cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
TEKNO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 931 Documents
Uji Laik Fungsi Jalan Secara Teknis Pada Ruas Jalan Batas Kota Tahuna - RSU Tahuna Dengan Nomor Ruas 034 15 K Andini R. Kansil; Theo K. Sendow; Lucia G. J. Lalamentik
TEKNO Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i89.57751

Abstract

Ruas Batas Kota Tahuna-RSU Tahuna merupakan Fungsi Jalan Kolektor Primer dan merupakan jalan penghubung antara Kecamatan Tahuna dengan Kecamatan Tabukan Utara, yang mana merupakan akses ke tempat wisata, pusat perdagangan, pusat industri, akses ke Bandar Udara Naha, serta Pelabuhan Petta, dengan adanya hal tersebut maka pengujian terhadap Kelaikan Jalan sangat diperlukan di ruas jalan ini, dengan dilakukan penelitian di ruas jalan ini maka dapat dilihat afaktor apa saja yang mempengaruhi kelaikan jalan, bagaimana kelaikan fungsi jalan pada ruas jalan Batas Kota Tahuna-RSU Tahuna jika dilihat secara teknis berdasarkan peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 11/PRT/M/2010 serta apa saja perbaikan yang diperlukan agar meningkatkan kelaikan pada ruas jalan tersebut. Dari hasil penelitian Laik Fungsi Jalan pada Ruas Jalan Batas Kota Tahuna-RSU Tahuna maka dapat dianalisa beberapa komponen pengujian dinyatakan Laik Fungsi Bersyarat (LS) artinya Ruas Jalan ini masih bisa digunakan secara umum dengan diiringi perbaikan pada Komponen Jalan yang masih belum mencapai kondisi Laik Fungsi (LS) berdasarkan kondisi dilapangan didapati bahwa sebagian besar kerusakan struktural disebabkan karena kurangnya pemeliharaan, maka dari itu untuk meningkatkan kembali kondisi Laik Fungsi Jalan di Ruas Jalan Batas Kota Tahuna-RSU Tahuna guna menjamin keselamatan pengguna jalan diperlukan pemantauan, pengawasan, serta langkah konkret seperti pemeliharan secara berkala. Kata kunci: jalan kolektor primer, uji laik fungsi jalan, kelaikan jalan
Perhitungan Rencana Anggaran Biaya Pada Pembangunan Gedung Gereja GBI Pusat Perakitan Lobu Atas Michelle Walakandou; Pingkan A. K. Pratasis; Jantje B. Mangare
TEKNO Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i89.57759

Abstract

Dalam sebuah proyek konstruksi, diperlukan perencanaan yang matang agar hasilnya bisa tepat waktu, tepat biaya, dan tepat mutu. Salah satu hal yang perlu dipersiapkan dalam tahapan perencanaan yaitu Rencana Anggaran Biaya. Rencana Anggaran Biaya (RAB) merupakan perhitungan terperinci yang menghasilkan perkiraan biaya yang diperlukan dalam sebuah proyek. Dalam menghitung anggaran biaya, diperlukan data berupa volume setiap pekerjaan beserta analisis harga satuan pekerjaan yang mencakup di dalamnya harga satuan bahan, upah, dan alat. Tujuan dari tugas akhir ini adalah menghitung rencana anggaran biaya pada pembangunan Gedung Gereja GBI Pusat Perakitan Lobu Atas, dengan luas area adalah 487 m². Batasan masalah dari tugas akhir ini adalah pekerjaan yang dihitung hanya meliputi pekerjaan struktur yaitu : pekerjaan pondasi, pekerjaan balok, pekerjaan kolom, pekerjaan pelat, dan pekerjaan tangga. Analisa Harga Satuan Pekerjaan yang digunakan adalah berdasarkan Permen PUPR tahun 2023. Hasil akhir perhitungan rencana anggaran biaya merupaka rekapitulasi RAB, yaitu total seluruh pekerjaan kemudian ditambah PPN 10% dan dibulatkan, dan total biaya yang didapatkan dalam perhitungan tugas akhir ini adalah Rp 1.981.000.000 (Satu Miliar Sembilan Ratus Delapan Puluh Satu Juta Ribu Rupiah). Kata kunci: RAB, AHSP PUPR 2023, volume pekerjaan
Metode Pelaksanaan Sloof Dan Kolom Dalam Proyek Konstruksi Mako Brimob Kalasey Kota Manado Stevino F. P. Putra; Deane R. O. Walangitan; Pingkan A. K. Pratasis
TEKNO Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i89.57770

Abstract

Metode pelaksanaan adalah metode yang menggambarkan penguasaan penyelesaiain pekerjaan yang sistematis dari awal sampai akhir pekerjaan , yang meliputi tahapan/urutan pekerjaan , dan juga uraian /cara kerja dari setiap jenis kegiatan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode pekerjaan struktur sloof dan kolom pada proyek pembangunan Mako Brimob Kalasey Kota manado. Hasil yang diperoleh bahwa metode pelaksaanan di lakukan berdasarkan Dokumen Teknis.Dapat disimpulkan bahwa pekerjaan pengecoran Sloof dan Kolom sudah sesuai dengan Standar Indonesia dan SOP. Kata kunci: metode, sloof, kolom
Perencanaan Struktur Beton Bertulang Gedung Sekolah Empat Lantai Di Kota Manado Lourdes M. G. Wantania; Ronny E. Pandaleke; Banu D. Handono
TEKNO Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i89.57802

Abstract

Kota Manado di Sulawesi Utara termasuk pada kawasan rawan gempa dengan kategori desain seismik D. Oleh karena itu, perencanaan struktur gedung bertingkat, terutama untuk gedung sekolah yang juga berfungsi sebagai tempat perlindungan darurat apabila terjadi bencana, harus didesain dengan daktilitas tinggi untuk memastikan ketahanan struktur terhadap beban gempa yang signifikan. Agar dapat menahan beban gempa, struktur gedung sekolah direncanakan menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus berdasarkan SNI 1726:2019. Struktur juga didesain untuk memikul beban mati dan beban hidup berdasarkan SNI 1727:2020. Tinggi struktur 13.5 m, dengan dimensi struktur arah x 56 m dan arah y 18.5 m. Dalam perencanaan ini, struktur dimodelkan kemudian dianalisis menggunakan program. Pada lantai kerja, detail tulangan pelat yang didapatkan tidak seragam untuk setiap tingkat, dikarenakan perhitungan tulangan pelat bergantung pada pembebanan setiap lantai yang berbeda-beda. Tulangan balok dihitung berdasarkan masing-masing kondisi balok yang berbeda, sehingga detail tulangan yang dihasilkan bervariasi dengan rasio kapasitas maksimal balok 1.02%. Dimensi kolom direncanakan seragam, namun pada kolom lantai bawah digunakan lebih banyak tulangan untuk menahan gaya aksial yang besar pada tingkat dasar dengan rasio kapasitas maksimal kolom 2.58%. Elemen-elemen struktur dan penulangan yang telah direncanakan mampu menahan gaya-gaya yang bekerja pada penampang, sehingga disimpulkan bahwa struktur gedung yang telah didesain sudah memenuhi persyaratan keamanan kekuatan rencana. Struktur telah memenuhi memenuhi tiga prinsip/syarat SRPMK, yaitu Strong Column-Weak Beam dengan rasio maksimum 1.29%, tahan terhadap geser yang ditandai dengan terpenuhinya kapasitas geser perlu, serta sudah memenuhi syarat-syarat pendetailan untuk mendapatkan struktur yang bersifat daktail. Kata kunci: Perencanaan Struktur Beton Bertulang, Sekolah, SRPMK
Analisis Kandungan Besi (Fe), Fluorida (F) Dan Fecal Coliform Di Sungai Panasen, Desa Panasen, Kabupaten Minahasa Raden G. Rompas; Liany A. Hendratta; Roski R. I. Legrans
TEKNO Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i89.57824

Abstract

Desa Panasen merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Kakas Barat, Kabupaten Minahasa, dengan luas Desa 267 Ha atau 2,67 KM2. Keadaan wilayah desa Panasen mempunyai lahan budidaya sawah 83 Ha, kebun ladang 154 Ha, hutan budidaya tidak ada, hutan non budidaya 10 Ha, dan pemukiman 20 Ha. Jumlah populasi total di desa ini pada tahun 2022 adalah sebanyak 1.328 jiwa. Dilihat dari kondisi geografis Desa Panasen yang berdekatan dengan Sungai Panasen menyebabkan sungai ini sering digunakan sebagai tempat pembuangan limbah pertanian dan domestik. Hasil uji laboratorium menunjukkan peningkatan signifikan konsentrasi Besi (Fe) dan Fluorida (F) dibandingkan dengan lokasi di Desa Panasen, Kecamatan Kakas Barat, Kabupaten Minahasa. Peningkatan konsentrasi Besi (Fe) ini diidentifikasi disebabkan oleh aktivitas masyarakat seperti pembuangan limbah pertanian dan domestik, serta proses pelarutan batuan dan mineral yang mengandung logam-logam tersebut. Limbah cair dari pertanian terutama berasal dari penggunaan pupuk dan pestisida, sementara limbah domestik mencakup detergen dan pipa besi. Proses pelapukan kimia mineral silikat juga memainkan peran penting dalam pelepasan ion Fe²⁺ ke dalam perairan. Selain itu, parameter Fecal Coliform mengalami penurunan di hilir sungai, yang mungkin disebabkan oleh kemampuan alami sungai untuk memurnikan diri melalui proses sedimentasi, pengenceran, dan degradasi biologis. Sebaliknya, tingginya konsentrasi Fecal Coliform yang berlokasi di Desa Panasen disebabkan oleh kontaminasi feses manusia atau hewan, yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia. Untuk mengendalikan pencemaran lingkungan dan menjaga kualitas air Sungai Panasen, diperlukan upaya identifikasi sumber pencemaran, pengembangan teknologi pengolahan limbah seperti Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), pengurangan penggunaan pupuk kimia, serta peningkatan peran serta masyarakat dan koordinasi pemerintah. Langkah-langkah ini diharapkan dapat meningkatkan dan melindungi kualitas air sungai secara efektif. Kata kunci: kualitas air, pencemaran air, pengelolaan limbah, Danau Tondano
Pengaruh Lahan Basah (Wetland) Terhadap Kualitas Air Di Sungai Toubeke Kelurahan Masarang, Kabupaten Minahasa Kristoffel R. P. Kapoh; Liany A. Hendratta; Roski R. I. Legrans
TEKNO Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i89.57829

Abstract

Lahan basah (wetland) adalah wilayah-wilayah di mana tanahnya jenuh dengan air, baik bersifat permanen (menetap) atau musiman. Lahan basah merupakan wilayah yang memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi dibandingkan dengan kebanyakan ekosistem lainnya. Sungai Toubeke di kelurahan Masarang, Kabupaten Minahasa diindikasikan telah mengalami pencemaran yang diakibatkan oleh aktivitas pembuangan limbah cair domestik dan pertanian. Kualitas air adalah istilah yang menggambarkan kesesuaian atau kecocokan air untuk penggunaan tertentu, misalnya: air minum, perikanan, pengairan/irigasi, industri, rekreasi dan sebagainya. Peduli kualitas air adalah mengetahui kondisi air untuk menjamin keamanan dan kelestarian dalam penggunaannya. Terkait vitalnya peranan lahan basah (wetland) terhadap kelangsungan ekosistem dan kualitas air oleh karena itu penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh lahan basah (wetland) terhadap kualitas air sungai berdasarkan kriteria mutu air menurut peraturan pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dan mengusulkan strategi pengendalian pencemaran air Sungai Toubeke yang perlu dilaksanakan. Parameter yang menjadi fokus analisis pada penelitian ini adalah BOD, COD, Nitrat dan Fosfat. Hasil pengujian laboratorium menunjukan angka yang bervariasi pada setiap parameter uji, tapi secara garis besar hasil yang diperoleh berdasarkan 2 (dua) titik sampel yang di ambil sebelum dan sesudah melewati lahan basah (wetland) masih memenuhi kriteria mutu air kelas III menurut PP Nomor 22 Tahun 2021. Rencana strategi pengendalian pencemaran nutrient pada sungai toubeke dilakukan dengan analisis SWOT (strength, weaknesses, oppourtunities dan threats) yang didalamnya terdapat langkah untuk melakukan restorasi dan perlindungan lasah basah, kemudian revegetasi hidrofit pada lahan basah dan fitoremidiasi tanaman hidrofit untuk kelansungan lasah basah yang ada. Kata kunci: lahan basah, sungai, kualitas air, pengendalian pencemaran air
Analisis Kadar Total Suspeded Solid (TSS) Dan Ferrum (Fe) Di Bendungan Kuwil Dea M. B. Ering; Isri R. Mangangka; Roski R. I. Legrans
TEKNO Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i89.57844

Abstract

Bendungan Kuwil Kawangkoan merupakan proyek bendungan strategis nasional yang terletak di Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara. Bendungan ini memiliki fungsi utama untuk pengendalian banjir dan penyediaan air baku di Kota Manado dan sekitarnya dan sebagai penyedia energi listrik tenaga mikrohidro yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air Sebelum Bendungan, Area Bendungan dan Sesudah Bendungan Kuwil berdasarkan kadar Total Suspended Solid (TSS) dan Ferrum (Fe). Kemudian data hasil pengujian kualitas air dari masing-masing parameter dibandingkan dengan nilai baku mutu menurut Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa kadar Total Suspended Solid (TSS) dan Ferrum (Fe) masih memenuhi baku mutu. Hasil perbandingan kadar Total Suspended Solid (TSS) dan Ferrum (Fe) Sebelum, Area dan Sesudah Bendungan Kuwil menunjukkan terjadinya kenaikan dan penurunan. Bendungan Kuwil memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan kualitas air. Namun kualitas air mengalami penurunan setelah menuju aliran titik pengambilan sampel selanjutnya. Kata kunci: Bendungan Kuwil, kualitas air sungai, kadar TSS, kadar Fe
Analisis Kualitas Air Sungai Tondano Di Hulu Dan Hilir Bendungan Kuwil Kawangkoan Athalia P. P. Markus; Isri R. Mangangka; Roski R. I. Legrans
TEKNO Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i89.57851

Abstract

Sungai Tondano merupakan salah satu sungai utama di Provinsi Sulawesi Utara, yang memiliki peran penting sebagai sumber air bagi keperluan domestik, irigasi, dan industri. Sungai ini mengalir melalui Bendungan Kuwil Kawangkoan, yang berfungsi untuk mengendalikan banjir, menyediakan air baku, dan menghasilkan listrik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air Sungai Tondano di tiga titik, yaitu di hulu, area bendungan, dan hilir Bendungan Kuwil Kawangkoan. Pengujian dilakukan dengan menggunakan parameter Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), Dissolved Oxygen (DO), dan Total Suspended Solid (TSS) untuk menentukan perubahan kualitas air di lokasi-lokasi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air di hilir mengalami sedikit penurunan dibandingkan dengan hulu, terutama pada parameter BOD dan TSS. Namun, nilai COD tetap rendah di seluruh titik, menunjukkan rendahnya polutan kimia. Berdasarkan hasil ini, strategi pengelolaan kualitas air direkomendasikan, termasuk pengendalian pencemaran dari limbah domestik dan industri serta pemantauan kualitas air secara berkelanjutan. Kata kunci: Bendungan Kuwil Kawangkoan, kualitas air sungai, BOD, COD, DO, TSS
Kajian Teknis Efisiensi Pengangkutan Dengan (Articulated Dump Truck) ADT VOLVO A40F Terhadap Produksi Excavator Volvo EC-750DL Pada Penambangan Emas Pit Toka PT. Meares Soputan Mining Khairunnisa; Arthur H. Thambas
TEKNO Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i89.57928

Abstract

Meares Soputan Mining (PT. MSM) merupakan perusahaan tambang emas di Indonesia. PT. Meares Soputan Mining (PT. MSM) bersama PT. Tambang Tondano Nusajaya (PT. TTN). PT. MSM menggunakan metode tambang terbuka (Surface Mining).Umtuk daerah yang sudah termasuk dalam Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT. MSM area Northen Pit yaitu Pit Toka dan area Southern Pit, yaitu Pit Araren.Kegiatan pemuatan dan pengangkutan termasuk dalam operasi produksi yang mana bertujuan untuk memindahkan material mineral dari daerah tambang. Dalam kegiatan pemuatan dan pengangkutanya di Pit Toka, PT. Meares Soputan Mining menggunakan kombinasi alat muat utama yaitu Excavator Volvo EC-750DL dan alat angkut (Articulated Dump Truck) ADT Volvo A40F. Ada beberapa yang perlu diperhatikan dalam kegiatan pemuatan dan pengangkutan seperti loading point, geometri jalan, jenis materil yang memepengaruhi swell faktor, lebar jalan lurus, lebar jalan pada saat tikungan, kemiringan dan lebar jalan,faktor isian bucket, waktu edar alat angkut dan alat muat karena hal ini mempengaruhi keserasian alat. Oleh karena itu pengoptimal waktu edar alat angkut dan faktor isian bucket excavator mempengaruhi efisiensi kegiatan pengangkutan. Kata kunci: alat muat, alat angkut, waktu edar alat angkut, waktu edar alat muat, kondisi material, faktor isian bucket, kondisi dan lebar jalan
Analisis Debit Banjir Dan Tinggi Muka Air Sungai Ranoyapo Di Desa Lindangan Kabupaten Minahasa Selatan Marco Salomo; Jeffry S. F. Sumarauw; Cindy J. Supit
TEKNO Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i89.58187

Abstract

Sungai Ranoyapo merupakan sungai terpanjang yang terdapat di Kabupaten Minahasa Selatan. Dengan panjangnya sungai ini, sungai Ranoyapo melewati beberapa desa di Kabupaten Minahasa Selatan. Salah satu desa yang dilewati adalah desa Lindangan, Kecamatan Tompaso Baru tepatnya melewati lahan pertanian yang ada sehingga masalah banjir di DAS sungai Ranoyapo di desa Lindangan Kecamatan Tompaso Baru sangat merugikan masyarakat khususnya penduduk yang berprofesi sebagai petani. Analisis debit banjir dan tinggi muka air dilakukan dengan mencari frekuensi hujan dengan menggunakan metode Log Pearson III dengan data hujan harian maksimum dari tahun 2012 s/d 2021 yang berasal dari stasiun Klimatologi Pinaling. Setelah didapat besaran hujan, pemodelan hujan aliran pada program komputer HEC-HMS menggunakan metode HSS Soil Convertation Services, dan untuk kehilangana air dengan SCS Curve Number (CN). Untuk aliran dasar (baseflow) menggunakan metode recession. Dilakukan kalibrasi parameter HSS SCS sebelum melakukan simulasi debit banjir dengan mengkalibrasi debit puncak. Dalam kalibrasi ini, parameter yang dikalibrasi adalah lag time, curve number, recession constant, baseflow dan ratio to peak. Untuk Batasan setiap parameter disesuaikan dengan nilai standar pada program komputer HEC-HMS. Kemudian dilakukan analisis debit banjir dengan parameter yang terkalibrasi menggunakan program komputer HEC-HMS. Debit puncak hasil simulasi setiap kala ulang dimasukkan dalam program komputer HEC-RAS untuk simulasi elevasi tinggi muka air pada penampang yang telah diukur. Hasil simulasi menunjukkan adanya luapan air yang terjadi pada STA 0+100 pada debit kala ulang 5 tahun. STA 0+100, STA 0+125, STA 0+150, STA 0+175, STA 0+200 pada debit kala ulang 10 tahun. STA 0+50, STA 0+75, STA 0+100, STA 0+125, STA 0+150, STA 0+175, STA 0+200 pada debit kala ulang 25 tahun. Pada debit kala ulang 50 tahun terjadi luapan pada semua STA Dan pada debit kala ulang 100 tahun terjadi luapan pada semua STA. Kata kunci: Perencanaan Struktur Beton Bertulang, Sekolah, SRPMK