cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
TEKNO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 931 Documents
Pengembangan Sistem Penyediaan Air Bersih Di Desa Pinabetengan Utara Kecamatan Tompaso Barat Kabupaten Minahasa Marcella M. Koilam; Jeffry S. F. Sumarauw; Cindy J. Supit
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mata air Sinuiyan adalah mata air yang berada di Pegunungan Tonderukan, tepatnya di ujung selatan Desa Pinabetengan. Namun, masyarakat setempat belum mengolah sistem jaringan air bersih dengan baik dan menyeluruh. Oleh karena itu diperlukan perencanaan untuk sistem penyediaan air bersih di Desa Pinabetengan Utara. Penelitian ini dimulai dengan mengumpulkan data-data yang diperlukan dalam merencanakan sistem penyediaan sistem penyediaan air bersih, seperti studi lapangan dan studi literatur. Sistem Penyediaan air bersih di Desa Pinabetengan Utara direncanakan untuk memenuhi kebutuhan hingga tahun 2032. Untuk memprediksi jumlah kebutuhan air bersih, maka digunakan proyeksi dengan Analisis Regresi. Hasil analisis menunujukkan bahwa jumlah pertumbuhan penduduk Desa Pinabetengan Utara hingga tahun rencana 2032 adalah 1622 jiwa, dengan jumlah kebutuhan air bersih sebesar 1,4 liter/detik. Perpipaan dihitung dengan menggunakan persamaan Hazen – Williams dengan menggunakan pipa HDPE (High Density Polythene). Sumber air yang digunakan berasal dari mata air dengan debit sesaat sebesar 2 liter/detik. Dalam perencanaan ini untuk menangkap air dari mata air dibuat bronkaptering dan kemudian air dialirkan melalui pipa distribusi ke Hidran Umum. Untuk melayani kebutuhan air bersih penduduk Desa Pinabetengan Utara sampai tahun 2032, dibutuhkan 17 Hidran Umum. Kata kunci: desa Pinabetengan Utara, air bersih, sistem penyediaan, pengaliran gravitasi
Penggunaan Eco-Enzyme Dalam Menurunkan Kadar Escherichia Coli Dari Limbah Peternakan Pada Air Sungai Malalayang Dewi Nurjana H. Alamri; Herawaty Riogilang; Cindy J. Supit
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Faktor pencemar pada air sungai dapat disebabkan oleh beberapa aspek, seperti limbah domestik masyarakat dan limbah peternakan. Air sungai Malalayang diduga tercemar karena limbah peternakan yang langsung dibuang ke badan sungai. Sumber penyebab pencemaran pada air sungai dalam usaha peternakan berupa kotoran yang mengandung bakteri-bakteri, salah satunya bakteri Escherichia Coli (E.Coli). Pengelolaan kualitas air sungai dapat dilakukan dengan penggunaan Eco-Enzyme. Eco-Enzyme merupakan cairan organik yang dibuat dari proses fermentasi limbah organik rumah tangga khususnya kulit buah ataupun sayuran dengan penambahan gula merah dan air murni yang dilakukan selama 3 bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan cairan Eco-Enzyme dalam menurunkan kadar bakteri E.Coli pada air sungai yang tercemar. Penelitian dilakukan dengan pemberian Eco-Enzyme pada air sungai masing-masing 1000 mL dengan konsentrasi Eco-Enzyme yang digunakan 0%, 1,5% dan 3% dalam 3 kali pengulangan. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif dengan analisa statistik regresi linear sederhana. Berdasarkan analisis kadar bakteri E.Coli setelah diberi perlakuan dengan Eco-Enzyme mengalami penurunan pada konsentrasi 1,5% dan 3%. Berdasarkan hasil analisis regresi linear sederhana didapatkan bahwa pemberian Eco-Enzyme memberikan pengaruh yang signifikan untuk menurunkan kadar bakteri Escherichia Coli. Hal ini dibuktikan dengan nilai hasil ANOVA yaitu dengan tingkat signifikasi probabilitas 0,001 < 0,05. Kata kunci : Eco-Enzyme, Escherichia Coli, air sungai, limbah peternakan
Evaluasi Kapasitas Pengolahan Air Lindi TPA Tobelo Marahai Di Desa Gosoma Kecamatan Tobelo Kabupaten Halmahera Utara Chatrin A. Toreh; Hendra Riogilang; Steeva G. Rondonuwu
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air lindi merupakan air dengan konsentrasi kandungan organik yang tinggi, terbentuk dalam landfil akibat adanya air hujan yang masuk. Setiap hari volume sampah yang dihasilkan di Kabupaten Halmahera Utara mencapai sekitar 82,345 L/orang perhari atau sampah mencapai 50 ton/hari. Bak penampungan Air Lindi semakin banyak dan berlimpah apabila hujan terjadi terus menerus. Semakin bertambah timbunan sampah setiap hari dan mempengaruhi kinerja instalasi pengolahan Air lindi di TPAS Tobelo Marahai Kecamatan Tobelo Kabupaten Halmahera Utara. Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi kapasitas pengolahan Air Lindi di TPAS Tobelo Marahai. Pengolahan dan analisis data yang dilakukan adalah menghitung besarnya debit lindi yang dihasilkan dari TPAS Tobelo Marahai dengan melakukan pengukuran secara langsung. Metodologi yang dilakukan adalah mengambil data di lapangan berupa TSS, TDS, COD, BOD kemudian sampel lindi yang diambil dilakukan pemeriksaan kadar kontaminan di Laboratorium Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Halmahera Utara dan diperoleh hasil TSS 38 mg/L, TDS 829 mg/L, BOD 141mg/L, dan nilai COD 304 mg/L, nilai ini sedikit melebihi baku mutu yang diperbolehkan yaitu 300 mg/L serta melakukan perhitungan debit lindi dengan metode Thornweite-Matter. Hasil perhitungan perkolasi air tertinggi bulanan pada Februari dengan nilai perkolasi air 420m³ sehingga memperoleh debit lindi rencana 430m³. Mengevaluasi kondisi instalasi pengolahan lindi eksisting sehingga kolam lindi yang direncanakan menggunakan metode pengolahan kombinasi antara lain kolam anaerobik, kolam stabilisasi, maturasi, dan biofilter. Penyelenggaraan prasarana dan sarana sampah sejenis rumah tangga dan kinerja dari instalasi pengolahan lindi. Mengoptimalisasi instalasi pengolahan lindi TPAS Tobelo Marahai Kecamatan Tobelo Kabupaten Halmahera Utara. Kata kunci: air lindi, instalasi pengolahan, Tempat Pembuangan Akhir
Perbandingan Rencana Anggaran Biaya Dan Anggaran Pelaksanaan Pada Proyek Pembangunan Laboratorium SMP Negeri 3 Modoinding Theresa H. E. Sorongan; Tisano Tj. Arsjad; Deane R. O. Walangitan
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perhitungan biaya proyek dikenal istilah Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang merupakan perhitungan atau perkiraan biaya-biaya yang diperlukan untuk pelaksanaan suatu proyek konstruksi. Adapun Anggaran Pelaksanaan yaitu perhitungan berapa biaya sesungguhnya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu kontrak kerja proyek konstruksi. Secara garis besar Anggaran Pelaksanaan merupakan biaya nyata yang dikeluarkan dalam suatu proyek konstruksi, sedangkan Rencana Anggaran Biaya adalah anggaran rencana proyek konstruksi yang dibuat oleh konsultan perencana sebagai dasar untuk melakukan kontrak kerja konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa selisish antara Rencana Anggaran Biaya (RAB) dengan Anggaran Pelaksanaan atau biaya nyata pada Proyek Pembangunan Laboratorium SMP Negeri 3 Modoinding. Dari hasil wawancara, survey, dan perhitungan yang dilakukan, terdapat selisih biaya antara RAB dan Anggaran Pelaksanaan, dimana Anggaran Pelaksanaan lebih kecil daripada Rencana Anggaran Biaya (RAB) dengan selisih harga sebesar Rp. 31.387.000. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kontraktor memperoleh keuntungan sebesar 20% dari total nilai RAB. Kata kunci: RAB, anggaran pelaksanaan, biaya nyata
Analisis Debit Banjir Dan Tinggi Muka Air Sungai Marinsow Di Desa Kalinaun Kecamatan Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara Charly Ambat; Jeffry S. F. Sumarauw
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Marinsow merupakan salah satu sungai di Kabupaten Minahasa Utara Kecamatan Likupang Timur. Letak Sungai Marinsow melewati Desa Kalinaun. Sungai Marinsow pernah mengalami peningkatan tinggi muka air sehingga menyebabkan banjir, oleh karena itu dibutuhkan analisis debit banjir dan elevasi tinggi muka air yang dapat terjadi. Analisis debit banjir dan elevasi tinggi muka air dilakukan dengan mencari frekuensi hujan menggunakan metode Log Pearson III. Data curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan harian maksimum selama 10 tahun, yaitu dari tahun 2009 s/d 2018 pos hujan Araren-Pinenek dan pos hujan Klimatologi Maen. Pemodelan hujan aliran pada program komputer HEC-HMS menggunakan metode HSS Soil Conservation Services, dan untuk kehilangan air dengan SCS Curve Number (CN). Untuk aliran dasar (baseflow) menggunakan metode recession. Dilakukan kalibrasi parameter HSS SCS sebelum melakukan simulasi debit banjir menggunakan uji koefisien determinasi (r²). Untuk batasan setiap parameter disesuaikan dengan nilai standar pada program komputer HEC-HMS. Hasil uji koefisien determinasi (r²) menunjukan nilai 0,8615. Kemudian dilakukan analisis debit banjir dengan parameter terkalibrasi menggunakan program komputer HEC-HMS. Debit puncak hasil simulasi setiap kala ulang dimasukkan dalam program komputer HEC-RAS untuk simulasi tinggi muka air pada penampang yang telah diukur. Hasil simulasi menunjukkan bahwa semua penampang Sungai Marinsow yang ditinjau sudah tidak dapat menampung debit banjir yang terjadi untuk kala ulang 5 tahun, 10 tahun, 50 tahun dan 100 tahun. Kata kunci: sungai Marinsow, banjir, air, HEC-HMS, HEC-RAS
Produktivitas Pasangan Dan Plesteran Dinding Bata Ringan Pada Pembangunan Gedung Pusat Kesehatan Ibu Dan Anak Kota Manado Otniel D. S. Karundeng; Tisano Tj. Arsjad; Jantje B. Mangare
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan pekerjaan konstruksi membutuhkan sumber daya manusia sebagai salah satu faktor yang menentukan baik segi kualitas dan biaya pekerjaan. Kualitas suatu pekerjaan sangat tergantung pada keterampilan tenaga kerja dan ketersediaan bahan yang bermutu. Dengan demikian tenaga kerja menjadi salah satu faktor utama dalam pelaksanaan pekerjaan guna mencapai hasil yang optimal. Dalam pelaksanaan pembangunan perlu perancanaan yang baik serta komprehensif dengan bidang terkait termasuk peraturan sebagai pedoman pelaksanaan pekerjaan.Produktivitas tenaga kerja perlu dianalisis dalam melakukan aktivitasnya sebagaimana yang direncanakan dan diharapkan. Dari tinjauan literatur diperoleh bahwa dengan mempelajari studi gerak (motion study) yang ada atau sedang dilakukan, maka dapat dicari atau ditetapkan suatu metode kerja yang praktis, efesien dan efektif, sehingga aktivitas - aktivitas tenaga kerja dalam pelaksanaan pekerjaan dapat dioptimalkan terhadap pelaksanaan pekerjaan pasangan dan plesteran dinding bata ringan bangunan Gedung Pusat Kesehatan Ibu Dan Aanak Kota Manado.Dari hasil analisis yang dilakukan pada penelitian tentang pekerjaan pasangan bata ringan diperoleh nilai produktivitas rata-rata tenaga kerja masing-masing adalah untuk kepala tukang 35,370 m2/hari serta untuk pekerja 35,845 m2/hari dan tukang 35,675m2/hari, dengan produktivitas rata-rata tenaga kerja sebesar 35,63 m2/hari.Kemudian produktivitas rata-rata pekerjaan plesteran dinding untuk kepala tukang 35,370 m2/hari serta untuk pekerja 28,710 m2/hari dan tukang 35,675 m2/hari,dengan produktivitas rata-rata tenaga kerja sebesar 33,251m2/hari. Kata kunci: tenaga kerja, produktivitas, bangunan konstruksi
Analisis Aplikasi Eco-Enzyme Terhadap Biochemical Oxygen Demand Dan Chemical Oxygen Demand Pada Limbah Cair Tahu Di Industri Tahu Malalayang Putri F. Lamato; Herawaty Riogilang; Roski R. I. Legrans
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri tahu merupakan industri makanan yang menghasilkan sumber protein dari kacang kedelai yang sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia, termasuk di kota Manado. Industri tahu di kawasan Malalayang sebagian besar belum memiliki pengolahan limbah, sehingga limbah cair yang dihasilkan langsung dibuang ke Sungai Malalayang. Hasil pengujian menunjukan kadar pencemar pada limbah cair tahu di Malalayang memiliki nilai BOD sebeasr 4.589 mg/L dan COD yaitu 10.633 mg/L. Menurut Peraturan Mentri Lingkungan Hidup Republik Indonesia No. 5 Tahun 2014, nilai baku mutu limbah cair tahu pada parameter BOD yaitu 150 mg/L dan COD yaitu 300 mg/L yang artinya nilai BOD dan COD pada Industri Tahu Malalayang melebihi baku mutu limbah cair tahu. Oleh karena itu, pengolahan limbah cair tahu dilakukan agar kadar pencemar pada lingkungan sekitar industri dapat terjaga. Penurunan kadar BOD dan COD pada limbah cair tahu dapat dilakukan dengan menggunakan Eco-Enzyme. Eco-Enzyme adalah larutan yang terbuat dari limbah organik, gula merah/molase dan air dan sering digunakan dalam proses pengolahan air limbah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh BOD dan COD pada perlakuan limbah cair tahu dengan Eco-Enzyme. Metode penelitian adalah metode kuantitatif dengan analisis regresi linier sederhana. Pengujian dilakukan dengan menggunakan 1000 ml sampel limbah cair tahu yang diaplikasikan Eco-Enzyme sebanyak 0%, 5%, dan 10% dengan tiga pengulangan. Berdasarkan hasil analisis regresi linier sederhana, perlakuan dengan Eco-Enzyme menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kadar BOD dan COD pada limbah cair tahu dengan hasil ANOVA diantaranya BOD dengan tingkat signifikansi probabilitas yaitu 0,001 < 0,05 dan COD tingkat signifikansi probabilitas yaitu 0,003 < 0,05. Kata kunci: Eco-Enzyme, BOD, COD, limbah cair tahu
Perencanaan Bangunan Pengaman Pantai Pada Daerah Pantai Lakban Kecamatan Ratatotok Kabupaten Minahasa Tenggara Refly Mare; Nicolaas J. A. Tangkudung; Hans J. Tawas
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai Lakban terletak di wilayah kelurahan Desa Ratatotok Timur, Kabupaten Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara, Kestabilan Pantai mulai terganggu akibatnya proses abrasi mulai terjadi. Abrasi pantai dapat menimbulkan kerugian sangat besar dengan rusakya kawasan pemukiman. Untuk mengatasi masalah tersebut dilakukan perencanaan bangunan pengaman Pantai dengan mengumpulkan data sekunder berupa data angin, data gelombang, data pasang surut juga melalui softwer penunjang yang ada. Kemudian data tersebut dikelolah sehingga didapatkan desain pengaman pantai yang di butuhkan. Hasil dari analisis data maka didapatkan pola arus dominan yang terjadi adalah dari arah tenggara dan angkutan sedimen yang terjadi adalah angkutan sejajar pantai. Dengan jenis bangunan Revetment dengan lapis lindung batu kasar yang di modifikasi, tinggi mercu 4,23 m, lebar puncak 3,8 m kemiringan bangunan 1:3. Material yang digunakan yaitu batu yang disusun, dengan lapis lindung sebanyak 3 kali, t1 2,51 m ; t2 1,17 m ; t3 0,43 m, dan tinggi toe protection 2,51 m, lebar toe protection 5,46. Kata kunci: Ratatotok, abrasi pantai, revetment
Perencanaan Bangunan Pengaman Pantai Di Daerah Pantai Ranowangko Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa Andrew W. Winowatan; Tommy Jansen; Jeffry D. Mamoto
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai Ranowangko terletak di Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara. Daerah Pantai ini merupakan pantai yang terletak tepat di belakang pemukiman warga. Berdasarkan hasil pengamatan dilokasi, telah terjadi abrasi sehingga mengakibatkan mundurnya garis pantai yang berdampak pada lokasi masyarakat setempat beraktivitas. Dalam penelitian ini dilakukan survey lokasi penelitian, pengambilan data pasang surut dan data kecepatan angin agar dapat merencanakan suatu perencanaan bangunan pengaman pantai. Berdasarkan pengolahan data maka didapatkan bangunan non overtopping revetment dengan tinggi bangunan 5,36 m dan lebar puncak 1 m. Fungsi dari bangunan pengaman pantai revetment ialah menahan gelombang tinggi dan melindungi tanah dibelakang bangunan pengaman pantai dari gempuran gelombang supaya tidak terjadi abrasi serta memberikan kemudahan untuk menyediakan akses ke pantai atau badan air untuk memancing, rekreasi dan tempat berlabuhnya perahu. Kata kunci: pantai Ranowangko , bangunan pengaman pantai , revetment, perencanaan
Rencana Biaya Pelaksanaan Pada Proyek Penggantian Jembatan Sosongian Di Ruas Jalan Trans Sulawesi, Desa Tumpaan, Kecamatan Tumpaan, Kabupten Minahasa Selatan Ibrani J. Kadjiman; Tisano Tj. Arsjad; Deane R. O. Walangitan
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan Trans Sulawesi adalah jalan yang menghubungkan daerah-daerah yang ada di kepulauan Sulawesi. Di ruas jalan ini terdapat banyak aliran sungai yang menyebabkan transportasi darat terhambat. Jembatan Sosongian sendiri sebelumnya sudah ada, namun karena sudah cukup lama dan bermasalah pada girdernya, maka jembatan ini di renovasi untuk dibuat jembatan yang baru. Melihat permasalahan yang ada, pemerintah mengambil kebijakan untuk membangun jembatan dalam mengatasi masalah tersebut, maka Rencana Biaya Pelaksanaan harus sangat diperhatikan. Panjang Penggantian Jembatan Sosongian adalah 14.0 km, lebarnya adalah 8 meter, dan waktu pelaksanaan adalah 360 hari kalender, sehingga anggaran yang dibutuhkan untuk Proyek Penggantian Jembatan Sosongian adalah Rp. 5.727.868.040. Kata kunci: jembatan, renovasi, metode pelaksanaan, hasil