cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
eduscope.unwaha@yahoo.co.id
Editorial Address
-
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
EDUSCOPE: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran, dan Teknologi
ISSN : 24604844     EISSN : 25023985     DOI : -
Core Subject : Education,
EDUSCOPE: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran, dan Teknologi diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Pendidikan dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah Jombang. Jurnal Eduscope memiliki tujuan untuk memberikan informasi-informasi dari hasil penelitian dan kajian para peneliti Indonesia yang sesuai dengan pengembangan pendidikan, pembelajaran, serta teknologi. EDUSCOPE juga memuat artikel-artikel yang membahas teori, penemuan dasar, dan juga aplikasi ilmu yang berkaitan dengan pengembangan pendidikan, pembelajaran, dan teknologi di segala tingkatan. Jurnal EDUSCOPE akan diterbitkan 2 kali selama 1 tahun atau 1 volume selama 1 tahun yaitu bulan Juli dan Januari.
Arjuna Subject : -
Articles 196 Documents
ENGLISH LANGUAGE ERROR ANALYSIS OF DESCRIPTIVE TEXT PRODUCED BY SEVENTH GRADER Laili, Muawwinatul
EDUSCOPE: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran, dan Teknologi Vol. 7 No. 2 (2022): Volume 7 No. 2 Januari 2022
Publisher : LPPM Universitas KH.A.Wahab Hasbullah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/eduscope.v7i2.2323

Abstract

This study aims to describe the error on descriptive text written by seventh C grader in SMPN 1 Porong and to identify the causes of error. The research method of this research is descriptive qualitative method. The researcher used interactive model by Miles and Huberman that consists of three steps, they are; data condensation, data display, and drawing verifying conclusions. The researcher used the document observation sheet and questionnaire form as the instrument of this research. The researcher only selected 20 descriptive texts written by the students. Based on the research finding, it can be concluded that the students produced error on their descriptive texts. The highest error is miss-formation error (48,87%) because the students lack on writing practice. The researcher found the causes of error from the questionnaire is communication strategy-based error as 50% because the students get misunderstanding in receiving descriptive text material from the teacher's explanation. The teacher should change the method in the teaching process to help the students understand descriptive text well. For the next researcher, this research can be a reference for error analysis on other English skills.
PENILAIAN AUTENTIK DALAM PEMBELJARAN FISIKA DI SMK NEGERI 1 PURWOASRI Wulandari, Kartika
EDUSCOPE: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran, dan Teknologi Vol. 7 No. 2 (2022): Volume 7 No. 2 Januari 2022
Publisher : LPPM Universitas KH.A.Wahab Hasbullah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/eduscope.v7i2.2356

Abstract

Pembelajaran fisika pada masa pandemi sangat kurang efektif terhadap tingkat penguasaan konsep peserta didik karena kebiasaan baru yaitu pembelajaran daring. Maka untuk mengetahui penguasaan konsep fisika peserta didik perlu dilakukan penilaian autentik pada ranah sikap,pengetahuan, dan keterampilan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan penilaian autentik di SMK Negeri 1 Purwoasri. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru fisika, dan peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstrukur, dokumentasi, angket, dan observasi selama pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru fisika sudah memahami dengan baik tentang penerapan penilaian autentik dan sudah melaksanakan penilaian autentik pada pembelajaran fisika. Proses pengolahan nilai oleh guru langsung diinputkan pada aplikasi e-raport. Kendala yang dialami adalah server yang kurang stabil, perngkat yang digunakan peserta didik, dan keterbatasan kuota internet. Faktor pedukungnya adalah adanya fasiitas dari sekolah berupa aplikasi e-raport online dan aplikasi google classroom.
PENGEMBANGAN E-MODUL SCREENCAST BERBASIS STEM PADA MATERI REPRODUKSI DI PONDOK PESANTREN AS-SAIDYAH 1 Meishanti, Ospa Pea Yuanita; Chasanah, Binti Wasiatul
EDUSCOPE: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran, dan Teknologi Vol. 7 No. 2 (2022): Volume 7 No. 2 Januari 2022
Publisher : LPPM Universitas KH.A.Wahab Hasbullah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/eduscope.v7i2.2780

Abstract

ABSTRACT Problems in the field regarding ongoing learning are still not conducive at As-Saidyah 1 pesantren, especially at the level of understanding and discussion forums for rear-row audiences are difficult to ask questions. The difficulty of understanding in the field of menstruation, especially on the problem of calculation, which requires formulas that must be studied. So this study developed a STEM-based Screencast e-module on reproductive system material with the aim of finding out the feasibility of media and material from developing e-modules which can then be applied in the pesantren with the contents of the e-module in the form of material, e-lks based on the method of calculating the period of menstruation, by using the ADDIE development model and getting the results of 80% media eligibility with proper criteria and material feasibility with a percentage of 84% very feasible criteria. So it can be concluded that the media can be developed and implemented in Pesantren As-Saidyah 1. KEYWORDS: e-module, Screencast, STEM ABSTRAK Permasalahan dilapang mengenai pembelajaran berjalan masih kurang kondusif di pesantren As-Saidyah 1, terutama pada tingkat pemahaman dan forum diskusi tanya jawab audien barisan belakang sulit untuk bertanya. Sulitnya pemahaman di bidang menstruasi terutama pada masalah perhitungan, yang mana membutuhkan rumus-rumus yang harus dikaji. Maka penelitian ini mengembangkan e-modul Screencast berbasis STEM pada materi sistem reproduksi dengan tujuan menetahui kelayakan media dan materi dari pengembangan e-modul kemudian dapat diterapkan di pesantren tersebut dengan isi e-modul berupa materi, e-lks yang berbasis cara perhitungan masa mentruasi, dengan menggunakan model pengembangan ADDIE dan mendapatkan hasil kelayakan media 80 % dengan kriteria layak dan kelayakan materi dengan prosentase 84 % kriteria sangat layak. Sehingga dapat simpulkan bahwa media dapat dikembangkan dan di implementasikan di Pesantren As-Saidyah 1. KATA KUNCI: E-modul, Screencast, STEM
Implementasi Pembelajaran Core Ditinjau dari Kemampuan Memecahkan Masalah Matematika Nasrulloh, Muhammad Farid; Faidah, Risky Solikah Nur; Umardiyah, Fitri; Zuhriawan, Muhammad Qoyum
EDUSCOPE: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran, dan Teknologi Vol. 8 No. 2 (2023): Volume 8 No. 2 Januari 2023
Publisher : LPPM Universitas KH.A.Wahab Hasbullah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/eduscope.v8i2.2934

Abstract

ABSTRACT This study aims to determine whether there is an increase in students' problem-solving abilities after applying CORE (connecting, organizing, reflecting, extending) learning in mathematics learning and also whether the CORE model learning (connecting, organizing, reflecting, extending) is effective in terms of solving abilities. problems after the implementation of the CORE learning model. This research was conducted by the author on May 31, 2022 and June 8, 2022 at MTs bahrul 'UlumTambakberas Jombang. The research subjects were 25 students of class VII C on Statistics (Data Presentation). With the number of students 25 students. This research method uses a scoring system after the pretest and posttest. For data analysis, the author requires several stages of testing, namely validity test, reliability test, normality test, homogeneity test, and Paired Sample t Test. This study uses learning tools including Learning Implementation Plans (RPP) with the CORE learning model, Student Worksheets (LKPD), and Learning Outcomes Tests according to Students' Problem-Solving Ability which have been validated by two validators. The total average score of the two validators is 3.21 with a match percentage of 80.21%. This means that the test of learning outcomes according to students' ability to solve problems is very valid and feasible to use. KEYWORDS:CORE, Mathematics, problem_solving.   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah adanya peningkatan kemampuan pemecahan masalah bagi siswa setelah diterapkan pembelajaran CORE (connecting, organizing, reflecting, extending) di dalam pembelajaran matematika dan juga apakah pembelajaran model CORE (connecting, organizing, reflecting, extending) efektif ditinjau dari kemampuan pemecahan masalah setelah diterapkannya model pembelajaran CORE tersebut. Subjek penelitian sebanyak 25 orang siswa kelas VII C pada materi Statistika (Penyajian Data). Dengan jumlah siswa 25 Siswa. Metode penelitian ini menggunakan system hasil penilaian setelah dilakukannya pretest dan posttest. Analisis data penulis memerlukan beberapa tahapan uji yaitu uji kevalidan, uji reliabilitas, uji normalitas, uji homogenitas, serta Uji t Dua Sampel Berpasangan (Paired Sample t Test). Penelitian ini menggunakan perangkat pembelajaran meliputi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan model pembelajaran CORE, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), serta Tes Hasil Belajar menurut Kemampuan Siswa Memecahkan Masalah yang telah divalidasi oleh dua validator. Skor rata-rata total dari dua validator ialah 3,21 dengan presentase kecocokan 80,21%. Artinya tes hasil belajar menurut kemampuan siswa memecahkan masalah sangat valid dan layak untuk dipergunakan. KATA KUNCI: CORE, Matematika, Pemecahan_Masalah.
Manajemen Pendidikan Entrepreneur dalam Meningkatkan Kompetensi Wirausaha Santri Shobirin, Mochammad Syafiuddin Shobirin
EDUSCOPE: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran, dan Teknologi Vol. 9 No. 1 (2023): Volume 9 No. 1 Juli 2023
Publisher : LPPM Universitas KH.A.Wahab Hasbullah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/eduscope.v9i1.3331

Abstract

ABSTRACT The realization of the entrepreneurial competence of students at the Fathul Ulum Islamic Boarding School can be known by research which includes planning, implementation and evaluation of entrepreneurship education. The research method used was a qualitative approach with phenomenological methods, data collection was carried out using in-depth observation techniques, interviews and documentation. The analysis technique uses SWOT analysis. The validity test uses source triangulation and technique triangulation methods. The results showed that the planning for Entrepreneurship Education at the Fathul Ulum Islamic Boarding School was outlined in the form of a self-employment learning curriculum, which consisted of theoretical learning planning and practice-based planning. Practical learning is carried out using two methods, namely theory-based learning and practice-based learning. Evaluation of Entrepreneur Education Motivation is carried out in 2 direct ways (learning process) and post-learning. Assessing the evaluation of entrepreneurship education learning using an evaluation model, namely the evaluation of the CIPP model (Context, Input, Process, and Product). The entrepreneurial competence of students at the FATHUL ULUM Islamic Boarding School was formed to have social entrepreneur and corporate entrepreneur competencies. Entrepreneurship education management has implications for students to acquire knowledge, skills, and attitudes and aims for students to have the ability and ability to become beginners in entrepreneurship.  KEYWORDS:  Entrepreneur Education, Management, Competence of Santri.   ABSTRAK Implikasinya terhadap kompetensi wirausaha santri pada Pondok Pesantren Fathul Ulum dapat dikethui dengan penelitian yang meliputi Perencanaan, Pelaksanaan dan evaluasi pendidikan entrepreneur. Metode penelitian yang digunakan melalui pendekatan kualitatif dengan metode fenomologis, pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi mendalam, wawancara serta dokumentasi. Teknik analisis menggunnakan analisis SWOT. Uji keabsahan menggunakan metode trainggulasi sumber dan trianggulasi teknik. Hasil penilitian menunjukan bahwa perencanaan Pendidikan Entrepreneur di Pondok Pesantren Fathul Ulum dituangkan dalam bentuk kurikulum Pembelajaran entrepreneur, yang terdiri dari perencanaan pembelajaran berbaris teori dan perancanaan berbasis praktek. Pendidikan kewirausahaan dilaksanakan dengan dua metode yaitu pembelajaran berbasis teori dan pembelajaran berbasis praktek. Evaluasi pencapaian Pendidikan Entrepreneur dilakukan melalui 2 cara langsung (proses pembelajaran) dan pasca pembelajaran. Mengkaji evaluasi pembelajaran pendidikan entrepreneur menggunakan model evaluasi yaitu evaluasi model CIPP (Context, Input, Proses, and Product). Kompetensi wirausaha santri di Pondok Pesantren FATHUL ULUM dibentuk untuk memiliki kompetensi social entrepreneur serta corporate entrepreneur. Manajemen pendidikan enterpreneur memberikan implikasi terhadap para santri untuk memperoleh pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), dan sikap (attitude) serta bertujuan agar para santri miliki kemamuan dan kemampuan menjadi pemula dalam berwirausaha.  KATA KUNCI: Pendidikan Entrepreneur, Manajemen, Kompetensi Santri.
Pengembangan Buku Ajar Peserta Didik (BAPD) Berbasis Inkuiri Pada Materi Protista SMA Untuk Melatihkan Keterampilan Berpikir Kreatif Putri, Rossanita Truelovin Hadi; Meishanti, Ospa Pea Yuanita; Huda, Moch. Faizul
EDUSCOPE: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran, dan Teknologi Vol. 8 No. 2 (2023): Volume 8 No. 2 Januari 2023
Publisher : LPPM Universitas KH.A.Wahab Hasbullah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/eduscope.v8i2.3362

Abstract

ABSTRACT Kingdom Protist is one of the materials in biology that can be learned through observation. The Protista material can be taught through inquiry-based learning to train creative thinking skills. The purpose of this research is to describe the development of Student Textbooks (BAPD) based on inquiry in Protist material of SMA Class X. The development of BAPD refers to the 4D model which consists of the Define, Design, Develop and Disseminate, but without Disseminate phase. The research instrument is in the form of validation sheets and practicality sheets. The results of developing textbooks show the validity of BAPD is 94.7% with the interpretation were very feasible and practicality is 99.3% with the interpretation were very good. Based on the results of this assessment it can be concluded that the inquiry-based BAPD on Protista material is declared valid and practical to use on students. KEYWORDS: student textbook, inquiry, protist, creative thinking skill   ABSTRAK Kingdom Protista merupakan salah satu materi biologi yang dipelajari dengan metode pengamatan. Materi Protista tersebut dapat diajarkan melalui pembelajaran berbasis inkuiri untuk melatihkan keterampilan berpikir kreatif. Tujuan penelitian ini ialah mendeskripsikan pengembangan Buku Ajar Peserta Didik (BAPD) berbasis inkuiri materi Protista SMA kelas X. Pengembangan BAPD mengacu pada model 4D yang terdiri atas tahap Define, Design, Develop, dan Disseminate, namun tahap Disseminate tidak dilakukan. Instrumen penelitian berupa lembar validasi dan lembar kepraktisan. Hasil pengembangan buku ajar menunjukkan validitas BAPD sebesar 94,7% dengan kategori valid dan kepraktisan sebesar 99,3% dengan kategori sangat baik. Berdasarkan hasil penilaian tersebut dapat disimpulkan bahwa BAPD berbasis inkuiri pada materi Protista dinyatakan valid dan praktis digunakan pada peserta didik. KATA KUNCI: buku ajar peserta didik, inkuiri, protista, berpikir kreatif  
Analisis Tingkat (Level) Kemampuan Pemahaman Konsep Siswa Kelas VIII SMP Melalui Pengerjaan Soal Berbasis Etnomatematika Linling, Yudiani; Nuryadi, Nuryadi
EDUSCOPE: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran, dan Teknologi Vol. 8 No. 2 (2023): Volume 8 No. 2 Januari 2023
Publisher : LPPM Universitas KH.A.Wahab Hasbullah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/eduscope.v8i2.3468

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the level of students' conceptual comprehension skills through ethnomathematics-based questions. The type of research used is qualitative with descriptive methods. The research subjects included 32 class VIII G students of SMP Negeri 1 Yogyakarta. Then from the 32 people, 12 students were taken representing each category. The categories referred to in this study are high, medium, and low. The instruments used were ethnomathematics-based concept comprehension tests, documentation, and interviews. Data were analyzed using data reduction techniques, data presentation, and conclusions. The results of this study indicate that student's ability to understand mathematical concepts is in the high category on indicator (1) restating mathematical concepts, namely 88%. They are classified in the low category on indicator (3), providing examples and non-examples, namely 31%. KEYWORDS: level, ability to understand concepts, ethnomathematics   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kemampuan pemahaman konsep siswa melalui pengerjaan soal berbasis etnomatematika. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian meliputi siswa kelas VIII G SMP Negeri 1 Yogyakarta yang berjumlah 32 orang. Kemudian dari 32 orang tersebut diambil 12 orang siswa yang mewakili setiap kategori. Kategori yang dimaksud dalam penelitian ini adalah tinggi, sedang rendah. Instrumen yang digunakan berupa tes kemampuan pemahaman konsep berbasis etnomatematika, dokumentasi, dan wawancara. Data dianalisis dengan menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman konsep matematika  siswa tergolong dalam kategori tinggi pada indikator (1) menyatakan kembali konsep matematika, yaitu 88%. Tergolong  dalam kategori rendah pada indikator (3) memberikan contoh dan non contoh, yaitu 31%.  KATA KUNCI: tingkat, kemampuan pemahaman konsep, etnomatematika
Multiliteracies Pedagogy In Raising Gender Awareness Through Sue Monk Kidd’s The Secret Life Of Bees Laili, Muawwinatul
EDUSCOPE: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran, dan Teknologi Vol. 8 No. 2 (2023): Volume 8 No. 2 Januari 2023
Publisher : LPPM Universitas KH.A.Wahab Hasbullah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/eduscope.v8i2.3471

Abstract

ABSTRACT The purpose of this study is to investigate the implementation of the Multiliteracy Pedagogy approach promoted by the New London Group (1996) in raising gender awareness through The Secret Life of Bees movie, which was adapted from Sue Monk Kidd's novel of the same name (2001). The participants of this research are seventeen fifth semester English Education students and an English lecturer. Using qualitative data from observation and an online questionnaire. The findings revealed that through The Secret Life of Bees, the four elements of Multiliteracies Pedagogy are well implemented in the classroom, which in turn could raise the students’ awareness in relation to gender issues. The learning activities in each element of multiliteracies pedagogy provides the students not only the situation to experience the issue but also the discussion and other learning activities which invite them to critically explore their ideas about gender issues. It shows that multiliteracies pedagogy which is meaningful in raising gender awareness. The students give positive responses toward the use of multiliteracies pedagogy to raise gender awareness as seen from the result of the questionnaire that the students are excited, comfortable, and confident in sharing their critical ideas regarding gender issues after watching the movie. KEYWORDS: Multiliteracy Pedagogy; Gender Awareness; The Secret Life of Bees   ABSTRAK Dalam proses pembelajaran pendidik seharusnya dapat membawa karya sastra sebagai materi ajar yang disesuaikan dengan konsep pengajaran abad ke 21. Penerapan pendekatan Pedagogi Multiliterasi (Multiliteracies Pedagogy) yang digagas pertama kali oleh New London Group (1996) melalui film The Secret Life of Bees  untuk membangun kesadaran gender yang diadopsi dari sebuah novel dengan judul yang sama karya Sue Monk Kidd (2001). Subjek penelitian ini adalah tujuh belas mahasiswa semester lima pada program studi Pendidikan Bahasa Inggris. Peneliti menggunakan metode kualitatif untuk menganalisis data hasil observasi dan kuesioner. Peneliti menerapkan pendekatan Multiliteracies Pedagogy yang terdiri dari empat aspek, yaitu; a) situated practice, b) overt instruction, c) critical framing, dan d) transformed practice. Hasil penelitian memperlihatkan aktifitas pembelajaran yang merefleksikan empat aspek pedagogi multiliterasi  tersebut dalam membangun kesadaran gender menggunakan film The Secret Life of Bees. Selain itu, mahasiswa memberikan respon positif terkait penggunaan pedagogi multiliterasi untuk membangun kesadaran gender melalui film The Secret Life of Bees. Kata Kunci: Pedagogi Multiliterasi, Kesadaran Gender, The Secret Life of Bees
Implementasi Classic Test dan Item Respon Theory Pada Penilaian Tes Pembelajaran Matematika Syamsuddin, Syaiful
EDUSCOPE: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran, dan Teknologi Vol. 8 No. 2 (2023): Volume 8 No. 2 Januari 2023
Publisher : LPPM Universitas KH.A.Wahab Hasbullah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/eduscope.v8i2.3488

Abstract

ABSTRACT The quality of learning assessment is one of the benchmarks in improving the quality of education. A good assessment system will trigger educators to be better at teaching and motivate students to learn better. Assessment of learning outcomes by educators is used to assess the achievement of student competencies and improving the learning process. The form of effort to assess student learning outcomes is to carry out tests by paying attention to the quality of tests based on student abilities. This study uses a quantitative approach to analyze the test items through the Classical Test Theory (CTT) and Item Response Theory (IRT) approaches. This research was conducted by respondents as much as 285 students. The results showed that based on CTT, 22.5% were obtained in the difficult category, 47.5% included in the moderate category, 30% in the easy category and 62.5% of the items already had good discriminating power. As for questions with a distractor function that functions well at 45% with a reliability of 0.785. Meanwhile, with the item IRT, the model that is suitable for this study is IRT 2PL with difficulty levels between -6.337 to 4.945, differential power ranging from 0.271 to 2.254 with 38 fit items. KEYWORDS: Assessment, Measurement, Classical Test Theory, Item Respon Theory ABSTRAK Kualitas penilaian pembelajaran menjadi salah satu tolak ukur dalam peningkatan kualitas pendidikan. Sistem penilaian yang baik akan memicu pendidik untuk lebih baik dalam mengajar dan memotivasi peserta didik untuk belajar yang lebih baik. Penilaian hasil belajar oleh pendidik digunakan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik dan memperbaiki proses pembelajaran. Bentuk upaya penilaian hasil belajar peserta didik adalah melakukan pengujian dengan memperhatikan kualitas tes berdasarkan kemampuan siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk menganalisis butir tes melalui pendekatan Classical Test Theory (CTT) dan Item Respon Theory (IRT). Penelitian ini dilakukan dengan melibatkan jumlah responden sebanyak 285 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan CTT diperoleh 22,5% dengan kategori sulit, 47,5% termasuk kategori sedang dan sebesar 30% dengan kategori mudah serta 62,5% soal sudah memiliki daya pembeda yang baik. Adapun soal dengan fungsi distraktor yang berfungsi baik sebesar 45% dengan reliabilitas sebesar 0,785. Sedangkan dengan model IRT, model yang sesuai dengan penelitian ini adalah IRT 2PL dengan perolehan tingkat kesukaran antara -6.337 sampai 4.945, daya beda berkisar antara 0,271 sampai 2,254 dengan 38 butir fit. KATA KUNCI: Penilaian, Pengukuran, Teori Tes Klasik, Teori Respon Butir
Identifikasi Senyawa dan Struktur Anatomi Tanaman melalui Uji Mikrokimia pada Sepuluh Jenis Tanaman yang Berbeda Huda, Moch. Faizul; Meishanti, Ospa Pea Yuanita
EDUSCOPE: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran, dan Teknologi Vol. 8 No. 2 (2023): Volume 8 No. 2 Januari 2023
Publisher : LPPM Universitas KH.A.Wahab Hasbullah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/eduscope.v8i2.3601

Abstract

ABSTRACT The microchemical test is a method to determine the content of compounds in plants. The materials used are porang tubers, potatoes, corn, peanuts, guava leaves, lime leaves, ylang flowers, purple sweet potatoes, cassava and coconut shells. Preparations were made using thin slices which were cut with a clam on hand microtome, then the reagent was dripped on the thin slices on an object glass and covered with a deck glass, then observed using a microscope. The starch test on sweet potato, cassava, potato, and porang preparations showed yellow or brown starch; the cellulose test on the corn preparations showed that the cellulose cells were swollen and blue; the protein test on peanut preparations showed a color change to brick red; lignin test on coconut shell showed violet-red color; tannin test on guava leaf preparations showed a dark brown color; lipid test on lime and ylang leaf preparations showed red globules and reducing sugar test on sweet potato and corn preparations showed brick red color. Identification and characterization in microchemical tests were carried out to identify differences in color and crystal formation in plant samples after the administration of specific reagents. KEYWORDS: Microchemical Test, Microscopic, Plant Compounds ABSTRAK Uji mikrokimia adalah metode untuk mengetahui kandungan atau senyawa pada tumbuhan. Bahan yang digunakan adalah umbi porang, kentang, jagung, kacang tanah, daun jambu, daun jeruk, bunga kenanga, ubi jalar ungu, singkong dan tempurung kelapa. Preparat dibuat dengan menggunakan irisan tipis yang dipotong dengan clam on hand microtome, kemudian reagen diteteskan pada irisan tipis di atas object glass dan ditutup deck glass, selanjutnya diamati menggunakan mikroskop. Uji amilum pada preparat ubi jalar, singkong, kentang dan porang menunjukkan amilum berwarna kuning atau coklat; uji selulosa pada preparat jagung menunjukkan sel selulosa membengkak dan berwarna biru; uji protein pada preparat kacang tanah menunjukan perubahan warna menjadi merah bata; uji lignin pada tempurung kelapa menunjukan warna violet merah; uji tanin pada preparat daun jambu menunjukkan warna coklat gelap; uji lipid pada preparat daun jeruk dan kenanga menunjukkan globulus berwarna merah dan uji gula reduksi pada preparat ubi jalar dan jagung menunjukan warna merah bata. Identifikasi dan karakterisasi pada uji mikrokimia dilakukan untuk mengenali perbedaan warna dan bentukan kristal pada sampel tanaman setelah pemberian reagen spesifik. KATA KUNCI: Uji Mikrokimia, Mikroskopik, Senyawa Tanaman