cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
AGREGAT
ISSN : 25412884     EISSN : 25410318     DOI : -
Core Subject : Engineering,
AGREGAT is a journal of Department of Civil Engineering, University of Muhammadiyah Surabaya. The journal will be published in every May and November yearly. The journal consists of result of research, literature review, and case reports created as realization of Tridharma college.
Arjuna Subject : -
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 10 No 2 (2025)" : 18 Documents clear
Analisa Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Pada Proyek Konstruksi Gedung MPP Kabupaten Pulang Pisau Sari, Norliana; Rida Respati; Hendra Putra Jaya
AGREGAT Vol 10 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v10i2.26847

Abstract

Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan perhitungan TKDN berdasarkan data teknis proyek tahun anggaran 2025, yang bernilai kontrak sebesar Rp 3.907.000.000. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total nilai TKDN proyek mencapai 79,95%, yang terdiri dari kontribusi jasa tenaga kerja sebesar 100% dan kontribusi barang (material bahan baku dan bahan konstruksi) sebesar 73,90%. Dari sisi proporsi biaya, kontribusi terbesar terhadap nilai TKDN berasal dari bahan konstruksi (barang jadi) sebesar 69,97%, diikuti oleh jasa tenaga kerja sebesar 23,19% dan material bahan baku sebesar 6,84%. Seluruh tenaga kerja yang digunakan merupakan warga negara Indonesia (WNI), serta sebagian besar material konstruksi berasal dari dalam negeri, mencerminkan pemanfaatan maksimal sumber daya lokal. Dengan capaian TKDN sebesar 79,95%, proyek ini tidak hanya melampaui ambang batas minimal yang ditetapkan pemerintah (40%), tetapi juga mendukung kebijakan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN)
Pengaruh Penambahan Biochar Tempurung Kelapa Terhadap Nilai PI Dan CBR Pada Tanah Di Kecamatan Maliku delina, defrin; Norseta Ajie Saputra
AGREGAT Vol 10 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v10i2.26886

Abstract

Tanah lempung dengan Indeks Plastisitas (PI) yang tinggi dan nilai California Bearing Ratio (CBR) yang rendah cenderung rentan terhadap perubahan kelembapan dan memiliki daya dukung yang rendah sehingga perlu usaha untuk stabilisasi, salah satu stabilisasi yang masih jarang digunakan adalah stabilisasi mengunakan bahan adiktif seperti biochar tempurung kelapa. Biochar tempurung kelapa memiliki sifat yang mampu mengubah karakteristik fisik dan mekanik tanah, sehingga diharapkan dengan penambahan biochar dapat menurunkan nilai Indeks Plastisitas (PI) dan meningkatkan nilai California Bearing Ratio (CBR) tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan biochar tempurung kelapa dengan variasi 8%, 12% dan 16% terhadap nilai Indeks Plastisitas (PI) dan nilai California Bearing Ratio (CBR) tanah asli dari Desa Maliku Baru, Kecamatan Maliku, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Hasil dari pengujian menunjukan perubahan terhadap kedua parameter tersebut, semakin tinggi variasi biochar tempurung kelapa yang digunakan maka semakin rendah nilai Indeks Plastisitas (PI) dan semakin tinggi nilai California Bearing Ratio (CBR). Pada penelitian ini diperoleh hasil yang signifikan pada penambahan biochar tempurung kelapa dengan variasi 16% diperoleh nilai Indeks Plastisitas (PI) dari tanah asli sebesar 33,64% menjadi 11,68% penurunan yang terjadi 62,4% dari tanah asli sedangkan nilai California Bearing Ratio (CBR) diperoleh dari tanah asli sebesar 2,95% menjadi 9,2% peningkatan nilai California Bearing Ratio (CBR) adalah sebesar 78% dari California Bearing Ratio (CBR) tanah asli. Dengan demikian, penggunaan biochar tempurung kelapa sebagai bahan stabilisasi tanah sangat efektif dalam meningkatkan kualitas tanah lempung di daerah tersebut
Pengujian Model Fondasi Kacapuri dengan Penambahan Strip Plat Kayu Ulin di Tanah Gambut Stephanus Alexsander; Fatma Sarie; Mohammad Ikhwan Yani; Liliana; Sinaga, Ayu Rosaulina
AGREGAT Vol 10 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v10i2.27368

Abstract

This document serves two fold objectives: as the template as well as the guide for composing your paper. Please write the. The distribution of peat soils with high organic content in the Kalimantan region causes low soil bearing capacity and large soil settlement, which adversely affects construction projects. Local communities commonly use kacapuri foundations made from a combination of ironwood and galam wood, but these foundations are not fully effective in resisting loads. This research modifies the foundation by adding ironwood plate strips modelled through the Plaxis 2D program and continued with prototyping in the laboratory by providing loading tests. The data used is primary data from laboratory testing with soil samples taken from the location on Bondang Street, Palangka Raya City. Laboratory testing of the physical and mechanical properties of peat soil revealed a moisture content = 580.51%, volume weight = 1,06 g/cm3, specific gravity = 1.79, ash content = 4.65%, fibre content = 33.12%, cohesion = 0,0023 kg/cm2, inner shear angle = 1.8856°, shear stress from the normal stress and shear stress relationship graph = 0.006 and soil shear strength in the range of 0.0064 - 0,0174 kg/cm2. The modelling that has been done provides a modification with four strips of ironwood plate. The prototype made produces a decrease value according to SNI 8460: 2017 standard which is 2.5 cm in the Plaxis experiment the required load is smaller than in the laboratory. In Plaxis, a large load of 356.9 kg is required to achieve settlement, and a load of 380 kg is required in the laboratory settlement test.
Pemanfaatan Limbah Pasir Sandblasting Sebagai Material Perkerasan Kaku Layang, Samuel; Thathit Suprayogi; Wiratno; Okta Meilawaty; Renna Jessica Sihombing; Frans Putra Ganesa
AGREGAT Vol 10 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v10i2.27798

Abstract

This study aims to determine the compressive strength and flexural strength of concrete using Sandblasting Sand waste and to determine whether concrete using Sandblasting Sand waste can be used as a rigid pavement material. To achieve these objectives, experimental research was carried out in the laboratory using 10 beam specimens. The coarse aggregate used was a combination of Banjarmasin Gravel and Merak Gravel with a proportion of 50% each. There are two variations of the mixture, namely a concrete mixture using Tangkiling Sand and a concrete mixture using Sandblasting Sand. From the test results, it was obtained that the concrete mixture using Tangkiling Sand had an average compressive strength of 22.57 MPa and a flexural strength (fs) of 36.33 kg/cm2. The concrete mixture using Sandblasting Sand has an average compressive strength of 26.55 MPa and flexural strength (fs) of 39.40 kg/cm2. Concrete mixtures with proportions of 50% Banjarmasin Gravel and 50% Merak Gravel, both using Tangkiling Sand and Sandblasting Sand do not meet the requirements for use as rigid pavement because they do not meet the minimum flexural strength of 45 kg/cm2 as required.
Perencanaan Ulang Tebal Perkerasan pada Perbaikan Jalan Batas Kota Cianjur - Citarum dengan MDP 2024 Syaripin, Syaripin
AGREGAT Vol 10 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v10i2.28161

Abstract

Perencanaan tebal perkerasan jalan merupakan aspek krusial dalam menjamin umur layan dan kinerja struktur perkerasan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan ulang tebal perkerasan pada ruas Jalan Batas Kota Cianjur–Citarum dengan menggunakan pedoman Manual Desain Perkerasan (MDP) 2017 serta membandingkannya dengan hasil perencanaan berdasarkan MDP 2024. Data yang digunakan meliputi survei lalu lintas, pertumbuhan penduduk, kondisi tanah dasar, serta struktur perkerasan eksisting. Analisis dilakukan melalui perhitungan beban lalu lintas ekuivalen (ESA4 dan ESA5), evaluasi umur rencana, serta penentuan struktur lapisan perkerasan sesuai dengan pedoman desain. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa beban rencana lalu lintas mencapai 37.275.632 ESA5 dalam 20 tahun. Berdasarkan MDP 2017 diperoleh desain struktur perkerasan dengan tebal AC-WC 40 mm, AC-BC 60 mm, AC Base 100 mm, CTB 150 mm, dan Lapis Fondasi Agregat Kelas A 150 mm. Sementara itu, MDP 2024 menghasilkan desain dengan tebal AC-WC 40 mm, AC-BC 60 mm, AC Base 90 mm, CTB 150 mm, Lapis Fondasi Agregat Kelas A 150 mm, Lapis Fondasi Agregat Kelas B 150 mm, serta timbunan pilihan 200 mm. Perbedaan utama terletak pada penambahan lapis fondasi agregat kelas B dan timbunan pilihan pada MDP 2024, yang menunjukkan adanya optimasi struktur untuk meningkatkan stabilitas tanah dasar sekaligus efisiensi penggunaan material beraspal. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan MDP 2024 memberikan desain yang lebih komprehensif dan adaptif terhadap kondisi lapangan.
Analisis Efisiensi Biaya Bekisting Konvensional dan Full System Menggunakan Metode Rekayasa Nilai Vansya, Muhammad Lawdy Dhiyaa; Yuliastuti, D.I; Sekar Ayu Kuncaravita; Rizki Astri Aprilliani; Muhammad Mahesa ramadhan
AGREGAT Vol 10 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v10i2.28508

Abstract

Bekisting merupakan cetakan sementara yang digunakan untuk membentuk beton selama proses pengecoran hingga beton mencapai kekuatan sesuai standar. Selain aspek kekuatan dan kemudahan penggunaan, faktor biaya bekisting juga perlu diperhatikan agar lebih efisien. Penelitian ini melakukan analisis biaya dengan menerapkan Metode Rekayasa Nilai, karena metode bekisting konvensional seringkali kurang efektif akibat penggunaan material yang kurang tahan lama serta pemasangan yang memerlukan waktu lama. Hal ini berdampak pada meningkatnya biaya tenaga kerja dan durasi proyek. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini menekankan pada permasalahan tingginya biaya bekisting dalam proyek konstruksi bangunan dan berupaya mengidentifikasi serta merekomendasikan metode yang lebih ekonomis tanpa mengurangi mutu maupun fungsi struktur. Perbandingan analisis dilakukan antara bekisting konvensional dan full sistem, di mana bekisting awal yang digunakan adalah konvensional kemudian diganti dengan alternatif full sistem. Alternatif ini diuji pada pekerjaan bekisting kolom dan balok. Oleh karena itu, dalam proyek ini disarankan untuk mengganti bekisting kolom dan balok karena tingginya biaya. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan bekisting full sistem mampu memberikan penghematan, yaitu 72% pada bekisting balok dan 64% pada bekisting kolom per meter persegi.
Analisis Keterkaitan Nilai Dynamic Cone Penetrometer (DCP) Terhadap Tingkat Kerusakan Perkerasan Dengan Metode Pavement Condition Index (PCI) Pada Ruas Jalan Bajuin Norminawati Dewi; Muhammad Azhar; Marlia Adriana
AGREGAT Vol 10 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v10i2.28569

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara nilai California Bearing Ratio (CBR) hasil uji Dynamic Cone Penetrometer (DCP) dengan tingkat kerusakan perkerasan jalan yang dinilai menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI). Lokasi penelitian berada di ruas Jalan Bajuin sepanjang 900 meter dengan 18 titik pengujian. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai CBR berkisar antara 5,9 hingga 37,7, sedangkan nilai PCI menggambarkan kondisi perkerasan yang bervariasi dari gagal hingga baik. Analisis korelasi antara nilai CBR dan PCI menghasilkan koefisien sebesar -0,23202 yang tergolong sangat lemah dan tidak signifikan karena lebih kecil dari nilai r tabel (0,468). Temuan ini mengindikasikan bahwa kondisi tanah dasar yang direpresentasikan oleh nilai DCP bukan merupakan faktor penyebab utama kerusakan jalan pada ruas tersebut. Faktor lain seperti beban lalu lintas yang tinggi dan kondisi struktur perkerasan yang kurang optimal memiliki pengaruh yang lebih dominan terhadap tingkat kerusakan yang terjadi
Penanggulangan Longsor Dengan Dinding Penahan Tanah Atau Retaining Wall (Ruas Muara Teweh-Benangin STA 50+800) Stephanus Alexsander; Fatma Sarie; Okta Meilawaty; Yuan Hunter
AGREGAT Vol 10 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v10i2.28698

Abstract

Longsor merupakan peristiwa bergeraknya material penyusun lereng akibat terganggunya kestabilan lereng, yang dipengaruhi oleh faktor morfologi, sifat fisik dan mekanik tanah, serta kondisi hidrologi. Kasus longsor yang terjadi pada Ruas Jalan Muara Teweh–Benangin STA 50+800 menunjukkan pentingnya perencanaan infrastruktur yang memperhatikan karakteristik tanah agar tidak membahayakan pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung nilai safety factor (SF) awal lereng, menganalisis pemodelan dinding penahan tanah (retaining wall), serta mengevaluasi perubahan nilai safety factor setelah diberi perkuatan. Penelitian dilakukan dengan pendekatan studi kasus menggunakan data sekunder hasil pengujian lapangan dan laboratorium yang dianalisis melalui metode elemen hingga (FEM) dengan bantuan program PLAXIS 2D. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai safety factor (SF) awal lereng sebesar 2,169, namun melalui back analysis diperoleh nilai SF sebesar 1,057 yang mengindikasikan kondisi tidak stabil dan berisiko tinggi longsor. Untuk itu direncanakan dinding penahan tanah tipe kantilever dengan spesifikasi tinggi 4 m, lebar 0,2 m, panjang heel 1,5 m, panjang toe 1 m, tebal dinding batang bawah 0,4 m. Analisis stabilitas lereng setelah diberi perkuatan menunjukkan peningkatan nilai safety factor (SF) menjadi 1,690, yang menandakan lereng telah berada dalam kondisi aman dari risiko kelongsoran
Efektivitas Quantity Take-Off dalam Proyek Swakelola dengan Integrasi Building Information Modeling (BIM) Rizki, Alvan; Atik Wahyuni; Hendri Hermawan
AGREGAT Vol 10 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v10i2.29122

Abstract

The Quantity Take-Off (QTO) process plays a vital role in preparing construction cost estimates. However, conven-tional methods, which are still widely used in Indonesia particularly in self-managed projects often result in vol-ume deviations and require longer processing time. This study investigates the application of Building Information Modeling (BIM) using Autodesk Revit for QTO in the construction of an eight-story hospital project carried out through self-management. A quantitative experimental method was employed by comparing the QTO results of concrete and reinforcement in major structural elements from both approaches. The findings indicate that the av-erage deviation for concrete volume was 1.21%, while the average deviation for steel reinforcement was 1.75%. The highest concrete deviation occurred in shear walls (3.70%) due to differences in volume calculation for open-ings and elevation variations, whereas the highest reinforcement deviations were found in columns (2.72%) and beams (2.63%) as the conventional approach tends to simplify reinforcement details such as lengths, splices, and bends. The study concludes that BIM-based QTO is not only technically more reliable but also addresses the limita-tions of human resources in self-managed projects. Therefore, adopting BIM is strongly recommended as a digital transformation strategy for more efficient quantity management in infrastructure projects in Indonesia.
Perbandingan Daya Dukung Pondasi Tiang Metode Statis Versus Metode Dinamis Untuk Rusun IAHN dan Rusun Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur Saleh Silaban, Ridho
AGREGAT Vol 10 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v10i2.29126

Abstract

Analisis kapasitas daya dukung tiang merupakan elemen penting dalam perencanaan pondasi tiang pancang karena berkaitan langsung dengan aspek keamanan serta efisiensi konstruksi. Untuk memastikan stabilitas, perhitungan desain pondasi harus disesuaikan dengan beban kerja yang direncanakan. Pada tahap perencanaan biasanya digunakan Metode Statis, sedangkan kondisi aktual di lapangan diperoleh melalui Metode Dinamis seperti uji Pile Driving Analyzer (PDA). Idealnya kedua pendekatan menghasilkan nilai yang berdekatan, namun perbedaan hasil sering terjadi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kapasitas daya dukung ijin tiang tunggal berdasarkan kedua metode serta menghitung persentase selisihnya. Dimensi tiang yang diteliti berukuran 25x25 cm. Pengumpulan data meliputi hasil Cone Penetration Test (CPT), Standard Penetration Test (SPT), dan uji PDA. Data CPT serta SPT dianalisis menggunakan sejumlah rumus Metode Statis, yakni Mayerhof, Nottingham & Schmertman, Aoki & Alancer, Luciano Decourt, serta Schmertman, kemudian dibandingkan dengan hasil uji PDA. Pada Rusun Pemkab Kotawaringin Timur, hasil PDA menunjukkan kapasitas 26,50 ton. Perhitungan CPT menghasilkan Mayerhof 25,34 ton, Nottingham & Schmertman 39,67 ton, dan Aoki & Alancer 37,97 ton, dengan selisih rata-rata 32,45% dan Mayerhof paling mendekati (4,38%). Sementara analisis SPT menunjukkan Mayerhof 35,71 ton, Luciano Decourt 41,47 ton, dan Schmertman 22,68 ton, dengan rata-rata selisih 35,22% serta Schmertman paling dekat (14,42%). Pada Rusun IAHN, nilai PDA tercatat 42,63 ton. Analisis CPT menghasilkan Mayerhof 50,50 ton, Nottingham & Schmertman 51,97 ton, dan Aoki & Alancer 22,20 ton, dengan rata-rata selisih 29,43% serta Mayerhof mendekati (18,48%). Hasil SPT menunjukkan Mayerhof 36,74 ton, Luciano Decourt 49,58 ton, dan Schmertman 34,16 ton, dengan rata-rata selisih 16,66% dan Mayerhof paling dekat (13,82%)

Page 1 of 2 | Total Record : 18