cover
Contact Name
Miftakhul Jannah
Contact Email
miftakhuljannah@unesa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jptt@unesa.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Surabaya Lidah Wetan Surabaya 60213 Jawa Timur - Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
ISSN : 20871708     EISSN : 25979035     DOI : https://doi.org/10.26740/jptt.v13n1
JPTT: Jurnal Psikologi Teori dan Terapan accepts manuscript research results in the fields of educational psychology, developmental psychology, clinical psychology, social psychology, industrial & organizational psychology, but not limited to: Personality and Learning Learning Interventions Teaching Strategies Education of Children with Special Needs Education of Gifted Children Counselling in Education Development of Children, Adolescents, Adults, and the Elderly Developmental Problems Parenting Strategies Quality of Life Personality Disorder Behaviour Modification Counselling and Psychotherapy Psychosis Disorders Psychological Intervention Social Transformation Social Intervention Employee Engagement Aggressive Behavior Prosocial Behavior Group Conformity Customer Satisfaction Organizational Leadership Organizational Commitment Work Motivation Work Stress
Articles 531 Documents
Konstruksi Alat Ukur Konservatisme Islam di Indonesia Nesya Adira; Intan Permatasari; Selfiyani Lestari; Boma Baswara; Nudzran Yusya; Ali Nina Liche Seniati
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 11 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.678 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v11n2.p128-140

Abstract

Islamic conservatism has been said to inspire the rise of intolerance between religions in Indonesia and the growth of radical ideologies which threatens government stability. To understand the rise of Islamic conservatism, two studies were conducted to construct a valid and reliable psychological measurement which is able to measure the level of Islamic conservatism among Indonesian people. This Islamic conservatism scale consists of 5 dimensions with 2-3 indicators for each dimension. The validity testing was conducted using Confirmatory Factor Analysis, while the reliability testing of the instrument was conducted using Cronbach Alpha as internal consistency technique. The testings were conducted twice, in which the first one showed that 5 dimensions-scale is unfit, although reliable. When 2 dimensions with high social desirable items were excluded, the scale with 3 dimensions show a good fit, therefore the scale is valid and also reliable. Second study was conducted to measure convergent validity by correlating the 3-dimension scale with RWA scale. Result shows the scale has a significant positive correlation with RWA indicating the scale has a convergent validity.Keywords: Conservatism, Islam, scale construction, IndonesiaAbstrak: Konservatisme dalam agama Islam di Indonesia telah disebut melatarbelakangi terjadinya kasus-kasus intoleransi antar umat beragama yang mengancam stabilitas negara. Untuk mengukur pertumbuhan konservatisme Islam di Indonesia, dua studi dilakukan untuk mengkonstruksi alat ukur yang valid dan reliabel. Alat ukur yang ini memiliki lima dimensi dengan dua sampai tiga indikator per dimensi. Validitas konstruk alat ukur dilakukan dengan metode Confirmatory Factor Analysis dan reliabilitasnya diuji dengan Cronbach Alpha. Uji validitas dan reliabilitas dilakukan dua kali. Pengujian pertama pada alat ukur dengan 5 dimensi menunjukkan model tidak fit, namun reliabel. Pengujian kedua dilakukan pada alat ukur yang menghilangkan  2 dimensi yang memiliki tingkat social desirability tinggi. Hasilnya pengujian menunjukkan bahwa model alat ukur dengan 3 dimensi fit, yang berarti alat ukur valid. Selain itu alat ukur dengan 3 dimensi bersifat reliabel. Studi kedua dilakukan untuk mengukur validitas konvergen dengan mengkorelasikan alat ukur 3 dimensi dengan skala RWA. Hasil menunjukkan skala ini memiliki korelasi positif yang signifikan dengan RWA, mengindikasikan skala ini memiliki validitas konvergen.
Pengembangan Skala Thurstone Metode Equal Appearing Interval untuk Mengukur Sikap Moderasi Beragama Siswa Sekolah Menengah Atas Dinar Pratama
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 11 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.555 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v11n1.p71-82

Abstract

Several studies show the increase of radical attitudes among high school students in several regions in Indonesia. Developing a reliable instrument to measure religious moderation attitude is needed as a preventive effort to tackle this trend. However, a standard scale to measure the attitude in the context of Indonesia is extremely rare. This study aims to develop a Thusrtone scale of religious moderation attitude with the Equal Appearing Interval (EAI) method. There were 77 initial items constructed. Forty-two panelists from various relevant backgrounds were involved to assess the initial items. A number of 43 items was selected using the values of median (>6) and interquartile (≤4). The validity of the scale was tested using biserial correlation resulting 42 valid items and 1 invalid item. The result of reliability test using KR 20 technique showed that the scale is strongly reliable with a coefficient value of 0.98. The distribution of scale values on the 42 items of the selected statement lies on a scale value ranging from 1-11. Thus, the scale of religious moderation attitude has fulfilled the psychometric criteria as a measurement scale and can be used to measure students' religious moderation attitudes.Keywords: Thurstone scale, equal-appearing interval method, religious moderation. Abstrak: Beberapa hasil studi menunjukkan tingginya sikap radikal pada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di beberapa daerah di Indonesia. Mempertimbangkan fenomena ini, diperlukan upaya preventif untuk mengatasi sikap radikal siswa. Salah satu upaya tersebut adalah dengan mengembangkan instrumen yang reliabel untuk mengukur sikap moderasi beragama. Pertimbangan mengembangkan skala ini dikarenakan belum tersedianya skala baku untuk mengukur sikap moderasi beragama siswa. Jenis skala yang dikembangkan adalah skala Thusrtone metode Equal Appearing Interval (EAI) Jumlah aitem awal pada skala ini disiapkan sebanyak 77 aitem. Panelis yang dilibatkan unuk menilai aitem awal sebanyak 42 orang. Analisis pemilihan aitem menggunakan nilai median dan interkuartil menghasilkan 43 aitem terpilih dengan nilai median >6 dan interkuartil ≤4. Pengujian validitas skala dengan  korelasi biserial menghasilkan 42 aitem valid dan 1 aitem tidak valid. Sedangkan uji reliabilitas menggunakan teknik KR 20 menghasilkan nilai koefesien 0.98 yang berarti sangat reliable. Distribusi nilai 42 aitem terpilih terentang dari 1-11. Skala sikap moderasi beragama ini terbukti memenuhi kriteria psikometrik sebagai skala pengukuran dan dapat digunakan untuk mengukur sikap moderasi beragama siswa.
Moderasi Norma Sosial dan Keterlibatan Personal terhadap Perilaku Peduli Lingkungan Yogi Pambudi; Ni Putu Pristi Wisuantari
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 11 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (17.52 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v11n2.p83-99

Abstract

Pro-environmental behavior is a solution to overcome environmental problems. Plastic straw waste, which was produced majorly from restaurants consumption, has been identified as one of the causes of the environmental damage. This research was conducted to examine the moderation effect of social norms to plastic straw usage among restaurant visitors. The uantitative method was used by using self-report questionnaires to measure descriptive norm, injunctive norm, and personal involvement. Data were collected from 106 respondents whose ages ranged from 18 to 54 years with the proportion of 44% male and 66% female. This study has four hypotheses, namely the injunctive norm moderates the relationship between descriptive norm and pro-environment behavior, personal involvement moderates the relationship between descriptive norm and pro-environmental behavior, descriptive norm moderates the relationship between injunctive norm and pro-environmental behavior, and personal involvement moderates the relationship between injunctive norm and pro-environmental behavior. Statistical analysis using IBM SPSS with the add-on PROCESS Hayes 3.4 was used to test the moderation effect. The study found that there are no significant results from the four hypotheses. Although all hypotheses were not proven, the descriptive norm was proved to have a moderation effect to relationship between the injunctive norm and pro-environmental behavior when the score of descriptive norms is moderate or high. Hence, injunctive norm has potential to increase pro-environment behavior when it is moderated by moderate or high levels of descriptive norm.Keywords: Descriptive norm, injunctive norm, personal involvement, pro- environmental behavior Abstrak: Perilaku peduli lingkungan adalah solusi untuk mengatasi masalah lingkungan. Salah satu penyebab masalah lingkungan dengan begitu banyaknya sampah sedotan plastik. Penelitian ini menguji interaksi moderasi dari norma sosial dan keterlibatan personal terhadap perilaku peduli lingkungan pada pengunjung restoran terkait penggunaan sedotan plastik. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif terhadap 106 responden dengan rentang usia dari 18 54 tahun dan proporsi gender pria 44% dan perempuan 66%. Instrumen yang digunakan adalah alat ukur norma deskriptif, norma injungtif, dan keterlibatan personal. Penelitian ini menguji empat hipotesis, yakni; norma injungtif memoderasi norma deskriptif terhadap perilaku peduli lingkungan, keterlibatan personal memoderasi norma deskriptif terhadap perilaku peduli lingkungan, norma deskriptif memoderasi norma injungtif terhadap perilaku peduli lingkungan, dan keterlibatan personal memoderasi norma injungtif terhadap terhadap perilaku peduli lingkungan. Analisis statistik menggunakan IBM SPSS dengan add-on PROCESS Hayes 3.4 untuk melihat efek moderasi tersebut. Hasilnya, keempat hipotesis tidak terbukti. Meskipun keempat hipotesis ditolak tetapi norma deskriptif, ketika berada nilai moderat dan tinggi, memiliki pengaruh interaksi dalam memoderasi peran norma injungtif terhadap perilaku peduli lingkungan, Sehingga norma injungtif yang dimoderasi oleh norma deskriptif berpotensi untuk meningkatkan perilaku peduli lingkungan.
Pembentukan Identitas Kolektif pada Gerakan Konservasi Mangrove: The Collective Identity Formation of a Mangrove Conservation Movement Akhmad Fauzie; Suryanto Suryanto; Andik Matulessy
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 12 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.201 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v12n1.p19-36

Abstract

This study aims to understand the collective identity formation of Kelompok Pantai Lestari (KPL) as the mangrove conservation movement. This study employed a qualitative method with a constructivist grounded theory. The subjects of this study were 4 peoples who are the founders of KPL. Data were collected using in-depth interviews and analyzed through the steps from open, axial, and selective codings to the creation of a conceptual model of the collective identity formation in a mangrove conservation movement. The social representation theory was used as the framework that guided the data analysis. The results show that the foundation of the KPL as a conservation movement was related to the production of social knowledge among existing conservation groups on the importance of ecological values for improving welfare. KPL has been playing major role in producing local wisdom on environmental conservation and advocating the making of local regulations which put scientific knowledge into practice. The KPL’s mangrove conservation initiatives indicates that coastal communities have the potential to become a thinking society in environmental preservation; thus, it can be a reference for social engineering in environmental conservation that emphasizes on the collective action and identity. Keywords: Collective identity, conservation, social movement, social representation   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memahami pembentukan identitas kolektif pada Kelompok Pantai Lestari KPL) sebagai gerakan konservasi mangrove. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode constructivist grounded theory. Subjek penelitian adalah pendiri KPL berjumlah 4 orang. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis mengikuti tahapan pengolahan data dari pengkodean open, axial, dan selektif hingga pembuatan model konseptual pembentukan identitas kolektif gerakan konservasi mangrove. Teori representasi sosial dimanfaatkan dalam interpretasi data. Hasil analisis menunjukkan lahirnya KPL sebagai gerakan konservasi menandai cara kerja representasi sosial yang berpusat pada produksi pengetahuan sosial tentang kelembagaan kelompok konservasi dan pentingnya nilai ekologis untuk peningkatan kesejahteraan. KPL berperan besar dalam memproduksi kearifan lokal dengan mengadvokasi lahirnya peraturan daerah yang mengkonstruksi pengetahuan ilmiah menjadi pengetahuan praktis dalam kehidupan sehari-hari. Keberhasilan KPL sebagai gerakan konservasi mangrove menunjukkan bahwa masyakat pesisir memiliki potensi sebagai sebuah masyarakat berpikir, dan dapat menjadi contoh rekayasa sosial dalam gerakan konservasi yang mengandalkan pada tindakan dan identitas kolektif.
Awas pada Badan untuk Menurunkan Gejala Somatis di Tengah Pandemi COVID-19 Amalia Rahmandani; Yohanis Franz La Kahija
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 11 No. 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.062 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v11n3.p217-231

Abstract

The World Health Organization declared Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) as a pandemic disease. The psychological impacts of the pandemic can increase the risk of somatic symptoms among individuals. As a signal of alertness and adaptive action, prolonged somatic symptoms can affect overall psycho-physiological functions. When the symptoms continue with a decrease in individual immunity, COVID-19 infection can become riskier. This study aims to examine the effect of using body awareness to reduce somatic symptoms through a short intervention in people in the middle of COVID-19 pandemic. Intervention was conducted online in accordance with the directives of the Indonesian government concerning social restrictions. This study used one group pretest-posttest design. Data were collected using Somatic Symptom Scale (SSS-8) which was adapted into Indonesian. There were 34 subjects fully participated in this intervention based on convenience sampling through online publication (voluntary participation). Using the paired sample t-test, the results show that body awareness provides significant benefits in decreasing somatic symptoms.Keywords: Body awareness, COVID-19 pandemic, somatic symptoms Abstrak: World Health Organization menyatakan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) sebagai penyakit pandemik. Dampak psikologis dari pandemi dapat meningkatkan risiko munculnya gejala somatis yang dirasakan oleh individu. Gejala somatis sebagai sinyal untuk waspada dan adaptif dapat berkepanjangan dan memengaruhi fungsi psikofisiologis secara menyeluruh. Gejala somatis yang berkepanjangan dan disertai penurunan imunitas individu dapat meningkatkan risiko terinfeksi COVID-19. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh intervensi singkat œawas pada badan terhadap penurunan gejala somatis pada masyarakat di tengah pandemi COVID-19. Intervensi dilakukan secara daring sesuai arahan pemerintah terkait pembatasan sosial. Penelitian menggunakan one group pretest-posttest design dengan menggunakan Somatic Symptom Scale (SSS-8) yang telah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia sebagai instrument pengumpul data. Terdapat 34 partisipan yang direkrut berdasarkan convenience sampling melalui publikasi online dan mengikuti intervensi secara penuh (partisipasi sukarela). Hasil analisis menggunakan paired sample t-test menunjukkan bahwa latihan œawas pada badan memberikan manfaat signifikan bagi penurunan gejala somatik.
Transformasi Pecandu Penyandang HIV/AIDS Menjadi Konselor Adiksi: Sebuah Kajian Life History Qori Faizun; Nurchayati Nurchayati
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 11 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.376 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v11n2.p187-203

Abstract

Using Giddens structuration theory and Banduras concept of agency, this quasi-life-historical study deals with how an interplay between agency and social structure produced the transformation of a participant from a drug addict with HIV/AIDS into an addiction counselor. In response to the structural forces at work in her society, the subject exercised her agency in ways that led, as an unintended consequence, to her contracting HIV/AIDS. Drug abuse, too, was another of her self-defeating ways of tackling lifes trials, such as the excess of pocket money, dysfunctional family communications, and stifling parental disciplinary styles. Structural forces, taking the forms of rehabilitation facilities and family and community supports, played a key role in her success in kicking her drug habit and becoming an addiction counselor. The transformation, however, is best seen as the product of a favorable interplay between existing structural forces and the subjects constructive ways of enacting her agency.Keywords: Agency, structure, drug addict, HIV/AIDS, addiction counselor Abstrak: Menggunakan metode quasi-life history, riset kualitatif ini mengkaji transformasi subjek dari pecandu penyandang HIV/AIDS menjadi konselor adiksi. Merujuk pada teori strukturasi Giddens dan konsep agency dari Bandura, studi ini mencoba memahami bagaimana struktur dan agency berinteraksi dan menghasilkan transformasi tersebut. Menjadi penyandang HIV/AIDS adalah akibat yang tidak diniatkan (unintended consequence) dari cara subjek menjalankan agency-nya dalam menanggapi daya-daya struktural dalam masyarakat. Dalam menyikapi peraturan orang tua, ketidakharmonisan komunikasi keluarga dan berlebihnya uang saku, subjek justru mengonsumsi NAPZA. Di sisi lain, ada sejumlah daya struktural yang membantu subjek membebaskan diri dari adiksi dan menjadi konselor, seperti program rehabilitasi, dukungan masyarakat sekitar, dan membaiknya sikap keluarga. Alih-alih bekerja sendiri, daya-daya struktural tersebut bersinergi dengan perjuangan subjek. Studi ini menyimpulkan bahwa transformasi subjek dari pencandu NAPZA dan penyandang HIV/AIDS menjadi konselor adiksi dapat dipahami sebagai hasil sinergi antara agency individu dan struktur sosial.
Peran Warmth, Gregariousness, Assertiveness, Activity Level, Excitement Seeking dan Positive Emotions dalam Merefleksikan Kepribadian Extraversion Pipih Muhopilah; Fatwa Tentama; Yuzarion Yuzarion
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 11 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.119 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v11n2.p176-186

Abstract

Extraversion personality is one of the personality dimensions in the big five pesonality. The extraversion personality is reflected in six aspects, namely warmth, gregariousness, assertiveness, activity level, excitement seeking and positive emotions. The purpose of this study was to examine the construct validity and construct reliability on the extraversion personality scale as well as to examine the aspects and indicators that reflect the construct of extraversion personality. The population in this study were all students of class VIII at schools X, Y, Z which are state junior high schools in Yogyakarta with a total of 524 students. The sample in this study is 185 students. The sampling technique uses cluster random sampling. The data collection method used extraversion personality scale. Research data were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) through the SmartPLS 3.2.8 program. Based on the results of the data analysis, the aspects and indicators that reflect the extraversion personality construct are valid and reliable. The most dominant aspect that reflects extraversion personality is the activity level with a loading factor of 0,764. Meanwhile, the weakest aspect in reflecting extraversion personality is warmth with a loading factor value of 0,424. These results indicate that all aspects and indicators are able to reflect the extraversion personality construct. Thus, the measurement model can be accepted because the theory describes the personality construct of extraversion fit with empirical data obtained from the subject.Keywords: Activity level, extraversion personality, warmthAbstrak: Kepribadian extraversion adalah salah satu dimensi kepribadian dalam big five pesonality. Kepribadian extraversion direfleksikan melalui enam aspek yaitu warmth, gregariousness, assertiveness, activity level, excitement seeking dan positive emotions. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji validitas konstruk dan reliabilitas konstruk pada skala kepribadian extraversion serta menguji aspek-aspek dan indikator-indikator yang dapat merefleksikan konstruk kepribadian extraversion. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII pada sekolah X, Y, Z yang merupakan sekolah menengah pertama negeri di Yogyakarta dengan jumlah 524 siswa. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 185 siswa. Teknik sampling menggunakan cluster random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan skala kepribadian extraversion. Data penelitian dianalisis dengan Structural Equation Modeling (SEM) melalui program SmartPLS 3.2.8. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh  hasil  aspek-aspek dan  indikator  yang merefleksikan konstruk  kepribadian extraversion dinyatakan valid dan reliabel. Aspek yang paling  dominan merefleksikan kepribadian extraversion adalah activity level dengan loading factor 0,764. Sedangkan aspek yang paling lemah dalam merefleksikan kepribadian extraversion adalah warmth dengan nilai loading factor 0,424. Hasil tersebut menunjukkan bahwa semua aspek dan indikator mampu merefleksikan konstruk kepribadian extraversion. Dengan demikian, model pengukuran bisa diterima karena teori yang menggambarkan konstruk kepribadian extraversion fit dengan data empirik yang diperoleh dari subjek.
Peran Self Monitoring sebagai Mediator antara Job Characteristics dan Well-Being pada Guru Sekolah Inklusi Ulifa Rahma; Zahratul Fauza; Faizah Faizah; Yuliezar Perwira Dara
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 11 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.784 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v11n2.p100-115

Abstract

This study aims to determine the role of teacher self-monitoring as a mediator between job characteristics (emotional job demands and trust in colleagues) and teacher well-being teachers in inclusive schools. The sample of this study was 204 teachers in Indonesia from elementary to high school levels in inclusive schools using G*power. The sample selection technique in this study was accidental sampling teachers in Indonesia from elementary to high school levels in inclusive schools. The research method used is correlational quantitative research. This study uses four measuring instruments, namely the teacher well being scale, the self-monitoring scale, and, to measure job characteristics, the omnibus trust and the emotional job demand scales. Analysis of research data refers to Baron & Kenny using process modeling analysis version 3.0 by Andrew Hayes. As a result, self monitoring is able to become a mediator between emotional job demand and teacher well-being. Self monitoring has also proven to be a mediator between trust in colleagues and teacher well-being.Keywords: Job characterstics, self monitoring, well-being, teacher, inclusive schoolAbstrak: Penelitian ini bertujuan mengetahui peran teacher self monitoring sebagai mediator antara job characteristic (emotional job demands dan trust in colleagues) dan teacher well-being guru disekolah inklusi. Sampel dalam penelitian 204 guru dari jenjang Pendidikan Sekolah Dasar sampai dengan Sekolah Menengah Atas di sekolah inklusi menggunakan aplikasi G*power. Teknik pemilihan sampel dalam penelitian ini adalah accidental sampling yaitu seluruh guru inkusi yang ditemui dari jenjang Sekolah Dasar sampai Menengah Atas. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif korelasional. Penelitian ini menggunakan empat alat ukur, yaitu skala teacher well being, self monitoring dan, untuk mengukur job characteristics, skala omnibus trust dan emotional job demand. Analisis data penelitian mengacu pada Baron & Kenny menggunakan analisis process modeling versi 3.0 oleh Andrew Hayes. Hasilnya self monitoring mampu menjadi mediator antara emotional job demand dan teacher well-being. Self monitoring juga terbukti mampu menjadi mediator antara trust in colleagues dan teacher well-being.
Disinhibisi Online sebagai Mediator Hubungan antara Kebingungan Identitas dan Cyberbullying pada Remaja Fadjri Kirana Anggarani; Fitri Amalia
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 11 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.291 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v11n2.p116-127

Abstract

Cyberbullying behavior utilized the use of digital technology and the internet as a medium for bullying. The purpose of this study was to examine the function of online disinhibition as a mediator of the relationship between identity confusion and cyberbullying in adolescents. Participants in the study were 12 to 15 years old or adolescents, which consisted of 151 men and 196 women. Data collection was performed using 3 scales namely the Cyberbullying Behavior Scale, the identity confusion scale, and the online disinhibition scale. The data obtained were tested using regression analysis with mediator variable with the help of IBM SPSS Statistics 21.0. The results showed that there was an effect of online disinhibition mediation on the relationship of identity confusion with cyberbullying. The result of MacKinnon analysis shows that the direct effect gives a bigger effect than the indirect effect.The results of the additional analysis show that males do more cyberbullying behavior; the higher the duration of internet and social media use, the more cyberbullying behavior that will be carried out by adolescents. These results indicated that adolescents and cyberbullying have many factors that required further research.Keywords: Cyberbullying, online disinhibition, identity confusion, adolescents Abstrak: Perilaku cyberbullying memanfaatkan penggunaan teknologi digital dan internet sebagai media untuk melakukan aksi bullying. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji fungsi disinhibisi online sebagai mediator hubungan antara kebingungan identitas dan cyberbullying pada remaja. Partisipan dalam penelitian berusia 12 sampai dengan 15 tahun atau remaja yang terdiri dari 151 laki-laki dan 196 perempuan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan 3 skala yaitu Skala Perilaku Cyberbullying, Skala kebingungan identitas, dan Skala disinhibisi online. Data yang diperoleh diuji menggunakan analisis regresi dengan melibatkan variabel mediator dengan bantuan IBM SPSS Statistics 21.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh mediasi disinhibisi online pada hubungan kebingungan identitas dengan cyberbullying. Perhitungan peranan menggunakan MacKinnon diperoleh hasil bahwa efek langsung memberikan peran lebih besar dibandingkan efek tidak langsung. Hasil analisis tambahan menunjukkan bahwa laki-laki lebih banyak melakukan perilaku cyberbullying; semakin tinggi durasi penggunaan internet dan sosial media semakin banyak pula perilaku cyberbullying yang akan dilakukan remaja. Hasil ini menunjukkan bahwa remaja dan cyberbullying memiliki banyak faktor yang memerlukan penelitian lanjutan.
Pelatihan Keterampilan Menolak dan Asertivitas pada Remaja Selama Pandemi COVID-19 Rika Kristina; Luh Surini Savitri
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 11 No. 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.056 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v11n3.p232-246

Abstract

Adolescents are prone to receive negative peer pressure. One of the main causes is the need of social acceptance. The aim of this study is to improve adolescents refusal skill and assertiveness to avoid negative peer pressure through experiential learning approach. Online training is carried out due to the COVID-19 pandemic, which makes face-to-face activities need to be restricted. The subjects of this study are 5 female students from three different schools in Jakarta, who were selected using purposive sampling method with Peer Pressure Inventory. Data were collected quantitatively using two different questionnaires which measure refusal skill, and assertiveness separatedly, while qualitative data were collected through observation and role-play activity. Wilcoxon signed ranked test was used to analyze the quantitative data, while the qualitative data were analyzed descriptively. The results show the significant increase of assertiveness among participants after joining the training, but not with their refusal skills. This may be caused by the limited time of practicing the refusal skill in real context. Overall, online refusal skill and assertiveness training is likely to be given amid the COVID-19 pandemic.Keywords: Adolescents, assertiveness, peer pressure, refusal skill Abstrak: Remaja rentan menerima dan terpengaruh oleh tekanan negatif dari teman sebaya. Salah satu penyebab utama adalah adanya kebutuhan untuk mendapat penerimaan dari lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan keterampilan menolak dan asertivitas remaja agar terhindar dari tekanan negatif teman sebaya. dengan pendekatan experiential learning. Pelatihan daring dilakukan karena adanya pandemi COVID-19 yang membuat seluruh kegiatan tatap muka perlu dihindari. Subjek dalam pelatihan ini adalah 5 remaja perempuan dari tiga sekolah di Jakarta, yang dipilih dengan metode purposive sampling menggunakan Peer Pressure Inventory. Data kuantitatif diperoleh melalui dua kuesioner berbeda untuk mengukur keterampilan menolak dan asertivitas secara terpisah. Data kualitatif diperoleh melalui observasi dan aktivitas role-play. Wilcoxon signed ranked test digunakan untuk menganalisis data kuantitatif, sedangkan data kualitatif dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada tingkat asertivitas partisipan, namun tidak dengan keterampilan menolaknya. Hal ini dapat dipengaruhi oleh keterbatasan kesempatan mempraktikkan keterampilan menolak dalam konteks yang sesungguhnya. Secara keseluruhan, pelatihan keterampilan menolak dan asertivitas secara daring sangat mungkin diberikan pada masa pandemi COVID-19.

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 03 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 02 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 02 (2024): Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 01 (2024): Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 03 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 03 (2023): Vol. 14 No. 3 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 2 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 3 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 11, No 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19 Vol. 11 No. 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19 Vol. 12 No. 1 (2021) Vol 11, No 2 (2021) Vol. 11 No. 2 (2021) Vol 11, No 1 (2020) Vol. 11 No. 1 (2020) Vol. 10 No. 2 (2020) Vol 10, No 2 (2020) Vol. 10 No. 1 (2019) Vol 10, No 1 (2019) Vol. 9 No. 2 (2019) Vol 9, No 2 (2019) Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 6 No. 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 6 No. 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 5 No. 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 4 No. 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 3 No. 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 1 No. 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 1 No. 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan More Issue