cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
AKSIOLOGIYA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 25284967     EISSN : 2548219X     DOI : -
Core Subject : Social,
Aksiologiya merupakan jurnal pengabdian kepada masyarakat yang menjadi wadah ilmiah untuk pengabdian. Artikel merupakan hasil dari IbM, IbW, IbPE, IbIKK, atau pengabdian lainnya yang berasal dari non dikti.
Arjuna Subject : -
Articles 817 Documents
Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Sel Dengan Memanfaatkan Kertas Bekas kartikawati, eka; Nisaa, Ranti An; Maesaroh, Maesaroh
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i3.4892

Abstract

Penggunaan kertas sudah menjadi hal yang selalu digunakan oleh kegiatan apapun, sehingga banyak kertas yang tidak dimanfaatkan kembali dan menjadi limbah kertas yang dibuang sia sia setelah digunakan. Hal inilah yang kemudian muncul ide untuk memanfaatkan dan dikaitkan dengan kegiatan pembelajaran yaitu sebagai media pembelajaran. Karena pada kegiatan belajar mengajar sangat diperlukan media yang sangat inovatif, kreatif dan memudahkan siswa-siswanya untuk mempelajari memahami materi pembelajaran. Salah satunya adalah pembelajaran biologi pada materi sel yang pemahaman akhir pembelajarannya mengharuskan peserta didik dapat memahami dan membedakan semua bentuk organelnya antara sel hewan dan tumbuhan. Dari permasalahan inilah maka diadakannya pelatihan pembuatan media pembelajaran sel dengan memanfaatkan kertas bekas. Metode pelaksanaan dalam pelatihan ini adalah dengan survey, pendekatan kepada mitra yang dituju, melaksanakan pelatihan dan evaluasi. Hasil kuesioner yang disimpulkan adalah 100% peserta pelatihan menyatakan kegiatan pelatihan ini  sangat bermanfaat, replika yang telah dibuat sangat memudahkan peserta didik untuk mempelajari sel hewan dan sel tumbuhan.  Kegiatan pelatihan ini untuk mengurangi kertas bekas dan memanfatkannya sebagai media pembelajaran yang menyenangkan.Kata Kunci: media pembelajaran; sel; kertas bekas Training on Making Cell Learning Media Using Waste PaperABSTRAC The use of paper has always been used by any activity, so many papers are not reused and become waste paper that is thrown away in vain after use. This then arises the idea to utilize and be associated with learning activities, namely as learning media. Because teaching and learning activities are very needed media that is very innovative, creative and makes it easy for students to learn to understand learning materials. One of them is the study of biology in cell matter, the final understanding of learning requires students to understand and distinguish all forms of organelles between animal and plant cells. From this problem, the holding of training in making cell learning media using paper was used. The method of this activity is to carry out training and approach the intended partners, carry out training and evaluation. The results of the questionnaire concluded that 100% of the training participants stated that the training activities were very useful, the replicas that had been made were very easy for students to study animal cells and plant cells. This training activity is to reduce waste paper and use it as a learning medium that makes it easier for students to understand cells in 3 dimensions.Keywords: learning media; cell; scrap paper
Pemberdayaan Masyarakat Desa Wakah Melalui Pemanfaatan Limbah Kulit Singkong (Manihot esculenta) Yuhanna, Wachidatul Linda; Nurhikmawati, Agita Risma; Pujiati, Pujiati; Dewi, Nurul Kusuma
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i3.4897

Abstract

Desa Wakah mempunyai komoditas utama ketela pohon/singkong dan hasil pertanian hortikultura. Di Desa Wakah terdapat UMKM “Gethuk Anyar” yang memproduksi gethuk singkong dalam skala besar, yang menghasilkan limbah kulit singkong rata-rata 80 kg per hari. Limbah kulit singkong belum banyak dimanfaatkan secara optimal sehingga menimbulkan bau busuk, penumpukan sampah, dan lingkungan yang tidak bersih. Tim pengabdian masyarakat akan melakukan pelatihan pemanfaatan limbah singkong menjadi produk berupa pupuk kompos, pupuk organik cair dan pakan fermentasi. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Maret dan April 2020 dengan peserta sebanyak 30 orang dari karang taruna desa Wakah. Kegiatan dilaksanakan dengan pemberian materi, diskusi dan praktik langsung dengan pendekatan partisipatif. Hasil dari kegiatan ini adalah karang taruna Desa Wakah mampu memanfaatkan limbah  kulit  singkong  menjadi  produk  pendukung agrikultura berupa pupuk kompos, pupuk organik cair, pakan fermentasi. Tingkat pemahaman serta skill karang taruna Desa Wakah dalam mengolah limbah kulit singkong menjadi produk pendukung agrikultura sebanyak 85% dan menenuhi target penelitian. Masyarakat juga berkomitmen untuk mengembangkan produk secara mandiri. Sinergisitas antara masyarakat, pemerintah dan dunia industri diharapkan mampu meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam mengolah limbah kulit singkong menjadi produk yang bermanfaatKata Kunci: fermentasi, kulit singkong, pupuk organik. Wakah Village Community Empowerment Through Utilization of Cassava Peel Waste (Manihot esculenta)ABSTRACTDesa Wakah has cassava and several horticultural products as its main commodity. There is a homemade production "Gethuk Anyar" which produces “Gethuk Singkong”, a kind of traditional foods, on a large scale. As the consequences, this production brings cassava peel waste approximately up to 80 kg per day. This waste has not been used optimally, thus it causes foul odors, garbage buildup, and a polluted environment as well. Based on that problem, the researchers conduct some training programs on the utilization of cassava peel waste into several products namely: compost, liquid organic fertilizer, and fermented food for animal. This activity was carried out between March and April 2020 with 30 participants from the Karang Taruna (youth) group. Those programs consist of providing materials, facilitating discussions, and conducting workshops with a participatory approach. The result of the programs shows that Wakah community was able to utilize cassava peel waste into three agricultural supporting products; those are: compost, liquid organic fertilizer, animal fermented food. In addition, the value of participants’ understanding and skill in processing the waste was up to 85% and it meets the standard research target. Moreover, the community is also committed to develop products independently. The synergy between Wakah community, the local government and the industry workplace is expected to increase community empowerment activities in processing cassava peel waste into some useful products.Key Words: fermentation, cassava peel, organic fertilizer.
Grebeg Penjalin: Komoditifikasi Budaya pada Pemberdayaan Masyarakat Desa Wisata Rotan Trangsan-Sukoharjo Sarjiyanto, Sarjiyanto; Shohibul, Ana; Sarwoto, Sarwoto; Mulyadi, Mulyadi; Istiqomah, Suryadari
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2022): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v6i2.4903

Abstract

The purpose of community service in the Trangsan Rattan Tourism Village is to maintain the sustainability of the existence of the rattan industry center. This activity also aims to empower the potentials that are in the location and synergize the socio-economic and cultural potential in an effort to increase empowerment and improve the welfare of citizens in Rotan Tourism Village. The dedication method uses a study-action and participatory approach. Culture as an agent of change through the creation of the cultural event "Grebeg Penjalin" which is held as an annual agenda in the Tangsan Rotan Tourism Village as a cultural commoditization. The results of dedication indicate the commoditization of culture can be an effective attraction. The holding of the Braiding “Grebeg Penjalin" chosen as a cultural event has proven to be able to be an effort to maintain the existence of the Trangsan Rattan Tourism Village which directly contributes to the improvement of the welfare of the people in Trangsan.
Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Melalui Pengolahan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Menjadi Produk Minuman Aisyah, Esy Nur
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v6i1.4924

Abstract

Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dapat menjadi  program pemberdayaan ekonomi bagi perempuan, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan keluarga. Program ini telah dimasyarakatkan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat melalui program PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga).  Tujuan dari pengabdian ini adalah meningkatkan ekonomi perempuan di Desa Pandanrejo Kecamatan Wagir Kabupaten Malang melalui pengolahan TOGA menjadi produk minuman. Metode yang digunakan adalah ceramah dan praktik atau demonstrasi. Tanaman yang digunakan bahan minuman dalam pengolahan ini adalah jahe, sereh, kapulaga, jeruk nipis, kayu manis dan daun salam. Dalam pelaksanaannya, cara pengolahan dan khasiat tanaman TOGA menjadi minuman yang menyehatkan terlaksana dengan baik. Disamping itu, peserta mendapatkan pelatihan memasarkan produk minuman tersebut secara online.
Sosialisasi Fintech dan Literasi Keuangan Terhadap Pelaku UMKM di Desa Cinanjung Tanjung Sari Sumedang A. Rachim, Hadiyanto; Sutrisno, Budi
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2022): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v6i2.4972

Abstract

Sektor Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) telah memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan perekonomian nasional. Selain menggunakan bahan baku lokal dengan harga produk yang terjangkau, UMKM juga menjadi sarana pemerataan tingkat perekonomian rakyat kecil serta sumber devisa bagi negara. Desa Cinanjung memiliki potensi UMKM yang cukup besar dari mulai pertanian, peternakan, pengolahan hingga kerajinan. Namun, berdasarkan hasil kajian cepat teridentifikasi beberapa kendala didalam pengembangan UMKM tersebut diantaranya terkait bahan baku, sumber permodalan serta pengelolaan keuangan. Untuk membantu mengatasi permasalahan tersebut maka dilakukan sosialisasi terhadap para pelaku UMKM. Sosialisasi tersebut terkait dengan literasi keuangan dan pemanfaatan akses pendanaan alternatif melalui teknologi finansial (FinTech). Kegiatan ini sendiri terdiri dari dua tahapan yaitu penelitian lapangan untuk melakukan pemetaan terhadap potensi dan masalah terkait pengembangan UMKM (12-28 Juli 2019) serta kegiatan sosialisasi FinTech dan literasi keuangan pada tanggal 31 Juli 2019. Kegiatan sosialisasi dilakukan di Aula Desa Cinanjung dengan dihadiri oleh sekitar 40 orang pelaku UMKM serta dihadiri perangkat desa, perwakilan BPD, pengurus Bumdes serta fasilitator dana desa. Materi yang disampaikan meliputi pencatatan keuangan, pengelolaan keuangan serta sumber permodalan melalui teknologi finansial yaitu Ammana Fintek Syariah. 
Literasi Perdamaian Melalui “Teologi Al-Hujurat” Pada Aktivis Muhammadiyah Kadirojo Palbapang Bantul Yogyaarta Surwandono, Surwandono
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2021): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i2.4984

Abstract

Artikel ini menjelaskan tentang pendidikan perdamaian untuk aktivis Muhamamdiyah di Desa Palbapang, Bantul dalam menghadapi tantangan dan dinamika politik keagamaan di masyarakat guna membangun harmoni sosial di masyarakat. Pendidikan perdamaian merupakan proses dari internalisasi nilai perdamaian untuk mengubah struktur sikap dan perilaku melalui pemberian pengetahuan dan nilai baru perdamaian. Pendidikan perdamaian mempergunakan model pendidikan andragogy melalui “Teologi Al-Hujurat”. Pendidikan literasi ditempuh melalui sejumlah tahap seperti pre test, intervensi dan post test. Hasil dari intervensi “Teologi Al-Hujurat”terhadap partisipan menunjukan bahwa pengalaman terstruktur dalam memahami pesan dalam surat Al-Hujurat mempengaruhi terhadap pilihan gaya berkonflik dan berdamai dari partisipan. Pendidikan perdamaian melalui teologi al-Hujurat mampu memobilisasi aspek kolektivitas kelompok untuk mendorong pilihan membangun perdamaian menjadi lebih terstruktur,  dan mengedepankan prinsip moderasi.Kata kunci: muhammadiyah; pendidikan perdamaian; teologi al-hujurat. Peace Literacy through “Al-Hujurat Teology” to Muhammadiyah Activist in Kadirojo, Palbapang Bantul YogyakartaABSTRACTThis article explains peace education for Muhamamdiyah activists in Palbapang Bantul in facing the challenges and dynamics of religious politics in the community in order to build sosial harmony in the community. Peace education is a process of internalizing the value of peace to change the structure of attitudes and behavior through the provision of new knowledge and values for peace. Peace education uses the andragogy education model through al-Hujurat theology. Literacy education is pursued through a number of stages such as pre-test, intervention and post-test. The results of the "al-Hujurat theology " intervention on participants showed that structured experience in deepening the message of al-Hujurat affected the choice of conflict and peace style of the participants. Peace education which mobilizes aspects of group collectivity is able to encourage the choice of building peace to be more structured, and put forward the principle of moderation.Keywords: al-Hujurat theolog; Muhammadiya; peace education.
Fermentasi Dedak dengan Metode Fasa Padat untuk Produksi Belatung sebagai Pakan Unggas Masyarakat Kecamatan Konda Nohong, Nohong; Nur Ramadhan, La Ode Ahmad; Arifin, Zainal Syam; Imran, Imran; Kadir, Laode Abdul
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v6i1.5030

Abstract

Pelatihan Solid State Fermentation (SSF) dedak untuk Menghasilkan Larva atau Belatung Lalat Tentara Hitam (Hermetia illucens) atau Black Soldier Fly (BSF) sebagai Pakan Unggas Alternatif di Desa Wonua, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara, Indonesia telah dilakukan. Belatung BSF ini mengandung protein tingkat tinggi untuk pakan ternak. Dan desa Wonua ini adalah desa pertama di Sulawesi Tenggara yang telah diperkenalkan untuk menyediakan pakan unggas alternatif ini. Mayoritas masyarakatnya adalah petani dan sebagian merangkap sebagai peternak sapi dan unggas. Dengan ini, diharapkan bahwa produksi belatung dari BSF dapat menjadi populer dan menyebar di Sulawesi Tenggara (setidaknya tidak terlambat jika dibandingkan dengan popularitasnya di Jawa yang telah lebih dulu menarik perhatian banyak petani). Dalam kegiatan ini, kami memberikan bantuan teknis dan pelatihan tentang cara menghasilkan belatung BSF menggunakan dedak sebagai media untuk pertumbuhannya. Target keluaran yang dicapai adalah kemampuan petani tentang cara membiakkan dan memproduksi belatung secara mandiri. Selain itu, diharapkan para petani dapat membagikan pengetahuan ini yang tidak terbatas pada petani lain dari desa ini dan tidak memiliki kesempatan untuk mengikuti pelatihan ini tetapi juga kepada petani – petani dari desa-desa sekitarnya. Parameter yang digunakan untuk mengukur target output adalah jumlah peserta pelatihan dan pendampingan aktif, jumlah petani yang mampu menghasilkan belatung secara mandiri.
Mendorong Keikutsertaan Suami dalam Program Keluarga Berencana Melalui Perbaikan Pemahaman tentang Metode Kontrasepsi Sulistiawan, Dedik; Fatimah, Siti; Hana, Joharotul Laila Ummu; Candra, Ficky Kurniawan; Cahyani, Oetami Riezki; Shafira, Inayah; Dirgantara, Syariatul
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2021): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i2.5040

Abstract

Partisipasi pria merupakan salah satu masalah yang masih dihadapi dalam program keluarga berencana di beberapa negara termasuk Indonesia. Program keluarga berencana yang berfokus pada kaum perempuan di tengah masyarakat yang menganut sistem patriarki menyebabkan adanya kesan bahwa perempuanlah yang memiliki tanggung jawab dalam hal pengaturan kehamilan. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendorong keikutsertaan suami dalam program keluarga berencana melalui perbaikan pemahaman tentang metode kontrasepsi. Setelah mengikuti kegiatan ini, diharapkan para suami memiliki wawasan yang luas tentang metode kontrasepsi. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan terintegrasi melalui kegiatan Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan tahun 2020 di Dusun Modalan, Banguntapan, Bantul pada tanggal 19 sampai dengan 20 Februari 2020. Pendekatan yang dilakukan adalah melalui musyawarah masyarakat desa sebagai bentuk community engagement dan edukasi tentang mitos dan fakta seputar metode kontrasepsi dan keluarga berencana. Program pengabdian kepada masyarakat ini terbukti secara signifikan mampu meningkatkan pengetahuan pria dalam isu keluarga berencana (Mean difference=27,40; 95%CI=12,64 – 42,17; p-value=0,001). Keterlibatan masyarakat mulai dari proses penentuan prioritas masalah menjadikan intervensi yang dilakukan benar-benar merupakan kebutuhan masyarakat. Hal ini secara tidak langsung menyebabkan sasaran berpartisipasi secara aktif selama kegiatan berlangsung, sehingga pengetahuannya tentang keluarga berencana meningkat.Kata Kunci: kontrasepsi; keluarga berencana; partisipasi suami. Encouraging Male Participation in the Family Planning Program Through Improving Understanding of the Contraception MethodsABSTRACTMale involvement is one of the challenges of the family planning program in many countries, including Indonesia. The family planning program, which focuses on women in a society that adopts a patriarchal structure, causes the perception that women have responsibilities in regulating pregnancy. This community engagement initiative was developed to promote husbands' involvement in family planning programs through an increased understanding of contraceptive methods. After engaging in this activity, it is hoped that the husbands will have broad insights into contraception methods. This community development was carried out through the Field Study Experience (PBL) of Faculty of Public Health Universitas Ahmad Dahlan in Dusun Modalan, Banguntapan, Bantul, from 19 to 20 February 2020. Through village group meetings, the approach taken was a medium of community involvement and education about the rumors and truth about contraception and family planning practices. This community service initiative has been shown to substantially increase male knowledge on family planning issues (mean difference = 27.40; 95% CI = 12.64-42.17; p-value = 0.001). Community involvement in the process of determining priority problems makes interventions become a community need. This indirectly causes the target to engage actively during the activity, consequently increasing their understanding of family planning.Keywords: contraception; family planning; male involvement.
Bercocok Tanam Hidroponik di Desa Sungsang III Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan Eddy, Syaiful; Setiawan, Andi Arif; Mutiara, Dian Mutiara
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v6i1.5042

Abstract

Desa Sungsang III merupakan desa yang mayoritas masyarakatnya hidup sebagai nelayan. Kondisi lingkungan tempat tinggal berupa perairan penuh dengan sampah botol plastik. Kegiatan  Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)  ini  bertujuan mengenalkan kepada masyarakat Desa Sungsang III berupa pemanfaatan limbah botol plastik sebagai tempat penanaman hidroponik. Metode pelaksanaan meliputi: survey, sosialisasi ke masyarakat, persiapan peralatan dan bahan, penanaman benih/penyemaian, pemeliharaan dan panen. Hasil PKM ini menunjukkan masyarakat Desa Sungsang III sudah mempunyai pengetahuan dalam pemanfaatan limbah botol plastik untuk bertanam sayuran (bayam merah, kangkung dan sawi sendok/pakcoy) dengan cara hidroponik. Masyarakat berharap agar kegiatan ini dapat dikembangkan lebih besar dengan berbagai macam sayuran.
Peningkatan Kemampuan Penyusunan Laporan Keuangan Sesuai SAK-EMKM (Pelatihan untuk Pelaku UMKM Binaan Pemkot Bekasi) Diyani, Lucia Ari; Kusumawati, Ratna Dewi; Meita, Iren
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2021): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i2.5046

Abstract

Permasalahan yang dihadapi oleh pelaku UMKM secara umum adalah tidak tersedianya laporan keuangan yang dapat digunakan untuk mendapatkan pembiayaan dari bank dan juga institusi keuangan lainnya. Berdasarkan hal tersebut, kegiatan PkM ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dalam membuat laporan keuangan yang sesuai dengan SAK-EMKM untuk peminjaman dana ke bank. Pelatihan dilakukan kepada pelaku UMKM binaan Pemerintah Kota Bekasi. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah pemaparan mater di dalam kelas oleh dosen sebagai narasumber dan dibantu oleh asisten dosen serta mahasiswa sebagai pendamping peserta. Total partisipan sebanyak 40 dan terbagi menjadi dua kelas. Kegiatan PkM dilakukan dari 4 Oktober 2019 hingga 12 Desember 2019. Hasil dari kegiatan ini memuaskan seperti yang terlihat dari hasil kuisioner kepuasan bahwa kegiatan pelatihan ini dapat meningkatkan kemampuan peserta dalam membuat laporan keuanganKata Kunci: Laporan keuangan; SAK-EMKM; UMKM Improvement of Preparing Financial Statements Ability According to SAK-EMKM (Training for SME under Pemkot Bekasi)ABSTRACT The problem faced by SMEs in general is they do not have financial reports that is accepted as a basis to provide loan funds by banks or other financial institutions. For this reason, the PkM activities are carried out with the aim of increasing knowledge in preparing financial statements in accordance with SAK-EMKM for lending funds to banks. Training is given to SMEs that are under Pemerintah Kota Bekasi. The method that used in this training is carried out in a class where each class is guided by a lecturer as a guest speaker and assisted by an assistant lecturer and a student as a participant companion. The total number of participants was 40 and divided into 2 classes. The PkM activity was conducted from October 4th, 2019 to December 12th, 2019. The PkM result is satisfying as seen from the results of the satisfaction questionnaire which stated that this training activity was able to increase their capabilities and their skills related to the preparation of financial statements.Keywords: Financial reporting; SAK-EMKM; UMKM