cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JOURNAL OF INDUSTRIAL AND MANUFACTURE ENGINEERING
Published by Universitas Medan Area
ISSN : 25496328     EISSN : 25496336     DOI : -
Core Subject : Engineering,
JIME (Journal of Industrial and Manufacturing Engineering) is a journal of scientific work in the Industrial Engineering Study Program, Faculty of Engineering, Medan Area University which presents research results in the fields of Manufacturing, Ergonomics, and Industrial Management. The accepted journal is expected to be related to increasing productivity and current issue
Arjuna Subject : -
Articles 203 Documents
Optimalisasi Proses Produksi Kemeja Lengan Pendek Menggunakan Pendekatan Lean Manufacturing dan Kaizen Alditama, Rizky; Apriani, Ratna Agil; Kirana, Nabila Lintang; Basuki, Demas Emirbuwono
JOURNAL OF INDUSTRIAL AND MANUFACTURE ENGINEERING Vol. 8 No. 2 (2024): EDISI NOVEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jime.v8i2.12867

Abstract

Perkembangan industri kini semakin pesat ditandai dengan perkembangan Industri 4.0. Globalisasi dan liberalisasi ekonomi juga turut meningkatkan persaingan perusahaan di berbagai aspek industri. Kerja Praktik merupakan salah satu syarat kelulusan S1 Teknik Industri Universitas Islam Indonesia, sekaligus dapat dijadikan media untuk mahasiswa mengimplementasikan ilmu Industri di dunia kerja secara langsung sehingga dapat membantu perkembangan perusahaan. CV. Jodion Unggul Perkasa adalah perusahaan yang bergerak di industri garmen. Salah satu produk yang dihasilkan adalah kemeja casual lengan pendek brand Tom Tailor yang sudah diproduksi sejak November 2021 – Maret 2022. Permintaan dan target produksi harian perusahaan termasuk tinggi, tetapi target tersebut tidak diimbangi dengan performa produksi yang baik. Departemen cutting dan sewing merupakan dua stasiun kerja yang memiliki aktivitas paling banyak tetapi terdapat banyak kekurangan yang menyebabkan adanya pemborosan. Jenis pemborosan yang paling banyak terjadi adalah waiting dan overproduction dimana mencapai sekitar 250 unit pemborosan. Berdasarkan permasalaham tersebut dilakukanlah analisis pemborosan dan saran perbaikan menggunakan prinsip lean manufacturing dan kaizen. Didapatkan hasil perubahan dari metode VALSAT khususnya melalui Process Activity Mapping tool dimana total waktu produksi awal seesar 301.12 detik dengan masih adanya beberapa aktivitas tidak penting, kemudian diberi saran perbaikan berupa eliminasi dan pengurangan durasi di aktivitas tertentu sehingga berubah menjadi 253,713 detik.
Analisis Motion and Time Study pada Proses Produksi Briket Tempurung Kelapa Ngizudin, Risal; Harmoko, Harmoko; Ahmad Syauqi Naja
JOURNAL OF INDUSTRIAL AND MANUFACTURE ENGINEERING Vol. 8 No. 2 (2024): EDISI NOVEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jime.v8i2.12923

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis dan memahami gerakan manusia serta waktu yang diperlukan dalam menyelesaikan proses pembuatan briket. Aktivitas gerakan yang dilakukan harus efektif dan waktu proses setiap kegiatan harus dibuat standar agar waktu produksi dapat mudah diatur dan ditemukan sistem kerja terbaik atau efisien. Metode yang digunakan untuk penelitian ini yaitu metode Motion and Time Study yaitu metode yang berguna untuk mengevaluasi gerakan produksi briket dengan mengelompokkan dan menemukan efisiensi dari gerakan tersebut. Selain mengidentifikasi juga mencari waktu baku dari sebuah proses sehingga waktu dapat terstandarisasi. Hasil dari penelitian waktu siklus untuk pembuatan briket adalah 171,70 menit. Dengan rata-rata waktu proses paling lama adalah proses pengeringan briket dengan waktu rata-rata 120,70 menit.Waktu normal pembuatan briket dengan mempertinbangkan rating factor adalah 212,88 menit.Waktu baku/waktu standar pembuatan briket adalah 304,42 menit. Berdasarkan peta tangan kanan, tangan kanan digunakan secara dominan untuk mengambil adonan briket dan mengarahkan kedalam cetakan total waktu mengarahkan adonan kedalam cetakan adalah 146 detik. Sedangkan menurut  peta tangan kiri disimpulkan bahwa tangan kiri lebih dominan digunakan untuk memegang cetakan dengan total waktu adalah 200 detik dan menganggur selama 15 detik.
Pengukuran Tingkat Kebisingan dan Pencahayaan pada Lingkungan Kerja pada PT X di Kota Ambon Rizky Dwi Putra Malan; Rasyid, Mentari; Aminah Soleman
JOURNAL OF INDUSTRIAL AND MANUFACTURE ENGINEERING Vol. 8 No. 2 (2024): EDISI NOVEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jime.v8i2.12981

Abstract

Pencahayaan dan kebisingan merupakan bagian dalam pengukuran kinerja fisik terhadap pegawai. Untuk mendapatkan kinerja dan kenyaman dalam bekerja pencahayaan dan kebisingan harus disesuaikan sehingga pekerja dapat bekerja dengan maksimal. Salah satu komponen bahaya fisik yang paling umum di lingkungan kerja adalah kebisingan. Kebisingan merupakan suatu hal yang paling tidak dikehendaki oleh telinga, karena bunyi dari kebisingan merupakan suara yang berkelanjutan atau impulsif yang dapat mengakibatkan kerusakan pada telingan, dengan pemaparan yang tidak sesuai dengan standart yang berlaku tentu akan mempercepat kerusakan kerusakan pada sistem pendengaran. Selain kebisingan, pencahayaan juga memegang peranan penting sebagai prioritas saat bekerja. Tingkat pencahayaan yang tidak mencukupi atau lebih akan berdampak terhadap lelahnya syaraf penglihatan, sehingga dapat menurunkan kualitas pekerja. Pengukuran pencahayaan dan kebisingan dilakukan pada PT X dan dilakukan rekomendasi perbaikan workstation dilingkungan kerja tersebut.
Pengaruh Kualitas Pelayanan Jasa, Harga dan Fasilitas terhadap Kepuasan Pelanggan di PT Semenanjung Televisi Kabel Trisna Mesra; Hanifatul Rahmi; M. Syahreza; Melliana, Melliana
JOURNAL OF INDUSTRIAL AND MANUFACTURE ENGINEERING Vol. 8 No. 2 (2024): EDISI NOVEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jime.v8i2.13134

Abstract

Customer satisfaction is the most crucial thing in the service business, so business owners need to pay attention to every aspect in increasing customer satisfaction. Customer satisfaction is the level of consumer feelings after comparing what they receive and their expectations. Satisfied consumers will be loyal longer, less sensitive to price and give good comments about the company. Based on these problems, it was done to find out whether the quality of service, price and facilities have a positive and significant effect on customer satisfaction at Semenanjung Cable Television. The data collection technique was through a questionnaire distributed to 147 respondents who were customers of Peninsula Cable Television. The method used in this study was Partial Least Square (PLS) with the help of SmartPLS software for data processing. The results showed that the service quality variable with a regression coefficient value of 0.125 did not have a significant effect on customer satisfaction. The Price variable with a regression coefficient value of 0.391 had a significant effect on customer satisfaction and the facility variable with a regression coefficient value of 0.382 had a significant effect on customer satisfaction. The service quality variable with a regression coefficient value of 0.4 has a significant effect on price and the facility variable with a regression coefficient value of 0.367 has a significant effect on price. From these results it can be concluded that the service quality variable has a positive but not significant effect on Customer Satisfaction at Semenanjung Cable Television. The price variable has a positive and significant effect on customer satisfaction at Peninsula Cable Television. The facility variable has a positive and significant effect on customer satisfaction at Semenanjung Cable Television.
Evaluasi Keberhasilan Penerapan Sistem Manajemen K3 pada UMKM Fitra, Fitra; Susanti, Lusi; Raimona Zadry, Hilma; Nur Julianthi Amalia, Andi
JOURNAL OF INDUSTRIAL AND MANUFACTURE ENGINEERING Vol. 8 No. 2 (2024): EDISI NOVEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jime.v8i2.13146

Abstract

Penerapan praktik keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sangat penting untuk meningkatkan keselamatan di tempat kerja, terutama pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas metode Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, dan Pengendalian Risiko (HIRARC) di Perabotan Indah Karya di Dumai. Tujuan utamanya adalah untuk mengidentifikasi bahaya, menilai risiko, dan menerapkan tindakan pengendalian. Desain deskriptif dan eksploratif digunakan di Perabotan Indah Karya. Populasi meliputi semua karyawan, dengan purposive sampling memilih mereka yang terlibat langsung dalam proses produksi. Metode pengumpulan data meliputi observasi langsung, wawancara terstruktur, kuesioner, dan tinjauan dokumentasi. Analisis melibatkan identifikasi bahaya, penilaian risiko menggunakan matriks risiko, dan pengembangan serta penerapan tindakan pengendalian. Hasil menunjukkan bahaya yang unik di seluruh stasiun produksi. Misalnya, stasiun oven/pembakaran kayu memiliki risiko dari paparan uap panas, sedangkan stasiun pembersihan permukaan menghadapi risiko dari debu kayu dan kebisingan. Penilaian risiko menyoroti risiko yang lebih tinggi untuk menghirup debu kayu dan kayu jatuh. Langkah-langkah pengendalian seperti modifikasi teknik, pengendalian administratif, dan alat pelindung diri (APD) diterapkan secara efektif untuk mengurangi risiko-risiko ini. Sebagai kesimpulan, metode HIRARC secara signifikan meningkatkan keselamatan tempat kerja di Perabotan Indah Karya. Studi ini menunjukkan manfaat praktis dari manajemen keselamatan terstruktur, menyediakan model bagi UKM lain untuk meningkatkan protokol K3 mereka. Penelitian ini memberikan wawasan berharga tentang strategi manajemen risiko yang efektif dalam kesehatan dan keselamatan kerja.
Pengukuran Beban Kerja Mental Karyawan Bagian Produksi dengan Metode Defence Research Agency Workload Scale (DRAWS) pada PT. XYZ Azia Permata Azhari; Healthy Aldriany Prasetyo; Nukhe Andri Silviana; Yudi Daeng Polewangi; Sirmas Munte; Riana Puspita; Marali Banjarnahor; Haniza Haniza
JOURNAL OF INDUSTRIAL AND MANUFACTURE ENGINEERING Vol. 8 No. 2 (2024): EDISI NOVEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jime.v8i2.13168

Abstract

PT. XYZ merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang produksi pulp. Penjualan tidak dapat memenuhi target karena penjualan menurun, lalu perusahaan berusaha agar dapat mencapai target, dengan cara menuntut para operator bekerja lebih keras, sehingga akibatnya ditunjukkan dengan menurunnya produktivitas dan tugas yang diberikan atasan kepada pekerja dilantai produksi tidak terkontrol. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan pengukuran agar diketahui apa penyebab utama dan beban kerja mental apa yang dirasakan operator. Penelitian ini menggunakan metode DRAWS untuk melakukan pengukuran yang dilakukan sebanyak 3 kali secara bertahap di 3 stasiun kerja, kuisioner yang digunakan berisi 9 pertanyaan dengan 4 variabel DRAWS. Hasil dari pengolahan data dari total score setiap stasiun kerja menunjukkan bahwa stasiun kerja woodyard dan fiberline berada di skor <60% yang berarti bahwa kedua stasiun tersebut mengalami overload. Pada total rata-rata penilaian rating, seluruh stasiun kerja menunjukkan bahwa time pressure adalah beban kerja yang paling dominan dirasakan oleh pekerja. Untuk stasiun kerja yang memiliki rata-rata skor 61,08% atau overload ada pada stasun kerja woodyard dan faktor utama penyebab beban kerja yang tinggi ada di variabel time pressure, karena operator merasa aktivitas pekerjaan pada variabel tersebut lebih besar.
Application of SQC and ANOVA in Quality Control of Palm Kernel Oil Wilda Roeska Simatupang; Nos Sutrisno; Haniza, Haniza; Ninny Siregar; Budhi Santri Kesuma; Reakha Zulvatricia
JOURNAL OF INDUSTRIAL AND MANUFACTURE ENGINEERING Vol. 8 No. 2 (2024): EDISI NOVEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jime.v8i2.13169

Abstract

The measurement and control of free fatty acids (FFA), moisture content (MC), and impurity content (IC) using Statistical Quality Control (SQC) in the oil production process were crucial to ensure optimal quality of palm kernel oil (PKO). This study aimed to determine the variance influencing the quality of PKO using Anova analysis. Anova (Analysis of Variance) is a statistical test procedure used to test mean differences among more than two groups. The results of the study indicated that the analysis of variance Fcount values for free fatty acids, moisture content, and impurity content were smaller than the Ftable values, indicating that the measurement results or mean values of these four data groups did not have statistically significant differences.
Analisis Efesiensi Penggunaan Tenaga Kerja dan Optimalisasi Produksi dengan Metode Workload pada Pengolahan CPKO di PT. X Hasudungan, Tom Linson; Zulvatricia, Reakha; Sirmas Munte
JOURNAL OF INDUSTRIAL AND MANUFACTURE ENGINEERING Vol. 9 No. 1 (2025): EDISI MEI
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jime.v9i1.12996

Abstract

Pengolahan KERNEL menjadi Crude Palm Kernel Oil (CPKO) merupakan proses ekstraksi minyak yang dilakukan di Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PKS). Tahapan proses di PKS dibagi dalam stasiun pengolahan yaitu loading ramp, screw press, filter ,klarifikasi, pabrik biji, serta stasiun penyuplai energi yaitu ketel uap dan ruang mesin. Kegiatan pengolahan KERNEL di PKS berkapasitas 50 ton KERNEL/jam berlangsung selama 24 jam per hari. Pekerjaan relatif berat, kondisi lingkungan kerja yang bising, suhu panas dapat mengakibatkan resiko kelelahan ataupun kecelakaan kerja dan penurunan produktivitas kerja. Analisis beban kerja melalui melalui metode pengukuran denyut jantung secara langsung pada operator saat melakukan pekerjaan dapat menggambarkan kondisi beban kerja yang sebenarnya terjadi. Analisis denyut jantung dilakukan untuk mengetahui tingkat beban kerja yang dialami operator secara kualitatif dan kuantitatif. Indikator tingkat beban kerja (kualitatif) menggunakan istilah Increase Ratio of Heart Rate (IRHR). Laju konsumsi energi (beban kerja kuantitatif) menggunakan istilah Total Energi Cost (TEC) dalam satuan kkal per menit. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa  tingkat  beban  kerja  secara  umum  adalah ringan  sampai  dengan  sedang  dengan  nilai IRHR antara 1,15 sampai 1,74. Tingkat beban kerja tertinggi terjadi pada stasiun ketel uap dengan IRHR 1,74. Tingkat konsumsi energi (tenaga kerja manusia) adalah 1,58 sampai 3,30 kkal/menit.
Analisis Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan Metode HIRA di CV. X M Nugra Maulana; Reakha Zulvatricia; Nukhe Andri Silviana
JOURNAL OF INDUSTRIAL AND MANUFACTURE ENGINEERING Vol. 9 No. 1 (2025): EDISI MEI
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jime.v9i1.12998

Abstract

Banyak faktor yang menyebabkan kecelakaan kerja pada perusahaan, salah satunya adalah kelalaian manusia. Kurang diperhatikan dan tidak dijalankannya prosedur keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dengan baik oleh karyawan menjadi permasalahan utama. Penelitian ini berfokus menganalisis risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Bengkel Las Bubut CV. Handoko Perkasa Group Medan dengan menggunakan metode Hazard Identification Risk Assessment (HIRA). Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko berdasarkan probabilitas dan keparahan, serta mengusulkan tindakan pengendalian untuk mengurangi risiko. Hasil penelitian menunjukkan beberapa potensi bahaya dengan kategori risiko yang beragam. Berdasarkan penilaian risiko yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa hampir dari setiap tahap pekerjaan di Bengkel memiliki nilai risiko moderate hingga Extreme. Setiap tingkatan bahaya memiliki persentase masing-masing dengan nilai Low Risk (L) 4 %, Moderate Risk (M) 18 %, High Risk (H) 72 % dan Extreme Risk (E) 6 %. Penelitian ini berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap prosedur K3 di industri kecil, khususnya di Bengkel Las Bubut. Usulan perbaikan mencakup pelatihan keselamatan kerja, pemantauan berkala terhadap kondisi kerja, dan penggunaan APD yang sesuai.
Analisa Human Error Terhadap Kegiatan Transfer Minyak Pada Department Tank Farm Speciality Fats Menggunakan Metode HEART di PT. X Sandi Febriansyah; Nukhe Andri Silviana; Reakha Zulvatricia; Marali Banjarnahor
JOURNAL OF INDUSTRIAL AND MANUFACTURE ENGINEERING Vol. 9 No. 1 (2025): EDISI MEI
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jime.v9i1.12999

Abstract

Kesalahan kerja yang terjadi tidak sedikit diakibatkan oleh manusia itu sendiri yang disebut dengan human error, yang mengakibatkan proses produksi tidak efektif dan tidak efisien yang mengakibatkan perusahaan mengalami penurunan profit. Persoalan keandalan manusia adalah perihal pengaruh besar terhadap tingkat kecelakaan kerja maupun tingkat produktivitas seorang pekerja. Penelitian ini berfokus pada kesalahan pada pekerja yang sangat berpengaruh kepada keselamatan pekerjanya, selain itu juga sangat berpengaruh terhadap kualiatas ataupun jumlah output produksi. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi kemungkinan-kemungkinan kesalahan operator yang terjadi pada proses transfer minyak di department Tank Fram Speciality Fats di Permata Hijau Palm Oleo (PHPO) dengan metode HEART (Human Error Assessment and Reduction Technique) merupakan salah satu teknik dalam menghitung probabilitas kesalahan manusia. Hasilnya Probabiӏitas kesaӏahan manusia atau human error probabiӏity (HEP) terbesar pada operator transfer minyak bagian Departement Speciality Fats terdapat pada sub task 1.4 yakni membuka manual valve inlet tangki yang akan diisi dan manual valve outlet tangki asal dengan niӏai HEP sebesar 0,95040. Usulan perbaikan adalah melakukan sosialisasi atau briefing, dilakukan pengawasan oleh kepala regu agar, komunikasi antar karyawan dengan kepala regu bisa ditingkatkan lagi, memberikan pengetahuan mengenai kedisiplinan dalam memakai Alat Pelindung Diri (APD) serta Memberikan pengetahuan mengenai K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja).