cover
Contact Name
abdul basit
Contact Email
basit.umt@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
journalnyimak@gmail.com
Editorial Address
Jl.Mayjen Sutoyo No.2 Kota Tangerang, Provinsi Banten, 15111 Indonesia.
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Nyimak: Journal of Communication
ISSN : 25803803     EISSN : 25803832     DOI : http://dx.doi.org/10.31000/nyimak
Nyimak: Communication Journal to encourage research in communication studies. The focus of this journal are: Public Relations, Advertising, Broadcast, Political Communication, Cross-cultural Communication, Business Communication, and Organizational Communication
Articles 141 Documents
Transformative Governance: Utilizing Social Media Dynamics to Improve Public Service Implementation in the Digital Age in Indonesia Syaftiani, Mella; Nurmandi, Achmad; Misran, Misran; Younus, Muhammad
Nyimak: Journal of Communication Vol 8, No 2 (2024): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/nyimak.v8i2.10735

Abstract

The widespread use of social media has fundamentally transformed how people communicate, collaborate, and interact, leading to significant shifts in social structure and contemporary cultural order. This study aims to analyze the role of social media in revolutionizing public service implementation in the digital era. The research uses a qualitative approach, utilizing Google Collab and Nvivo as analytical tools. Key findings reveal that internet usage is dominated by adolescents and adults, which accelerates the adoption of public services through social media, primarily due to the high level of technological literacy among users. The results of this study contribute to the literature by highlighting the role of social media as an effective tool to overcome the limitations of conventional communication in public services. The practical implications of this study indicate the potential for improving public service standards at the international level through the optimization of social media to reach the community more broadly and efficiently.Keywords: social media, e-government, e-governance, innovation division, web 2.0AbstrakPenggunaan media sosial yang luas telah secara mendasar mengubah cara orang berkomunikasi, berkolaborasi, dan berinteraksi, serta menyebabkan pergeseran signifikan dalam struktur sosial dan tatanan budaya kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media sosial dalam merevolusi implementasi pelayanan publik di era digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan memanfaatkan alat analisis Google Collab dan Nvivo. Temuan utama menunjukkan bahwa penggunaan internet didominasi oleh remaja dan orang dewasa, yang mempercepat adopsi layanan publik melalui media sosial, terutama karena tingginya tingkat literasi teknologi di kalangan pengguna. Hasil penelitian ini berkontribusi pada literatur dengan menekankan peran media sosial sebagai alat efektif untuk mengatasi keterbatasan komunikasi konvensional dalam pelayanan publik. Implikasi praktis dari penelitian ini menunjukkan potensi peningkatan standar pelayanan publik di tingkat internasional melalui optimalisasi media sosial untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas dan efisien.Kata Kunci: media sosial, e-government, e-governance, divisi inovasi, web 2.0
News Convergence Strategy For Human Resources Effectiveness: A Media Group Network Case Study Rahmadani, Rina; Briandana, Rizki; Marta, Rustono Farady; Mohd Sofian, Muhammad Raqib
Nyimak: Journal of Communication Vol 8, No 1 (2024): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/nyimak.v8i1.9015

Abstract

Media consolidation and sustainability through convergence are proving to be effective strategies. Media Group Network (MGN) implemented a newsgathering convergence approach in 2021 based on human resources requirements. A project dubbed MGN Press brought together journalists from Media Indonesia, Metro TV, and Medcom.id. Multi-skilled individuals who can work across platforms are needed as journalists. The process is examined using the notion of media management strategy in broadcasting, which entails planning, organizing, directing, and controlling, to meet organizational objectives. In-depth interviews and observation are used as part of the case study methodology in this study. The study’s findings demonstrate that changing a journalist’s skill set is not an easy task. It is critical during the planning phase to assign the most qualified individual to oversee the convergence of newsgathering. Additionally necessary is the creation of organizations that represent the three platforms’ journalists. Media Group Network continues to direct and inspire despite a variety of constraints and challenges. The future deployment of newsgathering convergence can be improved using control and evaluation mechanisms. The news collecting convergence method may increase the effectiveness of human resources when it is put into practice.Keywords: Convergence, efficiency, human resources, newsgatheringABSTRAKKonsolidasi dan keberlanjutan media melalui konvergensi terbukti menjadi strategi yang efektif. Jaringan Grup Media (MGN) menerapkan pendekatan konvergensi pengumpulan berita pada tahun 2021 berdasarkan kebutuhan sumber daya manusia. MGN Press mempertemukan jurnalis dari Media Indonesia, Metro TV, dan Medcom.id. Individu multi-keterampilan yang dapat bekerja lintas platform dibutuhkan sebagai jurnalis. Proses tersebut ditelaah dengan menggunakan pengertian strategi manajemen media dalam penyiaran, yang mencakup perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian, untuk mencapai tujuan organisasi. Wawancara mendalam dan observasi digunakan sebagai bagian dari metodologi studi kasus dalam penelitian ini. Temuan penelitian menunjukkan bahwa mengubah keahlian jurnalis bukanlah tugas yang mudah. Sangat penting selama fase perencanaan untuk menugaskan individu yang paling memenuhi syarat untuk mengawasi konvergensi pengumpulan berita. Selain itu yang diperlukan adalah pembentukan organisasi yang mewakili jurnalis dari ketiga platform tersebut. Media Group Network terus mengarahkan dan menginspirasi meskipun dengan berbagai kendala dan tantangan. Penyebaran konvergensi pengumpulan berita di masa depan dapat ditingkatkan dengan penggunaan mekanisme kontrol dan evaluasi. Metode konvergensi pengumpulan berita dapat meningkatkan efektivitas sumber daya manusia ketika dipraktikkan.Kata Kunci: Konvergensi, efisiensi, sumber daya manusia, pengumpulan berita
Characteristics, Role of Social Media and Self Esteem of victims in Cyberbullying Cases in Indonesia Hidayat, Dasrun; Nur, Risti; Saputri, Almauri; Lyndon, Novel; Gustini, Leili Kurnia
Nyimak: Journal of Communication Vol 8, No 2 (2024): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/nyimak.v8i2.10979

Abstract

This study examines the characteristics, role of social media, and self-esteem of victims in cyberbullying cases in Indonesia, motivated by the growing phenomenon of bullying behavior on social media platforms. The research aims to analyze how these characteristics and the social environment influence the self-esteem of cyberbullying victims. The study employed a qualitative descriptive method, using purposive sampling to select 20 informants who have experienced cyberbullying, including children, adolescents, and adults in Bandung. Data were collected through in-depth interviews. The findings indicate that cyberbullying negatively impacts victims' self-esteem, leading to trauma, social isolation, and reduced confidence. This lack of self-esteem is influenced by the anonymity of perpetrators and the rapid spread of harmful content. The study also highlights that gender, age, and social environment significantly shape the victims' experiences. Negative emotional turmoil is a major reason for perpetrators to engage in cyberbullying. The results suggest that early prevention and intervention from parents or guardians are crucial. Families should prioritize creating a supportive environment to enhance the resilience of children exposed to cyberbullying. These insights can contribute to developing more effective strategies to reduce the impact of cyberbullying on victims.Keywords: cyberbullying, social media, self-esteem.  AbstrakPenelitian ini mengkaji karakteristik, peran media sosial, dan harga diri (self-esteem) korban dalam kasus cyberbullying di Indonesia, yang dilatarbelakangi oleh meningkatnya fenomena perilaku perundungan di media sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana karakteristik dan lingkungan sosial mempengaruhi harga diri korban cyberbullying. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan pemilihan 20 informan yang pernah menjadi korban cyberbullying melalui teknik purposive sampling, mencakup anak-anak, remaja, dan dewasa di Kota Bandung. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cyberbullying berdampak negatif pada harga diri korban, menyebabkan trauma, isolasi sosial, dan penurunan rasa percaya diri. Rendahnya harga diri ini dipengaruhi oleh anonimitas pelaku dan penyebaran informasi yang cepat. Penelitian juga menemukan bahwa jenis kelamin, usia, dan lingkungan sosial memiliki pengaruh signifikan terhadap pengalaman korban. Gejolak emosi negatif menjadi alasan utama pelaku melakukan cyberbullying. Hasil ini mengindikasikan pentingnya pencegahan dan intervensi dini dari orang tua atau wali. Keluarga harus menciptakan lingkungan yang mendukung untuk meningkatkan ketahanan anak yang mengalami cyberbullying. Temuan ini dapat berkontribusi pada pengembangan strategi yang lebih efektif untuk mengurangi dampak negatif cyberbullying terhadap korban.Kata Kunci: cyberbullying, media sosial, self-esteem.
Sensemaking of Stakeholder Identity Construction in Determining Potential Social Assistance Recipients Sidharta, Veranus; Lubis, Djuara P.; Sarwoprasodjo, Sarwititi; Seminar, Kudang Boro
Nyimak: Journal of Communication Vol 8, No 1 (2024): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/nyimak.v8i1.10608

Abstract

Implementation of the social assistance policy program to determine social assistance recipients in the context of development communication involves stakeholder action in the sensemaking process as an effort to achieve a common understanding in determining who is worthy of receiving social assistance. Previous research stated that the problems that still occur today are weak communication and coordination between institutions, distribution of social assistance that does not match targets, unclear distribution mechanisms and data on social assistance recipients that are not in sync, lack of integration of one Indonesian data, misidentification, and neglect of groups. vulnerable, deceased social assistance recipients are still registered, identity of social assistance recipients is not registered in DTKS or SIKS-NG, problematic social assistance recipients are still registered, NIK is invalid, inactive social assistance recipients still receive assistance, multiple social assistance recipients. The aim of this research is to understand the sensemaking process used by stakeholders in determining potential social assistance recipients. The approach used in this research is descriptive qualitative using a constructivist paradigm and case study design. The research results show the important role of identity construction of local leaders, especially village heads, in data management and distribution of social assistance. Through a reflective and participatory approach, local leaders can ensure the accuracy and honesty of data on social assistance recipients, as well as increase the overall effectiveness of the social assistance program. The results of this research offer a new approach in determining social assistance recipients called sensemaking.Keywords: Development communication, identity construction, sensemakingABSTRAKPelaksanaan program kebijakan bantuan sosial untuk menentukan penerima bansos dalam konteks komunikasi pembangunan melibatkan tindakan pemangku kepentingan pada proses sensemaking sebagai upaya mencapai pemahaman bersama dalam menentukan siapa yang layak penerima bansos. Penelitian sebelumnya menyatakan, permasalahan yang masih terjadi hingga saat ini adalah lemahnya komunikasi dan koordinasi antar lembaga, penyaluran bansos yang tidak sesuai target sasaran, ketidakjelasan mekanisme penyaluran dan data penerima bansos yang tidak sinkron, kurangnya integrasi satu data indonesia, kesalahan identifikasi dan pengabaian terhadap kelompok rentan, penerima bansos meninggal masih terdaftar, identitas penerima bansos tidak terdaftar dalam DTKS atau SIKS-NG, penerima bansos bermasalah tetap terdaftar, NIK tidak valid, penerima bansos tidak aktif tetap menerima bantuan, penerima bansos ganda. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami proses sensemaking yang digunakan pemangku kepentingan dalam menentukan calon penerima bansos. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan paradigma konstruktivis dan desain studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan, pentingnya peran konstruksi identitas pemimpin lokal, terutama kepala desa, dalam tata kelola data dan penyaluran bansos. Melalui pendekatan reflektif dan partisipatif, pemimpin lokal dapat memastikan keakuratan dan kejujuran data penerima bansos, serta meningkatkan efektivitas program bansos secara keseluruhan. Hasil penelitian ini menawarkan pendekatan baru dalam penentuan penerima bansos yang disebut sensemaking.Kata Kunci: Komunikasi pembangunan, konstruksi identitas, sensemaking
Communicating Cultural Instituion: A Treatise of Indonesian Ulama in Different Technological Eras Baihaky, Rachmat; Fuaida, Lisma Dyawati
Nyimak: Journal of Communication Vol 8, No 2 (2024): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/nyimak.v8i2.12434

Abstract

The development of technology is one of the determining factors of social change. While cultural groups reject this postulate, indicating that political and economic powers are the ones responsible for the emergence of technology as a driver of these changes, it certainly challenges old conclusions regarding social change. One tangible manifestation of this phenomenon is the advancement of communication technology, which has significantly transformed traditional processes in the production, distribution, and reception of messages among the public. In the realm of religion, the development of communication technology has empowered cultural institutions to reach their followers. In the context of religious leaders in Indonesia, the penetration of religious messages within the community varies significantly when viewed through the lens of each technological advancement in its respective era. This research attempts to elaborate on the journey of da’wah (Islamic preaching) in Indonesia by examining its approaches through the use of different communication technologies across various times. Furthermore, this study discusses the implications of these changes on the self-perception of ulama and the broader Muslim community. This research contributes to the field of communication studies by revealing the dynamic interaction between technology, identity, and religious authority in contemporary Indonesia, while emphasizing the need for ongoing discussions about the role of cultural institutions in shaping societal values and beliefs.Keywords: Communication, Da’wah, Ulama, Technology. AbstrakPerkembangan teknologi menjadi salah satu faktor penentu dari perubahan sosial. Meskipun kelompok kulturalis menolak postulat ini, dengan megindikasikan kekuatan politik dan ekonomilah yang menyebabkan kehadiran teknologi selaku pendorong perubahan tersebut. Hal ini tentu saja menguji kesimpulan-kesimpulan lama terkait perubahan sosial. Salah satu bentuk nyata dari fenomena ini adalah perkembangan teknologi komuniasi. Di mana dalam perkembangannya hal ini merubah secara signifikan proses-proses lama dalam produksi pesan, pendistribusian, dan penerimannya di tengah khalayak. Di bidang keagamaan, perkembangan teknologi komunikasi telah memberikan kekuatan terhadap institusi budaya ini dalam menjangkau pengikutnya. Pada konteks pemuka agama di Indonesia, penetrasi pesan agama di tengah ummat memiliki pengaruh yang sangat berbeda jika dilihat dari setiap perkembangan teknologi komunikasi di masing-masing era. Penelitian ini mencoba untuk mengelaborasi perjalanan da’wah di Indonesia dilihat dari pendekatannya dengan penggunaan teknologi komunikasi yang berbeda di setiap zamannya. Selanjutnya, penelitian ini membahas implikasi perubahan ini terhadap persepsi diri ulama dan komunitas Muslim yang lebih luas. Penelitian ini berkontribusi pada bidang studi komunikasi dengan mengungkapkan interaksi dinamis antara teknologi, identitas, dan otoritas keagamaan di Indonesia kontemporer, serta menekankan perlunya diskusi berkelanjutan tentang peran institusi budaya dalam membentuk nilai-nilai dan keyakinan masyarakat.Kata Kunci: Komunikasi, Da’wah, Ulama, Teknologi.
Social Judgment Sabda and Dawuh Hamengkubuwono X Regarding the Appointment of the Crown Princess Surahman, Sigit; Sihabudin, Ahmad; Faiz, Fahrudin; Sigit, Ridzki Rinanto
Nyimak: Journal of Communication Vol 8, No 1 (2024): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/nyimak.v8i1.9240

Abstract

This study aims to analyze the Sabda and Dawuh issued by Hamengkubuwono X, the monarch of the Yogyakarta Sultanate, regarding the appointment of the crown princess using the social judgment theory. A quantitative approach is employed to understand the community’s perceptions and actions towards these messages, exploring how the people of Yogyakarta interpret and respond to them by considering attitude perception, polarization, and acceptance latitude. This provides a deeper understanding of how these messages are received within the cultural and social context of Yogyakarta. The addition of Action to the Social Judgment Theory in researching Hamengkubuwono X ‘s Sabda and Dawuh regarding the appointment of the crown princess can involve examining the behavior or actions of the Yogyakarta community in response to the Sultan’s message. Over time, society realizes that Sabda and Dawuh can undergo shifts in their context. Social, cultural, and political changes that occur over time can influence the interpretation and application of Sabda and Dawuh from leaders or spiritual figures.Keywords: Social judgment, sabda, dawuh, crown princessABSTRAKStudi ini bertujuan menganalisis menggunakan social judgment theory terkait dengan Sabda dan Dawuh yang dikeluarkan oleh Hamengkubuwono X, Sultan di Kesultanan Yogyakarta, tentang pengangkatan puteri mahkota. Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini untuk memperoleh pemahaman yang menyeluruh tentang persepsi dan tindakan masyarakat terhadap Sabda dan Dawuh. Terlihat bagaimana masyarakat Yogyakarta menafsirkan dan menyikapi Sabda dan Dawuh Sultan tentang pengangkatan puteri mahkota dengan mempertimbangkan persepsi sikap, polaritas sikap dan zona akseptansi. Hal ini dapat memberikan pemahaman yang lebih kaya tentang bagaimana pesan-pesan tersebut dipahami dan diterima dalam konteks budaya dan sosial masyarakat Yogyakarta. Jika action ditambahkan ke dalam Social Judgment Theory sebagai kebaruan dalam penelitian sabda dan dawuh Hamengkubuwono X tentang pengangkatan puteri mahkota, maka dapat melibatkan aspek perilaku atau tindakan yang dilakukan oleh masyarakat Yogyakarta sebagai respons terhadap pesan Sultan. Seiring perkembangan zaman, masyarakat menyadari bahwa Sabda dan Dawuh dapat mengalami pergeseran dalam konteksnya. Perubahan sosial, budaya, dan politik yang terjadi seiring waktu dapat mempengaruhi interpretasi dan penerapan sabda dan dawuh dari pemimpin atau tokoh spiritual.Kata Kunci: Penilaian, sabda, dawuh, puteri mahkota
Addressing Implementation Challenges of Minimum Service Standards in Local Government Using Soft System Methodology: A Case Study of Bekasi City, Indonesia Desimaria, Maharina; Rahayu, Amy Yayuk Sri; Junarti, Junarti; Novia, Reni
Nyimak: Journal of Communication Vol 8, No 2 (2024): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/nyimak.v8i2.11410

Abstract

Minimum Service Standards (MSS) are specific provisions that must be fulfilled by local governments as a concurrent obligation targeted to reach 100% every year. However, as of 2023, Bekasi City has not achieved the set targets. The MSS Service Quality Achievement Index in Bekasi City is still relatively low, with all 6 MSS falling under the "Unfinished" category. This indicates problems in MSS implementation, including issues related to policy, planning, budgeting, and execution involving policymakers, implementers, and service recipients. This study aims to map the challenges in implementing MSS in Bekasi using Soft System Methodology (SSM) analysis and provide recommendations for addressing the identified issues. This research adopts a qualitative approach with action research methodology. Data collection techniques include analyzing relevant documents to understand the problem situation and conducting SSM's seven stages of analysis. This study contributes to the literature by applying SSM to understand and enhance policy implementation at the local level, which can be adapted to similar contexts in neighboring Malaysia and Singapore. The findings serve as a reference for improving MSS implementation and enhancing public service quality.Keywords: Minimum Service Standards, Soft System Methodology, policy implementation, Bekasi City AbstrakStandar Pelayanan Minimal (SPM) merupakan ketentuan khusus yang harus dipenuhi oleh pemerintah daerah sebagai kewajiban bersama yang ditargetkan mencapai 100% setiap tahun. Namun, hingga tahun 2023, Kota Bekasi belum mencapai target yang ditetapkan. Indeks Pencapaian Kualitas Layanan SPM di Kota Bekasi masih tergolong rendah, di mana dari 6 SPM, semuanya berada dalam kategori belum tercapai. Hal ini menunjukkan adanya permasalahan dalam implementasi SPM, baik dari aspek kebijakan, perencanaan, penganggaran, hingga pelaksanaan yang melibatkan aktor-aktor kebijakan, pelaksana, dan penerima layanan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan permasalahan dalam penerapan SPM di Kota Bekasi menggunakan analisis Soft System Methodology (SSM) serta memberikan rekomendasi untuk tindak lanjut dari permasalahan yang telah dipetakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode action research. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan memahami dokumen-dokumen terkait untuk memberikan gambaran situasi masalah dan melakukan analisis dengan menerapkan tujuh tahapan SSM. Hasil penelitian ini berkontribusi pada literatur dengan menerapkan SSM untuk memahami dan meningkatkan implementasi kebijakan di tingkat lokal, yang dapat diadaptasi di sistem serupa seperti Malaysia dan Singapura. Temuan ini dapat digunakan sebagai acuan untuk memperbaiki implementasi SPM dan meningkatkan kualitas layanan publik.Kata Kunci: Standar Pelayanan Minimal, Soft System Methodology, implementasi kebijakan, Kota Bekasi
Communicating Public Information Disclosure and E-government Strategy in Pamekasan Zulaikha, Zulaikha; Susilo, Daniel; Mustofa, Amirul; Dizon, Carl C. G.
Nyimak: Journal of Communication Vol 8, No 1 (2024): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/nyimak.v8i1.10757

Abstract

E-government refers to utilizing information technology in public information services as a means of innovating government functions related to public services. The objective of this study is to examine and analyze the progress of e-government in the implementation of the public information disclosure initiative in the Pamekasan Regency. This study employs a qualitative methodology utilizing descriptive techniques. The study was carried out at the information and documentation management agency under the Local Government of Pamekasan in Indonesia. The findings in this study indicate that the progress of the e-government information management infrastructure and documentation has been satisfactory. The public can utilize this information service through their electronic devices, however, the accessibility remains inconsistent. The public service site has been consolidated with multiple affiliated entities. This research makes a valuable contribution to the existing body of knowledge and practical implementation of government information disclosure in public services. By focusing on contemporary data, this research offers a unique and distinctive perspective within the context of analysis.Keywords: E-government, information policy, information disclosure, public communicationABSTRAKE-government merujuk pada penggunaan teknologi informasi dalam layanan informasi publik sebagai cara untuk menginnovasikan fungsi pemerintah terkait dengan layanan publik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dan menganalisis kemajuan e-government dalam pelaksanaan inisiatif pengungkapan informasi publik di Kabupaten Pamekasan. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan menggunakan teknik deskriptif. Penelitian dilakukan di lembaga manajemen informasi dan dokumentasi di bawah Pemerintah Daerah Pamekasan, Indonesia. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kemajuan infrastruktur manajemen informasi dan dokumentasi e-government telah memuaskan. Masyarakat umum dapat memanfaatkan layanan informasi ini melalui perangkat elektronik mereka, namun, aksesibilitasnya masih tidak konsisten. Situs layanan publik telah dikonsolidasikan dengan beberapa entitas terafiliasi. Penelitian ini memberikan kontribusi berharga terhadap pengetahuan yang ada dan implementasi praktis pengungkapan informasi pemerintah dalam layanan publik. Dengan fokus pada data kontemporer, penelitian ini menawarkan perspektif yang unik dan khas dalam konteks analisis.Kata Kunci: E-government, kebijakan informasi, pengungkapan informasi, komunikasi publik
Analysis of Public Opinion on The Hashtag #AniesPresidenRI2024 on Social Media Twitter Puspitasari, Fingky Ayu; Anggoro, Ayub Dwi
Nyimak: Journal of Communication Vol 8, No 1 (2024): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/nyimak.v8i1.9309

Abstract

In expressing opinions and actively participating in political life, social media is often used and considered one of the important channels. For example, the Hashtag #AniesPresidentRI2024 became a trending topic on Twitter several times after the former Governor of DKI Jakarta, Anies Baswedan, was officially declared by the Chairman of the NasDem Party as a Presidential Candidate in the 2024 Presidential election. The purpose of this study is to determine how the Hashtag #AniesPresidentRI2024 relates to the formation of public opinion on Twitter by using three concepts: public opinion, Twitter social media, and hashtags. This research uses a mixed method that combines both quantitative and qualitative approaches in one study. The results showed that during December 8-13, 2022, there was one dominant actor on Twitter related to the Hashtag #AniesPresidentRI2024, namely @aniesmania. This account led public opinion to provide support and a positive impression of Anies Baswedan. Therefore, it can be concluded that the effect of agenda setting in the formation of public opinion related to a positive image in the Hashtag #AniesPresidentRI2024 has a fairly strong relationship.Keywords: Public opinion, agenda setting, Twitter hashtagsABSTRAKDalam mengekspresikan pendapat dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan politik sosial media sering kali digunakan dan dianggap sebagai salah satu saluran penting. Tagar #AniesPresidenRI2024 misalnya, beberapa kali menjadi trending topik di twitter setelah Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah resmi dideklarasikan Ketua umum Partai NasDem sebagai Calon Presiden pada pemilihan Presiden tahun 2024. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Bagaimana Hashtag #AniesPresidenRI2024 memiliki relasi terhadap pembentukan Opini Publik di Media Sosial Twitter untuk dukungan pada Anies Baswedan dengan menggunakan tiga konsep yaitu opini publik, media sosial twitter, dan tagar. Penelitian ini menggunakan metode campuran yang menggabungkan dua metode kuantitatif dan kualitatif dalam satu penelitian. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa dalam media sosial twitter pada tanggal 08-13 Desember 2022 terkait dengan Hashtag #AniesPresidenRI2024 memiliki satu aktor dominan yaitu @aniesmania Pada akun tersebut juga lebih menggiring opini publik untuk memberi dukungan dan kesan positif pada anies baswedan sehingga dapat disimpulkan bahwa efek dari agenda setting dalam pembentukan Opini Publik terkait Citra Positif dalam tagar #AniesPresidenRI2024 memiliki relasi yang cukup kuat.Kata Kunci: Opini publik, agenda setting, tagar Twitter 
Political Marketing and Identity Politics: Implications for Voter Engagement and Interest Sarofah, Riska; Putra, Nauval Trian; Saputra, Herdin Arie
Nyimak: Journal of Communication Vol 8, No 2 (2024): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/nyimak.v8i2.12196

Abstract

This study examines the impact of identity-based political marketing on voter interest in Tasikmalaya City for the 2024 Legislative Elections. Using a quantitative research design with a survey approach, data were collected through questionnaires distributed to a randomly selected sample from the city's official voter list. Multiple linear regression analysis was employed to assess the relationship between identity-based political marketing strategies (independent variables) and voter interest (dependent variable). The findings indicate that identity-based political marketing strategies—which include ethnic, religious, and cultural factors—significantly influence voter interest. This underscores the critical role of identity politics in shaping voter preferences in Tasikmalaya City. These results suggest that political parties and legislative candidates should tailor their campaign strategies to align with the local voter identity dynamics. Understanding the complexity of identity politics is essential for political actors to formulate effective and relevant campaign strategies. A deep understanding of how identity factors influence voter engagement can enhance voter participation and promote a more inclusive and representative democratic process. This research provides valuable insights into how identity politics can be strategically leveraged to influence election outcomes. Keywords: Political Marketing, Identity Politics, Voter Interest, Legislative Elections, AbstrakPenelitian ini mengkaji dampak pemasaran politik berbasis identitas terhadap minat pemilih di Kota Tasikmalaya untuk Pemilihan Legislatif 2024. Menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan survei, data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada sampel yang dipilih secara acak dari daftar pemilih tetap (DPT) kota tersebut. Analisis regresi linier berganda digunakan untuk menilai hubungan antara strategi pemasaran politik berbasis identitas (variabel independen) dan minat pemilih (variabel dependen). Temuan menunjukkan bahwa strategi pemasaran politik berbasis identitas—yang mencakup faktor etnis, agama, dan budaya—secara signifikan memengaruhi minat pemilih. Hal ini menegaskan peran penting politik identitas dalam membentuk preferensi pemilih di Kota Tasikmalaya. Hasil ini menyarankan agar partai politik dan calon legislatif menyesuaikan strategi kampanye mereka dengan dinamika identitas pemilih lokal. Memahami kompleksitas politik identitas penting bagi aktor politik untuk merumuskan strategi kampanye yang efektif dan relevan. Pemahaman yang mendalam tentang bagaimana faktor identitas memengaruhi keterlibatan pemilih dapat meningkatkan partisipasi pemilih dan mendorong proses demokrasi yang lebih inklusif dan representatif. Penelitian ini memberikan wawasan berharga tentang bagaimana politik identitas dapat dimanfaatkan secara strategis untuk memengaruhi hasil pemilihan.Kata Kunci: Marketing Politik, Politik Identitas, Minat Pemilih, Pemilu Legislatif,