cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Iqra: Jurnal Ilmu Kependidikan dan Keislaman
ISSN : 02164949     EISSN : 26154870     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 18 No 2: Juli 2023" : 10 Documents clear
Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam Multikultural: Development of a Multicultural Islamic Religious Education Curriculum Muhammad Tang; Nur adil; Rosmini
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 18 No 2: Juli 2023
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v18i2.3533

Abstract

Pengembangan kurikulum pendidikan agama islam multikultural menjadi suatu hal yang urgen dalam menghadapi era kemajuan zaman, untuk itu pendidikan agama islam yang bermuatan multikultural sebagai dasar pelaksanaan pengembangan kurikulum pendidikan. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian library research atau studi pustaka. Adapun analisis yang digunakan adalah analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kurikulum pendidikan agama islam multikultural dapat membuka wawasan yang lebih kompleks dalam menjaga martabat kemanusiaan dan mempertahankan nilia-nilai kebudayaan yang unik sebagai suatu keindahan dalam kehidupan. pendidikan berwawasan multikultural sebagai cara pandang yang mengharmoniskan manusia dari suatu perbedaan kemudian memandang bahwa manusia mempunyai peranan dan kedudukan yang sama. Bagi pendidik penting menanamkan nilai-nilai multikultural kepada peserta didik yaitu; pengembagan sikap toleransi, empati, dan simpati, saling percaya, memelihara kekerabatan dan saling pengertian serta menjung tinggi sikap saling menghargai.
Etika Islam dalam Pemikiran Ibn Maskwaih dan Relevansinya terhadap Problem-Problem Sosial di Indonesia: Islamic Ethics in Ibn Maskwaih's Thought and Its Relevance to Social Problems in Indonesia Hariyanto; Shofiyullah Muzammil
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 18 No 2: Juli 2023
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v18i2.3613

Abstract

Artikel ini menganalisis pemikiran etika Islam menurut Ibn Maskawaih dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan berdasarkan sumber data primer dari buku Menuju Keempurnaan Akhlak karya Ibn Maskawaih. Penelitian ini menemukan bahwa Ibn Maskawaih memandang etika sebagai landasan utama dalam menjalani kehidupan manusia. Ibn Maskawaih memulai konsepsi etikanya dengan pembagian jiwa menjadi tiga yakni; al quwwah an natiqah, al quwwah al ghadabiah, al quwwah al syahwatiyah. Menurut Ibn Maskawaih tujuan pendidikan akhlak dibagi menjadi tiga; Pertama, membentuk perilaku manusia yang baik. Kedua, mengangkat manusia dari tingkat tercela yang dilaknat oleh Allah Swt. Ketiga; membimbing manusia menjadi manusia yang sempurna (Insan Kamil). Dalam pemikiran Ibn Maskawaih mengenai teori jalan tengah, ia membagi tiga macam keutamaan yang harus dimiliki manusia. Pertama; al-iffah (menjaga kesucian diri). Kedua; Al-syaja'ah (keberanian). Ketiga; al-hikmah (kebijaksanaan). Dan kombinasi dari tiga keutamaan tersebut akan menghasilkan sebuah keutamaan yang lebih tinggi, yaitu keadilan (al adalah). Keadilan diartikan sebagai posisi tengah antara berbuat aniaya dan teraniaya. Pemikiran etika Ibn Maskawaih yang berlandaskan kesadaran moral, pembersihan jiwa relevan dengan problem sosial di Indonesia, seperti kasus korupsi, problem pendidikan dan lain-lain. Begitu juga dengan teori jalan tengah Ibn Maskawaih yang memiliki relevan dengan problem di Indonesia seperti konflik keberagaman. Muslim moderat merupakan entitas muslim sejati yang berada ditengah diantara ekstrem kekurangan (liberal) dan esktrem kelebihan (fundamentalis-radikal).
An-Naim dalam Merekonstruksi Kewarisan Non Muslim : An-Naim in Reconstructing Non-Muslim Inheritance Gazali; Ferry Payuhi
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 18 No 2: Juli 2023
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v18i2.3643

Abstract

Warisan dalam Islam memang telah dianggap final oleh jumhur ulama (ulama salaf dan khalaf), bahwa seseorang dilarang mewariskan kepada orang lain yang berbeda agama, namun polemik hak waris antara ahli waris dan ahli waris yang berbeda agama masih menarik perhatian. pemikir Islam modern, salah satunya adalah Abdullah Ahmen an-Naim. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian kepustakaan, dengan mengkaji literatur yang telah ada yang ditulis oleh an-Naim sendiri dan penulis lain yang tertarik dengan pemikirannya. An-Naim memandang bahwa hak setiap manusia untuk memilih agama dan keyakinannya tidak boleh menjadi batu sandungan untuk mendapatkan hak waris dari kerabatnya. Oleh karena itu, An-Naim menawarkan konsep pemikiran yang menurutnya lebih luwes dan aplikatif dalam memahami teks-teks yang berkaitan dengan hukum dalam Alquran dan Sunnah; An-Naim dalam sejarah pemikirannya pada akhirnya menawarkan tiga konsep pemikiran; 1). dekonstruksi syariah 2). Pendekatan Evolusi dan 3). Negara sekuler. Menurutnya, ketiga konsep pemikiran tersebut sangat aplikatif dalam memahami komunitas personal di era modern ini. Menurut an-Naim, agama tidak bisa dijadikan sebagai penghalang warisan. Bagi ahli HAM kelahiran Sudan ini larangan mewariskan dari agama yang berbeda merupakan pelanggaran HAM yang sudah tertulis di pasal 17 dan 18 DUHAM dan juga tidak sejalan dengan konsep Islam sebagai agama rahmatan lil alamin.
Kebebasan Beragama dalam Negara Demokrasi: Perspektif Pemikiran Elite Partai Keadilan Sejahtera: Freedom of Religion in a Democratic State: Perspectives on the Thoughts of the Prosperous Justice Party Elite Moh. Nurhakim
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 18 No 2: Juli 2023
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v18i2.3749

Abstract

Penelitian ini berusaha menganalisis secara kritis pemikiran beberapa elite ‎Partai Keadilan Sejahtera (PKS) seputar kontroversi tafsir kebebasan beragama dalam konteks negara demokrasi di Indonesia. Fokus penelitian menjelaskan ideologi dan gerakan PKS, serta kontruksi pemikiran elite PKS tentang kebebasan beragama. Melalui pendekatan kualitatif-fenomenologis, dengan teknik wawancara mendalam, lalu dikonfirmasi dengan dokumen resmi partai serta literatur yang relevan, diperoleh hasil sebagai berikut. Pertama, PKS merupakan partai politik yang dibangun di atas ideologi Islamisme-moderat. Transformasi gerakan dimulai dari komunitas dakwah-Tarbiyah menuju gerakan politik. Kedua, berkenaan dengan masalah kebebasan beragama, para elite PKS berpandangan bahwa kebebasan beragama dalam konteks demokratisasi di tanah air dimaknai sebagai hak individu untuk memilih dan menjalankan agama Bukan bebas keluar agama dan apalagi menista agama lain atas nama kebebasan. Sebagai Sikap toleran diperlukan Adapun sikap elite terhadap pemeluk agama lain, pengikut aliran sesat, sekedar perlu toleransi (tasamuh). Mereka juga mengakui pluralitas agama dan keyakinan sebagai realitas, tanpa meyakini semua agama benar berdasar keyakinannya. Untuk menjamin terjadinya toleransi dan menghindari kasus penistaan agama, menurut mereka, diperlukan penegakan hukum.
Lembaga Pendidikan Pesantren di Indonesia: Islamic Boarding School Education Institutions in Indonesia Rizki Ayu Amaliah Junaidi; Bahaking Rama; Muhammad Yahdi
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 18 No 2: Juli 2023
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v18i2.3771

Abstract

Lembaga Pendidikan Pesantren di Indonesia memiliki peran penting dalam pendidikan agama dan tradisi Islam. Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang menggunakan sistem asrama atau pondok, dengan sosok kiai sebagai tokoh sentral dan masjid sebagai pusat kegiatan. Pesantren memiliki beberapa sistem pendidikan, yaitu tradisional, modern, dan komprehensif, yang masing-masing memiliki karakteristik dan metode pembelajaran yang berbeda. Pesantren tradisional (Salâf) mempertahankan bentuk asli dengan mengajar kitab-kitab klasik dalam bahasa Arab, sedangkan pesantren modern (Khalaf) lebih mengadopsi sistem klasikal dan menggunakan kurikulum nasional. Pesantren komprehensif merupakan kombinasi antara pendidikan tradisional dan modern. Sistem pengelolaan pesantren tradisional lebih berada di tangan kiai, sedangkan pesantren modern cenderung memiliki gaya kepemimpinan yang kooperatif. Pesantren juga memiliki peran penting dalam menghasilkan santri yang memiliki pengetahuan agama yang luas. Metode pembelajaran di pesantren mencakup sorogan, bandongan, musyawarah, hafalan, lalaran, metode demonstrasi, dan metode riyâdah. Kurikulum di pesantren terdiri dari studi keagamaan dan studi umum, yang dapat dipisahkan atau digabungkan tergantung pada jenis pesantren yang ada. Secara keseluruhan, lembaga pendidikan pesantren di Indonesia memiliki peran yang signifikan dalam mengembangkan pendidikan agama Islam dan mempertahankan tradisi Islam. Pesantren memiliki beragam sistem pendidikan, metode pembelajaran, dan kurikulum yang mencerminkan perpaduan antara nilai-nilai tradisional dan kemajuan modern.
Implementasi Pembelajaran PAI dan Budi Pekerti Berbasis Multimedia Interaktif Macro-Enable dalam Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik SMA Negeri 4 Wajo: Implementasion of Islamic Educatiom amd Charachter Education Learning Based on Interactive Multimedia Macro-Enable for Enchancing Learning Outcomes of Student at SMA Negeri 4 Wajo Sitti Harminawati R; Usman; Ahdar; Marhani; Muh. Dahlan Thalib
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 18 No 2: Juli 2023
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v18i2.3837

Abstract

Penelitian ini membahas tentang implementasi pembelajaran PAI dan Budi Pekerti berbasis multimedia interaktif macro-enable dalam peningkatan hasil belajar peserta didik di SMA Negeri 4 Wajo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembelajaran PAI dan Budi Pekerti, dan hasil belajar peserta didik sebelum perlakuan (pretest) dan sesudah perlakuan (posttest), serta implementasi multimedia interaktif macro enable di SMA Negeri 4 Wajo. Penulis melakukan pendekatan penelitian dengan metode kuantitatif, jenis penelitian adalah eksperimen. Penelitian ini menggunakan model Pre-Experimental Design dengan bentuk One Group Pretest-Posttest Design. Lokasi yang menjadi tempat penelitian ini adalah di SMA Negeri 4 Wajo. Sumber data adalah peserta didik dan pendidik (data primer) dan dokumen yang tekait (data sekunder); instrumen penelitian adalah peneliti sendiri dan dibantu melalui alat pengumpulan data yaitu tes hasil belajar dan laptop sebagai sarana multimedia interaktif, teknik analisis data adalah perhitungan gain ternormalisasi (n-gain), uji normalitas, uji homogenetis, dan uji hipotesis. Hasil Penelitian ini menunjukkan, (1) Proses pembelajaran PAI dan Budi Pekerti dilakukan dengan tiga tahapan, yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Tahap perencanaan berpedoman pada Silabus dan RPP. Tahap pelaksanaan dilakukan dalam tiga kegiatan, yaitu kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Tahap evaluasi dengan bentuk pemberian tugas, ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester. (2) Hasil belajar sebelum perlakuan (pretest) pada peserta didik di SMA Negeri 4 Wajo, dengan nilai minimun 5 dan hasil maksimum 80, dengan nilai rata-rata 57,41 dan median 65. Hasil belajar sesudah perlakuan (posttest) pada peserta didik di SMA Negeri 4 Wajo, dengan nilai minimun 50 dan hasil maksimum 100, dengan nilai rata-rata 82, dan median 85. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa implementasi multimedia interaktif macro-enable dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas XI Mipa Kolaborasi di SMA Negeri 4 Wajo. (3) Implementasi multimedia interaktif macro-enabled dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik di SMA Negeri 4 Wajo, dapat terlihat dari indikator dari teori implementasi, yaitu pengembangan pembelajaran PAI dan Budi Pekerti berbasis multimedia interaktif macro-enabled, pelaksanaan pembelajaran PAI dan Budi Pekerti berbasis multimedia interaktif macro-enabled, dan evaluasi pembelajaran PAI dan Budi Pekerti.
Penggunaan Strategi Berbasi Masalah dalam Menanamkan Krakter Religius pada Pembelajaran PAI Kelas XI di SMKN 3 Parepare: Use of Problem-Based Strategies in Instilling Religious Character in Class XI PAI Learning at SMKN 3 Parepare Sinar Kumalasari; Usmannoer; Muh Dahlan; Ahdar; Buhaerah
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 18 No 2: Juli 2023
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v18i2.3840

Abstract

Pembelajaran berbasis masalah menjadi tantangan apakah kehadirannya akan membawa dampak positif terhadap perubahan peserta didik untuk lebih termotivasi dalam belajar. Sedangkan karakter merupakan pendidikan akhlak mulia bagi anak dengan melibatkan aspek pengetahuan (cognitive), perasaan (feeling) dan tindakan (action). Jenis penelitian adalah penelitian metode kualitatif. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui karakter religius pada peserta didik di kelas XI di SMKN 3 Parepare dan untuk mengetahui Strategi Pembelajaran PAI berbasis masalah di Kelas XI di SMKN 3 Parepare. Data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder. Instrumen penelitian yaitu pedoman observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data melalui observasi, interview dan dokumentasi. Analisis data melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik pengujian keabsahan data yaitu kredibilitas, keteralihan, dipercaya. Penelitian menunjukkan bahwa (1)Menanamkan karakter religius pada peserta didik kelas XI di SMKN 3 Parepare terdapat a. Penanaman karakter yang dilaksanakan oleh guru PAI di SMKN 3 Parepare pelaksanaannya yaitu dengan cara pembiasaan kepada peserta didik dan sikap keteladanan dari guru itu sendiri b. Penanaman karakter oleh guru PAI yaitu antara lain: sopan santun, disiplin, peduli lingkungan, tanggung jawab, toleransi dan mandiri 2) Implementasi strategi pembelajaran PAI pada Peserta didik kelas XI di SMKN 3 Parepare terdapat kesimpulan bahwa (a) Guru mengorientasi peserta didik kepada masalah dengan cara menyampaikan masalah,(b) Guru mendefinisikan dan mengorganisir peserta didik untuk belajar dengan cara membantu peserta didik dalam mengorganisir tugas belajar dalam menyelesaikan masalah (c) Guru memandu investigasi mandiri maupun kelompok (d) Guru menyuruh peserta didik mengembangkan dan mempresentasikan karya (e) Guru melakukan refleksi dan penilaian.
Peran Kompetensi Peserta Didik pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SDIT Al-Kautsar Sidenreng Rappang: The Role of Student Competencies in Religious Education Learning Islam at Sdit Al-Kautsar Sidenreng Rappang Dwi Ratnasari; Usman; Buhaerah; Hamdanah; Muzdalifah
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 18 No 2: Juli 2023
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v18i2.3843

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kompetensi peserta didik pada pembelajaran pendidikan agama Islam di SDIT Al-Kautsar sidrap yaitu aspek kognitif, afektif dan psikomotorik peserta didik. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) kemampuan kognitif peserta didik menunjukkan hasil yang baik dari hasil analisis nilai kognitif kelas V menunjukkan bahwa 19 peserta didik mendapatkan nilai 77 dan 2 orang peserta didik mendapatkan nilai 83. Sedangkan pada kelas VI 1 orang peserta didik mendapatkan nilai sempurna 100, 3 orang mendapatkan nilai 98, 1 orang mendapatkan nilai 85 dan 5 orang mendapatkan nilai 75. (2) kemampuan afektif peserta didik berada pada kategori baik dengan hasil analisis pada kelas V menunjukkan bahwa ada 2 peserta didik yang mendapatkan nilai C. Kemudian pada kelas VI ada 8 peserta didik yang mendapatkan nilai B dan 2 orang mendapatkan nilai A. (3) kemampuan psikomotorik peserta didik ditunjukkan dengan kemampuan membaca Al-Qur’an bahwa terdapat 3 orang peserta didik kelas V buta huruf belum mampu mengenali huruf-huruf hijaiyah yang ditunjukkan oleh peneliti. Terdapat 13 orang peserta didik tidak lancar dalam mengaji. dan terdapat 5 orang lancar mengaji. Tidak ada peserta didik kelas VI yang buta huruf. 4 orang peserta didik tidak lancar dalam mengaji. Terdapat 6 orang lancar mengaji. (4) kompetensi peserta didik berperan penting dan krusial dalam kelancaran pembelajaran PAI di SDIT Al-Kautsar. Kata Kunci : Peran, Kompetensi, Peserta Didik.
Penerapan Model Literasi Al-Qur’an Berbasis Digital Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar PAI Peserta Didik di UPTD SMP Negeri 4 Parepare: Application of the Digital-Based Al-Qur'an Literacy Model in Increasing Students' Motivation to Study PAI at UPTD SMP Negeri 4 Parepare Sitti Aminah; Hamdana Said; Marhani; Usman; Abdul Halik
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 18 No 2: Juli 2023
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v18i2.3891

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan keberhasilan penerapan model literasi Al-Qur’an berbasis digital dalam meningkatkan motivasi belajar PAI peserta didik kelas VIII.1 di UPTD SMP Negeri 4 Parepare. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan model siklus dari Kemmis dan Taggart yang terdiri dari 2 siklus dengan empat tahapan pada siklusnya yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan/observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model literasi Al-Qur’an berbasis digital melalui 2 siklus telah berhasil diterapkan pada peserta didik. Pada Siklus I terdapat 2 peserta didik yang merasa tidak senang menerapkan, 5 peserta didik merasa tidak mudah menerapkan dan 2 peserta didik yang merasa tidak terbantu dalam belajar, artinya pada siklus I terdapat 9 peserta didik atau 45 % yang masih terkendala dalam penerapannya. Dan setelah diadakan perbaikan pada siklus II keberhasilannya mencapai 100%. Adapun peningkatan motivasi belajar melalui penerapan model literasi Al-Qur’an berbasis digital, data menunjukkan bahwa: (1)) Kondisi awal motivasi belajar peserta didik sebelum dilakukan penelitian dapat digambarkan bahwa sebanyak 20 peserta didik hanya 2 peserta didik atau 10% berada pada kategori motivasi sangat baik, 3 peserta didik atau 15% kategori motivasi baik, 3 peserta didik atau 15% kategori motivasi cukup dan 12 peserta didik atau 60% kategori motivasi kurang. (2) Setelah dilakukakan tindakan pada siklus I, motivasi belajar peserta didik sudah mengalami peningkatan. Dari 20 peserta didik, meski tidak ada lagi peserta didik berada pada kategori kurang, namun sebagian besar peserta didik masih berkategori cukup yaitu 12 atau 60%, 6 peserta didik atau 30% kategori motivasi baik, dan 2 peserta didik atau 10% kategori motivasi sangat baik, artinya pada kategori baik baru terjadi peningkatan sebanyak 15% dan 10% pada kategori amat baik, sehingga peneliti merasa masih perlu melanjutkan penelitian pada siklus II. (3) Setelah dilakukan tindakan pada siklus II, meskipun masih terdapat 2 peserta didik atau 10% yang memiliki motivasi belajar kategori cukup namun motivasi belajar peserta didik mengalami peningkatan secara signifikan. Dari 20 peserta didik 11 peserta didik atau 55% kategori motivasi baik, 7 peserta didik atau 35% berada pada kategori motivasi sangat baik, artinya pada kategori ini telah terjadi peningkatan sebanyak 25%. Hal ini membuktikan bahwa peningkatan motivasi belajar hasil ketercapaiannya sudah sangat tinggi yakni 90%. Oleh karena itu penelitian ini dihentikan pada siklus II.
Peran Profesionalitas Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membangun Karakter Religious Siswa Sekolah Menengah Pertama Al Islam 1 Surakarta Tahun Ajaran 2022/2023: The Role of Islamic Religious Education Teacher Professionalism in Building Religious Character of Students at Al Islam 1 Junior High School Surakarta Academic Year 2022/2023 Marfiatus Sholikah; Suhadi; Yetty Faridatul Ulfah
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 18 No 2: Juli 2023
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v18i2.3931

Abstract

Profesionalitas guru merupakan orang yang mempunyai keahlian dan kemampuan khusus dalam bidang pendidikan. Sehingga guru mampu melakukan kewajiban dan tanggungjawab sebagai guru dengan maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan peran profesionalitas guru PAI dalam membangun karakter religious siswa SMP Al Islam 1 Surakarta tahun ajaran 2022/2023. (2) mendeskripsikan alasan mengapa peran guru PAI sangat dibutuhkan dalam membangun karakter religious siswa SMP Al Islam 1 Surakarta tahun ajaran 2022/2023. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Research). Pendekatan yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Untuk menguji keabsahan data dilakukan dengan uji kredibilitas, transferbilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Sedangkan dalam analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) peran profesionalitas guru PAI dalam membangun karakter religious siswa di SMP Al Islam 1 Surakarta yaitu dengan menerapkan karakter-karakter Islami disekolah maupun dirumah sebagaimana yang telah diprogramkan sekolah serta memasukkan nilai-nilai karakter religious dalam penerapannya. (2) Sementara untuk alasan mengapa peran guru sangat dibutuhkan dalam membangun karakter religious siswa yaitu karena guru merupakan tokoh penting dalam pembentukan karakter seseoarang, guru juga menjadi tolak ukur dalam kemajuan peserta didiknya. Guru juga merupakan orang tua kedua bagi para siswa setelah kedua orangtuanya dirumah, sehingga peran guru menjadi sosok yang sangat penting dalam pendidikan karakter.

Page 1 of 1 | Total Record : 10