cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
TEKNO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 931 Documents
Analisis Perbandingan Pengaruh Kedalaman Terhadap Transformasi Gelombang Di Pantai Parentek Dan Pantai Malalayang Jonathan A. Christian; M. Ihsan Jasin; Arthur H. Thambas
TEKNO Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i89.58188

Abstract

Pantai Parentek, Kec. Lembean Timur, Kab. Minahasa dan Pantai Malalayang, Kec. Malalayang, Kota Manado, merupakan area wisata, namun juga Pada saat-saat tertentu terjadi faktor alam berupa tinggi gelombang yang cukup besar pada daerah pantai ini. Kondisi pantai diperparah oleh Abrasi, sehingga membuat garis pantai berkurang setiap tahunnya dan menyebabkan kerusakan di area pesisir. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari penelitian terdahulu untuk mengkaji lebih dalam tentang perbandingan transformasi gelombang berdasarkan pengaruh kedalaman laut. Data yang diperoleh dianalisis untuk memahami bagaimana perubahan kedalaman mempengaruhi proses refraksi, shoaling dan gelombang pecah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan refraksi, shoaling dan gelombang pecah akibat variasi kedalaman di kedua pantai. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kedalaman memiliki pengaruh terhadap transformasi gelombang. Kata kunci: Pantai Parentek, Pantai Malalayang, transformasi gelombang
Studi Pengembangan Wisata Pantai Toro Di Kecamatan Lembean Timur Kabupaten Minahasa Migel Z. Temo; Jeffry D. Mamoto; Ariestides K. T. Dundu
TEKNO Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i89.58189

Abstract

Pantai Toro terletak di kecamatan Lembean Timur, Kabupaten Minahasa adalah pantai yang sepanjang pesisirnya dilewati jalan penghubung antara kabupaten Minahasa Utara dan Minahasa, selain itu wilayah pesisir yang memiliki pasir putih itu juga dijadikan masyarakat sebagai tempat wisata. Studi pengembangan potensi wilayah pantai harus dilakukan dengan mengumpulkan data sekunder berupa data angin, data gelombang, data pasang surut, juga melalui software penunjang yang ada. Kemudian data tersebut di analisis sehingga didapatkan potensi apa yang dapat dikembangkan di wilayah pantai Toro. Berdasarkan analisa yang dilakukan terhadap wilayah Pantai Toro menggunakan data gelombang dan angin (masa lalu) 5 tahun, maka diperoleh hasil Tinggi gelombang signifikan (H) = 1,042 meter, periopde gelombang signifikan (T) = 4.849 detik dan tinggi gelombang pecah (Hb) = 0.939 meter. Berdasarkan hasil dtersebut dapat disimpulkan pantai Toro memiliki tinggi gelombang yang relative rendah sehingga sangat aman dikembangkan untuk kegiatan masyarakat, ditunjang juga dengan lokasi Pantai yang mudah untuk diakses membuat wilayah Pantai Toro sangat strategis untuk Pariwisata, dan sesuai juga dengan RTRW Kabupatan Minahasa yang merencanakan strategi pengembangan wisata pantai dan bahari di kecamatan Lembean Timur. Kata kunci: Pantai Toro, gelombang, RTRW, pengembangan wisata, revetment
Kajian Potensi Banjir Sungai Lobu Desa Lolak Kabupaten Bolaang Mongondow Jimmy Y. Kalumata; Jeffry S. F. Sumarauw; Liany A. Hendratta
TEKNO Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i89.58190

Abstract

Sungai Lobu adalah salah satu sungai yang berada di Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow. Sungai Lobu pernah meluap menyebabkan kerugian bagi warga yang tinggal di sekitar sungai. Analisis dimulai dengan mencari frekuensi hujan menggunakan metode Log Pearson III. Data hujan yang digunakan berasal dari pos hujan MRG Ayong Bumbung, MRG Lolak Solog, MRG Pusian dan MRG Pindol. Data curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan harian maksimum tahun 2008 s/d 2021. Pemodelan hujan aliran pada program komputer HEC-HMS menggunakan metode HSS Soil Conservation Services, untuk kehilangan air dengan SCS Curve Number (CN), dan aliran dasar (baseflow) menggunakan metode recession. Dilakukan kalibrasi parameter HSS SCS sebelum melakukan simulasi debit banjir dengan menggunakan uji debit puncak. Hasil uji debit puncak kalibrasi 23,4 m3/detik mendekati debit puncak observasi. Kemudian dilakukan analisis debit banjir dengan parameter terkalibrasi. Debit puncak hasil simulasi setiap kala ulang dimasukkan dalam program komputer HEC-RAS untuk simulasi elevasi tinggi muka air pada penampang. Hasil simulasi menunjukkan bahwa semua penampang disetiap STA sungai Lobu yang ditinjau tidak mampu menampung debit banjir rencana pada setiap kala ulang. Maka, dilakukan redimensi untuk setiap penampang sehingga mampu menampung besaran debit banjir Q100. Kata kunci: Sungai Lobu; debit banjir; tinggi muka air, HEC-HMS, HEC-RAS
Evaluasi Kinerja Gedung Pendidikan Fakultas Hukum 6 Lantai Dengan Metode Analisis Pushover Gervino E. Bawinto; Banu D. Handono; Ronny E. Pandaleke
TEKNO Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i89.58192

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada gedung pendidikan fakultas hukum 6 lantai dengan metode analisa pushover. Simulasi dilakukan pada software seismostruct sebagai software yang dirancang khusus untuk melakukan evaluasi seismik. Penelitian ini dibuat 2 model, model 1 dengan shear wall dan model 2 tanpa shear wall. Prosedur yang digunakan yaitu ASCE 41-17 menggunakan 2 bahaya gempa untuk menentukan titik level kinerja immediate occupancy dan life safety pada kurva pushover. Untuk model 1 hasil analisa pushover menunjukan nilai gaya geser dasar sebesar 10224,06 kN berada dibawa level kinerja immediate occupancy arah x maupun arah y sebesar 18325 kN dan 20625 kN. Untuk model 2 nilai gaya geser dasar sebesar 8714,10 kN berada dibawah level kinerja immediate occupancy arah x maupun arah y sebesar 15788 kN dan 15696 kN. Dan untuk simpangan antar tingkat dari kedua model tersebut sudah memenuhi syarat SNI gempa 1726-2019. Dengan demikian untuk kinerja struktur gedung pendidikan fakultas hukum 6 lantai model 1 yang ada dilapangan terbilang sangat baik dan aman untuk digunakan kembali walaupun terkena gempa kuat untuk lokasi manado. Dan juga untuk struktur model 2 tanpa adanya dinding geser dapat digunakan dengan syarat memperbesar dimensi kolom pada lantai 1 dan lantai 2. Kata kunci: gempa, pushover, kinerja, simpangan, ASCE 41-17
Perencanaan Bangunan Pengaman Pantai Di Desa Tambala Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa Alvaro F. Senewe; M. Ihsan Jasin; Jeffry D. Mamoto
TEKNO Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i89.58198

Abstract

Desa Tambala yang memiliki bentang alam dengan karakteristik pantai,daratan dan perbukitan menjadi nilai tambah untuk desa tambala. Pesisir Pantai desa Tambala memang tidak menjadi salah satu destinasi wisata dikarenakan adanya pemukiman warga khususnya di Kampung Islam desa Tambala tersebut. Menurut pengamatan, pada pemukiman warga di sekitaran pantai telah mengalami kerusakan dengan Kondisi Bangunan Pengaman Revetment(Buis beton) yang ada di beberapa titik telah mengalami kerusakan yang disebabkan oleh gelombang tinggi, sehubungan dengan kondisi tersebut maka pada kajian ini akan dilakukan perencanaan bangunan yang sesuai berdasarkan analisis yang dilakukan dengan memperhitungkan gaya alam yang terdapat di sekitar pantai untuk mengetahui bangunan Revetment yang baru lebih efektif atau tidak terhadap pengaruh abrasi dan sedimentasi di desa Tambala. Data tersebut di analisis agar mendapatkan desain dari pengaman pantai yang diperlukan. Dari hasil analisis data didapatkan pengaman pantai tipe (Hard) jenis Revetment mengunakan Block Beton modifikasi, dengan Tinggi Mercu 4.56 m, Lebar Puncak 2.07 m, dengan Kemiringan Pengaman 1:3, Lebar Toe Protection 3.6 m, serta Tinggi Toe Protection 1.38 m. Kata kunci: pantai Desa Tambala, gelombang, abrasi, pengamanan pantai, revetment
Penataan Sistem Drainase Di Jalan RS. GMIM Kalooran Kecamatan Amurang Kabupaten Minahasa Selatan Rafael W. Sondakh; Jeffry S. F. Sumarauw; Tiny Mananoma
TEKNO Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i89.58199

Abstract

Jalan RS Kalooran adalah jalan yang berada di kelurahan Buyungon, Kecamatan Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan. Di beberapa section jalan tersebut kerap kali terdapat genangan air dari saluran drainase akibat curah hujan yang tinggi. Drainase yang berada di kawasan tersebut banyak terjadi pengendapan sedimentasi yang mengakibatkan rusaknya konstruksi yang terdapat di saluran sehingga air hujan mengalir memenuhi jalan. Dari kondisi tersebut, perlu dilakukan analisis kinerja sistem drainase untuk mengurangi resiko terjadi genangan ataupun banjir di wilayah tersebut. Penelitian dalam tugas akhir ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah drainase termasuk kondisi sistem dan prasarana drainase sekaligus memberi solusi untuk meminimalisir terjadinya genangan dengan meninjau kembali sistem drainase dan dimensi saluran eksisting yang ada. Sehingga dari hasil penelitian dalam tugas akhir ini dapat memberikan data-data terkait masalah drainase di Jalan RS GMIM Kalooran dengan pemecahan masalah berdasarkan analisis hidrologi dan analisis hidraulika aliran saluran terbuka. Tahapan penelitian meliputi tahap persiapan, selanjutnya dilakukan pengumpulan data primer melalui survei lapangan untuk mendapatkan data fisik saluran, mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan dengan pengamatan dan wawancara penduduk yang tinggal Jalan RS GMIM Kalooran. Analisis Data yang dilakukan dalam penelitian iniadalah : a. Analisis Hidrologi Analisis data curah hujan rencana; Analisis debit rencana saluran; b. Analisis Hidraulika; Cek kapasitas saluran dan gorong-gorong. Berdasarkan hasil analisis, hampir semua saluran tidak dapat mengalirkan debit rencana dikarenakan beban debit dari area perbukitan juga mengalir ke sistem drainase disekitar RS GMIM Kalooran. Berdasarkan hasil analisis tersebut, diperlukan penambahan saluran drainase baru dan menambah 2 outlet baru agar akumusi debit di outlet eksisting tidak terlalu besar, Penyesuaian dimensi pada saluran eksisting yang sudah ada, Pada sistem saluran eksisting terdapat 32 saluran dan 14 gorong-gorong yang mengalirkan air menuju 2 titik outlet. Kata kunci: drainase, analisis hidrologi, analisis hidraulika, saluran
Analisis Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Dengan Metode Job Safety Analysis (JSA) Di Proyek Stasiun Pemadam Kebakaran PT. Freeport Indonesia Maureen I. Mamahit; Revo L. Inkiriwang; Jermias Tjakra
TEKNO Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i89.58387

Abstract

Proyek konstruksi dikenal memiliki banyak risiko, terutama terkait dengan kecelakaan kerja yang sering terjadi di sektor ini. Berbagai karakteristik proyek konstruksi, seperti lokasi kerja yang bervariasi, lingkungan terbuka, dan waktu pelaksanaan yang terbatas, turut meningkatkan risiko kecelakaan. Angka kecelakaan kerja di Indonesia menunjukkan tren yang mengkhawatirkan, dengan kasus meningkat dari 182.835 pada 2019 menjadi 265.334 pada 2022. Penelitian ini fokus pada implementasi sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (K3) melalui metode Job Safety Analysis (JSA) pada proyek pembangunan Stasiun Pemadam Kebakaran PT. Freeport Indonesia. JSA digunakan untuk mengidentifikasi dan mengelola potensi bahaya di setiap tahapan pekerjaan, dari persiapan area kerja hingga pemasangan pipa dan fitting. Hasil analisis menunjukkan bahwa setiap tahapan memiliki risiko spesifik, seperti jatuh dari ketinggian, terpapar debu, dan cidera otot. JSA berperan penting dalam pencegahan dan pengendalian risiko dengan mengedepankan penggunaan alat pelindung diri (APD), inspeksi alat, dan pelatihan kerja yang sesuai. Dengan penerapan sistem manajemen K3 yang efektif, diharapkan angka kecelakaan kerja dapat dikurangi, menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan produktif. Kata kunci: Job Safety Analysis (JSA), Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
Analisis Fondasi Tiang Bor Dan Fondasi Rakit Di Tanah Berpotensi Likuifaksi (Studi Kasus: Daerah Pinggiran Jembatan Megawati Kota Manado) Dody Al F. Munsir; Fabian J. Manoppo; Steeva G. Rondonuwu
TEKNO Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i89.58388

Abstract

Salah satu dampak yang disebabkan oleh gempa bumi yaitu likuifaksi. Likuifaksi dapat berpotensi menurunkan nilai daya dukung dan menambah nilai penurunan segera. Analisis zona likuifaksi dilakukan dengan metode simplifikasi NCEER untuk mendapatkan nilai safety of factor (FS). Analisis daya dukung, dan penurunan segera pada fondasi tiang bor dan fondasi rakit dilokasi penelitian dianalisis berdasarkan tanpa pengaruh likuifaksi dan akibat dari likuifaksi. Hasil analisis menunjukkan bahwa lapisan tanah 0 – 5 m mengalami likuifaksi apabila terjadi gempa dengan nilai magnitude yaitu 6,5 – 8,5 Mw. Terjadi kehilangan daya dukung dan bertambahnya nilai penurunan segera pada fondasi tiang bor dan fondasi rakit akibat likuifaksi. Kata kunci: gempa, likuifaksi, fondasi, tiang bor, rakit
Analisis Debit Banjir dan Tinggi Muka Air Sungai Sapalalum Di Desa Lelema Kabupaten Minahasa Selatan Agnesia Kumajas; Jeffry S. F. Sumarauw; Cindy J. Supit
TEKNO Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i89.58389

Abstract

Sungai Sapalalum merupakan salah satu sungai di Kabupaten Minahasa Selatan yaitu di desa Lelema, Kecamatan Tumpaan. Sungai ini sudah pernah meluap dan menyebabkan banyak kerugian bagi masyarakat sekitar. Oleh karena itu dibutuhkan perhitungan debit banjir dan elevasi tinggi muka air yang dapat terjadi. Analisis debit banjir dan elevasi tinggi muka air dilakukan dengan mencari frekuensi hujan dengan menggunakan metode Log Pearson III. Data hujan yang digunakan yaitu data hujan harian maksimum yang di ambil dari pos Klimatologi hujan Ranowangko – Tara- tara dan Pentu – Pinaling pada tahun 2008 s/d 2021. Pemodelan hujan aliran dilakukan pada program komputer HEC-HMS menggunakan metode HSS Soil Conservation Services dan untuk kehilangan air dengan SCS Curve Number (CN). Untuk aliran dasar (baseflow) akan menggunakan metode recession. Dilakukan kalibrasi parameter HSS SCS sebelum melakukan simulasi debit banjir dengan menggunakan uji debit puncak. Parameter yang akan dikalibrasi adalah lag time, curve number, recession constant, baseflow dan ratio to peak. Untuk batasan setiap parameter disesuaikan dengan nilai standar pada program komputer HEC-HMS. Hasil uji uji debit puncak menunjukan nilai 45,8 m3/det. Kemudian dilakukan analisis debit banjir dengan parameter terkalibrasi menggunakan program komputer HEC-HMS. Debit puncak hasil simulasi setiap kala ulang dimasukkan dalam program komputer HEC-RAS untuk simulasi tinggi muka air pada penampang yang telah diukur. Hasil simulasi menunjukkan bahwa STA 0+025, STA 0+100, STA 125, STA 0+150, STA 0+175, STA 0+200 tidak dapat menampung debit banjir untuk kala ulang 5 tahun, 10 tahun, 25 tahun, 50 tahun, dan 100 tahun. Hanya STA 0+075 yang dapat menampung debit banjir untuk semua kala ulang rencana. Kata kunci: Sungai Sapalalum, Banjir, HEC-HMS, HEC-RAS
Perencanaan Bangunan Pengaman Pantai Di Pantai Lilang Kecamatan Kema Kabupaten Minahasa Utara Gideon C. G. Corinus; Jeffry D. Mamoto; M. Ihsan Jasin
TEKNO Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i89.58445

Abstract

Pantai Lilang berada di Kecamatan Kema, Minahasa Utara, adalah salah satu pantai yang pesisirnya dijadikan sebagai pemukiman serta tempat bersandarnya kapal-kapal nelayan. umumnya perkembangan daerah pantai lebih pesat dibandingkan dengan daerah pedalaman, namun beriringan dengan perkembangan ada pula masalah yang terjadi. Menurut informasi warga, sejak dulu tidak ada bangunan pengaman pantai yang terpasang di daerah tersebut sehingga apabila gelombang pasang datang sebagian rumah warga tergenang air laut saat tertentu pula faktor alam berupa tinggi gelombang cukup besar pada daerah pantai ini yang menyebabkan Abrasi serta dapat mengakibatkan mundurnya garis pantai yang berdampak di kawasan pemukiman. Berdasarkan permasalahan yang terjadi maka perlu untuk melakukan perencanan pengaman pantai yang tepat di pantai Bahoi, Likupang Barat. Perencanaan pengaman pantai direncanakan dengan mengumpulkan data sekunder yang didapatkan dari BMKG Kota Bitung dan Pangakalan Utama TNI AL VIII Kairagi berupa data angin, pasang surut, juga melalui software penunjang yang ada. Data tersebut di analisis agar mendapatkan desain dari pengaman pantai yang diperlukan. Dari hasil analisis data didapatkan pengaman pantai tipe (Hard) jenis Revetment mengunakan Block Beton modifikasi, dengan Tinggi Mercu 3.89 m, Lebar Puncak 2.3 m, dengan Kemiringan Pengaman 1:2, Lebar Toe Protection 4.2 m, serta Tinggi Toe Protection 1.57 m. Kata kunci: Pantai Lilang, gelombang, abrasi, pengamanan pantai, revetment