cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL KONSELING GUSJIGANG
ISSN : 24601187     EISSN : 2503281x     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Arjuna Subject : -
Articles 351 Documents
APLIKASI INSTRUMENTASI TERPADU BERBASIS KOMPUTER: ALTERNATIF MEDIA PEMAHAMAN DIRI SISWA Rifa`i, Akhmad
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2015
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.003 KB) | DOI: 10.24176/jkg.v1i1.289

Abstract

Rumusan masalah yang akan diteliti adalah (i) data pribadi apa sajakah yang diperlukan untuk membantu dalam pemahaman diri siswa? (ii) apakah program pengolahan dan penyajian data pribadi siswa berbasis komputer dapat meningkatkan efektivitas pemahaman diri siswa? Penelitian ini dirancang dengan model penelitian pengembangan yaitu pengembangan program pengolahan dan penyajian data pribadi siswa berbasis komputer (AIT) untuk meningkatkan efektivitas pemahaman diri terhadap siswa. Subjek penelitian ini adalah konselor dua sekolah yaitu SMA 1 Bae Kudus dan SMA 1 Kudus. Metode yang digunakan untuk menganalisa data adalah two tail t-test yang fungsinya membandingkan persepsi konselor mengenai efektivitas P3PD dalam membantu memahami siswa sebelum dan sesudah menggunakan AIT. Hasil penelitian diperoleh t-test = -14,45 lebih besar dari ttabel sebesar 1,75 dengan taraf signifikansi sebesar 5%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model aplikasi instrumentasi terpadu ini dapat meningkatkan efektivitas pemahaman diri siswa.
PERAN KONSELOR DI BERBAGAI SETTING SEKOLAH Trisnowati, Eli
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2016
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.833 KB) | DOI: 10.24176/jkg.v2i2.703

Abstract

Peranan konselor di berbagai latar sekolah, baik di Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), maupun di Sekolah Menengah Atas (SMA) dapat berjalan sukses dengan adanya keterlibatan dan peran para guru, orang tua, serta pihak yang lain. Dalam latar sekolah bukan hanya dengan konseling saja tetapi juga ada konsultasi dan koordinasi. Program konseling ini dilakukan oleh konselor dengan menggunakan program layanan konseling individual, konseling kelompok, dan bimbingan klasikal. Layanan ini digunakan oleh konselor pada semua latar sekolah dengan menyesuaikan kebutuhan para siswanya. Layanan konseling yang diberikan di Sekolah Dasar akan berbeda dengan Sekolah Menengah Pertama, dan Sekolah Menengah Atas.
Bimbingan Kelompok Dengan Media Permainan Ular Tangga Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Lianasari, Dewi; Purwati, Purwati; Murtiningsih, Murtiningsih
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2018
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.898 KB) | DOI: 10.24176/jkg.v4i2.4732

Abstract

This research aims at investigating 1) the implementation of group counselling; and 2) finding out how it assisted by snake and ladder media successfully improved students’ learning motivation. It employs pre experimental design with type of one group pre test-post test design. 10 out of 27 seventh graders of SMP Negeri 3 Kota Magelang are assigned as the sample. It used random sampling with the scale of learning motivation. The result revealed that as matter of fact, group counseling had been implemented in this school, though it did not optimally perform in solving students’ problems. Hence it was only done incidentally. The statistic calculations using Paired Sample Test showed that t-value= - 5,129 ≤ t-table= - 0,703. In sum Hawas accepted which meant group counseling with snake and ladder media effectively enhanced students’ learning motivation.
PENDEKATAN PRINSIP BIMBINGAN KONSELING UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN DIRI ANAK USIA DINI Musi, Muhammad Akil; Winata, Widia; Mulyadi, Mulyadi
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2017
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jkg.v3i2.1710

Abstract

Peningkatan kualitas kesadaran diri merupakan aspek dalam ranah perkembangan sosial-emosional anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas bimbingan konseling untuk meningkatkan kesadaran diri usia dini usia dini. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif yang analisis dengan model analisis interaktif yang disajikan dengan kriteria penilaian dan pencapaian dalam bentuk persentase. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan, wawancara dan teknik dokumen sebagai pendukung penelitian dengan menggunakan triangulasi sumber dan metode untuk menguji keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan bimbingan konseling merupakan pendekatan yang efektif untuk meningkatkan kesadaran diri anak dengan tetap memperhatikan prinsip bimbingan dan konseling.
Choice Therapy Berbasis Falsafah Budaya Jawa Sebagai Alternatif Untuk Meningkatkan Survival Ability Korban Bencana Alam Noviyanti Kartika Dewi; Tyas Martika Anggriana
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2018
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.59 KB) | DOI: 10.24176/jkg.v4i2.2931

Abstract

Bencana alam merupakan fenomena alam yang sulit untuk diprediksi serta membawa dampak pada seluruh aspek kehidupan manusia. Para korban yang selamat dari bencana alam berpotensi mengalami kecemasan, depresi dan trauma. Oleh sebab itu perlu dilakukan pertolongan pertama pada kondisi psikologis (Psychological First Aid) kepada mereka. Layanan konseling merupakan sebuah bantuan yang dapat diberikan. Layanan ini bertujuan untuk membantu korban bencana alam agar memiliki survival ability serta mampu memulai dan menata kembali kehidupannya. Adapun pendekatan koseling yang akan dibahas penulis disini adalah pendekatan choice therapy berbasis budaya Jawa.Pada choice therapy, penentu pilihan atas semua yang dilakukan oleh seorang individu -termasuk tentang penderitaan yang dialami- adalah dirinya sendiri. Orang lain hanya memberikan informasi. Namun semua itu tidak bisa membuat seorang individu melakukan atau merasakan apa-apa jika bukan dirinya yang memilih dan melaksanakan. Alasan dipilihnya budaya Jawa sebagai basis choice therapy karena budaya Jawa memiliki keunikan dalam pemikiran dan tindakan serta mendominasi berbagai aspek kehidupan di Indonesia.Falsafah budaya Jawa yang dapat diterapkan dalam konseling dengan pendekatan choice therapy diantaranya adalah Nerima ing pandum; Semeleh; Sapa sing Kelangan Bakal Diparingi – Sapa sing Nyolong Bakal Kelangan; dan Urip Iku aja Digawe Sambat dan Dilakoni ae sak Mlakune. Falsafah tersebut diintegrasikan dengan  pendekatan choice therapy melalui sistem WDEP (Want, Doing, Evaluation, Plan). Pendekatan konseling choice therapy berbasis falsafah budaya Jawa tersebut diharapkan dapat meningkatkan survival ability korban bencana alam. Survival ability tersebut ditandai dengan kemampuan bertahan hidup, memiliki pikiran yang jernih, percaya diri serta disiplin dan perencanaan yang matang. Natural disasters are phenomena that are difficult to predict and have an impact on all aspects of human life. Survivors of natural disasters have the potential to be through an anxiety disorders, depression and trauma. Therefore it is necessary to do Psychological First Aid to them. Counseling is a help that can be given. Counseling aims to help survivors of natural disasters to have a survival ability and be able to continue their lives. The counseling approach that will be discussed here is choice therapy based on Javanese culture.In choice therapy, a person is the determinant of choice for everything done - including about the suffering experienced. Other people only provide information. That are cannot make someone do or feel anything if they do not choose and implement. The reason for choosing Javanese culture as a basis for choice therapy is because Javanese culture is unique in thought and action and dominates various aspects of life in IndonesiaThe Javanese cultural philosophy that can be applied in choice therapy includes Nerima ing pandum (sincerely accept the provisions of God); Semeleh (sincerity with all problems or burdens, allowing God to regulate and provide solutions); Sabar sareh mesti bakal pikoleh (a person must be patient, diligent and earnest so that he can reach his goal); dan Urip iku urup (life must be uplifting). The philosophy is integrated with the choice therapy approach through the WDEP system (Want, Doing, Evaluation, Plan). Therapy choice based on Javanese cultural philosophy is expected to increase the survival ability of survivors of natural disasters. Survival abilities are characterized by the ability to survive, have a clear mind, confidence and discipline and have a plan for the future.
Pengembangan Pribadi Konselor Berbasis Islam Akhmad Rizkhi Ridhani; Zainal Fauzi
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2018
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.33 KB) | DOI: 10.24176/jkg.v4i2.4731

Abstract

Penelitian yang akan dilaksanakan dengan tujuan pengembangan pribadi konselor yang dimana dalam hal ini menjadi fokus utama peneliti dalam melakukan penelitian. Pada tataran pengembangannnya ini nantinya peneliti mengkaji terlebih dahulu tentang nilai-nilai yang terkandung dalam Islam karangan Syech Muhammad Arysad Al-Banjari. Selanjutnya nilai-nilai tersebut diimplementasi dalam pengembangan pribadi konselor. Dipilihnya Islam disini karena peneliti memandang subyek dalam layanan bimbingan dan konseling mayoritas islam khususnya di daerah Kalimantan Selatan. Kemudian dari pada itu pula minimnya kepercayaan public akan kinerja konselor diakibatkan oleh kurangnya kualitas pribadi dari seorang konselor menjadikan peneliti tertarik untuk mengembangkan sebuah model pribadi konselor yang relegius keislaman. Desain penelitian yang digunakan peneliti mengacu pada desain research and develompmentc (R and D) yang dikembangkan oleh Borg and Gall, dimana peneliti dalam mengembangkan pribadi konselor berbasis Islam mengadopsi sepuluh tahapan pengembangan menurut Borg and Gall yang dimodifikasi menjadi lima tahapan, hal ini dilakukan dengan alasan disesuiakan dengan kebutuhan penelitian. lima tahapan tersebut adalah sebagai berikut : (1) studi pendahuluan. (2) perencanaan, (3) pengembangan hipotetik, (4) penelaahan model hipotetik, (5) revisi. Hasil dari penelitian ini yakni tersusunya konsep pengembangan pribadi konselor berbasis islam pada tahapan teruji 1 (akademisi dan praktisi bidang bimbingan dan konseling).
PENGEMBANGAN MODEL PUSAT LAYANAN KONSELING MAHASISWA (PLKM) / COUNSELING CENTER UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA taufik agung pranowo
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2018
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.598 KB) | DOI: 10.24176/jkg.v4i2.3592

Abstract

Tujuan dari penelitian pengembangan Universitas PGRI Yogyakarta ini diantaranya 1) mengetahui kebutuhan akan layanan konseling bagi mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta, 2) mengetahui problematika mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta, 3) menemukan model Pusat Layanan Konseling Mahasiswa di Universitas PGRI Yogyakarta. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian pengembangan menggunakan model Borg and Gall diantaranya (1) Penelitian dan pengumpulan informasi data (research and information collecting), (2) Perencanaan (planning), (3) Pengembangan draf produk (develop preliminary form of product), (4) Uji coba lapangan awal (preliminary field testing), (5) Merevisi hasil uji coba (main product revision), (6) Uji coba lapangan utama (main field testing), (7) Penyempurnaan produk hasil uji lapangan(operasional product revision), (8) Uji pelaksanaan lapangan(operasionalfield testing), (9) Penyempurnaan produk akhir (final product revision), (10) Desiminasi dan Implementasi (dissemination and implementation). Hasil dari penelitian ini yaitu 1) mahasiswa membutuhkan dari layanan konseling untuk mengatasi permasalahan dan pengembangan diri, 2) problematika yang dialami mahasiswa UPY sangat beragam, 3) model telah ditemukan sesuai dengan kebutuhan dari mahasiswa sebagai calon konseli.
perangkat bimbingan klasikal bidang pribadi sosial melalui higher order thinking skills pada siswa kelas vii budi purwoko
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol 6, No 2 (2020): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2020
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jkg.v6i2.3421

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan serta menguji keefektifan produk. Produk yang dikembangkan berupa perangkat bimbingan klasikal bidang pribadi sosial melalui Higher Order Thinking Skills untuk siswa kelas VII. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan dengan langkah sebagai berikut: (1) studi pendahuluan, (2) pengembangan produk, (3) validasi ahli, (4) uji coba pengguna dan, (5) revisi. Penelitian pengembangan ini hanya terbatas sampai uji pengguna.Hasil validasi ahli materi, produk dinilai sangat baik dengan skor 83%, sehingga tidak perlu direvisi. Hasil validasi ahli media, produk dinilai sangat sesuai dengan skor CVI 0.71, sehingga dapat digunaakan lebih lanjut. Hasil validasi Guru BK sebagai calon pengguna, produk dinilai sangat sesuai, dengan skor CVI 0.86, sehingga produk dapat digunakan lebih lanjut. Perbaikan produk dilakukan berdasarkan saran, kritik dan masukan dari ahli dan pengguna. Hasil validasi ahli dan pengguna dapat disimpulkan produk memenuhi kriteria akseptabilitas dengan indikator sangat berguna, sangat layak, sangat tepat dan sangat patut
Perbedaan Konsep Diri Siswa dari Keluarga Utuh dan Keluarga Tidak Utuh Monika Veronika; Afdal Afdal
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2019
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jkg.v5i2.3340

Abstract

Konsep Diri
PELATIHAN SELF ACCEPTANCE MANAGEMENT UNTUK MENINGKATKAN SELF ACCEPTANCE PENDIDIK TERHADAP ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS muya barida
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2019
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jkg.v5i1.2243

Abstract

The process of receiving the condition of Children with Special Needs for educators is not easy. Lack of access to the knowledge, understanding, and skills of educators on the diversity of learners belonging to Children with Special Needs affects the acceptance of different conditions for Children with Special Needs with normal children. Often, educators compare and enforce learners' abilities according to the demands imposed in school. Therefore it is necessary to do training for educators Children with special needs by self-acceptance management. The pretest result shows that the self-acceptance of the educator is moderate. The result of posttest is known that self-acceptance of educator to Children with Special Needs is high. It can be concluded that self-acceptance management training can improve self-acceptance of educators to Children with Special Needs. Training and mentoring of educators of children with special needs can contribute to the implementation of inclusive education in schools, especially in dealing with the diversity of students who are classified as normal or children who have specificity. Ultimately the goal of education to form the optimal human potential can be achieved.

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 1 (2025): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2025 Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2025 Vol 10, No 2 (2024): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2024 Vol 10, No 1 (2024): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2024 Vol 9, No 2 (2023): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2023 Vol 9, No 1 (2023): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2023 Vol 8, No 2 (2022): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2022 Vol 8, No 1 (2022): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2022 Vol 7, No 2 (2021): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2021 Vol 7, No 1 (2021): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2021 Vol 6, No 2 (2020): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2020 Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2020 Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2019 Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2019 Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2018 Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2018 Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2018 Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2018 Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2017 Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2017 Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2017 Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2017 Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2016 Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2016 Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2016 Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2016 Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2015 Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2015 Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2015 Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2015 More Issue