JOURNAL OF INDUSTRIAL AND MANUFACTURE ENGINEERING
JIME (Journal of Industrial and Manufacturing Engineering) is a journal of scientific work in the Industrial Engineering Study Program, Faculty of Engineering, Medan Area University which presents research results in the fields of Manufacturing, Ergonomics, and Industrial Management. The accepted journal is expected to be related to increasing productivity and current issue
Articles
203 Documents
Penerapan K-Means Clustering Untuk Strategi Promosi Untuk Meningkatkan Jumlah Perolehan Mahasiswa Baru
Herlina, Herlina;
Siti Mundari;
Elsa Amanda Putri;
Amanda Dian Rahmawati
JOURNAL OF INDUSTRIAL AND MANUFACTURE ENGINEERING Vol. 8 No. 1 (2024): EDISI MEI
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/jime.v8i1.10928
Tiap tahun di sebuah program studi pasti ada mahasiswa baru yang masuk yang berasal dari berbagai wilayah. Penelitian ini bertujuan menganalisis data mahasiswa di prodi Teknik Industri Untag Surabaya berdasarkan sebaran asal SMA, program peminatan saat menempuh studi di SMA, jenis kelamin, jarak kedekatan rumah tempat tinggal dengan kampus, dan jenis pekerjaan orang tua. Data yang diperoleh akan diolah menggunakan algoritma K-Means Clustering. Data-data yang memiliki kesamaan karakteristik akan dikelompokkan menjadi satu klaster, sedangkan data dengan karakteristik yang berbeda akan dikelompokkan dalam klaster yang lainnya. Klaster yang terbentuk akan dibagi tiga yaitu tinggi, sedang dan rendah. Dari klaster yang tinggi akan dianalisis potensi terbesar yang dapat digunakan sebagai strategi marketing untuk meningkatkan jumlah mahasiswa baru di periode mendatang. Dari hasil pengolahan data menggunakan Rapidminer, diperoleh hasil cluster 0 terdiri dari 75 data, cluster 1 sebanyak 31 data, cluster 2 sebanyak 55 data. Dari hasil clustering, atribut yang membedakan cluster secara signifikan adalah jarak tempat tinggal ke kampus. Dari cluster yang tertinggi diperoleh data rata-rata jarak tempat tinggal mahasiswa ke kampus adalah 4,6 km dengan jangkauan antara 0,1 km sampai 10 km. Promosi dapat lebih ditingkatkan pada daerah-daerah dengan jangkauan jarak yang lebih jauh agar menambah perolehan jumlah mahasiswa baru.
Teknologi Blockchain dalam Digitalisasi Rantai Pasokan
Fachri Rizky, Sitompul;
Nukhe Andri Silviana;
Yudi Daeng Polewangi;
Haniza Haniza
JOURNAL OF INDUSTRIAL AND MANUFACTURE ENGINEERING Vol. 8 No. 1 (2024): EDISI MEI
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/jime.v8i1.11682
Teknologi baru yang muncul di bawah payung Industri 4.0 menciptakan model strategi bisnis baru untuk jaringan rantai pasokan. Salah satu teknologi yang paling menjanjikan adalah blockchain. Blockchain adalah buku catatan digital di mana transaksi dicatat dan didistribusikan di seluruh jaringan sistem komputer. Teknologi ini menawarkan potensi besar untuk meningkatkan transparansi, keamanan, dan efisiensi dalam rantai pasokan. Manajemen rantai pasokan adalah fungsi bisnis inti yang bertanggung jawab atas pergerakan barang dan jasa di berbagai stakeholder. Tantangan utama dari rantai pasokan tetap dalam traceability dan sistem manajemen data. Blockchain dipandang sebagai solusi untuk masalah pelacakan manajemen rantai pasokan (MRP) dan untuk menghasilkan hubungan yang lebih dekat dan dapat dipercaya antara para pihak yang terlibat dalam rantai pasokan. Penelitian ini memberikan gambaran tentang operasi teknologi blockchain di rantai pasokan dan operasinya dievaluasi oleh pihak manajemen. Penelitian ini juga akan membahas keuntungan dan tantangan potensial implementasi blockchain di bidang rantai pasokan seperti persediaan dan manufaktur. Beberapa keuntungan utama dari penerapan blockchain dalam rantai pasokan meliputi peningkatan visibilitas, pengurangan biaya, dan peningkatan efisiensi. Namun, ada juga tantangan yang perlu dihadapi, seperti masalah skalabilitas, interoperabilitas, dan kebutuhan akan standarisasi. Penulis akan menyajikan contoh praktis penerapan blockchain dalam rantai pasokan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana teknologi ini dapat dimanfaatkan secara nyata. Contoh-contoh ini akan mencakup kasus penggunaan di berbagai industri, seperti makanan dan minuman, farmasi, dan manufaktur. Akhirnya, penulis meringkas temuan dan menyarankan topik untuk penelitian lebih lanjut sebagai kesimpulan dari makalah ini. Tujuannya adalah untuk membantu pembaca memahami bagaimana teknologi blockchain bekerja dan apa manfaat dan tantangan yang ada dalam penerapannya dalam rantai pasokan berdasarkan ulasan literatur dan melalui contoh praktis. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang potensi blockchain dalam rantai pasokan, organisasi dapat membuat keputusan yang lebih terinformasi tentang apakah dan bagaimana mengadopsi teknologi ini untuk meningkatkan operasi mereka.
SMART Manufacturing System : Sebuah Solusi Teknologi Manufaktur Proses Menuju Industri 4.0
Hasibuan, Abdurrozzaq;
Nos Sutrisno;
Suhela Putri Nasution
JOURNAL OF INDUSTRIAL AND MANUFACTURE ENGINEERING Vol. 8 No. 1 (2024): EDISI MEI
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/jime.v8i1.11693
Pembelajaran teknologi memiliki peran penting terhadap pembentukan kemampuan teknologi serta inovasi yang merupakan penentu daya saing di era global seperti saat ini. Sementara itu, negara maju telah mampu mengembangkan industri dengan intensitas teknologi tinggi yang dapat menghasilkan nilai tambah yang tinggi. Di lain pihak, baru sedikit negara berkembang yang mampu mengembangkan industri tersebut. Di Indonesia sendiri, industri dengan intensitas teknologi rendah terlihat lebih berkembang dibandingkan industri dengan intensitas teknologi tinggi maupun menengah-tinggi. Hal tersebut salah satunya disebabkan oleh kurang optimalnya pembelajaran teknologi. Telah banyak literatur mengenai kondisi pembelajaran teknologi di sektor manufaktur. Namun demikian, literatur yang menekankan pada intensitas teknologi masih jarang ditemukan. Tulisan ini akan membahas mengenai model pembelajaran teknologi pada industri manufaktur dengan melakukan studi kasus pada perusahaan dengan intensitas teknologi tinggi dan menengah-tinggi yang ada di Indonesia. Klasifikasi industri berdasarkan intensitas teknologi didasarkan pada pengklasifikasian Organization of Economic Cooperation and Development (OECD). Dari studi kasus pada empat perusahaan, dilakukan analisis terhadap variasi model pembelajaran teknologi dilihat dari aktor-aktor yang terlibat dan dominasi aktor-aktor tersebut dalam proses pembelajaran teknologi. Dari hasil studi kasus yang dilakukan, terlihat bahwa pembelajaran teknologi dapat mendukung penciptaan inovasi. Perusahaan pada sektor manufaktur dengan intensitas teknologi tinggi cenderung memilih pembelajaran teknologi internal. Sedangkan perusahaan pada sektor dengan intensitas menengah tinggi lebih memilih pembelajaran teknologi kombinasi internal eksternal. Peran strategis teknologi terhadap kompetensi inti perusahaan, aspek proprietary dari teknologi,kemampuan sumberdaya, serta karakteristik permintaan terlihat menjadi faktor yang dipertimbangkan oleh perusahaan dalam memilih tipe pembelajaran teknologi.
Analisis Kelayakan Investasi Produk Air Minum Dalam Kemasan Pada CV. X
Zulvatricia, Reakha;
Ninny Siregar;
Marali Banjarnahor;
Sirmas Munte
JOURNAL OF INDUSTRIAL AND MANUFACTURE ENGINEERING Vol. 8 No. 1 (2024): EDISI MEI
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/jime.v8i1.11763
CV. X merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang aktivitas utamanya adalah memproduksi air minuman dalam kemasan (AMDK). Perusahaan ini mulai dibangun pada tahun 2003 dengan status berbadan hukum berbentuk UU dilengkapi dengan surat izin dari pemerintah daerah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganilisis kelayakan Investasi Pada CV.X apakah usaha ini layak untuk dijalankan atau tidak. Data yang digunakan adalah data primer (teknik wawancara dengan pihak yang dapat memberikan informasi untuk penelitian ini ) dan data sekunder yang diperoleh dari studi kepustakaan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Metode Analisis yang digunakan adalah kriteria kelayakan investasi yang terdiri dari Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Payback Periode (PP) dan Net Benefit Cost (Net B/C) sebagai metode penilaian investasi dari aspek keuangan. Bedasarkan hasil analisis kelayakan investasi dari aspek finansial menunjukkan pengembangan usaha ini layak dijalankan dan dikembangkan dengan umur usaha selama lima tahun pada tingkat discount ratenya sebesar 18%. Hal ini disebabkan besarnya payback period (PP) sebesar 1 Tahun 5 Bulan 26 Hari, net present value (NPV) sebesar Rp.209.140.829, net benefit cost (Net B/C) sebesar 1,69, internal rate of return (IRR) sebesar 25,37% dan break event point (BEP) sebesar Rp. 94.538.822.
Penerapan Program Kesehatan dan Keselamatan Kerja dalam Aktivitas Kerja Coal Hauling di PT. XYZ
Rembulan, Glisina Dwinoor;
Sumakud, Christovel Ridgel Ronaldo
JOURNAL OF INDUSTRIAL AND MANUFACTURE ENGINEERING Vol. 8 No. 2 (2024): EDISI NOVEMBER
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/jime.v8i2.11352
The implementation of an occupational health and safety (K3) program can be an effort for mining companies to make efforts to prevent accidents in mining work activities such as coal hauling. Based on this, the purpose of this study was to analyze the implementation of K3 (occupational health and safety) on coal hauling activities by PT. XYZ with HAZOP and HIRARC methods. The research was carried out using data collection methods such as interviews, observations, and document studies. Furthermore, the data were analyzed using the HAZOP and HIRARC methods, which are data analysis methods that aim to determine the potential hazards that exist in mining work activities. The results showed that through the HAZOP analysis showed that there were 12 sources of danger in 5 work activities in the Coal hauling section. These 12 hazard sources are divided into 4 hazard categories with 56% high risk, 24% moderate risk, 15% extreme conditions, and 5% low risk. Based on this, it can be seen that the potential hazard by causing work accidents is quite significant. Meanwhile, the HIRARC analysis shows that there are 6 sources of danger with 9 potential work accidents which are divided into 4 categories of hazards as much as 51% high risk 4 potential risks, 21% extreme risk with 1 high value potential risk, 18% low risk with 3 potential risks, and 10% medium risk with 1 potential hazard. This potential and source of danger has and will continue to allow for the occurrence of losses, both material and physical injury to employees.
Analisis Metode Pengendalian Kualitas Produk sebagai Pencegahan Kegagalan Produksi: A Literature Review
Siallagan, Sahala;
Diomen Syahputra Manik
JOURNAL OF INDUSTRIAL AND MANUFACTURE ENGINEERING Vol. 8 No. 2 (2024): EDISI NOVEMBER
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/jime.v8i2.11403
In the manufacturing industry, quality plays an important role as a criterion for assessing industrial readiness. In the production process, failure to meet product standards often results in defective or damaged products. Therefore, companies should prevent and reduce the number of defective products that do not meet standardization provisions. The purpose of the study is to develop theoretical and practical aspects of the analysis of product quality control methods for product failure prevention. This study is a literature review by means of a library data collection published nationally in the past ten years, especially in Industrial engineering. The results show that the Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) method is most frequently used in quality control studies. The FMEA may prevent the failures that arise so that product failures can be reduced, which increases the company's revenue. This method can be compared with other similar studies for further analysis. Combining FMEA with other methods can be considered a novelty that can be utilized to increase the business of both products and services in society, especially in small and medium enterprises.
Penjadwalan Preventive Maintenance pada Mesin Coding Printer (Studi Kasus PT. XYZ)
Attalla, Muhammad Fachrendy Noval;
Albana, Abduh Sayid
JOURNAL OF INDUSTRIAL AND MANUFACTURE ENGINEERING Vol. 8 No. 2 (2024): EDISI NOVEMBER
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/jime.v8i2.11614
Mesin merupakan salah satu alat utama yang digunakan oleh industri manufaktur. Mesin yang digunakan secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama akan mengalami kerusakan atau penurunan performansi. Kerusakan sebuah mesin akan berakibat pada keterlambatan waktu produksi. Oleh karena itu, perusahaan harus melakukan perawatan atau perbaikan pada mesin untuk menghindari keterlambatan tersebut. Salah satu cara perawatan mesin adalah dengan Preventive Maintenance. Preventive Maintenance merupakan sebuah metode untuk menghindari kerusakan tak terduga pada mesin-mesin produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mencari penjadwalan yang dapat meminimalkan waktu keterlambatan saat proses produksi berlangsung pada mesin coding printer di PT. XYZ. Model penjadwalan ini mempertimbangkan ketersediaan waktu dan teknisi. Model ini menggunakan perhitungan metode empiris dan failure distribution. Model ini menghasilkan keluaran dalam bentuk jadwal. Data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan data-data saat proses pada PT. XYZ. Model penjadwalan ini dapat menjadi referensi jadwal preventive maintenance yang meminimalkan waktu keterlambatan produksi untuk jenis kasus serupa.
Analisis Perbaikan Proses Hauling Material Timbunan dari Quarry ke Lokasi Proyek Konstruksi
Hadiwinata, Hadiwinata;
Iskandarini, Iskandarini;
Meilita Tryana Sembiring;
Alda, Tania
JOURNAL OF INDUSTRIAL AND MANUFACTURE ENGINEERING Vol. 8 No. 2 (2024): EDISI NOVEMBER
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/jime.v8i2.12153
Penelitian ini dilaksanakan pada proyek konstruksi yang berada di wilayah Sumatera Utara. Proyek ini berfokus pada Pembangunan Bendungan yaitu Main Dam dan Cofferdam sebagai upaya untuk mengendalikan banjir dan pemenuhan kebutuhan air baku di salah satu kota di Sumatera Utara. Proyek pembangunan bendungan ini membutuhkan material timbunan dengan volume yang sangat besar. Siklus hauling material dari quarry menuju bendungan dimulai dengan memuat material di quarry menggunakan excavator. Material tersebut kemudian diangkut menuju bendungan sejauh 18 km menggunakan dump truk. Setelah tiba di area timbunan bendungan, dilakukan proses pembongkaran muatan menggunakan bulldozer. Kondisi di Lokasi proyek menunjukkan bahwa waktu siklus (cycle time) hauling material dari quarry menuju bendungan kemudian kembali ke quarry berfluktuasi. Hal ini juga berdampak terhadap hasil produksi hauling material. Hasil produksi hauling material yang berfluktuasi disebabkan oleh dinamika pada pengerjaan proyek yang disebabkan oleh faktor teknis maupun non teknis sehingga menyebabkan penyelesaian proyek melebihi waktu yang telah direncanakan sebelumnya. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi hauling material timbunan dari quarry ke lokasi proyek konstruksi bendungan dan menentukan manajemen operasionalnya. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi hauling material timbunan dari quarry ke lokasi proyek konstruksi bendungan sehingga mengakibatkan tidak tercapainya target produksi harian adalah faktor manusia, faktor material, faktor metode, faktor mesin/peralatan dan faktor lingkungan. Berdasarkan faktor-faktor tersebut, maka manajemen operasional pada hauling material timbunan dari quarry ke lokasi proyek konstruksi bendungan yaitu melakukan pengawasan secara intens terhadap jadwal kegiatan proyek, membuat metode kerja yang sesuai dengan keadaan di lokasi proyek, menjalin komunikasi dan koordinasi secara terstruktur, melakukan perawatan terhadap alat berat secara teratur, pelatihan dan evaluasi secara rutin, dan membuat SOP yang jelas untuk setiap tahapan pengerjaan di lokasi proyek konstruksi bendungan.
Penurunan Kadar Ammonia dari Air Limbah Industri Menggunakan Jet Bubble Column dengan Solvent KOH
Wan Qori Sri Maulani;
Muhammad Zaman;
Muhammad Yerizam
JOURNAL OF INDUSTRIAL AND MANUFACTURE ENGINEERING Vol. 8 No. 2 (2024): EDISI NOVEMBER
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/jime.v8i2.12490
Ammonia merupakan salah satu senyawa yang dihasilkan dari proses industri pembuatan pupuk urea yang bersifat toksik dan berbahaya. Ammonia yang terkandung dalam air limbah dapat berdampak besar terhadap lingkungan dan sekitarnya jika langsung dibuang tanpa pengolahan yang baik terlebih dahulu. Oleh karena itu, diperlukan adanya teknik pengolahan limbah yang menjadi bagian penting untuk menjaga kelestarian lingkungan. Jet Bubble Column merupakan salah satu metode yang dapat diterapkan untuk penurunan kadar ammonia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung koefisien perpindahan massa dan efisiensi untuk mengurangi kadar ammonia dalam air limbah industri melalui penggunaan udara stripping. Pada penelitian ini akan dilihat pengaruh dari variabel yang akan divariasikan, seperti laju alir udara (6-20 L/menit) dan temperatur (35°C dan 50°C). Kadar ammonia akan dianalisis menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis dengan reagen Nessler dan panjang gelombang 460 nm. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa peningkatan laju alir udara, temperatur, dan waktu stripping memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai koefisien perpindahan massa dan efisiensi penurunan ammonia. Nilai koefisien perpindahan massa (KLa) terbaik diperoleh pada kondisi Qg = 20 L/menit dan T = 50°C yaitu sebesar 0,936 jam-1 dengan efisiensi sebesar 64,58%.
Pengendalian Bahan Baku dengan Metode Material Requirement Planning (MRP) Produk Tas pada UKM Wira Bag’s Productions
Marwan, Marwan;
Ismail, Ismail;
Ahmad Reza Pratama
JOURNAL OF INDUSTRIAL AND MANUFACTURE ENGINEERING Vol. 8 No. 2 (2024): EDISI NOVEMBER
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/jime.v8i2.12773
Dalam dunia industri, efisiensi dan efektivitas memiliki hubungan yang sangat erat dengan produktivitas usaha kecil menengah (UKM). Untuk memenangkan persaingan di antara sektor UKM, beberapa faktor yang menentukan antara lain adalah kualitas, harga, dan pelayanan. UKM dituntut untuk meningkatkan daya saing mereka dengan cara meningkatkan kualitas produk yang ditawarkan dengan biaya yang seefisien mungkin. Oleh karena itu, UKM harus mampu mengatur desain proses bisnis dan sumber daya mereka secara optimal agar bisa bersaing dengan UKM lainnya. Selain itu, kemajuan teknologi informasi memberikan peluang besar untuk melakukan inovasi dalam proses bisnis dan aktivitas produksi, serta memudahkan pemasaran.