Ground Handling. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beban emisi gas CO2 di Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi Manado tahun 2019 dan tahun 2020. Penelitian ini menggunakan pedoman Intergovermental Panel on Climate Change (IPCC) tahun 2019 dengan metode Tier 1 (metode dasar) dan Tier 2 (metode menengah) sesuai persyaratan dan ketersedian data. Metode Tier 1 untuk menghitung emisi penerbangan pesawat komersial, fasilitas MPS, dan Ground Handling; sedangkan Tier 2 untuk menghitung emisi berdasarkan tipe pesawat. Hasil dari perhitungan Tier 1 menunjukkan emisi CO2 terbesar dari kegiatan penerbangan pesawat komersial, tahun 2019 (107.78 ton) lebih tinggi dibandingan tahun 2020 (53.43 ton) sesuai dengan kepadatan penerbangan. Dengan Tier 2 didapatkan pesawat penerbangan komersial yang mengemisikan CO2 paling tinggi adalah tipe pesawat Boeing 737 900 (30%) dan ATR-72 (23 %). Hasil dari pengukuran CO2 di lokasi masih terbilang baik. Upaya untuk mengurangi emisi CO2 di bandara, yaitu memperbaiki Ruang Terbuka Hijau dengan merancang Green Belt oleh tanaman trembesi untuk mereduksi hasil emisi CO2 yang di hasilkan. Kata kunci: bandar udara, emisi CO2, IPCC 2019, Tier 1, Tier 2, jalur hijau