cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 2337621X     EISSN : 25810294     DOI : -
Journal of Fisheries and Marine Research (JFMR) is dedicated to published highest quality of research papers on all aspects of : Aquatic Resources, Aquaculture, Fisheries Resources Technology and Management, Fish Technology and Processing, Fisheries and Marine Social Economic and Marine Science. This journal is jointly published by Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University Malang Indonesia and Ikatan Sarjana Perikanan Indonesia (Ispikani). JFMR is a new journal but related to the past journal of Faculty of Fisheries and Marine Science that is Jurnal Penelitian Perikanan (JPP) with ISSN: 2337-621X (print version) and website link of www.jpp.ub.ac.id
Arjuna Subject : -
Articles 640 Documents
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA PEMBENIHAN IKAN PATIN PADA FISH SEED WAREHOUSE, KECAMATAN DIWEK, KABUPATEN JOMBANG: FINANCIAL FEASIBILITY ANALYSIS ON CATFISH HATCHERY BUSINESS IN FISH SEED WAREHOUSE, DIWEK SUBDISTRICT, JOMBANG REGENCY Asyifa Anandya; Dwi Sofiati; Mentari Puspa Wardani; Supriyadi; Mochammad Fattah; Aji Musafak
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 7 No. 3 (2023): JFMR on November
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2023.007.03.9

Abstract

Usaha pembenihan ikan patin (Pangasius sp.) berkontribusi dalam menghasilkan komoditas ikan patin seiring dalam pemenuhan permintaan ikan patin di Indonesia. Provinsi Jawa Timur menjadi salah satu daerah penghasil ikan patin tertinggi yang mana Kabupaten Jombang sebagai daerah keempat sentra penghasil komoditas ikan patin. Keberhasilan usaha pembenihan ikan patin dapat dilihat dari hasil penilaian kelayakan usahanya, salah satunya adalah kelayakan finansial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kelayakan usaha, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus-November 2022 di Fish Seed Warehouse, Kabupaten Jombang. Analisis data menggunakan analisis kelayakan finansial dengan menghitung kriteria investasi jangka pendek meliputi R/C, BEP, dan rentabilitas, kriteria jangka panjang meliputi NPV, Net B/C, IRR, dan PP, serta analisis sensitivitas. Berdasarkan hasil penelitian, dari segi kelayakan finansial jangka pendek dikatakan menguntungkan, karena nilai R/C 2,6, keuntungan Rp 147.087.000,- dan rentabilitas 177%, sementara dari segi jangka panjangnya layak untuk dijalankan, karena nilai NPV sebesar Rp 554.206.835,-, Net B/C 3,18, IRR 57%, dan PP 1,73 tahun, dan dari hasil analisis sensitivitas pada simulasi persentase biaya naik 35% benefit turun 27,9%, biaya naik 15,9% benefit turun 35%, biaya naik 107% dan benefit turun 41,1%  menunjukkan bahwa usaha ini dapat dikatakan sensitif terhadap perubahan kenaikan harga ataupun penurunan benefit.   The catfish hatchery business contributes to producing catfish commodities in line with fulfilling the demand for catfish in Indonesia. East Java Province is one of the highest catfish producing areas where Jombang Regency is the fourth regional center for producing catfish commodities. The success of the catfish hatchery business can be seen from the results of the business feasibility assessment, one of which is financial feasibility. The purpose of this study is to analyze business feasibility, both in the short and long term. This research was conducted in August-November 2022 at the Fish Seed Warehouse, Jombang Regency. Data analysis uses financial feasibility analysis by calculating short-term investment criteria including R/C, BEP, and profitability, long-term criteria including NPV, Net B/C, IRR, and PP, as well as sensitivity analysis. Based on the results of the study, in terms of short-term financial feasibility it is said to be profitable, because the R/C is 2.6, profits are IDR 147,087,000 and profitability is 177%, while in terms of the long term it is feasible to run, because the NPV is IDR 554.206.835,-, Net B/C 3.18, IRR 57%, and PP 1.73 years, and from the results of the sensitivity analysis in the simulation the percentage of costs increased by 35% benefits fell by 27.9%, costs increased by 15.9% benefits decreased by 35%, costs increased by 107% and benefits decreased by 41.1% indicating that this business can be said to be sensitive to changes in increase price or reduced benefits.
PENGGUNAAN EKSTRAK KASAR DAUN KAPUK RANDU (Ceiba pentandra (L.) Gaertn) UNTUK MENGHAMBAT BAKTERI Pseudomonas fluorescens SECARA IN VITRO: USE OF KAPOK RANDU LEAVES CRUDE EXTRACT (Ceiba pentandra (L.) Gaertn) TO INHIBIT Pseudomonas fluorescens BACTERIA IN VITRO Karmelita Ardyn; Sri Andayani; Heny Suprastyani
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 7 No. 3 (2023): JFMR on November
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2023.007.03.1

Abstract

Bakteri Pseudomonas  fluorescens adalah agen penyakit yang sering dikaitkan dengan penyakit kulit dan sirip. Pengobatan yang biasa dilakukan yaitu dengan pemberian antibiotik, namun penggunaan yang tidak rasional akan menimbulkan terjadinya kekebalan mikroorganisme terhadap antibiotik. Solusi pengobatan yang dapat diberikan yaitu dengan penggunaan bahan alami daun kapuk randu (C. pentandra (L.) Gaertn) yang mengandung bahan aktif sebagai antibakteri. Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak kasar daun kapuk randu (C. pentandra (L.) Gaertn) terhadap bakteri P. fluorescens. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan, 3 ulangan dan 2 kontrol dengan uji MIC (Minimum Inhibitory Concentration) dan uji cakram. Dosis perlakuan ekstrak kasar daun kapuk randu yaitu 62,5 ppm, 87,5 ppm, 112,5 ppm, 137,5 ppm dan 162,5 ppm. Hubungan yang terbentuk pada setiap perlakuan menujukkan pola regresi linier dengan persamaan y = 5,0868 + 0,0351x  dan koefisien R2= 0,89. Kesimpulan yang didapatkan pada penelitian yaitu penggunaan ekstrak kasar daun kapuk randu (C. pentandra (L.) Gaertn) berpengaruh dalam menghambat pertumbuhan bakteri P. fluorescens, sejalan dengan penambahan dosis zona hambat yang terbentuk semakin tinggi.   Pseudomonas  fluorescens is a disease agent often associated with skin and fin diseases. The usual treatment is by giving antibiotics, but irrational use will lead to the occurrence of microorganism immunity to antibiotics. The treatment solution that can be given is using natural ingredients from kapok leaves (C. pentandra (L.) Gaertn) which contain active ingredients as antibacterial. This study aimed to determine the effect of the crude extract of kapok leaf (C. pentandra (L.) Gaertn) on P. fluorescens bacteria. The method used in this study is the experimental method with a completely randomized design (CRD) with 5 treatments, 3 replications, and 2 controls with the MIC (Minimum Inhibitory Concentration) test and disc test. The treatment doses of kapok leaf crude extract were 62.5 ppm, 87.5 ppm, 112.5 ppm, 137.5 ppm, and 162.5 ppm. The relationship formed in each treatment shows a linear regression pattern with the equation y = 5.0868 + 0.0351x and the coefficient R2=0.89. The conclusion obtained in the study was that the use of the crude extract of kapok leaf (C. pentandra (L.) Gaertn) affected inhibiting the growth of P. fluorescens bacteria, in line with the increase in the dose of inhibition zone formed which was higher.
ASPEK BIOLOGI IKAN Alopias pelagicus Nakamura, 1935 DAN Alopias superciliosus Lowe, 1839 YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) MUNCAR: BIOLOGICAL ASPECTS OF Alopias pelagicus Nakamura, 1935 AND Alopias superciliosus Lowe, 1839 LAND IN MUNCAR COASTAL FISHING PORT (PPP) Hanifa Ramadhani; Lelono, Tri Djoko; Gatut Bintoro; Arief Setyanto; Muhammad Arif Rahman; Naufal Hilda Bahtiar; Muhammad Ghozaly Salim; Irianies Cahya Gozali
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 7 No. 3 (2023): JFMR on November
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2023.007.03.7

Abstract

Ikan hiu merupakan salah satu tangkapan dominan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Muncar. Ikan hiu Alopias pelagicus Nakamura, 1935 dan Alopias superciliosus Lowe, 1839 masuk kedalam daftar APPENDIKS II CITES serta IUCN kategori terancam dan rentan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aspek biologi ikan hiu A. pelagicus dan A. superciliosus di PPP Muncar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Pengambilan data dilakukan dengan cara dokumentasi, wawancara, pengambilan data biologi, dan studi pustaka. Analisis data yang digunakan yakni analisis data deskriptif kualitatif (identifikasi hasil tangkapan dan kategorisasi spesies per jumlah) dan deskriptif kuantitatif (sebaran frekuensi panjang, rasio keseimbangan jenis kelamin, hubungan panjang – berat, dan hubungan panjang tubuh – panjang klasper). Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan sebaran frekuensi panjang A. pelagicus  56 cmSL - 154 cmSL dengan total 42 ekor dan A. superciliosus 21.5 cmSL - 176.5 cmSL dengan total 17 ekor, rasio keseimbangan jenis kelamin A. pelagicus (1 : 0.62) seimbang dan A. superciliosus (1 : 1.83) tidak seimbang, hubungan panjang – berat A. pelagicus dan A. superciliosus alometrik negatif, serta hubungan panjang tubuh – panjang klasper A. pelagicus sangat kuat dan A. superciliosus sedang. Faktor yang mempengaruhi aspek biologi ikan hiu adalah genetik, sumber makanan, tingkah laku ruaya, dan kondisi lingkungan.   Sharks are one of the dominant catches at the Muncar Fishing Port. This fish Alopias pelagicus Nakamura, 1935 and Alopias superciliosus Lowe, 1839 included in the list of CITES APPENDIX II and the IUCN category of endangered and vulnerable. The research method used is descriptive. Data was collected using documentation, interviews, biological data collection, and literature study. This study aimed to determine the biological aspects of sharks A. pelagicus and A. superciliosus at Muncar Fishing Port. Data was collected by documenting, interviewing, collecting biological data, and studying the literature. Data analysis used was qualitative descriptive data analysis (catch identification and species categorization per number) and quantitative descriptive (length frequency distribution, ratio sex balance, length – weight relationship, and body length – clasper length relationship). Based on the results of the study, the length frequency distribution of A. pelagicus was 56 cmSL - 154 cmSL with a total of 42 heads and A. superciliosus was 21.5 cmSL - 176.5 cmSL with a total of 17 heads, the ratio sex balance A. pelagicus (1 : 0.62) was balanced and A. superciliosus (1 : 1.83) was not balanced, the relationship between length – weight of A. pelagicus and A. superciliosus is negative allometric, and the relationship between body length – clasper length of A. pelagicus is very strong and A. superciliosus is moderate. Factors influencing shark biology are genetics, food sources, wandering behavior, and environmental conditions.
Aspek Biologi Hasil Tangkapan Ikan Pari (Mobula Thurstoni) yang Didaratkan di Pelabuhan Perikanan Pantai (Ppp) Muncar: Biological Aspects Of Ray Catch (Mobula thurstoni) Landed in Muncar Coastal Fishing Port Naufal Hilda Bahtiar; Lelono, Tri Djoko; Muhammad Arif Rahman; Hanifa Ramadhani; Tawang Firmansyah; Hasan Syaiful Rizal
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 8 No. 2 (2024): JFMR on July
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2024.008.02.2

Abstract

Mobula thurstoni merupakan spesies elasmobranch termasuk kedalam famili mobulidae yang sering tertangkap sebagai tangkapan sampingan di PPP Muncar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dan kualititatif. Analisis data kualitatif diperoleh melalui identifikasi spesies ikan pari dan jenis kelaminnya, sedangkan analisis data kuantitatif diperoleh melalui pengambilan data panjang dan berat ikan pari. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli – Agustus 2022 di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Tujuan penelitian untuk mengetahui aspek biologi meliputi; hubungan lebar dan berat, nisbah kelamin, dan frekuensi lebar ikan pari (Mobula thurstoni). Berdasarkan hasil penelitian hubungan lebar dan berat setalah dilakukan juga uji-t menunjukkan hasil Thitung > Ttabel (3,56 > 2,20) menunjukkan hasil alometrik negatif (b = 2,53), berarti pertambahan beratnya lebih lambat dari pertambahan lebarnya. Nisbah kelamin jantan dan betina sebesar 1:0,63 dengan uji Chi-square X2hitung > X2tabel (0,69 > 2,18), maka tidak terdapat perbedaan jenis kelamin yang signifikan. Frekuensi lebar terendah antara 71 – 90 cm dan frekuensi lebar tertinggi antara 147 – 166 cm dengan modus antara 109 – 128.   Mobula thurstoni is a species of elasmobranch belonging to the family Mobulidae which is often caught as by-catch in the Muncar Coastal Fishing Port. The method used in this research is descriptive quantitative and qualitative. Qualitative data analysis is obtained by identifying the ray species and their gender, while quantitative data analysis is obtained by collecting data on the length and weight of the ray. This research was conducted in July – August 2022 at the Muncar Coastal Fishing Port, Banyuwangi Regency, East Java. The research aims to discover the biological aspects including; the relationship between width and weight, sex ratio, and width frequency of ray (Mobula thurstoni). Based on the results of the study on the relationship between width and weight, after the t-test was also carried out, the results of Tcount > Ttable (3.56 > 2.20) showed negative allometric results (b = 2.53), meaning that the weight gain was slower than the increase in width. The male and female sex ratio was 1:0.63 with the Chi-square test X2count > X2table (0.69 > 2.18), so there was no significant difference in sex ratio. The lowest frequency is between 71 – 90 cm and the highest is between 147 – 166 cm with the mode frequency between 109 – 128.
Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Eceng Gondok (Eichhornia Crassipes) dengan Dosis Berbeda Terhadap Kandungan Pigmen Nannochloropsis Oculata: The Effect of Different Dosages of Liquid Organic Fertilizer from Water Hyacinth (Eichhornia Crassipes) on the Pigment Content of Nannochloropsis Oculata Huda, Mukhammad Eka Purnama; Arning Wilujeng Ekawati; Heny Suprastyani
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 8 No. 1 (2024): JFMR on March
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2024.008.01.6

Abstract

Eceng gondok seringkali dianggap sebagai gulma dan dapat merugikan organisme perairan. Namun pengolahan eceng gondok yang tepat dapat memberikan efek positif, salah satu olahan tersebut berupa pupuk organik cair yang dapat berpengaruh pada fitoplankton. Fitoplankton berperan penting terhadap ketersediaan oksigen di perairan dan sebagai pakan alami bagi zooplankton maupun ikan-ikan kecil. Salah satu jenis fitoplankton adalah Nannochloropsis oculata. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh serta dosis terbaik pemberian pupuk organik cair eceng gondok dengan dosis yang berbeda terhadap kandungan pigmen N. oculata. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Reproduksi Ikan dan Laboratorium Perikanan Air Tawar Sumberpasir Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya sejak bulan Februari sampai Mei 2023. Penelitian ini menggunakan RencanaAcak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan masing – masing 3 pengulangan. Dosis pemberian Pupuk Organik Cair Eceng Gondok (POC EG) adalah  A (4,07 ml/L), B (5,38 ml/L), C (6,69 ml/L), D (8 ml/L) dan kontrol (Walne 1 ml/L). Pengamatan dilakukan selama 9 hari dengan fase puncak kepadatan berada pada hari ke-7. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan spesifik, β-karoten dan klorofil-a. Dosis terbaik perlakuan POC EG untuk laju pertumbuhan spesifik adalah 6,33 ml/L sebesar 0,24/hari, dosis POC EG 6,53 ml/L dengan hasil  β-karoten sebanyak 3,19 µg/mL, dan dosis POC 6,55 ml/L dapat menghasilkan klorofil-a sebesar 0,06 µg/mL. Perlakuan kontrol menunjukan hasil lebih baik sebesar 10% pada laju pertumbuhan, 74% pada kandungan klorofil a, dan 9,5% pada kandungan β-karoten.Water hyacinth is often considered as a weed and can harm aquatic organisms. However, proper processing of water hyacinth can have a positive effect, one of these preparations is liquid organic fertilizer which can have an effect on phytoplankton. Phytoplankton plays an important role in the availability of oxygen in waters and as natural food for zooplankton and small fish. One type of phytoplankton is Nannochloropsis oculata. The aim of this research was to determine the effect and best dose of giving water hyacinth liquid organic fertilizer at different doses on the pigment content of N. oculata. The method used is an experimental method. This research was conducted at the Fish Reproduction Laboratory and Freshwater Fisheries Laboratory, Sumberpasir, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Brawijaya University from February to May 2023. This research used a Completely Randomized Plan (RAL) with 5 treatments and 3 repetitions each. The dosage of water hyacinth liquid organic fertilizer (POC EG) is A (4.07 ml/L), B (5.38 ml/L), C (6.69 ml/L), D (8 ml/L) and control (Walne 1 ml/L). Observations were carried out for 9 days with the peak concentration phase being on the 7th day. The results showed that the treatment had a significant effect on the specific growth rate, β-carotene and chlorophyll-a. The best dose of POC EG treatment for specific growth rate is 6.33 ml/L with a specific growth rate of 0.24/day, the dose of POC EG is 6.53 ml/L with a β-carotene yield of 3.19 µg/mL, and a POC dose of 6.55 ml/L can produce chlorophyll-a of 0.06 µg/mL. The control treatment showed better results of 10% in growth rate, 74% in chlorophyll a content, and 9.5% in β-carotene content.
MORFOMETRIK DAN PARAMETER PERTUMBUHAN IKAN “NIKE” DI MUARA BONE DAN PAGUYAMAN GORONTALO: MORPHOMETRIC AND GROWTH PARAMETERS OF “NIKE” FISH IN BONE AND PAGUYAMAN ESTUARIES GORONTALO Olii, Abdul Hafidz; Kadim, Miftahul Khair; Pasisingi, Nuralim
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 7 No. 3 (2023): JFMR on November
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2023.007.03.5

Abstract

Dua muara utama lokasi kemunculan ikan nike di Perairan Gorontalo adalah Muara Bone dan Muara Paguyaman yang secara administratif masing-masing terletak di Kota Gorontalo dan Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan karakter morfometrik serta menentukan sebaran frekuensi panjang, pola pertumbuhan, dan faktor kondisi ikan nike yang ditemukan di Muara Bone dan Muara Paguyaman. Total sampel secara random sebanyak 700 hingga 2275 ekor dikumpulkan dari perairan dengan menggunakan tagahu dalam dua musim penangkapan, yaitu Juli dan September 2021. Sampel diawetkan dengan menggunakan es batu dan segera dilakukan pengukuran panjang total, panjang standar, tinggi badan, lebar badan, diameter mata, diameter kepala, dan bobot tubuh. Hasil penelitian selama dua musim penangkapan menunjukkan bahwa ukuran morfometrik ikan nike di Muara Paguyaman relatif lebih besar dibandingkan dengan nike yang ditemukan di Muara Bone. Sebaran frekuensi panjang nike per hari kemunculan mengindikasikan schooling nike yang ditemukan pada setiap musim penangkapan tersusun dari populasi multi kohort. Pola pertumbuhan nike selama penelitian adalah alometrik positif dan alometrik negatif. Adapun kisaran nilai faktor kondisi rata-rata ikan nike di Muara Bone dan Paguyaman masing-masing adalah 0,970-1,044 dan 0,888-1,431.The two main water areas in Gorontalo for the emergence of nike fish are Bone and Paguyaman Estuaries. Each ecosystem is administratively located separated in Gorontalo City and Boalemo Regency, Gorontalo Province. The research aimed to compare the morphometric characters and to determine the distribution of length frequencies, growth patterns, and condition factors of the nike found in those estuaries. A total random sample of 700 to 2275 individuals were caught from the waters using tagahu during fishing seasons, July and September 2021. The samples were preserved using ice cubes and immediately measured for total length, standard length, body height, body width, eye diameter, head diameter, and body weight. The data showed that the morphometric size of the nike in the Paguyaman Estuary was relatively larger compared to those found in the Bone Estuary. The length frequency distribution per day of nike appearance indicates that schooling from each season was composed of a multi-cohort population. Nike's growth pattern during the study was positive allometric and negative allometric. The range of condition factor values for the average nike fish in Muara Bone and Paguyaman were 0.97 – 1.044 and 0.888 – 1.431, respectively.
KOMPOSISI JENIS DAN KELIMPAHAN RELATIF FITOPLANKTON DI RANU KLAKAH, LUMAJANG, JAWA TIMUR: SPECIES COMPOSITION AND RELATIVE ABUNDANCE OF PHYTOPLANKTON IN RANU KLAKAH, LUMAJANG, EAST JAVA Mukhammad Amrillah, Attabik; Kilawati, Yuni; Rizqa, Vylzah
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 7 No. 3 (2023): JFMR on November
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2023.007.03.4

Abstract

Penelitian telah dilaksanakan di Ranu Klakah, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi jenis dan kelimpahan relatif fitoplankton di perairan Ranu Klakah, Kabupaten Lumajang. Stasiun pengambilan sampel ditentukan pada tiga titik yakni inlet, tengah (kawasan KJA), dan outlet. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 3 kali. Parameter yang diamati meliputi parameter fisika, kimia dan biologi. Parameter fisika dan kimia perairan yang diamati meliputi suhu, kecerahan, pH, DO, nitrat serta orthofosfat. Divisi fitoplankton yang ditemukan memiliki spesies terbanyak adalah Chlorophyta, Chrysophyta, dan Ochrophyta. Tetraspora sp yang termasuk divisi Divisi Chlorophyta memiliki kelimpahan yang paling tinggi jika dibandingkan dengan jenis spesies plankton lainnya. Data kualitas air diperoleh suhu perairan berkisar 27,6 – 28oC, kecerahan peraiaran berkisar 60 cm – 119 cm, nilai pH peraiaran 7, oksigen terlarut berkisar 7 – 7,8 mg/l, nitrat berkisar 0,23 – 1,04 mg/l, sedangkan orthofosfat didapatkan nilai 0,1 mg/l. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa wilayah perairan Ranu Klakah masih tergolong dalam perairan mesotrofik (perairan yang tingkat kesuburan sedang). Berdasarkan dari komposisi jenis dan kelimpahan fitoplankton dapat disimpulkan bahwa keanekaragaman jenis yang dimiliki Ranu Klakah masih tinggi.   The research was carried out in Ranu Klakah, Lumajang Regency, East Java. The purpose of this study was to determine the species composition and relative abundance of phytoplankton in Ranu Klakah, Lumajang Regency. Sampling site were determined at three points, namely inlet, middle (KJA area), and outlet. Sampling was carried out 3 times. Parameters observed included physical, chemical and biological parameters. Physical and chemical parameters of the waters observed included temperature, brightness, pH, DO, nitrate and orthophosphate. Phytoplankton divisions that were found to have the most species were Chlorophyta, Chrysophyta, and Ochrophyta. Tetraspora sp which belongs to the Chlorophyta Division has the highest abundance when compared to other types of plankton species. Water quality data obtained water temperature ranged from 27.6 – 28oC, water brightness ranged from 60 cm – 119 cm, water pH value was 7, dissolved oxygen ranged from 7 – 7.8 mg/l, nitrate ranged from 0.23 – 1.04 mg/l, while orthophosphate obtained a value of 0.1 mg/l. Based on the results of the research that has been carried out, it can be concluded that the waters of Ranu Klakah are still classified as mesotrophic. Based on the species composition and abundance of phytoplankton, it can be concluded that the species diversity of Ranu Klakah is still high.
SOME BIOLOGICAL PARAMETERS OF THE NILE TILAPIA, OREOCHROMIS NILOTICUS L. 1758, FROM ATBARA RIVER AND KHASHM EL-GIRBA RESERVOIR, EASTERN SUDAN Abdalla, Mutasim Yousif Mohamed; Abdelhalim, Abuelgasim Ibrahim; Alawad, Abdalla N.; Shuaib, Mujtaba El-Khair; Elhassan, Moatez Mohammed
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 7 No. 3 (2023): JFMR on November
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2023.007.03.11

Abstract

This study aimed to investigate the abundance, length-weight relationship, and condition factor of Oreochromis niloticus (L. 1758) in the Khashm El-Girba reservoir and Atbara River. The survey was conducted from December 2015 to November 2016. Samples were collected bi-monthly from three sites: Um Aswad (Atbara River), El-Remila, and El-Monaba (The reservoir), using seine beach nets of 1.2, 4, and 7 cm stretched bar mesh. A total of 1595 O. niloticus specimens were collected from all sampling sites. Out of the total catch, O. niloticus was found dominant in the Khashm El-Girba reservoir. It contributed 25.67% and 19.12% El-Remila and El-Monaba, respectively, and represented 15.13% at Um Aswad (Atbara River). This study indicates two increase periods of abundance for O. niloticus in the upper stream and only one increase of abundance downstream. The length-weight relationship of O. niloticus species indicates that the allometric growth pattern b value fluctuated between 2.78 and 2.96. The mean condition factor of O. niloticus ranged between 2.55 to 3.56.
Pendugaan Stok dan Sebaran Ikan Lemuru (Sardinella Lemuru) di Perairan Selat Bali: Estimating the Stock and Distribution of Bali Sardinella (Sardinella Lemuru) in the Waters of the Bali Strait Imapuly, Arom Sianly
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 8 No. 2 (2024): JFMR on July
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2024.008.02.7

Abstract

Sumber daya pelagis di Selat Bali terdiri dari beragam jenis ikan salah satunya ikan Lemuru (Sardinella lemuru). Seiring dengan meningkatnya kapasitas alat penangkapan ikan, laju tangkap ikan lemuru menunjukkan kecenderungan penurunan. Maka dalam upaya mendapatkan data dan informasi yang akurat diperlukan perpaduan antara ilmu dan teknologi. Salah satu metode yang handal dalam melakukan deteksi ikan ialah melalui pendekatan metode hidroakustik. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa jumlah individu ikan lemuru sesuai nilai TS, nilai biomassa dan sebaran ikan lemuru secara vertikal dan horizontal di perairan Selat Bali. Penelitian ini berlangsung pada 18-21 Agustus 2017. Dari hasil analisa yang dilakukan, panjang ikan lemuru yang ditemukan bulan Agustus 2017 berada pada nilai TS sekitar -52 sampai -40 atau untuk panjang ikan lemuru berkisar dari 4.7 cm sampai 18.8 cm dengan rata-rata 10.42 cm. Total ikan lemuru yaitu 3.754.911 atau sebesar 71.76% dari total ikan pelagis yang ditemukan. Sebaran vertikal ikan lemuru berada sampai kedalaman 120 m di perairan Selat Bali. Jumlah ikan lemuru terbanyak berada pada kedalaman 50 m. Ikan lemuru yang ditemukan memiliki nilai kepadatan tertinggi yaitu 10.49 ikan/m3 dan paling sedikit yaitu 0.0001 ikan/m3 dengan rata-ratanya yaitu 0.225 ikan/m3. Distribusi ikan lemuru ditemukan di sekitar daerah barat Pulau Bali dan tengah perairan Selat Bali. Biomassa ikan lemuru yang ditemukan sebesar 369,51 ton hingga 1087.91 ton dengan jumlah total 5847.48 ton. Ikan yang ditemukan juga melimpah namun berukuran kecil. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya terjadi penurunan drastis biomassa ikan yang diteliti.   Pelagic resources in the Bali Strait consist of various types of fish, one of which is the Bali Sardinella (Sardinella lemuru). Along with the increasing capacity of fishing gear, the lemuru catch rate shows a decreasing trend. So in an effort to obtain accurate data and information, a combination of science and technology is needed. One reliable method for detecting fish is through the hydroacoustic method approach. The aim of this research is to analyze the number of Bali Sardinella individuals according to TS values, biomass values and the vertical and horizontal distribution of Bali Sardinella in the waters of the Bali Strait. This research took place on 18-21 August 2017. From the results of the analysis carried out, the length of the Bali Sardinella found in August 2017 is at a TS value of around -52 to -40 or for the length of the Bali Sardinella it ranges from 4.7 cm to 18.8 cm with an average of 10.42 cm. The total Bali Sardinella was 3,754,911 or 71.76% of the total pelagic fish found. The vertical distribution of Bali Sardinella is up to a depth of 120 m in the waters of the Bali Strait. The highest number of Bali Sardinella is at a depth of 50 m. The Bali Sardinella was found to have the highest density value of 10.49 fish/m3 and the least, namely 0.0001 fish/m3 with an average of 0.225 fish/m3. The distribution of Bali Sardinella is found around the western area of Bali Island and in the middle of the Bali Strait. The Bali Sardinella biomass found was 369.51 tons to 1087.91 tons with a total of 5847.48 tons. The fish found are also abundant but small in size. Compared to the previous year, there was a drastic decrease in the biomass of the fish studied.
PENGARUH PENAMBAHAN ANGKAK DAN SENDAWA TERHADAP KARAKTERISTIK MIKROBIOLOGI DAN FISIKOKIMIA SE’I TUNA: THE EFFECT OF ADDITIONAL ANGKAK AND SALTPETRE ON SE'I TUNA MICROBIOLOGICAL AND PHYSICOCHEMICAL CHARACTERISTICS Tambunan, Jeny Ernawati; Suprayitno, Eddy; Djamaludin, Heder; Hardoko, Hardoko; Dwi Sulistiyati, Titik; Chamidah, Anies; Yunita, Yunita; Dewi Sinta Wati
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 7 No. 3 (2023): JFMR on November
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2023.007.03.3

Abstract

Ikan tuna merupakan sumber pangan hewani yang banyak dibutuhkan manusia karena kandungan proteinnya yang tinggi. Umumnya, ikan kaya akan kandungan air dan protein yang tinggi, hal ini menjadikan ikan bersifat perishable sehingga rentan mengalami kemunduran mutu. Pengasapan merupakan salah satu cara untuk mengawetkan ikan. Se’i merupakan makanan khas Indonesia-yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) diolah dan diawetkan mirip seperti ikan asap. Sendawa atau saltpetre digunakan pada pembuatan se’i sebagai penghasil warna merah, memberikan rasa yang khas, mengurangi pengerutan pada daging selama proses pengasapan dan memperpanjang umur simpan se’i. Namun, warna merah yang dihasilkan saltpetre kurang memuaskan, sehingga perlu pengembangan warna merah pada se’i yaitu dengan pemanfaatan angkak sebagai penghasil warna alami. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan 2 faktor yaitu lama perendaman dalam larutan campuran angkak sendawa (0,3,6 jam) dan lama penyimpanan pada suhu ruang (0,3,6,9 hari) dengan menggunakan 3 kali ulangan. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA). Perlakuan terbaik adalah perendaman pada angkak sendawa selama 6 jam dengan karakteristik TPC sebesar 3.86 log CFU/g (7.24x103 CFU/g), angka kapang khamir sebesar 1.51 log CFU/g (3.24x101 CFU/g), dan TBA sebesar 0.22 mg malondialdehid/kg.   Tuna is an animal food source that is much needed by humans because of its high protein content. Generally, fish is rich in water and high protein content, this makes the fish perishable so it is susceptible to quality deterioration. Smoking is one way to preserve fish. Se'i is a typical Indonesian food originating from East Nusa Tenggara (NTT) which is processed and preserved similar to smoked fish. Saltpetre is used in making se'i to produce a red color, give it a distinctive taste, reduce shrinkage of the meat during the smoking process and extend the shelf life of se'i. However, the red color produced by saltpetre is less than satisfactory, so it is necessary to develop the red color in se'i, namely by using Angkak as a natural color producer. This research uses an experimental method using a Factorial Completely Randomized Design (CRD) with 2 factors, namely the length of soaking in a mixed solution of slaked rice (0.3.6 hours) and the length of storage at room temperature (0.3.6.9 days) with using 3 repetitions. The research data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA). The best treatment is soaking in red rice for 6 hours with TPC characteristics of 3.86 log CFU/g (7.24x103 CFU/g), yeast mold numbers of 1.51 log CFU/g (3.24x101 CFU/g), and TBA of 0.22 mg malondialdehyde. /kg.