cover
Contact Name
abdul basit
Contact Email
basit.umt@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
journalnyimak@gmail.com
Editorial Address
Jl.Mayjen Sutoyo No.2 Kota Tangerang, Provinsi Banten, 15111 Indonesia.
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Nyimak: Journal of Communication
ISSN : 25803803     EISSN : 25803832     DOI : http://dx.doi.org/10.31000/nyimak
Nyimak: Communication Journal to encourage research in communication studies. The focus of this journal are: Public Relations, Advertising, Broadcast, Political Communication, Cross-cultural Communication, Business Communication, and Organizational Communication
Articles 141 Documents
Semiotic Analysis of the Commodification of Islamic Teachings in Sharia Bank Advertisements in Indonesia El Ghiffary, Lazuardi; Widana, Gusti Oka
Nyimak: Journal of Communication Vol 7, No 2 (2023): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/nyimak.v7i2.9014

Abstract

This research aims to analyze the semiotics of the commodification of Islamic teachings in Islamic bank advertising in Indonesia. The research focuses on using C. S. Pierce’s semiotics approach to analyzing and explaining three main aspects: the meaning of Islamic signs in bank advertisements, the commodification of Islamic teachings, and the pattern of commodification of Islamic teachings in advertisements of BCA Syariah, Bank Mega Syariah, BSI, and BTPN Syariah. The research method employed is qualitative research that involves three key informants and three main informants. The data collected is analyzed using triangulated data interpretation to get a deeper sense. His findings  from that research revealed several important points. First, it is clear that the meaning of Islamic signs in Islamic bank advertisements in Indonesia does not clearly depict any Islamic symbols. This raises questions about the authenticity of that commitment of the Islamic bank with Islamic principles in its advertisements. Second, the semiotic analysis shows that the message structure, format, content, and source of the Islamic bank advertisements in Indonesia are inconsistent incorporating signs or symbols that represent Islamic teachings. This suggests that this advertising focuses again on business and marketing aspects more precisely than conveying Islamic values to the public. Third, it identified a pattern of commodification in this study not directly related to Islamic teachings but rather connected to its enhanced dual role of employees in Islamic banking. This suggests that in the process of commodification, factors e.g., labor became again dominant rather than religious values it should be the main focus of the Islamic bank. This research provides a deeper understanding than that of the commodification of Islamic teachings in Islamic bank advertising in Indonesia. These findings could serve as a basis for critiquing the marketing practices of Islamic banks and reconsidering the application of Islamic values in their marketing strategies.Keywords: C.S. Pierce semiotics, commodification of Islamic teachings, advertising for Islamic banks ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis semiotika mengenai komodifikasi ajaran Islam pada iklan bank syariah di Indonesia. Fokus penelitian menggunakan pendekatan semiotika CS Pierce untuk menganalisis dan menjelaskan tiga aspek utama, yaitu makna tanda syariah pada iklan bank, komodifikasi ajaran Islam, dan pola komodifikasi ajaran Islam pada iklan BCA Syariah, Bank Mega Syariah, BSI, dan BTPN Syariah. Metode penelitian yang digunakan ialah penelitian kualitatif dengan melibatkan tiga informan kunci dan tiga informan utama. Data yang dikumpulkan dijelaskan menggunakan interpretasi data triangulasi untuk mendapatkan pemahaman lebih mendalam. Hasil penelitian menunjukkan beberapa temuan penting. Pertama, pemaknaan tanda syariah pada iklan bank syariah di Indonesia terbukti tidak ada tanda syariah yang ditampilkan dengan jelas. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai keaslian komitmen bank-bank syariah terhadap prinsip-prinsip Islam dalam iklan mereka. Kedua, analisis semiotika menunjukkan bahwa struktur pesan, format pesan, isi pesan, dan sumber pesan pada iklan bank syariah di Indonesia tidak memuat tanda atau simbol yang secara konsisten menggambarkan ajaran Islam. Hal ini mengindikasikan bahwa iklan-iklan tersebut lebih fokus pada aspek bisnis dan pemasaran daripada menyampaikan nilai-nilai Islam pada masyarakat. Ketiga, pola komodifikasi yang ditemukan dalam penelitian ini bukan terkait dengan ajaran Islam, melainkan terkait dengan peningkatan peran ganda karyawan perbankan syariah. Hal ini menunjukkan bahwa dalam proses komodifikasi, faktor-faktor seperti tenaga kerja menjadi lebih dominan daripada nilai-nilai agama yang seharusnya menjadi fokus utama bank syariah. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang komodifikasi ajaran Islam pada iklan bank syariah di Indonesia. Temuan-temuan ini dapat menjadi dasar untuk mengkritisi praktik pemasaran bank syariah dan mempertimbangkan ulang penerapan nilai-nilai Islam dalam strategi pemasaran mereka.Kata Kunci: Semiotika C.S. Pierce, komodifikasi ajaran Islam, Iklan bank syariah
Communication Strategy Through Traditional and Weaving Villages to Increase Cultural Promotion in East Sumba Lestari, Laely Indah; Novianti, Evi; -, Yustikasari
Nyimak: Journal of Communication Vol 7, No 2 (2023): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/nyimak.v7i2.8340

Abstract

This study discussed the communication process carried out by the people of East Sumba in an effort increase the promotion of their culture. This study was motivated by the existence of dynamics in cultural development owned by East Sumba, especially related to customs and Ikat Weaving as a cultural heritage in the form of wastra. This study used qualitative research methods with data collection techniques in the form of observation, interviews with six informants spread throughout East Sumba, namely the King of Prailiu Village, Ratu of Praiyawang Rindi Village, Craftsmen from Kambera, Pau, Kanatang and Kaliuda as well as conducting literature studies. The results of the research showed that in the process, communication strategies were carried out in various ways. In terms of the communication strategy carried out by traditional villages, there are efforts to display all the potential that can attract tourists, for example by welcoming tourists using a traditional welcome, developing traditional village areas to be more comfortable, and establishing communication with institutions and individuals. The communication strategy carried out by weaving craftsmen was to cooperate and participate in various events so that Ikat weaving and East Sumba culture in general can be further developed.Keywords: Traditional village, promotion, East Sumba, ikat weaving ABSTRAKPenelitian ini membahas mengenai proses komunikasi yang dilakukan oleh masyarakat Sumba Timur dalam upaya meningkatkan promosi budaya yang dimiliki. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya dinamika dalam pengembangan kebudayaan yang dimiliki oleh Sumba Timur, terutama berkaitan dengan adat istiadat serta Tenun Ikat sebagai warisan budaya berupa wastra. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara terhadap enam narasumber yang tersebar di seluruh Sumba Timur, yaitu Raja Kampung Prailiu, Ratu Kampung Praiyawang Rindi, Pengrajin dari Kambera, Pau, Kanatang serta Kaliuda serta melakukan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam prosesnya, strategi komunikasi dilakukan dengan berbagai cara. Dalam segi strategi komunikasi yang dilakukan oleh kampung adat, terdapat upaya untuk menampilkan seluruh potensi yang dapat menarik wisatawan misalnya dengan menyambut wisatawan menggunakan penyambutan adat, mengembangkan kawasan kampung adat menjadi lebih nyaman, serta menjalin komunikasi dengan lembaga maupun individu. Adapun strategi komunikasi yang dilakukan oleh pengrajin tenun ialah dengan melakukan kerjasama serta mengikuti berbagai event agar tenun ikat dan budaya Sumba Timur secara umum dapat lebih berkembang.Kata Kunci: Kampung adat, promosi, Sumba Timur, tenun ikat
Constructing Engagement Method of Attracting Viewers Attention to Digital Advertisement Kurniawan, Agung Budi; Wulandari, Sri
Nyimak: Journal of Communication Vol 7, No 2 (2023): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/nyimak.v7i2.8317

Abstract

This research analyzed engagement methods of five Instagram digital advertisements by using an instrument including content, types of advertisement, human and non-human figures, color involvement, size, and written text by using content analysis. Combining the main product with supporting materials, presenting product ingredients, and price information is the main finding of the content. Findings of four main advertisement types includes informing, entertaining, persuading, and encouraging viewers to be critical thinkers. The involvement of human and non-human beings is recommended to be applied only for coherence specific products. The application of the figures should consider the social, cultural, and belief values of potential viewers. Color findings show usage of lightening and complex colorful advertisements obtain viewers’ serious attention. The size and location of the pictures were found to represent the priority order of introducing products to customers. Meanwhile, short written texts were found to be the best performance to present interactive and communicative written text in a digital advertisement. In the discussion, this research proposes the prototype of the engagement method to attract viewers’ attention to a digital advertisement that consists of a social survey or observation, psychical performance, written text, and implicit meaning construction.Keywords: Engagement, attracting, attention, digital, advertisement ABSTRAKPenelitian ini menganalisa metode pendekatan dalam lima iklan digital di Instagram dengan menggunakan instrument yang meliputi konten, jenis iklan, figure manusia dan bukan manusia, warna, ukuran, dan teks tertulis dengan content analysis. Temuan pada konten meliputi penggunaan materi utama dan pendukung, dan harga produk iklan. Empat jenis iklan ditemukan dengan tujuan memberikan informasi, menghibur, membujuk, dan mendorong penonton berpikir kritis. Penggunaan figure manusia dan bukan manusia direkomendasikan hanya untuk iklan produk yang terkait dan relevan. Pengunaan figure manusia sebaiknya mempertimbangan aspek sosial, budaya, dan keyakinan dari calon penonton iklan. Penggunaan warna mencolok dan kompleks dapat membantu memperoleh perhatian serius dari penonton iklan. Pengaturan ukuran dan letak tiap bagian gambar di iklan merepresentasikan urutan prioritas dalam memperkenalkan produk pada penonton atau pelanggan. Sementara itu, penggunaan teks tertulis yang pendek menunjukkan hasil sangat baik untuk menjalin komunikasi yang interaktif dan komunikatif. Pada tahap analisa, peneliti menyusun dan memaparkan satu prototype metode menarik perhatian penonton pada iklan digital yang terdiri dari tahap observasi, penampilan fisik iklan, teks tertulis di iklan, dan penyampaian pesan secara implisit atau tidak langsung.Kata Kunci: Pendekatan, menarik, perhatian, digital, iklan
Determinant Factors on Audience to Watch TV Station in Indonesia Widyatama, Rendra; Zsolt, Habil Polereczki
Nyimak: Journal of Communication Vol 7, No 2 (2023): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/nyimak.v7i2.8584

Abstract

The competition in the Indonesian TV broadcasting industry is very intense. To win the race, they must capture the audience’s attention. Unfortunately, not all TV stations can gather information about this due to a lack of human and financial resources. References related to this topic are also scarce. This article examines the factors influencing viewers’ choices of TV stations through a mixed-method approach. In qualitative research through Focus Group Discussions, the researchers concluded that there are 23 factors affecting viewers in choosing TV stations. The findings from the quantitative study were tested through a questionnaire instrument involving 1,102 respondents. Based on statistical tests using regression analysis, the researchers obtained an R Square (R2) value of 0.644, which is statistically significant. Partially, through ANOVA testing, the researchers found that 12 independent variables had t-values greater than the t-table value (1.960) with a significance level of <0.05. These 12 variables, from the most significant to the least significant, are X13, X5, X4, X7, X17, X9, X3, X10, X2, X1, X6, and X19. However, when considering the effective contribution percentage, this study produces a different ranking, leading to different recommendations. Therefore, the use of research findings requires careful analysis. Meanwhile, in the same ANOVA test, the researchers concluded that the other 11 variables, namely X8, X11, X12, X14, X15, X16, X18, X20, X21, X22, and X23, had t-values above 0.05, meaning they are not significant. This research significantly contributes to TV station managers in formulating strategies to attract as many viewers as possible.Keywords: Television broadcast, competition, confirmatory factors analyses, television organising, television engagement ABSTRAKPersaingan siaran TV di Indonesia sangat ketat. Untuk memenangkan perlombaan, mereka harus mampu menarik perhatian penonton. Sayangnya, tidak semua stasiun TV dapat mengumpulkan informasi mengenai hal ini karena kurangnya sumber daya manusia dan keuangan. Referensi terkait topik ini juga jarang. Artikel ini mengkaji faktor yang mempengaruhi pemirsa memilih stasiun TV melalui metode campuran. Pada penelitian kualitatif melalui kelompok diskusi terarah peneliti menyimpulkan terdapat 23 faktor yang mempengaruhi pemirsa dalam memilih stasiun TV. Temuan dalam studi kuantitatif, tersebut diuji dalam penelitian kuantitatif melalui instrumen angket, melibatkan 1.102 responden. Berdasar uji statistik melalui analisis regresi, peneliti mendapatkan nilai R Square (R2) sebesar 0,644 secara signifikan. Secara parsial melalui uji ANOVA, peneliti memperoleh hasil bahwa ada 12 variabel independen yang memiliki nilai t lebih besar dari t tabel (1,960) dengan nilai signifikansi < 0,05. Secara berurutan, 12 variabel tersebut yang memiliki nilai signifikani besar sampai nilai signifikansi kecil yaitu variabel X13, X5, X4, X7, X17, X9, X3, X10, X2, X1, X6, and X19. Namun bila menggunakan besarnya prosentase kontribusi efektif, penelitian ini menghasilkan urutan yang berbeda sehingga menghasilkan rekomendasi yang berbeda pula. Oleh karena itu, penggunan hasil penelitian memerlukan analisis yang hati-hati. Sementara itu, dalam uji Anova yang sama, peneliti menyimpulkan bahwa 11 variabel lainnya yaitu X8, X11, X12, X14, X15, X16, X18, X20, X21, X22, and X23 memiliki nilai t di atas 0.05, yang berarti tidak signifikan. Penelitian ini memberi kontribusi signifikan bagi para pengelola stasiun TV dalam menyusun strategi mendapatkan penonton sebanyak-banyaknya.Kata Kunci: Siaran televisi, persaingan, konfirmatori faktor analisis, pengorganisasian televisi, keterlibatan televisi
Social Media Instagram as a Tool to Build a Reputation for Disaster Care (Study on The PT Pertamina Disaster Management CSR Program) Apriliani, Riski; Nurjanah, Adhianty
Nyimak: Journal of Communication Vol 7, No 2 (2023): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/nyimak.v7i2.8390

Abstract

Indonesia is a country with a high level of risk of natural disasters. During 2022, there were 3,531 disaster events which resulted in loss of life, damage to infrastructure, and material and immaterial losses. The high number of disaster cases requires the involvement of stakeholders to participate in disaster management. PT Pertamina is a state-owned company that has a CSR program related to disaster management with a disaster care program. In its implementation, Pertamina carries out disaster management programs as a form of Pertamina’s responsibility in the economic, environmental, and social fields. Pertamina’s Disaster Management CSR program is packaged with the hashtag #PetaminaPeduli which is massively posted on social media Instagram and websites to increase reputation. This study aims to examine how the implementation of the use of new media in an effort to build a reputation for caring for disasters in the Disaster Management CSR Program. The research method used is a case study with a focus on discussing handling the 2022 Cianjur Earthquake disaster, and reviewing Instagram media and websites to increase positive reputation through the hashtag #PertaminaPeduli. Primary data collection techniques were taken from Instagram media and websites, as well as secondary data obtained through document studies, literature studies, and related sources. Data analysis techniques were carried out simultaneously in the data collection process. To test the validity of the data, source triangulation was carried out to obtain accurate and accountable data. The results of this study indicate that Pertamina’s Disaster Management CSR Program consists of basic food assistance, energy assistance for both oil and diesel, as well as assistance for post-disaster trauma healing. An Instagram feature that can publish photos, videos that can be seen by viewers, unlimited captions, as well as like and comment features that will show community engagement in assessing reputation as reflected in the Cianjur 2022 earthquake disaster management CSR program. However, researchers still found a number of comments negative that discusses outside the context of the implementation of CSR programs.Keywords: Social media, reputation, Pertamina, disaster management, Pertamina Peduli ABSTRAKIndonesia merupakan negara dengan tingkat resiko bencana alam yang tinggi. Selama tahun 2022, telah terjadi 3.531 kejadian bencana yang mengakibatkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta kerugian materiil dan immateriil. Tingginya kasus bencana memerlukan keterlibatan pemangku kepentingan untuk berpartisipasi dalam penanggulangan bencana. PT Pertamina merupakan perusahaan milik negara yang memiliki program CSR terkait penanggulangan bencana dengan program peduli bencana. Dalam pelaksanaannya, Pertamina menjalankan program penanggulangan bencana sebagai bentuk tanggung jawab Pertamina di bidang ekonomi, lingkungan, dan sosial. Program CSR Penanggulangan Bencana Pertamina dikemas dengan tagar #PetaminaPeduli yang di-posting secara masif di media sosial Instagram dan website untuk meningkatkan reputasi. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana implementasi pemanfaatan media baru dalam upaya membangun reputasi peduli bencana dalam Program CSR Penanggulangan Bencana. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan fokus membahas penanganan bencana Gempa Cianjur 2022, serta meninjau media dan website Instagram untuk meningkatkan reputasi positif melalui tagar #PertaminaPeduli. Teknik pengumpulan data primer diambil dari media dan website Instagram, serta data sekunder diperoleh melalui studi dokumen, studi literatur, dan sumber-sumber terkait. Teknik analisis data dilakukan secara bersamaan dalam proses pengumpulan data. Untuk menguji keabsahan data dilakukan triangulasi sumber untuk mendapatkan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Program CSR Penanggulangan Bencana Pertamina terdiri dari bantuan sembako, bantuan energi baik minyak maupun solar, serta bantuan trauma healing pascabencana. Fitur Instagram yang dapat mempublikasikan foto, video yang dapat dilihat penonton, caption tanpa batas, serta fitur like dan comment yang akan menunjukkan keterlibatan masyarakat dalam menilai reputasi yang tercermin dalam program CSR penanggulangan bencana gempa Cianjur 2022. Namun peneliti masih menemukan sejumlah komentar negatif yang membahas di luar konteks pelaksanaan program CSR.Kata Kunci: Media sosial, reputasi, Pertamina, penanggulangan bencana, Pertamina Peduli
Trends in Digital Transformation for Multicultural E-Government Communication: A Bibliometric Analysis Using Citespace Hadmar, Ahmad Muhardin; Nurmandi, Achmad; Sadat, Anwar; Loilatu, Mohamad Jafar; Hassan Ibrahim, Adil
Nyimak: Journal of Communication Vol 8, No 2 (2024): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/nyimak.v8i2.11187

Abstract

Digital transformation in public services is essential for enhancing government performance and modernizing systems. In the realm of multicultural communication, it's crucial that technology is both technically effective and culturally inclusive. This research analyzes trends in digital government transformation from 2018 to 2022, revealing 340 indexed research articles in the Scopus database. Using qualitative research and bibliometric analysis with CiteSpace software, the study examines publications based on the number of articles, contributing countries, fields of study, authors, affiliated institutions, and citation counts. The findings indicate a rising trend in publications, with computer science as a core discipline. Digital organizational resilience emerges as a dominant topic, emphasizing the need for governments to adapt to technological changes effectively. The University of the Aegean is noted as a leading institution, while Draheim has the highest contribution level, and Russia is identified as the most prolific contributing country. The implications suggest that for successful digital transformation, governments must prioritize inclusivity and cultural sensitivity in their technology strategies. This research contributes to understanding how multicultural communication can enhance digital initiatives and emphasizes the importance of considering all societal segments in policy development. Ultimately, the findings lay a foundation for developing a more inclusive government through sustainable technology and recognition of cultural diversity, enabling better engagement and service delivery to diverse communities.Keywords: Bibliometric Analysis, CiteSpace, Digital Transformation, E-Government, Multicultural Communication. AbstrakTransformasi digital dalam pelayanan publik merupakan langkah untuk meningkatkan kinerja pemerintahan dan modernisasi sistem pemerintahan. Dalam konteks komunikasi multikultural, penting untuk memastikan bahwa teknologi tidak hanya efektif secara teknis namun juga inklusif secara budaya. Penelitian ini menganalisis tren transformasi pemerintahan digital dalam lima tahun terakhir, yaitu pada tahun 2018 hingga 2022. Temuannya, terdapat 340 artikel penelitian tentang transformasi pemerintahan digital yang terindeks di database Scopus. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Penelitian ini menerapkan analisis bibliometrik menggunakan software CiteSpace. Selanjutnya makalah disajikan berdasarkan jumlah publikasi, negara kontributor, bidang studi, penulis, institusi afiliasi, isu terkait, dan sitasi tinggi. Penelitian ini menunjukkan tren publikasi yang meningkat, dengan ilmu komputer menjadi disiplin inti dalam penelitian ini. Melalui analisis beberapa sumber, ketahanan organisasi digital menjadi trending topik yang dominan. Selain itu, Universitas Aegean adalah institusi terkemuka. Draheim merupakan penulis dengan tingkat kontribusi tertinggi, namun Rusia menjadi negara yang memberikan kontribusi paling besar. Pada akhirnya, hasil penelitian tersebut menjadi preferensi untuk mengembangkan pemerintahan yang lebih inklusif dengan menerapkan teknologi berkelanjutan dan mempertimbangkan keberagaman budaya.Kata Kunci: Analisis Bibliometrik, CiteSpace, Transformasi Digital, E-Government, Komunikasi Multikultural.
Unveiling the Hidden Struggles: Political Violence Against Women Through the Lens of Standpoint Theory Umaimah, Umaimah; Zainudin, Mohamad Zahir; Sumardi, Eko; Akbar, Muhammad; Putra, Ryanka Dizayani
Nyimak: Journal of Communication Vol 8, No 2 (2024): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/nyimak.v8i2.10893

Abstract

Violence against women in politics is fundamentally rooted in the patriarchal socio-cultural construct that creates unfair and unequal perspectives, disadvantaging women while benefiting men. This study focuses on the violence experienced by women due to the perspectives and power relations shaped by long-standing patriarchal values. Using Standpoint Theory and the theory of power relations in communication influenced by patriarchal culture, this research analyzes how differences in viewpoints between men and women can lead to divergent ideas, attitudes, knowledge, and behaviors regarding women. The study adopts a qualitative approach using a single holistic case study method. The research object is the perspective underlying violence against women in politics. The entrenched patriarchal culture has reinforced discriminatory understanding and awareness towards women. Consequently, this study emphasizes the importance of a continuous movement to eradicate political violence, aiming to establish a political communication framework that is free from violence and equitable for all, regardless of gender.Keywords: Political Violence, Patriarchy, Political Culture, Women, Standpoint Theory AbstrakKekerasan terhadap perempuan dalam politik pada dasarnya berakar pada konstruksi sosial-budaya patriarkal yang membentuk perspektif yang tidak adil dan tidak setara, merugikan perempuan dan menguntungkan laki-laki. Penelitian ini berfokus pada kekerasan yang dialami perempuan akibat perspektif dan relasi kuasa yang dibentuk oleh nilai-nilai patriarki yang telah lama mengakar. Dengan menggunakan Teori Standpoint dan teori relasi kuasa dalam komunikasi yang dipengaruhi oleh budaya patriarkal, penelitian ini menganalisis bagaimana perbedaan sudut pandang antara laki-laki dan perempuan dapat menghasilkan ide, sikap, pengetahuan, dan perilaku yang berbeda terhadap perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus holistik tunggal. Objek penelitian adalah perspektif yang melandasi kekerasan terhadap perempuan dalam politik. Budaya patriarkal yang mengakar kuat telah memperkuat pemahaman dan kesadaran diskriminatif terhadap perempuan. Oleh karena itu, penelitian ini menekankan pentingnya gerakan berkelanjutan untuk menghapus kekerasan politik, dengan tujuan membangun kerangka komunikasi politik yang bebas dari kekerasan dan adil bagi semua pihak, tanpa memandang gender.Kata kunci: kekerasan-politik, partiarki, budaya politik, perempuan, stanpoint theory
Social Movement on Social Media: #TolakPengesahanRKUHP and #ReformasiDikorupsi Saputri, Rivi; Mutiarin, Dyah; Sukarno, Mohamad
Nyimak: Journal of Communication Vol 8, No 1 (2024): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/nyimak.v8i1.8754

Abstract

This study aims to determine the social movements in social media in #TolakPengesahanRKUHP and #ReformasiDkorupsi. The two hashtags are trending on social media in the discourse of denying the ratification of the RKUHP. The research method uses qualitative analysis using Computer Assigned Qualitative Data Software (CAQDS) Nvivo 12plus. The research data is then visualized through crosstab analysis and word cloud analysis. The results showed that #TolakPengesahanRKUHP has the highest intensity in society with an anti-criticism democratic narrative and a series of articles that interfere with citizens’ privacy. The two action groups promoted by YLBHI, Direct Action, PBHI, and FRI with guidance, do not have legal certainty and perpetuate corruption. There was no response at all from the government element to the discourse. The second hashtag, #ReformasiDikorupsi the highest intensity in the community with the tagline “Motion of No Confidence” over the government and the House. The action group represented by YLBHI, LBH Surabaya, and the student community expressed criticism of the silencing of democracy for the people. In addition to the rejection of the RKUHP, several other regulations were also reviewed, such as the KPK Law, the Criminal Code Bill, the Revision of the Manpower Law, the Water Resources Law, and others. Then from the government element based on #ReformasiDikorupsi, there are no responses to this discussion, only shared by orderly demonstrations without disturbing public order.Keywords: RKUHP, social movement, #TolakPengesahanRKUHP, #ReformasiDikorupsiABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui social movement dalam social media pada #TolakPengesahanRKUHP dan #ReformasiDkorupsi. Dua hastag tersebut trending dalam sosial media dalam diskursus penolakan pengesahan RKUHP. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan analisis menggunakan Computer Assigned Qualitative Data Software (CAQDS) Nvivo 12plus. Data penelitian kemudian divisualisaikan dalam bentuk crosstab analysis dan words cloud analysis. Hasil penelitian menunjukan #TolakPengesahanRKUHP memiliki intensitas tertinggi pada masyarakat dengan narasi demokrasi anti kritik dan sederet pasal yang menganggu privasi warga negara. Kedua kelompok aksi yang dipelapori oleh YLBHI, Aksi Langsung, PBHI, dan FRI dengan tuntunan tidak memiliki kepastian hukum serta melanggengkan korupsi. Kemudian dari elemen pemerintah, tidak ada sama sekali response atau tanggapan atas diskursus tersebut. Hastag kedua #ReformasiDikorupsi dengan intensitas tertinggi pada masyarakat dengan tagline “Mosi Tidak Percaya” atas pemerintah dan DPR. Kelompok aksi yang diwakili oleh YLBHI, LBH Surabaya, dan komunitas mahasiswa menyampaikan kritik pada pembungkaman demokrasi bagi rakyat. Selain penolakan RKUHP beberapa regulasi lainya juga dikaji seperti UU KPK, RUU KUHP, Revisi UU Ketenagakerjaan, UU Sumber Daya Air, dan lainnya.Kata Kunci: RKUHP, social movement, #TolakPengesahanRKUHP, #ReformasiDikorupsi
Multicultural CSR Communication for Achieving a Sustainable Environment Apriliani, Riski; Cassana, Rona Rizkhy Bunga; Ummah, Khanun Roisatul; Ramadhani, Dinda Safitri; Alhasanain, Nando
Nyimak: Journal of Communication Vol 8, No 2 (2024): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/nyimak.v8i2.10838

Abstract

Corporate Social Responsibility (CSR) plays a vital role in fostering an empowered and sustainable society, particularly concerning environmental conservation efforts. This study explores the implementation of CSR communication through a multicultural lens by PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit II Sungai Pakning, focusing on its "Permata Hijau Pesisir Gambut" program aimed at preserving the environment and protecting coastal areas. Employing a qualitative descriptive method, data were gathered through in-depth interviews, literature reviews, and document analysis. The Miles and Huberman data analysis model was utilized, which encompasses data collection, presentation, and simultaneous conclusion drawing, supported by source triangulation to ensure data validity. The findings indicate that PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit II effectively adopts the triple bottom line approach of "planet, people, and profit" to attain sustainable development. By integrating multicultural principles, the CSR program aligns with community needs and cultural contexts along the peatland coast. A symmetrical CSR communication model was implemented, incorporating socialization, training, and direct assistance in collaboration with local groups, such as the Harapan Bersama Group, to establish the Mangrove Education Center Ecotourism. This approach exemplifies the effectiveness of culturally adaptive CSR strategies in promoting environmental sustainability.Keywords: CSR Communication, Multicultural, Sustainable Environment, Pertamina AbstrakTanggung jawab sosial perusahaan (CSR) memainkan peran penting dalam membangun masyarakat yang berdaya dan berkelanjutan, terutama dalam upaya konservasi lingkungan. Penelitian ini mengeksplorasi pelaksanaan komunikasi CSR melalui pendekatan multikultural oleh PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit II Sungai Pakning, dengan fokus pada program "Permata Hijau Pesisir Gambut" yang bertujuan untuk melestarikan lingkungan dan melindungi daerah pesisir. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, tinjauan pustaka, dan analisis dokumen. Model analisis data Miles dan Huberman digunakan, yang mencakup pengumpulan data, presentasi, dan penarikan kesimpulan secara bersamaan, didukung oleh triangulasi sumber untuk memastikan validitas data. Temuan menunjukkan bahwa PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit II berhasil mengadopsi pendekatan triple bottom line "planet, people, dan profit" untuk mencapai pembangunan berkelanjutan. Dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip multikultural, program CSR ini selaras dengan kebutuhan komunitas dan konteks budaya di sepanjang pesisir lahan gambut. Model komunikasi CSR yang simetris diterapkan, mencakup sosialisasi, pelatihan, dan bantuan langsung bekerja sama dengan kelompok lokal, seperti Harapan Bersama Group, untuk mendirikan Ecotourism Pusat Pendidikan Mangrove. Pendekatan ini menunjukkan efektivitas strategi CSR yang adaptif secara budaya dalam mempromosikan keberlanjutan lingkungan.Kata Kunci: Komunikasi CSR, Lingkungan Berkelanjutan, Pertamina
Analyzing Political Trends and Discourse on Twitter of Influential Indonesian Accounts Hayat, Muzahid Akbar; Soraidah, Sri Mariati; Rofif, Muhammad Naufal; Asriani, Annisa Rira; Parihin, Parihin
Nyimak: Journal of Communication Vol 8, No 1 (2024): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/nyimak.v8i1.10569

Abstract

Social media, particularly Twitter, has become a pivotal platform for political discourse, with influential accounts shaping public opinion and political conversations. This study focuses on @yunartowijaya and @PartaiSocmed, influential Indonesian political accounts, to analyze their tweets using text analysis and data mining. The research aims to uncover prevailing political trends and subjects, shed light on the impact of these accounts on public opinion, and understand the dynamics of their interactions on social media. Through sentiment analysis and topic clustering, the study provides valuable insights into the role of social media in modern politics and how specific actors shape political conversations and influence Indonesian politics on Twitter. The findings have practical implications for refining digital-era political communication strategies, offering valuable knowledge about the digital political landscape. The research enhances our understanding of the impact of influential Twitter accounts on public opinion and political discourse, providing insights for policymakers, political practitioners, and the public.Keywords: Twitter, political discourse, social media, sentiment analysis, data mining, public opinion, digital-era politicsABSTRAKMedia sosial, khususnya Twitter, telah menjadi platform penting untuk wacana politik, dengan akun-akun berpengaruh membentuk opini publik dan percakapan politik. Penelitian ini berfokus pada akun @yunartowijaya dan @PartaiSocmed, akun politik Indonesia yang berpengaruh, untuk menganalisis tweet mereka menggunakan analisis teks dan penambangan data. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap tren politik yang dominan, memberikan gambaran tentang dampak akun-akun ini terhadap opini publik, dan memahami dinamika interaksi mereka di media sosial. Melalui analisis sentimen dan pengelompokan topik, penelitian ini memberikan wawasan berharga tentang peran media sosial dalam politik modern dan bagaimana aktor khusus membentuk percakapan politik serta memengaruhi politik Indonesia di Twitter. Temuan ini memiliki implikasi praktis untuk menyempurnakan strategi komunikasi politik era digital, memberikan pengetahuan berharga tentang lanskap politik digital. Penelitian ini meningkatkan pemahaman kita tentang dampak akun Twitter yang berpengaruh terhadap opini publik dan percakapan politik, memberikan wawasan bagi pembuat kebijakan, praktisi politik, dan masyarakat umum.Kata Kunci: Twitter, wacana politik, media sosial, analisis sentimen, penambangan data, opini publik, politik era digital

Page 11 of 15 | Total Record : 141