cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
TEKNO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 931 Documents
Evaluasi Penerapan Green Building Pada Bangunan Gereja GKST Sion Sangele Di Kota Tentena Abdi H. Kogege; Hendra Riogilang; Herawaty Riogilang
TEKNO Vol. 21 No. 84 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Green Building merupakan teknologi yang sangat penting bagi pembangunan. Maraknya pembangunan di masa sekarang tidak memperhitungkan dampak yang akan terjadi dikedepannya contohnya seperti global warming (pemanasan global) yang disebabkan oleh efek rumah kaca dan material tidak ramah lingkungan, tindakan untuk meminimalisir dampak global warming maka pemerintah menggerakan penerapan teknologi Green Building pada bangunan infastruktur di indonesia. evaluasi pada penelitian ini yaitu bertujuan untuk mengetahui tingkat penerapan bangunan hijau pada gedung Gereja Gkst Sion Sangele sesuai 6 aspek yaitu tepat guna lahan, efisiensi dan konservasi energi, konservasi air, sumber dan siklus material, kesehatan dan kenyamanan ruang dan manajemen lingkungan bangunan dan setelah itu akan dilakukan rating kelayakan bangunan sesuai dengan tahap penilaian Greenship dan hasil yang diperoleh mencapai standar kriteria Green dengan total nilai keseluruhan per kategori sebanyak 68 atau total nilai persentase keseluruhan sebanyak 67,3%. Kata kunci: green building, bangunan baru, Tentena
Perencanaan Sistem Pemanenan Air Hujan Sebagai Alternatif Penyediaan Air Bersih Di Desa Kawahang Kabupaten Siau Tagulandang Biaro Vilanty J. Salindeho; Isri R. Mangangka; Roski R. I. Legrans
TEKNO Vol. 21 No. 84 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air bersih adalah kebutuhan seluruh manusia, tidak terkecuali pada penduduk yang tinggal di daerah Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro). Permaslahan yang terjadi adalah seringnya terjadi kekurangan air bersih dan akses sumber air bersih yang jauh, khususnya dari wilayah penelitian yaitu di Desa Kawahang, Kecamatan Siau Barat Utara. Berdasarkan analisis geologi dan observasi lapangan, ditemukan daerah kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) adalah daerah dengan kondisi penyediaan air bersih yang kurang, dari aspek geologi terlihat daerah tersebut disusun oleh batuan vulkanik sehingga memiliki kapasitas penyimpanan air yang kurang, kemudian diperparah oleh kondisi kontur daerah pegunungan. Fokus penelitian berada di Desa Kawahang. Dari hasil perhitungan dapat diketahui bahwa luas atap rumah rerata di Desa Kawahang adalah 121,2 m3 dengan rerata jumlah orang per rumah 4,16. Kebutuhan air rerata per rumah adalah 60 liter / orang /hari atau 0,25 m3 / rumah / hari dan jumlah air yang dapat dipanen untuk memenuhi kebutuhan saat hari kering selama 7 hari adalah 1,75 m3 dengan volume bak desain 3,375 m3. Hal ini menunjukkan bahwa pemanenan air hujan dapat memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga Desa Kawahang dan membutuhkan bak dengan volume kapasitas penampungan 1,75 m3 untuk menampung air agar dapat bertahan pada kondisi hari tidak hujan selama 7 hari . Tingkat efisiensi pemanfaatan air bersih terhadap kebutuhan air bersih individu dengan standar 60 liter/orang adalah 85%. Artinya, pemanenan air hujan efisien dalam pemenuhan air bersih di desa Kawahang. Kata kunci: ketersediaan air, Pemanenan Air Hujan (PAH), Desa Kawahang
Perencanaan Air Bersih Di Kampung Dembek Kecamatan Momi Waren Kabupaten Manokwari Selatan Provinsi Papua Barat Dessy F. Atururi; Tiny Mananoma; Cindy J. Supit
TEKNO Vol. 21 No. 84 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air merupakan sumber utama kehidupan manusia. Kampung Dembek di Kecamatan Momi Waren Kabupaten Manokwari Selatan Propinsi Papua Barat belum ada sistem penyediaan air bersih,sehingga masyarakat kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Berangkat dari kondisi ini maka perlu dilakukan perencanaan sistem penyediaan air bersih. Sistem penyediaan air bersih direncanakan sampai tahun 2032. Penelitian ini dimulai dengan pengumpulan data primer dan sekunder untuk menganalisis ketersediaan dan kebutuhan air bersih. Prediksi ketersediaan air bersih dilakukan dengan pengukuran langsung debit pada mata air sehingga didapati debit sesaat sebesar 1,53 liter/detik. Prediksi jumlah kebutuhan air bersih melalui proyeksi dengan analisis Regresi Eksponensial. Diperoleh jumlah pertumbuhan penduduk adalah 995 jiwa, dengan jumlah kebutuhan air harian maksimum sebesar 0,881 liter/detik. Analisis sistem perpipaan transmisi dan distribusi menggunakan persamaan Hazen-Williams dan software Epanet 2.2.Material pipa yang digunakanadalah jenis HDPE. Perencanaan penyediaan air bersih untuk menangkap air di mata air menggunakan bak penangkap mata air (bronkaptering) kemudian air dialirkan melalu pipa ke bak penampung selanjutnya dialirkan ke Hidran Umum. Untuk melayani kebutuhan air bersih penduduk Kampung Dembek Kecamatan Momi Waren Kabupaten Manokwari Selatan Propinsi Papua Barat sampai tahun 2032, dibutuhkan 10 Hidran Umum dengan sistem gravitasi. Kata kunci: air bersih, Kampung Dembek, Manokwari
Analisis Kinerja Simpang Tiga Tak Bersinyal (Studi Kasus: Jalan Bethesda – Jalan Wolter Monginsidi – Jalan Piere Tendean) Micelly C. Sompie; Audie L. E. Rumayar; Sisca V. Pandey
TEKNO Vol. 21 No. 84 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Simpang tiga tak bersinyal merupakan tipe simpang yang paling banyak ditemukan di perkotaan dan seringkali mengalami kemacetan lalu lintas seperti pada simpang Jl. Bethesda – Jl. Wolter Monginsidi – Jl. Piere Tendean di Kota Manado merupakan simpang yang berada pada area komersil yaitu jalan yang menuju atau dari pusat kota, kawasan pertokoan, perkantoran, dan pendidikan sehingga arus lalu lintasnya sibuk dan berpotensi terjadi kemacetan, antrian dan tundaan. Maka, diperlukan analisis karakteristik simpang dan kinerja simpang tiga tak bersinyal menggunakan metode PKJI 2014, menganalisis kinerja putaran balik dengan metode PPPB 2005, dan simulasi menggunakan aplikasi PTV VISSIM 2014. Data lalu lintas diambil dari hasil survei lapangan selama tiga hari yaitu pada hari Senin 28 November 2022, Rabu 30 November 2022, dan Sabtu 3 Desember 2022. Diambil data volume puncak tertinggi yaitu pada hari Senin. Dari hasil analisis diperoleh derajat kejenuhan yaitu 2,06 det/skr. Hasil analisis kinerja u-turn didapat rasio antrian tertinggi yaitu 1,43 artinya terjadi antrian. Nilai tundaan berdasarkan output dari simulasi aplikasi PTV VISSIM yaitu 93,59 det/skr, sehingga mengakibatkan waktu tunggu yang lama bagi pengguna jalan. Level of service (LOS) simpang tiga tak bersinyal tersebut berada pada level F, artinya performa simpang kurang memadai. Berdasarkan hasil analisis disarankan beberapa solusi alternatif untuk meningkatkan kinerja simpang tiga tak bersinyal, seperti penertiban hambatan samping, pelebaran geometrik jalan, pemasangan kamera untuk mememantau perilaku pengemudi dalam mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Kata kunci: simpang tiga tak bersinyal, PKJI 2014, PTV Vissim
Metode Pelaksanaan Konstruksi Pekerjaan Atap Dan Plafon Pada Proyek Pembangunan Christian Center Jonathan Awuy; Jermias Tjakra; Pingkan A. K. Pratasis
TEKNO Vol. 21 No. 84 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Atap adalah bagian dari suatu bangunan yang berfungsi sebagai penutup seluruh ruangan yang ada di bawahnya terhadap pengaruh panas, debu, hujan, angin atau untuk keperluan perlindungan. Bentuk atap berpengaruh terhadap keindahan suatu bangunan dan pemilihan tipe atap hendaknya disesuaikan dengan iklim setempat, biaya yang tersedia, dan material yang mudah didapat. Mengenai hal tersebut haruslah memperhatikan proses kinerja proyek Untuk menghindari keterlambatan hingga tidak terjadi kerugian. Dalam perencanaannya, proyek pembangunan Christian Center yang di jadwalkan untuk selesai dalam kurun waktu 160 hari pada tahap kedua, dengan biaya secara keseluruhan pada proyek yang di anggarkan sebesar Rp.24.450.716.508,16 sesuai dengan rekapitulasi yang ada. Bangunan gedung dengan diameter 90 m yang dipimpin oleh Dinas Pembangunan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi Sulawesi Utara. Dimana pembangunan Gedung Christian Center ini memiliki fungsi sebagai tempat ibadah, aula serbaguna, dan kantor yang akan dihibahkan kepada Sinode Gereja Masehi Injili di Minahasa. Pada penelitian ini di fokuskan pada pembangunan Christian Center terutama pada bagian atap yaitu rangka atap menggunakan pipa blacksteel dan pada ruang kantor Christian Center pekerjaan plafon gypsum. Kata kunci: metode pelaksanaan, rangka blacksteel, plafon
Peran Konsultan Pengawas Pada Proyek Pembangunan Gedung Ruang Pelayanan Khusus POLDA Sulawesi Utara Josua Kumaat; Deane R. O. Walangitan; Tisano Tj. Arsjad
TEKNO Vol. 21 No. 84 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada masa ini pembangunan konstruksi di daerah provinsi Sulawesi Utara telah berkembang pesat. Hal ini mengakibatkan dalam mekanisme pelaksanaan dan pengawasan konstruksi masih terjadi penyimpangan-penyimpangan mutu hasil pekerjaan terhadap persyaratan mutu yang telah ditetapkan yang teridentifikasi karena beberapa hal yaitu, dipaksakannya pelaksanaan pekerjaan untuk mengejar target fisik dengan waktu diluar batas kewajaram, sehingga mutu pekerjaan terabaikan, tidak sesuainya pemakaian bahan dan prosedur kerja sebagaimana yang sudah ditetapkan dalam spesifikasi dokumen kontrak, kemampuan tenaga kerja yang terbatas, terjadinya keterlambatan pekerjaan akibat proses pengambilan keputusan yang memakan waktu lama sedangkan pekerjaan harus terus berlangsung. Menurut Turner (1991), proyek akan berhasil jika selesai tepat waktu dengan biaya yang sesuai dan mutu yang bagus. Kata kunci: konsultan pengawas, peran
Pemilihan Perumahan Menggunakan Metode Analitycal Hierarchy Process (AHP) Allan N. Mamuaya; Jermias Tjakra; Pingkan A. K. Pratasis
TEKNO Vol. 21 No. 84 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perumahan adalah kumpulan rumah sebagai bagian dari Permukiman, baik perkotaan maupun perdesaan, yang dilengkapi dengan prasarana, sarana, dan utilitas umum. Sebagai hasil upaya pemenuhan rumah yang layak huni, maka dari itu khususnya dalam pemilihan beberapa perumahan type 36, yang ada di Kabupaten Minahasa agar sesuai dengan kriteria dan keinginan dari konsumen, disini perlunya menentukan metode apa yang akan dipakai dalam pemilihan perumahan tersebut, dalam memenuhi kriteria dan keinginan kosumen maka solusinya dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Dari hasil penelitian, telah dilakukan perhitungan bobot pemilihan rumah tinggal, dengan menggunakan metode AHP, maka nilai bobot yang tertinggi adalah nilai bobot Prasarana (0,377) dan bobot Fasilitas umum (0,377), bobot Lokasi (0,160), dan terakhir bobot Konstruksi (0,086). Untuk nilai Alternatif diperoleh bobot tertinggi yaitu Perumahan Kharisma Koka (0,507), kemudian Perumahan Griya Sea Lestari 5 (0,346), dan Perumahan Napa Dia Permai (0,147). Kata kunci: AHP, perumahan, kriteria, alternatif
Alternatif Penanganan Kerusakan Pantai Di Desa Mala Timur Kecamatan Melonguane Kabupaten Kepulauan Talaud Saul Barguna; Jeffry D. Mamoto; Nicolaas J. Tangkudung
TEKNO Vol. 21 No. 84 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai Malah Timur yang secara geografis berada pada koordinat 4°00’16.7’’N 126°42’23.8’’E merupakan pantai yang berada di Desa Mala Timur Kecamatan Melonguane Kabupaten Kepulauan Talaud. Sebagaian penduduk yang tinggal di dekat pesisir pantai bekerja sebagai nelayan karena potensi hasil laut yang melimpah. Namun hal ini tak lepas dari berbagai masalah seperti daerah rawan bencana, abrasi dan masalah-masalah lain. Dari keterangan warga yang tinggal di pesisir, pada bulan-bulan tertentu tinggi gelombang bisa mencapai 2 meter, bahkan limpasan air laut bisa sampai mendekati infrastruktur seperti jalan.Perencanaan pengaman pantai akan direncanakan dengan mengumpulkan data sekunder yang didapatkan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Bitung dan Pangakalan Utama TNI AL VIII Kairagi berupa data angin, data gelombang, data pasang surut, juga melalui software penunjang yang ada. Kemudian data tersebut di analisis sehingga didapatkan desain dari pengaman pantai yang diperlukan. Dari hasil analisis data maka didapatkan perencanaan bangunan pengaman pantai dengan jenis bangunan Revetment dengan lapis lindung Buis beton yang dimodifikasi, tinggi mercu 3,5 m, lebar puncak 2,5 m, kemiringan bangunan 1:3, lebar toeprotection 4,4 m, dan tinggi toeprotection 1,67m. Kata kunci: pantai Mala Timur, abrasi, alternatif penanganan kerusakan pantai
Pengaruh Beban Gempa terhadap Kestabilan Lereng Menggunakan Perkuatan Soil Nailing (Studi Kasus : Ruas Jalan Manado Outer Ring Road III) Joshua T. Sihotang; Steeva G. Rondonuwu; Alva N. Sarajar
TEKNO Vol. 21 No. 84 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gempa bumi merupakan salah satu faktor terjadinya kelongsoran pada lereng. Di ruas jalan Manado Outer Ring Road III terdapat lereng yang cukup curam sehingga dapat memungkinkan terjadi kelongsoran. Salah satu alternatif untuk mencegah kelongsoran adalah perkuatan soil nailing. Penelitian ini dimodelkan menggunakan program slide dan menggunakan metode Bishop dan Morgenstern-Price. Dari hasil uji laboratorium didapatkan nilai kohesi (c), sudut geser dalam (φ), dan berat isi tanah (γ). Lereng pada kondisi adanya gempa Respon Spektra dan muka air tanah (mat) untuk metode Bishop didapatkan FK (Faktor Keamanan) yaitu 0,03 dan 0,060 dan untuk gempa USGS yaitu 0,03 dan 0,051. Metode Morgenstern-Price, didapatkan FK gempa Respon Spektra yaitu 0,062 dan 0,080 dan untuk gempa USGS yaitu 0,050 dan 0,086. Untuk kondisi tanpa gempa dan ada mat, didapatkan FK untuk metode Bishop yaitu 0,10 dan 0,094. Metode Morgenstern-Price, didapatkan FK yaitu 0,103 dan 0,093. Sehingga disimpulkan bahwa lereng tidak stabil. Dengan menggunakan perkuatan, untuk kondisi adanya mat pada variasi nail sudut inklinasi 13º panjang 10 m didapatkan lereng stabil dengan FK yaitu 1,557. Pada kondisi adanya gempa Respon Spektra dan USGS serta mat, didapatkan FK yaitu 1,123 dan 1,008 pada variasi nail sudut inklinasi 17º panjang 10 m dan didapatkan lereng dalam keadaan stabil. Kata kunci: soil nailing, gempa, stabilitas lereng, slide, faktor keamanan
Analisis Kestabilan Lereng dan Desain Struktur Penahan Tanah (Studi Kasus : Ruas Jalan Manado Outer Ring Road III) Reygen Pangkey; Steeva G. Rondonuwu; Agnes T. Mandagi
TEKNO Vol. 21 No. 84 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada ruas jalan Manado Outer Ringroad III khususnya pada pengerjaan Tahap II akan dibuat jalan dimana terdapat lereng yang cukup curam sehingga memungkinkan terjadinya longsor. Untuk mencegah terjadinya kelongsoran diperlukan pengaman lereng pada area tanah timbunan. Pada penelitian ini dilakukan analisis kestabilan lereng dan desain struktur penahan tanah dengan menggunakan dinding Mechanically Stabilized Earth (MSE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lereng eksisting pada ruas jalan Manado Outer Ring Road III STA 8+775 tidak aman terhadap pengaruh muka air tanah dalam kondisi statis maupun kondisi pengaruh gempa (dinamis) karena faktor keamanan kurang dari 1,5. Pemodelan dinding MSE menggunakan program Slide yang direncanakan dengan tinggi dinding 20 m, panjang perkuatan 1,0 He atau 20 m, jarak vertikal antar perkuatan 0,5 m, dan jenis geogrid yang digunakan UX 1800. Dalam desain dinding MSE dengan pengaruh muka air tanah dan pengaruh gempa, didapat nilai faktor keamanan adalah 3,324 dengan menggunakan kohesi tanah 15 kPa sebagai facing dikatakan aman dan memenuhi syarat karena memiliki nilai diatas 1,3 sehingga lereng dengan perencanaan perkuatan dinding MSE dapat digunakan. Kata kunci: lereng, desain dinding MSE, Slide, muka air tanah, gempa