cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
AKSIOLOGIYA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 25284967     EISSN : 2548219X     DOI : -
Core Subject : Social,
Aksiologiya merupakan jurnal pengabdian kepada masyarakat yang menjadi wadah ilmiah untuk pengabdian. Artikel merupakan hasil dari IbM, IbW, IbPE, IbIKK, atau pengabdian lainnya yang berasal dari non dikti.
Arjuna Subject : -
Articles 817 Documents
Strategi Meningkatkan Omzet Tangkal Furniture Melalui Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Pembenahan Pencatatan Keuangan Ade Imam Muslim; Fitri Lestari; Tri Widiastuty
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i1.6163

Abstract

Tangkal Furniture merupakan suatu bisnis yang tercipta melalui ide kreatif terhadap suatu inovasi mengenai konsep pembuatan furniture. Banyak masyarakat yang menggunakan furniture dengan pilihan bahan baku kayu. Begitupun dengan Tangkal memilih bahan baku kayu dengan jenis Trembesi. Tangkal Furniture ini berlokasi di Jalan Cisaranten Wetan Kecamatan Cinambo Kota Bandung. Lokasi ini kurang memadai karena tidak berada di pinggir jalan umum atau jalan besar dan sulit diakses oleh konsumen bila menggunakan kendaraan roda empat. Tempat produksi masih bergabung dengan rumah tinggal sehingga memiliki keterbatasan tempat. Masalah utama yang dialami oleh Tangkal Furniture adalah kurangnya peralatan untuk menunjang proses produksi, kesulitan dalam menggarap pemasaran melalui media sosial maupun direct marketing (pemasaaran langsung) dan menentukan segmentasi pasar, kurangngnya teknik pemasaran dalam menentukan segmen menengah ke atas dengan kualitas bahan baku trembesi, serta pencatatan keuangan yang belum memadai. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini fokus pada perapihan pencatatan keuangan melalui pelatihan penyusunan laporan keuangan berbasis EMKM dan melakukan pendampingan dalam menentukan segmentasi, target dan posisi pasar yang selanjutnya menentukan media promosi yang tepat untuk memasarkan produknya.Kata Kunci: omset; siApik; media sosial. Strategies to Increase Turnover Tangkal Furniture Through Utilization of Information Technology and Improvement Financial RecordsABSTRACTTangkal Furniture is a business that is created through creative ideas for an innovation regarding the concept of making furniture. Many people use furniture with a choice of wood raw materials. Likewise with Tangkal choosing wood raw materials with the Trembesi type. Tangkal Furniture is located on Jalan Cisaranten Wetan, Cinambo District, Bandung City. This location is inadequate because it is not on the side of a public road or big road and is difficult for consumers to access when using a four-wheeled vehicle. The production site is still joined by a residence so it has limited space. The main problems experienced by Tangkal Furniture are the lack of equipment to support the production process, difficulty in working on marketing through social media and direct marketing (direct marketing) and determining market segmentation, lack of marketing techniques in determining the middle to upper segment with quality raw materials of trembesi, and inadequate financial records. This method of implementing community service activities focuses on tidying up financial records through training in preparing EMKM-based financial reports and providing assistance in determining segmentation, targets and market positions which further determine the appropriate promotional media to market its products.Keyword: omzet, siApik, social media.
Upaya Peningkatan Pengetahuan Melalui Penyuluh Peran Suami Sebagai Fasilitator Dalam Persiapan Proses Persalinan Ni Made Risna Sumawati; I Made Dwie Pradnya Susila
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i1.2662

Abstract

Pada tahun 1999 sampai tahun 2000 pemerintah Indonesia telah mencanangkan program  Suami  Siaga yang bertujuan untuk meningkatkan peran serta suami. Program lain yang telah dicanangkan Pemerintah Indonesia adalah “Making Pregnancy Safer” dimana diharapkan partisipasi, pengetahuan dan keterlibatan suami dapat meningkat selama proses persalinan (Depkes RI, 2012). Kegiatan ini dilakukan dengan metode ceramah dan diskusi sehingga suami dapat memahami tentang pentingnya peran suami sebagai fasilitator. Pelaksanaan penyuluhan tentang upaya meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya peran suami sebagai fasilitator dalam persiapan proses persalinan dilaksanankan pada pada suami yang mengantarkan ibu melakukan pemeriksaan kehamilan di BPM Ni Ketut Nuriasih. Suami diberikan lembar pre test tentang peran pendampingan yang diperlukan untuk menemani istri bersalin, kemudian suami diberikan leaflet dan dijelaskan peran yang seharusnya dilakukan nanti saat menemani istri bersalin. Pada tahap akhir suami kembali diberikan lembar post tes untuk mengukur tingkat pemahamannya. Hasilnya seluruh suami yang diberikan penjelasan tentang peran sebagai fasilitator dalam menemani istri bersalin seluruhnya mengerti, dibuktikan dengan adanya peningkatan pemahaman dari hasil pre test dan post test. Saran Bagi klinik klinik yang menangani persalinan sebaiknya dalam pemberian KIE persiapan persalinan suami juga diikut sertakan sehingga ibu dan suami semakin siap menghadapi proses persalinan.Keywords: Fasilitator; Penyuluhan; Peran Suami; PersalinanKnowledge Efforts Through Release About The Importance Of Husband Role As A Facilitator In Preparing The Labor ProcessAbstractSince 1999 to 2000 the Indonesian government had launched the Husband Alert program which aimed to increase the participation of husbands. Another program that has been launched by the Government of Indonesia is the "Making Pregnancy Safer" where it is expected that the participation, knowledge and involvement of the husband can increase during the birth process (MOH RI, 2012). But until now there are still many husbands who do not understand their role well. So it is necessary to make efforts to increase knowledge through counseling about the importance of the husband's role as a facilitator in the preparation of the labor process. Counseling about the importance of the husband's role as a facilitator in the preparation of the birth process is done by the lecture method using leaflet props. Evaluation was carried out before and after the provision of counseling material (pre and post test). Counseling was carried out for 15 days from 1 to 15 June 2018 to 28 husbands who took mothers to carry out ANC examinations. The results of the post-test showed 78.6% experienced an increase in knowledge about the importance of the husband's role as a facilitator while the other 21.4% did not experience an increase in knowledge about the importance of the husband's role as a facilitator. Increased knowledge about the importance of the husband's role as a facilitator in the preparation of the birth process is influenced by several factors. One of them is the age factor and level of education. Recommendations for clinics that handle childbirth, it should always be included in the provision of counseling preparation for childbirth by explaining the role that must be done so that mothers and husbands are more ready to face the labor process.Keywords: Counseling; Childbirth; Facilitator; Role of Husband.
Pendampingan Perangkat Desa untuk Pelatihan Pembuatan Infografis Data Kependudukan Desa Etis Sunandi; Dian Agustina; Herlin Fransiska
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2021): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i2.3726

Abstract

Keterbukaan informasi merupakan hal yang sangat penting di era digital saat ini. Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan bertujuan untuk peningkatan skill perangkat desa sehingga mampu memberikan informasi yang valid, informatif dan terperinci tentang kependudukan desa. Informasi data desa yang tersaji secara menarik, informatif dan  terperinci akan menjelaskan kondisi desa kepada seluruh masyarakat desa dan umum. Lokasi pendampingan ialah Desa Pekik Nyaring Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah. Desa ini termasuk kedalam daerah pemekaran menjadi kabupaten baru sehingga keterbukaan data penduduk sangat penting. Pelatihan pembuatan publikasi data desa dilakukan dalam tiga tahap yaitu sosialisasi, pelatihan, publikasi hasil pelatihan. Sosialisasi yang disambut baik oleh kepala desa dan perangkatnya menjadikan pelatihan dapat dilaksanakan dengan baik. Data kependudkan desa yang dianalisis secara statistik deskriptif menggunakan Ms.Excel dengan pivot table, chart, data validation, dan fungsi statistika yang telah tersedia.  Selanjutnya hasil analisis deskriptif di analisis dan di desain menjadi menarik dan dipublikasikan. Hasil publikasi dapat menjelaskan semua informasi kependudukan desa seperti jumlah penduduk, pekerjaan, agama, tingkat pendidikan, demografi desa, kepala keluarga dan jumlah penduduk. Pendampingan yang mendapat respon positif dengan ditunjukkannya adanya publikasi data desa pertama kali yang berbentuk infografis desa yang dapat diperoleh di tempat umum.Kata Kunci: data kependudukan; infografis; pendampingan. Assistance of Village Apparatus for Training on Making Village Population Data Infographics ABSTRACTInformation disclosure is very important in the digital era. Community service aims to improve the skills of village officials so that they are able to provide valid, informative and detailed information on village population. The village data information presented in an interesting, informative and detailed manner will explain the condition of the village to all village communities and the general public. The location of the assistance was Pekik Nyaring Village, Pondok Kelapa District, Bengkulu Tengah Regency. This village is a region that has become a new regency so open disclosure of population data is very important. The training on making village data publications was carried out in three stages: socialization, training, publication. The socialization was welcomed by the village head and his apparatus. Village population data were analyzed using descriptive statistics using Ms. Excel with pivot tables, charts, validation data, and statistical functions that were available. Furthermore, the results of descriptive analysis are analyzed and designed to be interesting and published. The results of the publication can explain all village population information such as population, occupation, religion, education level, village demographics, family heads and population. Assistance that received a positive response by showing the existence of the first village data publication in the form of village infographics that can be obtained in public places.Keywords: population data; infographic; accompaniment.
Literasi Perdamaian Melalui “Teologi Al-Hujurat” Pada Aktivis Muhammadiyah Kadirojo Palbapang Bantul Yogyaarta Surwandono Surwandono
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2021): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i2.4984

Abstract

Artikel ini menjelaskan tentang pendidikan perdamaian untuk aktivis Muhamamdiyah di Desa Palbapang, Bantul dalam menghadapi tantangan dan dinamika politik keagamaan di masyarakat guna membangun harmoni sosial di masyarakat. Pendidikan perdamaian merupakan proses dari internalisasi nilai perdamaian untuk mengubah struktur sikap dan perilaku melalui pemberian pengetahuan dan nilai baru perdamaian. Pendidikan perdamaian mempergunakan model pendidikan andragogy melalui “Teologi Al-Hujurat”. Pendidikan literasi ditempuh melalui sejumlah tahap seperti pre test, intervensi dan post test. Hasil dari intervensi “Teologi Al-Hujurat”terhadap partisipan menunjukan bahwa pengalaman terstruktur dalam memahami pesan dalam surat Al-Hujurat mempengaruhi terhadap pilihan gaya berkonflik dan berdamai dari partisipan. Pendidikan perdamaian melalui teologi al-Hujurat mampu memobilisasi aspek kolektivitas kelompok untuk mendorong pilihan membangun perdamaian menjadi lebih terstruktur,  dan mengedepankan prinsip moderasi.Kata kunci: muhammadiyah; pendidikan perdamaian; teologi al-hujurat. Peace Literacy through “Al-Hujurat Teology” to Muhammadiyah Activist in Kadirojo, Palbapang Bantul YogyakartaABSTRACTThis article explains peace education for Muhamamdiyah activists in Palbapang Bantul in facing the challenges and dynamics of religious politics in the community in order to build sosial harmony in the community. Peace education is a process of internalizing the value of peace to change the structure of attitudes and behavior through the provision of new knowledge and values for peace. Peace education uses the andragogy education model through al-Hujurat theology. Literacy education is pursued through a number of stages such as pre-test, intervention and post-test. The results of the "al-Hujurat theology " intervention on participants showed that structured experience in deepening the message of al-Hujurat affected the choice of conflict and peace style of the participants. Peace education which mobilizes aspects of group collectivity is able to encourage the choice of building peace to be more structured, and put forward the principle of moderation.Keywords: al-Hujurat theolog; Muhammadiya; peace education.
Penerapan Otomasi Perpustakaan Sekolah di Malang Raya Moh Safii; Setiawan Setiawan; Sokhibul Ansor; Dwi Novita Ernaningsih; Lidya Amalia Rahmania; Cicik Tri Jayanti
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i1.3880

Abstract

Berdasarkan data Kementrian pendidikan dan kebudayaan, sebanyak 34.19 persen sekolah di Indonesia dari 34 provinsi, belum memiliki perpustakaan. Padahal sesuai amanat UU No 43 Tahun 2007 hendaknya lembaga pendidikan termasuk sekolah ditunjang dengan perpustakaan. Perpustakaan tentu harus mengiringi perkembangan jaman dan mampu untuk memberikan layanan berbasis teknologi. Berdasar hal tersebut dan fakta bahwa tidak semua perpustakaan sekolah berjalan sesuai standar perpustakaan apalagi memanfaatkan otomasi perpustakaan. Maka pengabdian dalam bentuk pelatihan ini menjadi solusi dari gambaran permasalahan diatas. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini ialah ceramah, pelatihan dan pendampingan. Diikuti oleh 34 peserta dari pengelola perpustakaan Se Malang Raya yang terdiri dari Sekolah Swasta, Sekolah Negeri, Pondok Pesantren. Saat pelatihan aplikasi otomasi perpustakaan 100% terinstall pada laptop peserta dan dapat digunakan. Sehingga pengelolaan perpustakaan yang manual sudah terbantukan dengan otomasi perpustakaan dan meninggalkan proses manual/paperbased service ke arah perpustakaan digital. Kendala yang dihadapi peserta ketika monitoring dan evaluasi ialah dukungan teknis penyediaan hardware yang belum dipenuhi oleh pihak sekolah. Saran dan tindak lanjut dari kegiatan ini ialah ditingkatkannya pada tahap lebih lanjut yaitu inovasi layanan dan akreditasi perpustakaan.Kata kunci: otomasi perpustakaan; perpustakaan digital; perpustakaan sekolahImplementation of School Library Automation in Malang RayaABSTRACT  Based on data from the Ministry of education and culture, as many as 34.19 percents of schools in Indonesia from 34 provinces, do not yet have a library. Yet according to the mandate of Law No. 43 of 2007 educational institutions including schools should be supported by libraries. Libraries certainly have to accompany the development of the era and be able to provide technology-based services. Based on this and the fact that not all school libraries run according to library standards let alone utilize library automation. Then this service in the form of training is the solution to the picture above problems. The methods used in this service are lectures, training and mentoring. Participated in 34 participants from the library manager of Se Malang Raya consisting of Private Schools, Public Schools, Islamic Boarding Schools. During training, the library automation application is 100% installed on the participant's laptop and can be used. So that manual library management is helped by library automation and leaves the manual / paper-based service process in the direction of digital libraries. The obstacle faced by participants when monitoring and evaluation is technical support for providing the hardware that has not been met by the school. Suggestions and follow-up from this activity are to be improved at a further stage, namely service innovation and library accreditation.Keywords: library automation; digital library; school library
Pelatihan Penulisan Karya Tulis Ilmiah Untuk Mendorong Peningkatan Kualitas Siswa Tingkat SMA Ika Purnamasari; Memi Nor Hayati; Desi Yuniarti
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v4i2.3565

Abstract

Karya tulis ilmiah (KTI) merupakan karya ilmiah yang ditulis dengan mengikuti kaidah ilmiah. Kaidah ilmiah sebagai syarat utama dalam penulisan sebuah karya dimaksudkan agar karya yang dihasilkan dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah. Tujuan kegiatan pelatihan penulisan karya tulis ilmiah yaitu menumbuhkan minat, semangat, serta ide kreatif dan inovatif dari siswa-siswi kelas X dan XI SMAN 5 Samarinda untuk menghasilkan sebuah karya ilmiah yang sesuai dengan kaidah penulisan. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan pelatihan dapat disimpulkan bahwa kegiatan berjalan dengan baik dan mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah. Seluruh peserta pelatihan mengikuti kegiatan hingga akhir dengan tingkat kehadiran sebesar 100%. Peserta kegiatan antusias untuk bertanya, mengeksplorasi ide, serta mengemukakan pendapat. Dengan demikian, kedepannya diharapkan adanya kegiatan lanjutan dengan melibatkan guru pendamping untuk mengoptimalkan perannya dalam penyusunan karya tulis ilmiah bagi peserta didik.Kata Kunci: kaidah ilmiah; KTI; peserta didik. Training on Writing Scientific Papers to Encourage Quality Improvement of High School Level Students ABSTRACT The scientific paper is an essay written by following scientific rules that are the main requirement so that the resulting essay can be justified scientifically. The purpose of the training is to increase the interest, enthusiasm, creative, and innovative ideas from students of class X and XI of SMAN 5 Samarinda to create a scientific paper that is following the rules. Based on the implementation of the training, it can be concluded that it is run well and received support from the school. All participants follow this activity until the end with an attendance rate of 100%. They are enthusiastic to ask, explore, and express their ideas and opinions. Then, in the future, it is expected that there will be further activities involving the teachers to optimization the role of assistants to create their student’s scientific papers.Keywords: scientific paper; scientific rules; students.
Pendampingan Perencanaan Keuangan dan Investasi Saham untuk Organisasi Taruna-Taruni Ni Kadek sinarwati; Nyoman Trisna Herawati
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2021): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i2.5103

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemandirian finansial taruna-taruni di Desa Antiga Kelod yang dilakukan dengan memberikan pelatihan dan pendampingan perencanaan keuangan dan investasi saham sehingga mereka menjadi generasi muda yang mandiri secara finansial. Taruna-taruni di Desa Antiga Kelod, merupakan komunitas  generasi muda yang mapan secara finansial, namun mereka berperilaku konsumtif/overspending sehingga mereka tidak mandiri secara finansial dan menjadi beban finansial keluarga. Metode pelaksanaan terdiri dari empat  tahap yaitu perencanaan, implementasi, monitoring dan evaluasi. Data yang dikumpulkan absensi peserta, daftar nilai peserta, dokumen perencanaan keuangan dan pembuatan akun investasi saham, dengan menggunakan metode dokumentasi, wawancara, test dan wawancara mendalam. Evaluasi dilaksanakan melalui dua aspek yakni aspek proses dengan indikator kehadiran dan partisipasi aktif peserta selama kegiatan dan aspek produk dengan indikator pemahaman materi dan kemampuan membuat kertas kerja perencanaan keuangan dan akun investasi saham. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa taruna-taruni di Desa Antiga Kelod mendapat manfaat dari kegiatan pelatihan dan pendampingan karena setelah kegiatan, mereka mampu menyusun kertas kerja perencanaan keuangan dan melakukan investasi saham, sehingga dampak kegiatan adalah  generasi muda yang mandiri dan tidak menjadi beban finansial keluarga. Saran ditujukan kepada orang tua taruna-taruni agar berperan mendampingi putra-putrinya dalam memanfaatkan penghasilan dan konsisten dalam mengimplementasikan hasil kegiatan pengabdian masyarakat.Kata Kunci: investasi; pelatihan; pendampingan; saham. Financial Planning and Stock Investment Assistance for Youth OrganizationABSTRACT This community service aims to increase the financial independence of young people in the village of Antiga Kelod by providing training and mentoring in financial planning and stock investment so that they become a financially independent young generation. The young people in the Antiga Kelod Village, were a financially established young generation community, but they were behaving consumptively/overspending, so they were not financially independent and become a financial burden on their family. The implementation method consists of four stages, namely planning, implementation, monitoring and evaluation. Data collected attendance participants, list of participant values, financial planning documents and the creation of a stock investment account, with the method of documentation, interviews, tests and in-depth interviews. Evaluation was carried out through two aspects namely the process aspect with indicators of attendance and active participation of participants during the activity and the product aspect with indicators of understanding material and the ability to make financial planning working paper and create a stock investment account. The results of the activity showed that young people in the Antiga Kelod Village got benefit from training and mentoring activities because after the activity, they were able to prepare financial planning work papers and make stock investments, so that the impact of the activity was to produce independent young people and not become a financial burden on their family. Suggestions were addressed to parents of the young people to play a role in assisting their children in utilizing income and consistent in implementing the result of service society activities.Keywords: investation; training; monitoring; stock.
Peningkatan Manajemen Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kursi Bambu Desa Ciranjang Lulu Ulfa Sholihannisa; Hadiansyah Ma'sum
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i1.6152

Abstract

Peningkatan Manajemen Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kursi Bambu merupakan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) sekaligus menjadi tujuan dari kegiatan PKM ini. Berdasarkan survey dan anailisis, maka dapat diidentifikasi permasalahan sebagai berikut: 1) kurangnya pemahaman terhadap ilmu manajemen bisnis baik secara pengelolaan sumber daya manusia dan belum memiliki perencanaan strategic dalam mengembangkan bisnis; 2) terbatasnya pemasaran kursi bambu yang selama ini dilakukan secara konvensional; 3) minimnya kemampuan pelaku UMKM dalam menguasai pemanfaatan digital marketing untuk menyebarluaskan produk kursi bambu; 4) masyarakat memiliki keterbatasan dalam permodalan sehingga mengalami kesulitan untuk mengembangkan bisnis kursi bambu yang bervariasi, dan inovasi yang menarik sehingga mampu bersaing dan peningkatan pendapatan pengrajin; 5) terbatasnya alat membuat kerajinan bambu yang dimiliki  oleh kelompok  pengrajin   bambu tradisional; dan, 6) modal kelompok pengrajin bambu masih sangat kecil, pada umumnya perusahaan tersebut masih milik perorangan sehingga kekuatan modal sangat tergantung dari kondisi finansial keuangan pribadi.  Metode yang dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu: 1)tahap persiapan; 2) tahap pelaksanan; 3) monitoring; dan 4) evaluasi. Hasil dari PKM ini, UMKM mendapatkan pelatihan mengenai manajemen UMKM yang meliputi pelatihan peluang bisnis, SDM, dan manajemen pemasaran.Kata kunci: bambu, digital marketing, kursi, manajemenImprovement of Management of Micro, Small and Medium Enterprises (UMKM) of the Bamboo Chair in Ciranjang VillageABSTRACTIncreasing Business Management Micro small and medium enterprises (UMKM) of Kursi Bambu is an activity of devotion to the community “Pengabdian Kepada Masyarakat” PKM at once as an aim from this PKM activities. Based on Survey and analysis, it can be identified problems as follows: 1) lack of understanding to the business management either in human resources management and do not have strategic planning in developing business; 2) the limited marketing of Kursi Bambu is during this is  conventional; 3) the lack of UMKM doers skill in holding digital marketing utilization to overspread Kursi Bambu products; 4) the people have the limited in the capital so that find it difficult to develop the business are varied of Kursi Bambu; 5) the limited of bamboo craft maker is shared by a group of a traditional bamboo craftsman; 6) we got group capital of bamboo craftsman was very small, in general, the company is still owned by an individual capital so power depends on personal finances. The method in this devotion was done in several phases, 1) preparation phase; 2) actuating phase; 3) monitor phase; 5) evaluation. The results from this PKM that UMKM got the training about business management which covering business opportunity, human research management, and marketing management.Keywords: bamboo, digital marketing, chair, management
Pemanfaatan Tanaman Hidroponik Mengandung Zat Besi Tinggi di Pondok Pesantren Nurul Amin Kresna Febriyanto; Vira Selvi Yonika; Wahdaniah Wahdaniah; Haikal Rahman Adilara Erdin; Muhammad Rizan; Ralda Yanti Syahdan; Ariza Adela; Mardiana Mardiana
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i1.3826

Abstract

Masa remaja merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan, remaja putri yang paling banyak mengalami kekurangan zat-zat gizi terutama makanan yang mengandung zat besi tinggi dikarenakan telah memasuki masa menstruasi. Kelompok masyarakat yang rentan terhadap anemia adalah santri pondok pesantren karena masalah pola makan yang dapat mempengaruhi status gizi santriah tersebut. Prevalensi anemia sebesar 25,5%. Prevalensi anemia di Indonesia sebesar 21,7% proporsi pada perempuan sebesar 23,9% dan sisanya laki-laki. Kegiatan pemberdayaan masyarakat dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kesehatan santriwati dengan pemanfaat tanaman hidroponik mengandung zat besi tinggi sebagai salah satu alternatif dalam mengatasi penyakit anemia di Pondok Pesantren Salafiyah Nurul Amin Jl. Kurnia Makmur RT.23 Kel. Harapan Baru Kec. Loa Janan Ilir Samarinda Seberang. Metode pemberdayaan masyarakat ini yaitu pelatihan kepada 21 orang santriwati kader Alarm Kesehatan dalam pembuatan tanaman hidroponik, perawatan hingga pengelolaan terkait hasil dari tanaman yang telah di tanam. Pelatihan penanaman hidroponik dengan sistem wick dilaksanakan pada tanggal 10 November 2019 selanjutnya diimplementasikan kembali oleh kader Alarm Kesehatan kepada santriah dan selanjutnya untuk pengelolaan dan perawatan tanaman hidroponik dilaksanakan setiap harinya oleh para santriwati. Kader Alarm Kesehatan melakukan pemantauan santriwati dalam pemanfaatan tanaman hidroponik yang mengandung zat besi tinggi dengan memanfaatkan barang bekas berupa botol plastik ukuran 1600 ml.Kata Kunci: hidroponik; kader alarm kesehatan; pondok pesantren. Utilization of Hydroponic Plants with High Iron in Pondok Pesantren Nurul AminABSTRACTAdolescence is a period of growth and development, girl teenage who experience the most nutritional deficiencies that contain high iron because they have menstruation. Community groups that are prone to anemia are boarding school students because of eating patterns that can affect the nutritional status of these students. The prevalence of anemia is 25.5%. The prevalence of anemia in Indonesia is 21.7% the proportion in women is 23.9% and the rest are men. Community empowerment activities are carried out with the aim of improved the health status of students by utilizing hydroponic plants containing iron as an alternative in overcoming anemia in the Salafiyah Nurul Amin Islamic Boarding School Jl. Kurnia Makmur RT.23 Kel. Harapan Baru Kec. Loa Janan Ilir Samarinda Seberang. This community empowerment method is training for 21 cadre students. Health alarm in making hydroponic plants, treatment for management related to the results of plants that have been planted. The hydroponic planting training with the wick system was held on November 10, 2019 and then re-implemented by the Health Alarm cadre for students and the management and care of hydroponic plants carried out at any time by the students. Health Alarm Cadre provides students in the use of hydroponic plants that contain high substances by used containing 1600 ml plastic bottles.Keywords: hydroponics; health alarm cadres; islamic boarding schools.
Peningkatan Kapasitas Paguyuban Sehat Ibu PKK RW 5 Pacarkembang dalam Memberikan Dukungan Sosial kepada Penderita Kanker Tintin Sukartini; Hanik Endang Nihayati; Rifky Octavia Pradipta
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2021): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i2.6169

Abstract

Perawatan penderita kanker memiliki perbedaan dengan penyakit lain. Kondisi imunitas yang menurun karena pengobatan kemoterapi, perubahan peran karena tidak dapat bekerja dan penyesuaian kondisi tubuh post kemoterapi menurunkan kesehatan mental dan kualitas hidup secara keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 632 penderita (82,3%) penderita kanker berada dalam kategori skor Quality of Life (QOL) di bawah rata-rata dan kualitas hidup penderita kanker dipengaruhi oleh gejala yang dilaporkan. Tingginya resiko stress yang berkepanjangan dan gangguan mental pada penderita kanker disebabkan salah satunya karena kurangnya dukungan dari masyarakat. Tindakan pencegahan perlu dilakukan untuk meminimalisir stress baik secara fisik dan mental. Selama ini dukungan yang diberikan kepada penderita kanker utamanya masih dari sesama penderita. Dukungan melalui Paguyuban Sehat yang beranggotakan Ibu PKK RW 5 Pacarkembang bagi penderita kanker diberikan melalui tiga aspek. Aspek yang pertama adalah pengetahuan, dimana pada Paguyuban Sehat akan diberikan informasi terkait kanker, perawatan penderita kanker setelah operasi dan saat pengobatan kemoterapi atau radiasi. Aspek kedua adalah sosial, dimana penguatan dukungan diberikan kepada penderita kanker. Aspek yang ketiga adalah spiritual dimana seseorang mencari makna, tujuan, dan koneksi ke kekuatan yang lebih tinggi, dan memungkinkan individu untuk berfungsi secara efektif menuju tujuan hidupnya. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah dibentuknya kader Paguyuban Sehat yang sadar terhadap resiko kanker payudara dan kanker tiroid. Kader mendapatkan pengetahuan mengenai deteksi dini kanker payudara dan tiroid serta mampu untuk mempraktikan pemeriksaan payudara sendiri dan mengenali tanda-tanda tidak normal pada payudara dan leher.Kata Kunci : kanker; dukungan sosial; kualitas hidup; pemberdayaan Capacity Building for Paguyuban Sehat in PKK RW 5 Pacarkembang in Providing Social Support for Cancer PatientsABSTRACTTreatment of cancer patients is different from other diseases. Decreased immunity due to chemotherapy treatment, changing roles due to inability to work and adjustment to post chemotherapy conditions. decreases mental health and overall quality of life. The results showed that about 632 patients (82.3%) of cancer patients were in the category of Quality of Life (QOL) score below the average and the quality of life of cancer patients was affected by the reported symptoms. The high risk of prolonged stress and mental disorders in cancer patients is due in part to the lack of support from the community. Precautions need to be taken to minimize stress both physically and mentally. So far, the support given to cancer patients mainly comes from fellow sufferers. Support through Paguyuban Sehat for cancer patients is provided in three aspects. The first aspect is knowledge, where the Healthy Paguyuban will be given information related to cancer, treatment of cancer patients after surgery and during chemotherapy or radiation treatment. The second aspect is social, where strengthening support is given to cancer sufferers. The third aspect is spiritual where a person seeks meaning, purpose, and connection to higher powers, and enables the individual to function effectively toward his or her life goals.Keywords: cancer; empowerment; social support; quality of life

Page 11 of 82 | Total Record : 817