cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan
ISSN : 24431141     EISSN : 25415301     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Higiene :Jurnal Kesehatan Lingkungan menerbitkan manuskrip tentang segala aspek kesehatan lingkungan, kesehatan masyarakat yang berkaitan dengan paparan dan dampak lingkungan, serta studi terkait toksikologi dan epidemiologi lingkungan
Arjuna Subject : -
Articles 222 Documents
Correlation between the Pollution Risk of Wells and the Presence of Escherichia coli Bacteria at Daroy Kameu Village Darul Imarah subdistrict Aceh Besar district in 2017 Zulfikar Zulfikar; Ratina Putri; Wiwit Aditama
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 5 No 1 (2019): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.121 KB)

Abstract

Wells are one of the means of clean water supplier for rural and urban communities. The risk of bacterial pollution in wells is very large since it is influenced by the lack of concern and knowledge of the well owners in carrying out maintenance. This study aims to find out the correlation between the pollutionrisk of wells and the presence of Escherichia coli bacteria at Daroy Kameu Village, Darul ImarahSubdistrict, Aceh Besar District, in 2017.This study was a descriptive analytic study with a cross sectional design with the samples of 30 wells. The study was conducted in March to April 2017 at Daroy Kameu Village, Darul Imarah Subdistrict, Aceh Besar District. Data analysis was  conducted with Chi-square test.Form the results of data analysis ir can beconcluded that there was a correlation between the level of pollution risk of wells and the presence of E. coli bacteria in well water (p = 0.021), there was a relationship between the distance of dug wells with the presence of E. coli bacteria in well water (p=0.019), there was a correlation between the walls of the well and the presence of E. coli bacteria in well water (p 0.026), there is a relationship between the well lip dig and the presence of E. coli bacteria in dug well water (p=0.011), and there was a correlation between the floor of the well and the presence of E. coli bacteria in well water (p=0.030).The community is expected to reduce the level of pollution risk by monitoring and improving the non suitable construction  of wells so that the well condition remain safe and can meet the requirements. Thus there is no bacterial contamination in well water. Keywords: Well, Escherichia coli, Risk of Pollution
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepemilikan Jamban Keluarga di Wilayah Kerja Puskesmas Pertiwi Kota Makassar Sukfitrianty Syahrir; Muharti Syamsul; Aswadi Aswadi; Surahmawati Surahmawati; Syahratul Aeni
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 5 No 1 (2019): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1411.612 KB)

Abstract

Jamban keluarga merupakan suatu bangunan yang digunakan untuk membuang dan mengumpulkan kotoran atau najis manusia yang lazim disebut kakus/WC sehingga kotoran tersebut tersimpan dalam suatu tempat tertentu dan tidak menjadi penyebab atau penyebar penyakit dan mengotori lingkungan pemukiman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kepemilikan jamban keluarga diwilayah kerja puskesmas Pertiwi Kelurahan Mariso Kota Makassar.Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 103. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 50 orang yang ditarik dengan cara simple random samplingHasil penelitian ini didapatkan tidak ada hubungan antara pendidikan dan penyediaan air bersih dengan kepemilikan jamban keluarga dengan nilai X2 = 1,000 > 0,05 dan ada hubungan antara pendapatan dengan kepemilikan jamban keluarga dengan nilai X2 = 0,025 < 0,05 diwilayah kerja puskesmas Pertiwi Kelurahan Mariso Kota Makassar. Diharapkan kepada pihak terkait untuk membantu masyarakat dalam meningkakan kesehatan Kata kunci : Tingkat pendidikan,pendapatan,ketersedian air bersih, jamban
Efektifitas Citrus aurantifolia swingle dan Averrhoa bilimbi dalam Menurunkan Konsentrasi Timbal pada Kerang Kalandue (Polymesoda sp) dari Teluk Kendari Adha F. Ondu; Erwin Azizi Jayadiparaja DM; Sunarsih Sunarsih
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 5 No 1 (2019): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1454.933 KB)

Abstract

Berbagai penelitian mengungkapkan bahwa Teluk Kendari telah tercemar beraneka ragam logam berat, salah satunya adalah Pb. Perairan yang tercemar memberikan impact bagi kondisi lingkungan, terutama salah satu makanan yang diperoleh dari teluk kendari seperti Kerang kalandue (Polymesoda sp). Logam berat akan terkonsentrasi kedalam tubuh mahluk hidup dengan proses bioakumulasi dan biomagnifikasi dan dapat membahayakan kesehatan manusia yang mengkonsumsinya. Penelitian untuk mengetahui efektifitas perendaman Citrus aurantifolia swingle dan Averrhoa bilimbi dalam menurunkan konsentrasi Pb pada Polymesoda sp.Penelitian ini bersifat kualitatif dengan Jenis penelitian Quasi Experimental dengan rancang bangun pre-test dan post-test. Analisis data secara deskriptif dan inferensial dengan uji Anova, Tukey dan T-Test.Hasil uji anova diketahui bahwa sebelum dan sesudah perlakuan terjadi penurunan kadar Pb Pada kerang kalandue berbeda secara signifikan perendaman Citrus aurantifolia swingle untuk Pb Fhit 103.589 > Ftab 2.80 konsentrasi 75%. dan waktu perendaman Fhit 83.475 > Ftab 2.80  diperoleh 15 menit. Perendaman Averrhoa bilimbi untuk Pb Fhit 69.573 >Ftab 2.80 konsentrasi 75% dan waktu perendaman Fhit 24.407>Ftab 2.80 diperoleh 25 menit. Hasil uji tukey rata –rata ada perbedaan konsentrasi dan waktu perendaman setelah perlakuan pada Polymesoda sp. Hasil Uji T test diketahui bahwa ada Perbedaan penurunan kadar Pb  pada Perendaman Citrus aurantifolia swingle dan Averrhoa bilimbi sebelum dan sesudah perlakuan pada Polymesoda sp dimana Thit 6.026 > Ftab 1.659 diperoleh Citrus aurantifolia swingle 4076 dan Averrhoa bilimbi 5414 rata-rata tidak sama. Diharapkan dengan penelitian ini dapat memberi informasi kepada masyarakat bahwa perasan Citrus aurantifolia swingle dan Averrhoa bilimbi memiliki fungsi selain untuk menambah cita rasa dan menghilangkan bau amis terbukti dapat menurunkan kadar logam berat Pb pada Polymesoda sp. Kata kunci : Citrus aurantifolia swingle, Averrhoa bilimbi, Timbal, Polymesoda sp
Gambaran Perilaku Petugas Pengangkut Sampah dalam Penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Kecamatan Tallo Kota Makassar Habibi Habibi; Lilis Widyastuti; Gian Hidayat
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 5 No 1 (2019): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1411.498 KB)

Abstract

Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) adalah bidang yang terkait dengan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan manusia yang bekerja di sebuah institusi maupun lokasi proyek. Kesehatan kerja adalah kondisi yang bebas dari gangguan fisik, mental emosi, atau rasa sakit yang disebabkan oleh lingkungan kerja. Sedangkan keselamatan kerja adalah pengawasan terhadap orang, mesin, material, dan metode yang mencakup lingkungan kerja agar supaya pekerja tidak mengalami cedera. Populasi dalam penelitian ini adalah semua petugas pengangkut sampah di Kecamatan Tallo Kota Makassar sebanyak 50 orang, dan Populasi dalam penelitian ini adalah semua petugas pengangkut sampah di Kecamatan Tallo Kota Makassar sebanyak 50 orang. Pengempulan data dilakukan melalui pembagian kuesioner, data dianalisis menggunakan SPSS, kemudian disajikan dalam bentuk tabel disertai narasi/penjelasan. Hasil penelitian menunjukkan dari 50 responden berdasarkan pengetahuan paling banyak pada kategori cukup  sebanyak 31 responden (62%), sedangkan yang memiliki pengetahuan kurang  sebanyak 19 responden (38%). Hasilpenelitian tentang sikap dari 50 responden yang memiliki sikap positif sebanyak 45 responden (90%), sedangkan yang memiliki sikap negatif sebanyak 5 responden (10%). Hasil penelitian tentang tindakan menunjukkan bahwa dari 50 responden yang memilikitindakan positif  sebanyak 48 responden (96%), sedangkan yang memiliki tindakan negatif sebanyak 2 responden (4%).dan yang menyatakan tidak tersedia sebanyak 10 orang (25%), perilaku petugas pangangkut sampah dalam penerapan kesehatan keselamatan kerja (K3) di Kecamatan Tallo Kota Makassar tentang perilaku petugas pangangkut sampah dalam penerapan kesehatan keselamatan kerja (K3) masih kurang baik masih ada beberapa petugas pengangkut sampah yang tidak memahami mengenai pentingnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja. Diharapkan bagi Dinas Pertamanan dan Kebersihan kota Makassar memberikan pelatihan kesehatan dan keselamatan kerja kepada pekerja armada mobil sampah. Kata Kunci : Perilaku Petugas Pangangkut Sampah, Kesehatan, Keselamatan Kerja
Pengelolaan Bank Sampah di Desa Sunggumanai Kecamatan Pattallassang Kabupaten Gowa Tahun 2019 Indah Lestari; Andi Susilawaty; Abdul Majid HR. Lagu
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 5 No 3 (2019): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1277.855 KB)

Abstract

Selama ini permasalahan sampah tidak tertangani secara optimal dikarenakan ketidaktepatan pengelolaan   sampah   dari   sumbernya.   Melalui   sistem   bank   sampah   setidaknya   dapat menimbulkan  budaya  memilah  sampah  dari  sumbernya  karena  tindakan  memilah  sampah organik dan anorganik saat ini belum menjadi budaya di Indonesia. Hal tersebut menyebabkan pengelolaan sampah di TPA menjadi tidak optimal karena sampah yang datang dalam jumlah besar dan masih tercampur. Kehadiran sistem bank sampah ini dapat menggiring masyarakat untuk memilah sampah serta mengedukasi masyarakat dapat juga bernilai ekonomis terutama sampah yang bisa didaur ulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pengelolaan bank sampah di Desa Sunggumanai Kecamatan Pattallassang Kabupaten Gowa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan  cross  sectional  menggunakan  analisis  chi  square.  Variabel  dependen  dalam penelitian ini adalah pengelolaan bank sampah, variabel independen yaitu pengetahuan pengelolaan sampah, teknis manajemen bank sampah, manfaat ekonomi, dan peran stake holder. Responden  dalam  penelitian  ini  berjumlah  153  responden  yang  merupakan  nasabah  Bank Sampah Green secara total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan pengelolaan sampah dengan pengelolaan bank sampah dengan nilai p=0,095. Ada hubungan antara teknis manajemen bank sampah dengan pengelolaan bank sampah dengan nilai p=0,002. Ada hubungan antara manfaat ekonomi dengan pengelolaan bank sampah dengan nilai p=0,010. Ada hubungan antara peran Stake Holder dengan pengelolaan bank sampah dengan nilai p=0,010. Implikasi dari penelitian ini adalah pemerintah sebaiknya lebih menggalakkan lagi program bank sampah dengan menjadikan manfaat ekonomi sebagai minat masyarakat, juga melalui sosialisasi untuk meningkatkan jumlah nasabah. Kata kunci: bank sampah, pengelolaan sampah
Pengaruh Modifikasi Ovitrap Dengan Atraktan Rendaman Udang Terhadap Kepadatan Jentik Aedes sp Denik Sepdiyanto; Dina Lusiana; Andi Anwar
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 5 No 2 (2019): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1462.154 KB)

Abstract

Dengue is a disease that causes outbreaks in Indonesia. Dengue is caused by Aedes sp. The higher density of mosquitoes in one place is the greater risk of developing dengue. The number of free larva in RT 18 Mangkurawang villages is only 8%, while the national standar is 95%, it indicates the density of mosquitoes in RT 18 very high. There is one way to control the Aedes sp. Which manage to reduce the density of the vector is the use of an egg trap (ovitrap) and to improve the effectiveness in reducing the number of mosquitoes, ovitrap is modified with shrimp marinade attractant. The aim of the research is to examine the effect of modifications ovitrap to the density of larva of Aedes sp to see the difference of Container Index (CI), House Index (HI), and Larva Free Index (LFI) at RT 18 Mangkurawang Village, Tenggarong. The research is a quasi eksperiment. The study was conducted in September until October 2017. The population was all houses in RT 18 and a sample of 15 houses for each treatment group. Analysis data in this study using a paired t-test and ANOVA test. Result showed the effect of modifications ovitrap of the density of Aedes sp (the reduction of CI, HI, and LFI) but has not reached the national standard density of mosquito larvae.The Health Department of Samarinda may recommended the modification ovitrap as a method of controlling the Aedes sp. Keywords: Aedes sp, attractant, shrimp marinade, ovitrap
Partisipasi Pedagang dalam Pengelolaan Sampah di Pasar Tradisional Banjar Adat Mambal Kajanan Badung Bali Widya Astuti; Ngurah Adisanjaya; Ni Wayan Ayu Indahsari
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 5 No 3 (2019): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1277.827 KB)

Abstract

Banjar Adat Mambal Kajanan Traditional Market is one of the markets that is not managed by the Regional Market Company of Badung Regency and is only managed by the Desa Adat. Traders in this market do not provide trash or plastic bags, so that garbage piles up in the corners of the kiosks and market aisles. Waste management system in this traditional market has not been in accordance with Minister of Home Affairs Regulation No. 33 of 2010 concerning Guidelines for Waste Management. This study aims to determine the relationship of knowledge, attitudes, availability of facilities and infrastructure, supervision by the market manager and policies or regulations with the participation of traders in waste management in the Traditional Market Banjar Adat Mambal Kajanan Badung Bali. This research used a cross sectional design. The sample in this study were traders at the traditional Banjar traditional market in Mambal Kajanan Badung, Bali. The results were obtained there was no relationship of knowledge with the participation of traders in waste management with a p value of 0.063 (p> 0.05). There is no relationship between attitude and trader participation in waste management with p value 0.989 (p> 0.05 There is a relationship between the availability of facilities and infrastructure, supervision and policies or regulations with the participation of traders in waste management because the p value of 0.00 (p <0.05) and each level of relationship between the availability of facilities and infrastructure, supervision and policies or regulations shows the level of very strong relationship strength.Keywords: Traditional Market, Participation, Waste Management
Menurunkan Bakteri Total Coliform Wai Sauq Bantaran Sungai Mandar Dengan Chlorine Diffuser Patmawati Patmawati; Sukmawati Sukmawati
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 5 No 2 (2019): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1462.012 KB)

Abstract

Masyarakat Polewali Mandar sebagian mengandalkan wai sauq untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehingga diperlukan metode untuk menghasilkan baku mutu air layak konsumsi.. Alat chlorine diffuser diharapkan dapat membantu menangangani masalah air bersih sehingga kejadian diare tidak mengalami kenaikan setiap tahunnya terjadi di bantaran Sungai Mandar. Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui efektifits penggunaan metode chlorine diffuser  dalam menurunkan total coliform wai sauq yang dilakukan secara eksperimen berdasarkan pemberian dosis aplikasi waktu pengamatan pada kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Teknik analisis yang digunakan adalah hasil uji laboratorium perbandingan terhadap Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 32 tahun 2017 dan rujukan pemeriksaan sebelumnya oleh Badan Lingkungan Hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas wai sauq mengalami penurunan kualitas berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium yaitu pada pengamatan waktu kontak selama 1 jam jumlah bakteri total coliform mengalami penurunan. Untuk peningkatan kualitas wai sauq dapat dilakukan dengan menerapakan teknologi sederhana tepat guna yaitu chlorine diffuser yang sesuai dengan lingkungan perairan sungai. Kata Kunci: Chlorinediffuser, Wai Sauq, Sungai Mandar.
Strategi Promosi Kesehatan dalam Peningkatan Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Tatanan Rumah Tangga di Puskesmas Polombangkeng Selatan Kabupaten Takalar Aswadi Aswadi; Muharti Syamsul; Sukfirianty Syahrir
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 6 No 1 (2020): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1656.144 KB)

Abstract

Masalah kesehatan yang ada dimasyarakat sangatlah banyak dan beragam macamnya . Berdasarkan persentase rumah tanga yang ber-PHBS menurut kecamatan dan puskesmas terendah di Puskesmas Polombangkeng Selatan dengan jumlah rumah tangga yang dipantau sebanyak 1.114 rumah tangga dari 3.234 rumah tangga yang ada (34,4%) dan yang ber-PHBS sebanyak 541 rumah tangga (48,6%). Tujuan penelitian ini untukmengetahui gambaran pelaksanaan strategi promosi kesehatan sebagai upaya mendukung peningkatan program PHBS tatanan rumah tangga di Puskesmas Polombangkeng Selatan Kabupaten Takalar. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif dengan rancangan fenomenologi. Informan dipilih dengan teknik snowball sampling, Pengumpulan data dilakukan dengan cara indepth interview kepada lima informan untuk mendapatkan informasi yang lebih rinci. Pengolahan data dilakukan secara manual dan disajikan dalam bentuk naskah (content analysis). Advokasi yang dilaksanakan di Puskesmas Polombangkeng Selatan berupa permintaan dana dan sarana prasarana berupa media cetak poster dan leaflet ke Dinas Kesehatan Kab. Takalar. Belum adanya dukungan dari tokoh masyarakat dalam kegiatan-kegiatan kesehatan yang dilakukan oleh puskesmas, sedangkan partisipasi pemerintah daerah hanya pada saat diadakannya lomba PHBS oleh pemerintah daerah. Kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh pihak puskesmas berupa konseling, posyandu, pelatihan bagi kader, serta penyuluhan PHBS tatanan rumah tangga dengan ibu rumah tangga sebagai sasaran utama. Kata Kunci: Strategi promkes, PHBS, RT, Puskesmas
Partisipasi Masyarakat Dalam Pengendalian Vektor Demam Berdarah Dengue (DBD) di Wilayah Kerja Puskesmas Turikale Kabupaten Maros Vika Yuliandira; Andi Susilawaty; Nurdiyanah Syarifuddin; Syahrul Basri
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 5 No 3 (2019): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1277.826 KB)

Abstract

Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) is a communicable disease which is caused by a dengue virus transmitted by Aedes aegypti mosquitos. This disease is indicated by symptoms such as sudden high fever around that runs 2-7 days without identifiable warnings, limp, faint, anxiety, heartburn, red spots on skin caused by minor bleed (petechia), and rash (purpura). Vector control, as one of Dengue Haemorrhagic Fever eradication strategies, will be successful with full participation from community members. This research develops a community empowerment program by using Participatory Action Research (PAR) to eradicate Dengue Haemorrhagic Fever. It employs quasi experimental method to examine the issue. the samples consist of 34 respondents who are selected by using total sampling technique and divided into two groups namely intervention group and comparison group. The research findings reveal that the community empowerment program improves community’s knowledge, attitude and action in both groups, as indicated by a paired t test value of = 0.000  in intervention group, and paired t test values of = 0.000 for knowledge, = 0.263 for attitude, and =0.063 for action in the comparison group. The findings also show that the intervention group has successfully decreased more larval density than the comparison group, as indicated by a mean value of ABJ=48% , HI= 47, CI= 11, BI= 70 which is higher than a mean value of ABJ = 20%, HI=21, CI=3 dan BI=21. Therefore, it can be concluded that there is significant difference in the knowledge, attitude, and action of respondents before and after the intervention programs, as signified by the first and second measurement. In conclusion, this research encourages community members to improve their participation in the Dengue Haemorrhagic Fever prevention program held by health centres so that the Dengue Haemorrhagic Fever eradication program can be successful. Keywords: Dengue Haemorrhagic Fever (DHF), participation, PAR theory

Page 11 of 23 | Total Record : 222