Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini is an peer-reviewed journal dedicated to interchange for the results of high quality research in all aspect of early childhood educatuion. The journal publishes state-of-art papers in fundamental theory, experiments and simulation, as well as applications, with a systematic proposed method, sufficient review on previous works, expanded discussion and concise conclusion. As our commitment to the advancement of science and technology, the Jurnal Obsesi follows the open access policy that allows the published articles freely available online without any subscription.
Articles
109 Documents
Search results for
, issue
"Vol 7, No 2 (2023)"
:
109 Documents
clear
Model Pembelajaran Bermain Outdoor Lempar Tangkap Bola untuk Mengembangkan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun
Sudaryanti Sudaryanti;
Prayitno Prayitno
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/obsesi.v7i2.4249
Perkembangan motorik kasar pada anak usia 5-6 tahun saat ini belum optimal. Permasalahan tersebut disebabkan oleh pembelajaran fisik motorik yang diterapkan di TK belum sesuai dengan tahap-tahap pembelajaran, belum adanya panduan yang baku dan terstruktur pada saat Pandemi Covid 19 diterapkan secara daring, jarang bergerak di luar ruangan dan anak lebih banyak duduk di depan laptop atau smartphone. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan model pembelajaran bermain outdoor lempar tangkap bola untuk mengembangkan motorik kasar anak usia 5-6 tahun. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan (R D) model Borg and Gall. Analisis data dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah anak TK Pedagogia, Kota Yogyakarta berjumlah 26. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu lembar observasi ceklis dan wawancara. Pengembangan model ini di validasi oleh 2 ahli materi dan 6 ahli model, setelah itu di uji coba kelayakan serta efektifitasnya pada kelompok kecil dan kelompok besar. Hasil penelitian dan pengembangan model bermain outdoor lempar tangkap bola menunjukkan memiliki kelayakan untuk membantu mengembangkan motorik kasar anak usia 5-6 tahun.
Evaluasi Program Literasi Digital di PAUD Melalui Robokids STEAM Coding Game
Muniroh Munawar;
Sri Suciati;
Bagus Ardi Saputro;
Perdana Afif Luthfy
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/obsesi.v7i2.4151
Tingkat literasi bangsa Indonesia sangat rendah sehingga harus segera diatasi agar tidak semakin tertinggal dengan negara lain. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan mengajarkan literasi digital melalui permainan coding di kelas PAUD. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis evaluasi terhadap konteks, input, proses dan produk dalam program pendidikan literasi digital di PAUD melalui permainan coding Robokids STEAM. Tahapan evaluasi program yang dilakukan yaitu persiapan, pelaksanaan dan monitoring. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan evaluasi. Dalam pengumpulan data, peneliti mengunjungi langsung lokasi penelitian yaitu 15 sekolah TK untuk melakukan pengamatan langsung terhadap anak-anak saat bermain Robokids STEAM di kelas, wawancara kepada guru terkait dengan objek penelitian dan mendokumentasikan pelaksanaan kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam evaluasi program pendidikan literasi digital di PAUD melalui permainan coding Robokids STEAM memerlukan dasar kebijakan baik tingkat makro maupun meso, pelatihan untuk seluruh warga sekolah, dan bahan bacaan serta alat peraga atau permainan berbasis digital di kelas. Penelitian ini juga berkontribusi memperkenalkan Robokids STEAM sebagai permainan robotika untuk pembelajaran coding dan literasi digital di kelas anak usia dini
Analisis Penggunaan Alat Musik Rebana sebagai Media Pembelajaran Seni Musik Anak Usia Dini
Tri Susanti;
Joko Pamungkas
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/obsesi.v7i2.3304
Penelitian studi kasus ini dilatarbelakangi pentingnya media pembelajaran seni musik khususnya pada anak usia dini di Lembaga Taman Kanak-Kanak dengan menggunakan alat musik rebana di dalam keterampilan seni musik anak usia dini. Penelitian bertujuan untuk menggali informasi bagaimana alat musik rebana dapat digunakan sebagai media pembelajaran seni musik pada anak usia dini dan sebagai identitas dari lembaga pendidikan anak usia dini. Lembaga pendidikan seperti Taman Kanak-kanak di bawah naungan Rifa’iyah yang mengajar pada lembaga pendidikan anak usia dini dikenal memperbolehkan tetapi tidak menganjurkan untuk mengenalkan alat musik kepada anak-anak yang selama ini tersebar di masyarakat. Harapan dalam penelitian ini bahwa alat musik rebana dapat menjadi media pembelajaran seni musik anak usia dini. Metode yang dipilih yakni studi kasus. Pengumpulan data melalui teknik observasi, wawancara tidak terstruktur, dan studi dokumentasi. Tempat dilaksanakan di lembaga pendidikan taman kanak-kanak, di kabupaen Pekalongan. Analisis data interaktif Miles dan Huberman digunakan dalam menganalisis penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat musik rebana dapat digunakan sebagai media pembelajaran seni musik pada anak usia dini serta boleh diajarkan dan dikenalkan pada lembaga pendidikan dibawah naungan Rifa’iyah dan mampu menumbuhkan sikap religius anak sejak dini.
Pengaruh Pembelajaran Project Based Learning terhadap Kecerdasan Visual Spasial Anak Usia 5-6 Tahun
Rohmatul Hasanah;
Sri Katoningsih;
Joushua Caseley Anak Akun
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/obsesi.v7i2.3929
Kecerdasan visual spasial anak (KVS) sangat penting untuk membantu dan melatih anak untuk mengekspresikan dalam aktivitas sehari-hari terutama berkaitan dengan visual. Studi ini bertujuan untuk menganalisis kecerdasan visual spasial anak usia dini yang dipengaruhi oleh skema pembelajaran project based learning. Hal ini dimaksudkan agar para pendidik mempunyai referensi untuk membuat pilihan teknik maupun skema yang cocok dalam mendorong kecerdasan visual spasial peserta didik selama pembelajaran. Peneliti menggunakan paragdima penelitian kuantitatif dan metode yang digunakan untuk mengumpulkan data yakni melalui kuesioner. Kemudian teknik penganalisaan data menerapkan analisis regresi linier berganda. Berdasarkan pengujian yang dilakukan diperoleh kecerdasan visual spasial anak usia dini dipengaruhi oleh skema pembelajaran project based learning. Kemampuan anak dalam mengekspresikan objek yang dilihat secara detail dan dapat mendeskripsikan kembali secara jelas tergantung dari tingkat kecerdasan spasial maupun visual. Implikasi dari studi ini adalah guru dapat mengevaluasi dan dapat memberikan alternatif untuk meningkatkan kecerdasan visual spasial anak.
The Stages and Development of First Language Acquisition on Children 1,6 Years Old
Warni Warni;
Rengki Afria;
Julisah Izar;
Maya Sari Harahap
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/obsesi.v7i2.3310
This study describes the stages and development of children's first language using Indonesian. The object of this research is 2 children aged 1.6 years. The purpose of this study was to describe the stages and development of the first language in children. The method used is a qualitative method with a descriptive approach and the techniques used are observation and interviews. The data collected is documentation presented in tabular form. Data analysis using transcription, identification, and classification methods. The finding of this study is that CS is faster in language acquisition development at the phonological, morphological, and syntactic levels compared to MF. This is influenced by several factors such as gender, social, parenting, and environment.
Penerapan Nilai-Nilai Keprajuritan untuk Meningkatkan Karakter Nasionalis Anak Usia Dini
Faizah Faizah;
Sularti Dewanti Handayani;
Hartono Hartono
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/obsesi.v7i2.3407
Penyisipan nilai-nilai keprajuritan tersebut diambil dari sumpah prajurit. Adapun dari jumlah sumpah prajurit yang diambil hanya 4. Salah satu unsur dalam sumpah prajurit tidak sesuai dengan karakteristik anak yaitu memegang rahasia sekeras-kerasnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keefektifan pembelajaran dengan menerapkan nilai-nilai keprajuritan untuk mengembangkan karakter nasionalis. Jenis penelitian yaitu quasi experimental design bentuk nonequivalent control group design. Sampel penelitian ini sebanyak 17 siswa sebagai kelas eksperimen dan sebanyak 16 siswa sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data menggunakan observasi, kemudian dianaslisi menggunakan uji Paired Sample T-test, uji N-Gain, dan Independent Sample T-test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan karakter nasionalis dari pretest meningkat pada posttest. Nilai-nilai keprajuritan efektif dalam meningkatkan karakter nasionalis anak usia dini. Implikasi dari penelitian ini yaitu bagi PAUD dalam lingkungan TNI dan PAUD lainnya dapat menerapkan nilai keprajuritan untuk mengembang karakter nasionalis anak
Pengaruh Faktor Maternal terhadap Insidensi Stunting pada Anak Balita di Negara Berkembang: Narrative Review
Henny Suzana Mediani;
Anita Setyawati;
Sri Hendrawati;
Ikeu Nurhidayah;
Nuraziza Fatturahmi Firdianty
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/obsesi.v7i2.4160
Stunting merupakan masalah gangguan nutrisi pada anak yang masih menjadi fokus perhatian secara global karena berpengaruh terhadap kualitas anak di masa depan. Tujuan review artikel ini untuk menganalis faktor maternal yang mempengaruhi kejadian stunting pada anak balita di negara berkembang. Desain yang digunakan adalah narrative review dengan database terdiri dari PubMed, Science Direct, EBSCOhost, serta search engine Google Scholar. Kata kunci dalam penelitian ini menggunakan boolean frase. Kriteria inklusi pada narrative review ini yaitu children stunting, pregnant women, maternal factors. Hasil telaah literatur didapatkan 1.160 artikel, dan yang memenuhi kriteria hanya 16 artikel. Hasil penelaahan literatur didapatkan 7 faktor maternal yang berkontribusi insidensi stunting pada anak balita di negara berkembang antara lain pendidikan formal ibu, body mass index (BMI) ibu, tinggi badan ibu, usia ibu, antenatal care, kesehatan mental ibu, dan niat kehamilan. Faktor-faktor tersebut berpengaruh terhadap penurunan gen dan perawatan pada anak stunting. Kejadian stunting pada anak balita di negara berkembang sebagian besar terjadi karena faktor maternal dan antenatal care. Model pencegahan stunting yang berbasis pada masyarakat dan keluarga menjadi salah satu alternatif untuk menurunkan stunting pada anak.
Identifikasi Strategi Guru dalam Mengembangkan Spatial Awareness Anak di PAUD
Ayu Hopiani;
Heny Djoehaeni
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/obsesi.v7i2.3606
Spatial awareness merupakan kemampuan seseorang untuk memahami kesadaran tubuh dan mengklasifikasikan lingkungan fisik atau dunia sekitar. Spatial awareness ini seringkali terdengar seperti kemampuan yang sangat dasar dan bisa didapatkan secara otomatis oleh anak dalam aktivitas sehari-hari. Namun, kemampuan ini perlu distimulasi dengan baik karena dapat menjadi modal awal dalam memahami tentang dunia spasial dan konsep matematika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan strategi guru dalam mengembangkan spatial awareness anak di PAUD. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan teknik pengumpulan data berupa Focus Group Discussion (FGD), wawancara, dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian, menujukkan bahwa guru menggunakan beberapa strategi untuk mengembangkan spatial awareness pada anak, diantaranya yaitu melalui bermain bebas, games, kegiatan senam, berbaris, dan bermain dengan media loose parts. Selain itu, para guru juga menggunakan musik serta gerak dan lagu sebagai strategi untuk mengembangkan spatial awareness anak. Pemilihan strategi yang dilakukan disesuaikan dengan karakteristik anak dan kegiatan pembelajaran yang dilakukan.
Efektifitas Probiotik Yogurt terhadap Kejadian Diare pada Anak Usia Pra-Sekolah
Rifda Nur Achriyana Arif;
Ai Mardhiyah;
Henny Suzana Mediani
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/obsesi.v7i2.4221
Diare merupakan penyakit kedua terbanyak pada anak. Sebagian besar pengobatan diare hanya berfokus pada mengatasi dehidrasi, namun untuk mengurangi frekuensi diare belum jelas. Maka salah satu terapi komplementer adalah dengan menggunakan probiotik yoghurt. Tujuan review ini mengevaluasi efektivitas yoghurt probiotik pada anak dengan diare akut. Penelitian ini menggunakan metode systematic review, menggunakan 4 database: PubMed, CINAHL, EBSCO dan ScienceDirect. Sampel penelitian adalah pasien anak usia di bawah 12 tahun mengalami diare akut, intervensi yang diberikan berupa Pemberian strain bakteri probiotik dan pemberian yogurt serta artikel ditulis dalam Bahasa Inggris dan full text. Hasil pencarian literatur ditentukan 10 artikel. Ditemukan 8 artikel yang menyatakan bahwa pemberian bakteri probiotik dan yoghurt yang mengandung probiotik dan yoghurt plain (non-probiotik) mampu menurunkan frekuensi, durasi dan pencegahan diare pada anak. Kesimpulan penelitian ini menemukan penggunaan probiotik dengan jenis kombinasi multi strain probiotik, maupun single probiotik dengan dosis tertentu terutama bakteri Saccharomyces boulardii dan Lactobaclus rhamnosus dapat membantu mengurangi frekuensi dan durasi diare.
Literasi Budaya Lokal bagi Anak di Desa Jatisura
Ike Junita Triwardhani;
Dewi Mulyani;
Raditya Pratama
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/obsesi.v7i2.3962
Anak merupakan pewaris peradaban. Mereka perlu dipersiapkan guna melanjutkan nilai-nilai luhur menjadi penerus. Untuk itu anak-anak perlu mengenal lingkungan dirinya, memahami sosial dan budaya sebagai jari dirinya. Pengenalan budaya dalam bingkai literasi budaya perlu dilakukan kepada anak-anak agar mereka mamahami budaya leluhurnya yang penuh dengan nilai kearifan. Desa Jatisura memiliki karifan lokal salah satunya memuliakan tanah sehingga menjadi sumber kehidupan dan penghidupan masyarakatnya. Hal ini perlu diwariskan kepada anak-anak di Jatisura. Proses literasi budaya ini penting untuk diteliti dengan tujuan untuk mengungkap pengembangan literasi budaya lokal di desa Jatisura. Informasi digali dari sejumlah informan yaitu kepala Desa, tokoh masyarakat, JAF, Guru dan masyarakat. Metode penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan fenomenologi untuk mengungkap proses literasi budaya lokal di desa Jatisura. Hasil penelitian mengungkap bahwa upaya literasi budaya lokal di Desa Jatisura dilakukan dengan inisiasi JAF (Jatiwangi Art Factori) yang mengajarkan nilai-nilai kearifan lokal dalam rangka literasi budaya melalui : (1) Program Edukasi; (2) Wahana Ekspresi; (3) Apresiasi Karya; (4) Identifikasi nilai-nilai kearifan lokal; dan (5) Implementasi nilai-nilai kearifan lokal.