cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
TEKNO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 931 Documents
Analisis Penjadwalan Proyek Menggunakan Metode PDM Dengan Menggunakan Konsep Cadangan Waktu Pada Proyek Pembangunan Balai Kesehatan Ibu Dan Anak Kota Manado Sthefanus A. Lengkong; Tisano Tj. Arsjad; Grace Y. Malingkas
TEKNO Vol. 21 No. 84 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penjadwalan pada proyek konstruksi merupakan hal yang sangat penting karena bermanfaat untuk memberikan informasi tentang jadwal rencana dan kemajuan proyek agar proyek dapat berjalan dengan lancar dan selesai dengan waktu yang optimal sesuai dengan sasaran dan tujuan proyek. Pengendalian proyek sangat penting dalam proses pekerjaan proyek sehingga dibutuhkan metode pengendalian proyek salah satunya yaitu metode PDM (Precedence Diagram Method). Penelitian ini menggunakan metode Precedence Diagram Method (PDM) yang memberikan gambaran jaringan kerja yang lebih sederhana dan pekerjaan yang lain dapat dikerjakan tanpa menunggu pekerjaan pendahulunya selesai 100%. Penjadwalan proyek menggunakan perangkat lunak (Software) berupa Microsoft excel, Microsoft project dan lain sebagainya. Program Microsoft Project membantu mengolah dan mendapatkan jadwal proyek dengan metode Gantt Chart beserta lintasan kritisnya. Konsep cadangan waktu merupakan konsep yang mengatur kurun waktu proyek yang belum diperuntukkan (uncommitted) bagi kegiatan tertentu, sehingga dapat dipakai untuk memecahkan masalah proyek dalam aspek jadwal. Jadwal proyek memiliki rangkaian kegiatan yang tumpang tindih, sehingga penyusunan jadwal menggunakan diagram preseden pada Microsoft project akan lebih sederhana dan mudah dipahami. Analisis konsep cadangan waktu dilakukan pada situasi awal proyek, dapat berguna sebagai acuan dalam pengendalian jadwal proyek. Nilai CW pada jalur pada minggu terakhir (minggu ke-18) bernilai nol. Hasil penelitian menunjukkan nilai cadangan waktu pada situasi awal proyek adalah 0 hari, dan nilai cadangan waktu pada minggu terakhir pelaksanaan pekerjaan masih bernilai 0 hari karena tidak terjadi keterlambatan dalam proyek Pembangunan Balai Kesehatan Ibu Dan Anak Kota Manado ini. Kata kunci: Precedence Diagram Method, cadangan waktu, Microsoft Project
Perencanaan Struktur Beton Bertulang Gedung Arsip 4 Lantai Berry Koloy; Ronny E. Pandaleke; Ellen J. Kumaat
TEKNO Vol. 21 No. 84 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung arsip adalah bangunan yang berfungsi sebagai kantor untuk pengolahan, pelestarian dan pelayanan arsip. Tata letak ruangan gedung arsip didesain mengikuti standar Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Menurut SNI 1727:2020 tentang Beban Minimum dan Kriteria Terkait untuk Bangunan Gedung dan Struktur Lain, ruang arsip harus dirancang untuk beban yang lebih berat. Kondisi ini memperlihatkan pembebanan yang besar dan harus memberikan desain yang aman dengan memperhatikan kekakuan, kekuatan dan daktilitas struktur. Skripsi ini bertujuan untuk merencanakan struktur gedung arsip 4 lantai dengan pemilihan sistem struktur, yaitu Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) berdasarkan Kategori Desain Seismik (KDS) D. Struktur yang direncanakan adalah konstruksi beton bertulang gedung bertingkat yang terdiri dari 4 lantai kerja dengan panjang bangunan 25 m, lebar 18 m, tinggi struktur bagian tengah 21.17 m. Elemen struktur yang direncanakan, yaitu balok, kolom dan pelat. Pemodelan dan analisis struktur menggunakan bantuan Software. Berdasarkan hasil analisis dan desain yang telah dibuat, struktur gedung mampu menahan beban horizontal dan vertikal serta memenuhi persyaratan keamanan struktur terhadap gempa. Penulangan pada elemen struktur mampu menahan gaya momen dan gaya geser yang bekerja pada penampang dan telah memenuhi persyaratan pendetailan SRPMK, yaitu Strong Column Weak Beam. Kata kunci: perencanaan struktur, gedung arsip, beton bertulang, SRPMK
Analisis Kuat Tekan Terhadap Penggunaan Filler Fly Ash Pada High Strength Self Compacting Concrete Rizki Andika Mahmud; Ellen J. Kumaat; Reky S. Windah
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

High Strength Self Compacting Concrete adalah salah satu inovasi beton dengan keunggulan memiliki workability dan mutu beton yang tinggi. Fly ash dapat digunakan sebagai filler atau bahan pengganti semen. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian slump yang meliputi slump flow test, l box test dan v funnel test serta pengujian kuat tekan dengan waktu curing 14 hari untuk persentase 1%, 5%, 15% dan 20% dan waktu curing 28 hari untuk persentase 1%. Benda uji berbentuk silinder dengan dimensi 100 mm dan 200 mm. Dari hasil penelitian diperoleh penggunaan fly ash persentase 1% memenuhi syarat untuk Self Compacting Concrete menurut EFNARC dengan nilai slump flow test 700 mm dan memenuhi syarat untuk High Strength Concrete dengan nilai kuat tekan rata-rata 70,61 MPa pada curing 14 hari. Kemudian dilakukan penelitian lanjut menggunakan persentase 1% untuk memperoleh nilai slump pada ketiga pengujian slump serta nilai kuat tekan pada 28 hari. Sehingga diperoleh nilai slump flow test 719 mm, l box test 1 cm dan v funnel 19,99 detik dengan kuat tekan rata-rata 41,52 MPa pada 14 hari dan 44,36 MPa pada 28 hari. Penggunaan fly ash sebagai filler dengan persentase 1% mereduksi biaya produksi sebesar 0,81% terhadap biaya produksi HSSCC tanpa filler fly ash. Kata kunci: High Strength Self Compacting Concrete, Fly Ash, Filler, slump, kuat tekan
Analisis Kebutuhan Dan Ketersediaan Air Pada Sistem Penyediaan Air Minum Di Kecamatan Matuari Kota Bitung Gracia I. Mangare; Isri R. Mangangka; Roski R. I. Legrans
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Bitung adalah kota yang terdapat di provinsi Sulawesi Utara.Kota Bitung berkembang menjadi tempat tinggal kaum urban jumlah data penduduk yang ada di kota Bitung tersebar pada 8 kecamatan penyebaran tertinggi terdapat pada kecamatan Matuari sebanyak (40.496 jiwa).Beberapa tahun kedepan jumlah penduduk akan semakin pesat akan berpengaruh terhadap peningkatan jumlah kebutuhan air bersih. Untuk itu perlu dilakukan analisis kebutuhan dan ketersediaan air bersih yang ada sampai beberapa tahun kedepan. lokasi yang menjadi objek penelitian adalah kecamatan matuari, data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder dari hasil pengamatan di lokasi penelitian dan data pendukung yang diperoleh dari instansi sehingga dalam pengumpulan data akan dilakukan analisa data dengan memproyeksi jumlah penduduk, melakukan perhitungan kebutuhan air domestik dan non domestik fasilitas umum kemudian melakukan perhitungan ketersediaan air dengan perhitungan debit andalan kemudiaan hitung menggunakan neraca air.Hasil perhitungan diperoleh untuk analisa kebutuhan air bersih maka di dapat kebutuhan air untuk sektor domestik (SR) sebesar 1890,202 liter/detik sedangkan untuk sektor non domestik fasilitas umum sebesar 58,031 liter/detik, dan kehilangan air yang terjadi sebesar 487,06 liter/detik. Maka jumlah kebutuhan air total yang diperlukan sebesar 2435,29 liter/detik. Ketersediaan sumber air masih mampu mencukupi kebutuhan air bersih tahun 2038. Sedangkan ketersediaan air pada IPA Pinokalan dan IPA Tendeki masih belum mampu mencukupi kebutuhan air masyarakat kecamatan matuari hingga tahun 2038. Dengan demikian perlu penambahan dan pengembangan unit IPA untuk pelayanan distribusi air ke Kecamatan Matuari sehingga pendistribusian air berjalan dengan baik. Kata kunci: kebutuhan air, ketersediaan air, Kecamatan Matuari
Alternatif Pengaman Pantai Wisata Di Kawasan Ekonomi Khusus Likupang Sulawesi Utara Oktovian B. A. Sompie; Ariestides K. T. Dundu; M. Ihsan Jasin
TEKNO Vol. 21 No. 84 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang, merupakan KEK dalam bidang pariwisata dengan tema resor dan wisata budaya . Wisata pantai merupakan pendukung utama tema ini. Permasalahan dipantai adalah tentang perubahan garis pantai baik itu berupa erosi pantai maupun sedimentasi. Untuk itu bagaimana mengatasi permasalahan pada Kawasan ini. Di tiga lokasi pantai wisata yang ada dalam kawasan ini memiliki karakteristik yang berbeda sehingga pemecahannya pun berbeda, seperti pada pantai Pulisan memiliki jarak yang dekat dengan pulau didekatnya sehingga tinggi gelombang akan kecil dan tidak berpengaruh terhadapperubahan garis pantai sehingga pada daerah ini tidak dilakukan apa-apa (do-nothing) atau denga membiarkan dinamika pantai berlangsung secara alamiah, sedangkan untuk daerah pantai Paal dibuatkan revetment yang dipasang tenggelam dengan tujuan melindungi pantai dan dinamika pantai diatasnya tertap berlangsung secara alamiah dan pada pantai Kinunang, dilakukan dengan membuat submersible breakwater yang dipasang pada antara karang dengan ketinggian lebih rendah dari LLWL sehingga gelombang bisa pecah pada lokasi tersebut dan berseluncur hingga ke pantai. Kata kunci: revetment tenggelam, submersible breakwater, do-nothing, KEK Likupang
Pengaruh Variasi Kandungan Bahan Pengisi Filler Fly Ash Batu Bara Pada Campuran Beraspal Panas Jenis Lataston Hot Rolled Sheet Wearing Course (HRS-WC) Karunia R. Wenur; Steve Ch. N. Palenewen; Joice E. Waani
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi kandungan filler fly ash pada campuran lataston HRS-WC melalui pengujian Marshall. Metode pengujian ini mengacu pada Spesifikasi umum Bina Marga 2018. Pada penelitian ini menggunakan fly ash dari PLTU Sulut-3 2x50 MW Kema dan material dari Lansot Kema. Persentase fly ash yang digunakan terhadap berat filler adalah 25%, 50%, 75% dan 100%. Hasil dari pengujian karakteristik Marshall pada campuran lataston HRS-WC didapatkan nilai stabilitas untuk kadar fly ash 0% 1281.18 kg; 25% 1065.59 kg; 50% 812.33 kg; 75% 784.48 kg; 100% 716.14 kg. Nilai Flow untuk kadar fly ash 0% 4.56 mm; 25% 4.48 mm; 50% 4.33 mm; 75% 4.16 mm; 100% 3.95 mm. Nilai VMA untuk kadar fly ash 0% 19.045%; 25% 20.105%; 50% 22.43%; 75% 21.687%; 100% 23.650%. Nilai VIM untuk kadar fly ash 0% 5.106%; 25% 6.348%; 50% 9.077%; 75% 8.203%; 100% 10.503%. Nilai VFB untuk kadar fly ash 0% 73.192%; 25% 68.440%; 50% 59.682%; 75% 62.197%; 100% 55.590. Dari hasil pengujian didapatkan penambahan filler fly ash pada campuran lataston HRS-WC menyebabkan terjadinya perubahan nilai-nilai karakteristik Marshall dibandingkan sebelum ditambahkan fly ash. Kata kunci: fly ash, HRS-WC, Marshall
Analisis Produktivitas Tenaga Kerja Pada Pekerjaan Pemasangan Rangka Atap Baja Menggunakan Metode MPDM (Method Productivity Delay Model) Verenisa T. Wenas; Jermias Tjakra; Febrina P. Y. Sumanti
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produktivitas dapat diartikan sebagai perbandingan terhadap output (hasil produksi) dan input (komponen produksi : tenaga kerja, bahan, peralatan, dan waktu. Produktivitas merupakan ukuran apakah pekerjaan pada suatu proyek berjalan efektif dan efisien atau tidak. Oleh karena itu produktivitas merupakan hal yang sangat penting dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Pada penelitian ini metode yang digunakan dalam pengukuran produktivitas adalah MPDM (Method Productivity Delay Model). Tujuan dari penelitian ini adalah yaitu untuk melihat besar angka produktivitas yang didapatkan pada pekerjaan pemasangan rangka atap baja dengan menggunakan metode MPDM (Method Productivity Delay Model).Dari penelitian ini diperoleh tingkat produktivitas keseluruhan menggunakan metode MPDM (Method Productivity Delay Model) tukang 1 sampai tukang 9 secara berturut-turut yaitu 41,145 m2/jam, 41,321 m2/jam, 40,546 m2/jam, 42,343 m2/jam, 40,753 m2/jam, 40,175 m2/jam, 42,343 m2/jam, 40,849 m2/jam, 42,343 m2/jam. Dan untuk tingkat produktivitas ideal menggunakan metode MPDM (Method Productivity Delay Model) tukang 1 sampai tukang 9 secara berturut-turut yaitu 84,616 m2/jam, 153,28 m2/jam, 119,84 m2/jam, 175,21 m2/jam, 109,04 m2/jam, 162,6 m2/jam, 149,45 m2/jam, 119,56 m2/jam, 161,31 m2/jam. Pada penelitian ini didapati ada beberapa faktor penundaan yang menyebabkan terhambatnya pekerjaan yang dilakukan oleh masing-masing tukang. Kata kunci: produktivitas, Metode MPDM, faktor penundaan
Pengaruh Variasi Ukuran Butiran Agregat Terhadap Nilai Karakteristik Aspal Beton (AC-BC) Yefta Onibala; Lucia G. J. Lalamentik; Mecky R. E. Manoppo
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini mencoba untuk meneliti seberapa besar pengaruh variasi gradasi agregat dengan menggunakan kombinasi gradasi mengikuti batas ideal (lengkung fuller),gradasi mendekati batas atas,dan gradasi mendekati batas bawah pada campuran aspal beton (AC-BC) terhadap nilai karakteristik Marshall yang disyaratkan Spesifikasi Umum Perkerasan Jalan. Dari hasil pemeriksaan material dan pengujian aspal, sifat fisik agregat dari material yang yang diambil dari kelurahan Kakaskasen kota Tomohon sudah memenuhi spesifikasi Bina Marga 2018. Untuk nilai karakteristik Marshall yang memenuhi spesifikasi didapatkan nilai-nilai sebagai berikut. Kombinasi variasi gradasi mendekati batas atas; Nilai stabilitas:1253,31 kg; Nilai Flow:2,88 mm; Nilai VMA:17,06%; Nilai VIM:4,419%; Nilai VFB:74,100%; FF/Kadar aspal efektif:1,192; Kepadatan:2,092gr/cc, pada kadar aspal 7%. Dengan Kadar Aspal Optimum (KAO) yang didapatkan yaitu 7,2%. Kombinasi variasi gradasi mengikuti lengkung Fuller(batas ideal) ; Nilai stabilitas:1234,83 kg; Nilai Flow:3,84 mm; Nilai VMA:17,59%; Nilai VIM:5,210%; Nilai VFB:70,38%; FF/Kadar aspal efektif:1,199; Kepadatan:2,061gr/cc, pada kadar aspal 7%. Dengan Kadar Aspal Optimum (KAO) yang didapatkan yaitu 7,45%. Kombinasi variasi gradasi mendekati batas bawah; Nilai stabilitas:1019,38 kg; Nilai Flow:3,78 mm; Nilai VMA:17,522%; Nilai VIM:5,314%; Nilai VFB:69,677%; FF/Kadar aspal efektif:1,209; Kepadatan:2,034gr/cc, pada kadar aspal 7%. Dengan Kadar Aspal Optimum (KAO) yang didapatkan yaitu 7,25%. Kata kunci: variasi gradasi, agregat, Laston (AC-BC), karakteristik Marshall
Perencanaan Pengaman Pantai Di Pantai Bahoi Kecamatan Likupang Barat Faron V. H. Sumampouw; Arthur H. Thambas; M. Ihsan Jasin
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai Bahoi berada di Kecamatan Likupang Barat, Minahasa Utara, adalah salah satu pantai yang pesisirnya dijadikan sebagai pemukiman serta tempat bersandarnya kapal-kapal nelayan. umumnya perkembangan daerah pantai lebih pesat dibandingkan dengan daerah pedalaman, namun beriringan dengan perkembangan ada pula masalah yang terjadi. Menurut informasi warga, sejak dulu tidak ada bangunan pengaman pantai yang terpasang di daerah tersebut sehingga apabila gelombang pasang datang sebagian rumah warga tergenang air laut, saat tertentu pula faktor alam berupa tinggi gelombang cukup besar pada daerah pantai ini yang menyebabkan Abrasi serta dapat mengakibatkan mundurnya garis pantai yang berdampak di kawasan pemukiman. Berdasarkan permasalahan yang terjadi maka perlu untuk melakukan perencanan pengaman pantai yang tepat di pantai Bahoi, Likupang Barat. Perencanaan pengaman pantai direncanakan dengan mengumpulkan data sekunder yang didapatkan dari BMKG Kota Bitung dan Pangakalan Utama TNI AL VIII Kairagi berupa data angin, pasang surut, juga melalui software penunjang yang ada. Data tersebut di analisis agar mendapatkan desain dari pengaman pantai yang diperlukan. Dari hasil analisis data didapatkan pengaman pantai tipe (Hard) jenis Revetment mengunakan Block Beton modifikasi, dengan Tinggi Mercu 3.89 m, Lebar Puncak 2.3 m, dengan Kemiringan Pengaman 1:3, Lebar Toe Protection 4.2 m, serta Tinggi Toe Protection 1.57 m Kata kunci: pantai Bahoi, gelombang, abrasi, pengamanan pantai, revetment
Evaluasi Sisa Material Konstruksi Menggunakan Metode Pareto Dan Fishbone Diagram Pada Proyek Pembangunan Rumah Tipe 72/125 Di Perumahan Sawangan Permai Try A. P. J. Mokosuli; Jantje Mangare; Jermias Tjakra
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sisa material konstruksi merupakan bagian material yang tidak menjadi komponen dari bangunan dikarena tidak terpakai dalam pelaksanaan konstruksi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui jenis-jenis material yang memiliki volume dan biaya sisa material yang besar/paling dominan, serta faktor-faktor yang menjadi penyebab timbulnya sisa material pada proyek. Sampel penelitian adalah consumable material pada proyek pembangunan rumah tipe 72/125 di perumahan Sawangan Permai. Metode yang digunakan dalam menganalisis dan menentukan jenis material yang memiliki biaya sisa material yang besar/paling dominan adalah Metode Pareto. Sedangkan metode yang digunakan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi faktor-faktor penyebab timbulnya sisa material adalah Metode Fishbone Diagram. Berdasarkan pengolahan data menggunakan metode pareto didapat lima material dominan yaitu besi beton, bata merah, keramik 40x40cm, semen dan baja ringan dengan total biaya sisa dari kelima material tersebut sebesar Rp29,907,471.85. Berdasarkan analisis menggunakan Fishbone Diagram, faktor- faktor penyebab terjadinya sisa material pada besi beton, bata merah, keramik 40x40cm, dan baja ringan yakni dikarenakan kurangnya pengalaman kerja pekerja sehingga terjadi kesalahan pada pemotongan , ada juga keramik yang diterima pekerja dalam keadaan pecah dikarenakan dalam proses pengiriman dalam keadaan terbungkus kardus, terdapat juga bata merah yang diterima pekerja belum dalam keadaan keras, dan untuk material semen, semen mengeras sebelum digunakan. Kata kunci: sisa material konstruksi, pareto, fishbone diagram